Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Lancartama Sejati Tbk.

TAMA · analisa Kamis, 29 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

119 rupiah per lembar · -5,56% · 2026-10-29

Net broker seluruhnya 97,5 jt rupiah. Kapitalisasi 142,8 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. SELL TAMA.JK. Ketiga analis risiko konvergen Sell; sengketa bukan arah, tapi kecepatan dan cara keluar. Saya ambil Sell dengan eksekusi versi netral: mulai keluar sekarang, tranche kecil, ukuran dari gap risk bukan dari jarak stop, tenggat keras 10 sesi (sisa...
Aliran dana
XL beli 26,6 jt · AZ jual 6,0 jt
Keyakinan
C54 · paling kuat Kesepakatan agen, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-37,6% terhadap SMA50, asing -19,9% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C54

Skor 54.1 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 30/30

rating, rencana riset, dan trader sepakat

Akumulasi broker 15/25

net 97,5 jt dari bruto 525,6 jt, 7/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-37,6% vs SMA50, return 20 sesi -33,9%

Likuiditas 0/15

rata-rata 201,2 jt rupiah per hari

Volatilitas 9/15

ATR 7.5% lebar, stop jadi mahal

VWAP
120
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
313,2 jt
rupiah, sesi 2026-10-29
Frekuensi
96
kali transaksi
Volume
2,6 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-02-10 sampai 2026-10-29. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 26,6 jt 223,8 rb 153,5 jt 126,8 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 23,4 jt 182,2 rb 78,4 jt 55,0 jt
YU CGS INTERNATIONAL SEKURITAS INDONESI 20,2 jt 170,0 rb 20,2 jt -
ZP MAYBANK SEKURITAS INDONESIA 17,9 jt 150,0 rb 17,9 jt -
DU KAF SEKURITAS INDONESIA 7,6 jt 63,9 rb 7,6 jt -
XA NH KORINDO SEKURITAS INDONESIA 7,2 jt 60,1 rb 7,2 jt -
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 3,1 jt 25,0 rb 3,1 jt -
CP KB VALBURY SEKURITAS -58,0 rb -500 - 58,0 rb
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON -74,0 rb 1,0 rb 23,7 jt 23,8 jt
SQ BCA SEKURITAS -214,2 rb -1,8 rb - 214,2 rb

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 119 153,5 jt XL 120 126,8 jt
YP 121 78,4 jt YP 118 55,0 jt
BQ 118 23,7 jt CC 124 38,0 jt
YU 119 20,2 jt PD 119 31,1 jt
ZP 119 17,9 jt BQ 119 23,8 jt
DU 119 7,6 jt DR 116 17,4 jt
XA 119 7,2 jt MG 126 12,7 jt
OD 126 3,1 jt AZ 120 6,0 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 78 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-09-10 VERAH WAHYUDI S. WONG - Buy +5,756,300 0
2026-09-08 VERAH WAHYUDI S WONG - Buy +5,756,300 190
2026-09-08 VERAH WAHYUDI S. WONG - Sell -3,118,600 0
2026-09-07 VERAH WAHYUDI S. WONG - Buy +5,500,000 0
2026-09-04 VERAH WAHYUDI S WONG - Sell -3,118,600 206
2026-09-04 VERAH WAHYUDI S. WONG - Buy +506,700 0

Keputusan akhir

648 kata

Rating: Sell

Executive Summary: SELL TAMA.JK. Ketiga analis risiko konvergen Sell; sengketa bukan arah, tapi kecepatan dan cara keluar. Saya ambil Sell dengan eksekusi versi netral: mulai keluar sekarang, tranche kecil, ukuran dari gap risk bukan dari jarak stop, tenggat keras 10 sesi (sisa dijual apa pun harganya), tanpa target harga yang diharapkan. Kalau pemanggil belum punya posisi TAMA.JK: jangan buka. Angka posisi aktual tidak ada di prompt — ukur eksposur sendiri dulu sebagai % NAV sebelum bertindak.

Investment Thesis: Yang memutuskan arah, dalam urutan bobot:

  1. Aritmatika fundamental menutup tesis bull. G&A Rp1.456 juta vs laba bruto Rp650,6 juta; beban bunga Rp2.202 juta. Bunga nol pun rugi −806 juta/kuartal; rugi bersih −3.049 juta. Artinya masalahnya bukan cuma struktur modal — skala bisnis tidak menutup biaya tetap. Konservatif dan netral sama-sama menerima poin ini; agresif justru memakainya sebagai amunisi. Tidak ada bantahan dari sisi bull.

  2. Teknikal konfirmasi penuh, tanpa satu pun trigger beli. Close 119 di bawah 10 EMA 143,99, 50 SMA 190,64, 200 SMA 154,62, dan VWMA 142,45 sekaligus. MACD −17,93, histogram −4,13 melebar negatif. RSI 25,33 tanpa divergensi. Oversold di trend turun kuat = mekanisme, bukan support.

  3. Rasio reward-risiko 4:1 dari agresif gugur. Netral benar: kalau agresif sendiri bilang tidak ada trigger beli terpenuhi, maka 25 poin ke 143,99 bukan reward, itu angka dekorasi. Reward realistis dari keluar = berhenti kehilangan.

  4. Stop 113 salah tempat. Hanya 0,2 poin di bawah boll_lb 113,21 — level yang semua orang lihat. Bar 27–28 Oktober bergerak 11–13 poin, range harian tercatat 13–19. Gap akan melewatinya. Karena itu ukuran posisi dihitung dari gap risk, bukan jarak stop; risiko per posisi TAMA.JK jauh di bawah 1% modal (konservatif benar, agresif terlalu longgar).

  5. Volume menyusut = demand mati, bukan capitulation. 2,62 juta vs 59 juta pada 26-08 (dan volume 59 juta itu terjadi saat harga jauh lebih tinggi — jejak distribusi, bukan jendela jual). Bandarmologi mikro: net buyer teratas ≈ Rp106 juta vs transaksi sehari Rp313 juta = sepertiga hari. Net foreign negatif dua hari penurunan terbesar (−329.800 29-10; −4.667.600 20-10). Insiders net jual 3,76 juta saham Agustus–September di 190–224.

  6. Makro memperkuat bukan melemahkan: 97% no cut sepanjang 2026, higher-for-longer. Developer properti Indonesia paling sensitif suku bunga; beban utang tidak akan membaik dan neraca tidak tersedia untuk menilai refinancing.

Yang saya tolak dari masing-masing: dari agresif — rencana "jual ke kekuatan 142–144" adalah harapan pada bid yang datanya bilang tidak ada (demand mati), dan framing "ketidakpastian aset bagi pembeli murah" salah; ketidakpastian adalah liabilitas. Dari konservatif — menolak risiko gap probabilistik lalu menerima slippage eksekusi yang deterministik di pasar 0,218% turnover itu tidak konsisten; dump di 119 ke bid kosong merusak harga sendiri. Dari netral — benar soal diagnosis, tapi "manfaatkan bid kalau kebetulan naik" harus tetap tanpa syarat menunggu.

Eksekusi: 3–4 tranche, limit order di dalam spread, mulai sekarang tanpa menunggu harga naik. Order besar akan menghancurkan harga sendiri (turnover 0,218%, order flow 0 tick pada 29-10, ~96 transaksi/hari). Tenggat keras 10 sesi; kalau habis dan masih ada sisa, jual apa pun harganya — durasi risiko yang mahal, bukan harga. Hard exit jika close <113 dengan volume.

Re-entry (syarat masuk baru, bukan izin hold) — semua harus terpenuhi: close >143,99 dengan volume ekspansi; RSI >40 dan MACDH mengecil dua sesi; turnover >1%; laporan keuangan baru dengan beban bunga dan G&A turun nyata; plus syarat konservatif yang saya dukung penuh — neraca dan arus kas lengkap.

Yang akan mengubah call: neraca/arus kas/jadwal jatuh tempo utang yang menunjukkan lantai nilai terverifikasi plus bukti beban bunga turun — itu mengubah dari Sell ke minimal Hold. Tidak ada satu pun item itu di prompt ini, jadi rekomendasi ini berdiri di atas P&L Q1 2026 dan data harga/teknikal saja. Ditandai sebagai analisis buta: presales, neraca, arus kas, dan jatuh tempo utang TAMA.JK tidak tersedia.

Price Target: 113.0

Time Horizon: Exit penuh dalam 10 sesi perdagangan; re-entry hanya setelah semua syarat verifikasi terpenuhi

Rencana trader

244 kata

Action: Sell

Reasoning: Rencana riset = Sell. Teknikal konfirmasi penuh: close 119 di bawah 10 EMA 143.99, 50 SMA 190.64, 200 SMA 154.62, dan VWMA 142.45 sekaligus. MACD −17.93, histogram −4.13 melebar negatif. RSI 25.33 oversold tanpa divergensi; oversold di trend turun kuat = mekanisme, bukan support. Aritmatika fundamental memutus: G&A 1.456 jt vs laba bruto 650.6 jt — bunga nol pun masih rugi −806 jt/kuartal. Tesis bull "masalah struktur modal" gugur di laporan yang sama. Downside ke boll_lb 113.21 cuma 5.8 poin (~0.6 ATR); stop 113 di bawah itu = satu bar. Volume menyusut (2.62 jt vs 59 jt pada 26-08) = demand mati, bukan capitulation. Bandarmologi mikro (~Rp106 jt vs Rp313 jt transaksi sehari), net foreign negatif dua hari penurunan terbesar. Tanpa neraca/arus kas/jatuh tempo utang, tidak ada floor terverifikasi. Tidak ada satu pun trigger beli terpenuhi. Jual, tapi bertahap — turnover 0.218%, order flow 0 tick pada 29-10, dump akan hancurkan harga sendiri. Angka posisi aktual tidak diberikan prompt; trader ukur eksposur sendiri.

Entry Price: 119.0

Stop Loss: 113.0

Position Sizing: Target eksposur ≤0.5% NAV dalam 5 sesi, nol dalam 10 sesi; pecah exit jadi 3–4 tranche. Prioritas jual saat bid naik ke 10 EMA 143.99 / VWMA 142.45 (jendela likuiditas, bukan sinyal hold). Risiko per transaksi maks 1% modal. Re-entry hanya jika SEMUA terpenuhi: close >143.99 + volume ekspansi, RSI >40 + MACDH mengecil dua sesi, laporan keuangan baru dengan beban bunga/G&A turun nyata, turnover >1%.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

692 kata

Recommendation: Sell

Rationale: Bear menang bukan karena lebih dulu atau lebih akhir bicara, tapi karena bull sendiri mengakui datanya mayoritas melawan dia — lalu tetap keluar BUY. Poin yang memutuskan:

  1. Bull salah hitung soal restrukturisasi bunga. Bull klaim "kalau bunga turun, P&L berbalik". Bear cek angka: G&A 1.456 juta vs laba bruto 650,6 juta. Bahkan bunga = nol, perusahaan masih rugi −806 juta/kuartal. Argumen "masalah struktur modal, bukan produk" gugur di sini. Ini poin paling menentukan: tesis inti bull tidak lolos aritmatika dari laporan yang sama.

  2. Klaim support 113 paling rapuh. Close 119, low 116, ATR 9,90 (dan riset catat ATR understates gerak 13–19 poin). Jarak ke boll_lb 113,21 = 2,8 poin = setengah bar perdagangan. "Downside terbatas" tidak terverifikasi.

  3. Bull membalik tanda data. Volume menyusut dibaca "seller habis". Bear benar: markdown pada declining volume = demand mati, bukan capitulation. Order flow 29-10 = 0 tick. Bandarmologi net buyer ≈ Rp106 juta vs transaksi satu hari Rp313 juta = sepertiga hari, mikro. Net foreign CSV negatif (−329.800 29-10; −4.667.600 20-10 di hari 152→137). Bull pilih sumber yang menguntungkan, abaikan yang tidak.

  4. "Tanpa cakupan = mispricing window" adalah fallacy judi. Bull sendiri akui tool neraca/arus kas kosong. P/S ~24x. Tanpa data inti, default risiko bukan beli — hindari sampai terverifikasi. Ini standar, bukan fallacy bear.

  5. Konvergensi: bull sendiri minta konfirmasi (close >143,99, RSI >40, MACDH mengecil). Harga 119 = 23% di bawah 10 EMA, 50 SMA, 200 SMA, dan VWMA sekaligus. Tidak satu pun pemicu beli terpenuhi. Kalau bull pun menunggu konfirmasi, tidak ada kasus untuk memegang posisi sekarang.

Yang saya tidak terima dari bear: angka "G&A + bunga = 5,6x laba bruto" overstated (bunga = 3,39x laba bruto, G&A = 2,24x; total 3.658 juta = 5,6x laba bruto neto — saya pakai 5,6x total, bukan 5,6x per komponen). Juga klaim "downside tidak terbatas" retoris — downside terbatas ke nol, tapi tanpa floor fundamental terverifikasi, praktis tidak terukur. Keduanya tidak mengubah arah, hanya besarkan keyakinan dari "Sell mutlak" ke "Sell dengan exit plan".

Skala kemenangan: bear menang jelas di aritmatika dan metodologi, menang tipis di teknikal. Cukup untuk Sell, tapi karena likuiditas 0,218% dan data neraca kosong, eksekusi harus bertahap, bukan panic-dump.

Keterbatasan yang saya akui: tidak ada neraca, arus kas, presales, atau jadwal jatuh tempo utang untuk TAMA.JK dalam prompt ini. Rekomendasi ini berdiri di atas P&L Q1 2026 dan data harga/teknikal saja.

Strategic Actions: Terhadap alokasi standar (asumsi 100% NAV sebagai basis; anga TAMA.JK saat ini tidak diketahui dari prompt — trader harus ukur dulu):

  1. Ukur eksposur dulu. Cek posisi TAMA.JK aktual sebagai % NAV sebelum bertindak. Jika nol, jangan buka posisi baru. Jika ada, lanjut ke langkah 2.

  2. Jika posisi ada — kurangi bertahap, jangan dump. Turnover 0,218% dan order flow 0 tick berarti order besar akan menghancurkan harga sendiri. Pecah exit jadi 3–4 tranche. Target: ≤0,5% NAV dalam 5 sesi, nol dalam 10 sesi, kecuali kondisi verifikasi di langkah 5 terpenuhi.

  3. Prioritas jual saat ada bid. Manfaatkan bounce ke 10 EMA 143,99 atau VWMA 142,45 sebagai jendela likuiditas untuk exit, bukan sebagai sinyal hold. Jangan pasang stop di 113 — likuiditas terlalu tipis, stop bisa terisi jauh di bawah level.

  4. Hard stop untuk sisa posisi: close <113. Jika boll_lb 113,21 ditembus dengan volume, exit sisa tanpa menunggu.

  5. Syarat re-entry (bukan syarat hold). Hanya pertimbangkan posisi baru jika SEMUA terpenuhi:

    • Close > 10 EMA (143,99) dengan volume ekspansi, DAN
    • RSI > 40 plus MACDH mengecil dua sesi, DAN
    • Laporan keuangan baru yang menunjukkan beban bunga turun nyata atau G&A turun, DAN
    • Bukti likuiditas meningkat (turnover >1%).
  6. Jangan pakai argumen bull sebagai alasan hold. "114 zona support" dan "mispricing window" sudah dibantah di atas. Jika posisi masih ada setelah langkah 2 dan tidak ada bid, tetap keluar — exit risk di saham dengan float tipis lebih mahal daripada realisasi kerugian kecil hari ini.

  7. Tandai sebagai analisis buta. Neraca, arus kas, jatuh tempo utang, dan presales TAMA.JK tidak tersedia. Sebelum ada data itu, TAMA.JK tidak layak masuk portfolio dengan ukuran apa pun di atas 0,5% NAV — bahkan jika sinyal teknikal berbalik.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa teknikal dan aliran dana

1460 kata

Analisis TAMA.JK — PT Lancartama Sejati Tbk (IDX, Real Estate Development)

Data acuan: snapshot terverifikasi 2026-10-29. Indikator dipilih: close_200_sma, close_50_sma, close_10_ema, macdh, rsi, boll_lb, atr, vwma.

1. Struktur harga — runtuh cepat

  • Close 2026-10-29 = 119, Low 116, Open 126. Hari sebelumnya 28-10 close 126 (Low 126).
  • Rangkaian penurunan tajam 15-10 ke 29-10: 186 (15-10) → 168 (16-10) → 152 (19-10) → 137 (20-10) → puncak balik 153 (23-10) → 149 (26-10) → 138 (27-10) → 126 (28-10) → 119 (29-10).
  • Kerugian sejak 186 = −67 poin dalam 10 sesi bursa. Sejak puncak siklus 290 (High 20-08-2026) = −171 poin. Keduanya dihitung langsung dari OHLCV tool, bukan estimasi.
  • Sisi lain: harga sudah turun 59% dari high 290 (20-08) tapi masih naik banyak vs baseline 30 (Okt 2025) dan 79 (25-02). Ini sisa unwind dari bull run multi-bulan, bukan nilai baru.

2. Moving averages — semua di atas harga, urutan bearish

  • close_10_ema 143.99 — harga 119 = 17% di bawah. Short-term momentum patah.
  • close_50_sma 190.64 — harga 38% di bawah. Medium trend sudah berbalik ke bawah; 50 SMA jauh di atas 200 SMA, artinya kenaikan historis belum terurai penuh di MA.
  • close_200_sma 154.62 — naik pelan +0.4/sesi (30-09: 141.1 → 153.3 pada 26-10 → 154.6 pada 29-10). Close 119 = di bawah 200 SMA. Level ini sebelumnya support strategis; sekarang jadi resistance. 200 SMA masih naik karena lag data Juli–Agustus, bukan karena kekuatan baru.
  • Tidak ada golden/death cross baru terjadwal; tapi pelemahan 50 SMA vs naiknya lambat 200 SMA berarti cross bearish berpotensi dalam beberapa pekan jika harga stagnan di ~120.

3. MACD — negatif dan melebar

  • macd −17.93, macds −13.80, macdh −4.13.
  • Histogram negatif dan melebar = momentum turun masih menguat, bukan divergensi bullish. Tidak ada tanda bottoming di momentum.
  • Kombinasi: MACD di bawah nol + histogram negatif + harga di bawah ketiga MA = konfigurasi trend-following bearish penuh.

4. RSI — oversold, tapi bukan sinyal beli

  • rsi 25.33. Di bawah 30.
  • Oversold di trend turun kuat = mekanisme, bukan support. Beli oversold tanpa konfirmasi = menangkap pisau.
  • Konfirmasi yang dicari: RSI naik kembali di atas 30 + close di atas 10 EMA (143.99) atau minimal high harian > high sesi sebelumnya.

5. Bollinger — harga tembus lower band

  • boll 167.10 (mid), boll_ub 220.99, boll_lb 113.21.
  • Close 119 = di dalam band tapi jauh di bawah mid. Lower band di 113.21 jadi zona acuan terdekat. Low hari ini 116 = 3 poin dari lower band.
  • Band melebar tajam (mid 167 vs harga 119) = volatilitas ekspansi ke bawah. Squeeze sudah lepas; tidak ada mean-reversion terkonfirmasi sampai close kembali di atas ~150 (10 EMA region).
  • Jika 113.21 ditembus close, Bollinger walking-down mulai — jangan pasang bottom call di situ.

6. ATR — volatilitas terkontraksi, tapi bar bearish besar

  • atr 9.90 (28-10: 9.90; 27-10: 9.66). Turun dari 25.0 (01-09) dan 24.1 (26-08).
  • ATR rendah + range harian beberapa hari = 10–19 poin (27-10: 149→138 = 11; 28-10: 139→126 = 13) berarti ATR understates gerak aktual: volatilitas terkonsentrasi di bar bearish, bukan merata.
  • Untuk stop-loss: 1×ATR ≈ 10 poin = terlalu dekat (harga bergerak 13–19 poin/hari). Pakai 2×ATR ≈ 20 poin minimum.
  • Position sizing: nominal risiko per saham 20 poin pada harga 119 = 17% notional. Posisi harus kecil.

7. VWMA — konfirmasi distribusi

  • vwma 142.45 (29-10), turun dari 190.6 (15-10) dan 202.5 (18-09).
  • Harga 119 vs VWMA 142.45: harga 16% di bawah rata-rata tertimbang volume. Artinya volume besar keluar di harga lebih tinggi; pembeli di area 140–200 sedang rugi. Ini tekanan jual pasif yang belum habis.
  • Penurunan VWMA lebih tajam daripada SMA mana pun = distribusi berbobot volume, bukan sekadar friksi.

8. Bandarmologi — pola campuran, sedikit condong akumulasi lokal

Broker summary (IDX, per 29-10-2026):

  • Net buyer teratas: XL (Stockbit Digital) +Rp26.65 juta / +223,800 lot-saham; YP (Mirae Asset) +Rp23.37 juta; YU (CGS International) +Rp20.23 juta; ZP (Maybank) +Rp17.85 juta; DU (KAF) +Rp7.60 juta; XA (NH Korindo) +Rp7.15 juta; OD (BRI Danareksa) +Rp3.15 juta.
  • Net seller teratas: CC (Mandiri) −Rp36.39 juta; PD (Indo Premier) −Rp31.08 juta; DR (RHB) −Rp17.35 juta; MG (Semesta Indovest) −Rp12.73 juta; AZ (Sucor) −Rp6.00 juta.
  • Pola: broker asing/affiliated (CGS +20.2 jt, Maybank +17.9 jt) membeli, sementara broker ritel/lokal besar (Mandiri, Indo Premier, RHB, Semesta) menjual. Ini pola akumulasi asing vs distribusi lokal — berlawanan dengan pola "asing jual, ritel beli" yang lebih umum di papan ini.
  • Skala nominal kecil: total net buyer teratas ≈ Rp106 juta vs nilai transaksi 29-10 saja Rp313 juta, dan turnover harian pada puncak (26-08) Rp13.4 miliar. Bandarmologi ini mikro, tidak cukup menandingi penurunan harga. Perlakukan sebagai sinyal sekunder, bukan alasan beli.
  • Level akumulasi: XL beli rata-rata Rp119 (Rp153.5 jt nilai beli) dan juga jual rata-rata Rp120 (Rp126.8 jt) — XL churn, bukan akumulasi bersih di level ini. YP beli rata-rata Rp121, jual rata-rata Rp118. YU/ZP beli rata-rata 119. CC jual rata-rata 124, PD 119, DR 116, MG 126. Level 119 = titik pertemuan pembelian asing dan penjualan lokal.
  • Net foreign di CSV: 29-10 = −329,800 saham; 28-10 = 0; 20-10 = −4,667,600 saham (hari jump harga 152→137). Arus asing bersih negatif di dua hari penurunan terbesar — bertentangan dengan label beberapa broker di atas; keduanya tool berbeda (foreign net dari IDX Edge vs broker summary). Anggap arah asing tidak konklusif.
  • Catatan: get_accumulation_history kosong, get_order_flow_detail kosong (0 tick pada 29-10). Tidak bisa verifikasi tesis bandar multi-hari. Jangan klaim akumulasi berkelanjutan.

9. Konteks struktural

  • Bull run Okt 2025–Agu 2026: 30 → puncak 290 (high 20-08), dengan gap naik berantai di Feb–Apr (103→196, 07-05: 198→216, 13-08: 254→284). Banyak level ini kosong likuiditas.
  • Penurunan sekarang menghapus seluruh kenaikan Mei–Juli. Harga 119 = di bawah close 04-03 (113) belum, masih di atas; close 29-01 (49) jauh di bawah.
  • Volume 29-10: 2,617,600 saham, nilai Rp313 juta, 96 transaksi. Rendah dibanding 26-08 (59 juta saham). Penurunan terjadi pada volume mengecil = seller tahu level, buyer pasif; belum capitulation.
  • Harga 119 = sedikit di atas close 25-05 (214)? Tidak relevan. Level relevan ke bawah: 116 (Low 29-10), 113.21 (boll_lb), 113 (close 04-03 & 06-03).

10. Rencana aksi

  1. Jangan beli di sini. Tidak ada konfirmasi bottom: RSI <30 tanpa divergensi, harga di bawah 10 EMA/50/200 SMA, MACDH negatif melebar, close di bawah VWMA.
  2. Trigger konfirmasi beli (spekulatif): close > 143.99 (10 EMA) dengan volume > rata-rata 20 hari, ATAU RSI > 40 + MACDH mengecil dua sesi berturut-turut.
  3. Invalidasi bearish: close < 113.21 (boll_lb) → target berikutnya open-ended; hindari averaging down.
  4. Stop untuk posisi yang sudah ada: 2×ATR ≈ 20 poin di bawah entry; jika entry di area 160–190, stop sudah terlampaui — pisahkan keputusan jual dari harapan rebound.
  5. Ukuran posisi: volatilitas bar ≥1.5×ATR. Risiko per transaksi maksimum 1% modal → ukuran kecil.

11. Peringatan data

  • Snapshot 29-10 (119) dan baris CSV 29-10 (119) cocok. Baris 2026-03-03 s/d 2026-03-17 volume 0 (hari libur/suspend terindeks) — jangan pakai untuk volume average.
  • Bandarmologi nominal kecil; net foreign dua sumber tidak sepakat. Gunakan sebagai konteks, bukan sinyal entry.

Rating: Sell FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Aspek Bukti (tool) Bacaan
Harga Close 119 (29-10), Low 116 −36% dari 186 (15-10); −59% dari High 290 (20-08)
close_10_ema 143.99 Harga 17% di bawah; momentum patah
close_50_sma 190.64 Harga 38% di bawah; trend medium bearish
close_200_sma 154.62 Harga di bawah 200 SMA; level strategis hilang
MACD −17.93 / signal −13.80 / hist −4.13 Momentum negatif, melebar — tak ada divergensi bullish
RSI 25.33 Oversold, bukan sinyal beli dalam trend turun
Bollinger mid 167.10 / lb 113.21 / ub 220.99 Harga dekat lower band; close <113.21 = walking down
ATR 9.90 2×ATR (~20 poin) untuk stop; position size kecil
VWMA 142.45 Harga 16% di bawah; distribusi berbobot volume
Bandarmologi CGS +20.2 jt, Maybank +17.9 jt beli @119; Mandiri −36.4 jt, Indo Premier −31.1 jt jual; XL churn @119–120 Asing lokal-affiliated akumulasi kecil vs distribusi lokal; skala terlalu kecil
Net foreign −329,800 (29-10), −4,667,600 (20-10) Arus asing bersih negatif; bertentangan dengan broker summary — tidak konklusif
Volume 2,617,600 (29-10) vs 59,046,900 (26-08) Penurunan pada volume mengecil, belum capitulation
Level bawah 116 / 113.21 / 113 Zona invalidasi dan acuan lanjutan
Trigger beli Close >143.99 + volume, atau RSI >40 + MACDH mengecil Butuh konfirmasi, jangan pre-empt

Analisa fundamental

553 kata

Laporan Fundamental TAMA.JK — PT Lancartama Sejati Tbk (IDX, Real Estate – Development)

Profil dan data pasar

  • Ticker TAMA.JK. Sektor properti, pengembangan real estat.
  • Harga 29 Okt 2026: 119 rupiah, turun 7 (-5,56%). VWAP 119,67.
  • Kapitalisasi pasar: ~142,8 miliar rupiah. Saham beredar: 1.200.000.696.
  • Volume: 26.176 lot, nilai transaksi ~313 juta rupiah, 96 frekuensi. Turnover 0,218% — likuiditas tipis.
  • Pasar status: closed (belum buka).

Laba rugi Q1 2026 (kuartal tunggal, disajikan as-filed)

  • Penjualan: 1,465 miliar rupiah.
  • HPP: -814,8 juta. Laba bruto: 650,6 juta. Margin bruto ~44,4%.
  • Beban umum & administrasi: -1.456,0 juta (≈99% dari penjualan — beban tetap besar vs pendapatan).
  • Pendapatan keuangan: +0,9 juta. Beban bunga/keuangan: -2.202,2 juta.
  • Laba sebelum pajak: -3.006,6 juta. Beban pajak: -42,4 juta.
  • Laba bersih: -3.049,1 juta. Komprehensif: -3.049,1 juta. Semua diatribusikan ke entitas induk.

Diagnosa

  • Rugi operasional. Beban bunga 2,2 miliar > laba bruto 0,65 miliar. Bunga saja 1,5x laba bruto. Struktur modal menekan.
  • Beban G&A 3,2x laba bruto. Skala bisnis terlalu kecil untuk basis biaya.
  • Penjualan 1,47 miliar per kuartal ≈ 5,9 miliar annualized. Kapitalisasi 142,8 miliar → P/S ~24x. Sangat mahal kecuali ada pengakuan pendapatan properti besar/land bank.
  • Tanpa ekuitas/utang di hasil tool. Neraca, arus kas, laba rugi historis: tool balikkan daftar file (12 periode Q1 2024–Q4 2025), isi kosong. Tidak bisa verifikasi aset, liabilitas, arus kas, atau tren. Batasan ini penting.

Insider transactions (pemegang saham, Verah Wahyudi S. Wong)

  • Pola bolak-balik, bukan akumulasi bersih.
  • Beli: 3 Sep +5,5 jt @191; 8 Sep +5,76 jt @190; 26 Agu +5,6 jt @224; 2 Sep +1 jt @200.
  • Jual: 14 Agu -6,64 jt; 8 Sep -3,12 jt; 4 Sep -3,12 jt @206.
  • Bersih Agustus–September: sekitar -3,76 juta saham. Posisi 10 Sep: 120,77 juta.
  • Tanda: transaksi dua arah @harga 190–224 saat harga sekarang 119 (turun ~40%). Distribution atau tampilan likuiditas, bukan conviction buy.

Seasonality

  • Tidak ada data. Tidak bisa dipakai.

Kesimpulan untuk trader

  • Fundamental lemah. Rugi Q1 2026, beban bunga dominan, skala pendapatan kecil vs valuasi.
  • Likuiditas tipis. Mudah tergelincir.
  • Insider dua arah, tren jual lebih dominan.
  • Data neraca/arus kas tidak tersedia lewat tool — risiko analisis buta. Minta laporan keuangan penuh sebelum posisi besar.
  • Tanpa perbaikan laba/restrukturisasi utang: hindari.

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Metrik Nilai Catatan
Harga (29 Okt 2026) 119 IDR -5,56% harian, VWAP 119,67
Kapitalisasi pasar ~142,8 M rupiah 1,2 M saham
Turnover 0,218% Likuiditas tipis
Penjualan Q1 2026 1.465,5 juta Kuartal tunggal
Laba bruto Q1 2026 650,6 juta Margin ~44,4%
Beban G&A Q1 2026 1.456,0 juta ~99% penjualan
Beban bunga Q1 2026 2.202,2 juta 1,5x laba bruto
Laba bersih Q1 2026 -3.049,1 juta Rugi
P/S annualized (est.) ~24x Mahal vs skala
Insider (Verah W. S. Wong) Net -3,76 jt saham Agu–Sep Beli @190–224, jual 2 arah
Neraca / Arus kas / Histori Tidak tersedia Tool balik file kosong
Seasonality Tidak ada data —
Rating Sell Rugi, bunga berat, likuiditas tipis

Analisa sentimen

350 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Ringkasan: semua sumber data kosong

Tidak ada satu pun sumber sentimen yang mengembalikan data untuk TAMA.JK (PT Lancartama Sejati Tbk, Real Estate - Development, Bursa Efek Indonesia) pada periode 2026-10-22 s.d. 2026-10-29.

Per sumber

News (Yahoo Finance) — TIDAK TERSEDIA Vendor tidak punya artikel bertanda TAMA.JK. Ini kegagalan data, bukan sinyal bearish. Nol headline = nol bukti arah. Tidak diestimasi, tidak difabrikasi.

StockTwits — TIDAK TERSEDIA Request gagal (HTTPError). Nol pesan, nol tag Bullish/Bearish, nol rasio. Tidak bisa baca sentimen retail. Sampel nol.

Reddit — TIDAK DIKUERI Tidak ada query Reddit untuk TAMA.JK. Tidak ada diskusi komunitas. Jangan dibaca sebagai "sunyi = netral"; ini hanya tidak ada input.

Divergensi

Tidak bisa dinilai. Butuh minimal dua sumber aktif untuk baca divergensi. Semua diam.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada tema berulang yang terdeteksi karena tidak ada teks.

Katalis

Tidak ada teridentifikasi. Tidak ada headline, tidak ada post yang menyebut laporan keuangan, proyek properti, RUPS, aksi korporasi, atau kebijakan sektor properti Indonesia.

Risiko

  1. Risiko data, bukan risiko pasar. Nol cakupan media sosial untuk emiten kecil/illikuid di BEI adalah hal lazim. Ketiadaan diskusi tidak berarti aman — likuiditas rendah dan cakupan analis tipis justru memperbesar risiko gap harga.
  2. Risiko misinterpretasi. Angka 5/10 di sini artinya "tidak ada sinyal", bukan "seimbang bull vs bear". Jangan pakai sebagai konfirmasi arah.

Tabel sinyal sentimen

Arah Sumber Bukti
Tidak tersedia News (Yahoo Finance) 0 artikel; vendor tidak melayani TAMA.JK
Tidak tersedia StockTwits HTTPError; 0 pesan; rasio bull/bear tidak ada
Tidak tersedia Reddit Tanpa query; 0 post
Netral (teknis) Agregat Tidak ada data, bukan hasil pembobotan

Kesimpulan

Sentimen pasar tidak bisa diukur untuk TAMA.JK pada periode ini. Rekomendasi: jangan layani sinyal sentimen sama sekali untuk ticker ini; bergantung sepenuhnya pada fundamental dan teknikal. Jika sentimen wajib jadi input, coba sumber alternatif (berita lokal Indonesia, IDX disclosure, forum lokal) sebelum ambil posisi.

Rating: Neutral (data unavailable) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

652 kata

Laporan Riset Berita & Makro — TAMA.JK (PT Lancartama Sejati Tbk / Real Estate - Development)

Rating: Sell FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

1. Berita TAMA.JK

DATA UNAVAILABLE. Vendor tidak punya artikel bertanda TAMA.JK. Tidak ada estimasi, tidak ada fabrikasi. Ketiadaan berita = ketiadaan katalis, bukan sinyal negatif tersendiri — tapi juga tidak ada alasan fundamental untuk masuk.

2. Makro Global

  • FRED API tidak aktif (FRED_API_KEY tidak diset). CPI, core PCE, unemployment, fed funds, 10Y yield, curve: unavailable. Tidak diisi karangan.
  • Sumber pengganti: prediction market.
  • Fed rate cut 2026: "no cuts" 97% (volume $9.27M, +0.3pp minggu ini). "1 cut" 0.95%. Kebijakan moneter ketat bertahan sepanjang 2026.
  • Resesi AS akhir 2026: 7% (volume $2.40M, -0.5pp). Risiko resesi turun, tapi tidak ada pelonggaran moneter.
  • Arti gabungan: stagflasi ringan / higher-for-longer. Yield global tetap tinggi. Diskonto properti tetap berat.

3. Konteks Indonesia

  • MSCI downgrade Indonesia ke Frontier by 30 Nov: 12% (volume tipis $1.39k, -5.5pp). Risiko aliran keluar pasif rendah, tapi eksistensinya bikin sentimen IDX rapuh. Volume tipis = sinyal lemah, jangan jadi dasar utama.
  • Prabowo lengser sebelum 31 Des 2026: 5% (-0.9pp). Stabilitas politik membaik sedikit.
  • Implikasi: Rupiah/BI rate pressure dari higher-for-longer AS tetap. Developer properti Indonesia sensitif ke suku bunga, jadi sektor ini headwind.

4. Kondisi Pasar IDX (28 Okt 2026)

  • Screener: hanya 3 nama, semua pola jangka pendek (PIPA, LUCY, NATO). TAMA.JK tidak muncul — tidak ada sinyal akumulasi broker, tidak ada volume anomali.
  • Movers: gainer didominasi saham mikro/nano (XCIS, BEBS, MKNT, NPGF frekuensi 1–60, value <Rp1M). Itu bukan partisipasi sehat.
  • Loser: RAFI -72%, SMMA -38%, MSIN -24% — papan kecil berdarah, likuiditas tipis.
  • Sektor properti tidak tercetak di gainer/loser hari itu. Tidak ada relative strength.

5. Kait ke TAMA.JK

  1. Tidak ada berita = tidak ada katalis. Saham mikro tanah/properti tanpa pipeline kontrak dan tanpa cakupan analis = harga digerakkan spekulasi, bukan fundamental.
  2. Higher-for-longer (97% no cut) = diskonto yield properti naik, biaya KPR konsumen naik, presales melemah.
  3. Pasar microcap IDX sedang rotasi liar (range -72% sampai +158% dalam satu hari dengan value <Rp10M). Likuiditas TAMA.JK kemungkinan sama tipis. Exit risk nyata: susah keluar tanpa menggerakkan harga.
  4. MSCI frontier risk 12% = tail risk untuk saham mikro, aliran keluar pasif mengenai nama likuid dulu, lalu spread ke microcap.
  5. Tidak masuk screener = tidak ada institusi mengakumulasi. Tidak ada edge.

6. Aksi

  • Jangan beli. Tidak ada dasar.
  • Jika sudah pegang: kurangi. Stop ketat, limit order saja, perhatikan spread bid-ask sebelum order.
  • Tunggu katalis keras: laporan keuangan dengan pipeline kontrak/marketing sales properti, atau masuk screener dengan volume 2–5x, baru evaluasi ulang.
  • Ukuran posisi kecil bila tetap mau bermain (max 1–2% NAV), likuiditas terlalu tipis untuk size besar.

7. Keterbatasan Data

Berita emiten: tidak ada. Macro FRED: tidak ada. Kesimpulan bertumpu pada prediction market + snapshot IDX — cakupan sempit. Konfirmasi dengan laporan keuangan IDX dan order book sebelum eksekusi.

Kategori Temuan Implikasi TAMA.JK Arah
Berita emiten Data unavailable Tidak ada katalis idiosinkratik Netral-negatif
Fed cut 2026 97% no cut (+0.3pp) Diskonto properti tetap tinggi Negatif
Resesi AS 2026 7% (-0.5pp) Tail risk rendah, tapi tanpa pelonggaran Netral
MSCI IDX frontier 12% (volume tipis) Tail risk aliran keluar Negatif (kecil)
Politik RI Prabowo lengser 5% (-0.9pp) Risiko politik turun Netral-positif
Screener IDX TAMA.JK absen Tanpa akumulasi broker/volume Negatif
Breadth IDX Gainer microcap frek 1–60 Pasar rapuh, likuiditas tipis Negatif
FRED macro Unavailable Tidak dikonfirmasi Ambigu
Likuiditas saham Estimasi tipis, tidak dikonfirmasi Exit risk tinggi Negatif
Kesimpulan Hindari / keluar posisi SELL