Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Gaya Abadi Sempurna Tbk.

SLIS · analisa Rabu, 28 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

58 rupiah per lembar · -4,92% · 2026-10-28

Net broker seluruhnya 139,8 jt rupiah. Kapitalisasi 142,9 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. Sell pada SLIS.JK. Ketiga analis risiko konvergen ke arah keluar meski lewat jalan berbeda, dan bagi saya itu bukan konflik yang perlu dinetralkan dengan Hold — ketiganya sepakat pada fakta terverifikasi yang sama: harga Rp58 di bawah 10 EMA Rp62,93, VWMA...
Aliran dana
GR beli 90,9 jt
Keyakinan
C50 · paling kuat Kesepakatan agen, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-26,6% terhadap SMA50, asing -4,1% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C50

Skor 49.7 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 30/30

rating, rencana riset, dan trader sepakat

Akumulasi broker 20/25

net 139,8 jt dari bruto 484,9 jt, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-26,6% vs SMA50, return 20 sesi -19,4%

Likuiditas 0/15

rata-rata 1,3 M rupiah per hari

Volatilitas 0/15

ATR 11.0% lebar, stop jadi mahal

VWAP
59
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
715,2 jt
rupiah, sesi 2026-10-28
Frekuensi
1.460
kali transaksi
Volume
12,1 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-28. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
GR PANIN SEKURITAS TBK. 90,9 jt 1,6 jt 90,9 jt -
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 12,8 jt 213,4 rb 26,5 jt 13,7 jt
DH SINARMAS SEKURITAS 5,9 jt 100,0 rb 5,9 jt -
XA NH KORINDO SEKURITAS INDONESIA 5,8 jt 91,4 rb 11,6 jt 5,8 jt
CC MANDIRI SEKURITAS 4,8 jt 80,6 rb 24,2 jt 19,4 jt
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 4,5 jt 77,4 rb 5,2 jt 649,0 rb
PD INDO PREMIER SEKURITAS 4,0 jt 86,6 rb 92,8 jt 88,8 jt
NI BNI SEKURITAS 3,8 jt 64,0 rb 13,6 jt 9,8 jt
QA TUNTUN SEKURITAS INDONESIA 3,2 jt 40,0 rb 15,5 jt 12,4 jt
IU INDO CAPITAL SEKURITAS 2,3 jt 50,6 rb 23,6 jt 21,2 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 60 165,5 jt XL 58 181,0 jt
PD 60 92,8 jt YP 60 125,6 jt
GR 58 90,9 jt PD 61 88,8 jt
YP 60 88,9 jt AK 59 62,1 jt
XC 59 39,9 jt XC 59 39,3 jt
CP 57 31,9 jt CP 58 34,7 jt
RO 57 28,5 jt RO 58 29,0 jt
KK 60 26,5 jt IU 61 21,2 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 43 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-10-09 TJOA KING HOA - Transfer +150,000,000 0
2026-10-09 TJOA KING HOA - Transfer -150,000,000 0
2026-10-09 SELIS INVESTAMA INDONESIA - Transfer -1,069,129,000 0
2026-10-09 SELIS INVESTAMA INDONESIA - Transfer +1,069,129,000 0
2023-09-01 TJOA KING HOA - Sell -20,007,400 0
2023-08-02 TJOA KING HOA - Right_Issue +49,900,000 0

Keputusan akhir

726 kata

Rating: Sell

Executive Summary: Sell pada SLIS.JK. Ketiga analis risiko konvergen ke arah keluar meski lewat jalan berbeda, dan bagi saya itu bukan konflik yang perlu dinetralkan dengan Hold — ketiganya sepakat pada fakta terverifikasi yang sama: harga Rp58 di bawah 10 EMA Rp62,93, VWMA Rp66,59, SMA50 Rp78,98, SMA200 Rp80,02 (SMA200 > SMA50 = downtrend struktural), MACD −4,88 di bawah signal −4,69 dan di bawah nol, RSI 34,95 belum berbalik, rebound gagal 65→64→61→58, net asing −898.100 lembar (7,4% volume), UBS (AK) −Rp57,7 juta avg 59, Mirae (YP) −Rp36,7 juta, Stockbit (XL) −Rp15,6 juta, sementara Panin lokal avg 58 menampung. Fundamental: rugi Rp5,13 miliar/kuartal, gross profit Rp1,34 miliar vs SG&A Rp7,14 miliar (5,74×), BEP butuh potong SG&A ~81% = likuidasi, bukan turnaround.

Cara bertindak: belum pegang = 0 unit, jangan beli di Rp58, jangan pakai bounce 54–56. Sudah pegang = keluar bertahap MULAI SEKARANG di bid nyata Rp57–60 dengan order kecil terpecah lintas beberapa sesi, tidak menggantung di zona 61–65 (poin konservatif yang benar: zona itu sudah di belakang harga), sisa habiskan sebelum LK Q3. Stop keras Rp53 hanya pembatas terakhir, bukan jaminan eksekusi. Jangan short — float ~11% dengan pengendali ~89% bisa squeeze liar dua arah dan bisa mengubah jumlah saham lewat aksi korporasi.

Investment Thesis: LIMA PORSI KEPUTUSAN:

  1. Arah keluar didukung bukti terverifikasi, dan tidak ada satu pun analis yang membantahnya. Agresif keluar karena edge negatif (vendor: pola RSI pantulan WR 25,1%/PF 0,47; pola asing jual kuat WR 20%/PF 0,32 — dua pola cocok sekaligus = double trap). Konservatif keluar karena risiko biner yang tak terukur dan likuiditas yang tidak memungkinkan exit tenang. Netral keluar karena struktur harga, bandarmologi, dan matematika margin menunjuk ke sana. Tiga jalur berbeda, satu tujuan. Itu bukan ambiguitas; itu konvergensi bukti.

  2. Matematika struktural mengalahkan argumen "sudah turun banyak". Gross profit Rp1,34 miliar tidak menutup SG&A Rp7,14 miliar ditambah bunga Rp554 juta/kuartal (~Rp2,2 miliar/tahun). Bull case butuh potong SG&A ~81% atau lipatkan penjualan di margin 3% — keduanya likuidasi atau keajaiban. Gross margin 3,13% adalah struktur sektor menurut bull sendiri, jadi kerugian harus diperlakukan struktural, bukan sementara. Mean reversion di bawah SMA50 dalam kondisi SMA200 < SMA50 adalah harapan, bukan setup.

  3. Distribusi, bukan akumulasi. VWMA Rp66,59 di atas harga berarti setiap kenaikan dijual. Net asing −7,4% volume. Harga bertahan Rp58 karena bid lokal Rp57–60 menampung, bukan permintaan baru — bid yang bisa berhenti. Ini fakta paling menentukan dan tidak ada analis yang menyanggahnya.

  4. Kualitas data menurunkan keyakinan, tapi tidak membalik arah. Neraca tidak terbaca di tool, LK Q3 belum rilis, vendor sentimen skor 25/75 = tidak informatif. Saya setuju dengan netral bahwa "tidak terbaca" artinya tidak tahu, bukan bukti rusak — jadi saya TIDAK memakai asumsi ekuitas negatif sebagai dasar utama. Tapi beban pembuktian ada di sisi beli, dan tidak satu pun klaim bull (asset backing, jalur BEP, float sebagai opsi upside) lolos verifikasi. Sell di sini = keluar/avoid, bukan short agresif.

  5. Eksekusi adalah bagian dari tesis, bukan catatan kaki. Turnover 0,49%, nilai harian di bawah Rp1 miliar, ATR Rp6,16 (10,6% harga). Saya menerima koreksi konservatif atas trader: zona jual 61–65 berada di atas pasar, menunggunya adalah harapan. Saya juga menolak ekstrem "jual semua hari ini di bid" karena posisi besar relatif volume akan menekan harga sendiri. Jalan yang dieksekusi: bertahap di bid nyata 57–60 mulai sekarang, sisa sebelum LK Q3, stop 53 sebagai pembatas bukan jaminan.

YANG MEMBALIK RATING: (a) LK Q3 dengan angka yang membuktikan gap SG&A Rp7,14 M vs gross profit Rp1,34 M menyempit — bukan sekadar "rugi lebih kecil"; (b) neraca aktual (utang bank, jatuh tempo, ekuitas, fasilitas afiliasi) — wajib didapat sebelum klaim asset backing dipertimbangkan; (c) close harian > Rp62,93 + MACD cross di atas signal dan di atas nol + volume >1,5× rata-rata 20d; (d) bid 57–60 terbukti konsisten lintas beberapa sesi dan lebih dari satu broker, bukan satu penampung; (e) insider buy tercatat, bukan transfer net nol. Semua harus terpenuhi bersamaan, dan even then maksimum 0,25 unit alokasi standar — ini spekulasi low-float, bukan investasi.

TARGET: Rp54 (lower band BB, di bawah low 19 Okt Rp55) sebagai zona breakdown jika bid 57–60 berhenti. Upside skenario terbaik ke mid BB ~Rp67 = ~15% untuk risiko ≥10% — tidak asimetris ke atas, jadi tidak ada alasan menahan.

Price Target: 54.0

Time Horizon: Keluar dalam 1-4 sesi, sisa posisi habis sebelum rilis LK Q3. Re-entry tidak dipertimbangkan sebelum LK Q3 terbaca.

Rencana trader

289 kata

Action: Sell

Reasoning: Bear menang di semua fakta terverifikasi. Trend multi-timeframe bearish: harga Rp58 < 10 EMA 62,93 < VWMA 66,59 < mid BB 67,05 < SMA50 78,98; SMA200 80,02 > SMA50 = downtrend struktural. MACD −4,88 < signal −4,69, belum cross. RSI 34,95 belum <30, belum berbalik. Rebound gagal 65→64→61→58 empat sesi. Net asing −898.100 lbr (7,4% volume), UBS (AK) jual −Rp57,7jt avg 59, Mirae −Rp36,7jt, retail digital Stockbit −Rp15,6jt. Asing distribusi ke lokal (Panin +Rp90,9jt avg 58) = pola kebalikan akumulasi sehat. Harga bertahan Rp58 karena bid lokal Rp57–60 menampung, bukan permintaan baru. VWMA di atas harga = setiap kenaikan dijual. Fundamental: rugi Rp5,13 M/kuartal, gross profit Rp1,34 M vs SG&A Rp7,14 M; BEP butuh potong SG&A ~81% = likuidasi, bukan turnaround. Neraca tidak tersedia di tool — klaim asset backing tak terverifikasi. Base rate vendor pola RSI pantulan + asing jual: WR 20–25%, PF 0,32–0,47 = double trap flag. ATR 6,16 (10,6% harga) buat bounce tactical risk ~10% modal untuk target ~15% ke mid BB — tipis, bukan asimetris ke atas. Ketiadaan LK Q3 dan vendor score 25/75 NETRAL turunkan keyakinan, jadi Sell = keluar/avoid, bukan short agresif: float 11% bisa squeeze liar dua arah.

Entry Price: 61.0

Stop Loss: 53.0

Position Sizing: Exit penuh. Belum pegang = 0 unit (skip). Sudah pegang: jual bertahap zona 61–65, pecah order kecil di beberapa sesi pada bid (turnover 0,49%, nilai harian <Rp1 miliar = slippage nyata). Habiskan sebelum rilis LK Q3. Stop keras 53 = keluar sisa total. Jangan pakai bounce 54–56 untuk menambah. Syarat masuk ulang (0,25 unit maks): close >62,93 + MACD cross di atas signal dan di atas nol + volume >1,5x rata-rata 20d + bid 57–60 terbukti bukan satu penampung.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

982 kata

Recommendation: Sell

Rationale: Bear memenangkan hampir semua pertarungan fakta, dan bull sendiri mengakui empat faktanya kalah.

Poin yang memutuskan:

  1. Valuasi. Bull membangun "margin of safety" dari P/S 0,83× atas annualized sales. Bear benar bahwa untuk emiten yang cetak rugi Rp5,13 miliar/kuartal (run-rate ~Rp20,5 miliar/tahun), anchor yang relevan adalah laba dan arus kas, bukan omzet. Distributor dengan gross margin 3,13% dan SG&A 18% penjualan tidak "murah" relatif terhadap kemampuan menghasilkan uang. Lebih fatal: bull mengklaim asset backing padahal data neraca tidak tersedia di tool. Klaim margin of safety dari neraca yang tidak pernah dibaca adalah klaim kosong — dan bull tidak membantah ini.

  2. Turnaround. Angka bull sendiri yang mengalahkannya. Gross profit Rp1,34 miliar vs SG&A Rp7,14 miliar. Potong SG&A 30% (asumsi terbaik) = +Rp2,1 miliar, masih rugi ~Rp3,0 miliar. Untuk BEP, SG&A harus turun ~81% — itu likuidasi bertahap, bukan turnaround. Bull tidak menawarkan jalur angka lain. Dan karena bull sendiri menyebut gross margin 3% sebagai struktur sektor, kerugiannya harus diperlakukan sebagai struktural, bukan sementara. Turnaround juga butuh bukti eksekusi manajemen; yang tersedia justru insider sell (Tjoa, Sep 2023) dan transfer saham 9 Okt yang net nol — bukan buyback.

  3. Beban non-operasional. Bull mengakui kualitasnya rendah lalu tetap memakainya sebagai penyangga. Pos +Rp2,317 miliar yang tidak berulang tidak bisa jadi dasar valuasi; kalau itu reversal, kuartal depan hilang.

  4. Float 11%. Bull menyebutnya "opsi upside". Bear benar bahwa secara mekanis itu simetris, sedangkan datanya condong ke bawah: turnover 0,49%, nilai harian di bawah Rp1 miliar (slippage memakan edge), 89% di Selis (risiko governance, rights issue, dilusi tanpa suara minoritas), dan lantai harga Rp57–60 bergantung pada satu penampung. Itu bukan permintaan baru — itu bid yang bisa berhenti.

  5. Teknis. Bull kalah di sini karena standar konfirmasinya sendiri tidak terpenuhi: MACD masih −4,88 di bawah signal −4,69 dan di bawah nol (belum cross), close belum di atas 10 EMA Rp62,93, dan harga baru gagal rebound 65→64→61→58 dalam empat sesi. RSI 34,95 belum <30 dan belum berbalik; base rate vendor untuk pola RSI pantulan (WR 25,1%, avg event −1,79%, PF 0,47) melawan bull, dan bull memakai RSI yang sama sambil mengabaikan statistiknya. SMA200 Rp80,02 < SMA50 Rp78,98 = struktur downtrend terkonfirmasi, sehingga "mean reversion 25% di bawah SMA50" adalah harapan, bukan setup. ATR Rp6,16 (10,6% harga) membuat bounce tactical pun butuh risk ~10% untuk target ~15% ke mid BB — tipis, bukan asimetris ke atas.

  6. Bandarmologi. Bull hanya mengutip sisi beli (GR +Rp90,9 juta, Phillip +Rp12,8 juta) dan menyembunyikan UBS (AK) −Rp57,7 juta di avg Rp59, Mirae (YP) −Rp36,7 juta, Stockbit (XL) −Rp15,6 juta di Rp58, dan net asing −898.100 lembar (7,4% volume). Pola asing + retail digital jual sementara lokal menampung adalah kebalikan dari pola akumulasi sehat. Ditambah VWMA Rp66,59 di atas harga — yang bull sendiri akui sebagai fakta — artinya setiap kenaikan dijual.

  7. Makro. Bull mengutip MSCI −7,5pp dan resesi 8%, tapi melewatkan Fed ~96% tidak menurunkan suku bunga 2026 — headwind langsung bagi microcap rugi yang menanggung bunga ~Rp2,2 miliar/tahun.

Yang tersisa untuk bull hanyalah harga yang sudah turun. Tapi seperti kata bear: harga turun 4,92% justru karena bear case sedang berlangsung. Empat fakta terverifikasi (rugi nyata tanpa bukti Q3 berbalik, UBS distribusi, VWMA di atas harga, net asing keluar) versus tiga asumsi (valuasi tanpa neraca, potong biaya tanpa jalur BEP, float sebagai opsi). Timbangan tidak seimbang — bear menang secara jelas, bukan tipis.

Catatan kejujuran data: bull benar bahwa laporan keuangan Q3 belum ada dan vendor menandai sentimen "NETRAL, score 25/75" (tidak informatif). Ini menurunkan keyakinan, tapi tidak membalik arah — karena beban pembuktian ada pada sisi beli, dan semua data terverifikasi yang ada mengarah ke bawah. Karena itu Sell, bukan Sell dengan keyakinan maksimum: rekomendasi keluar/avoid, bukan short agresif, mengingat float tipis bisa menghasilkan squeeze liar ke dua arah.

Strategic Actions: Sizing basis: alokasi standar 100% = unit posisi normal untuk satu ide microcap; jangan pernah pakai full unit di sini.

  1. Belum pegang posisi — SKIP. Tidak ada entry sekarang. Jangan beli di Rp58. Syarat masuk ulang minimal (semua harus terpenuhi bersamaan): close harian > Rp62,93 (10 EMA), MACD cross di atas signal dan bergerak di atas nol, volume > 1,5× rata-rata, dan konfirmasi bahwa bid Rp57–60 bukan satu penampung yang akan berhenti. Bahkan setelah itu, batasi maksimum 0,25 unit (25% alokasi standar) — ini tetap spekulasi low-float, bukan investasi.

  2. Sudah pegang — kurangi/keluar. Jual bertahap di zona Rp61–65, karena VWMA Rp66,59 di atas harga dan UBS menjual di ask. Prioritaskan keluar penuh sebelum rilis LK Q3, karena bull case bergantung pada laporan yang belum ada dan tidak ada cara memverifikasi neraca dari data yang tersedia. Stop keras Rp53 untuk sisa posisi; close di bawah Rp53 = keluar seluruhnya tanpa negosiasi, karena itu breakdown di bawah low 19 Okt (Rp55) dan lower band BB (Rp54,08).

  3. Jangan gunakan bounce ke Rp54–56 sebagai alasan menambah. Risk 1×ATR (~Rp52) = ~10% modal untuk target ~15% ke mid BB, dengan base rate vendor melawan (WR 25,1%, PF 0,47). Risk/reward tipis.

  4. Manajemen risiko eksekusi: turnover 0,49% dan nilai harian di bawah Rp1 miliar berarti slippage nyata. Kalau terpaksa keluar dari posisi besar, pecah jadi order kecil di beberapa sesi pada bid, jangan market order di ask tipis.

  5. Larangan: jangan menahan posisi karena "sudah turun banyak" (mean reversion dalam downtrend struktural, SMA200 < SMA50), dan jangan menahan karena "float tipis bisa squeeze" — arah squeeze tidak bisa diprediksi dan likuiditas keluar tidak tersedia saat dibutuhkan.

  6. Yang perlu dipantau untuk membalik rating ke Hold/Overweight: (a) LK Q3 dengan jalur konkret menuju BEP — bukan sekadar rugi lebih kecil, tapi angka SG&A dan gross profit yang membuktikan gap Rp7,14 M vs Rp1,34 M menyempit; (b) neraca aktual (utang bank, ekuitas, apakah ekuitas negatif) — data ini tidak tersedia di tool dan wajib didapat sebelum klaim asset backing dipertimbangkan; (c) arus asing berbalik net beli beberapa sesi berturut-turut; (d) insider buy yang tercatat, bukan transfer net nol.

Analisa teknikal dan aliran dana

1352 kata

SLIS.JK — Analisis Teknikal + Bandarmologi (28 Okt 2026)

Konteks

PT Gaya Abadi Sempurna Tbk, sektor Technology / Electronics & Computer Distribution, IDX. Harga verifikasi Rp58 (28 Okt 2026; O60 H63 L57, vol 12.077.300, nilai Rp715.176.700, 1.460 transaksi, net asing −898.100 lembar).

Catatan: harga di tool = rupiah utuh per lembar. Rentang nilai Rp50–114 = rentang penuh separuh tahun. Volatilitas persen besar karena harga nominal rendah.

Struktur Harga

Titik balik 2026:

  • 2026-05-07: high 101, close 92, vol 291,3 juta lembar (atau 291.287.200). Lonjakan volume tanpa lanjutan.
  • 2026-06-05: close 53. Distribusi Mei–Juni.
  • 2026-08-14: high 114, close 102, vol 1,372 milyar lembar, nilai Rp144,5 milyar. ATH intraday di sini. Lanjut 2026-08-18 high 109.
  • 2026-09-16: open 83 → high 100 → close 93, vol 684,9 juta lembar, nilai Rp65,2 milyar. Spike volume besar, close cuma +13 dari open. Ciri distribusi.
  • 2026-09-25: close 72 (dari 82). 2026-10-15 close 69 → 2026-10-16 close 59 (gap turun 10).
  • 2026-10-19: close 55 = terendah pasca-spike. 2026-10-22 rebound ke 65.
  • 2026-10-24 s/d 28: 65 → 64 → 61 → 58. Rebound gagal. Harga kembali ke level sebelum sapuan 2026-08-05.

Pola besar: pump Agustus (63 → 114), plateu distribusi September 85–100, markdown Oktober. Sekarang harga Rp58 = level Juli 2026.

Indikator (verified snapshot)

Indikator Nilai Baca
close_10_ema 62,93 Harga 58 di bawah
close_50_sma 78,98 Harga 25% di bawah SMA50
close_200_sma 80,02 Harga jauh di bawah SMA200; SMA200 < SMA50 = struktur bearish
rsi 34,95 Mendekati oversold, belum <30
macd −4,88 Negatif
macds −4,69 MACD di bawah signal, hist −0,19
boll 67,05 Harga jauh di bawah mid
boll_ub 80,02 Harga di dasar band
boll_lb 54,08 Bantalan bawah Rp54
atr 6,16 ~10,6% harga — sangat tinggi
vwma 66,59 Harga 58 < VWMA: penjualan terjadi di atas rata-rata volume, distribusi

Discrepancy: vendor label MACD trend "🟢 Bullish" dan RSI 32. Snapshot verified: RSI 34,95, MACD ∓ −4,88 < −4,69. Histogram −0,19 = momentum negatif. Vendor label trend tidak cocok dengan angka. Pakai snapshot.

MACD hist cuma −0,19 = konvergensi dekat. Potensi crossing menyempit, tapi belum terjadi. Konvergensi ini terjadi karena harga sideways 55–65, bukan karena beli kuat.

Baca Indikator

Trend: bearish multi-timeframe. 10 EMA > harga, 50 SMA > harga, 200 SMA > harga. Ordering 200 (80,02) ≈ 50 (78,98) > mid BB (67,05) > VWMA (66,59) > 10 EMA (62,93) > harga (58) = semua resistensi di atas.

Momentum: negatif, tapi kecepatan turun melambat (hist tipis). Belum ada sinyal balik — butuh crossing MACD di atas signal plus harga > 10 EMA.

Volatilitas: ATR 6,16 vs harga 58 = 10,6%. Stop 1×ATR = Rp52. Band bawah BB Rp54,08 hampir sama dengan stop vendor Rp53. Level itu magnet.

Volume: 12,08 juta lembar, ±0,6× rata-rata 20 hari (vendor). Harga turun di volume sepi = tidak ada kapitulasi, tidak ada akumulasi institutional. Net asing 28 Okt −898.100 lembar = 7,4% volume.

Bandarmologi

Total sesi 28 Okt (net rupiah):

  • Pembeli: GR (Panin) +Rp90,9 juta (1.568.100 lbr), KK (Phillip) +Rp12,8 juta, DH (Sinarmas) +Rp5,9 juta, XA (NH Korindo) +Rp5,8 juta, CC (Mandiri) +Rp4,8 juta, OD (BRI Danareksa) +Rp4,5 juta.
  • Penjual: AK (UBS) −Rp57,7 juta (969.700 lbr), YP (Mirae) −Rp36,7 juta (627.000 lbr), XL (Stockbit) −Rp15,6 juta, BQ (Korea Investment) −Rp13,0 juta, LG (Trimegah) −Rp11,0 juta, DR (RHB) −Rp4,3 juta, CP (KB Valbury) −Rp2,7 juta.
  • Maybank (ZP) −Rp0,3 juta (−12 juta) = nol posisi.

Pola: asing institusi distribusi, retail/digital + satu broker lokal menampung. UBS (AK) = broker asing, jual bersih terbesar. Mirae (YP) jual. Stockbit (XL) = platform retail digital, jual −Rp15,6 juta. Pengumpul: Panin (GR) lokal, Phillip, Mandiri, BRI Danareksa — basis retail lokal/ritel agak institusional.

Ini bukan pola bagus. Idealnya asing kumpul, retail jual. Di sini kebalikan: asing (UBS) distribusi ke lokal. Sisi beli kecil (Rp90,9 juta terbesar) vs sisi jual tidak seimbang di level broker besar.

Detail deposit harga (akumulasi per level):

  • GR beli avg 58 senilai Rp90,9 juta ↔ PD jual avg 61 Rp88,8 juta. GR beli tepat di harga terakhir — bisa jadi support sementara, bisa juga jadi tempat jual lanjutan.
  • XL beli avg 60 Rp165,5 juta, jual avg 58 Rp181,0 juta — net jual di bawah, retal keluar di bid.
  • YP beli avg 60 Rp88,9 juta, jual avg 60 Rp125,6 juta — net jual flat.
  • AK UBS jual avg 59 Rp62,1 juta — mengisi penawaran di Rp59, dekat close.
  • PD beli avg 60, jual avg 61 — dua arah, net −.
  • CC Mandiri beli avg 59 Rp24,2 juta, jual avg 58 Rp19,4 juta — bid di bawah.

Baca level: bid ditumpuk Rp57–60 (GR, CC, PD, YP, XC, RO, CP). Ask di Rp58–61. UBS menjual ke Rp59. Harga bertahan Rp58 karena bid lokal menampung — bukan karena permintaan baru.

Catatan: tool accumulation_history kosong (tidak ada data historis). Jadi tidak bisa konfirmasi apakah GR konsisten akumulasi multi-hari. Data broker yang ada = snapshot sesi ini saja.

Foreign flow harian: net asing 5 hari terakhir (23, 26, 27, 28 Okt) = +1.450.100, +1.974.700, −1.259.800, −898.100. Campur, net kecil positif dua hari lalu negatif. Tidak ada arus asing besar.

Sinyal Vendor (cross-check)

Vendor verdict: score 25/75 NETRAL, rekomendasi AVOID — PERSONALITY TRAP. Dua pola historis:

  1. RSI area pantulan: WR 25,1%, avg event −1,79%, D3 −3,38%, CL 66,7%, sample 171, PF 0,47.
  2. Asing jual kuat: WR 20,4%, avg event −2,52%, D3 −3,57%, CL 72,6%, sample 157, PF 0,32.

Dua-duanya laba-rendah. Ini statistik vendor, bukan verifikasi tool snapshot — perlakukan sebagai indikasi, bukan kebenaran. Pola 2 cocok sekarang (asing jual). Pola 1 (RSI 34,95 mendekati oversold) juga cocok. Kombinasi kedua pola = double trap flag.

Stop vendor Rp53. Selaras band bawah BB 54,08 dan low 2026-10-19 = 55.

Aksi

Trader posisi (belum punya): skip. Tidak ada konfirmasi balik. Butuh minimal: close > 10 EMA (62,93) + MACD cross > signal + volume > 1,5× rata-rata 20 hari. Level watch: Rp65 (rebound high 2026-10-22 = 65) untuk breakout; Rp54–55 untuk breakdown.

Sudah pegang: kurangi di rentang 61–65 jika rebound. UBS di ask, VWMA 66,59 di atas harga = setiap kenaikan dijual. Stop Rp53 (di bawah BB lower 54,08).

Agresif/counter-trend: hanya bounce tactical, posisi kecil. Entry Rp54–56 zona band bawah, target Rp62–64, stop 52. Risk/reward tipis dengan ATR 6,16 karena stop harus lebar. Size kecil — ATR 10,6% harga = 1× ATR risok 10% modal per unit.

Invalidasi bearish: close > 67,05 (mid BB) + MACD > signal + GR/CC terus net beli + UBS stop jual.

Level kunci: Rp65 (resist I rebound), Rp67 (mid BB + SMA20 vendor), Rp79 (SMA50), Rp54–55 (band bawah + low), Rp53 (stop vendor).

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Aspek Data Baca
Close 28 Okt Rp58 (O60 H63 L57) −4,92% vs prev 61
Trend close_10_ema 62,93; SMA50 78,98; SMA200 80,02 Semua di atas harga; bearish
Momentum MACD −4,88; signal −4,69; hist −0,19 Negatif, konvergen belum cross
RSI 34,95 Dekat oversold, belum balik
Bollinger mid 67,05; UB 80,02; LB 54,08 Harga di dasar band
ATR 6,16 (~10,6% harga) Volatilitas ekstrem, stop lebar
VWMA 66,59 Harga di bawah = distribusi volume
Volume 12,08 juta lbr (~0,6× avg 20d) Sepi, tanpa kapitulasi/akumulasi
Net asing −898.100 lbr (7,4% vol) Jual
Bandarmologi UBS −Rp57,7jt, Mirae −Rp36,7jt vs Panin +Rp90,9jt, Phillip +Rp12,8jt Asing distribusi ke lokal = pola kurang ideal
Orderbook Bid Rp57–60 (GR/CC/PD), ask Rp58–61 (UBS) Ditahan lokal, bukan permintaan baru
Vendor Score 25/75 NETRAL, AVOID, stop Rp53 Personality trap (WR 20–25%)
Level kunci Resist 65/67/79; Support 55/54/53 Break 65 = reversal watch; break 53 = breakdown

Analisa fundamental

824 kata

Laporan Fundamental SLIS.JK — Gaya Abadi Sempurna Tbk

Catatan keterbatasan data: tool get_balance_sheet, get_cashflow, get_income_statement, get_seasonality balik hanya metadata file (nama periode + timestamp), bukan angka. Jadi neraca, arus kas, dan laba-rugi historis tahunan tidak bisa dibaca. Analisis di bawah murni dari get_fundamentals (snapshot Q2 2026) + get_insider_transactions. Jangan karang angka yang tak ada.

Profil & klasifikasi

  • Nama: PT Gaya Abadi Sempurna Tbk
  • Sektor: Technology / Electronics & Computer Distribution
  • Bursa: JKT (IDX), kode SLIS
  • Saham beredar: 2.463.367.996
  • Market cap: Rp 142,88 miliar (harga Rp 58)

Quote terakhir (28 Okt 2026)

  • Harga: Rp 58, turun -3 (-4,92%)
  • VWAP: Rp 59,22
  • Nilai transaksi: Rp 715,18 juta, 120.773 lot
  • Turnover ratio: 0,0049 (0,49%) — likuiditas tipis banget
  • Status: market belum buka (data close sebelumnya)

Laba-rugi Q2 2026 (angka as filed, rupiah)

Item Nilai
Penjualan 42.856.721.982
Beban pokok penjualan -41.514.885.266
Laba bruto 1.341.836.716
Beban penjualan -562.319.237
Beban umum & administrasi -7.143.625.953
Beban bunga & keuangan -553.776.504
Beban lainnya +2.316.851.479
Laba sebelum pajak -5.148.329.154
Pajak +18.926.419
Laba bersih -5.129.402.735
— ke induk -5.099.934.712
— ke NCI -29.468.023
Laba komprehensif -5.229.155.070

Rasio turunan (kuartal tunggal)

  • Gross margin: 3,13% (1,342 / 42,857) — tipis ekstrem, ciri distributor
  • Opex (SG&A): 7,706 miliar = 18,0% dari penjualan
  • Beban bunga: 553,8 juta = 1,29% penjualan
  • Net margin: -11,97%
  • Opex cover gross profit: 7,706 / 1,342 = 5,74x — gross profit tak cukup tutup opex
  • Beban lain-lain +2,317 miliar positif — satu-satunya penyangga, kualitas laba rendah (non-operasional)

Diagnosis: gross margin 3% tak sanggup tanggung SG&A 18% penjualan. Struktur biaya terlalu berat untuk volume penjualan. Bisnis rugi di level operasional. Bunga & administrasi jadi pembunuh utama.

Insider transactions

Pola 9 Okt 2026 — bukan transaksi pasar:

  • TJOA KING HOA: 29.992.600 → 179.992.600 (+150 juta), lalu balik 179.992.600 → 29.992.600 (-150 juta). Net nol.
  • SELIS INVESTAMA INDONESIA: 2.194.129.000 → 1.125.000.000 (-1.069.129.000), lalu balik 1.125.000.000 → 2.194.129.000 (+1.069.129.000). Net nol.
  • Semua dicatat TRANSFER @ harga 0.

Tafsir: dua entry cermin, net posisi tak berubah. Kemungkinan transfer antar-rekening / afiliasi / repo-pledge, bukan open-market buy/sell. Jangan baca sebagai sinyal bullish atau bearish. Riwayat jelas sebelumnya: terakhir hanya SELL oleh Tjoa King Hoa 1 Sep 2023 (-20,0 juta saham) dan RIGHT_ISSUE Ags 2023 (+49,9 juta saham). Selis (pengendali) dominan: pegang ~2,19 miliar dari 2,46 miliar saham = ~89% free float tiny.

Seasonality

Tidak ada data. Tak bisa diuji pola bulanan.

Rangkuman risiko & poin aksi

  1. Merugi. Q2 2026 net -5,13 miliar, net margin -12%. Opex 5,7x gross profit.
  2. Gross margin 3,1% — tak ada ruang buffer. Kenaikan harga input/BOM langsung habiskan margin.
  3. Likuiditas tipis. Turnover 0,49%, nilai harian < Rp 1 miliar. Sulit masuk/keluar posisi besar tanpa slippage.
  4. Float rendah (~11%). Harga gampang digerakkan, volatilitas tak wajar.
  5. Pengengendali Selis Investama ~89% → keputusan korporasi (rights issue dll) di tangan mereka; pemegang minoritas lemah.
  6. Insider transfer 9 Okt netral — bukan kabar buyback maupun jual.
  7. Belum ada laporan keuangan Q3 2026 (periode berjalan). Pantau rilis berikutnya untuk konfirmasi apakah kerugian berlanjut.
  8. Neraca & arus kas tak terbaca dari tool. Wajib cek manual laporan LK Q2/Q3 2026: kas, utang bank (beban bunga 554/kuartal = ~2,2 miliar/tahun), dan ekuitas untuk deteksi risiko ekuitas negatif.

Kesimpulan trading: fundamental lemah, margin negatif, likuiditas rendah, float kecil. Bukan kandidat investasi fundamental. Hanya layak untuk spekulasi teknis jangka sangat pendek dengan posisi kecil dan stop ketat. Tunggu LK Q3 2026 sebelum ambil posisi baru.

Rating: Sell FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Aspek Data Tafsir
Ticker SLIS.JK IDX, Electronics Distribution
Harga Rp 58 (-4,92%) Tekanan jual
Market cap Rp 142,88 M Microcap
Saham beredar 2.463.367.996 —
Turnover 0,49% Likuiditas tipis
Penjualan Q2 2026 Rp 42,86 M —
Laba bruto Rp 1,34 M Margin 3,13%
SG&A Rp 7,14 M 18,0% penjualan
Beban bunga Rp 554 jt ~Rp 2,2 M/tahun
Laba bersih Q2 2026 -Rp 5,13 M Net margin -11,97%
Comprehensive loss -Rp 5,23 M —
Opex / gross profit 5,74x Tak tertutup
Insider 9 Okt 2026 Transfer cermin net nol Netral, bukan pasar
Insider terakhir jelas SELL Tjoa Sep 2023 Negatif historis
Free float ~11% Risiko likuiditas & manipulasi
Seasonality Tak ada data —
Rating Sell Fundamental lemah

Analisa sentimen

387 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Laporan Sentimen SLIS.JK — 2026-10-21 s/d 2026-10-28

Instrumen: SLIS.JK — PT Gaya Abadi Sempurna Tbk (Technology / Electronics & Computer Distribution, Bursa Efek Indonesia).

Sumber 1 — Berita (Yahoo Finance, 7 hari)

DATA TIDAK TERSEDIA. Vendor gagal melayani get_news; tidak ada artikel berita bertag SLIS.JK. Ini bukan sinyal negatif tentang emiten, murni kegagalan data. Tidak ada estimasi atau rekonstruksi nilai.

Sumber 2 — StockTwits

TIDAK TERSEDIA. Permintaan gagal (HTTPError). Tidak ada pesan, tidak ada rasio Bullish/Bearish, tidak ada tag pengguna. Rasio retail — sinyal utama pada kerangka analisis — tidak bisa dihitung.

Sumber 3 — Reddit

TIDAK ADA PERMINTAAN. Tidak ada diskusi yang di-query untuk SLIS.JK. Tidak ada subreddit yang diamati, jadi tidak bisa diklaim "sunyi" maupun "ramai".

Divergensi antar-sumber

Tidak dapat dinilai. Ketiga sumber kosong karena kegagalan pengambilan data, bukan karena absennya opini pasar. Divergensi berita vs. retail — inti dari pembacaan silang — tidak teramati.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada satu pun teks (berita, post, pesan) yang bisa dipakai mengekstrak tema. Tidak ada katalis (earnings, peluncuran produk, kontrak) maupun risiko (kompetisi, gangguan pasokan) yang teridentifikasi dari sumber.

Catatan karakter emiten (konteks, bukan sinyal)

SLIS.JK adalah distributor elektronik & komputer skala kecil di BEI. Nama ini jarang diliput media berbahasa Inggris (menjelaskan kosongnya Yahoo Finance) dan tipis liputan sosial — konsisten dengan kegagalan data, bukan bukti ketiadaan minat. Namun ini dugaan, bukan temuan dari data yang diberikan.

Tabel sinyal sentimen

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak diketahui Berita Yahoo Finance DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel bertag SLIS.JK
Tidak diketahui StockTwits HTTPError — nol pesan, rasio bull/bear tak terhitung
Tidak diketahui Reddit Tidak ada query diskusi untuk SLIS.JK
Netral Agregat Tidak ada sinyal arah; skor ditahan di 5 (titik netral)

Keterbatasan

Confidence low. Nol observasi teks dari nol sumber. Skor 5 di sini berarti "tidak ada informasi", bukan "pasar seimbang" — jangan dibaca sebagai dukungan terhadap tesis bullish maupun bearish. Jangan bobotkan laporan ini setara laporan dengan sampel penuh. Untuk keputusan trading, andalkan fundamental dan teknikal SLIS.JK.

Rekomendasi langkah

Ulangi pengambilan data berita dan StockTwits; tambahkan query Reddit eksplisit untuk SLIS.JK sebelum menilai sentimen.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

738 kata

Laporan Riset Berita & Makro — SLIS.JK

Tanggal: 2026-10-28 | Emiten: PT Gaya Abadi Sempurna Tbk | Sektor: Teknologi / Distribusi Elektronik & Komputer | Bursa: IDX (JKT)

1. Berita spesifik SLIS.JK — TIDAK TERSEDIA

get_news gagal dua kali (window 7 hari dan 30 hari). Alasan vendor: Yahoo Finance tidak punya artikel bertag SLIS.JK. Ini murni kegagalan data, bukan sinyal negatif soal emiten. Tidak ada estimasi, tidak ada fabrikasi. Implikasi: katalis idiosinkratik (rilis laba, aksi korporasi, ekspansi gerai, perubahan manajemen) tidak terverifikasi minggu ini. Trader wajib cek langsung: keterbukaan informasi IDX (idx.co.id), laporan kuartalan, dan berita lokal (Kontan, Bisnis.com, CNBC Indonesia).

2. Makro kuantitatif — TIDAK TERSEDIA

FRED gagal (FRED_API_KEY tidak diset) untuk fed_funds_rate, cpi, unemployment, 10y_treasury. Tidak ada angka makro yang bisa dikutip. Jangan pakai angka dari ingatan — tanggal analisis 2026, risiko drift tinggi.

3. Data pasar Indonesia

get_market_breadth return gainers: [], losers: [], count: 0, status "Market belum buka", buka berikutnya Kamis 09:00 WIB. Breadth kosong = tidak ada info lebar pasar. Bukan sinyal bearish, cuma sesi tutup.

4. Berita global (7 hari, 2026-10-21 s/d 2026-10-28)

Sumber hanya Yahoo Finance. Isi didominasi tech AS — IBM disebut belasan kali (target price Evercore naik ke $275, quantum computing, OKX-ICE tokenized stock dispute, HashiCorp Vault). Relevansi ke SLIS.JK tipis; tidak ada berita Indonesia, tidak ada berita distribusi elektronik regional, tidak ada berita tarif/rantai pasok Asia.

Sector read-through (kualitatif, tanpa data harga):

  • Permintaan enterprise IT/AI tetap jadi tema dominan → netral-positif untuk lini elektronik konsumen/produk gadget SLIS.JK kalau belanja konsumen ikut.
  • Tidak ada sinyal permintaan elektronik konsumen Asia Tenggara. Tidak ada sinyal kurs IDR.

5. Prediction markets (Polymarket, live)

Market Probabilitas Volume Perubahan 1 minggu
Tidak ada rate cut Fed di 2026 96% $9,2 jt −0,5pp
Tepat 1 rate cut 2026 2% $3,6 jt +0,5pp
Resesi AS akhir 2026 8% $2,4 jt n/a
Resesi Jepang 2026 8% kecil +4,5pp
MSCI downgrade Indonesia ke Frontier (by 30 Nov) 12% $1,4 rb −7,5pp
Prabowo berhenti jadi Presiden sebelum 31 Des 2026 6% $72 rb −0,1pp

Bacaan:

  • Fed tidak turunkan suku bunga tahun ini = pasar sudah price-in (96%). Artinya tidak ada ekspektasi easing untuk dorong likuiditas IDX Q4. Untuk small cap seperti SLIS.JK, ini headwind likuiditas.
  • MSCI Frontier risk turun tajam (−7,5pp ke 12%). Risk-off IDX mereda. Positif marginal untuk beta IDX, termasuk SLIS.JK.
  • Resesi AS 8% → permintaan elektronik global relatif stabil menurut pasar.
  • Volume market Indonesia mini (Prabowo $72 rb, MSCI $1,4 rb). Probabilitas = indikatif, bukan konviksi dalam.

6. Sintesis untuk trading

  • Tidak ada katalis terverifikasi untuk SLIS.JK minggu ini. Basis analisis = makro saja.
  • Suku bunga tidak turun → biaya modal tinggi, tekanan pada valuasi small cap, likuiditas IDX terbatas.
  • Risiko MSCI Frontier menurun → sentimen IDX membaik, tapi sudah bukan penggerak utama.
  • Permintaan elektronik global: tidak ada data. Tidak klaim.
  • Keputusan harus berbasis data harga/volume SLIS.JK sendiri dan laporan kuartal terakhir, karena kedua sumber berita dan makro gagal.

7. Tabel ringkasan

Kategori Status data Temuan Arah dampak SLIS.JK Keyakinan
Berita emiten GAGAL (2×) Vendor tidak punya artikel SLIS.JK Tidak diketahui —
Berita global OK (Yahoo saja) Dominasi tech AS/IBM, nol berita Indonesia Netral Rendah
FRED makro GAGAL (FRED_API_KEY absen) Tidak ada CPI/PCE/unemployment/10Y Tidak diketahui —
Breadth IDX Terbatas Pasar tutup, buka Kamis 09:00 WIB Netral —
Fed 2026 Live 96% tidak ada cut; 2% tepat 1 cut Negatif (biaya modal) Tinggi
Resesi AS 2026 Live 8% Netral-positif Sedang
MSCI IDX → Frontier Live 12%, −7,5pp/minggu Positif (sentimen IDX) Rendah (volume tipis)
Risiko politik ID Live 6% Prabowo out s/d 31 Des 2026 Netral Rendah

Rating: Hold FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Alasan HOLD: nol katalis terverifikasi dari berita emiten, nol data makro kuantitatif, dan pasar tutup. Tidak ada dasar untuk menambah eksposur, tidak ada bukti untuk keluar. Aktifkan FRED_API_KEY dan verifikasi keterbukaan IDX sebelum ambil posisi.