Gacor Quant
Sesi 1 berlangsung (09:00-12:00 WIB) IDX Edge PRO Tentang Gacor

Tempo Intimedia Tbk.

TMPO · analisa Selasa, 27 Oktober 2026

model analisa cb-flash

Underweight

240 rupiah per lembar · +5,26% · -

Net broker seluruhnya 5,6 M rupiah. Kapitalisasi 241,3 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL Executive Summary Kurangi eksposur TMPO.JK secara substansial sekarang, jangan menambah, dan jangan mengejar Rp228.
Aliran dana
CC beli 1,4 M
Posisi harga
+34,3% terhadap SMA50, asing -0,1% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir
VWAP
239
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
44,0 M
rupiah, sesi -
Frekuensi
17.149
kali transaksi
Volume
183,9 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-27. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
CC MANDIRI SEKURITAS 1,4 M 8,3 jt 14,8 M 13,4 M
CP KB VALBURY SEKURITAS 1,4 M 6,4 jt 6,8 M 5,4 M
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 803,5 jt 2,9 jt 47,9 M 47,1 M
LG TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA TBK. 538,1 jt 2,5 jt 726,8 jt 188,8 jt
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 415,2 jt 1,7 jt 4,2 M 3,8 M
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 291,7 jt 825,5 rb 12,8 M 12,5 M
AK UBS SEKURITAS INDONESIA 232,1 jt 1,1 jt 2,4 M 2,1 M
HP HENAN PUTIHRAI SEKURITAS 199,1 jt 891,7 rb 401,5 jt 202,4 jt
SQ BCA SEKURITAS 88,0 jt 588,8 rb 992,9 jt 904,9 jt
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 74,5 jt 344,8 rb 2,1 M 2,0 M

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 207 47,9 M XL 206 47,1 M
CC 206 14,8 M CC 210 13,4 M
YP 209 12,8 M YP 207 12,5 M
BQ 209 8,3 M BQ 209 8,6 M
CP 216 6,8 M CP 215 5,4 M
XC 209 4,2 M XC 206 3,8 M
AK 204 2,4 M YU 210 3,3 M
MG 206 2,4 M MG 209 2,4 M

Direksi membeli di harga ini

2 dari 2 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-10-07 GRAFITI PERS - Buy +152,372,733 0
2020-02-25 GRAFITI PERS - Buy 0 0

Keputusan akhir

716 kata

Rating: Underweight FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Executive Summary

Kurangi eksposur TMPO.JK secara substansial sekarang, jangan menambah, dan jangan mengejar Rp228. Untuk pemegang posisi: potong 50–60% di zona Rp220–230 dengan limit order bertahap, sisakan 40–50% sebagai opsi katalis dengan disiplin keluar di close di bawah Rp204 dan stop struktural Rp188. Untuk yang belum memegang: jangan buka posisi di Rp228; batas maksimum 1/4 unit, itu pun hanya jika harga retrace ke Rp194–210, close di atas Rp194 dua sesi berturut-turut, dan volume menyusut di bawah 30% volume hari rekam. Tanpa averaging down di bawah Rp194, tanpa margin/leverage, risiko total posisi ≤1% portofolio dihitung dari ATR ~10%/hari.

Saya memilih Underweight, bukan Sell penuh, walau ketiga analis sama-sama berakhir di "Sell". Saya tidak mengikuti label mereka secara mekanis; saya menimbang kekuatan argumennya. Konsensus bahwa eksposur harus dikurangi itu kuat dan didukung data keras. Tapi konsensus bahwa harus keluar hampir penuh tidak didukung bukti — itu kesimpulan yang melampaui data.

Investment Thesis

Ada tiga blok bukti yang benar-benar memutuskan arah.

Pertama, disiplin harga memenangkan Bear. Harga Rp228 berada 6–10% di atas zona transaksi riil Rp200–216 dan 21,8% di atas VWMA Rp187,21; foreign net jual −2.804.700 lembar dengan CGS International −Rp3,25 miliar di avg Rp210; volume 547,4 juta lembar (~10x rata-rata 20 hari, Rp113,5 miliar) tetapi Stockbit hanya net +Rp803 juta — itu churning, bukan akumulasi. Harga 34,3% di atas 50 SMA yang datar, RSI 69,16 setelah +33,8 poin dalam 7 sesi, ATR Rp22,56 (10,09%) yang naik 72% dalam 8 sesi. Ini bukan tren yang mapan; ini stretch yang terefleksi penuh di harga. Tidak ada dasar untuk Buy atau Overweight di sini.

Kedua, argumen Bull soal "uang pintar" dari GRAFITI PERS tidak terverifikasi. Harga transaksi '@ 0' — tidak bisa dibuktikan premium atau diskon. Blok 24,3% (dari 9,9%) bisa menjadi overhang jika cost basis jauh di bawah Rp228. Konservatif benar menyebut ini "tebakan berlabel optionality"; tapi Netral juga benar bahwa ketidaktahuan bukan alasan membuang opsi — hanya alasan memegang ukuran kecil. Fakta kepemilikan 9,9% → 24,3% adalah data paling material di seluruh materi, dan itu tidak bisa dinilai nol.

Ketiga, dan ini yang mencegah saya turun ke Sell penuh: premis Konservatif sendiri adalah alasan untuk menolak kesimpulannya. Konservatif benar bahwa stop Rp188 rapuh terhadap gap — rentang harian Rp181–236 berarti stop bisa dilewati tanpa eksekusi. Tapi dari "stop tidak andal" ia melompat ke "keluar hampir penuh", padahal solusi yang mengikuti premisnya adalah mengecilkan ukuran nominal dan memakai konfirmasi close, bukan likuidasi. Ia juga mengasumsikan bisa masuk kembali lebih murah nanti — itu tebakan arah tersembunyi, dengan label berbeda dari yang ia tuduhkan ke Agresif. Kontradiksinya paling telanjang: ia melarang zona Rp194–210, lalu di paragraf berikut mengizinkan posisi uji 1/4 unit dengan aturan keluar Rp204. Yang ia tolak bukan struktur rencana, tapi ukuran.

Agresif juga kehilangan di dua titik. Ia mendorong 55–60% pengurangan tanpa dasar angka di atas 50–60% — itu postur, seperti kata Netral. Dan ia menyisakan 40–45% di atas stop Rp188 sambil mengakui gap risk — proteksi yang tidak mekanis andal, kelemahan yang ia sendiri kritik pada pihak lain. Netral paling dekat pada kebenaran struktural: pengurangan 50–55% dalam tranche limit, sisa dipecah menjadi bagian katalis kecil, dan pengaman utama adalah ukuran, bukan level.

Yang juga harus dicatat eksplisit: fundamental tidak rusak total. Gross margin 39,2%, gap ke breakeven hanya Rp1,68 miliar dari revenue Rp42,88 miliar kuartalan — tapi ini melawan rugi bersih Q2 −Rp1,12 miliar, beban G&A 42% dari revenue, dan beban bunga Rp1,09 miliar (65% rugi sebelum pajak). Data neraca, kas, total aset, arus kas operasi, tren revenue/laba YoY, harga/tanggal transaksi akuisisi, makro (FRED tidak tersedia), dan sentimen (0/3 sumber) semuanya kosong. Semua penilaian di atas dibuat dengan keterbatasan ini.

Apa yang mengubah keputusan ini. Naik ke Overweight/Buy jika: (a) laporan kuartal berikutnya menunjukkan breakeven atau laba operasional positif; (b) harga dan tanggal transaksi GRAFITI PERS terkonfirmasi pada premium terhadap harga pra-transaksi; (c) tiga sesi berturut-turut net foreign buy dengan volume di atas rata-rata 20 hari. Turun ke Sell jika: (a) close di bawah Rp194 dengan volume; (b) transaksi GRAFITI terbukti di harga diskon signifikan terhadap Rp207–210; (c) kuartal berikutnya menunjukkan rugi melebar atau beban bunga naik; (d) free float menyusut dan spread melebar >5%. Review berikutnya setelah laporan kuartal atau 5 sesi perdagangan, mana yang lebih dulu, dengan fokus pada harga transaksi GRAFITI dan kemunculan TMPO.JK di screener akumulasi IDX.

Rencana trader

472 kata

Action: Sell

Reasoning: Rencana riset berlabel Underweight, dan sesuai aturan pemetaan Underweight = Sell (bukan Hold). Kekuatan kasusnya saya nilai cukup untuk benar-benar mengurangi eksposur, bukan sekadar menahan, karena tiga hal bertemu sekaligus pada TMPO.JK: (1) harga Rp228 berada 6–10% di atas harga transaksi riil bandarmologi (Rp200–216, avg ~Rp208) dan 21,8% di atas VWMA Rp187,21 — pembeli di sini membayar premi di atas cost basis pasar; (2) aliran dana asing negatif (net foreign −2.804.700 lembar, CGS International/YU net jual −Rp3,25 miliar di avg Rp210, ditambah Korea Investment dan Maybank), sementara volume 547,4 juta lembar (~10x rata-rata 20 hari, Rp113,5 miliar) lebih bersifat churning retail (Stockbit Rp47,9 miliar beli vs Rp47,1 miliar jual, net hanya +Rp803 juta) daripada akumulasi bersih; (3) harga terentang ekstrem 34,3% di atas 50 SMA yang datar, RSI 69,16 setelah naik +33,8 poin dalam 7 sesi, dengan ATR Rp22,56 (10,09%) yang naik 72% dalam 8 sesi — pada rentang harian Rp181–236 ini, stop tidak bisa diandalkan karena gap risk. Pola historis TMPO.JK berulang: volume spike lalu rejection (12 Juni, 26 Agustus, 24 September, 20 Oktober) dengan win-rate vendor hanya 36–38% dan PF 0,67 — artinya rata-rata D+3 +7,29% tidak bisa dianggap edge yang bisa ditahan. Saya juga tidak membeli argumen katalis GRAFITI PERS: harga transaksinya tidak ada datanya ('@ 0'), sehingga klaim premium/diskon tidak terverifikasi, dan blok 24,3% itu bisa menjadi overhang bila cost basisnya jauh di bawah Rp228. Struktur teknikal memang bullish (10 EMA 173,40 > 50 SMA 169,76 > 200 SMA 140,94, MACD crossover dengan histogram +6,20), tetapi sinyal itu taktis dan sudah terefleksi penuh di harga; rekomendasi Buy milik laporan pun mensyaratkan entry di pullback Rp194–210 yang belum terjadi, jadi membeli di Rp228 berarti mengejar. Fundamental tidak sepenuhnya rusak (gross margin 39,2%, gap ke breakeven Rp1,68 miliar dari revenue Rp42,88 miliar kuartalan, beban bunga Rp1,09 miliar sebagai risiko) — itu sebabnya saya tidak menyebut ini Sell total ke nol, melainkan pengurangan eksposur 50–60% dengan sisa kecil sebagai opsi katalis. Data yang hilang dan tidak saya pakai sebagai dasar: neraca, kas, total aset, arus kas operasi, tren revenue/laba YoY, harga/tanggal transaksi akuisisi, data makro, dan sentimen (0/3 sumber).

Entry Price: 222.0

Stop Loss: 188.0

Position Sizing: Kurangi 50–60% dari posisi yang ada di zona Rp220–230 (likuiditas masih ada di volume 547 juta lembar), sisakan 40–50% sebagai opsi katalis dengan stop Rp188 dan trailing stop setelah Rp249; take-profit sisa posisi 1/3 di Rp249 dan 1/3 di Rp270. Jika belum memegang posisi: tidak membuka posisi baru di Rp228, eksposur maksimum 0–1/4 unit dan hanya bila harga bertahan close di atas Rp194 selama 2 sesi dengan volume turun di bawah 30% dari volume hari rekam; risiko maksimum posisi ≤1% portofolio dihitung dari ATR ~10%/hari. Tanpa averaging down di bawah Rp194, tanpa leverage/margin, dan likuidasi sisa posisi bila gagal bertahan di atas Rp204 (Bollinger upper hari rekam).

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

866 kata

Recommendation: Underweight

Rationale: Debat ini pada akhirnya tidak memenangkan Bull secara meyakinkan, tetapi juga tidak membenarkan Sell penuh sebagai rating struktural. Saya menilai Bear lebih unggul pada tiga titik kunci: (1) katalis GRAFITI PERS tidak terverifikasi — harga transaksi '@ 0', tidak bisa dibuktikan premium atau diskon, dan jika diskon maka blok 24,3% itu adalah overhang dengan cost basis jauh di bawah pembeli Rp228; Bull membangun argumen "uang pintar" di atas asumsi harga yang tidak ada datanya. (2) Bull secara implisit mengakui masalah entry: rekomendasinya sendiri adalah beli di Rp194–210 dengan stop Rp194, bukan di Rp228 — artinya tesis Bull bergantung pada pullback yang belum terjadi, dan pada ATR ~10%/hari dengan span harian Rp55, stop di Rp194 adalah titik yang sangat mungkin dilewati dengan gap. (3) Hitungan "foreign sell hanya 0,5% dari volume" milik Bull memang salah metode (membandingkan net sell asing dengan total volume pasar, bukan volume asing), dan PF 0,67 pada statistik historis berarti total untung lebih kecil dari total rugi — rata-rata D+3 +7,29% tidak bisa dipresentasikan sebagai "edge positif" tanpa pembuktian outlier yang bisa ditahan.

Namun saya tidak menerima Sell penuh karena sisi Bear juga melemah di beberapa titik: (a) Bull benar bahwa Bear mengangkat GRAFITI sebagai "risiko konsentrasi" tanpa menimbang bahwa kenaikan 9,9% → 24,3% adalah fakta kepemilikan paling material dalam seluruh materi — itu bukan sinyal bullish terkonfirmasi, tapi juga bukan nol; (b) struktur laba kotor 39,2% dengan gap ke breakeven hanya Rp1,68 miliar dari revenue Rp42,88 miliar kuartalan adalah fakta nyata yang Bear hanya bantah dengan narasi "restrukturisasi", bukan angka; (c) keberatan Bear soal beban bunga Rp1,09 miliar valid sebagai risiko struktur modal, tetapi tidak membalikkan fakta bahwa bear tidak punya data neraca sama sekali — keduanya sama-sama buta; (d) rejeksi historis (12 Juni, 26 Agustus, 24 September, 20 Oktober) memang terjadi sebelum akuisisi, sehingga ekstrapolasi statistik ke hari ini adalah asumsi yang tidak diuji, meski "regime baru" versi Bull juga tidak teruji — hanya satu hari data pasca-spike.

Kesimpulan: tesis Bull bergantung pada katalis yang tidak terverifikasi dan harga entry yang belum tercapai; tesis Bear bergantung pada statistik pra-katalis dan pembacaan flows yang sebagian juga asumsi. Yang menang secara tipis adalah Bear pada disiplin harga dan ketidakpastian katalis, sehingga tidak ada dasar untuk Buy atau Overweight di Rp228. Tetapi karena katalis struktural itu ada (bukan imajiner), fundamental tidak rusak total (margin bruto 39,2%), dan data neraca/makro/sentimen benar-benar kosong, Sell penuh juga terlalu percaya diri. Ini Underweight: kurangi eksposur, jangan tambah, dan tunggu konfirmasi sebelum membangun posisi baru.

Catatan eksplisit atas data yang hilang: tidak ada neraca, posisi kas, total aset, arus kas operasi, tren revenue/laba YoY, harga transaksi akuisisi, data makro (FRED tidak tersedia, prediction market ditahan), maupun sentimen (0/3 sumber). Semua penilaian di atas dibuat dengan keterbatasan ini.

Strategic Actions: Sizing terhadap alokasi standar (anggap 100% unit alokasi untuk satu nama small cap):

  1. Jika belum memegang posisi: JANGAN buka posisi baru di Rp228. Batas eksposur maksimum 0–1/4 unit, dan hanya jika dua syarat terpenuhi bersamaan: (a) harga retrace ke zona Rp194–210 dan bertahan (close di atas Rp194 selama 2 sesi berturut-turut), dan (b) volume mengecil menjadi <30% volume hari rekam, menandakan churning berhenti bukan panic exit. Entry maksimum 1/4 unit, stop ketat di Rp188 (bukan Rp194 — beri ruang di bawah level psikologis untuk gap), ukuran posisi dihitung dari ATR ~10%/hari sehingga kerugian maksimum posisi ini ≤1% dari total portofolio.

  2. Jika sudah memegang posisi (kasus paling mungkin untuk rating Underweight): potong 50–60% di Rp220–230 menggunakan likuiditas yang masih ada sekarang — ini adalah alasan utama rating Underweight, karena keluar saat volume 547 juta lembar jauh lebih murah daripada keluar saat volume mengering. Sisakan sisa 40–50% sebagai "katalis option" dengan stop Rp188 dan trailing stop setelah Rp249.

  3. Aturan take-profit sisa posisi: jual 1/3 di Rp249 (TP1), 1/3 di Rp270 (TP2), biarkan sisanya berjalan dengan trailing stop 8–10% di bawah harga tertinggi. Jika TMPO gagal bertahan di atas Rp204 (Bollinger upper hari rekam), perlakukan breakout sebagai gagal dan liquidasi sisa posisi di pasar, tanpa menunggu Rp188.

  4. Pemicu untuk menaikkan rating ke Overweight/Buy (revisi ke atas): (a) rilis laporan keuangan kuartal berikutnya yang menunjukkan breakeven atau laba operasional positif — ini akan memvalidasi klaim Bull soal "gap Rp1,68 miliar"; (b) konfirmasi harga dan tanggal transaksi akuisisi GRAFITI PERS pada level premium terhadap harga pra-transaksi; (c) tiga sesi berturut-turut net foreign buy disertai volume di atas rata-rata 20 hari.

  5. Pemicu untuk menurunkan ke Sell (revisi ke bawah): (a) close di bawah Rp194 dengan volume; (b) terungkap bahwa transaksi GRAFITI dilakukan di harga diskon signifikan terhadap Rp207–210; (c) laporan kuartal berikutnya menunjukkan rugi melebar atau beban bunga meningkat; (d) free float menyusut/mengering sehingga spread melebar >5%.

  6. Larangan eksplisit untuk trader: tidak ada averaging down di bawah Rp194, tidak ada penambahan posisi selama harga di atas VWMA Rp207 tanpa konfirmasi volume baru, dan tidak ada penggunaan leverage atau margin pada TMPO.JK karena ATR 10% per hari dengan gap risk membuat stop tidak dapat diandalkan.

  7. Review berikutnya: setelah laporan keuangan kuartal berikutnya atau setelah 5 sesi perdagangan, mana yang lebih dulu — dengan fokus khusus pada dua data yang paling menentukan arah: harga transaksi GRAFITI PERS (premium vs diskon) dan apakah TMPO muncul di screener akumulasi IDX.

Analisa teknikal dan aliran dana

3545 kata

Laporan Analisis Teknikal & Aliran Dana — TMPO.JK (PT Tempo Inti Media Tbk)

Tanggal analisis: 27 Oktober 2026 | Sumber harga & indikator: IDX Edge PRO (daily bars)


1. Ringkasan Eksekutif

TMPO.JK menutup 27 Oktober 2026 di Rp228, naik Rp39 dari penutupan sebelumnya Rp189. Rentang harian sangat lebar: Low Rp181 – High Rp236 (span Rp55). Nilai transaksi mencapai Rp113,54 miliar dengan volume 547,4 juta lembar dan 48.836 transaksi — jauh di atas rata-rata volume 20 hari yang disebut vendor sekitar 53 juta lembar (~10,2x). Harga kini berada di atas seluruh moving average (10 EMA 173,40 / 50 SMA 169,76 / 200 SMA 140,94) dan juga di atas Bollinger Upper Rp204,03, dengan RSI 69,16 — tepat di ambang zona overbought.

Namun ada catatan penting: net foreign justru jual −2.804.700 lembar pada hari kenaikan besar tersebut, dan broker penjual terbesar adalah CGS International (YU, broker asing) dengan net jual −Rp3,25 miliar, sementara bandarmologi di level harga riil menunjukkan harga transaksi terkonsentrasi di kisaran Rp200–Rp216, bukan di Rp228. Ini adalah setup momentum kuat yang didorong volume spekulatif, dengan distribusi pihak asing di tengah euforia — bukan akumulasi asing yang sehat.

Rating: Buy (speculative, momentum-based — bukan akumulasi strategis) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: BUY (position kecil/partial, entry di pullback, stop ketat)


2. Konteks Struktural & Historis (April–Oktober 2026)

Untuk memahami hari ini, perlu jejak harga:

  • April 2026: berkisar Rp125–Rp136, relatif tenang.
  • Mei–Juni 2026: penurunan bertahap ke Rp100-an. Ada lonjakan volume anomali 30 April 2026 (28,5 juta lembar, nilai Rp4,02 miliar, 3.972 transaksi) dengan Open Rp131 dan Close Rp128 — pola distribution day yang gagal membawa harga naik.
  • 11–12 Juni 2026: dua hari volume raksasa (68,2 juta dan 120,9 juta lembar; nilai Rp8,0 miliar dan Rp18,27 miliar). Harga naik dari Rp94 → Rp126 → close Rp130 pada 12 Juni, tetapi High Rp165 pada 12 Juni lalu ditutup jauh di bawahnya (Rp130). Ini adalah pola buying climax + rejection yang kemudian berlanjut turun ke Rp95 pada 30 Juni.
  • Juli–Agustus 2026: pembentukan basis Rp100–Rp113, lalu 3 Agustus 2026 lonjakan ke Rp152 (volume 128,7 juta, nilai Rp17,9 miliar) — lagi-lagi ditutup tepat di high.
  • 6–26 Agustus 2026: rally besar. Dari Rp159 (6 Agustus) ke puncak intraday Rp252 pada 26 Agustus 2026 (volume 318,1 juta lembar, nilai Rp74,5 miliar, 33.801 transaksi). Hari berikutnya (27 Agustus) tercatat "harga tetap Rp252 dengan volume 0" — indikasi suspensi/sentuh ARA tanpa transaksi.
  • Setelah itu harga retrace: 28 Agustus Rp216 → 31 Agustus Rp184 → September turun ke area Rp150–Rp160, dengan Low intraday Rp145 pada 14 September.
  • 24 September 2026: volume raksasa lagi (256,8 juta lembar, nilai Rp48,2 miliar) dengan High Rp200 namun close Rp170 — rejection besar kedua.
  • 16 Oktober 2026: Low Rp128, close Rp132 — koreksi tajam ke area 50/200 SMA.
  • 19–20 Oktober 2026: volume 186,0 juta dan 197,7 juta lembar (nilai Rp31,1 miliar dan Rp34,3 miliar) di area Rp158–Rp169, dengan high Rp194 pada 20 Oktober lalu close Rp158 — lagi-lagi rejection.
  • 26–27 Oktober 2026: breakout baru, close Rp189 lalu Rp228.

Pelajaran struktural: TMPO.JK memiliki sejarah berulang "volume surge → spike ke atas → penolakan → retrace 20–40%" (12 Juni, 26 Agustus, 24 September, 20 Oktober). Vendor sendiri menandai pola ini sebagai "JEBAKAN HISTORIS" dengan win-rate hanya 36–38% pada event serupa, meski rata-rata return D+3 positif (+1,96% s.d. +7,29%). Artinya: secara statistik, spike ini lebih sering gagal daripada berhasil, tetapi biasanya masih ada satu-dua hari lanjutan sebelum gagal.


3. Tren Harga & Moving Averages

MA Nilai Posisi Harga (Rp228) Interpretasi
10 EMA 173,40 +31,5% di atas Ekstensi ekstrem; harga jauh di atas rata-rata cepat
50 SMA 169,76 +34,3% di atas Tren menengah positif, namun jarak jauh
200 SMA 140,94 +61,8% di atas Tren jangka panjang kuat (bullish struktural)
Bollinger Mid (20) 163,70 +39,3% Harga di luar band atas
Bollinger Upper 204,03 Close di atasnya Overbought / breakout band — perlu konfirmasi volume
Bollinger Lower 123,37 — Band lebar ~80 poin, volatilitas tinggi

Struktur MA: 10 EMA (173,40) di atas 50 SMA (169,76), dan keduanya di atas 200 SMA (140,94) → susunan bullish penuh (full bullish alignment). Ini fakta positif.

Namun pentingnya: 50 SMA telah flat/datar sejak 12 Oktober (168,50 → 169,76 dalam 11 sesi), sementara 200 SMA bahkan sedikit turun (142,08 pada 16 September → 140,94 pada 27 Oktober). Artinya tren menengah tidak sedang menguat secara struktural — spike hari ini sepenuhnya berasal dari ekspansi harga di atas MA yang mendatar, bukan dari percepatan MA. Harga saat ini 34% di atas 50 SMA — jarak yang secara historis tidak bertahan; mean-reversion biasanya datang cepat.

VWMA = 187,21 vs harga Rp228. VWMA (volume-weighted) jauh di bawah harga close, artinya sebagian besar volume terakumulasi di harga Rp160–Rp190, bukan di Rp200-an atas. Ini menegaskan cost basis pasar ada di bawah harga sekarang — potensi supply dari posisi yang sudah untung besar.


4. Momentum: MACD & RSI

MACD (12,26,9):

  • MACD line: 5,33 (dari −0,04 pada 26 Okt) — lonjakan tajam.
  • Signal: −0,87
  • Histogram: +6,20 (dari +2,38)

Ini adalah bullish crossover yang baru terjadi hari ini (27 Oktober) dengan gap yang sangat lebar. Histogram berbalik positif sejak 23 Oktober (+0,09) lalu meledak. Ini konfirmasi momentum naik jangka sangat pendek yang kuat.

Tapi perhatikan konteksnya: MACD masih di bawah nol pada 26 Oktober (−0,04) dan signal masih negatif (−0,87). Crossover baru saja terjadi setelah MACD turun ke −5,51 pada 16 Oktober (level terendah bulan ini). Ini adalah V-bottom recovery dari oversold, bukan tren naik yang mapan. MACD di 5,33 juga masih jauh di bawah puncak September (misal 2,18 pada 1 Oktober tidak relevan; puncak sebelumnya jauh lebih tinggi). Artinya: momentum berbalik dari negatif ke positif sangat cepat, dan ini adalah sinyal entry yang bersifat taktis, bukan strategis.

RSI (14):

  • 16 Oktober: 35,40 (paling rendah, hampir oversold)
  • 21 Oktober: 45,25
  • 26 Oktober: 60,35
  • 27 Oktober: 69,16

RSI naik +33,8 poin dalam 7 sesi. Ini adalah incline yang sangat vertikal. RSI 69,16 belum melewati 70, tapi berada di zona yang secara tipikal mendahului pullback. Vendor sendiri menandai "⚠️ Overbought" — meski nilai RSI vendor disebut 66 vs snapshot 69,16 (selisih kecil karena perbedaan periode/pembulatan; snapshot terverifikasi 69,16 yang saya gunakan).

Catatan divergence: Tidak ada bearish divergence yang bisa dikonfirmasi di sini karena harga baru saja breakout ke level tertinggi sejak 20 Oktober. Namun RSI sebelumnya (16 Oktober) 35 dan harga Rp132; kini RSI 69 dan harga Rp228 — momentum naik sepenuhnya searah.


5. Volatilitas & Manajemen Risiko (ATR)

ATR (14) = Rp22,56 (10,09% dari harga per vendor). Tren ATR:

  • 15 Oktober: 13,13
  • 19 Oktober: 16,07
  • 26 Oktober: 20,06
  • 27 Oktober: 22,56

ATR naik ~72% dalam 8 sesi. Volatilitas sedang meledak, bukan menurun. Rentang harian 27 Oktober Rp181–Rp236 (span Rp55) = 2,4x ATR — hari yang jauh lebih liar dari rata-rata.

Implikasi praktis:

  • Stop-loss berbasis ATR 1× = Rp228 − 22,56 ≈ Rp205. 1,5× ATR ≈ Rp194.
  • Untuk posisi yang sama risiko, ukuran posisi harus dipotong ~40% dibanding ketika ATR 13.
  • ATR 22,56 dengan harga Rp228 berarti setiap hari harga bisa bergerak ±10% — sangat berisiko untuk posisi tanpa stop disiplin.
  • Stop yang terlalu ketat (< 1 ATR) akan mudah kena noise.

6. Volume & Konfirmasi (VWMA)

Hari Volume (lembar) Nilai (Rp) Close
26 Okt 213,8 juta 38,93 miliar 189
27 Okt 547,4 juta 113,54 miliar 228

Volume 547 juta lembar adalah terbesar sepanjang 7 bulan data yang saya pegang (melebihi 318 juta pada 26 Agustus dan 256,8 juta pada 24 September). Turnover Rp113,5 miliar adalah rekor tertinggi dalam periode yang sama.

Secara konvensional, volume eksplosif di hari kenaikan adalah konfirmasi bullish. Tapi ada tiga peringatan:

  1. Close Rp228 vs High Rp236 — harga gagal ditutup di high; ada penjualan di puncak. Meskipun close masih sangat dekat high (96,6% dari high), low Rp181 menunjukkan intraday drawdown Rp55 dari high (23,3%).
  2. VWAP/harga transaksi riil di ~Rp207–Rp216 (dari data bandarmologi), jauh di bawah close Rp228. Artinya pembeli besar hari ini membeli sekitar Rp207-216, dan Rp228 memuat premi ~6–10% di atas rata-rata transaksi — pembeli di harga close saat ini membeli lebih mahal dari institusi yang menggerakkan hari itu.
  3. Volume 547 juta ini 10x rata-rata 20 hari — vendor menandai "volume ekstrem >8x" sebagai JEBAKAN HISTORIS dengan win-rate 36,4% dan PF 0,67, meski D+3 rata-rata +7,29%.

Konfirmasi volume ada, tetapi kualitasnya rapuh — cenderung churning (pertukaran kepemilikan cepat dari tangan kuat ke tangan spekulatif retail) alih-alih akumulasi bersih.


7. Bandarmologi (Broker Summary) — Sinyal Paling Material

7.1 Net Buyers & Net Sellers (rupiah)

Pembeli net teratas:

Broker Nama Net Value Net Vol
CC Mandiri Sekuritas +Rp1,41 miliar +8,35 juta
CP KB Valbury Sekuritas +Rp1,41 miliar +6,39 juta
XL Stockbit Sekuritas Digital +Rp803,5 juta +2,94 juta
LG Trimegah Sekuritas +Rp538,1 juta +2,50 juta
XC Ajaib Sekuritas Asia +Rp415,2 juta +1,70 juta
YP Mirae Asset (asing) +Rp291,7 juta +0,83 juta
AK UBS Sekuritas Indonesia (asing) +Rp232,1 juta +1,09 juta
HP Henan Putihrai +Rp199,1 juta +0,89 juta
SQ BCA Sekuritas +Rp88,0 juta +0,59 juta
KK Phillip Sekuritas +Rp74,5 juta +0,34 juta

Penjual net teratas:

Broker Nama Net Value Net Vol
YU CGS International (asing) −Rp3,25 miliar −15,48 juta
RS Yulie Sekuritas −Rp737,5 juta −3,75 juta
BQ Korea Investment (asing) −Rp311,5 juta −1,32 juta
PD Indo Premier −Rp269,3 juta −1,24 juta
NI BNI Sekuritas −Rp242,5 juta −1,11 juta
AZ Sucor Sekuritas −Rp152,1 juta −0,87 juta
YJ Lotus Andalan −Rp116,1 juta −0,60 juta
ZP Maybank Sekuritas (asing) −Rp91,7 juta −0,46 juta
XA NH Korindo −Rp83,9 juta −0,40 juta
GR Panin Sekuritas −Rp57,8 juta −0,26 juta

7.2 Menyimpulkan pola

Pola yang terlihat: DISTRIBUSI ASING ↔ ABSORPSI RETAIL/LOKAL.

  • Penjual terbesar adalah CGS International (YU) — broker asing dengan net jual −Rp3,25 miliar. Nilai ini lebih dari dua kali net beli terbesar (CC/CP masing-masing +Rp1,41 miliar).
  • Broker asing lain juga net jual: Korea Investment (BQ) −Rp311,5 juta, Maybank (ZP) −Rp91,7 juta.
  • Broker asing yang net beli hanya UBS (AK) +Rp232,1 juta dan Mirae (YP) +Rp291,7 juta — dikombinasikan itu +Rp523,8 juta, masih jauh di bawah net jual asing −Rp3,65 miliar (YU+BQ+ZP).
  • Total net asing ≈ −Rp3,13 miliar bersih jual, konsisten dengan net foreign −2.804.700 lembar pada 27 Oktober.
  • Pembeli utama adalah retail dan semi-institusi: Stockbit (XL, platform retail) +Rp803,5 juta, Ajaib (XC, retail) +Rp415,2 juta, plus broker institusi domestik Mandiri (CC) dan KB Valbury (CP) yang memegang ~Rp2,8 miliar. Berdasarkan data rupiah, CC/CP agak lebih besar dari retail, sehingga bukan murni "asing jual ke retail" — tetapi arah keselurahannya jelas: asing net keluar, domestik net masuk.

Ini adalah kebalikan dari setup akumulasi sehat. Setup sehat adalah asing membeli dan retail jual. Di sini, asing jual (terutama CGS YU) dan retail/lokal serap.

7.3 Akumulasi di level harga mana?

Data "Accumulation by price level" — pasangan buy/sell pada level harga tertentu:

Buyer Buy Avg Buy Val Seller Sell Avg Sell Val
XL (Stockbit) Rp207 Rp47,86 miliar XL Rp206 Rp47,06 miliar
CC (Mandiri) Rp206 Rp14,83 miliar CC Rp210 Rp13,42 miliar
YP (Mirae) Rp209 Rp12,77 miliar YP Rp207 Rp12,48 miliar
CP (KB Valbury) Rp216 Rp6,81 miliar CP Rp215 Rp5,40 miliar
XC (Ajaib) Rp209 Rp4,19 miliar XC Rp206 Rp3,77 miliar
AK (UBS) Rp204 Rp2,38 miliar YU (CGS) Rp210 Rp3,25 miliar
KK (Phillip) Rp213 Rp2,05 miliar PD (Indo Premier) Rp205 Rp2,32 miliar
PD Rp203 Rp2,05 miliar AK (UBS) Rp203 Rp2,15 miliar
SQ (BCA) Rp200 Rp992,9 juta KK Rp213 Rp1,98 miliar
LG (Trimegah) Rp214 Rp726,8 juta NI Rp210 Rp1,06 miliar

Temuan krusial:

  1. Harga transaksi riil berada di Rp200–Rp216, bukan Rp228. Close Rp228 adalah harga akhir sesi, tapi volume terbesar berpindah tangan di sekitar Rp207–Rp210.
  2. CGS (YU) menjual di rata-rata Rp210 sebesar Rp3,25 miliar — ini adalah penjualan sistematis di level Rp210, bukan panik di harga rendah. Mereka meminjam supply untuk dijual dalam rally.
  3. UBS (AK) membeli di Rp204 rata-rata (Rp2,38 miliar) namun juga menjual di Rp203 (Rp2,15 miliar) — net hanya +Rp232 juta. Aktivitas UBS tampak seperti market-making/likuiditas, bukan akumulasi direksional.
  4. XL (Stockbit) paling banyak bertransaksi (Rp47,9 miliar beli dan Rp47,1 miliar jual di ~Rp206–207) — net hanya +Rp803 juta. Ini adalah pola churning: volume besar berputar tanpa net accumulation signifikan. Stockbit adalah platform retail, jadi ini adalah pertukaran antar retail spekulatif.
  5. CC (Mandiri) membeli Rp14,8 miliar di Rp206 dan menjual Rp13,4 miliar di Rp210 — net +Rp1,41 miliar tapi menjual di harga lebih tinggi dari beli (sell avg Rp210 > buy avg Rp206). Ini adalah profit-taking, bukan akumulasi bersih.
  6. CP (KB Valbury) membeli di rata-rata Rp216 (tertinggi di antara pembeli besar) dan menjual di Rp215 — net positif tapi dengan base harga lebih tinggi dari CC/XL.

Kesimpulan bandarmologi: Tidak ada broker dengan pola akumulasi bersih yang kuat dan konsisten. Yang ada adalah turnover besar di Rp200–Rp216 dengan distributor asing (CGS) dan churning retail (Stockbit XL). Pembeli besar domestik (CC) membeli di Rp206 dan menjual di Rp210 — pola scalping profit, bukan akumulasi.

Catatan: get_accumulation_history mengembalikan "no historical accumulation rows", dan order flow detail untuk 27 Oktober menunjukkan "0 ticks" — sehingga saya tidak bisa mengonfirmasi pola multi-hari dari alat ini. Namun vendor menyebut CC beli 3/5 hari terakhir, AK jual 3/5, MG jual 3/5, NI beli 4/5 — tentatif.


8. Konteks Pasar (Market Breadth)

Per sesi berjalan 27 Oktober (Sesi 1): 801 saham bergerak. Top gainer lain seperti BPII +23,5%, KOPI +18,12%, BIPP +17,24%. Top loser EURO −9,83%, BTEK −8,34%. Pasar tampak aktif dan cenderung risk-on, mendukung momentum TMPO hari ini. Meski tidak ada data breadth >1% vs <−1% untuk mengukur rasio secara total, harga pasar sedang open session 1 — artinya harga Rp228 adalah harga intraday berjalan, bukan close final yang pasti; bila sesi 2 melemah, close bisa berubah.


9. Sintesis: Point–Counterpoint

Argumen bullish (mendukung rating Buy):

  • Full bullish alignment MA (10 > 50 > 200).
  • MACD bullish crossover hari ini dengan histogram meledak +6,20.
  • Volume rekor (547 juta lembar, Rp113,5 miliar) — konfirmasi partisipasi.
  • RSI 69,16, belum overbought ekstrem (>70).
  • Close Rp228 di atas Bollinger Upper Rp204 — breakout band dengan konfirmasi volume.
  • ATR tinggi = potensi upside harian besar.

Argumen bearish (mendukung kehati-hatian/kecil posisi):

  • Foreign net jual −2,8 juta lembar; CGS International net jual −Rp3,25 miliar (terbesar).
  • Harga transaksi riil di Rp207–Rp210, close Rp228 adalah premi 6–10% di atas VWAP bandarmologi.
  • VWMA Rp187,21 < harga — cost basis pasar jauh di bawah.
  • Harga 34% di atas 50 SMA (yang datar), 31% di atas 10 EMA — ekstensi ekstrem.
  • Pola historis berulang: volume spike → rejection pada 12 Juni, 26 Agustus, 24 September, 20 Oktober.
  • Vendor flag "JEBAKAN HISTORIS" win-rate ~36–38% pada event serupa.
  • RSI naik +33,8 poin dalam 7 sesi — incline terlalu vertikal.
  • ATR naik +72% — volatilitas mengkhawatirkan untuk posisi baru.
  • Lot 547 juta yang ditransaksikan didominasi churning Stockbit/XA, bukan akumulasi bersih.

10. Rekomendasi Praktis

Untuk trader posisi belum ada — buy on pullback, jangan chase di Rp228

Entry yang lebih rasional: Rp194–Rp210 (area S1 Rp194 dari pivot vendor, dan VWAP bandarmologi Rp207–210). Jangan beli di Rp228 karena:

  • Premi di atas harga transaksi riil.
  • RSI 69 hampir overbought.
  • Asing distributor aktif di Rp210.

Target TP1: Rp249 (R1 vendor) — +9,2% dari Rp228 (bila entry di Rp210: +18,6%).
Target TP2: Rp270 (R2 vendor) — +18,4% dari Rp228 (entry Rp210: +28,6%) — realistis hanya jika momentum berlanjut kuat.
Stop-loss: Rp194 (−14,9% dari Rp228) atau Rp205 (−10,1%) untuk trader agresif. Stop ini selaras dengan ATR (1× ATR ≈ Rp205) dan pivot S1. Bila entry di Rp210, stop Rp194 = −7,6%.

Ukuran posisi: Terapkan setengah atau sepertiga ukuran normal karena ATR 22,56 (10% harga), sehingga total risiko per posisi tetap sama dengan saham volatilitas normal.

Untuk trader dengan posisi dari harga rendah (Rp150–Rp170)

  • Pertimbangkan partial take-profit di Rp228–Rp249, karena:
    • Regime foreign flow negatif.
    • VWMA Rp187 jauh di bawah — posisi Anda sangat untung.
    • Histori menunjukkan rejection cepat.
  • Sisakan trailing stop di Rp194 (di bawah S1) untuk menangkap kelanjutan tren ke Rp270 jika terjadi.

Skenario Gagal (wajib diantisipasi)

Bila close di bawah Rp194 dengan volume tinggi (mirip 16 Oktober close Rp132), ini adalah sinyal failed breakout → keluar. Potensi retrace ke Rp169–Rp170 (50 SMA) dan bahkan Rp160 (SL vendor).


11. Tabel Ringkasan

Kategori Indikator/Data Nilai Sinyal Bobot dalam Keputusan
Harga Close 27 Okt / High / Low Rp228 / Rp236 / Rp181 Close dekat high tapi low dalam Netral–Positif
Trend close_10_ema 173,40 Harga +31,5% di atas Bullish tapi ekstrem
Trend close_50_sma 169,76 Harga +34,3% di atas, SMA datar Bullish (ekstensi)
Trend close_200_sma 140,94 Harga +61,8% di atas (turun tipis) Bullish struktural
Momentum macd / macds +5,33 / −0,87 Bullish crossover hari ini Bullish taktis
Momentum macdh +6,20 (dari +2,38) Ekspansi momentum Bullish kuat (short-term)
Momentum rsi (14) 69,16 Hampir overbought (dari 35,40 pada 16 Okt) Waspada
Volatilitas boll / ub / lb 163,70 / 204,03 / 123,37 Close di atas UB Breakout — perlu konfirmasi
Volatilitas atr (14) 22,56 (10,09% harga) Naik +72% dalam 8 sesi Risiko tinggi
Volume Volume / Nilai / Freq 547,4 jt / Rp113,5 M / 48.836 ~10x rata-rata 20 hari Konfirmasi tapi churning
Volume vwma 187,21 Jauh di bawah close Rp228 Peringatan — basis biaya rendah
Bandarmologi Net foreign −2.804.700 lembar Foreign net jual Bearish
Bandarmologi Top seller YU / CGS International: −Rp3,25 M Asing distribusi Bearish kuat
Bandarmologi Top buyer CC / CP: masing-masing +Rp1,41 M Domestik serap Netral–Positif
Bandarmologi Churning XL (Stockbit) Rp47,9M beli vs Rp47,1M jual Net hanya +Rp803 jt Netral (red flag)
Bandarmologi Harga transaksi riil Rp200–Rp216 (avg ~Rp208) Close Rp228 = premi 6–10% Bearish (close mahal)
Historikal Pola volume spike 12 Jun / 26 Agu / 24 Sep / 20 Okt Semua rejection kemudian turun Bearish
Vendor Score 60/75 "BULLISH, akumulasi kuat" Sinyal akumulasi Bullish, tapi: "JEBAKAN HISTORIS" win-rate 36–38%
Pasar Breadth 27 Okt 801 emiten, banyak gainer Risk-on intraday Netral–Positif
Keputusan RATING Buy (speculative, partial position) BUY on pullback

12. Keterangan Perbedaan Data

  • RSI: Snapshot terverifikasi = 69,16; vendor menyebut 66. Ini perbedaan pembulatan/periode. Saya menggunakan 69,16 sebagai kebenaran.
  • Bollinger: Snapshot UB = 204,03; vendor say 203. Selisih kecil; pakai 204,03.
  • ATR: Snapshot = 22,56; vendor say Rp23. Pakai 22,56.
  • Close: Snapshot & CSV kompak = Rp228, High Rp236, Low Rp181. Pasar masih sesi 1 berjalan → harga belum final, bisa berubah saat sesi 2.
  • Accumulation history dan order flow tick tidak mengembalikan data (kosong). Tidak ada kesimpulan yang saya buat dari yang tidak ada.

Kesimpulan Akhir: TMPO.JK berada dalam momentum bullish taktis yang kuat (MACD crossover, volume 10x, di atas semua MA), tetapi dengan regime aliran dana yang tidak mendukung (foreign net jual, CGS sebagai distributor utama, harga transaksi riil jauh di bawah close). Ini adalah breakout spekulatif berbasis retail/churning — bukan akumulasi institusional sehat. Strategi optimal: Buy (partial) hanya di pullback Rp194–Rp210 dengan stop Rp194 dan target Rp249/Rp270, bukan chase di Rp228. Bagi yang sudah untung besar, ambil sebagian profit dan trailing stop di area Rp194.

Rating: Buy FINAL TRANSACTION PROPOSAL: BUY (partial/speculative — entry on pullback Rp194–210, stop Rp194, TP1 Rp249, TP2 Rp270)

Analisa fundamental

1474 kata

LAPORAN FUNDAMENTAL: PT TEMPO INTI MEDIA TBK (TMPO.JK)

Tanggal Analisis: 27 Oktober 2026 | Bursa: Indonesia Stock Exchange (IDX) | Sektor: Media & Percetakan / Penerbitan


1. Profil dan Identitas Perusahaan

Item Detail
Nama Perusahaan PT Tempo Inti Media Tbk.
Kode Saham TMPO.JK
Jumlah Saham Beredar 1.058.333.250 lembar
Harga Penutupan (referensi) IDR 228
Harga Terakhir IDR 236 (+8 / +3,5%)
Kapitalisasi Pasar ±IDR 241,3 miliar
VWAP Sesi Berjalan IDR 239,27
Frekuensi Transaksi 16.295 kali
Volume 1.774.470 lot
Nilai Transaksi ±IDR 42,46 miliar
Turnover Ratio 0,517 (≈51,7% saham beredar)

Catatan penting: turnover ratio ~51,7% dan nilai transaksi harian >IDR 42 miliar untuk emiten berkapitalisasi IDR 241 miliar adalah anomali likuiditas yang sangat ekstrem. Ini menandakan lonjakan aktivitas spekulatif/perpindahan kepemilikan besar, bukan likuiditas struktural. Volatilitas harga berisiko tinggi.


2. Kinerja Laba Rugi Terkini (Laporan Keuangan Q2 2026)

Angka dalam Rupiah (sesuai laporan tersedia):

Komponen Nilai Margin
Penjualan & Pendapatan Usaha 42.884.079.000 100,0%
Beban Pokok Penjualan (26.058.600.000) 60,8%
Laba Bruto 16.825.479.000 39,2%
Beban Penjualan (6.721.486.000) 15,7%
Beban Umum & Administrasi (11.279.768.000) 26,3%
Pendapatan Keuangan 107.865.000 0,3%
Beban Bunga & Keuangan (1.092.365.000) 2,5%
Pendapatan Lainnya 187.649.000 0,4%
Beban Lainnya (289.389.000) 0,7%
Laba (Rugi) Sebelum Pajak (1.683.237.000) -3,9%
Beban/Pendapatan Pajak (neto positif) +559.120.000 —
Laba (Rugi) Neto (1.124.117.000) -2,6%
— Atribusi ke Entitas Induk (1.132.370.000)
— Atribusi ke Kepentingan Non-Pengendali +8.253.000

Interpretasi Manajerial

  1. Margin bruto sehat (39,2%) — model bisnis inti (media/penerbitan/event) masih memiliki daya tahan harga. Beban pokok yang hanya 60,8% dari pendapatan menunjukkan tidak ada masalah struktural pada COGS.
  2. Dewan biaya operasional terlalu berat: total beban penjualan + G&A = 18,0 miliar (42% dari pendapatan). Beban G&A saja (26,3%) hampir menyamai seluruh laba bruto setelah beban penjualan. Ini adalah titik kebocoran utama — bukan masalah revenue, tetapi disiplin biaya.
  3. Rugi operasional tipis (-3,9% sebelum pajak). Namun, pos pajak neto positif (+559 juta) — indikasi adanya aset pajak tangguhan/beban pajak negatif yang mengurangi kerugian bersih menjadi -1,124 miliar. Ini tidak berkelanjutan dan bisa berbalik di kuartal berikutnya.
  4. Beban bunga (1,09 miliar) = ~65% dari rugi sebelum pajak. Beban ini 2,5% dari revenue, menandakan beban utang finansial yang signifikan relatif terhadap skala usaha.

Kesimpulan Q2 2026: kerugian "kecil tapi struktural" — perusahaan tetap rugi meski pada tingkat pendapatan kuartalan yang wajar. Tidak ada komponen non-operasional besar yang mendistorsi angka.


3. Keterbatasan Data — PENTING untuk Trader

Data laporan keuangan lengkap (detail per pos) berhasil ditarik hanya untuk Q2 2026. Tool tidak mengembalikan isi detail numerik untuk Q1 2024–Q4 2025, Q1 2026, maupun laporan tahunan FY 2022–FY 2025 (pencarian menemukan berkas tetapi tanpa isi angka). Karena itu:

  • Tidak dapat dihitung secara andal: tren revenue YoY, tren laba, posisi kas, total aset, total liabilitas, ekuitas, arus kas operasi/investasi/pendanaan, rasio utang (DER), current ratio, ROE/ROA, dan EPS berbasis laba tahunan.
  • Tidak dapat dikonfirmasi: apakah rugi Q2 2026 adalah titik balik (setelah laba sebelumnya) atau kelanjutan kerugian multi-kuartal.

Rekomendasi: konfirmasi ulang dengan laporan keuangan resmi (XK01/IDX) sebelum membuat keputusan berbasis leverage fundamental.


4. Valuasi

  • Market Cap: IDR 241,3 miliar untuk revenue kuartalan IDR 42,9 miliar → indikasi annualized P/S kasar ±1,4x (asumsi revenue stabil, tanpa data tiga kuartal lain).
  • Rugi neto Q2 2026 berarti PER negatif (tidak bermakna).
  • PBV tidak dapat dihitung karena neraca tidak tersedia (ekuitas tidak diketahui). Dengan basis aset media yang dominan intangible/piutang, PBV rendah sering menyesatkan.
  • Kesimpulan valuasi: saham tidak dapat dinilai secara fundamental berbasis laba. Valuasi saat ini sepenuhnya bergantung pada ekspektasi pemulihan laba atau aksi korporasi, bukan pada earnings.

5. Katalis Utama: Akuisisi oleh GRAFITI PERS

Ini adalah fakta terpenting dalam laporan ini:

Tanggal Aksi Pemegang Perubahan Saham Pasca-Transaksi
2026-10-07 BUY GRAFITI PERS (lokal) +152.372.733 saham 256.960.003 saham
2020-02-25 BUY GRAFITI PERS (lokal) 0 (tidak ada perubahan) 104.587.270 saham

Analisis dampak:

  • GRAFITI PERS melipatgandakan kepemilikannya 2,46x dalam satu transaksi (dari 9,9% → 24,3% dari 1,058 miliar saham).
  • Ini menempatkan GRAFITI PERS sebagai pemegang saham strategis besar (bukan pengendali tunggal >50%, tetapi blok signifikan) — berpotensi memicu kewajiban penawaran tender wajib jika melewati ambang 25%/33% sesuai POJK (perlu verifikasi regulasi).
  • Anomali turnover ratio ~51,7% di pasar sangat konsisten dengan perdagangan blok besar terkait transaksi ini. Harga terakhir naik +3,5% ke 236 — pasar bereaksi positif terhadap masuknya pemegang saham baru.
  • Implikasi: kemungkinan masuknya investor strategis dapat membawa perubahan tata kelola, suntikan modal, restrukturisasi, atau rencana bisnis baru yang dapat mengubah prospek earnings. Namun, belum ada bukti bahwa pemegang saham baru akan mendanai perbaikan margin operasional.

Harga transaksi dilaporkan "@ 0" (tidak tersedia) — tidak dapat diverifikasi apakah akuisisi dilakukan di harga premium atau diskon vs harga pasar 228–236.


6. Musiman

Tool seasonality tidak mengembalikan data untuk TMPO.JK. Tidak ada bukti statistik pola bulanan. Tidak dapat dipakai sebagai dasar timing.


7. Risiko yang Teridentifikasi (Berbasis Bukti)

Risiko Bukti
Rugi bersih berulang Rugi neto Q2 2026 IDR -1,124 miliar, atribusi induk -1,132 miliar
Beban operasional tinggi Beban penjualan + G&A = 42% dari revenue vs laba bruto 39%
Beban bunga material IDR 1,09 miliar = 65% dari rugi sebelum pajak
Ketergantungan pada pos pajak positif +559 juta pajak neto menutupi sebagian rugi — tidak berkelanjutan
Volatilitas & likuiditas spekulatif Turnover 51,7%, nilai transaksi >5x market cap
Transparansi data terbatas Neraca, arus kas, dan data historis tidak tersedia dari tool
Konsentrasi pemegang saham baru GRAFITI PERS kini 24,3% — perubahan kontrol berpotensi

8. Kesimpulan dan Rekomendasi untuk Trader

Gambaran fundamental: TMPO adalah emiten media kecil yang secara operasional mendekati titik impas (margin bruto 39,2% namun rugi tipis akibat beban G&A 26,3%). Perusahaan tidak mampu mencetak laba pada level pendapatan saat ini. Katalis utama bukan operasional, melainkan perubahan struktur pemegang saham (GRAFITI PERS menjadi 24,3%) yang memicu lonjakan volume dan harga.

Skenario bullish: Pengambilalihan oleh GRAFITI PERS membawa modal/restrukturisasi → perbaikan margin operasional → kembali laba. Didukung harga naik +3,5% dan volume tinggi.

Skenario bearish: Operasional tetap rugi karena beban G&A tidak dipangkas; pos pajak positif hilang; beban bunga berlanjut; lonjakan harga saat ini hanyalah spekulasi dari transaksi blok yang meninggalkan likuiditas kering pasca-akuisisi.

Untuk trader:

  • Fundamental operasional lemah secara kronis (rugi berulang), tetapi inventarisasi data historis tidak tersedia sehingga tren multi-kuartal belum terverifikasi.
  • Ini bukan investasi berbasis nilai — melainkan trading berbasis event/katalis korporasi.
  • Mitigasi: gunakan stop-loss ketat karena turnover 51,7% menunjukkan retensi risiko tinggi. Konfirmasi isi transaksi GRAFITI PERS (harga, tujuan, kewajiban tender) dari keterbukaan informasi IDX sebelum menambah posisi.
  • Perlu validasi: unduh laporan keuangan resmi Q1–Q3 2026 untuk memastikan apakah rugi Q2 2026 adalah anomali atau tren.

Ringkasan Tabel Poin Kunci

Kategori Metrik/Fakta Nilai Implikasi
Identitas Kode Saham TMPO.JK PT Tempo Inti Media Tbk
Valuasi Harga / Market Cap 236 / IDR 241,3 M Spekulatif, bukan berbasis laba
Valuasi PER Negatif (rugi) Tidak bermakna
Revenue Q2 2026 Penjualan IDR 42,88 M Skala kecil-menengah
Profitabilitas Laba Bruto IDR 16,83 M (39,2%) Margin sehat
Profitabilitas Beban G&A IDR 11,28 M (26,3%) Titik kebocoran utama
Profitabilitas Rugi Sebelum Pajak IDR -1,68 M (-3,9%) Rugi operasional
Profitabilitas Rugi Neto IDR -1,12 M Rugi berulang
Keuangan Beban Bunga IDR 1,09 M Beban utang berat
Pajak Pajak Neto Positif IDR +559 juta Menutupi sebagian rugi (tidak berkelanjutan)
Likuiditas Pasar Turnover Ratio 51,7% Anomali — volatilitas ekstrem
Likuiditas Pasar Nilai Transaksi IDR 42,46 M Besar relatif market cap
Insider/Struktural Akuisisi GRAFITI PERS +152,4 juta saham (→24,3%) Katalis perubahan kontrol
Data Neraca/Arus Kas/Historis Tidak tersedia Keterbatasan analisis
Risiko Utama Profitabilitas & Beban Rugi + G&A 42% revenue Fundamental lemah

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa sentimen

568 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Laporan Sentimen TMPO.JK — Periode 20–27 Oktober 2026

Kesimpulan singkat: Tidak ada satu pun dari ketiga sumber sentimen yang berhasil mengembalikan data. Karena seluruh kanal benar-benar senyap (bukan karena bearish, melainkan karena kegagalan pengambilan data), skor ditempatkan di titik netral 5 dengan keyakinan low. Ini bukan pembacaan sentimen yang valid — ini pernyataan bahwa tidak ada bukti sentimen yang bisa dipakai.

1. Berita (Yahoo Finance, 7 hari terakhir)

Data tidak tersedia. Yahoo Finance tidak memiliki artikel berita yang ditandai untuk TMPO.JK, dan tidak ada vendor lain yang bisa menyediakan get_news. Ketiadaan ini tidak menyiratkan apa pun tentang kondisi emiten — hanya bahwa tidak ada cakupan berita terindeks. Tidak ada framing institusional, tidak ada judul acara/katalis, dan tidak ada estimasi yang dibuat.

2. StockTwits (sinyal ritel)

Data tidak tersedia — permintaan gagal (HTTPError). Tidak ada pesan, tag Bullish/Bearish, maupun blok "Screened by Jev" yang bisa dianalisis. Rasio bullish/bearish tidak dapat dihitung, dan ukuran sampel efektifnya nol.

3. Reddit (r/wallstreetbets, r/stocks, r/investing, 7 hari terakhir)

Data tidak tersedia — pengambilan gagal secara total. Penting dicatat: kegagalan ini bukan bukti tidak adanya diskusi; hanya berarti tidak ada data yang berhasil ditarik. Tidak ada isi posting yang bisa dinilai, sehingga tidak ada penilaian berbasis substansi (bukan sekadar judul) yang mungkin dilakukan.

4. Divergensi antar-sumber

Tidak dapat dinilai. Divergensi hanya bermakna jika minimal dua sumber tersedia; di sini nol dari tiga yang memberi data.

5. Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada tema yang berulang karena tidak ada teks sumber sama sekali di ketiga kanal.

6. Katalis dan risiko

Tidak teridentifikasi dari data yang tersedia. Tidak ada laporan laba, aksi korporasi, peluncuran produk, ancaman kompetitif, atau headline makro yang tertangkap. Untuk TMPO.JK (PT Tempo Inti Media Tbk), potensi katalis tipikal seperti rilis kinerja kuartalan, pengumuman dividen, atau perubahan struktur pemegang saham tidak dapat dikonfirmasi dari sumber mana pun dalam prompt ini; analis sebaiknya memeriksa keterbukaan informasi IDX secara langsung.

Tabel ringkasan sinyal sentimen

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak diketahui Yahoo Finance (berita) DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel bertag TMPO.JK; tidak ada vendor alternatif
Tidak diketahui StockTwits (ritel) unavailable: HTTPError — nol pesan, rasio bullish/bearish tidak dapat dihitung
Tidak diketahui Reddit (komunitas) fetch failed untuk ketiga subreddit; bukan bukti tidak adanya diskusi
Netral (default) Agregat Tidak ada sumber sinyal; skor 5 mencerminkan ketiadaan bukti, bukan keseimbangan opini

7. Batasan data dan implikasi praktis

  • Cakupan: 0 dari 3 sumber berhasil. Tingkat keyakinan rendah karena alasan struktural, bukan karena sampel kecil.
  • Salah tafsir yang harus dihindari: Ketiadaan data StockTwits/Reddit untuk emiten small-cap Indonesia adalah hal umum (likuiditas percakapan rendah di platform berbahasa Inggris). Jangan membacanya sebagai "tidak ada minat" atau "sentimen mati" — kita benar-benar tidak tahu.
  • Konsekuensi untuk trading: Dengan nol sinyal sentimen, keputusan sebaiknya bersandar sepenuhnya pada fundamental (laporan keuangan, likuiditas perdagangan di BEI) dan teknikal (volume, level harga). Tidak ada dasar untuk menaikkan atau menurunkan bobot posisi berdasarkan laporan ini.
  • Saran tindak lanjut: Ulangi pengambilan data pada sesi berikutnya; jika StockTwits/Reddit tetap gagal, pertimbangkan kanal berbahasa Indonesia (mis. forum investor lokal, X/Twitter berbahasa Indonesia) sebagai pengganti, meski di luar cakupan alat di sini.
  • Disclaimer: Sentimen masa lalu tidak bersifat prediktif. Skor 5 di sini adalah penanda ketiadaan informasi, bukan sinyal beli/jual.

Analisa berita

1417 kata

Laporan Riset Berita & Makro — TMPO.JK (PT Tempo Inti Media Tbk)

Tanggal analisis: 27 Oktober 2026 | Horizon fokus: 20–27 Oktober 2026 (dengan jendela perluasan 13–27 Oktober)


1. Ringkasan Eksekutif

Laporan ini dibangun dengan tingkat kejujuran data yang tinggi karena sebagian besar sumber data kunci tidak tersedia pada sesi ini. Yang berhasil didapat: data market breadth intraday IDX dan screener IDX. Yang tidak tersedia: berita spesifik TMPO.JK, berita global yang relevan dengan Indonesia, indikator makro FRED, dan odds pasar prediksi — semuanya dikembalikan sebagai DATA_UNAVAILABLE.

Konsekuensinya: tidak ada bukti katalis fundamental baru untuk TMPO.JK dalam 7 hari terakhir, dan tidak ada dasar empiris untuk merevisi estimasi pendapatan, margin, atau valuasi. Setiap rekomendasi di bawah bersifat tactical/technical-flow dan disclaimer-heavy, bukan tesis fundamental baru.


2. Status Ketersediaan Data (transparan)

Sumber Status Implikasi
get_news TMPO.JK (20–27 Okt 2026) UNAVAILABLE — Yahoo Finance tidak punya artikel bertag TMPO.JK Tidak ada berita emiten; tidak boleh diisi dengan asumsi
get_news TMPO.JK (13–27 Okt 2026) UNAVAILABLE — sama Tidak ada konteks berita 2 minggu terakhir
get_global_news (7 hari) Tersedia, tetapi tidak relevan 40 artikel, ~95% tentang IBM/AI/quantum/crypto tokenisasi saham AS; nol tentang Indonesia, rupiah, BI, atau media/publishing
get_macro_indicators (FRED: fed funds, CPI, unemployment, UST 10Y) UNAVAILABLE — FRED_API_KEY tidak diset Tidak ada angka makro yang bisa dikutip; tidak akan saya karang
get_prediction_markets (Indonesia, Fed rate cut) Withheld — tidak ada odds bervintage 27 Okt 2026 Tidak ada probabilitas forward-looking yang sah
get_market_breadth (movers, 27 Okt 2026) Tersedia, segar — sesi 1 berjalan (09:00–12:00 WIB), 801 emiten Sinyal satu-satunya yang dapat ditindaklanjuti
get_idx_screener (IDX Edge PRO v5.2) Tersedia, segar (usia ~86.385 dtk / ~24 jam) Tidak menampilkan TMPO.JK

3. Berita Global — Apa yang Sebenarnya Diberitakan (dan Mengapa Hampir Tidak Relevan)

Jendela 20–27 Oktober 2026 didominasi tema berikut:

  1. Laporan pasar riset AI enterprise (GlobeNewswire): pasar AI-driven pharmacovigilance diproyeksi CAGR 20,2%; edge infrastructure CAGR ~5G/AI/IoT; IT resilience orchestration CAGR 14,2%. Ini press-release riset pasar, bukan berita transaksional — nilai informasinya rendah untuk trading.
  2. Narasi "IBM sebagai value/AI-debt trade" sangat padat: "IBM CEO Says Open AI Models Are 90% as Good as Frontier Models: 'Why Pay 10x More?'", "IBM's CEO Just Issued a Warning Message on AI Spending. He Ended Up Hurting His Own Stock", "IBM's 'true ROI' comment hits shares, exposing ETF risks", "Cisco Is Up 47%, IBM Is Down 13%", "IBM Is Down 13%" vs Cisco +47%. Implikasi: tema AI capex scepticism dan rotasi dari megacap AI ke value/small cap sedang aktif. Artikel CNW: "Dow and Small Caps Climb Weekly While Nasdaq Slips on Megacap Earnings Charges" — konsisten dengan rotasi ke small cap.
  3. Konflik tokenisasi saham — Oracle, Intel, IBM (total 26 perusahaan) menolak venue token saham OKX-ICE. Tema struktural pasar modal, tidak berdampak ke IDX.
  4. Crypto/HBAR/XLM turun 17%/14% dalam dua minggu; IonQ "50% crash risk" — sentimen risk-off di aset spekulatif.
  5. Pan American Silver +205%, Panoro Minerals, Target 7 (tembaga/emas Peru) — tema logam mulia & tembaga kuat. Ini satu-satunya benang yang menyentuh IDX (miner logam), bukan TMPO.

Kesimpulan berita global: tidak ada satu pun artikel yang menyebut Indonesia, rupiah, Bank Indonesia, suku bunga, atau sektor media/percetakan/penerbitan. Untuk TMPO.JK, nilai berita global pekan ini ≈ nol.


4. Konteks IDX Hari Ini (data riil, 27 Okt 2026, Sesi 1)

  • Status pasar: buka, Sesi 1 (09:00–12:00 WIB), universe 801 emiten.
  • Top gainers: BPII +23,5% (494), KOPI +18,1% (176), BIPP +17,2% (68) dengan frekuensi 4.427x/lot 1,43 jt — likuiditas paling tebal di daftar gainer, XCIS +14,7% (frekuensi hanya 5x — tidak likuid), KOKA +13,3%, LAPD +12,5%, LAJU +12,2%, PTSP +9,9%.
  • Top losers: EURO −9,8%, BTEK −8,3%, TAXI −8,3%, UDNG −7,2%, BOGA −6,9%, PTSN −6,9%, ALKA −6,9%, RLCO −6,9%, OILS −6,8%, RSCH −6,8%.
  • Karakter breadth: gainer didominasi small/micro cap bernominal rendah (Rp 9–494) — pola khas speculative/low-price rotation, bukan quality-led rally. Loser tersebar di konsumer, energi, dan beberapa mid cap. Ini mengindikasikan risiko-tinggi, likuiditas-tipis, dan window trading pendek — lingkungan yang buruk untuk posisi besar.
  • Screener: hanya PIPA (KONFLIK DISTRIBUSI, WR event 70%, DD −6,0%), BLES (KONFLIK DISTRIBUSI, WR 59,4%, DD −3,0%), dan IMPC (AKUMULASI SENYAP, tanpa metrik). TMPO.JK tidak muncul — artinya tidak ada sinyal akumulasi/distribusi terdeteksi sistem.

5. Implikasi untuk TMPO.JK

Yang bisa dikatakan dengan keyakinan tinggi:

  • Tidak ada katalis berita emiten dalam 14 hari terakhir (data tidak tersedia, bukan "tidak ada berita" secara definitif — bedanya penting).
  • Tidak ada sinyal teknikal/flow dari screener IDX.
  • TMPO adalah emiten small cap media/percetakan — secara struktural terpapar pada belanja iklan, siklus korporasi, dan biaya kertas; namun saya tidak dapat mengkuantifikasi eksposur ini pekan ini karena FRED dan data makro ID tidak tersedia.
  • Lingkungan breadth hari ini (spekulasi low-price, likuiditas tipis) menunjukkan risk appetite retail tinggi tapi kualitas rendah — TMPO yang tipis kemungkinan mengikuti arus spekulatif acak, bukan fundamental.

Yang tidak bisa dikatakan:

  • Arah rupiah, stance BI, inflasi Indonesia, atau arah Fed — semua tanpa data.
  • Probabilitas pemotongan Fed atau resesi — odds ditahan karena tidak ada vintage historis.

Perilaku harga yang perlu diwaspadai (berbasis mekanika pasar, bukan prediksi): saham tipis seperti TMPO rentan terhadap gap dan slippage; volume nyata lebih penting daripada perubahan harga. Rekomendasi praktis: jangan mengeksekusi order berbasis harga penutupan; gunakan limit order, dan konfirmasi volume 3x rata-rata 20 hari sebelum menganggap sinyal valid.


6. Rekomendasi Trading

Rating: Hold

  • Alasan utama: tidak ada bukti katalis baru, tidak ada sinyal screener, dan tidak ada data makro/prediksi untuk mendukung penambahan risiko. Ketidakpastian informasi tinggi → memperbesar posisi adalah keputusan buta.
  • Untuk pemegang posisi: pertahankan, tetapi pasang stop disiplin (misal −8% dari harga masuk atau di bawah low 20 hari) mengingat profil likuiditas tipis.
  • Untuk yang belum punya posisi: jangan masuk hari ini. Tunggu salah satu dari: (a) berita emiten konkret (laporan keuangan, aksi korporasi, dividen), (b) munculnya TMPO di screener dengan WR ≥ 55% dan DD terkendali, atau (c) data makro ID (inflasi, BI rate, rupiah) yang tersedia kembali.
  • Trigger naik ke Buy: katalis berita emiten yang terverifikasi + volume anomali ≥3x rata-rata + breadth IDX bergeser dari spekulasi low-price ke mid/large cap.
  • Trigger turun ke Sell: penembusan support 20 hari dengan volume, atau news negatif emiten yang terkonfirmasi.
  • Position sizing: maksimum posisi kecil (≤2–3% AUM) sampai data kembali tersedia; hindari market order.

Keterbatasan yang harus disampaikan ke klien: laporan ini tidak dapat memuat estimasi kuantitatif karena sumber berita emiten, makro FRED, dan pasar prediksi semuanya gagal. Kesimpulan "Hold" mencerminkan absennya bukti, bukan adanya pandangan bullish/bearish yang terukur.


7. Tabel Ringkasan

Kategori Temuan / Data Arah Dampak ke TMPO.JK Keyakinan
Berita emiten TMPO.JK Tidak tersedia (0 artikel, 13–27 Okt 2026) Netral / tidak diketahui Tinggi (atas ketidakhadiran data)
Berita global 40 artikel: AI/IBM/quantum/tokenisasi AS; 0 terkait Indonesia/media Netral Tinggi
Tema dominan global AI capex scepticism (IBM CEO "true ROI", IBM −13% vs Cisco +47%); rotasi ke small cap (Dow & small caps naik, Nasdaq turun) Netral–marginally negatif untuk sentiment teknologi; tidak relevan langsung Sedang
Tema komoditas Silver & tembaga kuat (PAAS +205%, Panoro/Target 7 Peru) Netral untuk TMPO Sedang
Makro FRED Tidak tersedia (API key absen) — tidak ada angka inflasi/Fed/unemployment dikutip Tidak dapat dinilai —
Pasar prediksi Odds ditahan (tanpa vintage 27 Okt 2026) Tidak dapat dinilai —
Breadth IDX (27 Okt, Sesi 1) 801 emiten; gainer = micro/low-price (BPII +23,5%, KOPI +18,1%, BIPP +17,2%); loser = konsumer/energi (EURO −9,8%, BOGA −6,9%, OILS −6,8%) Lingkungan spekulatif, likuiditas tipis → risiko eksekusi tinggi Tinggi
Screener IDX v5.2 PIPA (WR 70%, DD −6,0%), BLES (WR 59,4%, DD −3,0%), IMPC (no metric); TMPO tidak muncul Tidak ada sinyal untuk TMPO Tinggi
Likuiditas/scalability TMPO Small cap media; rentan gap/slippage Gunakan limit order, sizing ≤2–3% AUM Sedang–tinggi
Katalis yang dinanti (a) rilis keuangan/aksi korporasi, (b) kemunculan di screener WR ≥55%, (c) data makro ID kembali tersedia Potensi upgrade ke Buy Tinggi (sebagai syarat)
Keputusan Posisi dipertahankan, tanpa penambahan; stop disiplin Hold Sedang

Rating: Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD