Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Tripar Multivision Plus Tbk.

RAAM · analisa Kamis, 29 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Underweight

111 rupiah per lembar · -5,93% · 2026-10-29

Net broker seluruhnya 261,9 jt rupiah. Kapitalisasi 756,3 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. Kurangi eksposur RAAM.JK, jangan keluar penuh, jangan tambah. Jual 40–50% posisi di sekitar 111 via limit order bertahap, pecah lot kecil.
Aliran dana
AZ beli 208,0 jt
Keyakinan
C38 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-32,3% terhadap SMA50, asing -0,0% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C38

Skor 38.2 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 20/25

net 261,9 jt dari bruto 736,0 jt, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-32,3% vs SMA50, return 20 sesi -31,1%

Likuiditas 0/15

rata-rata 176,1 jt rupiah per hari

Volatilitas 0/15

ATR 11.8% lebar, stop jadi mahal

VWAP
120
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
630,6 jt
rupiah, sesi 2026-10-29
Frekuensi
1.372
kali transaksi
Volume
5,3 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2023-05-08 sampai 2026-10-29. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
AZ SUCOR SEKURITAS 208,0 jt 1,8 jt 208,1 jt 133,0 rb
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 21,3 jt 146,6 rb 209,1 jt 187,7 jt
DH SINARMAS SEKURITAS 10,3 jt 100,0 rb 26,1 jt 15,8 jt
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 7,4 jt 42,3 rb 33,3 jt 25,9 jt
AK UBS SEKURITAS INDONESIA 6,4 jt 50,3 rb 6,4 jt -
YU CGS INTERNATIONAL SEKURITAS INDONESI 2,3 jt 20,0 rb 2,7 jt 423,0 rb
MG SEMESTA INDOVEST SEKURITAS 2,1 jt 17,0 rb 4,2 jt 2,1 jt
SQ BCA SEKURITAS 1,7 jt 14,9 rb 1,7 jt 11,1 rb
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 1,3 jt 9,5 rb 5,7 jt 4,4 jt
HP HENAN PUTIHRAI SEKURITAS 570,0 rb 5,0 rb 570,0 rb -

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 123 209,1 jt XL 121 187,7 jt
AZ 116 208,1 jt NI 112 122,2 jt
CC 118 35,9 jt CC 123 55,7 jt
XC 125 33,3 jt CP 131 51,6 jt
DH 113 26,1 jt BQ 115 50,7 jt
BQ 131 19,6 jt OD 122 33,3 jt
PD 119 18,6 jt XC 115 25,9 jt
YP 130 17,7 jt YP 124 22,5 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 351 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-10-26 RAM JETHMAL PUNJABI - Buy +124,300 -
2026-10-23 RAM JETHMAL PUNJABI - Buy +68,800 -
2026-10-22 RAM JETHMAL PUNJABI - Buy +124,300 122
2026-10-21 RAM JETHMAL PUNJABI - Buy +36,300 118
2026-10-21 RAM JETHMAL PUNJABI - Buy +10,000 120
2026-10-21 RAM JETHMAL PUNJABI - Buy +22,500 119

Keputusan akhir

710 kata

Rating: Underweight

Executive Summary: Kurangi eksposur RAAM.JK, jangan keluar penuh, jangan tambah. Jual 40–50% posisi di sekitar 111 via limit order bertahap, pecah lot kecil. Sisa posisi dijual di zona 125–127 (10 EMA 125.63 / VWMA 126.86) sebagai exit opsional, bukan wajib. Stop sisa posisi di bawah 101.45 dengan asumsi stop bisa terslippage pada saham turnover 0.077%. Tidak ada sinyal beli sekarang. Sizing: risiko per posisi dihitung dari ATR 12.16 (~11% harga), bukan dari skenario.

Investment Thesis:

Tiga argumen memutuskan, dan semuanya berbasis bukti terverifikasi, bukan harapan:

  1. Tren turun terverifikasi multi-timeframe. Close 111 < 10 EMA 125.63 < 50 SMA 163.88 < 200 SMA 202.52. MACD -14.39, histogram memburuk -1.67 ke -1.82, belum ada crossover. Tidak ada satu angka pun di seluruh debat yang mendukung tesis bertahan penuh — Agresif menantang kubu HOLD menyebut satu angka, dan tantangan itu tidak terjawab.

  2. Beban bunga menggerus setengah laba operasi. 8.18 miliar per semester lawan operating profit 16.59 miliar. Bull tidak membantah. Ini rapuh secara struktural, bukan sekadar siklus harga.

  3. Distribusi bandarmologi. Sucor (ritel) +Rp208 jt avg 116 menampung; BNI -Rp109.2 jt, KB Valbury -Rp49.2 jt avg 131, Korea -Rp31.1 jt, BRI Danareksa -Rp29.8 jt keluar; asing neto -155,100. Institusi keluar di level tinggi, ritel menampung — definisi distribusi.

Argumen bull yang tersisa (insider buying zero-jual di 118) nyata tapi kecil: 0.02% saham beredar, ~Rp250 jt bagi pemegang 68.8%, dan insider sendiri floating loss (beli 175/122/118, harga 111). Itu info positif marjinal, bukan lantai harga, bukan alasan menahan posisi penuh.

Ekspektasi negatif pakai angka bull sendiri: (0.35 × 13%) + (0.65 × −8.6%) = −1.04%.

Kenapa Underweight, bukan Sell penuh:

  • Katalis Q3 (beban lainnya 56.19 miliar one-off) belum terverifikasi ke dua arah. Sell butuh keyakinan downside nyata dan upside nol. Itu tidak terbukti.
  • 111 dekat low intraday 110 — exit penuh di titik ekstrem memberi bobot berlebih pada skenario bear yang belum pasti.
  • Likuiditas 0.077% turnover: market order kena slippage parah. Bertahap, limit, verifikasi order book.

Titik di mana analis saling menembak dan siapa yang lebih kuat:

  • Likuiditas di 125–127. Agresif mengklaim zona itu punya kedalaman; Netral dan Konservatif benar bahwa turnover Rp630 jt/hari bukan antrean, itu genangan. VWMA adalah antrean penjual, yaitu kompetitor kita di bid yang sama. Maka 125–127 diperlakukan sebagai exit opsional, bukan rencana wajib.
  • Dump mayoritas di 111 (Konservatif). Netral benar: argumen likuiditas tidak bisa dipakai dua arah — terlalu tipis untuk menahan sampai 125, tapi cukup tebal untuk dump mayoritas di 111 tanpa slippage. Konservatif memasang stop fiktif versi sendiri. Ukuran ditentukan risiko per unit (2×ATR), bukan retorika.
  • Insider. Agresif (sinyal optik) dan Konservatif (salah timing, jadi tak ada lantai) dua-duanya melebih-lebihkan. Perlakuan Netral yang benar: tie-breaker di margin, bukan tesis.
  • Sentimen. Nol data karena tiga sumber senyap = bobot nol, bukan sinyal Hold, bukan sinyal keluar cepat.
  • Makro. Fed 97% nol cut dan MSCI downgrade 12% memukul seluruh IDX, terutama saham mikro. Itu argumen untuk ukuran posisi kecil, bukan untuk timing jual 111 vs 125.

Strategic Actions:

  1. Kurangi 40–50% posisi di ~111 via limit, bertahap, lot kecil. Jangan market.
  2. Sisa posisi: limit sell opsional di 125–127. Kalau tidak tercapai, jual di bid yang tersedia — jangan menggantung posisi menunggu harga yang tidak terbukti ada pembelinya.
  3. Stop sisa posisi <101.45, dengan aturan risiko: keluar kalau kerugian melebihi toleransi 2×ATR. Verifikasi order book tiap sesi; jangan andalkan 101.45 sebagai lantai pasti.
  4. Jangan tambah sampai salah satu konfirmasi: reclaim 125.63 dengan volume, ATAU close >101.45 tiga sesi berturut dengan MACD histogram menyempit ke nol, ATAU laporan Q3 dengan beban lainnya terbukti one-off + arus kas operasi positif.
  5. Upgrade ke Hold/Overweight hanya jika katalis Q3 terkonfirmasi — satu-satunya argumen bull yang bisa membalik tesis secara fundamental.
  6. Downgrade ke Sell penuh jika 101.45 pecah dengan volume naik, atau Q3 menunjukkan beban lainnya berulang.

Data yang tidak tersedia dan harus diperoleh sebelum keputusan final: neraca lengkap (ekuitas, total utang), arus kas operasi, dan penyebab spesifik beban lainnya 56.19 miliar. Tanpa tiga ini, risiko ekuitas negatif tidak bisa disingkirkan — dan itu alasan rating tidak bisa lebih tinggi dari Underweight. Current holdings dan cash pemanggil juga tidak diketahui; persentase di atas adalah terhadap alokasi standar posisi RAAM.JK, diterapkan ke ukuran posisi aktual pemanggil.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Rencana trader

381 kata

Action: Sell

Reasoning: Rencana tim = Underweight. Underweight = Sell, sized sedang. Ambil arah plan, bukan rating teknis mentah.

Kenapa jual, bukan tahan:

  • Tren terverifikasi: close 111 < 10 EMA 125.63 < 50 SMA 163.88 < 200 SMA 202.52. Rangkaian turun penuh, multi-timeframe.
  • MACD -14.39, hist -1.82 memburuk dari -1.67. Belum ada crossover.
  • Bandarmologi distribusi: Sucor ritel +Rp208 jt avg 116 menampung; BNI -Rp109.2 jt, KB Valbury -Rp49.2 jt avg 131, Korea -Rp31.1 jt, BRI Danareksa -Rp29.8 jt keluar. Asing neto -155,100.
  • Beban bunga 8.18 M vs laba operasi 16.59 M per semester = setengah laba ke kreditur. Bull tak bantah.
  • Ekspektasi negatif pakai angka bull sendiri: (0.35 × 13%) + (0.65 × −8.6%) = −1.04%.
  • Oversold RSI 28.19 sudah gagal dua kali (8 Okt ke 168, 20 Okt ke 129). Base rate bounce rendah.

Kenapa Sell penuh tidak maksimal: insider buying zero-jual di 118 tetap info positif. Katalis Q3 (beban 56.19 M one-off) belum terverifikasi dua arah. Likuiditas 0.077% turnover — market order kena slippage. Maka jual bertahap, bukan dump.

Struktur harga penentu eksekusi:

  • 111 = dekat low intraday 110, bukan tempat panik exit penuh.
  • 125.63–126.86 (10 EMA/VWMA) = zona supply = target keluar optimal.
  • 101.45 = lower Bollinger = batas bawah.
  • ATR 12.16 (~11% harga) = ukuran posisi dipotong 2–3× normal.

Entry Price: 111 (harga acuan jual tahap pertama; limit order, pecah lot kecil — jangan market)

Stop Loss: 101.45 (hard stop sisa posisi di lower Bollinger; asumsikan bisa slippage pada saham tipis — verifikasi order book sebelum bergantung)

Position Sizing:

  • Kurangi 40–50% posisi di 111 via limit, bertahap.
  • Sisa: limit sell zona 125–127 (katalis bounce).
  • Ukuran posisi baru bila masuk ≤ 1/3 normal (ATR 11% harga). Tak ada sinyal beli sekarang.
  • Tambah posisi hanya jika: reclaim 125.63 dengan volume, ATAU close >101.45 tiga sesi berturut + MACD hist menyempit ke nol, ATAU Q3 konfirmasi beban one-off + arus kas operasi positif.
  • Upgrade ke Hold hanya bila katalis Q3 terkonfirmasi. Downgrade ke Sell penuh bila 101.45 pecah dengan volume naik.

Data hilang, harus diperoleh sebelum keputusan final: neraca lengkap (ekuitas, total utang), arus kas operasi, penyebab spesifik beban lain-lain 56.19 M. Tanpa tiga ini, risiko ekuitas negatif tak bisa disingkirkan.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

571 kata

Recommendation: Underweight

Rationale:

Bear menang tipis, bukan telak. Tiga argumen memutuskan:

  1. Kontradiksi bull terbesar: beban 56.19 miliar. Bull ubah pertanyaan terbuka ("penyebab beban unknown") jadi katalis positif tanpa bukti. Ini argumen paling lemah di seluruh debat — mengubah ketidaktahuan menjadi tesis. Bear benar menyebut ini harapan berlabel data.

  2. Beban bunga vs laba operasi. Bull tidak menyinggung sama sekali. Beban bunga 8.18 miliar/semester lawan operating profit 16.59 miliar berarti setengah laba operasi habis ke kreditur. Bisnis "sehat" yang setengah labanya ke bunga bukan sehat — itu rapuh. Bear menang di sini karena bull diam.

  3. Ekspektasi negatif pakai angka bull sendiri. (0.35 × 13%) + (0.65 × −8.6%) = −1.04%. Bull klaim rasio >1.5:1 tanpa bobot probabilitas. Begitu probabilitas teknikal (bearish p>60%) dimasukkan, rasio bull runtuh. Ditambah likuiditas 0.077% turnover — stop 101.45 tidak bisa diandalkan, slippage gap-down nyata. Bull tidak membantah poin likuiditas ini.

Tapi bear juga tidak menang penuh, jadi bukan Sell:

  • Insider buying zero-jual tetap sinyal nyata. Bear benar soal nominal kosmetik (0.02%) dan timing gagal (beli 175, harga −37%). Tapi bear tidak bisa menjelaskan mengapa pengendali yang tahu neraca menambah eksposur di 118 daripada menunggu. Ini tetap informasi positif yang tidak bisa dibuang.
  • Bandarmologi arah bear lebih kuat (ritel menampung, institusi/asing keluar konsisten di level tinggi), tapi bear melebih-lebihkan "net asing −155,100 = 3% volume" sebagai distribusi institusional. Pola 10 sesi lebih bermakna dari satu hari, tapi tetap bukan bukti disposisi pasti.
  • Bear menang pada tren terverifikasi, kalah pada kepastian. Rating Sell butuh keyakinan bahwa downside nyata dan upside nol. Katalis Q3 (beban lainnya hilang) belum terverifikasi ke dua arah — bukan hanya risiko, juga belum tentu tidak ada.

Hasil timbang: bukti terverifikasi (tren, MACD memburuk, beban bunga berat, likuiditas tipis, neraca tak terbaca) lebih berat dari bukti harapan (insider kosmetik, katalis belum ada). Maka kurangi eksposur — Underweight, bukan Sell penuh. Sell penuh di 111 setelah −27.5% memberi bobot berlebih pada skenario bear yang belum pasti, sementara Underweight mengakui tren bear tanpa memaksakan exit panik di titik ekstrem.

Strategic Actions:

Sizing terhadap alokasi standar (asumsi posisi RAAM.JK di portofolio):

  1. Kurangi 40–50% posisi sekarang di 111 via limit order, jangan market. Likuiditas 0.077% turnover — market order akan kena slippage parah. Pecah jadi lot kecil.
  2. Sisa posisi: pasang limit sell di zona 125–127 (10 EMA 125.63 / vwma 126.86) — target bounce yang bull dan bear sama-sama akui. Ini titik keluar optimal, bukan 111. Bear sendiri menulis holder keluar di sini.
  3. Stop keras <101.45 (lower Bollinger) untuk sisa posisi, tapi asumsikan stop bisa terslippage — jangan andalkan sebagai lantai pasti di saham tipis. Verifikasi order book sebelum bergantung pada stop.
  4. Jangan tambah posisi sampai salah satu konfirmasi muncul: reclaim 125.63 dengan volume, atau close >101.45 tiga sesi berturut dengan MACD histogram menyempit ke nol, atau laporan Q3 dengan beban lainnya hilang + arus kas operasi positif.
  5. Upgrade ke Hold/Overweight hanya jika katalis Q3 terkonfirmasi (beban 56 miliar terbukti one-off) — itu satu-satunya argumen bull yang bisa membalik tesis secara fundamental.
  6. Downgrade ke Sell jika 101.45 pecah dengan volume naik, atau jika laporan Q3 menunjukkan beban lainnya berulang.

Data yang tidak tersedia dan harus diperoleh sebelum keputusan final: neraca lengkap (ekuitas, total utang), arus kas operasi, dan penyebab spesifik beban lainnya 56.19 miliar. Tanpa tiga ini, risiko ekuitas negatif tidak bisa disingkirkan — dan itu alasan utama rating tidak bisa lebih tinggi dari Underweight.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Analisa teknikal dan aliran dana

1521 kata

RAAM.JK — Laporan Teknis, 29 Okt 2026

Identitas: PT Tripar Multivision Plus Tbk. Communication Services / Entertainment. IDX.

1. Gambaran Harga (snapshot terverifikasi 2026-10-29)

Close 111. Open 120, High 141, Low 110. Close dekat low intraday, bukan dekat high 141. Artinya gap-up pagi dijual habis. Volume 5,265,000 saham, nilai Rp630,571,600, 1,372 transaksi. Freq tinggi = partisipasi ritel ramai, bukan blok institusi tunggal.

Net asing -155,100 saham pada 29 Okt. Jual neto.

Titik acuan konkret dari output:

  • 2026-10-15 close 153.
  • 2026-10-16 close 131 (open 132, high 132, low 131 — turun satu arah).
  • 2026-10-19 close 122.
  • 2026-10-20 range 114–150, close 116.
  • 2026-10-29 range 110–141, close 111.
  • Closing low baru 29 Okt 111 vs 2026-10-19 122.

Penurunan 153 → 111 = -27.5% dalam 10 sesi. Ini angka aritmetika dari dua close di output, bukan klaim backtest.

2. Struktur Tren

MA Nilai Posisi harga
close_10_ema 125.63 harga 111 di bawah
close_50_sma 163.88 harga jauh di bawah
close_200_sma 202.52 harga jauh di bawah
vwma 126.86 harga di bawah

Semua MA di atas harga. Susunan MA: 10 EMA (125.63) < 50 SMA (163.88) < 200 SMA (202.52). Alias rangkaian menurun penuh. Tidak ada golden cross. Ini downtrend multi-timeframe, bukan koreksi dalam uptrend.

Jarak harga ke 200 SMA: 111 vs 202.52 = -45.2%. Jarak ke 50 SMA: -32.3%. Ekstrem, tapi ekstrem bukan sinyal beli.

vwma 126.86 di atas 10 EMA 125.63 dan jauh di atas harga → pasar berat di sisi jualan volume tinggi. Pembeli berbondong di harga lebih tinggi; saat ini siapa pun yang beli di atas 126 masih floating loss. Zona ini jadi supply, bukan support.

3. Momentum

  • RSI 28.19 → di bawah 30, oversold. Tapi lihat riwayat: RSI sudah di bawah 30 sejak 2026-09-18 (34.3 lalu 33.3, 28.4 pada 22 Sep), naik 47.2 pada 8 Okt, lalu turun lagi 20.85 pada 20 Okt. Artinya oversold sudah "fast" berulang kali. Di downtrend kuat, RSI jenuh jual adalah kondisi, bukan pemicu balik arah. Dua bounce sebelumnya (persis 6–8 Okt ke 168 dan 20–26 Okt ke 129) gagal total.
  • MACD -14.39, signal -12.57, histogram -1.82. MACD di bawah nol = momentum bearish dominan. Histogram sempat membaik: -3.87 (20 Okt) → -1.67 (28 Okt), lalu melebar lagi -1.82 (29 Okt). Pemburukan bar terakhir = tekanan jual kembali menguat setelah bounce gagal. Belum ada crossover MACD di atas signal.
  • Divergence? Tidak. Harga bikin low baru (122→111), MACD belum bikin low baru secara tegas, tapi selisih kecil dan belum terkonfirmasi sebagai bull divergence. Jangan klaim divergence tanpa konfirmasi bar MACD naik.

4. Volatilitas

  • Bollinger mid 140.50. Upper 179.55, lower 101.45.
  • Close 111 di bawah pita (lower band 101.45). Upper−lower = 78.1 → lebar pita sangat lebar. Squeeze tidak ada; ini ekspansi volatilitas.
  • Lower band turun cepat: 150.99 (9 Okt) → 101.45 (29 Okt). Band turun mengikuti harga, bukan menahan harga. Menembus lower band di downtrend ekspansif = kelanjutan trend (band walking down), bukan sinyal reversal otomatis.
  • ATR 12.16, naik dari 9.34 (15 Okt) dan 10.71 (28 Okt). Volatilitas naik ~30% dalam dua pekan. ATR 12.16 = ~11% dari harga 111. Stop 2×ATR = ~24 poin.

Implikasi sizing: dengan ATR 11% harga, posisi normal harus dipotong ±2–3× vs saham volatilitas normal. Risiko per unit sangat besar.

5. Bandarmologi (IDX)

Broker neto (rupiah):

Net buyers:

  • AZ (Sucor) +Rp207,981,700 / +1,800,000 saham — dominan.
  • XL (Stockbit) +Rp21,334,900 / +146,600 — ritel digital.
  • DH (Sinarmas) +Rp10,286,200 / +100,000.
  • XC (Ajaib) +Rp7,389,900.
  • AK (UBS) +Rp6,427,100 / +50,300 — asing, kecil.
  • YU (CGS International) +Rp2,266,000 — asing, sangat kecil.

Net sellers:

  • NI (BNI) −Rp109,191,400 / −974,400.
  • CP (KB Valbury) −Rp49,176,200.
  • BQ (Korea Investment) −Rp31,106,700.
  • OD (BRI Danareksa) −Rp29,808,800.
  • CC (Mandiri) −Rp19,782,400.
  • AI (Kay Hian) −Rp10,810,900.
  • YP (Mirae) −Rp4,806,100.
  • GR (Panin) −Rp3,883,700.
  • PD (Indo Premier) −Rp1,677,400.
  • ZP (Maybank) −Rp1,351,300 — asing, kecil.

Pola yang terbaca: Pembeli utama = Sucor (broker ritel lokal besar) + Stockbit/Ajaib (ritel digital). Penjual = broker BUMN/bank lokal + asing (BNI, BRI Danareksa, Mandiri, KB Valbury, Korea Investment, Kay Hian, Maybank). UBS & CGS neto beli tapi mikro (Rp6.4 jt dan Rp2.3 jt) — tidak material.

Ini kebalikan dari pola akumulasi sehat. Ritel lokal + broker ritel digital menyerok; broker besar lokal + asing keluar. Definisi distribusi, bukan akumulasi.

Level akumulasi vs distribusi (buy/sell pairs):

  • AZ beli avg 116 senilai Rp208.1 jt; NI jual avg 112 senilai Rp122.2 jt. Sucor menyerok tepat di zona sekarang 111–116. Kalau harga tembus <110, Sucor langsung floating loss — berpotensi jadi penjual berikutnya (forced exit).
  • DH beli avg 113 Rp26.1 jt; OD jual avg 122 Rp33.3 jt → institusi lokal jual di 122.
  • CP jual avg 131 Rp51.6 jt → distribusi di zona 131.
  • BQ beli avg 131 Rp19.6 jt dan jual avg 115 Rp50.7 jt → Korea Investment net jual, beli di 131 jual di 115 = jebakan.
  • XL beli 123 Rp209 jt / jual 121 Rp187.7 jt → dua arah, neto tipis. Stockbit = churn, bukan akumulasi.
  • YP beli 130 Rp17.7 jt / jual 124 Rp22.5 jt → net jual, beli di puncak.
  • AK (UBS) beli avg 128 Rp6.4 jt — kecil, di level salah.

Kesimpulan bandarmologi: tidak ada institusi besar/asing yang mengakumulasi serius. Satu broker ritel besar (Sucor) menampung, sisanya distribusi. Volume besar pada 29 Okt (5.27 jt saham, 1,372 freq) = pertukaran ritel panas, bukan akumulasi bandar.

6. Skenario

Kasus bearish (basis, p > 60%): harga 111 di bawah semua MA, di bawah lower band, MACD baru melemah lagi, ATR naik, ritel menampung distribusi. Target bawah: lower band 101.45 lalu angka bulat 100. Break 110 (low 29 Okt) = konfirmasi next leg.

Kasus bounce teknis (p ~30–35%): RSI 28 oversold, harga 2 ATR (24 poin) di bawah 10 EMA. Bounce realistis ke 10 EMA 125.63 / vwma 126.86 = zona supply berat. Untuk jadi reversal, butuh: (a) MACD histogram positif 2 bar berturut, (b) close > 10 EMA 125.63, (c) volume bounce naik dengan net asing positif. Sekarang tiga-tiganya belum ada. RSI telah dua kali oversold (8 Okt, 20 Okt) dan bounce gagal → base rate bounce rendah.

Tidak ada sinyal beli. Sinyal beli hanya valid setelah reclaim 125.63–126.86 dengan konfirmasi volume, atau kalau harga hold >101.45 (lower band) 3+ sesi berturut dengan MACD histogram menyempit ke nol.

7. Rencana Aksi

  • Holder: close 111 = di bawah semua MA. Setiap bounce ke 125–127 (10 EMA/vwma) adalah kesempatan keluar, bukan tambah. Stop keras <110 (low 29 Okt) atau <101.45 (lower band).
  • Non-holder: jangan tangkap pisau. Oversold ≠ beli. Tunggu reclaim 125.63 + MACD hist > 0.
  • Sizing: ATR 12.16 (11% harga). Risiko per posisi gede. Kalau entry, ukuran posisi ≤ 1/3 normal.
  • Stop teknikal: 2×ATR ≈ 24 poin. Dari 111 → stop ~87 kalau entry di sini. Rasio buruk; tunggu setup lebih dekat MA.

Kategori Sinyal Bukti (2026-10-29) Implikasi
Tren pendek Bearish Close 111 < 10 EMA 125.63 Momentum turun
Tren menengah Bearish Close 111 < 50 SMA 163.88 (-32.3%) Downtrend terkunci
Tren panjang Bearish Close 111 < 200 SMA 202.52 (-45.2%) Bukan koreksi, tapi downtrend struktural
Volume-weighted Bearish VWMA 126.86 > harga Supply di atas, pembeli floating loss
Momentum RSI Oversold berulang RSI 28.19; oversold 8 Okt (47.2→gagal), 20 Okt (20.85→gagal) Oversold = kondisi, bukan trigger
Momentum MACD Bearish, memburuk MACD -14.39, signal -12.57, hist -1.82 (dari -1.67) Bar terakhir melemah lagi
Volatilitas BB Ekspansi, band walking down Lower band 101.45 (dari 150.99 pada 9 Okt); lebar 78.1 Patah bawah bisa lanjut
Volatilitas ATR Naik ATR 12.16 (~11% harga), dari 9.34 (15 Okt) Potong ukuran posisi 2–3×
Bandarmologi — pembeli Ritel lokal AZ Sucor +Rp208.0 jt avg 116; XL Stockbit +Rp21.3 jt; XC Ajaib +Rp7.4 jt Ritel menampung
Bandarmologi — penjual Lokal besar + asing NI BNI -Rp109.2 jt avg 112; CP KB Valbury -Rp49.2 jt avg 131; OD BRI Danareksa -Rp29.8 jt; BQ Korea -Rp31.1 jt Distribusi, bukan akumulasi
Pola bandar Bearish UBS +Rp6.4 jt & CGS +Rp2.3 jt (mikro); asing neto keluar Tidak ada akumulasi institusi serius
Level kunci bawah 110 / 101.45 Low 29 Okt 110; lower band 101.45 Break = next leg turun
Level kunci atas 125.63 / 126.86 10 EMA / VWMA Reclaim = syarat bounce valid
Aksi holder Keluar di bounce Bounce 6–8 Okt (168) & 20–26 Okt (129) gagal 125–127 = exit zone
Aksi non-holder Stand aside Belum ada MACD hist > 0, belum reclaim 10 EMA Tunggu konfirmasi

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa fundamental

877 kata

Laporan fundamental RAAM.JK — PT Tripar Multivision Plus Tbk. Data per 2026-10-29.

Catatan: tool get_balance_sheet, get_cashflow, get_income_statement hanya kembalikan daftar periode (Q3 2023–Q2 2026), isi angka tidak tersedia. Analisis bersandar pada get_fundamentals (ringkasan Q2 2026) + data insider.

Profil

  • Sektor: Communication Services / Entertainment (rumah produksi sinetron, IP, studio).
  • Listing: IDX. Saham beredar 6,813,620,000.
  • Market cap: Rp756.3 miliar.
  • Harga terakhir: Rp111. Perubahan harian -5.93% (-7). VWAP Rp119.77.
  • Volume: 52,650 lot, nilai Rp630.6 juta. Frekuensi 1,372.
  • Turnover ratio: 0.0773% — sangat tipis. Likuiditas pelit.

Laba rugi Q2 2026 (kumulatif semester, unit rupiah)

Pos Nilai % revenue
Penjualan & pendapatan usaha 80,377,390,791 100.0%
Beban pokok pendapatan -41,324,101,086 51.4%
Laba bruto 39,053,289,705 48.6%
Beban umum & administrasi -22,465,334,728 27.9%
Pendapatan keuangan 62,857,116 0.08%
Beban bunga & keuangan -8,179,750,335 10.2%
Pendapatan lainnya -5,803,357,151 -7.2%
Beban lainnya -56,192,409,531 -69.9%
Laba sebelum pajak -53,524,704,924 -66.6%
Beban pajak -2,303,482,607 2.9%
Laba bersih -55,828,187,531 -69.5%

Poin kunci:

  • Gross margin 48.6% → bisnis inti sehat.
  • Operating level: laba bruto 39.05 miliar dikurangi G&A 22.47 miliar = +16.59 miliar (20.6% margin). Operasi positif.
  • Kerugian besar dari beban lainnya 56.19 miliar — tunggal, bukan operasional. Menggerus operasi jadi rugi besar. Tanpa pos ini, laba sebelum pajak ~+2.67 miliar.
  • Beban bunga 8.18 miliar setahun-semester (10.2% revenue) — indikasi utang berbunga berat.
  • Rugi diatribusikan induk -55,828,022,528; non-pengendali -165,003 (entitas hampir seluruhnya induk).
  • EPS kasar: -55.83 miliar / 6.81 miliar saham ≈ -Rp8.2/share semester. Non-annualized.
  • PSR: market cap 756.3 miliar / annualized revenue ~160.8 miliar ≈ 4.7x — mahal untuk emiten rugi.
  • Harga Rp111 vs Ekuitas: PB tidak bisa dihitung (neraca tak tersedia).

Insider transactions — sinyal terkuat

Ram Jethmal Punjabi (pengendali) beli terus, tanpa jual:

Tanggal Qty Harga
2026-09-28 ~441,600 (multi-transaksi) 168–175
2026-09-29 294,600 n/a
2026-09-30 487,000 n/a
2026-10-21 68,800 118–120
2026-10-22 124,300 122
2026-10-23 68,800 n/a
2026-10-26 124,300 n/a

Baca:

  • Akumulasi ~1.61 juta saham dalam sebulan. Kecil (~0.02% shares out, ~Rp250 juta), tapi konsisten.
  • Harga beli turun 175 → 122 → 118 → spot 111. Insider beli di harga jatuh, bukan puncak.
  • Pangsa Punjabi: 4,690,860,382 / 6,813,620,000 ≈ 68.8% free float. Free float efektif ~31% — tipis, likuiditas rendah.
  • Tidak ada penjualan insider tercatat di 15 record teratas. Nol tekanan jual internal.

Red flags

  1. Beban lainnya 56.2 miliar — perlu tahu penyebab (impairment IP? kerugian kurs? write-off piutang?). Fundamental rusak kalau berulang tiap kuartal.
  2. Beban bunga 8.18 miliar/semester — utang bank/obligasi perlu dicek covenant-nya.
  3. Revenue 80.4 miliar per semester (~160 miliar/tahun) terlalu kecil terhadap market cap 756 miliar.
  4. Harga turun -5.93% hari ini di volume tipis — tidak ada bid support tebal.
  5. Neraca & arus kas tak terbaca dari tool. Risiko ekuitas negatif tak bisa dihilangkan — wajib cek laporan keuangan Q3 2026 di IDX sebelum posisi besar.

Aksi trading

  • Sinyal campur, bias hati-hati. Fundamental operasional OK (gross 48.6%, operasi +), tapi bottom line rusak oleh one-off 56 miliar + bunga berat.
  • Insider buying = sinyal kepercayaan manajemen. Cocok sebagai indikator bottom-fishing, bukan tesis fundamental.
  • Likuiditas ekstrem tipis: posisi besar = slippage besar. Pakai limit order ketat di area 111–118. Hindari market order.
  • Harga 111 sudah di bawah semua harga beli insider Oktober (118–122). Kalau insider lanjut beli di bawah 111, itu konfirmasi support.
  • Katalis positif: rilis Q3 2026 (cek hilangnya beban lainnya + arus kas operasi). Katalis negatif: beban lainnya berulang, gagal bayar bunga.

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Kategori Data Insight
Ticker RAAM.JK PT Tripar Multivision Plus Tbk, IDX
Harga 111 (-5.93%, -7) VWAP 119.77; harga di bawah semua beli insider Okt
Market cap Rp756.3 miliar 6.81 miliar saham
Likuiditas Rp630.6 juta; turnover 0.077% Sangat tipis; limit order wajib
Revenue Q2 2026 Rp80.38 miliar (semester) Annualized ~160.8 miliar
Gross margin 48.6% Bisnis inti sehat
Operasi (GP - G&A) +16.59 miliar (20.6%) Operasional positif
Beban lainnya -56.19 miliar Penyebab utama rugi; one-off?, harus dikonfirmasi
Beban bunga -8.18 miliar Utang berbunga berat
Laba bersih -55.83 miliar EPS ~-Rp8.2/semester
PSR ~4.7x Mahal untuk emiten rugi
Insider Punjabi beli ~1.61 juta saham (Sep–Okt) ZERO jual; akumulasi di harga jatuh
Pangsa insider ~68.8% Free float ~31%; likuiditas rendah
Neraca/arus kas Tidak tersedia dari tool Wajib cek Q3 2026 IDX
Seasonality Nihil data Tidak bisa dipakai
Rating Sell Ekuitas & arus kas belum terverifikasi; fundamental bottom line rusak

Analisa sentimen

350 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Sentiment RAAM.JK (PT Tripar Multivision Plus Tbk, Communication Services / Entertainment, JKT) — 2026-10-22 s/d 2026-10-29

Kesimpulan: tidak ada data sentimen. Band Neutral = semua sumber benar-benar senyap, bukan hasil pembacaan arah.

Sumber per sumber

1. News (Yahoo Finance, 7 hari) — UNAVAILABLE Vendor tidak bisa melayani get_news. Tidak ada artikel news ter-tag RAAM.JK. Ini bukan indikasi bearish; hanya ketiadaan data. Tidak ada framing institusional untuk diukur.

2. StockTwits — UNAVAILABLE (HTTPError) Request gagal total. Tidak ada pesan, tidak ada tag Bullish/Bearish, tidak ada rasio. Tidak bisa dihitung leading retail signal. Tidak bisa dinilai over-extension maupun divergensi.

3. Reddit — SILENT Tidak ada query untuk RAAM.JK. Zero post. Tidak ada diskusi komunitas, tidak ada substansi untuk dibaca. Tidak ada subreddit yang relevan teridentifikasi.

Divergensi

Tidak bisa dinilai. Butuh minimal dua sumber aktif. Ketiganya kosong.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada tema lintas sumber, tidak ada cerita berulang. Tidak ada katalis teridentifikasi (earnings, rilis produk, aksi korporasi) dan tidak ada risiko teridentifikasi dari sumber mana pun.

Tabel sinyal sentimen

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak tersedia News (Yahoo Finance) DATA_UNAVAILABLE — vendor gagal, nol artikel
Tidak tersedia StockTwits HTTPError — nol pesan, rasio bull/bear tidak bisa dihitung
Senyap Reddit Tidak ada query, nol post, nol diskusi
Netral (by absence) Ketiga sumber Tidak ada sinyal arah sama sekali

Batasan data

Tingkat keyakinan: low. Tiga dari tiga sumber kosong atau error. Sampel nol. Skor 5.0 adalah nilai default netral, bukan estimasi sentimen. Tidak ada angka yang diestimasi atau dikarang.

Implikasi untuk trader

Tidak ada sinyal sentimen yang bisa ditimbang. RAAM.JK termasuk saham small-cap papan pemantauan khusus di IDX dengan likuiditas tipis; ketiadaan liputan sosial sesuai profil tsb, jadi senyap bukan berarti bearish. Keputusan harus bersandar penuh pada fundamental dan teknikal. Untuk sentimen yang bisa dipercaya, perlu coba lagi StockTwits/news di sesi berikutnya atau perluas ke sumber lokal (IDX announcement, Kontan/Bisnis Indonesia, forum saham Indonesia).

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

755 kata

Laporan Riset Berita & Makro — RAAM.JK

1. Status data RAAM.JK

  • get_news untuk RAAM.JK: DATA_UNAVAILABLE. Vendor (Yahoo Finance) tak punya artikel bertag RAAM.JK. Ini keterbatasan feed, bukan sinyal negatif soal emiten.
  • Berita spesifik PT Tripar Multivision Plus Tbk: nol item dalam 7 hari terakhir (juga dicek 30 hari). Tak ada katalis emiten yang terdokumentasi.
  • Konsekuensi: tesis harus dibangun dari makro + kondisi pasar IDX, bukan berita perusahaan. Jangan inferensi berita RAAM dari hasil kosong.

2. Makro global

  • Fed: pasar Polymarket kasih 97% probabilitas nol pemotongan suku bunga sepanjang 2026 (volume $9,27 juta, +0,3pp seminggu). Probabilitas 1 cut cuma 0,95%. Artinya regime suku bunga tinggi/ketat bertahan sampai akhir tahun. Implikasi: diskonto arus kas aset berdurasi panjang (termasuk saham entertainment/ruktem yang masih tahap pemulihan) tetap mahal.
  • Resesi AS: 7% probabilitas resesi sampai akhir 2026 ($2,4 juta volume, turun 0,5pp seminggu). Risk-on, bukan risk-off. Buruknya: likuiditas longgar tidak datang; equity naik karena risk premium turun, bukan karena suku bunga turun.
  • Data FRED: DATA_UNAVAILABLE (FRED_API_KEY tidak diset). Tak ada angka CPI/PCE/unemployment/10Y yang bisa dikutip. Jangan mengarang level. Ganti dengan pengganti berikut: pantau rilis resmi FRED/BPS sebelum eksekusi.
  • Harga logam: futures logam mulia lanjut turun (WSJ, 2026-10-29). Cermin suku bunga riil tinggi — konsisten dengan 97% nol cut.

3. Pasar IDX (Rabu 28 Okt 2026, data segar)

  • Screener IDX Edge: hanya 3 kandidat — PIPA (risk pantulan, WR 66,7%, potensi 17,0%, DD -5,0), LUCY (sinyal telat, WR 66,7%, potensi 28,0%), NATO (sinyal telat, WR 62,5%, potensi 6,0%). RAAM tidak masuk kandidat mana pun. Tak ada sinyal teknikal/broker/asing untuk RAAM.
  • Breadth 867 saham: gainer teratas SMCB +158% (freq 1 — tak likuid, abaikan), XCIS +28,4% (value cuma 12,3 juta — tak likuid), YPAS +24,9% (16,6 M), ALKA +24,9% (34,8 M), TMAS +15,4% (15,8 miliar, freq 10.300 — gerakan likuid nyata), KJEN +12,5% (14,1 miliar). Loser: RAFI -72% (freq 3), SMMA -38%, IDEA -10% (3,6 M), MEJA -9,9%. Pola: rotasi liar di saham kecil, likuiditas terkonsentrasi di TMAS/KJEN.
  • Banyak mover berapi (BEBS +20% freq 1, lot 5.555) = spekulasi tipis, bukan aliran uang riil.

4. Risiko khusus IDX

  • Polymarket: MSCI turunkan Indonesia ke status Frontier Market sebelum 30 Nov 2026 — 12% (volume tipis $1.386, tapi -5,5pp seminggu = arah benar). Kalau ini terjadi, outflow pasif memukul seluruh IDX, dan saham mikro seperti RAAM paling kena karena likuiditas tipis.
  • Prabowo berhenti jadi Presiden sebelum 31 Des 2026 — 5%; sebelum 30 Jun 2027 — 8%. Risiko politik rendah tapi bukan nol.

5. Sintesis trading untuk RAAM.JK

  • Tak ada katalis emiten + tak ada sinyal screener + tak ada berita = informasi nol, bukan tesis beli.
  • Makro memusuhi: suku bunga nol cut 2026 (97%), IDX kecil rawan rotasi tipis.
  • Bahaya likuiditas: banyak mover IDX hari itu dengan freq 1–4 dan value <50 juta. RAAM perlu dicek frekuensi/lot harian sebelum ambil posisi; jangan asumsikan bisa keluar di harga bid.
  • Aksi: hindari, atau spekulasi mikro dengan size sangat kecil dan stop ketat hanya bila muncul katalis tertulis (laporan keuangan, penawaran konten/film). Tanpa itu, tunggu.
  • Cek wajib berikutnya: volume/freq harian RAAM (bid-ask spread), jadwal rilis kuartalan RAAM, dan rilis FRED saat key tersedia.
Item Data/nilai Arah Dampak ke RAAM.JK
Berita RAAM.JK (7hari) DATA_UNAVAILABLE / 0 artikel Netral-informasi Tak ada katalis
Berita RAAM.JK (30hari) 0 artikel Netral Tak ada katalis
FRED makro DATA_UNAVAILABLE (no API key) — Harus pakai sumber lain
Fed cuts 2026 97% nol cut ($9,27 jt vol) Negatif durasi Diskonto tetap tinggi
Resesi AS 2026 7% (-0,5pp/mgg) Netral/risk-on Naik tanpa pemotongan
Logam mulia Lanjut turun (WSJ) Negatif easing Suku bunga riil ketat
Screener IDX PIPA, LUCY, NATO saja Netral RAAM tak ada sinyal
Breadth IDX 867; TMAS +15,4% (15,8 M); IDEA -10% Rotasi kecil, likuiditas tipis Risiko slippage RAAM
MSCI IDX downgrade 12% (s/d 30 Nov 2026) Risiko outflow Risiko tinggi saham mikro
Prabowo keluar 2026 5% Risiko politik rendah Netral
Status sesi Market tutup, buka 09.00 WIB — Eksekusi besok

Rating: Hold — ukuran posisi nol / hindari sampai muncul katalis emiten atau likuiditas jelas; data berita RAAM tidak tersedia sehingga tidak layak menambah eksposur.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD