Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO ⚡ Temp Mail Tentang Gacor

Hatten Bali Tbk.

WINE · analisa Senin, 2 November 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Underweight

121 rupiah per lembar · -1,63% · 2026-11-02

Net broker seluruhnya 632,6 jt rupiah. Kapitalisasi 327,9 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. Kurangi eksposur WINE.JK ke ~0,4x alokasi standar (jual ~60% posisi lama), jangan buka posisi baru di 121. Eksekusi bertahap pakai limit order, hindari dump sekaligus di hari volume anomali 11,6x karena likuiditas False dan slippage tinggi.
Aliran dana
KI beli 494,6 jt · BR jual 3,0 jt
Keyakinan
C48 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Likuiditas
Posisi harga
-5,1% terhadap SMA50, asing 0,9% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C48

Skor 48.1 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 19/25

net 632,6 jt dari bruto 677,0 jt, 8/12 broker net beli | NeoBDM 5d: Bandar +1.3%, Asing +12.1%

Konfirmasi tren 4/15

-5,1% vs SMA50, return 20 sesi -4,7%

Likuiditas 0/15

rata-rata 89,0 jt rupiah per hari

Volatilitas 8/15

ATR 8.0% lebar, stop jadi mahal

VWAP
121
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
667,6 jt
rupiah, sesi 2026-11-02
Frekuensi
123
kali transaksi
Volume
5,5 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2023-01-10 sampai 2026-11-02. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
KI CIPTADANA SEKURITAS ASIA 494,6 jt 4,1 jt 494,6 jt -
SQ BCA SEKURITAS 106,6 jt 874,1 rb 106,6 jt -
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 16,4 jt 135,4 rb 24,0 jt 7,6 jt
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 16,2 jt 131,9 rb 16,2 jt -
AZ SUCOR SEKURITAS 3,6 jt 29,7 rb 3,6 jt -
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 838,9 rb 7,0 rb 1,1 jt 306,8 rb
GR PANIN SEKURITAS TBK. 212,4 rb 1,8 rb 212,4 rb -
AG KIWOOM SEKURITAS INDONESIA 12,1 rb 100 12,1 rb -
NI BNI SEKURITAS -12,1 rb -100 - 12,1 rb
YB YAKIN BERTUMBUH SEKURITAS -70,0 rb - 8,4 jt 8,5 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
KI 121 494,6 jt YU 121 126,9 jt
SQ 122 106,6 jt AT 120 120,5 jt
YP 121 24,0 jt YJ 121 81,9 jt
KK 122 16,2 jt MG 121 78,6 jt
YB 120 8,4 jt ZP 121 67,3 jt
CC 122 6,2 jt DR 120 53,0 jt
DR 119 4,9 jt XL 120 47,8 jt
AZ 122 3,6 jt PD 123 37,6 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 89 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-10-23 IDA BAGUS RAI BUDARSA - Buy +50,000 130
2026-10-22 IDA BAGUS RAI BUDARSA - Buy +146,100 129
2026-10-22 IDA BAGUS RAI BUDARSA - Buy +3,200 125
2026-10-22 IDA BAGUS RAI BUDARSA - Buy +38,900 127
2026-10-22 IDA BAGUS RAI BUDARSA - Buy +20,000 128
2026-10-21 IDA BAGUS RAI BUDARSA - Buy +50,000 121

Keputusan akhir

622 kata

Rating: Underweight

Executive Summary: Kurangi eksposur WINE.JK ke ~0,4x alokasi standar (jual ~60% posisi lama), jangan buka posisi baru di 121. Eksekusi bertahap pakai limit order, hindari dump sekaligus di hari volume anomali 11,6x karena likuiditas False dan slippage tinggi. Stop sisa posisi di bawah 112 (ketat) atau bawah 105 (longgar, dengan ukuran lebih kecil). Re-entry hanya setelah konfirmasi terpenuhi, bukan sebagian.

Investment Thesis:

Tiga analis sepakat arah: semua proposal akhirnya SELL. Perbedaan ada di derajat dan alasan, dan itu yang menentukan Underweight vs Sell.

Yang menang: kubu bear soal timing dan konviksi.

  • Struktur harga rusak objektif: harga 121 di bawah EMA10 122,73, MA Bollinger 123,7, SMA50 127,5, SMA200 163,51. 4/4 MA di atas harga. Tidak ada satu pun analis membantah ini.
  • Arus keluar hari volume puncak nyata: Bandar -4,1%, Non-Retail -27,3%, CGS -Rp126,9 jt, Maybank -Rp67,3 jt. Konservatif sendiri mengakui fakta ini "berdiri sendiri tanpa perlu ditopang ketiadaan berita". Bull cherry-pick angka 5-hari (+1,3%) dan buang hari distribusi — ini kelemahan fatal tesis bull yang tidak dijawab.
  • Insider gagal menahan harga: beli 948.500 lembar (≈0,035% saham beredar), harga lalu turun 130→121 (-7%). Netral benar: sinyal insider netral, bukan pendukung tesis harga. Dipakai membela posisi 40% sebagai jaminan = keliru.
  • Nol dari lima syarat konfirmasi trader terpenuhi. Momentum (RSI 45,78, MACD histogram +0,12) = tekanan turun berkurang, bukan reversal.
  • Pola historis vendor negatif ekspektasi di tiga kombinasi (WR 25,4%/PF 0,50; 20,5%/0,38; 16,7%/0,29). Vendor 35/75 WASPADA.

Koreksi metodologis yang saya terima dari Konservatif dan Netral:

  • "Ketiadaan data = alasan curiga" (Agresif) salah. Get_news gagal karena YFDataException = infrastruktur mati, bukan berita buruk. Sentimen nol sumber = confidence rendah, jangan diberi bobot. Saya tidak memakai kegagalan alat sebagai argumen bearish tambahan. Argumen arus keluar berdiri sendiri tanpa itu.
  • Rencana "jangan beli lagi di 128 setelah breakout" (Konservatif) = bias atas skenario yang belum terjadi. Tidak dipakai.
  • Lima syarat konfirmasi sekaligus di pasar likuiditas False berisiko memastikan masuk terlambat (Netral). Saya terima penyederhanaan: minimal dua konfirmasi keras (tutup ≥124 volume normal + MACD histogram melebar) sebagai gerbang awal evaluasi; tiga sisanya (tembus 128-130, Bandar Flow positif ≥2 sesi, KI konsentrasi ≥3 sesi) tetap syarat untuk menambah ke Overweight, bukan untuk sekadar berhenti mengurangi.

Kenapa Underweight, bukan Sell penuh: Bisnis benar-benar untung — GM 40,4%, NM 17,4%, EBIT margin 23,9%, interest coverage ~15x, beban lain hanya Rp212,6 jt (laba bukan one-off). Ini data keras dari laporan Q3 2026, bukan spekulasi, dan Netral serta Konservatif benar menahannya di meja. Bear membuktikan data bolong dan timing buruk, bukan kerusakan fundamental atau risiko solvabilitas. KI masih menyerap ~2/3 net flow (Rp494,6 jt @121). Likuidasi penuh di 121 = merealisasikan kerugian di titik harga terburuk pada emiten yang masih menghasilkan laba. Itu kepanikan berlabel disiplin. Jadi kurangi eksposur, jangan keluar total.

Yang tidak tersedia dan tidak dinilai: arus kas operasi, neraca, DER, P/B, data YoY, seasonality, dan makro Indonesia (BI rate, inflasi, kurs). Keputusan ini dibuat di atas data fundamental bolong. P/E ~15,8x tetap asumsi dua lapis (angka 9 bulan + Q4 = rata-rata Q3), bukan valuasi terverifikasi.

Yang mengubah call ini:

  • Naik ke Hold/Overweight: tutup harian ≥124 dengan volume normal disertai MACD histogram melebar, lalu tembus >128–130, Bandar Flow positif ≥2 sesi berturut, get_accumulation_history menunjukkan konsentrasi KI ≥3 sesi, ATAU laporan FY penuh dengan CFO positif, neraca, DER, dan YoY terverifikasi.
  • Turun ke Sell penuh: KI berhenti menyerap dan tidak ada pembeli pengganti, atau harga tembus di bawah 105 dengan volume, atau muncul bukti kerusakan neraca/arus kas.
  • Sizing realistis: hitung R/R pakai harga eksekusi (entry bisa isi 123, stop bisa isi 108), bukan harga papan. Stop 112 hanya 1,2 ATR (ATR 7,76/6,4%) → rawan whipsaw; pilih stop di bawah 105 jika ukuran posisi kecil.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Rencana trader

375 kata

Action: Sell

Reasoning: Plan Underweight = Sell, ukuran dikurangi bukan total. Alasan konviksi:

  1. Struktur harga rusak. Harga Rp121 di bawah EMA10 122,73, MA Bollinger 123,7, SMA50 127,5, SMA200 163,51 — 4/4 MA di atas harga. Downtrend panjang utuh.

  2. Volume 2 Nov 5,52 jt lembar (~11,6x rata-rata 20d) tapi harga turun -1,63%, hanya 123 transaksi. Volume besar, transaksi sedikit, harga turun = distribusi. Bukan akumulasi.

  3. Bandar flow hari ini negatif: Bandar -4,1%, Non-Retail -27,3%. Bull pakai angka 5-hari (+1,3%) dan buang hari puncak volume. Hari volume puncak justru hari arus keluar.

  4. Asing jual bersih: CGS -Rp126,9 jt, Maybank -Rp67,3 jt. KI (Ciptadana) serap +Rp494,6 jt @121 = harga pasar, bukan premium. get_accumulation_history kosong → konsentrasi KI belum terbukti lanjut. Satu hari bukan tren. Risiko: KI berhenti, tak ada pembeli pengganti.

  5. Insider beli 948.500 lembar ≈0,035% saham beredar. Harga lalu turun 130→121 (-7%). Insider gagal tahan harga.

  6. Momentum belum konfirmasi reversal. RSI 45,78 netral. MACD -1,76 vs signal -1,88, histogram +0,12 = tekanan turun berkurang, bukan balik. Divergensi belum terkonfirmasi.

  7. Pola historis vendor buruk di tiga kombinasi: WR 25,4%/PF 0,50; Broker+Asing 20,5%/0,38; Volume+Asing 16,7%/0,29. Vendor skor 35/75 WASPADA.

  8. Risiko/return negatif. Stop 112 = 9 poin = 1,2 ATR (ATR 7,76 / 6,4%) → whipsaw. Likuiditas False, slippage tinggi. Entry 121 bisa isi 123, stop 112 bisa isi 108.

  9. Katalis nol. Berita nihil 26 Okt–2 Nov, makro ID tidak tersedia, Fed tidak cut 97% = biaya modal tinggi untuk small cap consumer premium.

Kenapa bukan keluar total: bisnis benar-benar untung (GM 40,4%, NM 17,4%, EBIT margin 23,9%, interest coverage ~15x). Bear buktikan data bolong, bukan kerusakan fundamental. KI masih serap 2/3 net flow. Jadi kurangi eksposur, jangan likuidasi penuh.

Data tidak tersedia dan tidak dinilai: arus kas operasi, neraca, DER, P/B, YoY, seasonality, makro Indonesia (BI rate, inflasi, kurs). Keputusan dibuat di atas data fundamental bolong.

Syarat masuk kembali (semua, bukan sebagian): tutup ≥124 volume normal; MACD histogram melebar; tembus >128–130; Bandar Flow positif ≥2 sesi berturut; KI konsentrasi ≥3 sesi. Sebelum naik ke Buy wajib ada laporan penuh dengan CFO, neraca, DER, YoY terverifikasi.

Entry Price: 121.0

Stop Loss: 112.0

Position Sizing: 0,4x alokasi standar (jual 60% posisi lama). Tanpa posisi baru di 121.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

754 kata

Recommendation: Underweight

Rationale:

Bear menang tipis, bukan menang telak. Alasan:

  1. Klaim insider dibantah data. Bull jual "cost basis insider Rp130" sebagai asimetri. Bear benar: insider beli 948.500 lembar = ~0,035% saham beredar. Di market cap ~Rp328 M, itu bukan conviction — itu pembulatan. Lebih buruk: harga turun 130 → 121 (-7%) setelah insider masuk, sepuluh hari pasar punya waktu beli di bawah cost insider dan tetap tidak naik. Insider gagal pertahankan harga, bukan membaca masa depan.

  2. Bull cherry-pick arus bandar. Ini yang paling menentukan. Bull pakai NeoBDM 5-hari (+1,3%, Foreign +12,1%) dan buang hari ini (Bandar Flow -4,1%, Non-Retail -27,3%). Hari ini justru hari volume 11,6x. Arus bandar berbalik keluar di hari volume puncak = pola distribusi ke penyerap tunggal (KI), bukan akumulasi. "Flag CLEAN" hanya berarti tidak terdeteksi manipulasi, bukan bullish. Bull mencampur dua hal itu.

  3. KI absorpsi pasif. KI beli @121 = harga pasar, bukan premium. get_accumulation_history kosong — konsentrasi KI belum terbukti berlanjut. Satu hari ≠ tren. Sisi jual total ~Rp521 jt (CGS, Maybank, Phintraco, Lotus, Semesta, Stockbit) vs KI serap 494,6 jt. Bull salah hitung saat sebut asing "hanya ~Rp194 jt".

  4. Pola historis vendor konsisten buruk. WR 25,4%/PF 0,50; Broker+Asing WR 20,5%/PF 0,38; Volume+Asing WR 16,7%/PF 0,29. Tiga kombinasi, semua negatif ekspektasi. Bull tidak membawa data lanjutan untuk membedakan pola ini — hanya asumsi.

  5. Fundamental: ada laba, tapi kualitas tak terverifikasi. GM 40,4%, NM 17,4% nyata di laporan. Tapi arus kas, neraca, P/B, DER, CFO tidak tersedia. Bull annualize Q3 → P/E 15,8x lewat dua asumsi bertumpuk (angka = 9 bulan; Q4 = rata-rata Q3) yang bahkan report sendiri tandai "perlu verifikasi". Laba di kertas belum jadi kas.

  6. Teknikal tidak konfirmasi. Harga di bawah EMA10 (122,73), MA Bollinger (123,7), SMA50 (127,5), SMA200 (163,51) — 4/4 MA di atas. RSI 45,78 netral, divergence belum terkonfirmasi. MACD histogram +0,12 di wilayah negatif = tekanan turun berkurang, bukan reversal. Vendor: 35/75 WASPADA.

  7. Katalis nol. Berita WINE.JK nihil 26 Okt–2 Nov, screener IDX tidak memuat WINE, makro Indonesia tidak tersedia. Fed tidak cut 97% = biaya modal tinggi untuk small cap consumer premium — negatif, bukan netral.

  8. Risk/reward negatif secara ekspektasi. Stop 7,4% = hanya 1,2 ATR (ATR 7,76 / 6,4%) → whipsaw. Likuiditas False, turnover ~0,20%/hari → slippage tinggi. Dengan WR 25% dan RR 1,7:1, ekspektasi ≈ -0,325.

Kenapa Underweight, bukan Sell: Bull punya satu poin yang tidak terbantahkan — bisnis benar-benar untung (EBIT margin 23,9%, interest coverage ~15x, merek consumer defensive dengan akar budaya). Bear tidak membuktikan kerugian atau risiko solvabilitas; bear hanya membuktikan data tidak lengkap. Sisi jual juga tidak dominan mutlak: KI tetap menyerap 2/3 net flow dan asing yang keluar relatif kecil dibanding absorpsi. Jadi bear menang soal timing dan konviksi, bukan soal kualitas bisnis. Ini cukup untuk mengurangi eksposur, belum cukup untuk keluar total — terutama karena tidak ada data kas/neraca yang membuktikan kerusakan fundamental.

Yang tidak bisa dinilai dari prompt ini dan harus dikatakan eksplisit: arus kas operasi, neraca, DER, P/B, data YoY, seasonality, dan makro Indonesia (BI rate, inflasi, kurs) semuanya tidak tersedia. Keputusan ini dibuat pada data fundamental yang bolong.

Strategic Actions:

Ukuran terhadap alokasi standar (asumsi posisi maksimum WINE.JK = 1 unit alokasi standar):

  1. Kurangi eksposur ke 0,4x alokasi standar (dari posisi penuh 1,0x). Jual 60% posisi lama, terutama lot yang masuk di 127–131 (zona underwater sesuai VWMA 120,19).
  2. Jangan buka posisi baru di 121. Tidak ada konfirmasi teknikal, tidak ada katalis, arus bandar negatif hari ini, likuiditas False.
  3. Syarat masuk kembali (semua harus terpenuhi, bukan sebagian):
    • Tutup harian ≥124 dengan volume normal (bukan lonjakan 11,6x seperti hari ini, yang bear identifikasi sebagai jual).
    • MACD histogram melebar positif, bukan cuma +0,12.
    • Lalu tembus >128–130.
    • NeoBDM Bandar Flow harian kembali positif minimal 2 sesi berturut-turut.
    • get_accumulation_history menampilkan konsentrasi KI berlanjut ≥3 sesi.
  4. Stop loss posisi sisa: ketat di bawah 112, longgar di bawah 105. Pilih longgar jika ukuran posisi kecil — beri ruang >1,5 ATR agar tidak whipsaw.
  5. Ukuran posisi kecil. Likuiditas False + slippage: entry teoretis 121 bisa terisi 123, stop 112 bisa terisi 108. Hitung risk/reward pakai harga eksekusi realistis, bukan harga papan.
  6. Sebelum menambah ke Overweight/Buy, wajib dapat: laporan keuangan penuh dengan arus kas operasi, neraca, DER, dan pertumbuhan YoY yang terverifikasi. Tanpa itu, P/E 15,8x tetap asumsi, bukan valuasi.
  7. Review pemicu: insider accumulation lanjutan yang berhasil menahan harga di atas 130, atau rilis FY2026 dengan CFO positif — naikkan ke Hold minimal, lalu evaluasi ulang.

Rating: Underweight FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Analisa teknikal dan aliran dana

1473 kata

Laporan WINE.JK — PT HATTEN BALI Tbk (Consumer Defensive / Beverages - Wineries & Distilleries, IDX)

Price terakhir: Rp121 (2 Nov 2026), 7.63%, Vol 5.52 jt lembar, nilai Rp668 jt. SMA20 (boll) di Rp123,7. SMA50 di Rp127,5. SMA200 di Rp163,51. MACD di -1,76 dengan signal -1,88, histogram +0,12 (positif tipis). RSI(14) 45,78. BB atas 136,84, bawah 110,56. ATR 7,76 (~6,4% dari harga).

Catatan awal: ada perbedaan data. Snapshot terverifikasi menyebut ATR 7,76, sedangkan verdict vendor menyebut ATR "Rp10 (7,97%)". Ada juga perbedaan padanan SMA20/SMA50 (vendor: Rp124/Rp128, snapshot: Rp123,7/Rp127,5). Karena itu, angka dari snapshot yang sudah terverifikasi lebih diutamakan.


1. Kondisi tren: turun struktural, dengan dasar yang mulai terbentuk

  • Tren jangka panjang jelas turun. Harga menurun bertahap dari Rp182 (4 Mei) ke Rp121 sekarang. SMA200 di 163,51 jauh di atas harga, dan SMA50 (127,5) juga di atas harga. Susunan ini klasik downtrend.
  • Tren menengah juga masih turun, tetapi berhenti mendatar. Sejak 28 Agu–23 Okt harga bergerak di kisaran 124–135. SMA50 melandai.
  • Rusak dari kisaran di 16 Okt. Penutupan turun dari 123 ke 105 (berat), lalu langsung kembali ke 109 dan 122 pada 19–20 Okt. Setelah itu harga menetap di 117–129. Penurunan hari itu bertepatan dengan net beli asing +721.300 lembar. Dikutip dari data, tanpa klaim soal sebab-akibat.
  • Harga di bawah pita bawah pada 16 Okt (garis bawah, 105–110) lalu masuk lagi ke dalam pita. Ini menunjukkan volatilitas sudah meledak lalu mulai mengecil.
  • Posisi sekarang: di bawah EMA10 (122,73), di bawah MA pita Bollinger (123,7), di bawah SMA50, di bawah SMA200. Di atas VWMA 30 hari (120,19).

2. Momentum: melemah, tetapi belum oversold

  • RSI 45,78, netral. Tidak ada sinyal oversold, juga tidak ada momentum beli. Tidak ada tanda overbought atau oversold di kedua arah.
  • MACD negatif, tetapi bergerak naik. Garis MACD (-1,76) di atas signal (-1,88), histogram +0,12. Ini adalah persilangan bullish kecil di wilayah negatif; artinya tekanan turun berkurang, bukan bahwa tren sudah berbalik.
  • Divergensi: RSI belum membuat titik terendah baru saat harga hampir menyentuh titik terendah 105 pada 16 Okt. Ini tanda netral-positif, tetapi belum terkonfirmasi.

3. Volatilitas dan level harga

  • ATR 7,76 = 6,4% dari harga. Volatilitas tinggi; stop dan ukuran posisi perlu disesuaikan.
  • Pita Bollinger: atas 136,84, tengah 123,7, bawah 110,56. Harga di separuh bawah pita. Lebar pita relatif lebar karena ada kejutan pada 16 Okt.
  • Pivot vendor (cross-check, bukan sumber utama): R1 125, R2 128, S1 117, S2 112.
  • Area yang bisa dipakai sebagai referensi dari data: titik terendah 16 Okt di 105 dan tutup 19 Okt di 109 sebagai dasar. Resistensi yang sering berfungsi sebelumnya adalah 127–130 (banyak tutup di area itu: 128–131), dan di atasnya 135–137.

4. Volume: lonjakan tanpa harga naik

  • 2 Nov 2026 vol 5,52 jt lembar, sekitar 11,6x rata-rata 20 hari (≈478rb). Keunikan hari itu: Frequensi hanya 123 transaksi. Banyak volume dengan sedikit transaksi = transaksi besar, bukan ritel ramai.
  • Harga justru turun -1,63% pada hari volume melonjak. Volume naik sementara harga turun sering berarti distribusi, bukan akumulasi.
  • Pola serupa sebelumnya: 28 Agu (13,47 jt lembar), 5 Agu (8,91 jt), 13 Agu (8,13 jt), 2 Sep (8,78 jt). Semuanya terjadi tanpa tren naik yang bertahan.
  • VWMA 120,19 mendekati harga. Ini menandakan rata-rata tertimbang volume sudah ikut turun, jadi pembeli lama yang masuk di 127–131 sedang dalam posisi rugi.

5. Bandarmologi (IDX: berlaku, memakai get_broker_summary)

Pola yang terlihat: ada pembeli broker lokal yang terkonsentrasi (KI) yang jumlahnya praktis mengimbangi penjual asing/lokal lainnya, dengan harga rata-rata sama di sekitar 120–122. Ini bukan pola asing mengakumulasi sementara ritel keluar. Polanya berlawanan arah dengan itu.

  • Pembeli bersih:
    • KI (Ciptadana) +Rp494,6 jt / +4,1 jt lembar @ rata-rata 121 — hampir 2/3 dari total beli bersih.
    • SQ (BCA Sekuritas) +Rp106,6 jt @122.
    • YP (Mirae) +Rp16,4 jt @121; KK (Phillip) +Rp16,2 jt @122.
  • Penjual bersih:
    • YU (CGS International, asing) −Rp126,9 jt @121.
    • AT (Phintraco) −Rp120,5 jt @120.
    • YJ (Lotus Andalan) −Rp81,9 jt @121; MG (Semesta) −Rp78,6 jt @121.
    • ZP (Maybank, asing) −Rp67,3 jt @121; DR (RHB) −Rp48,1 jt @120; XL (Stockbit, ritel) −Rp46,2 jt @120.
  • Kesimpulan: dua broker asing (CGS, Maybank) justru menjual bersih. KI menyerap di harga yang sama. Tidak ada bukti asing mengakumulasi.
  • NeoBDM: Bandar Flow hari ini -4,1% (tetapi kumulatif 5 hari +1,3%), Foreign Flow -0,8% hari ini / +12,1% 5 hari, Non-Retail -27,3% hari ini. Flag: CLEAN. Likuiditas: False.
  • Catatan: ForeignNet harian di data menunjukkan +30.900 lembar, tetapi NeoBDM %ForeignFlow -0,8% hari ini. Tidak ada kontradiksi mutlak (basis berbeda: lembar vs % aliran), tetapi perlakukan angka ini sebagai sinyal lemah.
  • get_accumulation_history: tidak mengembalikan baris. Tidak bisa mengonfirmasi apakah KI menambah posisi berulang hari ke hari. Jadi konsentrasi hari ini belum terbukti berlanjut.

Peringatan vendor (pola historis): sinyal "top broker akumulasi pekat" tercatat JEBAKAN HISTORIS — WR 25,4%, rata-rata event -1,53%, D3 -1,29%, CL 58,7%, PF 0,50, sampel 63. Gabungan Broker + Asing: WR 20,5%, PF 0,38. Gabungan Volume + Asing: WR 16,7%, PF 0,29. Skor vendor 35/75 — WASPADA. Ini penilaian vendor, bukan hasil verifikasi independen; dijadikan cross-check.

6. Delta per tahap (angka dari data)

  • 4 Mei 182 → 8 Jun 127: turun -55.
  • 8 Jun 127 → 15 Jun 178: naik +51 (rebound).
  • 15 Jun 178 → 28 Agu 130: turun -48.
  • 28 Agu 130 → 22 Okt 129: mendatar ±.
  • 23 Okt 125 → 29 Okt 117 → 30 Okt 123 → 2 Nov 121: ragu, di bawah MA pendek.

7. Rencana aksi

Untuk yang belum punya posisi: tunggu. Harga di bawah semua MA utama. Volume melonjak saat harga turun. Penjual asing masih ada. Tidak ada konfirmasi reversal (belum tutup di atas EMA10 122,7 / MA 123,7 dan bertahan di atasnya).

Syarat konfirmasi minimum:

  1. Tutup ≥124 (di atas semua MA pendek) dengan volume normal, bukan lonjakan seperti 2 Nov.
  2. MACD tetap positif dan histogram melebar.
  3. Setelah itu, tutup >128–130 (kisaran sebelumnya) dan RSI >50.

Untuk yang sudah punya posisi (dari 127–131): pertimbangkan mengurangi posisi. Rata-rata VWMA sudah turun ke 120,19, artinya sekitar setengah sampel masih di atas biaya rata-rata.

Stop loss: di bawah 112 (S2 pivot, dan di bawah MA pita bawah 110,56). Dengan ATR 7,76, jarak stop dari 121 sekitar 1,2 ATR. Stop lebih jauh di bawah 105 (titik terendah 16 Okt) jika ingin menahan volatilitas.

Target jika breakout: 128 (kisaran lama), lalu 136,8 (pita atas).

Ukuran posisi: kecil. Volatilitas ATR 6,4%, likuiditas tipis (nilai harian rata-rata hanya ratusan juta rupiah; vendor menandai Likuiditas: False), dan volume hari ini terkonsentrasi di sedikit transaksi — risiko slippage tinggi.

8. Risiko utama

  1. KI adalah pembeli yang sangat dominan. Jika KI berhenti, tidak ada pembeli pengganti yang sebanding → harga mudah jatuh.
  2. Volume melonjak sementara harga turun → potensi distribusi terselubung.
  3. Asing (CGS, Maybank) menjual bersih → tidak ada dukungan asing.
  4. Pola historis vendor: WR 20–32%, CL 52–67% → pola saat ini berisiko terkena cut loss.
  5. Downtrend jangka panjang belum terpatahkan (SMA200 163,5 jauh di atas harga).

Aspek Data (verifikasi 2 Nov 2026) Tafsir
Harga tutup Rp121 (O120 H124 L116) Turun -1,63%
EMA10 / MA Bollinger 122,73 / 123,7 Harga di bawah keduanya → bias pendek negatif
SMA50 / SMA200 127,5 / 163,51 Downtrend menengah & panjang
RSI(14) 45,78 Netral, tidak oversold
MACD / Signal / Hist -1,76 / -1,88 / +0,12 Persilangan bullish kecil di wilayah negatif
ATR 7,76 (6,4%) Volatilitas tinggi; perlebar stop
Bollinger UB 136,84 / Mid 123,7 / LB 110,56 Separuh bawah pita
VWMA 120,19 Rata-rata biaya volume sudah turun
Volume 2 Nov 5,52 jt (≈11,6x rata-rata 20d) Lonjakan, tetapi harga turun
Foreign net 2 Nov +30,9rb lembar; 5 hari +12,1% (NeoBDM) Positif lemah
Broker beli teratas KI +Rp494,6 jt @121; SQ +Rp106,6 jt @122 Konsentrasi di satu broker lokal
Broker jual teratas CGS -Rp127 jt; Phintraco -Rp120,5 jt; Maybank -Rp67 jt Asing CGS/Maybank distribusi
Pola bandarmologi Lokal (KI) menyerap, asing menjual Bukan pola asing akumulasi
Pola historis vendor WR 20–32%, PF 0,29–0,67 Risiko jebakan / CL tinggi
Level kunci S 117 / 112 / 105–109; R 124 / 128 / 136,8 Breakout >124 = syarat konfirmasi
Stop loss Rp112 (ketat) / di bawah 105 (longgar) Sesuai ATR
Skenario Belum punya: tunggu; sudah punya: kurangi Likuiditas tipis → ukuran kecil

Rating: Hold (bias jual untuk posisi baru — tanpa entry, tunggu konfirmasi >124)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa fundamental

1104 kata

Laporan Fundamental WINE.JK — PT Hatten Bali Tbk

1. Profil & Identitas

  • Nama: PT Hatten Bali Tbk (kode IDX: WINE)
  • Sektor: Consumer Defensive / Beverages — Wineries & Distilleries
  • Bursa: Jakarta (JKT / IDX)
  • Produk: arak Bali & wine lokal (merek Hatten, HATTEN Heritage)
  • Saham beredar: 2.710.000.000 lembar
  • Market cap: Rp327,91 miliar
  • Harga: Rp121 (turun -2 / -1,63%), VWAP Rp120,9
  • Volume hari ini: 55.218 lot, nilai transaksi Rp667,6 juta
  • Turnover ratio: 0,20% → likuiditas tipis

2. Data Keterbatasan

  • Laporan keuangan detail (income statement, balance sheet, cashflow) hanya tersedia sebagai indeks file: FY2022–FY2025 dan Q1 2024–Q3 2026. Isi baris tidak terbaca untuk laporan non-terkini.
  • Hanya Laba Rugi Q3 2026 (kumulatif 9 bulan? — lihat catatan) yang terbaca penuh.
  • Seasonality: tidak ada data.
  • Angka Q3 2026 di bawah = sesuai filing; kemungkinan besar kumulatif Jan–Sep 2026 (perlu verifikasi ke filing asli).

3. Laba Rugi Q3 2026 (Rp; as filed)

Item Nilai % Penjualan
Penjualan 89.909.739.847 100,0%
Beban pokok penjualan -53.613.103.351 59,6%
Laba bruto 36.296.636.496 40,4%
Beban penjualan -3.811.691.309 4,2%
Beban umum & administrasi -11.041.076.902 12,3%
Beban bunga & keuangan -1.402.845.867 1,6%
Pendapatan lainnya 35.261.467 0,0%
Beban lainnya -212.613.799 0,2%
Laba sebelum pajak 20.043.016.466 22,3%
Beban pajak -4.417.042.740 4,9%
Laba bersih 15.625.973.726 17,4%
— attribusi induk 15.598.849.836
— kepentingan non-pengendali 27.123.890

Turunan:

  • Pajak efektif: 22,0%
  • Margin operasi (EBIT proxy): 20.043,0 + 1.402,8 = 21.445,9 jt → 23,9%
  • EBITDA proxy (EBIT, belum depresiasi): ≥ Rp21,4 miliar
  • EPS (9 bln, 2,71 M lembar): ≈ Rp5,75
  • Annualized EPS kasar: ≈ Rp7,67 → P/E ≈ 15,8x di harga Rp121
  • P/B: tidak bisa dihitung (neraca tidak terbaca)

4. Kualitas Laba

  • Laba ditopang operasi inti; beban lain kecil (Rp212,6 jt) → tidak ada one-off besar.
  • Beban bunga Rp1.402,8 jt = 6,5% dari EBIT → leverage ringan, tertutup bunga baik (interest coverage ≈ 15x). Laba tipis sensitif turun harga, tapi tidak ada distress.
  • Biaya SG&A total 16,5% penjualan → efisiensi wajar untuk produsen minuman premium.
  • Gross margin 40,4% sehat untuk winery skala kecil.

5. Neraca & Arus Kas

  • Tidak terbaca (tool return indeks file saja). Tidak ada total aset, kas, utang, ekuitas, atau CFO.
  • Batasan material: tidak bisa nilai P/B, DER, likuiditas neraca, working capital, atau FCF.
  • Rekomendasi: tarik PDF laporan Q3 2026 dari IDX (https://www.idx.co.id) sebelum ambil posisi besar.

6. Riwayat Keuangan

  • Tersedia FY2022–FY2025 (laporan tahunan) tapi nilai tidak terbaca lewat tool.
  • Rentang waktu tercatat cukup panjang (minimal 4 tahun fiskal + 3 kuartal berjalan) → perusahaan konsisten melapor.
  • Tren YoY Q3 2026 vs Q3 2025 belum bisa diukur — data kuartalan sebelumnya tidak terbaca.

7. Insider Transactions — Sinyal Kuat Positif

Direktur/komisaris Ida Bagus Rai Budarsa terus akumulasi, 20–23 Okt 2026:

Tanggal Jumlah Harga
20 Okt 29.800 @ 107; 63.100 @ 110; 68.200 @ 111; 68.300 @ 112; 164.600 @ 108; 21.600 @ 113 107–113
21 Okt 50.000 @ 120; 163.800 @ 129; 11.900 @ 124; 50.000 @ 121 120–129
22 Okt 38.900 @ 127; 20.000 @ 128; 3.200 @ 125; 146.100 @ 129 125–129
23 Okt 50.000 @ 130 130

Total ~948.500 lembar dalam 4 hari, kepemilikan 1.016.366.800 → 1.017.316.300 (+0,035% dari total saham beredar).

  • Pola beli naik bertahap (averaging up 107→130) → keyakinan harga lebih tinggi.
  • Harga sekarang Rp121 < pembelian terakhir Rp130 → harga di bawah cost basis insider terbaru.

8. Valuasi & Likuiditas

  • P/E annualized ≈ 15,8x (net margin 17%).
  • Market cap Rp328 M vs laba 9 bln Rp15,6 M → kecil, rawan volatil.
  • Turnover 0,20%/hari → likuiditas sangat tipis; order besar akan menggerakkan harga. Exit sulit.
  • Spread & slippage tinggi → hanya untuk posisi kecil.

9. Insight Aksi

  1. Fundamental laba positif dan margin sehat (GM 40%, NM 17%). Bisnis profitable, bukan cerita rugi.
  2. Insider beli agresif 4 hari terakhir di harga lebih tinggi dari pasar sekarang → sinyal conviction manajemen.
  3. Valuasi P/E ~16x untuk small cap consumer dengan pertumbuhan belum terverifikasi → wajar-tidak murah. Butuh data YoY untuk konfirmasi growth.
  4. Risiko utama: (a) likuiditas tipis, (b) laporan neraca/kas tidak terbaca — kualitas aset & kas belum terverifikasi, (c) volatilitas harga tinggi (Rp107–130 dalam 4 hari, ~20% range).
  5. Watch: filing Q3 lengkap di IDX, tren penjualan YoY, CFO vs laba bersih (cek kualitas laba), struktur utang.

10. Tabel Ringkasan

Kategori Item Data Signal
Identitas Ticker / Bursa WINE / IDX —
Identitas Sektor Consumer Defensive — Wineries —
Pasar Harga Rp121 (-1,63%) Netral
Pasar Market cap Rp327,9 M Small cap
Pasar Likuiditas Turnover 0,20%/hari Risiko tinggi
Laba Rugi Q3'26 Penjualan Rp89,91 M —
Laba Rugi Q3'26 Laba bruto / margin Rp36,30 M / 40,4% Positif
Laba Rugi Q3'26 Laba operasi (EBIT) Rp21,45 M / 23,9% Positif
Laba Rugi Q3'26 Laba bersih / margin Rp15,63 M / 17,4% Positif
Laba Rugi Q3'26 Pajak efektif 22,0% Normal
Laba Rugi Q3'26 Beban bunga Rp1,40 M (coverage ~15x) Aman
Per Saham EPS (9 bln, est.) Rp5,75 —
Valuasi P/E annualized (est.) ~15,8x Wajar, tidak murah
Valuasi P/B Tidak tersedia Gap data
Neraca Total aset/utang/kas Tidak terbaca Gap data
Arus Kas CFO/FCF Tidak terbaca Gap data
Riwayat Periode laporan FY2022–FY2025, Q1 2024–Q3 2026 Konsisten lapor
Insider Ida Bagus Rai Budarsa +~948.500 lbr, 20–23 Okt 2026 @ 107–130 Bullish
Insider Posisi kepemilikan 1.017.316.300 lbr Kuat
Seasonality Data Tidak tersedia —
Risiko Likuiditas + gap laporan — Sizing kecil

Rating: Buy

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: BUY

Analisa sentimen

390 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Status data: ketiga sumber kosong. Tidak ada sinyal.

Tidak ada data sentimen untuk WINE.JK (PT HATTEN BALI Tbk, Consumer Defensive / Beverages - Wineries & Distilleries, JKT) pada periode 2026-10-26 sampai 2026-11-02. Skor 5 = netral murni karena ketiadaan data, bukan karena keseimbangan bull/bear.

Breakdown per sumber

News (Yahoo Finance, 7 hari) — tidak tersedia Vendor gagal: YFDataException. Ini kegagalan infrastruktur, bukan sinyal negatif tentang emiten. Tidak ada headline institusional untuk dibaca. Tidak ada estimasi atau rekonstruksi nilai.

StockTwits — tidak tersedia HTTPError. Nol pesan. Rasio Bullish/Bearish tidak bisa dihitung. Tidak ada sampel retail, tidak ada label pengguna, tidak ada divergensi retail vs institusi yang bisa diukur.

Reddit — tidak ada query Tidak ada diskusi yang diambil untuk cashtag WINE.JK. Tidak ada subreddit yang relevan menyebut emiten ini. Tidak bisa menyimpulkan apakah komunitas diam atau hanya tidak terambil — kedua kemungkinan tidak terbukti.

Divergensi

Tidak bisa dinilai. Butuh minimal dua sumber aktif. Nol sumber aktif.

Narasi dominan

Tidak ada. Tidak ada tema berulang, tidak ada topik yang muncul lintas sumber. Klaim narasi apa pun akan jadi fabrikasi.

Katalis dan risiko

Tidak ada katalis atau risiko yang teridentifikasi dari data. Tidak ada berita laba, peluncuran produk, ancaman kompetitor, atau headline makro dalam dataset. Perlu dicatat: WINE.JK adalah emiten kecil dengan likuiditas rendah di BEI — kemungkinan besar memang minim liputan dan minim diskusi retail, tetapi data yang diberikan tidak membuktikan itu.

Keterbatasan

Confidence rendah bukan karena sentimen campur, tetapi karena sampel nol di semua kanal. Laporan ini tidak punya daya prediktif. Jangan bobot dalam keputusan trading.

Sinyal Arah Sumber Bukti
Berita institusional Tidak diketahui Yahoo Finance DATA_UNAVAILABLE: YFDataException
Sentimen retail Tidak diketahui StockTwits HTTPError, 0 pesan
Diskusi komunitas Tidak diketahui Reddit Tidak ada query untuk WINE.JK
Divergensi antar sumber Tidak bisa diukur — 0 dari 3 sumber aktif
Katalis / risiko Tidak teridentifikasi — Tidak ada event dalam data

Langkah berikut

Ulangi pengambilan data saat vendor pulih. Cek juga pengumuman keterbukaan informasi IDX dan laporan keuangan emiten langsung untuk fundamental, karena jalur sentimen tidak memberi sinyal.

Rating: Neutral (score 5/10, confidence low)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

511 kata

Laporan Riset Berita & Makro — WINE.JK (PT HATTEN BALI Tbk)

Ketersediaan data: get_news GAGAL (Yahoo Finance YFDataException). Tidak ada berita spesifik WINE.JK selama 26 Okt–2 Nov 2026. Tidak ada angka estimasi. FRED mati (FRED_API_KEY tidak di-set) — CPI, unemployment, fed funds tidak tersedia. Jangan karang.

Berita global 7 hari (26 Okt–2 Nov 2026):

  • Dominasi tech/AI. IBM, quantum computing (Rigetti, QBTS, IonQ), cybersecurity (CRWD, PANW, OKTA). Tidak relevan langsung ke WINE.JK.
  • Daiwa naikkan target IBM $217 ke $265. IBM turun 13% YTD.
  • WSJ: emas naik kembali, harga minyak turun.
  • Nol berita consumer staples, minuman, pariwisata Bali, atau konsumsi domestik Indonesia. Sinyal sektor WINE.JK kosong minggu ini.

Makro global (probabilitas pasar, Polymarket):

  • Tidak ada pemotongan Fed 2026: 97% (volume $9,37 juta, +1,0pp/minggu).
  • Resesi AS akhir 2026: 6% (turun 2,0pp/minggu). Resesi UK 4%, Jepang 8%.
  • Baca: pasar harga suku bunga tinggi bertahan, risiko resesi kecil. Untuk WINE.JK = biaya modal tinggi, konsumen premium tertekan, tapi tidak ada panik makro.

Makro Indonesia: tidak tersedia. Tidak ada BI rate, inflasi IDR, atau kurs dari tool. WINE.JK sensitif ke Rupiah, suku bunga BI, dan belanja turis Bali — semua tanpa data minggu ini.

Kontekstual WINE.JK:

  • Consumer Defensive / wineries. Likuiditas tipis, small cap IDX. Berita perusahaan = nol minggu ini.
  • Screener IDX 2 Nov 2026: WINE tidak muncul. Hanya DSSA (sinyal senyap), ASPR (sinyal telat), SMIL (akumulasi senyap). Tidak ada rotasi terdeteksi ke WINE.
  • Market IDX tutup, buka Selasa 09:00 WIB. Gainers/losers kosong.
  • Implikasi: tidak ada katalis perusahaan. Harga kemungkinan digerakkan arus tipis + sentimen IDX. Hindari klaim arah tanpa data harga.

Aksi trader:

  1. Cek berita WINE via sumber IDX/KSEI manual — tool gagal.
  2. Set FRED_API_KEY untuk makro AS. Cek BI rate & inflasi IDR dari sumber lokal.
  3. Pantau rilis laporan keuangan WINE / rilis emiten. Tanpa itu, tidak ada alasan masuk.
  4. Volume tipis = slippage tinggi. Posisi kecil, stop ketat.

Rating: Hold (data berita perusahaan tidak tersedia; posisi datar sampai katalis atau data harga muncul)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Item Data Sumber Dampak WINE.JK
Berita WINE.JK 26 Okt–2 Nov Tidak tersedia (YF error) get_news Netral, buta informasi
Berita global Tech/AI/quantum dominan get_global_news Tidak relevan
Fed cut 2026 Tidak ada cut: 97% Polymarket Biaya modal tinggi
Resesi AS 2026 6% (-2,0pp/mgg) Polymarket Risiko makro rendah
FRED (CPI/unemp/FFR) Tidak tersedia get_macro_indicators Tidak bisa nilai makro AS
Makro Indonesia (BI/IDR) Tidak tersedia — Celah riset utama
Screener IDX WINE tidak muncul get_idx_screener Tidak ada sinyal akumulasi
Status pasar IDX Tutup, buka Selasa 09:00 WIB get_market_breadth Tidak ada aksi pre-open
Likuiditas Small cap tipis (konteks) — Slippage tinggi, sizing kecil
Katalis Nol berita perusahaan — Hold
Rating Hold — FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD