Gacor Quant
Istirahat (12:00-13:30 WIB) IDX Edge PRO Tentang Gacor

Semen Baturaja (Persero) Tbk.

SMBR · analisa Selasa, 27 Oktober 2026

model analisa ag/gemini-3.8-flash-high

Sell

126 rupiah per lembar · +0,00% · -

Net broker seluruhnya 287,5 jt rupiah. Kapitalisasi 1,3 T.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. Rating: Sell. Pangkas alokasi jadi 0%. Lepas sisa posisi pakai limit order saat pantulan 129-131, cegah slippage karena transaksi mini Rp622,64 juta.
Aliran dana
CC beli 67,6 jt
Posisi harga
-20,2% terhadap SMA50, asing 2,3% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir
VWAP
127
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
65,3 jt
rupiah, sesi -
Frekuensi
123
kali transaksi
Volume
515,8 rb
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-27. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
CC MANDIRI SEKURITAS 67,6 jt 520,6 rb 103,6 jt 36,0 jt
PD INDO PREMIER SEKURITAS 55,6 jt 412,9 rb 67,8 jt 12,3 jt
AI KAY HIAN SEKURITAS 45,0 jt 349,6 rb 45,1 jt 159,6 rb
AT PHINTRACO SEKURITAS 30,2 jt 238,5 rb 49,5 jt 19,3 jt
NI BNI SEKURITAS 28,3 jt 217,6 rb 49,6 jt 21,3 jt
DR RHB SEKURITAS INDONESIA 20,1 jt 148,3 rb 48,1 jt 28,1 jt
EP MNC SEKURITAS 18,1 jt 144,1 rb 31,4 jt 13,3 jt
KI CIPTADANA SEKURITAS ASIA 9,2 jt 70,0 rb 9,2 jt -
ZP MAYBANK SEKURITAS INDONESIA 8,4 jt 64,0 rb 8,4 jt -
DH SINARMAS SEKURITAS 2,3 jt 17,9 rb 2,3 jt -

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
CC 130 103,6 jt YP 130 126,0 jt
YP 131 74,8 jt XL 131 97,0 jt
PD 134 67,8 jt OD 133 67,8 jt
NI 130 49,6 jt SQ 130 48,7 jt
AT 130 49,5 jt AK 133 44,7 jt
DR 133 48,1 jt CC 132 36,0 jt
XL 132 46,9 jt DR 131 28,1 jt
AI 129 45,1 jt XC 132 27,0 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 110 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2025-07-23 ASURANSI JIWA IFG - Sell -4,000,000 0
2025-07-22 ASURANSI JIWA IFG - Sell -16,000,000 0
2025-07-21 ASURANSI JIWA IFG - Sell -5,163,000 0
2025-07-18 ASURANSI JIWA IFG - Sell -10,016,200 0
2025-07-17 ASURANSI JIWA IFG - Sell -9,364,700 0
2025-07-16 ASURANSI JIWA IFG - Sell -16,245,000 0

Keputusan akhir

133 kata

Rating: Sell

Executive Summary: Rating: Sell. Pangkas alokasi jadi 0%. Lepas sisa posisi pakai limit order saat pantulan 129-131, cegah slippage karena transaksi mini Rp622,64 juta. Pasang stop loss 134, target turun 115.

Investment Thesis: Struktur teknikal SMBR.JK bearish mutlak. Harga 126 bawah EMA10 131,59, SMA50 157,82, SMA200 200,03. MACD -9,36 bawah sinyal -8,64, histogram -0,72. Broker asing AK distribusi rerata 133, ritel CC dan PD tampung pisau jatuh rentang 129-134. Valuasi PBV 0,37x jebakan nilai. Laba bersih anjlok 87,33% YoY sisa Rp3,88 miliar, margin tipis 0,75%. Beban usaha kikis 87,49% laba kotor. Likuiditas minim, turnover 0,000478. Kas Rp58,71 miliar tidak imbang utang bank jatuh tempo Rp230 miliar, modal kerja mandek di piutang relasi SIG Rp520,98 miliar. Tesis batal jika harga tembus resistensi 134 volume besar.

Price Target: 115.0

Time Horizon: 1-3 bulan

Rencana trader

57 kata

Action: Sell

Reasoning: Tren turun kuat. Harga 126 berada di bawah EMA10 131.59, SMA50 157.82, SMA200 200.03. MACD -9.36 konfirmasi momentum bearish kuat uji batas bawah Bollinger 115. Asing distribusi dan kas Rp58,71 miliar tidak cukup bayar utang jatuh tempo Rp230 miliar.

Entry Price: 126.0

Stop Loss: 134.0

Position Sizing: 0% dari portofolio

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

281 kata

Recommendation: Sell

Rationale: Bull sorot valuasi PBV 0,37x, CFO Rp 150,61 miliar, penurunan beban bunga. Bear bantah telak. PBV rendah bukti jebakan nilai (value trap). Kinerja operasional rapuh: ROA hancur 0,08%, laba bersih SMBR.JK anjlok 87,33% YoY sisa Rp 3,88 miliar dari total aset Rp 4,68 triliun. Pendapatan turun 8,04% YoY akibat kelebihan pasokan semen. Beban usaha kikis 87,49% laba kotor.

Neraca simpan risiko likuiditas tinggi. Kas riil sisa Rp 58,71 miliar. Utang bank jatuh tempo 1 tahun capai Rp 230 miliar. Kas operasional tidak mampu tutup kewajiban jangka pendek. Piutang pihak berelasi Rp 520,98 miliar sandera modal kerja di induk SIG.

Akumulasi asing semu. Nilai net buy asing hanya Rp 68 juta (541.500 lembar). Broker asing AK distribusi di rerata Rp 133. Ritel CC dan PD tampung pisau jatuh di Rp 129-134. Saham tidak likuid. Turnover ratio 0,000478, transaksi harian mini Rp 622,64 juta. Slippage risiko tinggi.

Struktur teknikal turun mutlak. Harga Rp 126 berada jauh di bawah EMA10 (131,59), SMA50 (157,82), SMA200 (200,03). MACD (-9,36) di bawah sinyal, histogram negatif (-0,72). Argumen Bear menang telak.

Strategic Actions: 1. Alokasi portofolio: 0% dari alokasi standar. Kosongkan eksposur pada SMBR.JK, hindari posisi beli baru. 2. Eksekusi jual: Lepas sisa posisi saat pantulan teknikal lemah di area Rp 129 - Rp 131. 3. Target penurunan harga: Pantau pelemahan menuju uji Bollinger Lower Band di level Rp 115,00. 4. Manajemen likuiditas dan slippage: Pecah order jual ke ukuran kecil (order slicing) dengan limit order. Hindari market order karena nilai transaksi harian rendah (Rp 622,64 juta). 5. Level pembatalan tesis (stop loss / buyback cover): Tutup posisi jual jika harga berhasil tembus ke atas resistensi konsolidasi ritel di Rp 134,00 dengan lonjakan volume signifikan.

Analisa teknikal dan aliran dana

663 kata

Pemilihan Indikator Teknis

  1. close_10_ema (131.59): Pantau tren mikro dan momentum jangka pendek cepat.
  2. close_50_sma (157.82): Konfirmasi arah tren jangka menengah; resistensi dinamis.
  3. close_200_sma (200.03): Tolok ukur tren besar; konfirmasi tren turun struktural.
  4. rsi (34.02): Deteksi kondisi jenuh jual dan potensi pelemahan tekanan jual.
  5. macd (-9.36): Ukur momentum penurunan relatif terhadap rata-rata eksponensial.
  6. macdh (-0.72): Pantau kontraksi histogram momentum bearish.
  7. boll (140.25): Evaluasi deviasi harga terhadap rata-rata 20 hari (pita bawah 115.34, atas 165.16).
  8. atr (8.49): Dasar penentuan batas toleransi risiko dan volatilitas pergerakan harian.

Semua indikator saling melengkapi tanpa tumpang-tindih berlebih.


Kondisi Pasar & Verifikasi Data SMBR.JK

  • Data Terverifikasi (2026-10-27):
    • Open: 131 | High: 136 | Low: 125 | Close: 126
    • Volume: 4.749.900 lembar | Nilai Transaksi: Rp622.638.600 | Frekuensi: 511 kali
    • Foreign Net: +541.500 lembar
  • Diskrepansi Data: Vendor verdict catat RSI(14) 27 (oversold ekstrem). Snapshot terverifikasi catat RSI 34.02. Snapshot terverifikasi jadi acuan utama.
  • Aksi Harga:
    • Tren harga turun konsisten. Posisi close 126 berada jauh di bawah close_10_ema (131.59), close_50_sma (157.82), dan close_200_sma (200.03). Struktur downtrend kuat.
    • Candlestick harian tutup dekat titik terendah (Low 125). Tekanan jual intraday dominan setelah uji High 136.
    • Volatilitas harian ATR 8.49 mencakup 6.74% dari harga penutupan. Rentang pergerakan lebar, risiko fluktuasi tinggi.
    • Posisi harga berada di paruh bawah Bollinger Bands (tengah 140.25, bawah 115.34). Belum ada konfirmasi pantulan dari batas bawah.
    • MACD (-9.36) di bawah garis sinyal (-8.64). Histogram macdh (-0.72) negatif. Momentum bearish belum berbalik arah.

Bandarmologi & Aliran Broker (SMBR.JK)

  • Top Net Buyer:
    • CC (Mandiri Sekuritas): Net Beli Rp67,63 juta (520.600 lembar, rerata Rp130)
    • PD (Indo Premier Sekuritas): Net Beli Rp55,58 juta (412.900 lembar, rerata Rp134)
    • AI (Kay Hian Sekuritas): Net Beli Rp44,99 juta (349.600 lembar, rerata Rp129)
    • Dominasi akumulasi pembeli: broker ritel dan domestik.
  • Top Net Seller:
    • OD (BRI Danareksa Sekuritas): Net Jual -Rp67,24 juta (-505.100 lembar, rerata Rp133)
    • YP (Mirae Asset Sekuritas): Net Jual -Rp51,26 juta (-400.600 lembar, rerata Rp130)
    • XL (Stockbit Sekuritas): Net Jual -Rp50,15 juta (-386.700 lembar, rerata Rp131)
    • AK (UBS Sekuritas Indonesia - Asing): Net Jual -Rp35,94 juta (-270.300 lembar, rerata Rp133)
  • Karakter Aliran:
    • Broker asing institusi (AK) distribusi keluar di rerata Rp133.
    • Ritel/domestik (CC, PD, AI) tampung barang di rentang Rp129–Rp134.
    • Konsentrasi transaksi berada di harga Rp130–Rp133; harga penutupan Rp126 berada di bawah area transaksi terbesar. Pembeli intraday terjebak posisi rugi.

Ringkasan Parameter SMBR.JK

Parameter Nilai Sumber Terverifikasi Interpretasi
Penutupan Terakhir Rp126 (-3,82%) Tekanan jual kuat, tembus ke bawah open 131
Moving Averages EMA10: 131.59 | SMA50: 157.82 | SMA200: 200.03 Bearish total; harga di bawah seluruh garis MA
RSI (14) 34.02 Melemah mendekati oversold; belum ada divergensi
MACD (12, 26, 9) MACD: -9.36 | Signal: -8.64 | Hist: -0.72 Momentum negatif, histogram masih di zona minus
Bollinger Bands Lower: 115.34 | Mid: 140.25 | Upper: 165.16 Bergerak menuju batas bawah; ruang penurunan terbuka
ATR (14) 8.49 Volatilitas tinggi (~6,7% harga)
Broker Flow Buyer: CC, PD, AI | Seller: OD, YP, XL, AK Distribusi institusi asing (AK), akumulasi ritel
Foreign Net +541.500 lembar Pembelian minor, kalah oleh distribusi total

Rating: SELL

FINAL TRANSACTION PROPOSAL:

  • Arah Transaksi: AVOID / SELL (Hindari pembelian; lepas posisi jika ada pantulan teknikal).
  • Alasan: Tren turun makro dan mikro solid. Harga gagal bertahan di atas EMA10 (131.59). Broker institusi asing (AK UBS) keluar, ditampung ritel. Nilai transaksi rendah (Rp622,64 juta).
  • Area Cut Loss / Stop Loss (Bagi Pemegang Posisi): Rp118 (di bawah titik terendah terkini 116–117).
  • Target Pelemahan Lanjutan: Rp115 (uji Bollinger Lower Band 115.34).
  • Syarat Batalnya Skenario Bearish: Penembusan valid kembali ke atas level Rp133–Rp134 dengan lonjakan volume beli institusi.

Analisa fundamental

886 kata

Identitas emiten: SMBR.JK (PT Semen Baturaja (Persero) Tbk). Sektor bahan bangunan/semen, anak usaha Semen Indonesia Group (SIG). Tanggal analisis: 27 Oktober 2026.

1. Profil & Metrik Pasar

  • Harga saham: Rp 126,0.
  • Kapitalisasi pasar: Rp 1,25 triliun (Rp 1.251.499.326.336).
  • Saham beredar: 9.932.534.336 lembar.
  • Rasio omset (turnover ratio): 0,000478. Likuiditas pasar sangat tipis, rawan slippage transaksi besar.
  • Nilai buku per saham (BVPS): Rp 342,37.
  • Rasio PBV: 0,37x. Diskon aset besar terhadap nilai buku.

2. Analisis Kinerja Laba Rugi (Kuartal Terakhir: Q2 2026)

  • Pendapatan usaha: Rp 520,73 miliar. Naik 18,51% QoQ vs Q1 2026 (Rp 439,40 miliar). Turun 8,04% YoY vs Q2 2025 (Rp 566,24 miliar).
  • Beban pokok pendapatan (COGS): Rp 377,81 miliar. Margin laba kotor 27,44% (turun vs Q1 2025 di 33,34%).
  • Beban usaha: Beban penjualan Rp 69,46 miliar, beban umum & administrasi Rp 55,57 miliar. Total beban operasional Rp 125,03 miliar gerus 87,49% laba kotor.
  • Beban bunga dan keuangan: Rp 9,38 miliar. Turun konsisten (Q2 2025: Rp 14,77 miliar; Q2 2024: Rp 20,80 miliar). Pembayaran pokok utang kurangi beban bunga.
  • Laba sebelum pajak: Rp 14,31 miliar.
  • Beban pajak: Rp 10,43 miliar. Tarif pajak efektif sangat tinggi (72,86%).
  • Laba bersih periode berjalan: Rp 3,88 miliar. Turun drastis 87,33% YoY vs Q2 2025 (Rp 30,66 miliar). Margin laba bersih tipis 0,75%.
  • EPS: Rp 0,39 (as reported: -2 / flat).

3. Neraca Keuangan & Solvabilitas (Per Q2 2026)

  • Kas dan setara kas: Rp 58,71 miliar. Turun dari Rp 72,61 miliar (Q1 2026) akibat bayar utang dan dividen.
  • Piutang usaha: Rp 638,41 miliar. Didominasi piutang pihak berelasi Rp 520,98 miliar (induk SIG). Risiko gagal bayar rendah, likuiditas kas tertahan di rantai distribusi grup.
  • Persediaan: Rp 258,53 miliar. Stabil.
  • Total aset lancar: Rp 998,15 miliar.
  • Total aset tidak lancar: Rp 3.681,89 miliar (aset tetap bersih Rp 3.597,82 miliar).
  • Total aset: Rp 4.680,04 miliar.
  • Liabilitas jangka pendek: Rp 773,63 miliar. Utang usaha Rp 442,31 miliar, utang bank jatuh tempo 1 tahun Rp 230,00 miliar.
  • Liabilitas jangka panjang: Rp 505,81 miliar. Utang bank jangka panjang Rp 70,16 miliar, sewa pembiayaan Rp 112,90 miliar.
  • Total liabilitas: Rp 1.279,44 miliar. Turun konsisten dari level Rp 1,64 triliun (akhir 2024).
  • Total ekuitas: Rp 3.400,60 miliar.
  • Current Ratio: 1,29x. Cukup tutup kewajiban lancar.
  • Utang bank berbunga: Rp 300,16 miliar (Rp 230 miliar jangka pendek + Rp 70,16 miliar jangka panjang).
  • Debt to Equity Ratio (DER utang berbunga): 0,09x (utang bank / ekuitas) atau 0,12x (termasuk liabilitas sewa). Sangat sehat, risiko insolvensi minim.

4. Analisis Arus Kas (Per Q2 2026)

  • Arus kas operasional (CFO): Rp +150,61 miliar. Positif dan kuat. Penerimaan pelanggan Rp 476,38 miliar ungguli pembayaran pemasok Rp 264,82 miliar.
  • Arus kas investasi (CFI): Rp -17,11 miliar. Belanja modal aset tetap Rp 20,56 miliar. Capex terukur dan disiplin.
  • Arus kas pendanaan (CFF): Rp -146,90 miliar. Alokasi kas fokus bayar pinjaman bank (Rp 110,00 miliar) dan bayar dividen tunai (Rp 34,38 miliar).
  • Siklus modal: Arus kas operasional dipakai penuh pelunasan utang perbankan (agresif deleveraging).

5. Transaksi Insider & Musiman

  • Aktivitas insider pekan terakhir: Nihil. Tidak ada transaksi orang dalam terlapor periode akhir Oktober 2026.
  • Data historis insider terakhir: Asuransi Jiwa IFG lepas kepemilikan bertahap pada Juli 2025 (posisi turun dari 859 juta ke 784 juta saham).
  • Tren musiman (seasonality): Data historis bulanan IDX Edge PRO nihil.

6. Wawasan & Implikasi Trading

  • Katalis positif: Deleveraging neraca agresif. Beban bunga pangkas drastis (turun >50% dari 2024). Valuasi sangat murah (PBV 0,37x). Arus kas operasi solid (Rp 150,61 miliar).
  • Katalis negatif: Margin laba bersih rapuh (0,75%). Beban operasional tinggi telan marjin kotor. Piutang macet/tertahan di entitas relasi (Rp 520,98 miliar). Likuiditas saham rendah (turnover 0,000478), volume beli/jual besar sulit dieksekusi tanpa distorsi harga.
  • Sudut pandang trader: Saham defensif berbasis aset (deep value). Masuk bertahap di area batas bawah harga Rp 120-125. Hindari aksi beli agresif pasar akibat likuiditas tipis.
Parameter Fundamental Nilai / Angka Evaluasi & Status
Harga Saham Rp 126,0 Posisi stagnan, level bawah historis
Kapitalisasi Pasar Rp 1,25 Triliun Kategori small-cap IDX
PBV / BVPS 0,37x / Rp 342,37 Diskon ekuitas dalam (deep value)
Pendapatan Q2 2026 Rp 520,73 Miliar Tumbuh 18,51% QoQ, turun 8,04% YoY
Laba Kotor (Gross Margin) Rp 142,91 Miliar (27,44%) Margin kotor tertekan biaya produksi
Laba Bersih Q2 2026 Rp 3,88 Miliar (0,75% margin) Lemah akibat beban usaha & beban pajak tinggi
Beban Bunga Keuangan Rp 9,38 Miliar Efisiensi kuat (turun drastis YoY)
Total Kas Rp 58,71 Miliar Cukup operasional harian
Total Utang Berbunga (Bank) Rp 300,16 Miliar Turun tajam, profil solvabilitas prima
DER (Utang Bank / Ekuitas) 0,09x Sangat aman dari risiko kebangkrutan
Arus Kas Operasi (CFO) +Rp 150,61 Miliar Sangat sehat, konversi kas operasional tinggi
Arus Kas Pendanaan (CFF) -Rp 146,90 Miliar Fokus kurangi utang bank & bayar dividen
Transaksi Insider Terkini Nihil Tidak ada sinyal akumulasi/distribusi baru

Analisa sentimen

210 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

1. Rincian Sumber Data

  • Yahoo Finance: Status DATA_UNAVAILABLE. Nol artikel berita terindeks untuk SMBR.JK periode 2026-10-20 hingga 2026-10-27. Sinyal institusional nihil.
  • StockTwits: Galat HTTPError. Nol pesan ritel. Rasio sentimen bull/bear tidak tersedia.
  • Reddit (r/wallstreetbets, r/stocks, r/investing): Pencarian tidak tersedia (Reddit search unavailable). Nol kiriman komunitas terekam.

2. Divergensi dan Keselarasan Lintas Sumber

  • Tiga sumber serempak nihil data. Tidak ada divergensi institusi-ritel. Tidak ada keselarasan arah sentimen.

3. Tema Narasi Dominan

  • Tema nihil. Arus informasi kosong. Tidak ada diskusi proyek infrastruktur, semen Baturaja, atau laba korporasi pada platform dipantau.

4. Katalis dan Risiko

  • Katalis: Nihil sinyal terdeteksi dari set data.
  • Risiko: Asimetri informasi tinggi. Ticker lokal IDX (SMBR.JK) minim liputan di media Barat/global. Pantau langsung keterbukaan informasi IDX dan laporan keuangan emiten.

5. Tabel Ringkasan Sinyal Sentimen

Sinyal Arah Sumber Bukti Pendukung
Berita Institusi Neutral Yahoo Finance Status DATA_UNAVAILABLE, 0 artikel tag SMBR.JK
Volume Ritel Neutral StockTwits Galat HTTPError, 0 pesan ditemukan
Diskusi Komunitas Neutral Reddit Status unavailable, 0 kiriman di subreddit target

Analisa berita

297 kata

Sentimen berita dan kondisi pasar untuk SMBR.JK per 27 Oktober 2026:

Analisis Berita & Sentimen SMBR.JK

  • Berita spesifik SMBR.JK: Kosong (DATA_UNAVAILABLE). Tidak ada rilis data korporasi baru.
  • Katalis sektor semen/konstruksi lokal nihil dalam arus berita sepekan terakhir.

Lingkungan Makro & Global

  • Berita global dominan sektor teknologi/AI (IBM, Microsoft, Oracle). Sektor material dasar dan infrastruktur sepi katalis global.
  • Data makro FRED (fed_funds_rate, 10y_treasury) dan pasar prediksi Polymarket tidak tersedia untuk vintage tanggal ini.

Kondisi Pasar Domestik IDX

  • Pasar IDX sesi 1 tertekan. Mayoritas penggerak nilai transaksi melemah (BMRI -2.33%, TLKM -4.21%, BBRI -1.73%, BUMI -6.25%, TPIA -5.89%). Hanya BBCA bertahan naik (+3.57%).
  • Top gainer didominasi saham lapis tiga spekulatif bervolume rendah (MKNT, KOPI, XCIS).
  • Screener akumulasi bandar (IDX Screener V5.2): SMBR.JK tidak masuk daftar. Sinyal akumulasi hanya muncul di PIPA, BLES, IMPC.
  • Arus modal menjauh dari sektor semen lapis dua/tiga. Likuiditas pasar fokus di perbankan besar dan saham spekulasi kecil.

Rating: NEUTRAL

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: Tahan posisi. Jangan tambah eksposur pada SMBR.JK. Katalis nihil, pasar domestik melemah, likuiditas transaksi minim. Tunggu rilis kinerja kuartalan atau konfirmasi akumulasi volume di screener IDX.

Parameter Temuan / Status Implikasi Trading SMBR.JK
Berita Perusahaan (SMBR.JK) DATA_UNAVAILABLE (Nihil berita baru) Tidak ada dorongan katalis instrumen
Sentimen Global Fokus AI & Cloud; komoditas semen netral Minim limpahan sentimen eksternal
Breadth Pasar IDX Big caps dominan koreksi (BMRI, TLKM, BBRI) Tekanan jual membayangi pasar domestik
IDX Screener Flow SMBR.JK absen radar akumulasi Belum ada jejak bandar masuk signifikan
Rekomendasi Tindakan Wait and see / Hindari beli agresif Jaga kas, hindari risiko likuiditas macet