TMPO · analisa Selasa, 27 Oktober 2026
model analisa cb-flash
Underweight
Net broker seluruhnya 5,6 M rupiah. Kapitalisasi 241,3 M.
Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.
10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-27. Positif berarti akumulasi.
| Broker | Nama | Net | Net volume | Beli | Jual |
|---|---|---|---|---|---|
| CC | MANDIRI SEKURITAS | 1,4 M | 8,3 jt | 14,8 M | 13,4 M |
| CP | KB VALBURY SEKURITAS | 1,4 M | 6,4 jt | 6,8 M | 5,4 M |
| XL | STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL | 803,5 jt | 2,9 jt | 47,9 M | 47,1 M |
| LG | TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA TBK. | 538,1 jt | 2,5 jt | 726,8 jt | 188,8 jt |
| XC | AJAIB SEKURITAS ASIA | 415,2 jt | 1,7 jt | 4,2 M | 3,8 M |
| YP | MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA | 291,7 jt | 825,5 rb | 12,8 M | 12,5 M |
| AK | UBS SEKURITAS INDONESIA | 232,1 jt | 1,1 jt | 2,4 M | 2,1 M |
| HP | HENAN PUTIHRAI SEKURITAS | 199,1 jt | 891,7 rb | 401,5 jt | 202,4 jt |
| SQ | BCA SEKURITAS | 88,0 jt | 588,8 rb | 992,9 jt | 904,9 jt |
| KK | PHILLIP SEKURITAS INDONESIA | 74,5 jt | 344,8 rb | 2,1 M | 2,0 M |
Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.
| Beli | Harga rata-rata | Nilai | Jual | Harga rata-rata | Nilai |
|---|---|---|---|---|---|
| XL | 207 | 47,9 M | XL | 206 | 47,1 M |
| CC | 206 | 14,8 M | CC | 210 | 13,4 M |
| YP | 209 | 12,8 M | YP | 207 | 12,5 M |
| BQ | 209 | 8,3 M | BQ | 209 | 8,6 M |
| CP | 216 | 6,8 M | CP | 215 | 5,4 M |
| XC | 209 | 4,2 M | XC | 206 | 3,8 M |
| AK | 204 | 2,4 M | YU | 210 | 3,3 M |
| MG | 206 | 2,4 M | MG | 209 | 2,4 M |
2 dari 2 catatan terakhir.
| Tanggal | Nama | Jabatan | Aksi | Perubahan | Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| 2026-10-07 | GRAFITI PERS | - | Buy | +152,372,733 | 0 |
| 2020-02-25 | GRAFITI PERS | - | Buy | 0 | 0 |
Rating: Underweight FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL
Executive Summary
Kurangi eksposur TMPO.JK secara substansial sekarang, jangan menambah, dan jangan mengejar Rp228. Untuk pemegang posisi: potong 50–60% di zona Rp220–230 dengan limit order bertahap, sisakan 40–50% sebagai opsi katalis dengan disiplin keluar di close di bawah Rp204 dan stop struktural Rp188. Untuk yang belum memegang: jangan buka posisi di Rp228; batas maksimum 1/4 unit, itu pun hanya jika harga retrace ke Rp194–210, close di atas Rp194 dua sesi berturut-turut, dan volume menyusut di bawah 30% volume hari rekam. Tanpa averaging down di bawah Rp194, tanpa margin/leverage, risiko total posisi ≤1% portofolio dihitung dari ATR ~10%/hari.
Saya memilih Underweight, bukan Sell penuh, walau ketiga analis sama-sama berakhir di "Sell". Saya tidak mengikuti label mereka secara mekanis; saya menimbang kekuatan argumennya. Konsensus bahwa eksposur harus dikurangi itu kuat dan didukung data keras. Tapi konsensus bahwa harus keluar hampir penuh tidak didukung bukti — itu kesimpulan yang melampaui data.
Investment Thesis
Ada tiga blok bukti yang benar-benar memutuskan arah.
Pertama, disiplin harga memenangkan Bear. Harga Rp228 berada 6–10% di atas zona transaksi riil Rp200–216 dan 21,8% di atas VWMA Rp187,21; foreign net jual −2.804.700 lembar dengan CGS International −Rp3,25 miliar di avg Rp210; volume 547,4 juta lembar (~10x rata-rata 20 hari, Rp113,5 miliar) tetapi Stockbit hanya net +Rp803 juta — itu churning, bukan akumulasi. Harga 34,3% di atas 50 SMA yang datar, RSI 69,16 setelah +33,8 poin dalam 7 sesi, ATR Rp22,56 (10,09%) yang naik 72% dalam 8 sesi. Ini bukan tren yang mapan; ini stretch yang terefleksi penuh di harga. Tidak ada dasar untuk Buy atau Overweight di sini.
Kedua, argumen Bull soal "uang pintar" dari GRAFITI PERS tidak terverifikasi. Harga transaksi '@ 0' — tidak bisa dibuktikan premium atau diskon. Blok 24,3% (dari 9,9%) bisa menjadi overhang jika cost basis jauh di bawah Rp228. Konservatif benar menyebut ini "tebakan berlabel optionality"; tapi Netral juga benar bahwa ketidaktahuan bukan alasan membuang opsi — hanya alasan memegang ukuran kecil. Fakta kepemilikan 9,9% → 24,3% adalah data paling material di seluruh materi, dan itu tidak bisa dinilai nol.
Ketiga, dan ini yang mencegah saya turun ke Sell penuh: premis Konservatif sendiri adalah alasan untuk menolak kesimpulannya. Konservatif benar bahwa stop Rp188 rapuh terhadap gap — rentang harian Rp181–236 berarti stop bisa dilewati tanpa eksekusi. Tapi dari "stop tidak andal" ia melompat ke "keluar hampir penuh", padahal solusi yang mengikuti premisnya adalah mengecilkan ukuran nominal dan memakai konfirmasi close, bukan likuidasi. Ia juga mengasumsikan bisa masuk kembali lebih murah nanti — itu tebakan arah tersembunyi, dengan label berbeda dari yang ia tuduhkan ke Agresif. Kontradiksinya paling telanjang: ia melarang zona Rp194–210, lalu di paragraf berikut mengizinkan posisi uji 1/4 unit dengan aturan keluar Rp204. Yang ia tolak bukan struktur rencana, tapi ukuran.
Agresif juga kehilangan di dua titik. Ia mendorong 55–60% pengurangan tanpa dasar angka di atas 50–60% — itu postur, seperti kata Netral. Dan ia menyisakan 40–45% di atas stop Rp188 sambil mengakui gap risk — proteksi yang tidak mekanis andal, kelemahan yang ia sendiri kritik pada pihak lain. Netral paling dekat pada kebenaran struktural: pengurangan 50–55% dalam tranche limit, sisa dipecah menjadi bagian katalis kecil, dan pengaman utama adalah ukuran, bukan level.
Yang juga harus dicatat eksplisit: fundamental tidak rusak total. Gross margin 39,2%, gap ke breakeven hanya Rp1,68 miliar dari revenue Rp42,88 miliar kuartalan — tapi ini melawan rugi bersih Q2 −Rp1,12 miliar, beban G&A 42% dari revenue, dan beban bunga Rp1,09 miliar (65% rugi sebelum pajak). Data neraca, kas, total aset, arus kas operasi, tren revenue/laba YoY, harga/tanggal transaksi akuisisi, makro (FRED tidak tersedia), dan sentimen (0/3 sumber) semuanya kosong. Semua penilaian di atas dibuat dengan keterbatasan ini.
Apa yang mengubah keputusan ini. Naik ke Overweight/Buy jika: (a) laporan kuartal berikutnya menunjukkan breakeven atau laba operasional positif; (b) harga dan tanggal transaksi GRAFITI PERS terkonfirmasi pada premium terhadap harga pra-transaksi; (c) tiga sesi berturut-turut net foreign buy dengan volume di atas rata-rata 20 hari. Turun ke Sell jika: (a) close di bawah Rp194 dengan volume; (b) transaksi GRAFITI terbukti di harga diskon signifikan terhadap Rp207–210; (c) kuartal berikutnya menunjukkan rugi melebar atau beban bunga naik; (d) free float menyusut dan spread melebar >5%. Review berikutnya setelah laporan kuartal atau 5 sesi perdagangan, mana yang lebih dulu, dengan fokus pada harga transaksi GRAFITI dan kemunculan TMPO.JK di screener akumulasi IDX.
Action: Sell
Reasoning: Rencana riset berlabel Underweight, dan sesuai aturan pemetaan Underweight = Sell (bukan Hold). Kekuatan kasusnya saya nilai cukup untuk benar-benar mengurangi eksposur, bukan sekadar menahan, karena tiga hal bertemu sekaligus pada TMPO.JK: (1) harga Rp228 berada 6–10% di atas harga transaksi riil bandarmologi (Rp200–216, avg ~Rp208) dan 21,8% di atas VWMA Rp187,21 — pembeli di sini membayar premi di atas cost basis pasar; (2) aliran dana asing negatif (net foreign −2.804.700 lembar, CGS International/YU net jual −Rp3,25 miliar di avg Rp210, ditambah Korea Investment dan Maybank), sementara volume 547,4 juta lembar (~10x rata-rata 20 hari, Rp113,5 miliar) lebih bersifat churning retail (Stockbit Rp47,9 miliar beli vs Rp47,1 miliar jual, net hanya +Rp803 juta) daripada akumulasi bersih; (3) harga terentang ekstrem 34,3% di atas 50 SMA yang datar, RSI 69,16 setelah naik +33,8 poin dalam 7 sesi, dengan ATR Rp22,56 (10,09%) yang naik 72% dalam 8 sesi — pada rentang harian Rp181–236 ini, stop tidak bisa diandalkan karena gap risk. Pola historis TMPO.JK berulang: volume spike lalu rejection (12 Juni, 26 Agustus, 24 September, 20 Oktober) dengan win-rate vendor hanya 36–38% dan PF 0,67 — artinya rata-rata D+3 +7,29% tidak bisa dianggap edge yang bisa ditahan. Saya juga tidak membeli argumen katalis GRAFITI PERS: harga transaksinya tidak ada datanya ('@ 0'), sehingga klaim premium/diskon tidak terverifikasi, dan blok 24,3% itu bisa menjadi overhang bila cost basisnya jauh di bawah Rp228. Struktur teknikal memang bullish (10 EMA 173,40 > 50 SMA 169,76 > 200 SMA 140,94, MACD crossover dengan histogram +6,20), tetapi sinyal itu taktis dan sudah terefleksi penuh di harga; rekomendasi Buy milik laporan pun mensyaratkan entry di pullback Rp194–210 yang belum terjadi, jadi membeli di Rp228 berarti mengejar. Fundamental tidak sepenuhnya rusak (gross margin 39,2%, gap ke breakeven Rp1,68 miliar dari revenue Rp42,88 miliar kuartalan, beban bunga Rp1,09 miliar sebagai risiko) — itu sebabnya saya tidak menyebut ini Sell total ke nol, melainkan pengurangan eksposur 50–60% dengan sisa kecil sebagai opsi katalis. Data yang hilang dan tidak saya pakai sebagai dasar: neraca, kas, total aset, arus kas operasi, tren revenue/laba YoY, harga/tanggal transaksi akuisisi, data makro, dan sentimen (0/3 sumber).
Entry Price: 222.0
Stop Loss: 188.0
Position Sizing: Kurangi 50–60% dari posisi yang ada di zona Rp220–230 (likuiditas masih ada di volume 547 juta lembar), sisakan 40–50% sebagai opsi katalis dengan stop Rp188 dan trailing stop setelah Rp249; take-profit sisa posisi 1/3 di Rp249 dan 1/3 di Rp270. Jika belum memegang posisi: tidak membuka posisi baru di Rp228, eksposur maksimum 0–1/4 unit dan hanya bila harga bertahan close di atas Rp194 selama 2 sesi dengan volume turun di bawah 30% dari volume hari rekam; risiko maksimum posisi ≤1% portofolio dihitung dari ATR ~10%/hari. Tanpa averaging down di bawah Rp194, tanpa leverage/margin, dan likuidasi sisa posisi bila gagal bertahan di atas Rp204 (Bollinger upper hari rekam).
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL
Recommendation: Underweight
Rationale: Debat ini pada akhirnya tidak memenangkan Bull secara meyakinkan, tetapi juga tidak membenarkan Sell penuh sebagai rating struktural. Saya menilai Bear lebih unggul pada tiga titik kunci: (1) katalis GRAFITI PERS tidak terverifikasi — harga transaksi '@ 0', tidak bisa dibuktikan premium atau diskon, dan jika diskon maka blok 24,3% itu adalah overhang dengan cost basis jauh di bawah pembeli Rp228; Bull membangun argumen "uang pintar" di atas asumsi harga yang tidak ada datanya. (2) Bull secara implisit mengakui masalah entry: rekomendasinya sendiri adalah beli di Rp194–210 dengan stop Rp194, bukan di Rp228 — artinya tesis Bull bergantung pada pullback yang belum terjadi, dan pada ATR ~10%/hari dengan span harian Rp55, stop di Rp194 adalah titik yang sangat mungkin dilewati dengan gap. (3) Hitungan "foreign sell hanya 0,5% dari volume" milik Bull memang salah metode (membandingkan net sell asing dengan total volume pasar, bukan volume asing), dan PF 0,67 pada statistik historis berarti total untung lebih kecil dari total rugi — rata-rata D+3 +7,29% tidak bisa dipresentasikan sebagai "edge positif" tanpa pembuktian outlier yang bisa ditahan.
Namun saya tidak menerima Sell penuh karena sisi Bear juga melemah di beberapa titik: (a) Bull benar bahwa Bear mengangkat GRAFITI sebagai "risiko konsentrasi" tanpa menimbang bahwa kenaikan 9,9% → 24,3% adalah fakta kepemilikan paling material dalam seluruh materi — itu bukan sinyal bullish terkonfirmasi, tapi juga bukan nol; (b) struktur laba kotor 39,2% dengan gap ke breakeven hanya Rp1,68 miliar dari revenue Rp42,88 miliar kuartalan adalah fakta nyata yang Bear hanya bantah dengan narasi "restrukturisasi", bukan angka; (c) keberatan Bear soal beban bunga Rp1,09 miliar valid sebagai risiko struktur modal, tetapi tidak membalikkan fakta bahwa bear tidak punya data neraca sama sekali — keduanya sama-sama buta; (d) rejeksi historis (12 Juni, 26 Agustus, 24 September, 20 Oktober) memang terjadi sebelum akuisisi, sehingga ekstrapolasi statistik ke hari ini adalah asumsi yang tidak diuji, meski "regime baru" versi Bull juga tidak teruji — hanya satu hari data pasca-spike.
Kesimpulan: tesis Bull bergantung pada katalis yang tidak terverifikasi dan harga entry yang belum tercapai; tesis Bear bergantung pada statistik pra-katalis dan pembacaan flows yang sebagian juga asumsi. Yang menang secara tipis adalah Bear pada disiplin harga dan ketidakpastian katalis, sehingga tidak ada dasar untuk Buy atau Overweight di Rp228. Tetapi karena katalis struktural itu ada (bukan imajiner), fundamental tidak rusak total (margin bruto 39,2%), dan data neraca/makro/sentimen benar-benar kosong, Sell penuh juga terlalu percaya diri. Ini Underweight: kurangi eksposur, jangan tambah, dan tunggu konfirmasi sebelum membangun posisi baru.
Catatan eksplisit atas data yang hilang: tidak ada neraca, posisi kas, total aset, arus kas operasi, tren revenue/laba YoY, harga transaksi akuisisi, data makro (FRED tidak tersedia, prediction market ditahan), maupun sentimen (0/3 sumber). Semua penilaian di atas dibuat dengan keterbatasan ini.
Strategic Actions: Sizing terhadap alokasi standar (anggap 100% unit alokasi untuk satu nama small cap):
Jika belum memegang posisi: JANGAN buka posisi baru di Rp228. Batas eksposur maksimum 0–1/4 unit, dan hanya jika dua syarat terpenuhi bersamaan: (a) harga retrace ke zona Rp194–210 dan bertahan (close di atas Rp194 selama 2 sesi berturut-turut), dan (b) volume mengecil menjadi <30% volume hari rekam, menandakan churning berhenti bukan panic exit. Entry maksimum 1/4 unit, stop ketat di Rp188 (bukan Rp194 — beri ruang di bawah level psikologis untuk gap), ukuran posisi dihitung dari ATR ~10%/hari sehingga kerugian maksimum posisi ini ≤1% dari total portofolio.
Jika sudah memegang posisi (kasus paling mungkin untuk rating Underweight): potong 50–60% di Rp220–230 menggunakan likuiditas yang masih ada sekarang — ini adalah alasan utama rating Underweight, karena keluar saat volume 547 juta lembar jauh lebih murah daripada keluar saat volume mengering. Sisakan sisa 40–50% sebagai "katalis option" dengan stop Rp188 dan trailing stop setelah Rp249.
Aturan take-profit sisa posisi: jual 1/3 di Rp249 (TP1), 1/3 di Rp270 (TP2), biarkan sisanya berjalan dengan trailing stop 8–10% di bawah harga tertinggi. Jika TMPO gagal bertahan di atas Rp204 (Bollinger upper hari rekam), perlakukan breakout sebagai gagal dan liquidasi sisa posisi di pasar, tanpa menunggu Rp188.
Pemicu untuk menaikkan rating ke Overweight/Buy (revisi ke atas): (a) rilis laporan keuangan kuartal berikutnya yang menunjukkan breakeven atau laba operasional positif — ini akan memvalidasi klaim Bull soal "gap Rp1,68 miliar"; (b) konfirmasi harga dan tanggal transaksi akuisisi GRAFITI PERS pada level premium terhadap harga pra-transaksi; (c) tiga sesi berturut-turut net foreign buy disertai volume di atas rata-rata 20 hari.
Pemicu untuk menurunkan ke Sell (revisi ke bawah): (a) close di bawah Rp194 dengan volume; (b) terungkap bahwa transaksi GRAFITI dilakukan di harga diskon signifikan terhadap Rp207–210; (c) laporan kuartal berikutnya menunjukkan rugi melebar atau beban bunga meningkat; (d) free float menyusut/mengering sehingga spread melebar >5%.
Larangan eksplisit untuk trader: tidak ada averaging down di bawah Rp194, tidak ada penambahan posisi selama harga di atas VWMA Rp207 tanpa konfirmasi volume baru, dan tidak ada penggunaan leverage atau margin pada TMPO.JK karena ATR 10% per hari dengan gap risk membuat stop tidak dapat diandalkan.
Review berikutnya: setelah laporan keuangan kuartal berikutnya atau setelah 5 sesi perdagangan, mana yang lebih dulu — dengan fokus khusus pada dua data yang paling menentukan arah: harga transaksi GRAFITI PERS (premium vs diskon) dan apakah TMPO muncul di screener akumulasi IDX.
Tanggal analisis: 27 Oktober 2026 | Sumber harga & indikator: IDX Edge PRO (daily bars)
TMPO.JK menutup 27 Oktober 2026 di Rp228, naik Rp39 dari penutupan sebelumnya Rp189. Rentang harian sangat lebar: Low Rp181 – High Rp236 (span Rp55). Nilai transaksi mencapai Rp113,54 miliar dengan volume 547,4 juta lembar dan 48.836 transaksi — jauh di atas rata-rata volume 20 hari yang disebut vendor sekitar 53 juta lembar (~10,2x). Harga kini berada di atas seluruh moving average (10 EMA 173,40 / 50 SMA 169,76 / 200 SMA 140,94) dan juga di atas Bollinger Upper Rp204,03, dengan RSI 69,16 — tepat di ambang zona overbought.
Namun ada catatan penting: net foreign justru jual −2.804.700 lembar pada hari kenaikan besar tersebut, dan broker penjual terbesar adalah CGS International (YU, broker asing) dengan net jual −Rp3,25 miliar, sementara bandarmologi di level harga riil menunjukkan harga transaksi terkonsentrasi di kisaran Rp200–Rp216, bukan di Rp228. Ini adalah setup momentum kuat yang didorong volume spekulatif, dengan distribusi pihak asing di tengah euforia — bukan akumulasi asing yang sehat.
Rating: Buy (speculative, momentum-based — bukan akumulasi strategis) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: BUY (position kecil/partial, entry di pullback, stop ketat)
Untuk memahami hari ini, perlu jejak harga:
Pelajaran struktural: TMPO.JK memiliki sejarah berulang "volume surge → spike ke atas → penolakan → retrace 20–40%" (12 Juni, 26 Agustus, 24 September, 20 Oktober). Vendor sendiri menandai pola ini sebagai "JEBAKAN HISTORIS" dengan win-rate hanya 36–38% pada event serupa, meski rata-rata return D+3 positif (+1,96% s.d. +7,29%). Artinya: secara statistik, spike ini lebih sering gagal daripada berhasil, tetapi biasanya masih ada satu-dua hari lanjutan sebelum gagal.
| MA | Nilai | Posisi Harga (Rp228) | Interpretasi |
|---|---|---|---|
| 10 EMA | 173,40 | +31,5% di atas | Ekstensi ekstrem; harga jauh di atas rata-rata cepat |
| 50 SMA | 169,76 | +34,3% di atas | Tren menengah positif, namun jarak jauh |
| 200 SMA | 140,94 | +61,8% di atas | Tren jangka panjang kuat (bullish struktural) |
| Bollinger Mid (20) | 163,70 | +39,3% | Harga di luar band atas |
| Bollinger Upper | 204,03 | Close di atasnya | Overbought / breakout band — perlu konfirmasi volume |
| Bollinger Lower | 123,37 | — | Band lebar ~80 poin, volatilitas tinggi |
Struktur MA: 10 EMA (173,40) di atas 50 SMA (169,76), dan keduanya di atas 200 SMA (140,94) → susunan bullish penuh (full bullish alignment). Ini fakta positif.
Namun pentingnya: 50 SMA telah flat/datar sejak 12 Oktober (168,50 → 169,76 dalam 11 sesi), sementara 200 SMA bahkan sedikit turun (142,08 pada 16 September → 140,94 pada 27 Oktober). Artinya tren menengah tidak sedang menguat secara struktural — spike hari ini sepenuhnya berasal dari ekspansi harga di atas MA yang mendatar, bukan dari percepatan MA. Harga saat ini 34% di atas 50 SMA — jarak yang secara historis tidak bertahan; mean-reversion biasanya datang cepat.
VWMA = 187,21 vs harga Rp228. VWMA (volume-weighted) jauh di bawah harga close, artinya sebagian besar volume terakumulasi di harga Rp160–Rp190, bukan di Rp200-an atas. Ini menegaskan cost basis pasar ada di bawah harga sekarang — potensi supply dari posisi yang sudah untung besar.
MACD (12,26,9):
Ini adalah bullish crossover yang baru terjadi hari ini (27 Oktober) dengan gap yang sangat lebar. Histogram berbalik positif sejak 23 Oktober (+0,09) lalu meledak. Ini konfirmasi momentum naik jangka sangat pendek yang kuat.
Tapi perhatikan konteksnya: MACD masih di bawah nol pada 26 Oktober (−0,04) dan signal masih negatif (−0,87). Crossover baru saja terjadi setelah MACD turun ke −5,51 pada 16 Oktober (level terendah bulan ini). Ini adalah V-bottom recovery dari oversold, bukan tren naik yang mapan. MACD di 5,33 juga masih jauh di bawah puncak September (misal 2,18 pada 1 Oktober tidak relevan; puncak sebelumnya jauh lebih tinggi). Artinya: momentum berbalik dari negatif ke positif sangat cepat, dan ini adalah sinyal entry yang bersifat taktis, bukan strategis.
RSI (14):
RSI naik +33,8 poin dalam 7 sesi. Ini adalah incline yang sangat vertikal. RSI 69,16 belum melewati 70, tapi berada di zona yang secara tipikal mendahului pullback. Vendor sendiri menandai "⚠️ Overbought" — meski nilai RSI vendor disebut 66 vs snapshot 69,16 (selisih kecil karena perbedaan periode/pembulatan; snapshot terverifikasi 69,16 yang saya gunakan).
Catatan divergence: Tidak ada bearish divergence yang bisa dikonfirmasi di sini karena harga baru saja breakout ke level tertinggi sejak 20 Oktober. Namun RSI sebelumnya (16 Oktober) 35 dan harga Rp132; kini RSI 69 dan harga Rp228 — momentum naik sepenuhnya searah.
ATR (14) = Rp22,56 (10,09% dari harga per vendor). Tren ATR:
ATR naik ~72% dalam 8 sesi. Volatilitas sedang meledak, bukan menurun. Rentang harian 27 Oktober Rp181–Rp236 (span Rp55) = 2,4x ATR — hari yang jauh lebih liar dari rata-rata.
Implikasi praktis:
| Hari | Volume (lembar) | Nilai (Rp) | Close |
|---|---|---|---|
| 26 Okt | 213,8 juta | 38,93 miliar | 189 |
| 27 Okt | 547,4 juta | 113,54 miliar | 228 |
Volume 547 juta lembar adalah terbesar sepanjang 7 bulan data yang saya pegang (melebihi 318 juta pada 26 Agustus dan 256,8 juta pada 24 September). Turnover Rp113,5 miliar adalah rekor tertinggi dalam periode yang sama.
Secara konvensional, volume eksplosif di hari kenaikan adalah konfirmasi bullish. Tapi ada tiga peringatan:
Konfirmasi volume ada, tetapi kualitasnya rapuh — cenderung churning (pertukaran kepemilikan cepat dari tangan kuat ke tangan spekulatif retail) alih-alih akumulasi bersih.
Pembeli net teratas:
| Broker | Nama | Net Value | Net Vol |
|---|---|---|---|
| CC | Mandiri Sekuritas | +Rp1,41 miliar | +8,35 juta |
| CP | KB Valbury Sekuritas | +Rp1,41 miliar | +6,39 juta |
| XL | Stockbit Sekuritas Digital | +Rp803,5 juta | +2,94 juta |
| LG | Trimegah Sekuritas | +Rp538,1 juta | +2,50 juta |
| XC | Ajaib Sekuritas Asia | +Rp415,2 juta | +1,70 juta |
| YP | Mirae Asset (asing) | +Rp291,7 juta | +0,83 juta |
| AK | UBS Sekuritas Indonesia (asing) | +Rp232,1 juta | +1,09 juta |
| HP | Henan Putihrai | +Rp199,1 juta | +0,89 juta |
| SQ | BCA Sekuritas | +Rp88,0 juta | +0,59 juta |
| KK | Phillip Sekuritas | +Rp74,5 juta | +0,34 juta |
Penjual net teratas:
| Broker | Nama | Net Value | Net Vol |
|---|---|---|---|
| YU | CGS International (asing) | −Rp3,25 miliar | −15,48 juta |
| RS | Yulie Sekuritas | −Rp737,5 juta | −3,75 juta |
| BQ | Korea Investment (asing) | −Rp311,5 juta | −1,32 juta |
| PD | Indo Premier | −Rp269,3 juta | −1,24 juta |
| NI | BNI Sekuritas | −Rp242,5 juta | −1,11 juta |
| AZ | Sucor Sekuritas | −Rp152,1 juta | −0,87 juta |
| YJ | Lotus Andalan | −Rp116,1 juta | −0,60 juta |
| ZP | Maybank Sekuritas (asing) | −Rp91,7 juta | −0,46 juta |
| XA | NH Korindo | −Rp83,9 juta | −0,40 juta |
| GR | Panin Sekuritas | −Rp57,8 juta | −0,26 juta |
Pola yang terlihat: DISTRIBUSI ASING ↔ ABSORPSI RETAIL/LOKAL.
Ini adalah kebalikan dari setup akumulasi sehat. Setup sehat adalah asing membeli dan retail jual. Di sini, asing jual (terutama CGS YU) dan retail/lokal serap.
Data "Accumulation by price level" — pasangan buy/sell pada level harga tertentu:
| Buyer | Buy Avg | Buy Val | Seller | Sell Avg | Sell Val |
|---|---|---|---|---|---|
| XL (Stockbit) | Rp207 | Rp47,86 miliar | XL | Rp206 | Rp47,06 miliar |
| CC (Mandiri) | Rp206 | Rp14,83 miliar | CC | Rp210 | Rp13,42 miliar |
| YP (Mirae) | Rp209 | Rp12,77 miliar | YP | Rp207 | Rp12,48 miliar |
| CP (KB Valbury) | Rp216 | Rp6,81 miliar | CP | Rp215 | Rp5,40 miliar |
| XC (Ajaib) | Rp209 | Rp4,19 miliar | XC | Rp206 | Rp3,77 miliar |
| AK (UBS) | Rp204 | Rp2,38 miliar | YU (CGS) | Rp210 | Rp3,25 miliar |
| KK (Phillip) | Rp213 | Rp2,05 miliar | PD (Indo Premier) | Rp205 | Rp2,32 miliar |
| PD | Rp203 | Rp2,05 miliar | AK (UBS) | Rp203 | Rp2,15 miliar |
| SQ (BCA) | Rp200 | Rp992,9 juta | KK | Rp213 | Rp1,98 miliar |
| LG (Trimegah) | Rp214 | Rp726,8 juta | NI | Rp210 | Rp1,06 miliar |
Temuan krusial:
Kesimpulan bandarmologi: Tidak ada broker dengan pola akumulasi bersih yang kuat dan konsisten. Yang ada adalah turnover besar di Rp200–Rp216 dengan distributor asing (CGS) dan churning retail (Stockbit XL). Pembeli besar domestik (CC) membeli di Rp206 dan menjual di Rp210 — pola scalping profit, bukan akumulasi.
Catatan: get_accumulation_history mengembalikan "no historical accumulation rows", dan order flow detail untuk 27 Oktober menunjukkan "0 ticks" — sehingga saya tidak bisa mengonfirmasi pola multi-hari dari alat ini. Namun vendor menyebut CC beli 3/5 hari terakhir, AK jual 3/5, MG jual 3/5, NI beli 4/5 — tentatif.
Per sesi berjalan 27 Oktober (Sesi 1): 801 saham bergerak. Top gainer lain seperti BPII +23,5%, KOPI +18,12%, BIPP +17,24%. Top loser EURO −9,83%, BTEK −8,34%. Pasar tampak aktif dan cenderung risk-on, mendukung momentum TMPO hari ini. Meski tidak ada data breadth >1% vs <−1% untuk mengukur rasio secara total, harga pasar sedang open session 1 — artinya harga Rp228 adalah harga intraday berjalan, bukan close final yang pasti; bila sesi 2 melemah, close bisa berubah.
Argumen bullish (mendukung rating Buy):
Argumen bearish (mendukung kehati-hatian/kecil posisi):
Entry yang lebih rasional: Rp194–Rp210 (area S1 Rp194 dari pivot vendor, dan VWAP bandarmologi Rp207–210). Jangan beli di Rp228 karena:
Target TP1: Rp249 (R1 vendor) — +9,2% dari Rp228 (bila entry di Rp210: +18,6%).
Target TP2: Rp270 (R2 vendor) — +18,4% dari Rp228 (entry Rp210: +28,6%) — realistis hanya jika momentum berlanjut kuat.
Stop-loss: Rp194 (−14,9% dari Rp228) atau Rp205 (−10,1%) untuk trader agresif. Stop ini selaras dengan ATR (1× ATR ≈ Rp205) dan pivot S1. Bila entry di Rp210, stop Rp194 = −7,6%.
Ukuran posisi: Terapkan setengah atau sepertiga ukuran normal karena ATR 22,56 (10% harga), sehingga total risiko per posisi tetap sama dengan saham volatilitas normal.
Bila close di bawah Rp194 dengan volume tinggi (mirip 16 Oktober close Rp132), ini adalah sinyal failed breakout → keluar. Potensi retrace ke Rp169–Rp170 (50 SMA) dan bahkan Rp160 (SL vendor).
| Kategori | Indikator/Data | Nilai | Sinyal | Bobot dalam Keputusan |
|---|---|---|---|---|
| Harga | Close 27 Okt / High / Low | Rp228 / Rp236 / Rp181 | Close dekat high tapi low dalam | Netral–Positif |
| Trend | close_10_ema | 173,40 | Harga +31,5% di atas | Bullish tapi ekstrem |
| Trend | close_50_sma | 169,76 | Harga +34,3% di atas, SMA datar | Bullish (ekstensi) |
| Trend | close_200_sma | 140,94 | Harga +61,8% di atas (turun tipis) | Bullish struktural |
| Momentum | macd / macds | +5,33 / −0,87 | Bullish crossover hari ini | Bullish taktis |
| Momentum | macdh | +6,20 (dari +2,38) | Ekspansi momentum | Bullish kuat (short-term) |
| Momentum | rsi (14) | 69,16 | Hampir overbought (dari 35,40 pada 16 Okt) | Waspada |
| Volatilitas | boll / ub / lb | 163,70 / 204,03 / 123,37 | Close di atas UB | Breakout — perlu konfirmasi |
| Volatilitas | atr (14) | 22,56 (10,09% harga) | Naik +72% dalam 8 sesi | Risiko tinggi |
| Volume | Volume / Nilai / Freq | 547,4 jt / Rp113,5 M / 48.836 | ~10x rata-rata 20 hari | Konfirmasi tapi churning |
| Volume | vwma | 187,21 | Jauh di bawah close Rp228 | Peringatan — basis biaya rendah |
| Bandarmologi | Net foreign | −2.804.700 lembar | Foreign net jual | Bearish |
| Bandarmologi | Top seller | YU / CGS International: −Rp3,25 M | Asing distribusi | Bearish kuat |
| Bandarmologi | Top buyer | CC / CP: masing-masing +Rp1,41 M | Domestik serap | Netral–Positif |
| Bandarmologi | Churning | XL (Stockbit) Rp47,9M beli vs Rp47,1M jual | Net hanya +Rp803 jt | Netral (red flag) |
| Bandarmologi | Harga transaksi riil | Rp200–Rp216 (avg ~Rp208) | Close Rp228 = premi 6–10% | Bearish (close mahal) |
| Historikal | Pola volume spike | 12 Jun / 26 Agu / 24 Sep / 20 Okt | Semua rejection kemudian turun | Bearish |
| Vendor | Score | 60/75 "BULLISH, akumulasi kuat" | Sinyal akumulasi | Bullish, tapi: "JEBAKAN HISTORIS" win-rate 36–38% |
| Pasar | Breadth 27 Okt | 801 emiten, banyak gainer | Risk-on intraday | Netral–Positif |
| Keputusan | RATING | Buy (speculative, partial position) | BUY on pullback |
Kesimpulan Akhir: TMPO.JK berada dalam momentum bullish taktis yang kuat (MACD crossover, volume 10x, di atas semua MA), tetapi dengan regime aliran dana yang tidak mendukung (foreign net jual, CGS sebagai distributor utama, harga transaksi riil jauh di bawah close). Ini adalah breakout spekulatif berbasis retail/churning — bukan akumulasi institusional sehat. Strategi optimal: Buy (partial) hanya di pullback Rp194–Rp210 dengan stop Rp194 dan target Rp249/Rp270, bukan chase di Rp228. Bagi yang sudah untung besar, ambil sebagian profit dan trailing stop di area Rp194.
Rating: Buy FINAL TRANSACTION PROPOSAL: BUY (partial/speculative — entry on pullback Rp194–210, stop Rp194, TP1 Rp249, TP2 Rp270)
Tanggal Analisis: 27 Oktober 2026 | Bursa: Indonesia Stock Exchange (IDX) | Sektor: Media & Percetakan / Penerbitan
| Item | Detail |
|---|---|
| Nama Perusahaan | PT Tempo Inti Media Tbk. |
| Kode Saham | TMPO.JK |
| Jumlah Saham Beredar | 1.058.333.250 lembar |
| Harga Penutupan (referensi) | IDR 228 |
| Harga Terakhir | IDR 236 (+8 / +3,5%) |
| Kapitalisasi Pasar | ±IDR 241,3 miliar |
| VWAP Sesi Berjalan | IDR 239,27 |
| Frekuensi Transaksi | 16.295 kali |
| Volume | 1.774.470 lot |
| Nilai Transaksi | ±IDR 42,46 miliar |
| Turnover Ratio | 0,517 (≈51,7% saham beredar) |
Catatan penting: turnover ratio ~51,7% dan nilai transaksi harian >IDR 42 miliar untuk emiten berkapitalisasi IDR 241 miliar adalah anomali likuiditas yang sangat ekstrem. Ini menandakan lonjakan aktivitas spekulatif/perpindahan kepemilikan besar, bukan likuiditas struktural. Volatilitas harga berisiko tinggi.
Angka dalam Rupiah (sesuai laporan tersedia):
| Komponen | Nilai | Margin |
|---|---|---|
| Penjualan & Pendapatan Usaha | 42.884.079.000 | 100,0% |
| Beban Pokok Penjualan | (26.058.600.000) | 60,8% |
| Laba Bruto | 16.825.479.000 | 39,2% |
| Beban Penjualan | (6.721.486.000) | 15,7% |
| Beban Umum & Administrasi | (11.279.768.000) | 26,3% |
| Pendapatan Keuangan | 107.865.000 | 0,3% |
| Beban Bunga & Keuangan | (1.092.365.000) | 2,5% |
| Pendapatan Lainnya | 187.649.000 | 0,4% |
| Beban Lainnya | (289.389.000) | 0,7% |
| Laba (Rugi) Sebelum Pajak | (1.683.237.000) | -3,9% |
| Beban/Pendapatan Pajak (neto positif) | +559.120.000 | — |
| Laba (Rugi) Neto | (1.124.117.000) | -2,6% |
| — Atribusi ke Entitas Induk | (1.132.370.000) | |
| — Atribusi ke Kepentingan Non-Pengendali | +8.253.000 |
Kesimpulan Q2 2026: kerugian "kecil tapi struktural" — perusahaan tetap rugi meski pada tingkat pendapatan kuartalan yang wajar. Tidak ada komponen non-operasional besar yang mendistorsi angka.
Data laporan keuangan lengkap (detail per pos) berhasil ditarik hanya untuk Q2 2026. Tool tidak mengembalikan isi detail numerik untuk Q1 2024–Q4 2025, Q1 2026, maupun laporan tahunan FY 2022–FY 2025 (pencarian menemukan berkas tetapi tanpa isi angka). Karena itu:
Rekomendasi: konfirmasi ulang dengan laporan keuangan resmi (XK01/IDX) sebelum membuat keputusan berbasis leverage fundamental.
Ini adalah fakta terpenting dalam laporan ini:
| Tanggal | Aksi | Pemegang | Perubahan Saham | Pasca-Transaksi |
|---|---|---|---|---|
| 2026-10-07 | BUY | GRAFITI PERS (lokal) | +152.372.733 saham | 256.960.003 saham |
| 2020-02-25 | BUY | GRAFITI PERS (lokal) | 0 (tidak ada perubahan) | 104.587.270 saham |
Analisis dampak:
Harga transaksi dilaporkan "@ 0" (tidak tersedia) — tidak dapat diverifikasi apakah akuisisi dilakukan di harga premium atau diskon vs harga pasar 228–236.
Tool seasonality tidak mengembalikan data untuk TMPO.JK. Tidak ada bukti statistik pola bulanan. Tidak dapat dipakai sebagai dasar timing.
| Risiko | Bukti |
|---|---|
| Rugi bersih berulang | Rugi neto Q2 2026 IDR -1,124 miliar, atribusi induk -1,132 miliar |
| Beban operasional tinggi | Beban penjualan + G&A = 42% dari revenue vs laba bruto 39% |
| Beban bunga material | IDR 1,09 miliar = 65% dari rugi sebelum pajak |
| Ketergantungan pada pos pajak positif | +559 juta pajak neto menutupi sebagian rugi — tidak berkelanjutan |
| Volatilitas & likuiditas spekulatif | Turnover 51,7%, nilai transaksi >5x market cap |
| Transparansi data terbatas | Neraca, arus kas, dan data historis tidak tersedia dari tool |
| Konsentrasi pemegang saham baru | GRAFITI PERS kini 24,3% — perubahan kontrol berpotensi |
Gambaran fundamental: TMPO adalah emiten media kecil yang secara operasional mendekati titik impas (margin bruto 39,2% namun rugi tipis akibat beban G&A 26,3%). Perusahaan tidak mampu mencetak laba pada level pendapatan saat ini. Katalis utama bukan operasional, melainkan perubahan struktur pemegang saham (GRAFITI PERS menjadi 24,3%) yang memicu lonjakan volume dan harga.
Skenario bullish: Pengambilalihan oleh GRAFITI PERS membawa modal/restrukturisasi → perbaikan margin operasional → kembali laba. Didukung harga naik +3,5% dan volume tinggi.
Skenario bearish: Operasional tetap rugi karena beban G&A tidak dipangkas; pos pajak positif hilang; beban bunga berlanjut; lonjakan harga saat ini hanyalah spekulasi dari transaksi blok yang meninggalkan likuiditas kering pasca-akuisisi.
Untuk trader:
| Kategori | Metrik/Fakta | Nilai | Implikasi |
|---|---|---|---|
| Identitas | Kode Saham | TMPO.JK | PT Tempo Inti Media Tbk |
| Valuasi | Harga / Market Cap | 236 / IDR 241,3 M | Spekulatif, bukan berbasis laba |
| Valuasi | PER | Negatif (rugi) | Tidak bermakna |
| Revenue Q2 2026 | Penjualan | IDR 42,88 M | Skala kecil-menengah |
| Profitabilitas | Laba Bruto | IDR 16,83 M (39,2%) | Margin sehat |
| Profitabilitas | Beban G&A | IDR 11,28 M (26,3%) | Titik kebocoran utama |
| Profitabilitas | Rugi Sebelum Pajak | IDR -1,68 M (-3,9%) | Rugi operasional |
| Profitabilitas | Rugi Neto | IDR -1,12 M | Rugi berulang |
| Keuangan | Beban Bunga | IDR 1,09 M | Beban utang berat |
| Pajak | Pajak Neto Positif | IDR +559 juta | Menutupi sebagian rugi (tidak berkelanjutan) |
| Likuiditas Pasar | Turnover Ratio | 51,7% | Anomali — volatilitas ekstrem |
| Likuiditas Pasar | Nilai Transaksi | IDR 42,46 M | Besar relatif market cap |
| Insider/Struktural | Akuisisi GRAFITI PERS | +152,4 juta saham (→24,3%) | Katalis perubahan kontrol |
| Data | Neraca/Arus Kas/Historis | Tidak tersedia | Keterbatasan analisis |
| Risiko Utama | Profitabilitas & Beban | Rugi + G&A 42% revenue | Fundamental lemah |
Rating: Sell
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL
Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low
Kesimpulan singkat: Tidak ada satu pun dari ketiga sumber sentimen yang berhasil mengembalikan data. Karena seluruh kanal benar-benar senyap (bukan karena bearish, melainkan karena kegagalan pengambilan data), skor ditempatkan di titik netral 5 dengan keyakinan low. Ini bukan pembacaan sentimen yang valid — ini pernyataan bahwa tidak ada bukti sentimen yang bisa dipakai.
Data tidak tersedia. Yahoo Finance tidak memiliki artikel berita yang ditandai untuk TMPO.JK, dan tidak ada vendor lain yang bisa menyediakan get_news. Ketiadaan ini tidak menyiratkan apa pun tentang kondisi emiten — hanya bahwa tidak ada cakupan berita terindeks. Tidak ada framing institusional, tidak ada judul acara/katalis, dan tidak ada estimasi yang dibuat.
Data tidak tersedia — permintaan gagal (HTTPError). Tidak ada pesan, tag Bullish/Bearish, maupun blok "Screened by Jev" yang bisa dianalisis. Rasio bullish/bearish tidak dapat dihitung, dan ukuran sampel efektifnya nol.
Data tidak tersedia — pengambilan gagal secara total. Penting dicatat: kegagalan ini bukan bukti tidak adanya diskusi; hanya berarti tidak ada data yang berhasil ditarik. Tidak ada isi posting yang bisa dinilai, sehingga tidak ada penilaian berbasis substansi (bukan sekadar judul) yang mungkin dilakukan.
Tidak dapat dinilai. Divergensi hanya bermakna jika minimal dua sumber tersedia; di sini nol dari tiga yang memberi data.
Tidak ada. Tidak ada tema yang berulang karena tidak ada teks sumber sama sekali di ketiga kanal.
Tidak teridentifikasi dari data yang tersedia. Tidak ada laporan laba, aksi korporasi, peluncuran produk, ancaman kompetitif, atau headline makro yang tertangkap. Untuk TMPO.JK (PT Tempo Inti Media Tbk), potensi katalis tipikal seperti rilis kinerja kuartalan, pengumuman dividen, atau perubahan struktur pemegang saham tidak dapat dikonfirmasi dari sumber mana pun dalam prompt ini; analis sebaiknya memeriksa keterbukaan informasi IDX secara langsung.
| Arah | Sumber | Bukti pendukung |
|---|---|---|
| Tidak diketahui | Yahoo Finance (berita) | DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel bertag TMPO.JK; tidak ada vendor alternatif |
| Tidak diketahui | StockTwits (ritel) | unavailable: HTTPError — nol pesan, rasio bullish/bearish tidak dapat dihitung |
| Tidak diketahui | Reddit (komunitas) | fetch failed untuk ketiga subreddit; bukan bukti tidak adanya diskusi |
| Netral (default) | Agregat | Tidak ada sumber sinyal; skor 5 mencerminkan ketiadaan bukti, bukan keseimbangan opini |
Tanggal analisis: 27 Oktober 2026 | Horizon fokus: 20–27 Oktober 2026 (dengan jendela perluasan 13–27 Oktober)
Laporan ini dibangun dengan tingkat kejujuran data yang tinggi karena sebagian besar sumber data kunci tidak tersedia pada sesi ini. Yang berhasil didapat: data market breadth intraday IDX dan screener IDX. Yang tidak tersedia: berita spesifik TMPO.JK, berita global yang relevan dengan Indonesia, indikator makro FRED, dan odds pasar prediksi — semuanya dikembalikan sebagai DATA_UNAVAILABLE.
Konsekuensinya: tidak ada bukti katalis fundamental baru untuk TMPO.JK dalam 7 hari terakhir, dan tidak ada dasar empiris untuk merevisi estimasi pendapatan, margin, atau valuasi. Setiap rekomendasi di bawah bersifat tactical/technical-flow dan disclaimer-heavy, bukan tesis fundamental baru.
| Sumber | Status | Implikasi |
|---|---|---|
get_news TMPO.JK (20–27 Okt 2026) |
UNAVAILABLE — Yahoo Finance tidak punya artikel bertag TMPO.JK | Tidak ada berita emiten; tidak boleh diisi dengan asumsi |
get_news TMPO.JK (13–27 Okt 2026) |
UNAVAILABLE — sama | Tidak ada konteks berita 2 minggu terakhir |
get_global_news (7 hari) |
Tersedia, tetapi tidak relevan | 40 artikel, ~95% tentang IBM/AI/quantum/crypto tokenisasi saham AS; nol tentang Indonesia, rupiah, BI, atau media/publishing |
get_macro_indicators (FRED: fed funds, CPI, unemployment, UST 10Y) |
UNAVAILABLE — FRED_API_KEY tidak diset |
Tidak ada angka makro yang bisa dikutip; tidak akan saya karang |
get_prediction_markets (Indonesia, Fed rate cut) |
Withheld — tidak ada odds bervintage 27 Okt 2026 | Tidak ada probabilitas forward-looking yang sah |
get_market_breadth (movers, 27 Okt 2026) |
Tersedia, segar — sesi 1 berjalan (09:00–12:00 WIB), 801 emiten | Sinyal satu-satunya yang dapat ditindaklanjuti |
get_idx_screener (IDX Edge PRO v5.2) |
Tersedia, segar (usia ~86.385 dtk / ~24 jam) | Tidak menampilkan TMPO.JK |
Jendela 20–27 Oktober 2026 didominasi tema berikut:
Kesimpulan berita global: tidak ada satu pun artikel yang menyebut Indonesia, rupiah, Bank Indonesia, suku bunga, atau sektor media/percetakan/penerbitan. Untuk TMPO.JK, nilai berita global pekan ini ≈ nol.
Yang bisa dikatakan dengan keyakinan tinggi:
Yang tidak bisa dikatakan:
Perilaku harga yang perlu diwaspadai (berbasis mekanika pasar, bukan prediksi): saham tipis seperti TMPO rentan terhadap gap dan slippage; volume nyata lebih penting daripada perubahan harga. Rekomendasi praktis: jangan mengeksekusi order berbasis harga penutupan; gunakan limit order, dan konfirmasi volume 3x rata-rata 20 hari sebelum menganggap sinyal valid.
Rating: Hold
Keterbatasan yang harus disampaikan ke klien: laporan ini tidak dapat memuat estimasi kuantitatif karena sumber berita emiten, makro FRED, dan pasar prediksi semuanya gagal. Kesimpulan "Hold" mencerminkan absennya bukti, bukan adanya pandangan bullish/bearish yang terukur.
| Kategori | Temuan / Data | Arah Dampak ke TMPO.JK | Keyakinan |
|---|---|---|---|
| Berita emiten TMPO.JK | Tidak tersedia (0 artikel, 13–27 Okt 2026) | Netral / tidak diketahui | Tinggi (atas ketidakhadiran data) |
| Berita global | 40 artikel: AI/IBM/quantum/tokenisasi AS; 0 terkait Indonesia/media | Netral | Tinggi |
| Tema dominan global | AI capex scepticism (IBM CEO "true ROI", IBM −13% vs Cisco +47%); rotasi ke small cap (Dow & small caps naik, Nasdaq turun) | Netral–marginally negatif untuk sentiment teknologi; tidak relevan langsung | Sedang |
| Tema komoditas | Silver & tembaga kuat (PAAS +205%, Panoro/Target 7 Peru) | Netral untuk TMPO | Sedang |
| Makro FRED | Tidak tersedia (API key absen) — tidak ada angka inflasi/Fed/unemployment dikutip | Tidak dapat dinilai | — |
| Pasar prediksi | Odds ditahan (tanpa vintage 27 Okt 2026) | Tidak dapat dinilai | — |
| Breadth IDX (27 Okt, Sesi 1) | 801 emiten; gainer = micro/low-price (BPII +23,5%, KOPI +18,1%, BIPP +17,2%); loser = konsumer/energi (EURO −9,8%, BOGA −6,9%, OILS −6,8%) | Lingkungan spekulatif, likuiditas tipis → risiko eksekusi tinggi | Tinggi |
| Screener IDX v5.2 | PIPA (WR 70%, DD −6,0%), BLES (WR 59,4%, DD −3,0%), IMPC (no metric); TMPO tidak muncul | Tidak ada sinyal untuk TMPO | Tinggi |
| Likuiditas/scalability TMPO | Small cap media; rentan gap/slippage | Gunakan limit order, sizing ≤2–3% AUM | Sedang–tinggi |
| Katalis yang dinanti | (a) rilis keuangan/aksi korporasi, (b) kemunculan di screener WR ≥55%, (c) data makro ID kembali tersedia | Potensi upgrade ke Buy | Tinggi (sebagai syarat) |
| Keputusan | Posisi dipertahankan, tanpa penambahan; stop disiplin | Hold | Sedang |
Rating: Hold
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD