Gacor Quant
Market tutup (weekend) IDX Edge PRO Tentang Gacor

King Tire Indonesia Tbk.

TYRE · analisa Jumat, 30 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Underweight

86 rupiah per lembar · -4,44% · 2026-10-30

Net broker seluruhnya 97,0 jt rupiah. Kapitalisasi 299,3 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. TYRE.JK tetap Underweight — kurangi eksposur bertahap, jangan tambah sebelum konfirmasi. Ini bukan Sell penuh: ketiga analis risiko sepakat arah (kurangi), tapi tidak sepakat soal seberapa jauh.
Aliran dana
CC beli 54,9 jt · NI jual 3,4 jt
Keyakinan
C37 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-19,2% terhadap SMA50, asing 5,6% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C37

Skor 36.8 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 19/25

net 97,0 jt dari bruto 157,5 jt, 8/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-19,2% vs SMA50, return 20 sesi -20,4%

Likuiditas 0/15

rata-rata 78,9 jt rupiah per hari

Volatilitas 0/15

ATR 11.2% lebar, stop jadi mahal

VWAP
86
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
127,2 jt
rupiah, sesi 2026-10-30
Frekuensi
103
kali transaksi
Volume
1,5 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2023-05-08 sampai 2026-10-30. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
CC MANDIRI SEKURITAS 54,9 jt 635,7 rb 55,0 jt 51,2 rb
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 36,7 jt 423,9 rb 36,7 jt 9,0 rb
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 5,1 jt 55,6 rb 25,5 jt 20,4 jt
EP MNC SEKURITAS 3,7 jt 43,0 rb 3,7 jt -
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON 2,9 jt 33,9 rb 2,9 jt 17,2 rb
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 713,5 rb 8,4 rb 730,9 rb 17,4 rb
DH SINARMAS SEKURITAS 252,0 rb 3,0 rb 252,0 rb -
PD INDO PREMIER SEKURITAS 67,2 rb 800 171,0 rb 103,8 rb
MG SEMESTA INDOVEST SEKURITAS -462,8 rb -5,2 rb - 462,8 rb
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA -1,4 jt -16,0 rb 168,0 rb 1,5 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
CC 86 55,0 jt CP 87 97,0 jt
YP 87 36,7 jt XL 86 20,4 jt
XL 87 25,5 jt NI 84 5,6 jt
EP 85 3,7 jt ZP 87 2,0 jt
BQ 84 2,9 jt KK 85 1,5 jt
NI 85 2,2 jt MG 89 462,8 rb
XC 85 730,9 rb PD 86 103,8 rb
DH 84 252,0 rb CC 85 51,2 rb

Direksi membeli di harga ini

1 dari 1 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2025-12-24 HARRIS MULIAWAN - Buy +64,376,600 0

Keputusan akhir

751 kata

Rating: Underweight

Executive Summary: TYRE.JK tetap Underweight — kurangi eksposur bertahap, jangan tambah sebelum konfirmasi. Ini bukan Sell penuh: ketiga analis risiko sepakat arah (kurangi), tapi tidak sepakat soal seberapa jauh. Agresif dan Konservatif bilang Sell; Netral bilang kurangi ke 10–15% bukan nol. Netral menang di titik eksekusi, Konservatif menang di titik data, dan hasilnya lebih dekat ke Underweight daripada Sell. Pemegang posisi di atas cost 100+: pakai setiap bounce ke 92–95 sebagai jendela keluar bertahap, limit di bid, potongan kecil (≤300 ribu lembar/sesi, tapi rencanakan asumsi likuiditas terburuk 60 ribu/hari = 5 sesi). Jangan entry baru di 84–86. Target eksposur 0–15%; ambil ujung bawah kalau tidak ada verifikasi neraca.

Investment Thesis

Keputusan jatuh ke Underweight, bukan Sell, karena tiga hal dari kubu bear sendiri yang membatasi besarnya keyakinan:

  1. Argumen Sell Netral lebih tajam daripada argumen Agresif. Netral membongkar dua framing Agresif: (a) "exit di 92–93 = capture premium likuiditas" adalah retorika — premium likuiditas adalah bayaran untuk counterparty sabar, bukan hak; limit jual di 92 di pasar Rp127 juta/hari bisa diam berhari-hari sementara 10 EMA 92,93 turun tiap hari; (b) R:R 1:1 bukan alasan jual — itu angka netral (taruhan koin). Alasan jual yang benar adalah struktur turun penuh tanpa satu konfirmasi bullish: close 86 < 10 EMA 92,93 < VWMA 95,30 < BB mid 98,85 < 50 SMA 106,38 < 200 SMA 113,06, MACD -5,15 tanpa cross.

  2. Argumen volatilitas Netral adalah argumen pro-kurangi paling kuat di seluruh debat. ATR 7,8 = 9% harga. Reward ke 10 EMA dari 86 hanya Rp6,93 — di bawah satu ATR. Artinya "tunggu 92" menangkap risiko satu hari penuh untuk upside sub-ATR. Ini alasan struktural untuk mengurangi eksposur, tapi juga alasan tidak panik jual pasar: bounce memang murah secara statistik.

  3. Konservatif benar soal eksekusi, salah soal nol. Poin "jangan hitung posisi sebagai keluar sebelum fill" dan "rencanakan dengan likuiditas terburuk 60 ribu/hari, bukan rata-rata" valid dan harus dipakai. Tapi kesimpulan turun ke nol karena data hilang adalah penghukuman atas kegagalan tool vendor, bukan atas fakta. Netral benar: bedakan "tidak terverifikasi" dengan "terbukti buruk". Gross margin 19,02% sehat, P/S ~0,43x, RSI 20,95, harga 86 sedikit di atas lower band 82,68, dan serapan nyata CC +54,92 juta plus YP +36,67 juta di 86–87 — itu bukan nol. Jual habis di dasar teknikal di pasar Rp127 juta/hari berarti trader sendiri jadi tekanan jual.

Di mana Agresif tetap benar dan harus diikuti: jangan gantung seluruh rencana exit di level 92. Kalau bid di 92 tidak ada — dan Konservatif sendiri meragukannya — rencana yang bergantung pada 92 adalah taruhan bahwa 92 datang sebelum 82,68 jebol. Mulai keluar sekarang di sisa bid, bounce 92–93 dipakai sebagai akselerator, bukan prasyarat.

Yang memutuskan skala, bukan arah: ketiadaan data. Neraca (utang bank, jatuh tempo, modal kerja), arus kas operasi, dan rincian beban lain Rp8,23 miliar (4,69% penjualan di kuartal yang laba nettonya 0,68%) tidak tersedia. Tanpa itu, "value trap" (bear) dan "margin rebound" (bull) sama-sama spekulasi. Itu alasan tidak memihak penuh ke ekstrem mana pun — cukup Underweight, bukan Sell.

Apa yang mengubah rating:

  • Naik ke Hold jika close harian ≥93,00 (di atas 10 EMA) DAN MACD histogram positif, keduanya bersamaan — size maks 40%. Naik di atas 40% baru setelah laporan dengan neraca dan arus kas operasi terbaca. Alternatif jalur bear: harga bertahan 84–86 dua sampai tiga sesi dengan volume jual mengering di bawah rata-rata 20 hari — naik hanya ke Hold, size ≤25%.
  • Turun ke Sell jika close <82,68 (lower Bollinger) dengan volume di atas rata-rata — eksposur ke 0%, tanpa diskusi. Juga turun ke Sell jika arus kas operasi terbukti negatif disertai utang bank jatuh tempo dekat.
  • Syarat arus harian (dari Netral, diterima penuh): jika CC atau YP berhenti net beli, atau CP terus distribusi dan bid tipis, jangan naik eksposur satu lembar pun meski harga sudah 93.
  • Katalis 30 Nov (MSCI review, 17%): jangan menambah posisi sebelum tanggal itu lewat; tunggu dua sesi setelah pengumuman sebelum menilai ulang. Jangan pakai "tidak terjadi downgrade" sebagai alasan beli dengan sendirinya.
  • Batas risiko: total risiko TYRE.JK maks 0,5% NAV, stop ≥1 ATR (≈Rp7,8 dari harga eksekusi), bukan stop Rp3.

Data yang hilang dan membatasi keyakinan: neraca (utang, modal kerja), arus kas operasi, isi beban lain Rp8,23 miliar, riwayat akumulasi broker. Retorika "Fed no-cut 96%" ber-volume $9,3 juta valid sebagai tekanan cost of capital ke consumer cyclical, tapi bukan penentu arah TYRE.JK; angka MSCI 17% ber-volume $1,4 ribu adalah penanda arah, bukan probabilitas terukur — Konservatif benar di titik ini.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Rencana trader

335 kata

Action: Sell

Reasoning: Riset tim kasih Underweight. Peta konflik: bull menang retoris, bear menang angka. R:R gugur ATR 7.8 — SL realistis <79 = risk Rp7, reward Rp7 ke 93 = 1:1. Target 92.93 (10 EMA) dan 95.30 (VWMA) turun tiap hari; reward menyusut, risk membengkak. Klaim akumulasi rapuh: CC +54.92M + YP +36.67M kalah CP -97.03M, net flow negatif, CC jual balik 51,200 di 85, YP floating loss avg 87, net asing 0 = absen. Struktur turun penuh: close 86 di bawah 10 EMA 92.93, 50 SMA 106.38, 200 SMA 113.06, VWMA 95.30, BB mid 98.85. MACD -5.15 tanpa cross. Volume 1.9x di close terendah bulan. Tidak ada konfirmasi bullish. Tidak ada bukti kehancuran fundamental (gross margin 19.02%, P/S 0.43x, RSI 20.95 near lower band 82.68) — itu sebab bukan "Sell panik", tapi "Sell kurangi". RSI oversold ekstrem = bounce murah mungkin, tapi bukan alasan tahan eksposur penuh di downtrend terkonfirmasi.

Entry Price: 92.50 — level exit/jual, bukan entry beli. Pakai bounce ke 92–93 (10 EMA 92.93) sebagai jendela keluar bertahap, limit di bid. Jangan order pasar; pasar Rp127 juta/hari. Jangan entry beli baru di 84–86.

Stop Loss: 79.00 — batas tesis bear, ≥1 ATR (7.8) dari 86. Close <82.68 (lower BB) dengan volume di atas rata-rata = turunkan eksposur ke 0%. Untuk posisi beli spekulatif: SL close <83.

Position Sizing: Target eksposur 0–15% dari posisi normal. Posisi lama cost 100+: potong bertahap ke 15–25%, potongan maks ~300 ribu lembar/sesi (~20% volume harian teramati). Beli baru: ditolak sampai dua syarat terpenuhi bersamaan — (a) close harian ≥93.00 di atas 10 EMA, dan (b) MACD histogram positif. Satu saja = tetap Sell. Jika close ≥95.30 (VWMA) menyusul, naikkan ke Hold max 40%. Risk portofolio total TYRE.JK max 0.5% NAV, hitung pakai SL ≥1 ATR (~Rp7.8 dari entry), bukan SL Rp3. Jangan tambah sebelum MSCI review 30 Nov lewat.

Data hilang: neraca, arus kas operasi, rincian beban lain Rp8.23 miliar, riwayat akumulasi broker. Tanpa itu, value trap vs margin rebound tetap spekulasi.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

958 kata

Recommendation: Underweight

Rationale: Bull kalah di tiga titik yang menentukan, meski menang retoris di satu-dua tempat.

Yang diputuskan:

  1. R:R 2:1 gugur saat ATR dipakai. ATR 7,8 (≈9%) vs stop Rp3 (0,4 ATR). Stop <83 akan kena noise rutin, bukan kerusakan tesis. Dengan stop realistis ≥1 ATR (mis. <79), risk jadi Rp7 vs reward Rp7 ke 93 = R:R ~1:1. Ini argumen bear paling bersih dan bull tidak membantahnya — bull hanya menjawab "makanya size kecil", yang mengelola kerugian tapi tidak mengembalikan keunggulan asimetris. Tesis bull berdiri di atas angka R:R yang tidak valid.

  2. Target statis di rata-rata bergerak yang turun. Target 92–93 = 10 EMA 92,93 dan target 2 = VWMA 95,30, keduanya turun tiap hari 19–30 Okt. Di downtrend, target menjauh bukan mendekat. Reward yang menyusut + risk yang membengkak = asimetri hilang dua arah.

  3. Klaim akumulasi rapuh. CC Mandiri +Rp54,92 juta, YP Mirae +Rp36,67 juta, namun CP KB Valbury -Rp97,03 juta — penjual teratas hampir menyeimbangkan tiga pembeli teratas; net total negatif. CC tercatat jual balik 51.200 di 85 (rotasi, bukan akumulasi murni), YP avg 87 di atas harga 86 (floating loss). Support bergantung dua broker, data get_accumulation_history kosong. Dua broker = konsentrasi risiko, bukan keunggulan. Dan net asing 0 pada 30 Okt berarti asing absen menyerap, bukan "sudah keluar" — nol bukan support.

  4. Fundamental belum terverifikasi, jadi tidak bisa dipakai dua arah. Margin neto 0,68% (laba Rp1,19 miliar atas penjualan Rp175,64 miliar) adalah fakta; neraca dan arus kas tidak ada di data. Bull memakai ketiadaan data untuk proyeksi PE 21x "kalau margin balik 2%" — itu asumsi. Bear benar: beban lain Rp8,23 miliar setara 4,69% penjualan di kuartal yang laba nettonya 0,68% adalah risiko konsentrasi laba, bukan opsi gratis. Margin bruto 19,02% memang sehat, tapi beban penjualan 9,87% + G&A 3,03% menunjukkan kompetisi harga berat yang struktural, bukan satu-off.

  5. Likuiditas satu arah untuk pemegang posisi. Turnover 0,000423, transaksi harian Rp127 juta. Masuk murah, keluar mahal. Bull benar bahwa thin float memotong dua arah dan bahwa close 86 di atas low 84 menunjukkan bid bertahan — ini poin sah. Tapi bear benar bahwa volume 1,9x rata-rata pada hari close terendah bulan ini lebih konsisten dengan distribusi, dan bahwa exit 30% posisi di pasar Rp127 juta/hari berarti trader sendiri jadi tekanan jual.

  6. Makro ringan, bukan penentu. Fed no-cut 96% sebagian besar sudah di harga (129 → 86). MSCI review 30 Nov 17% adalah katalis biner 1/6, bukan tail yang bisa diabaikan sepenuhnya — dan entry 84–86 sebelum tanggal itu menempatkan posisi tepat di jalur event. Argumen bear di sini lebih disiplin, meski bobotnya sekunder.

Di mana bull menang: margin bruto 19,02% memang menopang klaim operating leverage dua arah; insider Harris Muliawan +64.376.600 saham (5,7%) adalah sinyal nyata walau kedaluwarsa (24 Des 2025); P/S ~0,43x memang murah secara statistik; dan RSI 20,95 + harga di lower band 82,68 memang menyempitkan ruang turun secara statistik. Ini cukup untuk menolak "Sell" sebagai kepastian kehancuran. Bull juga jujur bahwa rekomendasinya sendiri adalah "tunggu konfirmasi" — dan itu, bukan Buy, isi sebenarnya.

Kesimpulan: bear lebih kuat, tapi tidak menang telak. Tidak ada konfirmasi bullish (close <10 EMA 92,93, di bawah VWMA 95,30, MACD -5,15 tanpa cross). Tidak ada juga bukti kehancuran fundamental (margin bruto sehat, valuasi murah, insider pegang). Karena itu bukan Buy dan bukan Sell, melainkan Underweight: kurangi eksposur, jangan tambah sebelum konfirmasi.

Data yang hilang dan membatasi keyakinan: neraca (utang, modal kerja), arus kas operasi, isi beban lain Rp8,23 miliar, dan riwayat akumulasi broker. Tanpa itu, baik "value trap" (bear) maupun "margin rebound" (bull) tetap spekulasi — ini alasan tambahan untuk tidak memihak penuh ke salah satu ekstrem.

Rating: Underweight FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Strategic Actions: Basis: alokasi standar = 100% dari posisi normal TYRE.JK. Saat ini target eksposur = 0–15%.

  1. Posisi lama di atas 100 (cost 100+): potong bertahap ke 15–25%, jangan averaging down. Pakai setiap bounce ke 92–95 sebagai jendela keluar, ini titik yang bull dan bear sepakati. Jual dalam potongan kecil (maks ~20% dari volume harian yang teramati, yaitu ~300 ribu lembar per sesi) karena pasar Rp127 juta/hari tidak menyerap order besar. Jangan pasang order pasar; pakai limit di bid.

  2. Jangan entry baru di 84–86. Entry spekulatif 30% yang bull ajukan ditolak karena R:R 1:1 dengan stop realistis, bukan 2:1.

  3. Syarat masuk kembali (harus keduanya, bukan salah satu): (a) close harian ≥93,00, yaitu di atas 10 EMA, dan (b) MACD histogram berubah positif. Jika hanya satu terpenuhi, tetap Underweight. Jika close ≥95,30 (VWMA) menyusul, naikkan ke Hold dengan size maksimal 40%.

  4. Alternatif syarat kedua (jalur bear): harga bertahan di 84–86 selama dua sampai tiga sesi dengan volume jual mengering (di bawah rata-rata 20 hari 1,47 juta/1,9x). Jika ini terjadi tanpa close ≥93, naikkan hanya ke Hold dengan size ≤25%, bukan Overweight.

  5. Batalkan seluruh tesis beli jika close <82,68 (lower Bollinger) dengan volume di atas rata-rata. Itu berarti pelemahan, bukan noise. Jangan tahan posisi apa pun di bawah level itu; turunkan target eksposur ke 0%.

  6. Katalis 30 Nov (MSCI review, 17% Yes): jangan menambah posisi sebelum tanggal itu lewat. Jika downgrade terjadi, ekspektasi outflow asing menekan small/mid-cap; tunggu dua sesi setelah pengumuman sebelum menilai ulang. Jika tidak terjadi, itu bukan alasan beli dengan sendirinya — syarat nomor 3 tetap berlaku.

  7. Sebelum menaikkan rating ke Hold atau lebih, verifikasi: arus kas operasi, total utang bank dan jadwal jatuh tempo, modal kerja, serta rincian beban lain Rp8,23 miliar (apakah kurs, bunga, atau one-off). Jika beban itu terbukti one-off dan OCF positif, kasus bull menguat signifikan dan rating bisa naik satu tingkat. Jika OCF negatif disertai utang bank jatuh tempo dekat, turunkan ke Sell.

  8. Batas risiko portofolio: total risiko TYRE.JK maksimal 0,5% dari NAV portofolio, dihitung dengan stop ≥1 ATR (≈Rp7,8 dari harga entry), bukan stop Rp3.

Analisa teknikal dan aliran dana

1252 kata

TYRE.JK — PT King Tire Indonesia Tbk (IDX, Consumer Cyclical / Auto Parts)

1. Harga & Volume (verified snapshot 2026-10-30)

  • Close 86, Open 87, High 90, Low 84. Prev close 90. Hari merah, low harian jadi close hari (86 vs low 84).
  • Volume 1,473,100 lembar, nilai Rp127,246,700, 103 transaksi. Net asing 0.
  • Pola 2026: range 118–129 Jan–Apr, turun ke 108–112 Mei–Agu, lalu distribusi Sep–Okt. Gap turun besar 2026-10-16: open 100, high 120, low 91, close 91 (dari 106 di 15 Okt), volume 4,203,300, net asing +785,000 di hari gap. Sejak itu harga 91 → 86.
  • Seri close terakhir mengarah turun konsisten: 95 (26 Okt) → 91 (28 Okt) → 90 (29 Okt) → 86 (30 Okt).

2. Tren (SMA/EMA)

  • close_10_ema 92.93, close_50_sma 106.38, close_200_sma 113.06. Harga 86 di bawah ketiganya. Struktur turun penuh (short < medium < long).
  • Jarak harga ke 50 SMA: 86 vs 106.38 = harga ±19% di bawah; ke 200 SMA 113.06 = ±24% di bawah. Tren turun jangka menengah sudah matang, bukan baru mulai.
  • Sinyal rebound tidak ada: 10 EMA masih di 92.93 dan kemarin turun terus. Selama close < 10 EMA, pantulan bersifat teknikal saja.

3. Momentum (RSI, MACD)

  • RSI 20.95 = oversold ekstrem. Vendor hitung RSI 19 (beda metode/jendela) — flag: angka saya pakai 20.95 dari snapshot terverifikasi.
  • macd -5.15, macds -4.36, macdh -0.8. MACD di bawah signal, histogram negatif. Histogram mengecil (-0.8 relatif ke MACD -5.15) artinya tekanan jual melemah sedikit, tapi belum ada cross bullish.
  • Oversold + RSI 21 = kondisi rawan short-squeeze teknikal, tapi bukan sinyal beli. Oversold di tren turun kuat sering berlanjut.

4. Volatilitas (Bollinger, ATR)

  • boll (mid 20 SMA) 98.85, boll_ub 115.02, boll_lb 82.68. Harga 86 di bawah mid, dekat lower band 82.68.
  • Band lebar sangat (115.02 − 82.68 = 32.34, ±16% dari mid). Volatilitas ekspansi = bukan konsolidasi, pasar sedang harga ulang.
  • atr 7.8 ≈ 9% dari harga 86. Vendor sebut ATR Rp10 (11.21%) — flag divergensi metode. Pakai 7.8.
  • Stop-loss minimum harus ≥ 1 ATR = ±Rp8. SL Rp81 seperti saran vendor cuma 5.8% di bawah close 86 = di dalam 1 ATR harian, gampang kena noise.

5. Volume (VWMA)

  • vwma 95.30 (30 Okt), turun dari 102.06 (19 Okt). Harga 86 di bawah VWMA 95.30 ≈ 9.7%.
  • VWMA turun setiap hari 19–30 Okt = uang keluar saat harga turun, bukan akumulasi diam-diam.
  • Volume 30 Okt 1.47 juta >> rata-rata pasca-gap (20 Okt–29 Okt sekitar 60k–122k kecuali 23 Okt 1.23 juta). Volume jual naik tajam di hari close terendah bulan ini.
  • Vendor: volume ratio 1.9x vs rata-rata 20 hari, tren volume naik. Konfirmasi tekanan jual.

6. Bandarmologi (IDX, data tersedia)

Ringkas broker summary (net rupiah, seluruh coverage):

  • Net beli: CC Mandiri Sekuritas +Rp54.92M (635,700 lembar), YP Mirae Asset +Rp36.67M (423,900), XL Stockbit +Rp5.08M, EP MNC +Rp3.67M, BQ Korea Investment +Rp2.85M.
  • Net jual: CP KB Valbury -Rp97.03M (-1,120,000 lembar), NI BNI Securities -Rp3.38M, ZP Maybank -Rp1.99M, KK Phillip -Rp1.37M, MG Semesta -Rp0.46M.
  • Total arus bersih ini negatif: penjual top (CP -97M) > pembeli top (CC+YP+XL ≈ +96.7M). CP sendirian hampir menyeimbangkan tiga pembeli teratas.

Pola: lokal institusional/mandat (CC, YP) menyerap di 84–87, broker retail/asing-lokal (CP) distribusi di 87. ZP Maybank secara net jual hanya -1.99M tapi vendor bilang ZP beli 5/5 hari — jadi ZP sedang beli di sesi terakhir, kecil tapi arah positif.

  • Bukan pola "asing akumulasi vs retail distribusi". Yang menyerap CC Mandiri + YP Mirae, yang keluar CP KB Valbury (nilai terbesar). Net asing 30 Okt 0, arus asing hari gap 16 Okt justru +785,000 lembar (asing masuk di harga 91 lalu harga jatuh ke 86 — asing kena jebakan).
  • Level akumulasi CC: avg beli 86 (Rp54.97M) vs jual 87. YP avg beli 87 (Rp36.68M). Keduanya beli tepat di level sekarang/sedikit lebih tinggi. CC punya jual balik kecil 51,200 di 85 — artinya CC bukan cuma akumulasi murni, ada rotation.
  • get_accumulation_history kosong: tidak ada data tren akumulasi historis. Tidak bisa klaim CC/YP "terus menambah" dari data ini, meski vendor bilang CC beli 5/5 dan YP beli 5/5 (5 hari) — anggap cross-check, bukan bukti level.

7. Bacaan gabungan

Sisi bear:

  • Struktur harga turun penuh (di bawah 10 EMA, 50 SMA, 200 SMA, VWMA, BB mid), VWMA turun tiap hari, MACD negatif tanpa cross, volume jual naik di hari close terendah.
  • Total broker flow net negatif. Ketergantungan penuh pada CC+YP — kalau dua broker ini berhenti serap, tidak ada bid.

Sisi bull:

  • RSI 20.95 di area ekstrem, harga dekat lower band 82.68. Bounce teknikal murah terjadi dari sini.
  • CC & YP nyerap Rp91.6M gabungan di 86–87. ZP beli 5/5 hari.
  • Vendor score 40/75 "WASPADA", bukan "JUAL" — vendor lihat potensi reversal.

Intinya: oversold besar + akumulasi dua broker besar di level 84–87 = bahan bounce, tapi tren besar turun dan penjual CP belum habis. Belum ada bukti reversal. Bounce belum dikonfirmasi sampai close > 10 EMA (92.93) dan harga balik di atas VWMA (95.30).

8. Aksi

  • Belum punya: jangan entry di 86. Tunggu salah satu: (a) close harian ≥ 93 (di atas 10 EMA) + MACD hist positif, atau (b) harga tahan di 84 tanpa close baru di bawah 84 selama 2–3 sesi + volume jual kering. Kalau mau spekulasi kecil, entry 84–86 dengan size ≤ 30% normal, SL close di bawah 83 (di bawah ATR 7.8 — sadar SL ini rawan wick, jadi size kecil).
  • Sudah punya: bukan posisi untuk averaging down di tren ini. Kalau entry 84–87 ikut CC/YP, pakai SL close < 83. Kalau punya di 100+ dari Sep, exit on any bounce ke 92–95 (di bawah VWMA 95.30 = zona jual).
  • Target bounce: 92–93 (10 EMA + pivot vendor 93). Target kedua 95.3 (VWMA). Jangan target 99 (BB mid) sampai MACD cross.
  • Risiko utama: CP terus jual; CC/YP stop serap. Cek bandarmologi tiap hari — kalau CC/YP berhenti net beli, sinyal bounce batal.

Ringkasan indikator terpilih

Indikator Nilai (30/10) Sinyal
close_10_ema 92.93 Bear — harga 86 di bawah
close_50_sma 106.38 Bear — tren menengah turun
close_200_sma 113.06 Bear — tren panjang turun
rsi 20.95 Bull (teknikal) — oversold ekstrem
macd / macds / macdh -5.15 / -4.36 / -0.8 Bear — di bawah signal, histori mengecil
boll / ub / lb 98.85 / 115.02 / 82.68 Bear — dekat lower band, band lebar
atr 7.8 (~9%) Risiko — volatilitas tinggi, SL ≥Rp8
vwma 95.30 Bear — turun tiap hari, harga 9.7% di bawah
Faktor Data Bacaan
Close 30/10 86 (H90/L84), vol 1.47M, asing 0 Jual kuat, low jadi close
Gap 16/10 OHLC 100/120/91/91, vol 4.20M, asing +785k Awal distribusi, asing terjebak
Net beli broker CC +54.92M, YP +36.67M, XL +5.08M Akumulasi lokal di 86–87
Net jual broker CP -97.03M, NI -3.38M, ZP -1.99M CP distribusi, total flow negatif
Pola bandarmologi Lokal institutional serap, bukan asing Bukan setup asing-vs-retail
Volume trend 1.9x rata-rata 20d Konfirmasi tekanan jual
Vendor score 40/75, WASPADA Selaras: potensi reversal, belum konfirmasi

Rating: Hold FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa fundamental

707 kata

Laporan fundamental TYRE.JK — per 30 Okt 2026

Catatan data: tool get_balance_sheet, get_cashflow, get_income_statement hanya balik index file (FY2023–FY2025, Q1 2024–Q2 2026), body angka gagal ter-parse. Angka detail hanya dari get_fundamentals (Q2 2026) + insider + quote. Neraca/arus kas TIDAK tersedia. Analisis di bawah terbatas — jangan taruh bobot di rasio neraca.

Identitas

  • PT King Tire Indonesia Tbk, kode TYRE, bursa IDX (JKT)
  • Sektor Consumer Cyclical / Auto Parts — ban
  • Saham beredar 3.480.581.727
  • Market cap Rp299,33 miliar

Quote (30 Okt 2026, pasar tutup)

  • Harga 86, turun -4 (-4,44%)
  • VWAP 86,38, frekuensi 103, lot 14.731, nilai Rp127,25 juta
  • Turnover ratio 0,000423 — likuiditas sangat tipis. Nilai transaksi harian ratusan juta rupiah saja. Slippage besar, exit susah.

Laba rugi Q2 2026 (rupiah, as filed)

  • Penjualan 175,64 miliar
  • Beban pokok -142,23 miliar
  • Laba bruto 33,41 miliar → margin bruto 19,02%
  • Beban penjualan -17,33 miliar (9,87% dari penjualan)
  • Beban umum & administrasi -5,32 miliar (3,03%)
  • Beban lainnya -8,23 miliar
  • Laba sebelum pajak 2,54 miliar
  • Pajak -1,35 miliar
  • Laba bersih 1,19 miliar → margin neto 0,68%
  • Atribusi induk 1,26 miliar; non-pengendali -64,01 juta
  • Laba komprehensif 1,40 miliar

Interpretasi

  • Margin bruto 19% oke untuk manufaktur ban. Tapi margin neto 0,68% tipis kertas — biaya operasional + beban lainnya makan habis laba bruto.
  • Beban lainnya 8,23 miliar = 4,7% penjualan. Ukuran tidak wajar untuk operasi normal. Perlu cek isi: kurs, bunga, atau pos non-operasional lain. Body laporan tidak tersedia.
  • Operating leverage negatif: penurunan penjualan sedikit langsung hapus laba. Beban penjualan 9,87% menunjukkan kompetisi harga berat atau promosi agresif.
  • EPS Q2 ≈ 1,19 miliar / 3,48 miliar saham ≈ Rp0,34. Annualize kasar ×4 ≈ Rp1,37. PE di 86 ≈ 63x. Mahal untuk bisnis margin 0,7%.
  • PB tidak bisa hitung — ekuitas tidak tersedia.

Insider

  • 24 Des 2025: Harris Muliawan BUY 64.376.600 saham (1,121 mdr → 1,185 mdr). Harga tercatat 0 (data kosong). Sinyal positif, tapi tanggal ~10 bulan lalu, bukan baru. Kepemilikan naik +5,7%.

Seasonality

  • Tidak ada data. Tidak bisa pakai.

Risiko

  • Likuiditas ekstrem tipis — posisi sulit keluar tanpa tekan harga.
  • Tidak ada neraca: utang, kas, working capital tidak terverifikasi. Untuk manufaktur ban, utang bank + modal kerja adalah risiko utama. Tidak bisa nilai solvabilitas.
  • Tidak ada arus kas: laba akuntansi Rp1,19 miliar tidak bisa dikonversi ke kas. Bisa saja OCF negatif.
  • Beban lainnya menggerus laba tanpa penjelasan.
  • Valuasi 63x PE dengan margin 0,68% tidak didukung.

Aksi

  • Jangan entry sebelum laporan Q3 2026 keluar — dibutuhkan neraca, arus kas, rincian beban lainnya.
  • Cek isi beban lainnya 8,23 miliar dan apakah Q1/Q2 sebelumnya sama polanya.
  • Cek apakah laba Q2 turun YoY. Data YoY tidak ter-parse.
  • Kalau sudah pegang: likuiditas jadi alasan utama kurangi posisi, bukan fundamental.
Item Nilai Catatan
Ticker TYRE.JK PT King Tire Indonesia Tbk, IDX
Sektor Consumer Cyclical / Auto Parts Ban
Harga Rp86 -4,44% (30 Okt 2026)
Market cap Rp299,33 mdr 3,48 mdr saham
Turnover ratio 0,000423 Likuiditas sangat tipis
Nilai transaksi harian Rp127,25 jt Slippage tinggi
Penjualan Q2 2026 Rp175,64 mdr
Laba bruto Q2 2026 Rp33,41 mdr Margin 19,02%
Beban penjualan Rp17,33 mdr 9,87% penjualan
Beban umum & adm Rp5,32 mdr 3,03% penjualan
Beban lainnya Rp8,23 mdr 4,69% penjualan — perlu cek
Laba bersih Q2 2026 Rp1,19 mdr Margin 0,68%
Laba atribusi induk Rp1,26 mdr NCI -Rp64,01 jt
Laba komprehensif Rp1,40 mdr +Rp209,08 jt OCI
PE (annualized kasar) ~63x Mahal untuk margin 0,7%
Neraca / arus kas Tidak tersedia Tool gagal parse body
Insider Harris Muliawan BUY 64,38 jt saham 24 Des 2025, bukan baru
Seasonality Tidak ada data
Risiko utama Likuiditas tipis, utang tak terverifikasi, beban lain besar

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa sentimen

314 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Sentimen TYRE.JK (PT King Tire Indonesia Tbk) — 2026-10-23 s/d 2026-10-30

Tidak ada sinyal sentimen. Ketiga sumber kosong. Skor 5 murni default karena tidak ada data, bukan hasil pembacaan netral dari data.

Per sumber

News (Yahoo Finance, 7 hari) — DATA_UNAVAILABLE. Tidak ada artikel bertag TYRE.JK di vendor. Ini gagal-fetch, bukan sinyal bearish. Tidak ada estimasi, tidak ada substitusi.

StockTwits — HTTPError. Tidak ada pesan, tidak ada rasio Bullish/Bearish, tidak ada tag pengguna. Sinyal retail tidak terbaca.

Reddit — tidak ada query untuk TYRE.JK. Diam total. Tidak ada subreddit relevan yang bisa dikutip.

Divergensi

Tidak bisa dinilai. Divergensi butuh minimal dua sumber aktif. Tidak ada.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Nol headline, nol post sosial. Tidak ada narasi pemberitaan maupun narasi retail.

Katalis & risiko

Tidak teridentifikasi dari sumber mana pun. Tidak ada berita laba, produk, kompetitor, atau makro. Jangan asumsikan katalis — tidak ada bukti.

Batasan data

  • 0/3 sumber mengembalikan isi. Cakupan efektif nol.
  • Confidence low: bukan karena sampel kecil, tapi karena sampel tidak ada.
  • Instrument likuiditas/thin coverage kemungkinan penyebab kosongnya berita dan sosmed untuk emiten auto parts kecil di BEI. Ini hipotesis, bukan hasil pengukuran.

Tabel sinyal

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak tersedia News (Yahoo Finance) DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel tag TYRE.JK
Tidak tersedia StockTwits HTTPError — tidak ada pesan terambil
Tidak tersedia Reddit Tidak ada query dijalankan untuk TYRE.JK
Netral (default) Agregat Nol sumber aktif; skor 5 = titik tengah tanpa informasi

Implikasi trading

Sentimen tidak memberi edge. Putuskan dari fundamental, likuiditas, dan teknikal saja. Jangan tafsirkan laporan ini sebagai konfirmasi bullish atau bearish.

Rekomendasi ulang: ambil ulang news dan StockTwits sebelum memakai laporan ini.

Rating: Neutral

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

619 kata

Laporan Riset Berita & Makro — TYRE.JK (PT King Tire Indonesia Tbk, JKT) Periode: 2026-10-23 s/d 2026-10-30

Catatan data (jujur, tanpa reka):

  • Berita spesifik TYRE.JK: tidak tersedia (vendor Yahoo Finance tak punya artikel bertag TYRE.JK). Ini bukan sinyal negatif — murni keterbatasan feed.
  • Makro FRED (CPI, core_pce, unemployment, fed_funds_rate, 10y, yield_curve): tidak tersedia (FRED_API_KEY tidak diset). Tidak ada angka diestimasi.
  • Screener IHSG: market status weekend/closed, next open Senin 09:00 WIB. Breadth kosong → tak bisa dipakai.
  • Yang ada: prediksi pasar Polymarket, berita global seminggu, dan beberapa nama sektor (FORVIA).

1. Makro global — stance Fed keras, bukan pelonggaran

  • Polymarket "No Fed rate cuts in 2026": 96% (volume $9.3M, +0.3pp/minggu). Artinya pasar harga ~nol pemotongan sisa 2026. "1 cut" cuma 1%, "2 cut" 0.45%.
  • Implikasi: suku bunga tinggi bertahan lama. Ini tekanan untuk consumer cyclical papan menengah seperti TYRE.JK — biaya utang naik, diskon valuasi, belanja konsumen auto lebih hati-hati.
  • Resesi AS 2026: 6% (turun -1.0pp). Recession risiko dekat rendah; cerita dominan = "higher for longer", bukan crash.

2. Risiko khusus Indonesia — dua item patut dipantau

  • MSCI downgrade Indonesia ke Frontier by 30 Nov: 17% Yes (+4.5pp dalam seminggu). Volume tipis ($1.4K) → noisy, tapi arah lonjakan perlu dicatat. Kalau benar terjadi, aliran keluar dana asing dari IHSG bisa tekan seluruh small/mid-cap, termasuk TYRE.JK. Ini katalis makro/jalur likuiditas, bukan fundamental emiten.
  • Stabilitas politik rendah-risiko: Prabowo berhenti sebelum 31 Des 2026 = 5% Yes.
  • Catatan: gempa 6.0+ di Indonesia bulan ini 45% (naik +18pp) — volume sangat tipis, tak actionable untuk trading, hanya noise bencana.

3. Konteks sektor (auto parts / cyclical)

  • Berita global minggu ini didominasi tech (IBM, Oracle, chip). Satu-satunya sentuhan sektor: FORVIA–Raiqon kemitraan AI — indikasi tema otomotif sedang ke AI/efficiency, tapi tak mengikat ke TYRE.JK langsung.
  • Komoditas: silver "slumps as rate fears mount", base metals lemah. Rate fear tinggi = headwind untuk tema cyclical/konsumen berbiaya utang.

4. Sintesis untuk trader

  • Tesis utama: makro negatif-tipis untuk consumer cyclical IDX. Fed tak potong 2026 (96%) = cost of capital tinggi. MSCI risk 17% = tail risk likuiditas November.
  • Tidak ada katalis positif emiten-specific karena berita TYRE.JK kosong → default stance = hati-hati, bukan agresif.
  • Trade idea: hindari kejar harga sebelum MSCI review 30 Nov; posisi kecil atau tunggu konfirmasi. Pantau kurs IDR & arus asing IHSG sebagai proxy (data tak ada di tool ini).

5. Aksi konkret

  • Cek ulang berita TYRE.JK pada Senin (feed bisa pulih setelah market buka).
  • Watch MSCI decision di sekitar akhir November — katalis biner, 17% saat ini.
  • Jangan andalkan FRED sampai FRED_API_KEY diset; minta ke ops untuk key.

Keterbatasan: tanpa FRED, tanpa berita emiten, tanpa breadth IHSG → confidence pada tesis emiten rendah; confidence pada makro AS (rate) sedang-tinggi (Polymarket volume besar).

Item Data/Temuan Arah untuk TYRE.JK Keyakinan
Berita TYRE.JK Tidak tersedia (feed kosong) Netral, tak ada katalis N/A
Fed cuts 2026 0 cut = 96% (M-implied) Negatif (biaya modal tinggi) Tinggi
Resesi AS 2026 6% (turun -1pp) Netral-positif Tinggi
MSCI downgrade ID (30 Nov) 17% (+4.5pp) Negatif tail (arus asing) Rendah (volume tipis)
Politik Indonesia Prabowo keluar <2026 = 5% Netral Sedang
Sektor cyclical Silver/base metals lemah, rate fear Headwind ringan Sedang
Komoditas/sector news FORVIA–AI, tanpa tautan emiten Netral Rendah
FRED makro Tidak tersedia (no API key) Tak dinilai N/A
Breadth IHSG Weekend/closed, kosong Tak dinilai N/A

Rating: Sell FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL