Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Wahana Ottomitra Multiartha Tbk.

WOMF · analisa Rabu, 28 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Underweight

276 rupiah per lembar · +5,34% · 2026-10-28

Net broker seluruhnya 155,0 jt rupiah. Kapitalisasi 960,9 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. Kurangi eksposur WOMF.JK bertahap, jangan tambah, jangan short. Ketiga analis (agresif, konservatif, netral) sepakat arah Sell; yang diperdebatkan hanya ukuran sisa posisi dan titik eksekusi.
Aliran dana
CC beli 166,3 jt · KI jual 2,3 jt
Keyakinan
C53 · paling kuat Volatilitas, paling lemah Likuiditas
Posisi harga
+0,4% terhadap SMA50, asing -1,2% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C53

Skor 53.2 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 12/25

net 155,0 jt dari bruto 461,0 jt, 2/12 broker net beli

Konfirmasi tren 8/15

+0,4% vs SMA50, return 20 sesi +2,2%

Likuiditas 0/15

rata-rata 49,1 jt rupiah per hari

Volatilitas 15/15

ATR 5.5% pas untuk stop 1,5 ATR

VWAP
275
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
342,9 jt
rupiah, sesi 2026-10-28
Frekuensi
285
kali transaksi
Volume
1,2 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-28. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
CC MANDIRI SEKURITAS 166,3 jt 600,8 rb 300,7 jt 134,4 jt
QA TUNTUN SEKURITAS INDONESIA 56,0 rb 200 56,0 rb -
LG TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA TBK. -28,6 rb -100 - 28,6 rb
AT PHINTRACO SEKURITAS -108,0 rb -400 - 108,0 rb
RO PLUANG MAJU SEKURITAS -523,8 rb -1,9 rb - 523,8 rb
NI BNI SEKURITAS -728,2 rb -2,6 rb - 728,2 rb
AG KIWOOM SEKURITAS INDONESIA -1,1 jt -3,7 rb - 1,1 jt
DH SINARMAS SEKURITAS -1,2 jt -4,2 rb - 1,2 jt
AK UBS SEKURITAS INDONESIA -1,6 jt -5,9 rb - 1,6 jt
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON -1,8 jt -6,4 rb 700,0 rb 2,5 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
CC 274 300,7 jt CC 272 134,4 jt
XL 285 21,0 jt PD 276 87,0 jt
YB 276 6,6 jt XL 280 44,6 jt
YP 282 5,6 jt XC 279 19,2 jt
MG 284 2,5 jt YP 277 14,7 jt
OD 278 2,3 jt OD 274 11,0 jt
XC 281 2,0 jt YB 278 8,5 jt
PD 286 1,4 jt MG 285 6,8 jt

Direksi membeli di harga ini

3 dari 3 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2022-04-20 BANK MAYBANK INDONESIA - Buy +2,349,646,729 0
2020-02-25 WAHANA MAKMUR SEJATI - Buy 0 0
2020-02-18 WAHANA MAKMUR SEJATI - Buy +37,283,400 0

Keputusan akhir

667 kata

Rating: Underweight

Executive Summary: Kurangi eksposur WOMF.JK bertahap, jangan tambah, jangan short. Ketiga analis (agresif, konservatif, netral) sepakat arah Sell; yang diperdebatkan hanya ukuran sisa posisi dan titik eksekusi. Saya pilih Underweight — bukan Sell penuh — karena likuiditas 0,036% turnover dan free float 7,5% membuat exit borongan menekan harga sendiri, sementara laba masih positif dan struktur higher low 236 → 262 → 276 nyata. Sizing: trim ke 0,20–0,25 unit (1 unit = 100% alokasi target WOMF.JK), eksekusi bertahap pakai limit order di zona 274–282, bukan menunggu 286.

Investment Thesis:

  1. Kualitas laba adalah titik bunuh bull. P/E 3,45x dibangun di atas pendapatan lainnya Rp54,48 miliar (54,7% total pendapatan) plus recovery hapusbukukan Rp28,70 miliar (41% laba bersih). Buang dua pos itu, laba inti negatif. Tidak ada analis yang membantah aritmetika ini. Netral benar bahwa status non-recurring belum terbukti — recovery bisa jadi bagian rutin bisnis multiguna — tapi itu justru memperkuat kesimpulan hati-hati: valuasi tidak bisa dipakai sampai kuartal berikutnya mengonfirmasi. Ini alasan utama Underweight, bukan Sell penuh: ada ketidakpastian dua arah.

  2. Neraca tidak tersedia di materi. NPF, coverage, gearing, CAR kosong. Penyisihan Rp94,14 miliar/kuartal hampir setara beban bunga Rp89,13 miliar — sinyal kualitas aset tertekan yang tak bisa diverifikasi. Konservatif benar bahwa memegang posisi penuh pada entitas yang risiko kreditnya tak terukur adalah ekspektasi negatif. Tapi netral juga benar bahwa ketiadaan data bukan bukti keburukan; itu alasan mengecilkan size, bukan alasan nol hari ini.

  3. Klaim akumulasi CC gugur, dan itu satu-satunya pilar bullish. Gross buy Rp300,7M + gross sell Rp134,4M = Rp435M melebihi nilai transaksi harian Rp342,9M — mustahil sebagai akumulasi satu hari, itu agregat periode. Vendor sendiri catat CC jual 3 dari 5 hari, buy avg 274 / sell avg 272 = trading, bukan akumulasi. Konservatif benar bahwa tanpa pembeli material, tidak ada lantai permintaan di bawah. Ini argumen untuk kurangi lebih cepat dan jangan tunggu 286.

  4. Struktur teknikal belum berbalik. Close 276 < 200SMA 286,78 yang turun konsisten (295,59 → 286,78). High 290 gagal tembus meski volume 10x — penyerap di resistance, bukan minat. MACD −2,79 di bawah nol, preseden cross gagal 3 minggu lalu relevan. Asing net jual −94.600 lembar di hari +5,34% = distribusi ke rally. Netral benar soal likuiditas eksekusi: rencana jual di 286 justru menaruh order di tempat suplai terpadat. Zona 274–282 lebih realistis.

  5. Risk/reward negatif pada posisi penuh. Entry 276, stop 248 = −10,1%; target 293 = +6,2%. Rasio ~1:0,6. Itu argumen kurangi, dan sekaligus argumen kenapa stop 248 saja tidak cukup — konservatif benar bahwa di saham tipis stop 248 bisa di-gap lewati. Karena itu trimming sekarang lebih penting daripada mengandalkan stop.

  6. Titik di mana konservatif kalah tipis. Dia menuntut target nol sebelum ada bukti laporan keuangan akan datang, dan mengusulkan exit penuh di 276–280. Netral benar: itu memindahkan lebih banyak volume ke pasar yang lebih kosong, tanpa lapisan kedua. Saya tidak menolak premisnya, saya menolak kecepatannya.

Apa yang mengubah rating:

  • Ke Hold jika close >290 dengan volume >500.000 lembar dua sesi berturut, ATAU dua close berturut >286,78 disertai MACD di atas nol. Alternatif: bandar terbukti net buyer berkelanjutan dengan nilai harian terverifikasi (bukan agregat).
  • Ke Sell (target nol) jika close <262 turun ke 0,10 unit, close <248 keluar penuh, ATAU laporan kuartal berikutnya mengonfirmasi laba inti negatif dan/atau NPF/coverage/gearing di luar batas wajar, ATAU probabilitas MSCI downgrade Indonesia naik ke 30%+ (potong 50% dari sisa posisi).
  • Larangan beli berlaku sampai salah satu trigger ke Hold terpenuhi. Jangan pakai P/E 3,45x sebagai acuan valuasi di model apa pun; pakai laba inti dan tandai estimasi berkualitas rendah.
  • Tenggat informasi: jika laporan publik IDX tidak mengonfirmasi neraca, NPF, coverage, gearing dalam satu–dua kuartal, sisa posisi turun ke nol.

Catatan kejujuran data: sentimen nol sampel dengan confidence rendah — diperlakukan sebagai artefak, bukan sinyal, konsisten dengan cara memperlakukan artefak akumulasi CC. Neraca, NPF, coverage, gearing, CAR, dan status recurring/non-recurring dari pendapatan lainnya serta recovery tidak tersedia di materi ini; kesimpulan di atas tidak mengisi gap itu dengan asumsi.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Rencana trader

322 kata

Action: Sell

Reasoning: Rencana riset Underweight = Sell, sized kecil. Setuju. Bear menang di tiga titik keras, bukan opini:

  1. Laba inti negatif. P/E 3,45x dibangun dari pendapatan lainnya Rp54,48M (54,7% pendapatan) + recovery hapusbukukan Rp28,70M (41% laba bersih). Buang dua pos non-recurring, laba negatif. Value trap.
  2. Neraca tak ada. NPF, coverage, gearing, CAR kosong di materi. Tak bisa nilai risiko multifinance tanpa itu. Penyisihan Rp94,14M/kuartal ≈ beban bunga Rp89,13M = kualitas aset tertekan.
  3. Struktur teknikal belum balik. Close 276 < 200SMA 286,78 (turun 295,59 → 286,78). High 290 gagal tembus walau volume 10x = penyerap di resistance bawa. MACD −2,79 di bawah nol; cross serupa gagal 3 minggu lalu. Asing net −94.600 lembar di hari +5,34% = distribusi ke rally.

Risk/reward negatif: entry 276, stop 248 = −10,1%; target 293 = +6,2%. Rasio ~1:0,6. Tak layak tahan penuh.

Catatan tanding: higher low 236 → 262 → 276 nyata, RSI 53,71 pulih dari 25,40, CC beli avg 274. Tapi CC gross buy Rp300,7M + gross sell Rp134,4M = Rp435M > nilai transaksi harian Rp342,9M → angka agregat, bukan akumulasi hari ini. Vendor sendiri catat CC jual 3/5 hari. Klaim akumulasi gugur.

Bukan Sell penuh agresif — likuiditas 0,036% dan free float 7,5% bikin keluar borongan tekan harga sendiri. Trim bertahap.

Level konfirmasi gugur: close <262 → kurangi lebih. 248 pecah → keluar semua.

Data hilang: neraca, NPF, coverage, gearing, CAR. Tak diisi asumsi.

Entry Price: tidak ada entry baru. Exit/trim di area 276–286 (absolute level: mulai 276, lanjut 286). Larangan beli sampai close >290 dengan volume >500.000 lembar dua sesi berturut, atau dua close >286,78 + MACD >0.

Stop Loss: 248 (absolute). Close di bawah 248 = keluar penuh. Trim tambahan jika close <262.

Position Sizing: kurangi ke 0,25–0,30 unit dari posisi penuh (1 unit = 100% alokasi target WOMF.JK). Tahap: 0,15 unit jika close <262. Exit penuh di bawah 248. Jangan tambah eksposur di 276.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

770 kata

Recommendation: Underweight

Rationale:

Bull kalah pada poin yang paling menentukan: kualitas laba dan neraca. Saya timbang, bukan sekadar hitung siapa bicara terakhir.

  1. P/E 3,45x tidak valid sebagai dasar valuasi. Bull sendiri mengakui asumsi annualization "lemah". Laba Q2 WOMF.JK bersandar pada pendapatan lainnya Rp54,48 miliar (54,7% total pendapatan) dan recovery aset hapusbukukan Rp28,70 miliar (41% laba bersih). Kurangi dua pos non-recurring itu, laba jadi negatif. Bull tidak membantah aritmetika ini — dia hanya bilang "masih wajar kalau turun". Itu bukan jawaban. Value trap, bukan value.

  2. Klaim "downside dibatasi support 262/248" tidak punya dasar. Neraca tidak tersedia di data: NPF, coverage, gearing, CAR tak terhitung. Bull mengisi gap ini dengan asumsi. Menilai risiko multifinance tanpa ekuitas dan utang adalah tebakan, bukan analisis. Penyisihan Rp94,14 miliar/kuartal — hampir setara beban bunga Rp89,13 miliar — adalah sinyal kualitas aset tertekan yang bull tidak sangkal.

  3. Klaim akumulasi bandar runtuh oleh angka bull sendiri. CC gross buy Rp300,7M + gross sell Rp134,4M = Rp435M, melebihi total nilai transaksi harian Rp342,9M. Angka itu agregat periode, bukan aktivitas hari ini. "CC serap 48% hari ini" adalah salah tafsir. Vendor mencatat CC jual 3 dari 5 hari, buy avg 274 / sell avg 272 — trading, bukan akumulasi.

  4. Struktur teknikal belum berbalik. Close 276 < 200SMA 286,78 yang turun konsisten (295,59 → 286,78). High 290 gagal ditembus dengan volume 10x = penyerap di resistance. MACD masih negatif (−2,79) — cross di bawah zero line, dan preseden gagal 3 minggu lalu persis relevan. Bull mengakui belum breakout; itu bukan detail kecil, itu inti tesisnya.

  5. Asing net jual −94.600 lembar di hari +5,34% dengan volume 10x. Bull menyebutnya kecil dan tak bermakna. Justru sebaliknya: satu-satunya pembaca institusional yang terlihat di data memakai rally sebagai likuiditas keluar, tepat di resistance.

  6. Likuiditas 0,036% dan free float 7,5% adalah risiko, bukan keunggulan. Argumen bull "susah keluar berarti harga tidak mudah ditekan" adalah logika terbalik. Di pasar tipis, gap down saat bid kosong adalah risiko nyata; slippage masuk dan keluar dua-duanya buruk.

  7. Risk/reward bull negatif secara matematis. Entry 276, SL 248 = −10%; target 293 = +6%. Rasio ~1:0,6. Skenario +45-70% butuh tiga syarat (reclaim 200SMA, laba konsisten, CoF turun) — nol terpenuhi hari ini. Skenario ekor bukan tesis.

Yang bull menangkan: (a) kepemilikan Maybank 67,5% memang membantu akses pendanaan; (b) personality WR n=14 memang tidak layak jadi tesis — dan bear tidak memakainya, jadi poin ini tidak mengubah apa pun; (c) higher low 236 → 262 → 276 memang ada. Tapi tiga poin ini tidak menutup lubang pada laba, neraca, dan konfirmasi teknikal.

Kesimpulan: bear menang pada kualitas laba, ketiadaan neraca, dan integritas data akumulasi. Kemenangan itu cukup jelas untuk bertindak, tapi tidak cukup untuk Sell — masih ada laba positif, induk bank besar, dan momentum oversold jangka pendek yang nyata. Karena itu Underweight, bukan Sell: kurangi eksposur, jangan tambah, jangan short.

Catatan kejujuran data: neraca (NPF, coverage, gearing, CAR) tidak tersedia di materi ini. Saya tidak mengisi gap itu dengan asumsi — justru ketiadaannya yang memperkuat sikap hati-hati. Bull dan bear sama-sama mengakui gap ini.

Strategic Actions:

Sized terhadap alokasi standar (anggap 1 unit = 100% alokasi target untuk WOMF.JK):

  1. Kurangi posisi ke 0,25–0,30 unit (dari posisi penuh atau 0,5 unit). Trimming dilakukan bertahap di area 276–286, bukan satu blok — likuiditas 0,036% berarti jual besar sekaligus akan menekan harga sendiri.

  2. Jangan tambah eksposur di 276. Larangan entry baru sampai salah satu terpenuhi:

    • Close >290 dengan volume >500.000 lembar selama dua sesi berturut-turut, atau
    • Dua close berturut-turut >286,78 (200SMA) disertai MACD naik di atas nol.
  3. Trim lebih lanjut ke 0,15 unit jika close <262. Ini level yang disepakati kedua sisi sebagai support kunci.

  4. Hard stop di bawah 248 untuk sisa posisi. Jika 248 pecah, keluar penuh — argumen "downside dibatasi" gugur bersama level itu.

  5. Syarat re-entry (jika trader ingin kembali penuh): minimal dua dari tiga terpenuhi — (a) reclaim 200SMA dengan volume, (b) laporan kuartal berikutnya menunjukkan laba tanpa dominasi pos non-recurring, (c) neraca tersedia dan NPF/coverage/gearing dalam batas wajar. Tanpa (b) dan (c), P/E tidak bisa dipakai sebagai dasar beli.

  6. Jangan gunakan P/E 3,45x sebagai acuan valuasi di model internal mana pun. Pakai laba inti (setelah mengeluarkan recovery Rp28,7M dan pendapatan lainnya Rp54,5M) sebagai basis, dan tandai hasilnya sebagai estimasi berkualitas rendah sampai laporan kuartal berikutnya tersedia.

  7. Monitoring wajib: data neraca dari laporan publik IDX, arah 200SMA, dan pola broker CC — verifikasi apakah gross turnover memang agregat atau harian. Jika bandar terbukti net buyer berkelanjutan dengan nilai harian terverifikasi, tesis bear pada poin 3 melemah dan rating bisa dinaikkan ke Hold.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Analisa teknikal dan aliran dana

1234 kata

WOMF.JK — Analisis Teknikal + Bandarmologi (28 Okt 2026)

Snapshot terverifikasi 2026-10-28: O 262 / H 290 / L 262 / C 276 (+5.34% dari 262), Vol 1,245,400 (12,454 lot), Nilai Rp342,907,200, 285 transaksi. Range hari Rp28 (10.7%). Volume ≈10x rata-rata 20d (125K) — spike. Net asing −94,600 lembar (~7.6% volume).

1. Struktur tren — bearish medium, bounce jangka pendek

  • Close 276 > close_50_sma 275 (margin +1 poin, tipis).
  • Close 276 < close_200_sma 286.78. 200SMA turun konsisten: 295.59 (17 Sep) → 286.78 (28 Okt). Tren panjang masih turun.
  • close_10_ema 265.72 < close. Harga balik di atas EMA10 setelah 16-19 Okt jatuh (244, lalu 236).
  • Rangkaian: 280-nya bertahan awal Okt, lalu 16 Okt close 244 (open 266 = gap down jumbo), 19 Okt close 236 (low 228 = titik terendah 30 hari), lalu rebound 264 → 276 → 258 → 262×3 → 276.
  • Struktur tidak konfirmasi uptrend. Ini bounce dari oversold, bukan reversal. Belum ada higher high di atas area 280-288 yang jadi atap sejak akhir Sep.

2. Momentum

  • RSI 53.71. Jalur: 25.40 (19 Okt, oversold ekstrem) → 46.48 → 52.63 → 44.37 (22 Okt) → 46.38 (flat 3 hari) → 53.71. Pulih dari oversold, belum overbought. Ruang naik masih ada secara RSI.
  • MACD −2.79, signal −3.29, hist +0.51. Histogram positif 1 hari = cross bullish awal, tapi MACD masih di bawah nol. Cross di bawah zero line = sinyal lemah, sering gagal di pasar turun.
  • Bandingkan: MACD 0.47 dan hist +0.17 pada 9 Okt gagal, lalu MACD jatuh ke −5.24 pada 19 Okt. Pola serupa pernah rusak 3 minggu lalu.
  • Catatan: RSI di tool detail 53.71; vendor tulis "48 — Netral". Pakai 53.71 (snapshot terverifikasi). Selisih kecil, tidak mengubah kesimpulan.

3. Volatilitas & level

  • ATR 14.57 (≈5.3% harga). ATR naik dari 11.65 (15 Okt) ke 14.57 — volatilitas mengembang, bukan mengecil.
  • Bollinger: mid 268.8, upper 293.13, lower 244.47. Close 276 di atas mid, belum sentuh upper. Band lebar ~49 poin — chop volatil, bukan squeeze.
  • Level kunci:
    • Resist: 290 (high hari ini), 293 (BB upper), 286.78 (200SMA) — zona 286-293 jadi tembok besar.
    • Pivot kecil: 275-276 (50SMA + close hari ini). Hold di atas = bounce hidup.
    • Support: 262 (S1, close 3 hari berturut), 244-248 (low 16 Okt + BB lower + level vendor SL 248), 228-236 (low 19 Okt).
  • Stop loss logis: di bawah 248 (S2) untuk setup swing; atau di bawah 262 untuk setup ketat. ATR 14.57 → SL 2 ATR ≈ 29 poin dari entry.

4. Bandarmologi — lokal akumulasi, asing distribusi, tapi tipis

  • Net top buyer: CC (Mandiri Sekuritas) +Rp166,270,200 / +600,800 lembar. Satu-satunya buyer skala material. QA (Tuntun) +Rp56,000 — hampir nol.
  • Net top seller: PD (Indo Premier) −Rp85,604,400 / −310,500, XL (Stockbit) −Rp23,624,800, XC (Ajaib) −Rp17,259,000, YP (Mirae) −Rp9.1M, OD (BRI Danareksa) −Rp8.7M, KK (Phillip) −Rp6.4M.
  • Pola: CC lokal akumulasi vs PD + platform retail (XL/Ajaib/Stockbit) distribusi. Bukan pola "asing akumulasi, retail keluar". Tidak ada broker asing besar (JPM, UBS, Maybank, Macquarie, CGS, CLSA) di daftar top buyer.
  • Level akumulasi CC: buy avg Rp274 (Rp300.7M), sell avg Rp272 (Rp134.4M). Bersih beli di 274 — di atas pivot 275 hampir nol. CC juga jual di 272, jadi net flow bukan akumulasi bersih murni, ada rotasi.
  • Catatan penting: CC buy Rp300M + sell Rp134M → gross turnover besar, net +Rp166M. Bandingkan nilai transaksi harian (Rp343M hari ini). Angka broker ini kemungkinan agregat periode panjang atau termasuk transaksi besar — jangan over-read sebagai akumulasi harian. Vendor sendiri catat "5-hari: CC jual 3/5".
  • Asing: NetJual 2 dari 5 hari terakhir, rata-rata −20K lembar/hari, hari ini −94.6K. Asing jual saat harga naik 5.3% dengan volume 10x = suplai asing menyerap rally. Ini divergensi negatif.
  • Verdict vendor: AVOID — PERSONALITY TRAP, historis "harga di atas MA20" → WR 21.4%, rata-rata event −2.29%, PF 0.35, sampel 14 (kecil). Berlaku sebagai cross-check, bukan hukum.

5. Interpretasi gabungan

Setup = bounce teknis di dalam downtrend panjang (harga < 200SMA), didukung satu bandar lokal (CC) di level 274-276, dilawan asing + beberapa broker retail. Volume 10x tanpa menembus 290 = ada penyerapan tapi belum ada kemenangan bullish. MACD cross di bawah nol + RSI baru 53 = momentum masih setengah jalan. ATR naik = risiko whipsaw tinggi. Personality historis negatif.

Artinya: belum buy conviction. Butuh konfirmasi. Kalau 290 ditembus dengan volume lanjut ATAU close di atas 286.78 (200SMA) 2 hari berturut, barulah struktur berubah.

6. Aksi

  • Belum punya posisi: tunggu. Jangan chase di 276 (tengah band, tepat di 50SMA = pivot noise). Trigger beli = close > 290 (R1/BB upper area) dengan volume >500K lembar, atau pullback ke 262-265 yang bertahan dengan MACD hist tetap positif.
  • Sudah punya posisi: trim jika close di bawah 262. SL keras di bawah 248. Target realistis 286-290, bukan open-ended.
  • Asing net jual + PD/XL/Ajaib jual = jangan tambah posisi besar. Size kecil saja sampai bandarmologi berubah jadi asing net beli.

Rating: Hold (WATCH, no new entry until breakout >290 or reclaim of 200SMA at 286.78)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Kategori Indikator/Nilai (28 Okt 2026) Baca Aksi/Harga kunci
Harga Close 276 (O262 H290 L262) +5.34% dari 262, range 10.7% Resistance 290 / 293
Volume 1,245,400 (≈10x avg 20d) Spike tanpa tembus 290 = penyerapan, belum breakout Konfirmasi butuh vol >500K saat close >290
Trend pendek close_10_ema 265.72 Close di atas EMA10, rebound valid jangka pendek Hold jika >265
Trend menengah close_50_sma 275 Close 276 = di atas 50SMA tipis (+1) Pivot, rawan whipsaw
Trend panjang close_200_sma 286.78 (turun dari 295.59 pada 17 Sep) Harga < 200SMA = downtrend struktural Reclaim 286.78 = syarat reversal
Momentum RSI RSI 53.71 (dari 25.40 pada 19 Okt) Pulih dari oversold, belum overbought Ruang naik ada, tapi netral
Momentum MACD MACD −2.79, signal −3.29, hist +0.51 Cross bullish di bawah zero line = sinyal lemah Hist <0 = batalkan
Volatilitas ATR 14.57 (5.3% harga), naik dari 11.65 (15 Okt) Volatilitas mengembang SL 2ATR ≈ 29 poin
Bollinger Mid 268.8 / UB 293.13 / LB 244.47 Close di atas mid, band lebar 49 poin BB lower 244.47 = support ekstrem
Support 262 (3 close berturut) / 248-244 / 236-228 262 = garis pertahanan pertama SL keras <248
Bandarmologi buyer CC (Mandiri) +Rp166.27M (+600,800 lbr), buy avg 274 Satu bandar lokal akumulasi di 274 Net flow tidak konfirmasi asing
Bandarmologi seller PD −Rp85.60M (−310,500), XL −Rp23.62M, XC −Rp17.26M Broker lokal + retail platform distribusi Tidak ada asing besar di sisi beli
Asing Net −94,600 lbr (28 Okt), jual 2/5 hari Suplai asing lawan rally Jangan tambah sampai asing net beli
Vendor verdict Score 55/75 WATCH; personality WR 21.4%, PF 0.35, sampel 14 Historis pola ini sering gagal Treat as warning, bukan aturan
Rasional akhir Bounce oversold dalam downtrend + volume tanpa breakout + asing jual Setup campuran, konviksi rendah Belum entry; trigger >290 atau reclaim 286.78

Analisa fundamental

893 kata

Laporan Fundamental WOMF.JK — PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk

Catatan keterbatasan data

Tool get_balance_sheet, get_income_statement, get_cashflow hanya balikkan header periode (FY2022–FY2025, Q1 2024–Q2 2026), isi baris tidak tersedia. Neraca, arus kas, laba-rugi historis tidak terverifikasi. Hanya Q2 2026 laba-rugi dan profil dari get_fundamentals yang lengkap. Rasio di bawah dihitung dari data itu saja.

Profil

  • Nama: PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance)
  • Sektor: Financial Services / Credit Services — multifinance pembiayaan motor, mobil, multiguna
  • Bursa: IDX. Kode: WOMF
  • Saham beredar: 3.481.481.480
  • Harga terakhir: Rp276 (28-10-2026), +14 (+5,34%)
  • Market cap: Rp960,9 miliar
  • VWAP: 275,34; frekuensi 285; volume 12.454 lot; nilai Rp342,9 juta
  • Turnover ratio: 0,000358 — sangat tipis, likuiditas rendah
  • Status: market closed

Pemegang saham / insider

  • BANK MAYBANK INDONESIA: 2.349.646.729 saham (67,5% saham beredar) — pengendali
  • WAHANA MAKMUR SEJATI: 870.600.000 saham (25,0%)
  • Dua pemegang teratas kira-kira 92,5% — free float tipis, cocok dengan turnover rendah
  • Transaksi insider terakhir: 20-04-2022 BUY (Maybank, entri awal). 18-02-2020 BUY +37.283.400 (Wahana Makmur). Tidak ada transaksi insider baru 2,5 tahun terakhir. Tidak ada sinyal beli/jual manajemen.

Q2 2026 (unit rupiah, periode 3 bulan)

Pendapatan:

  • Pendapatan bunga & keuangan: 7.349.000.000
  • Pendapatan administrasi: 8.850.000.000
  • Recovery aset hapusbukuan: 28.697.000.000
  • Laba/rugi pelepas an aset tetap: 197.000.000
  • Pendapatan lainnya: 54.477.000.000
  • Total pendapatan: 99.570.000.000

Beban:

  • Beban bunga & keuangan: (89.130.000.000)
  • Penyisihan kerugian penurunan nilai: (94.137.000.000)
  • Gaji & tunjangan: (103.268.000.000)
  • Umum & administrasi: (169.021.000.000)
  • Penyusutan properti investasi/aset sewa/aset tetap/aset ijarah: (22.568.000.000)
  • Beban lainnya: +28.000.000
  • Total beban: (478.096.000.000)

Hasil:

  • Laba sebelum pajak: 87.396.000.000
  • Pajak: (17.783.000.000)
  • Laba bersih: 69.613.000.000 (100% ke entitas induk)
  • Laba komprehensif: 69.613.000.000 — tidak ada OCI
  • Net margin: 69,9% dari pendapatan tercatat
  • Beban/pendapatan: 4,80x — pendapatan tercatat jauh di bawah beban karena pendapatan bunga normal di netto ke dalam beban bunga, bukan baris pendapatan

Interpretasi kualitas laba — poin kritis

  1. Beban penyisihan Rp94,1 miliar hampir menyamai beban bunga Rp89,1 miliar. Biaya kredit besar. Rasio penyisihan terhadap pendapatan bunga+keuangan: 12,8x — tapi lagi-lagi basis pendapatan tidak bersih, jadi bukan rasio bermakna.
  2. Recovery aset hapusbukuan Rp28,7 miliar = 41% laba bersih. Laba bergantung pada pemulihan kredit macet lama, sumber volatil dan tidak berulang murni.
  3. Gaji Rp103,3 miliar + umum & administrasi Rp169,0 miliar = Rp272,3 miliar, 57% total beban. OPEX tinggi relatif terhadap bisnis pembiayaan jaringan cabang.
  4. Rasio beban operasional terhadap pendapatan: 2,73x. Struktur biaya berat.
  5. Laba sebelum pajak positif hanya karena pendapatan lainnya Rp54,5 miliar (55% total pendapatan). Tanpa pos ini, laba operasi negatif. Kualitas laba lemah — perlu cek apakah "pendapatan lainnya" berisi denda, penjualan agunan, atau pos non-recurring.

Valuasi

  • EPS Q2 2026: Rp20,0
  • Anualisasi kasar EPS: ~Rp80 (asumsi 4 kuartal seragam — asumsi lemah karena Q2 bisa musiman)
  • P/E annualized: ~3,45x — murah, tapi laba belum diverifikasi konsisten antar kuartal
  • P/B: tidak bisa hitung — neraca tidak tersedia
  • Market cap Rp960,9 miliar vs ekuitas: tidak terverifikasi

Risiko

  • Data neraca & arus kas hilang. Tidak bisa nilai kecukupan modal, gearing, NPF, coverage ratio. Ini gap besar untuk multifinance.
  • Likuiditas ekstrem rendah: turnover 0,036% sehari. Posisi besar sulit masuk/keluar tanpa slippage.
  • Konsentrasi kepemilikan ~92,5% — risiko governance, free float tipis.
  • Laba bergantung recovery + pendapatan lainnya. Bila dua pos itu normal, laba bisa turun tajam.
  • Biaya kredit (penyisihan) besar — indikasi kualitas aset tertekan.
  • Tidak ada data seasonality historis.
  • Harga naik 5,34% hari ini pada volume Rp343 juta — pergerakan mudah dimanipulasi karena tipis.

Aksi untuk trader

  • Butuh neraca & arus kas FY2025 + Q2 2026 sebelum putuskan posisi. Ambil dari laporan keuangan IDX/website WOM Finance.
  • Cek komposisi "pendapatan lainnya" Rp54,5 miliar di catatan laporan keuangan. Jika non-recurring, laba Q2 overstated.
  • Pantau NPF dan rasio coverage — kunci untuk multifinance dengan penyisihan Rp94 miliar/kuartal.
  • Perhatikan risiko likuiditas: hanya pakai limit order, hindari market order.
  • Tidak ada insider buying sejak 2022 — tidak ada konfirmasi manajemen terhadap valuasi murah.

Ringkasan

Item Nilai / Status
Ticker WOMF.JK
Nama PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk
Sektor Financial Services / Credit Services (multifinance)
Harga (28-10-2026) Rp276 (+5,34%)
Market cap Rp960,9 miliar
Saham beredar 3.481.481.480
Turnover ratio 0,000358 (sangat rendah)
Pemegang saham utama Maybank Indonesia 67,5%; Wahana Makmur Sejati 25,0%
Insider transaksi terakhir 20-04-2022 BUY (tidak ada aktivitas baru)
Pendapatan Q2 2026 Rp99,57 miliar
Beban Q2 2026 Rp478,10 miliar
Laba bersih Q2 2026 Rp69,61 miliar
Net margin Q2 2026 69,9% (bias pos non-recurring)
EPS Q2 2026 Rp20,0
P/E annualized ~3,45x
Recovery aset hapusbukuan Rp28,70 miliar (41% laba bersih)
Pendapatan lainnya Rp54,48 miliar (54,7% pendapatan)
Penyisihan kerugian Rp94,14 miliar/kuartal
Neraca / arus kas Tidak tersedia (data kosong)
NPF / gearing / CAR Tidak dapat dihitung
Seasonality Tidak ada data
Risiko utama Kualitas laba, biaya kredit tinggi, likuiditas tipis, data neraca hilang

Rating: Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa sentimen

363 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Ringkasan sumber data WOMF.JK (2026-10-21 s/d 2026-10-28)

Ketiga sumber sentiment kosong. Tidak ada dasar untuk mengestimasi arah sentiment. Skor 5 = titik netral murni, bukan hasil pembacaan sinyal.

1. News (Yahoo Finance, 7 hari)

Status: tidak tersedia. Vendor tidak menyajikan artikel bertag WOMF.JK. Tidak ada framing institusional untuk dibaca. Ini bukan sinyal bearish — hanya ketiadaan cakupan.

2. StockTwits

Status: tidak tersedia (HTTPError). Tidak ada pesan, tidak ada tag Bullish/Bearish, tidak ada rasio retail. Rasio leading signal tidak bisa dihitung. Confidence rendah sebagian besar karena ini.

3. Reddit

Status: tidak ada query untuk WOMF.JK. Tidak ada diskusi yang ditarik; bukan berarti nol diskusi. Tidak bisa dinilai substansi post karena tidak ada body excerpt.

Divergensi antar-sumber

Tidak bisa dinilai. Divergensi butuh minimal dua sumber aktif. Semua nol.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada satu pun headline, post, atau pesan yang bisa dikelompokkan jadi tema.

Katalis & risiko

Tidak teridentifikasi dari data. Tidak ada berita earnings, aksi korporasi, perubahan kebijakan, atau headline kompetitif yang masuk feed. Trader perlu cek langsung: jadwal rilis laporan keuangan PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk, pengumuman IDX (keterbukaan informasi), tren suku bunga BI, dan kualitas aset pembiayaan multifinance. Faktor-faktor itu di luar cakupan data ini — jangan dijangkau dari laporan ini.

Tabel sinyal sentiment

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak tersedia News (Yahoo Finance) DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel WOMF.JK
Tidak tersedia StockTwits HTTPError — nol pesan, nol rasio bull/bear
Tidak tersedia Reddit Tidak ada query untuk WOMF.JK
Netral Agregat Nol sinyal aktif; skor 5 = titik tengah, bukan penilaian

Batasan data (eksplisit)

  • Ukuran sampel = 0 di semua sumber. Tidak ada dasar statistik.
  • Confidence low. Bukan karena WOMF.JK lemah, melainkan karena pipeline data kosong.
  • Laporan ini bukan price call dan tidak memuat sinyal yang bisa ditimbang terhadap fundamental atau teknikal. Perlakuan paling jujur: tidak ada sinyal, bukan sinyal netral yang kuat.
  • Rekomendasi proses: ulangi fetch StockTwits dan News sebelum ambil keputusan berbasis sentiment.

Rating: Neutral FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

807 kata

Laporan News & Tren Makro — WOMF.JK (PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk)

Tanggal analisis: 2026-10-28

1. Berita emiten WOMF.JK

DATA_UNAVAILABLE. get_news gagal: tidak ada vendor terkonfigurasi (Yahoo Finance tidak punya artikel bertag WOMF.JK). Dicoba dua rentang: 2026-10-21→2026-10-28 dan 2026-10-14→2026-10-28. Nol artikel. Ini soal ketersediaan data vendor, bukan sinyal negatif/positif untuk emiten. Jangan estimasi atau karang isi.

Konsekuensi: tidak ada katalis spesifik emiten (laba, dividend, rights issue, perubahan pembiayaan multiguna) yang bisa diverifikasi minggu ini. Riset tambahan manual butuh sumber IDX/lokal (disclosure IDX, IDNFinancials, Kontan, Bisnis).

2. Berita global makro (2026-10-21 → 2026-10-28)

Feed global yang tersedia sangat condong ke tech/AS. Yang relevan:

  • IBM jadi topik dominan: revisi PT Evercore ISI (naik ke $275 dari $250, lalu koreksi balik ke $250 dari $275 — dua headline saling bertentangan, hati-hati baca urutan), IBM turun ~13% vs Cisco naik ~47% per periode pembanding, dan cert HashiCorp Vault untuk keamanan agen AI. IBM tidak terkait WOMF.JK — abaikan kecuali sebagai proxy sentimen risk global.
  • Sengketa tokenisasi saham: JPMorgan, AMD, Coca-Cola, Oracle, Intel, IBM menolak venue token saham OKX-ICE (jumlah penolak 33). Sinyal regulasi aset digital makin ketat — tidak langsung ke emiten pembiayaan Indonesia.
  • Earnings AS: STX beat (record cash flow), Xylem miss (metering/proyek lemah). Campuran — bukan resesi.
  • Indeks: S&P/TSX naik tipis, sektor tech+energi memimpin. Tidak ada headline kredit/konsumen Indonesia.

Kesimpulan: tidak ada berita global minggu ini yang secara langsung menggeser tesis WOMF.JK.

3. Indikator makro AS (FRED)

DATA_UNAVAILABLE — semua. fed_funds_rate, 10y_treasury, cpi, unemployment gagal: FRED_API_KEY tidak diset. Tidak ada angka. Tidak fabrikasi. Untuk analisis proper, set API key FRED.

4. Prediction market (Polymarket, live)

  • "No Fed rate cuts in 2026" = 97% (volume $9.2M, perubahan 1 minggu −0.3pp). Pasar harga siklus hawkish/steady. 1 cut = 1% (+0.4pp), 2 cut = 0.15%. Implikasi WOMF.JK: biaya dana (CoF) tetap tinggi → NIM multifinance tertekan, butuh BI rate cut untuk kompensasi. Tidak ada bukti BI cut di pasar.
  • "US recession by end 2026" = 8% (volume $2.4M). Probabilitas rendah. Risiko makro global bukan ancaman utama ke kualitas aset sekarang.
  • "MSCI downgrade Indonesia ke Frontier by Nov 30" = 12% (volume $1.4M, −7.5pp dalam 1 minggu). Ini paling relevan langsung: downgrade = outflow, rupiah lemah, biaya dana Indonesia naik, likuiditas saham small/mid-cap JKT turun. 12% bukan basis kasus, tapi ekor risiko nyata. Volume kecil ($1.4K) — keandalan rendah, jangan overweight.
  • Prabowo tetap presiden s/d Des 2026 = 95%. Stabilitas politik dasar terkonfirmasi pasar.
  • Tidak ada pasar "Bank Indonesia rate" — tidak ada probabilitas pasar untuk suku bunga BI.

5. Sinyal likuiditas lokal

get_market_breadth: market JKT closed, "Market belum buka", next open Kamis 09:00 WIB. Zero gainers/losers. Tidak ada data breadth intraday. Tidak bisa baca risk-on/off lokal dari snapshot ini.

6. Kesimpulan aksi (spesifik)

  1. Jangan ambil posisi berbasis berita. Nol coverage emiten. Setup apa pun harus dari valuasi, PBV, kredit quality, dividend — riset manual, bukan news flow.
  2. Tekanan CoF tetap. Pasar harga 97% nol Fed cut 2026. Katalis positif WOMF.JK harus datang dari BI rate cut atau yield bonds turun — tidak ada bukti pasar untuk itu. Jangan posisikan jutaan harapan rate relief.
  3. Ekor risiko: MSCI downgrade Indonesia (12%). Kalau naik ke 30%+, kurangi size di saham JKT berlikuiditas rendah seperti WOMF.JK. Monitor mingguan — ini paling erat kaitannya langsung.
  4. Refresh data sebelum eksekusi: set FRED_API_KEY, cari sumber berita lokal IDX, dan ambil snapshot breadth saat market buka (Kamis 09:00 WIB).
  5. Risiko makro global rendah (recession 8%) — bukan alasan utama risk-off.

Rating: HOLD (informational bias — no verified catalyst; data coverage insufficient for upgrade) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Tabel ringkasan

Kategori Item Status/Data Dampak ke WOMF.JK Sinyal
Berita emiten get_news WOMF.JK (7d & 14d) DATA_UNAVAILABLE (0 artikel) Tidak diketahui Netral / no info
Berita global IBM, tokenisasi saham, earnings AS Tersedia Tidak langsung Netral
Makro AS CPI, unemployment, Fed rate, 10Y DATA_UNAVAILABLE (no FRED key) Tidak terukur Netral
Fed 2026 "No cuts" 97% ($9.2M vol) Live CoF tinggi, NIM tertekan Negatif ringan
Resesi AS "Recession 2026" 8% ($2.4M vol) Live Risiko kredit global rendah Netral
MSCI Indonesia Frontier downgrade Nov 30: 12% (−7.5pp/wk) Live, volume kecil Outflow, rupiah lemah, CoF naik Risiko ekor
Politik ID Prabowo stay: 95% Live Stabilitas OK Netral-positif
BI rate — No market Tidak terukur Unknown
Breadth JKT Market closed, next open Kamis 09:00 WIB Tidak ada data — Unknown
Aksi Tunggu data; monitor MSCI — — HOLD