Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Prodia Diagnostic Line Tbk.

PRDL · analisa Rabu, 28 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

125 rupiah per lembar · -1,57% · 2026-10-28

Net broker seluruhnya 171,6 jt rupiah. Kapitalisasi 217,9 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. Rekomendasi Sell untuk PRDL.JK, alokasi 0%. Belum punya posisi: jangan masuk, jangan averaging down, jangan "cicil di 120".
Aliran dana
XL beli 49,8 jt
Keyakinan
C50 · paling kuat Kesepakatan agen, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-37,6% terhadap SMA50, asing 5,8% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C50

Skor 49.7 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 30/30

rating, rencana riset, dan trader sepakat

Akumulasi broker 20/25

net 171,6 jt dari bruto 587,0 jt, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-37,6% vs SMA50, return 20 sesi -29,8%

Likuiditas 0/15

rata-rata 1,3 M rupiah per hari

Volatilitas 0/15

ATR 10.1% lebar, stop jadi mahal

VWAP
123
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
571,9 jt
rupiah, sesi 2026-10-28
Frekuensi
1.010
kali transaksi
Volume
4,6 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2026-07-09 sampai 2026-10-28. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 49,8 jt 407,3 rb 98,9 jt 49,1 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 34,7 jt 255,6 rb 85,2 jt 50,5 jt
DH SINARMAS SEKURITAS 25,6 jt 200,0 rb 25,6 jt -
AK UBS SEKURITAS INDONESIA 23,3 jt 201,1 rb 97,5 jt 74,2 jt
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON 6,5 jt 53,5 rb 6,5 jt 12,1 rb
RB INA SEKURITAS INDONESIA 6,3 jt 50,0 rb 6,3 jt -
PG PANCA GLOBAL SEKURITAS 6,2 jt 50,0 rb 6,2 jt -
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 5,9 jt 57,9 rb 39,5 jt 33,5 jt
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 4,6 jt 37,6 rb 4,6 jt 37,8 rb
DR RHB SEKURITAS INDONESIA 3,1 jt 25,0 rb 3,1 jt -

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
CC 122 133,6 jt CC 123 209,5 jt
XL 122 98,9 jt AK 125 74,2 jt
AK 123 97,5 jt MG 126 65,0 jt
YP 126 85,2 jt YP 121 50,5 jt
XC 123 39,5 jt XL 123 49,1 jt
MG 125 36,7 jt XC 127 33,5 jt
DH 128 25,6 jt DX 121 31,9 jt
PD 123 7,3 jt PD 123 28,7 jt

Keputusan akhir

433 kata

Rating: Sell

Executive Summary: Rekomendasi Sell untuk PRDL.JK, alokasi 0%. Belum punya posisi: jangan masuk, jangan averaging down, jangan "cicil di 120". Sudah punya posisi: keluar bertahap pakai limit order, maksimal ~20% posisi per eksekusi (turnover ~0,27%, slippage besar), mulai di setiap kekuatan ke 130–137 — jangan tunggu 137,92 terkonfirmasi. Stop keras: close harian < 120 = keluar penuh tanpa negosiasi.

Investment Thesis:

Tiga fakta diserahkan semua pihak dan tidak dibantah siapa pun:

  1. EBITDA ≈ −Rp7,57 M/kuartal, rugi bersih Rp8,84 M, operasi −65% dari penjualan. Tiap rupiah penjualan menambah rugi.
  2. Neraca dan arus kas tidak tersedia. Solvabilitas, runway kas, dan status ekuitas tidak terverifikasi.
  3. Distribusi broker jelas. Institusi/asing net jual (CC Mandiri −75,87 jt, DX Bahana −31,81 jt, MG −28,32 jt, JPM, CGS, Maybank), retail lokal (XL Stockbit, YP Mirae) menyerap di 122–126. Institusi keluar, retail menampung.

Argumen Bull terkuat — margin bruto 33% berarti masalah ada di G&A — tahan aritmetika tapi tidak tahan implikasi. G&A 11,64 M = 85% revenue; perbaikan ke 40% revenue butuh potong Rp6,16 M/kuartal (53% G&A), dan bunga Rp1,35 M saja sudah makan ~30% laba bruto. Katalis restrukturisasi nyata tapi jauh, dan kas untuk sampai ke sana tidak terverifikasi.

Teknikal kalah arah: close 125 di bawah 10EMA 137,92, 50SMA 200,44, 200SMA 233,64; death cross aktif (spread 33,2); VWMA 145,32 = supply overhang. Rebound 144→136→127→125 = lower high beruntun. Divergensi RSI 21,38→28,61 vs harga 126→125 = noise. MACD line datar −20,89, histogram +0,16 = mesin mati. Volume 4,63 jt vs 14,6 jt (20 Okt) = minat beli mati. Oversold di death cross adalah deskripsi kondisi, bukan sinyal beli.

Mengapa bukan Hold: analis netral mengusulkan zona exit 128–132, tapi harga terakhir 125 — di bawah level eksekusi pertamanya. Rencana itu bergantung pada pantulan yang tidak terkonfirmasi, kesalahan yang sama yang ia tuduhkan ke pihak agresif. Konservatif benar bahwa menunggu 130 adalah eksposur tambahan pada instrumen yang semua pihak sepakat harus dijauhi. Kerangka "jual teknikal sekarang, masuk hanya kalau fundamental berbalik" juga tidak konsisten, tapi untuk arah Sell itu tidak mengubah keputusan: exit-nya tetap exit.

Catatan keterbatasan: seluruh penilaian berbasis data dalam debat. Neraca PRDL.JK tidak tersedia sehingga solvabilitas dan runway kas tidak dapat diverifikasi. Ketidakpastian ini memperkuat, bukan melemahkan, arah Sell.

Yang mengubah call (harus keduanya atau salah satu yang kuat):

  • Teknikal: close harian > 137,92 dengan volume > 8 jt lembar — mengubah struktur, bukan sekadar bounce.
  • Fundamental: laporan kuartalan dengan rugi menyempit signifikan dan G&A turun terukur dari 258% laba bruto, plus bukti posisi kas (neraca).
  • Pengumuman rights issue atau utang konversi memperkuat Sell, bukan alasan beli.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana trader

184 kata

Action: Sell

Reasoning: Rencana riset = Sell, laporan teknikal = Sell. Tidak ada konflik arah. Struktur harga menolak long: close 125 di bawah 10EMA 137.92, 50SMA 200.44, 200SMA 233.64; death cross aktif (spread 33.2), VWMA 145.32 = supply overhang di atas. Rebound 144→136→127→125 = lower high beruntun, sudah terhapus. Oversold RSI 28.61 bukan sinyal beli di downtrend struktural; MACD line −20.89 datar, histogram +0.16 tipis = mesin mati. Divergensi RSI 21.38→28.61 vs harga 126→125 = noise, bukan dasar tren. Volume 4.63 jt (vs 14.6 jt 20 Okt) tidak konfirmasi bottom. Broker: institusi/asing net jual (CC Mandiri −75.87 jt, JPM, CGS, Maybank), retail lokal nyerap di 122–126 = distribusi. Fundamental: EBITDA ≈ −Rp7.57 M/kuartal, neraca/kas tidak tersedia — solvabilitas tidak terverifikasi. ATR 13.29 = 10.6% harga → size nol. Trigger long hanya close harian >137.92 dengan volume >8 jt lembar.

Entry Price: not provided

Stop Loss: 120.0

Position Sizing: 0% alokasi. Belum punya posisi: jangan masuk. Punya posisi: keluar bertahap di 130–137 (limit order, maks ~20% posisi per eksekusi karena turnover tipis), stop keras close harian < 120 = keluar penuh.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

557 kata

Recommendation: Sell

Rationale:

Bull sendiri menutup dengan Sell. Itu bukan kemenangan debat, itu konfirmasi. Tiga fakta diserahkan kedua pihak dan tidak dibantah siapa pun:

  1. EBITDA negatif ≈ −Rp7,57 M/kuartal. Burn kas nyata, tiap rupiah penjualan menambah rugi.
  2. Neraca tidak tersedia. Sisa kas tidak terlacak. Tanpa itu, argumen "kas bertahan sampai G&A dipotong" murni asumsi.
  3. Distribusi broker jelas. Asing/rumah besar (JPM, CGS, Maybank) net jual; retail lokal (Stockbit, Mirae) net beli di 122–126. Institusi keluar, retail menyerap.

Argumen Bull terkuat — margin bruto 33% berarti masalah ada di G&A — tahan uji secara aritmetika, tapi Bear sudah membongkar implikasinya: perbaikan ke G&A 40% revenue butuh potong Rp6,16 M/kuartal (53% G&A), dan bunga Rp1,35 M saja sudah makan 29,9% laba bruto. Bahkan G&A nol tidak menyisakan ruang berarti sebelum depresiasi. Katalis itu nyata tapi jauh, dan kas untuk sampai ke sana tidak terverifikasi.

Sisi teknikal juga kalah. Divergensi RSI 21,38→28,61 dengan harga nyaris flat (126→125) = noise, bukan divergensi. MACD line datar di zona −20,89, histogram +0,16 = mesin mati. Rebound 144→136→127→125 = lower high berturut-turut. Volume 4,63 jt saat harga turun = minat beli mati, sementara VWMA 145,32 menumpuk supply di atas. Bounce ke 10EMA 137,92 justru bertemu trapped longs.

Satu-satunya pilar bull tersisa adalah "oversold" — dan oversold di death cross dengan fundamental membakar kas adalah deskripsi kondisi, bukan sinyal. Argumen "dekat gocap membatasi kerugian" salah secara finansial: 125→110 = −12%, 125→100 = −20%.

Kesimpulan: tidak ada dasar data untuk posisi long PRDL.JK, baik investasi maupun trade. Bear menang telak, bukan tipis.

Catatan keterbatasan: seluruh penilaian ini berbasis data yang disajikan dalam debat. Neraca PRDL.JK tidak tersedia, sehingga solvabilitas dan runway kas tidak dapat diverifikasi. Ketidakpastian ini memperkuat, bukan melemahkan, arah Sell.

Strategic Actions:

Sizing acuan: alokasi standar per posisi = 100% unit risiko. Rekomendasi ini = 0% alokasi.

  1. Belum punya posisi — jangan masuk. Tidak ada entry, tidak ada averaging down, tidak ada "cicil di 120". Tetapkan PRDL.JK di daftar pantang beli sampai minimal satu trigger terpenuhi.
  2. Punya posisi — keluar. Exit bertahap di setiap kekuatan ke 130–137 (zona 10EMA dan supply overhang VWMA 145,32). Jangan tunggu 137,92 terkonfirmasi; itu level tempat trapped longs menjual, bukan tempat Anda mendapat harga bagus.
  3. Stop keras: close harian < 120. Bila 120 pecah, keluar penuh tanpa negosiasi. S1 yang gagal ditembus berulang adalah support yang sedang diuji, bukan lantai terkonfirmasi.
  4. Ukuran likuiditas = risiko nyata. Turnover ~0,27% berarti slippage besar saat keluar. Pecah exit jadi potongan kecil (maks ~20% posisi per eksekusi) dan pakai limit order, bukan market. Ini alasan tambahan ukuran posisi harus nol.
  5. Trigger evaluasi ulang — hanya dua, harus keduanya terpenuhi atau salah satu yang kuat:
    • Teknikal: close harian > 137,92 dengan volume > 8 jt lembar (vs 4,63 jt terakhir). Ini mengubah struktur, bukan sekadar bounce.
    • Fundamental: laporan kuartalan dengan rugi menyempit signifikan dan G&A turun terukur dari 258% laba bruto, plus bukti posisi kas (neraca). Tanpa angka kas, fundamental tetap tidak terverifikasi.
  6. Waspadai risiko dilusi. Perusahaan burn kas tanpa laba kemungkinan menempuh rights issue atau utang konversi. Bila ada pengumuman aksi korporasi pendanaan, itu memperkuat Sell, bukan alasan beli.
  7. Jangan alokasikan dana ke PRDL.JK sebagai "lotere gocap". Itu bukan spekulasi terukur; itu taruhan melawan institusi yang sedang keluar dan terhadap informasi kas yang tidak Anda punya.

Rating: Sell FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa teknikal dan aliran dana

1421 kata

PRDL.JK — Analisis Teknikal & Bandarmologi (28 Okt 2026)

Fakta dasar (verified snapshot)

  • Close 125 (Open 127, High 129, Low 120). Prev close 127. Volume 4,631,800 lembar, nilai Rp571,857,300, 1,010 transaksi. Foreign net +879,000 lembar.
  • Indikator: close_10_ema 137.92 | close_50_sma 200.44 | close_200_sma 233.64 | rsi 28.61 | boll 153.70 | boll_ub 196.93 | boll_lb 110.47 | macd −20.89 | macds −21.05 | macdh +0.16 | atr 13.29 | vwma 145.32.
  • Konflik vendor: vendor sebut RSI 26 + "Trend Bullish" dari MACD; snapshot hitung RSI 28.61. Pakai snapshot. "Bullish" vendor salah label — MACD line masih −20.89, cuma histogram tipis positif.

Struktur harga — downtrend parah

  • Puncak 530 (16 Jul intraday), close tertinggi 436 (16 Jul). Sekarang 125. Jatuh besar, jangan sebut persen tepat kecuali hitungan langsung dari data.
  • Close 28 Sep 190 → 18 Sep 208 → 15 Okt 158 → 16 Okt 135 (gap turun dari 158, low 135) → 19 Okt 126 (range 126–126, volumen cuma 1,678,600 — hampir ARB/kering) → 20 Okt 126 closed dari low 118.
  • Close 28 Okt 125 = di bawah close 19–20 Okt 126. Support S1 teknikal vendor 120 (vendor: R2 134 | R1 129 | P 125 | S1 120 | S2 116). Low 28 Okt 120 tepat di S1. Bertahan, tapi rebound 21–23 Okt (126→132→136→144) sudah gagal: 26 Okt −136, 27 Okt 127, 28 Okt 125. Lower high.

Moving averages — semua di atas harga, death cross berjalan

  • close_50_sma turun tiap hari: 248.76 (1 Okt) → 200.44 (28 Okt). close_200_sma 259.69 → 233.64 pada periode sama. 50 di bawah 200 = death cross struktural, dan masih melebar negatif? Tidak — 50 turun lebih cepat dari 200, spread menyempit (1 Okt: 200SMA−50SMA = 10.93; 28 Okt: 33.20), jadi 50 jatuh lebih cepat. Konfirmasi downtrend dominan.
  • close_10_ema 137.92 masih di atas close 125. Rebut 10EMA = syarat pertama reversal. Belum.
  • vwma 145.32 → di atas 10EMA. Berarti volume berat bertumpuk di harga lebih tinggi = pemegang posisi rata-rata rugi besar (trapped long). Setiap naik kena supply.

Momentum

  • rsi 28.61, di bawah 30 = oversold. Sudah oversold berhari: 21.38 (19 & 20 Okt), 34.87 (23 Okt), 29.22 (27 Okt). Oversold di downtrend kuat = bukan sinyal beli sendiri. RSI pullback dari 34.87 ke 28.61 = momentum balik lemah.
  • macd −20.89, macds −21.05. macdh +0.16 = crossover tipis ke atas sejak 26 Okt (0.2043), tapi ekornya mengecil (0.1434 lalu 0.1628) dan MACD line datar (20 Okt −22.99 → 28 Okt −20.89, mayoritas dari 23 Okt). Divergensi bullish lemah, belum konfirmasi. Histogram positif di zona MACD sangat negatif = noise-prone; butuh dua close di atas 10EMA untuk valid.
  • Divergensi RSI vs harga: RSI low 21.38 pada 19–20 Okt saat harga 126; sekarang harga 125 (lebih rendah) tapi RSI 28.61 (lebih tinggi). Divergensi bullish halus, sesuai MACDH. Bisa jadi dasar bounce, bukan dasar tren.

Volatilitas & Bollinger

  • boll 153.70, boll_lb 110.47, boll_ub 196.93. Harga 125 mendekati lower band, jauh di bawah middle 153.70. Band melebar karena SD naik (boll_lb 157.28 pada 9 Okt → 110.47 sekarang) = volatilitas ekspansi ke bawah, bukan squeeze.
  • atr 13.29 = 10.6% dari harga 125 (vendor klaim 10.11%, minor beda hitung). Stop 1×ATR dari 125 = ~112. 2×ATR = ~98. Posisi size harus kecil. Untuk stop 116 (vendor) risiko dari 125 = 9 poin.
  • Volatilitas harian range 16 Okt: 150–135 (15 poin), 20 Okt 118–132 (14), 28 Okt 120–129 (9). Range menyempit 3 hari terakhir = kompresi setelah capitulasi, bisa breakout dua arah.

Volume

  • Volume 28 Okt 4.63 juta vs puncak panik 16 Okt 11.93 juta dan 20 Okt 14.6 juta. Volume mengecil = selling climax lewat? Atau minat mati. VWMA 145 lebih tinggi dari harga = distribusi di level atas.
  • 28 Okt volume 4.63 jt tapi nilai cuma Rp571 jt, harga rata-rata ~123. Volume tidak konfirmasi reversal apapun.

Bandarmologi (IDX) — 9 Jul s/d 28 Okt 2026

  • Net buyer: XL Stockbit +Rp49.76 jt, YP Mirae +Rp34.68 jt, DH Sinarmas +Rp25.60 jt, AK UBS +Rp23.34 jt, BQ +6.48 jt, RB +6.35 jt, PG +6.15 jt, XC +5.94 jt, KK +4.57 jt, DR +3.08 jt.
  • Net seller: CC Mandiri −Rp75.87 jt, DX Bahana −Rp31.81 jt, MG Semesta Indovest −Rp28.32 jt, PD Indo Premier −Rp21.43 jt, NI BNI −Rp9.58 jt, CP −4.25 jt, SQ −2.62 jt, BK J.P. Morgan −Rp2.31 jt, YU CGS −Rp1.05 jt, ZP Maybank −Rp0.60 jt.
  • Pola: asing/rumah besar jual (JPM, CGS, Maybank, UBS net buy tipis), lokal retail beli (Stockbit XL, Mirae YP, Sinarmas DH) = mirror dari pola akumulasi asing. Ini pola distribusi, bukan akumulasi.
  • Level eksekusi: buy avg 122 (XL Rp98.87 jt, AK Rp97.52 jt, XP), YP buy avg 126 Rp85.16 jt. Sell avg CC 123, MG 126, AK sell avg 125 Rp74.18 jt (UBS jual di 125 = di atas belinya 123, UBS sebenarnya net buy tapi turnover, bukan akumulator sejati).
  • Nilai absolut kecil (puluhan juta rupiah) = flow tipis, sampel bobot rendah. Jangan over-read. Tapi arahnya jelas: CC Mandiri jual di 123 sementara XL beli di 122 — retail nyerap supply institusi.
  • Foreign net: 28 Okt +879K (19% volume). 20 Okt +8.65 jt saat harga 126. Tapi 26–27 Okt −1.13 jt dan −1.31 jt saat harga 136/127. Foreign beli di 126 lalu jual di 136? Tidak konsisten — flow asing kecil & bolak-balik.

Setup keseluruhan

Downtrend struktural kuat (50/200 death cross, harga jauh di bawah semua MA), tetapi ada tanda kelelahan: RSI divergence, MACDH positif tipis, volume mengecil, harga berhenti di 120. Dua skenario:

  1. Bounce teknikal ke 137.92 (10EMA) → 145 (vwma)/153.7 (boll mid). Butuh volume naik >8 jt dan close >10EMA. Tanpa itu, bounce = jual.
  2. Breakdown <120 (low 28 Okt) → target boll_lb 110.47 / S2 116 lalu zona 100–110.

Aksi

  • Belum punya: jangan beli. Oversold + death cross + broker distribusi = tangkap pisau jatuh. Tunggu close >137.92 (10EMA) dengan volume >8 jt lembar.
  • Punya posisi: stop ketat di bawah 120 (level low aktual 28 Okt). Close harian <120 = keluar. Risiko dari 125 ke 120 = 4 poin, ~1/3 ATR.
  • Size: ATR 13.29/125 = 10.6%. Max posisi ¼ normal.

Rating: Sell FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Tabel ringkas

Item Nilai / Bukti Tafsir
Close 28 Okt 125 (H 129, L 120) Bertahan di S1 120, tapi lower high vs 144 (23 Okt)
Range 3 hari 144 → 136 → 127 → 125 Rebound gagal, tekanan jual kembali
close_10_ema 137.92 Harga 10% di bawah; level reclaim pertama
close_50_sma 200.44 (dari 248.76 tgl 1 Okt) Trend medium turun tajam
close_200_sma 233.64 (dari 259.69 tgl 1 Okt) Death cross aktif (50 < 200, jarak 33.2)
vwma 145.32 Volume berat di atas harga = trapped longs, supply
RSI 28.61 (low 21.38 tgl 19–20 Okt) Oversold; divergensi bullish halus vs harga 126→125
MACD / Signal / Hist −20.89 / −21.05 / +0.16 Cross tipis, histogram mengecil, belum konfirmasi
Boll middle / lower 153.70 / 110.47 Band melebar; harga dekat lower band, downtrend volatil
ATR 13.29 (10.6% harga) Stop 1×ATR ~112; size kecil wajib
Volume 4.63 jt vs 14.6 jt (20 Okt) Volume kering, minat rendah, bukan konfirmasi bottom
Foreign net +879K (28 Okt); −1.31 jt (27 Okt) Tidak konsisten, sampel kecil
Upaya reversal gagal 23 Okt 144 → 28 Okt 125 Rebound 21–23 Okt sudah terhapus
Broker net beli XL Stockbit +49.76 jt, YP Mirae +34.68 jt, DH Sinarmas +25.60 jt Retail lokal nyerap
Broker net jual CC Mandiri −75.87 jt, DX Bahana −31.81 jt, MG −28.32 jt Institusi lokal distribusi
Asing di sisi jual J.P. Morgan −2.31 jt, CGS −1.05 jt, Maybank −0.60 jt Pola distribusi, bukan akumulasi asing
Level akumulasi retail XL buy avg 122, YP 126; UBS AK beli 123 jual 125 Retail beli bawah, UBS turnover bukan akumulasi
Stop loss Close <120 Batal jika close harian >137.92 + volume >8 jt
Target bawah 116 (S2) → 110.47 (boll_lb) Jika 120 pecah
Rating Sell Downtrend struktural + distribusi; bounce = keluar

Analisa fundamental

992 kata

Laporan Fundamental PRDL.JK — PT Prodia Diagnostic Line Tbk

1. Identitas & Profil

  • Ticker: PRDL.JK (IDX: PRDL)
  • Nama: PT Prodia Diagnostic Line Tbk.
  • Sektor: Healthcare / Medical Devices (jasa laboratorium diagnostik)
  • Saham beredar: 1.742.900.000 lembar
  • Kapitalisasi pasar: Rp217,86 miliar
  • Harga terakhir (28 Okt 2026): Rp125, turun -2 (-1,57%)
  • VWAP hari: Rp123,46 | Frekuensi: 1.010 | Lot: 46.318 | Nilai transaksi: Rp571,86 juta
  • Turnover ratio: 0,27% — likuiditas tipis.
  • Catatan: harga Rp125 = level "gocap-an" (saham receh), tick 1 poin = 0,8% gerak. Volatilitas struktural tinggi.

2. Data Keuangan Tersedia — Q2 2026 (unit: rupiah)

Pos Nilai
Penjualan & pendapatan usaha 13.700.284.000
Beban pokok penjualan -9.185.343.000
Laba bruto 4.514.941.000
Beban penjualan -209.773.000
Beban umum & administrasi -11.643.960.000
Pendapatan bunga 23.608.000
Beban bunga & keuangan -1.348.749.000
Selisih kurs -62.782.000
Pendapatan lainnya 178.139.000
Beban lainnya -375.177.000
Laba sebelum pajak -8.923.753.000
Pajak (manfaat) +84.073.000
Rugi bersih -8.839.680.000

3. Analisis Rasio (dihitung dari data Q2 2026 di atas)

  • Margin bruto: 4.514.941 / 13.700.284 = 33,0% — produk lab punya margin kotor sehat.
  • Rasio beban pokok: 67,0%.
  • Beban G&A / penjualan: 11.643.960 / 13.700.284 = 85,0% — pembunuh laba.
  • Beban G&A vs laba bruto: 258% — G&A > 2,5x laba kotor.
  • Beban bunga / penjualan: 9,8%. Beban bunga 1,35 M vs laba bruto 4,51 M = 29,9% laba bruto habis ke bunga.
  • Margin bersih: -64,5%.
  • Margin operasi (sebelum bunga/pajak, setelah G&A): -8,92 M / 13,70 M ≈ -65,1%.

4. Interpretasi

  1. Model bisnis rusak di level biaya tetap. Laba kotor 33% normal untuk diagnostik. Tapi G&A 85% pendapatan membuat operasi rugi meski penjualan ada. Scale ekonomi belum tercapai — entitas baru/kecil dengan revenue kuartalan hanya Rp13,7 M.
  2. Beban bunga berat. Rp1,35 M/kuartal → annualized ~Rp5,4 M. Indikasi utang berbunga besar relatif EBITDA. EBITDA estimasi ≈ laba sebelum pajak + bunga + depresiasi(unknown) = -8,92 + 1,35 ≈ -7,57 M kuartal, sebelum depresiasi. Artinya EBITDA negatif — bunga tidak tertutup dari operasi.
  3. Kas berjalan tipis. Pendapatan bunga cuma Rp23,6 juta/kuartal — likuiditas kas rendah, kemungkinan cash burn.
  4. Ekuitas kemungkinan tertekan. Rugi bersih Rp8,84 M/kuartal vs market cap Rp217,9 M = rugi kuartalan setara 4,1% market cap. Rugi terus → ekuitas menipis, risiko negative equity.
  5. Dilusi risiko. Tanpa laba dan tanpa kas, pendanaan lanjutan kemungkinan lewat rights issue/utang konversi. Saham beredar 1,74 M lembar — cek perubahan jumlah lembar tiap laporan.

5. Keterbatasan Data — Penting

  • Neraca: TIDAK TERSEDIA. Tidak bisa konfirmasi kas, piutang, utang bank, ekuitas, lancar ratio.
  • Arus kas: TIDAK TERSEDIA. Arah cash flow dari operasi/investasi/pendanaan tidak bisa dinilai.
  • Laporan historis (tahunan/kuartal sebelumnya): TIDAK TERSEDIA. Tren multi-periode tidak bisa dibangun. Hanya snapshot Q2 2026.
  • Transaksi insider: NOL dilaporkan. Bukan sinyal netral kuat — hanya tidak ada data.
  • Seasonalitas: TIDAK TERSEDIA. Tidak ada baris data.
  • Sumber: IDX Edge PRO (stock.arjum.com). Jangan estimasi/fabrikasi angka neraca & arus kas.
  • Data Q2 2026 diambil 2026-10-05. Laporan Q3 2026 (periode berakhir Sep 2026) belum masuk vendor per 28 Okt 2026 — pantau rilis berikutnya.

6. Sinyal Aksi untuk Trader

  • Fundamental: negatif. Rugi operasi + rugi bersih + EBITDA negatif + beban bunga > laba kotor/3. Bukan kasus turnaround yang terbukti.
  • Likuiditas: buruk. Turnover 0,27%, nilai harian ~Rp0,57 M. Exit sulit untuk posisi size. Slippage besar.
  • Harga Rp125 dekat batas bawah IDX (gocap Rp50). Ruang turun nominal terbatas, tapi persentase tetap besar. Banyak saham gocap jadi alat spekulasi, bukan investasi.
  • Pemicu re-rating (belum ada bukti): (a) penurunan G&A/G&A structure, (b) restrukturisasi utang, (c) pertumbuhan revenue >100% tanpa tambah fixed cost, (d) rilis Q3 dengan rugi menyempit signifikan.
  • Pemicu risk-off: laporan Q3 2026 rugi makin lebar, ekuitas negatif, atau aksi korporasi pendanaan dilutif.
  • Posisi: jangan beli berdasarkan fundamental. Jika trading murni momentum, size kecil, stop ketat — bukan posisi fundamental.

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

7. Ringkasan Tabel

Kategori Temuan Bukti/Angka Implikasi
Identitas PRDL.JK, healthcare diagnostics market cap Rp217,9 M; 1,7429 M lembar Small cap, illiquid
Harga Rp125, -1,57% VWAP 123,46; nilai harian Rp571,9 jt Tick 1 poin = 0,8% gerak
Likuiditas Tipis turnover 0,27%; 1.010 freq Exit susah, slippage tinggi
Revenue Q2'26 Rp13,70 M — Basis pendapatan kecil
Laba bruto Q2'26 Rp4,51 M margin 33,0% Ekonomi unit produk OK
G&A Q2'26 Rp11,64 M 85% revenue; 258% laba bruto Penyebab utama rugi
Beban bunga Q2'26 Rp1,35 M 29,9% laba bruto Utang berbunga berat
Hasil operasi Q2'26 -Rp8,92 M margin -65,1% Operasi tidak viable skala ini
Rugi bersih Q2'26 -Rp8,84 M margin -64,5% Burn Rp8,8 M/kuartal
Neraca TIDAK TERSEDIA vendor no data Kas/utang/ekuitas unknown — risiko besar
Arus kas TIDAK TERSEDIA vendor no data Arah cash flow unknown
Historis TIDAK TERSEDIA hanya Q2'26 snapshot Tren tak bisa divalidasi
Insider Nol transaksi no report Bukan konfirmasi netral
Seasonality TIDAK TERSEDIA no rows Tak bisa timing musiman
Q3 2026 Belum rilis di vendor data terakhir 2026-10-05 Katalis terdekat
Pemicu positif Restrukturisasi biaya/utang, revenue scale belum ada bukti Perlu konfirmasi
Pemicu negatif Rugi melebar, ekuitas negatif, dilusi — Risk-off
Rating Sell fundamental negatif + illiquid Hindari posisi fundamental

Analisa sentimen

291 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Sentimen PRDL.JK — 2026-10-21 s/d 2026-10-28

Ticker: PRDL.JK — PT Prodia Diagnostic Line Tbk (Healthcare / Medical Devices, BEI)

Status data per sumber

Sumber Status Isi
News (Yahoo Finance, 7 hari) TIDAK TERSEDIA DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel ditandai PRDL.JK
StockTwits TIDAK TERSEDIA HTTPError
Reddit TIDAK TERSEDIA Tidak ada query untuk PRDL.JK

Rincian per sumber

News. Nol artikel. Tidak ada frame institusional. Tidak bisa menilai arah berita, event (laba, aksi korporasi, ekspansi), atau headline makro. Tidak diestimasi.

StockTwits. Request gagal (HTTPError). Nol pesan, nol tag Bullish/Bearish. Rasio retail tidak terhitung. Tidak ada sample size.

Reddit. Tidak ada diskusi ditanyakan. Sunyi total.

Divergensi antar sumber

Tidak bisa dinilai — tidak ada dua sumber aktif untuk dibandingkan.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada tema berulang karena tidak ada teks sama sekali.

Katalis dan risiko

Tidak teridentifikasi dari sumber mana pun. Laporan laba kuartalan, rilis produk diagnostik, ekspansi jaringan lab, atau tekanan kompetisi — tidak ada bukti di data. Jangan diasumsikan.

Tabel sinyal utama

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak diketahui News DATA_UNAVAILABLE
Tidak diketahui StockTwits HTTPError
Tidak diketahui Reddit Tidak ada query

Batas analisis

Confidence low. Skor 5 = Neutral, bukan hasil penilaian bullish/bearish — hasil dari total ketiadaan sinyal. Jangan tafsirkan skor ini sebagai dukungan terhadap posisi apa pun.

Rekomendasi ke trader: anggap sentimen sebagai blank. Bobotkan analisis fundamental (kinerja lab diagnostik, pertumbuhan volume tes, margin) dan teknikal harga/volume PRDL.JK. Perbarui bila salah satu feed kembali tersedia.

Rating: Neutral FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

674 kata

Laporan Riset Berita — PRDL.JK (PT Prodia Diagnostic Line Tbk, Healthcare / Medical Devices, IDX)

Status data: berita khusus PRDL.JK TIDAK tersedia (vendor Yahoo tidak punya artikel bertag PRDL.JK). FRED mati (API key tidak di-set). Jangan isi nilai estafasi. Sisanya: data nyata.

1. Berita perusahaan

  • Nol artikel PRDL.JK 2026-10-21 s/d 2026-10-28. Tidak ada katalis idiosinkratik terdeteksi. Jangan klaim ada rilis lab, ekspansi klinik, atau aksi korporasi — tidak ada bukti.
  • Risiko: katalis material (mis. rilis lab Q3, perubahan tarif BPJS/asuransi, capex alat) bisa muncul tanpa terdeteksi tool. Cek keterbukaan IDX langsung.

2. Berita global 7 hari — tidak ada kaitan langsung ke PRDL.JK

Feed global didominasi tema tech/semis/IBM-tokenisasi saham. Relevansi ke PRDL.JK ~nol:

  • IBM, AMD, JPMorgan, Coca-Cola, Intel, Oracle menolak tokenisasi saham di venue OKX-ICE (33 penolak). Tidak relevan ke lab diagnostik Indonesia.
  • Evercore ISI revisi target IBM ($275 → $250, lalu "correction" balik ke $275); IBM vs Qualcomm; IBM turun 13% vs Cisco naik 47%. Sentimen tech AS campur.
  • Laporan pasar: AI drug safety/pharmacovigilance CAGR 20.2%; IT Management CAGR 16.1%. Hanya tema sektoral kesehatan-digital, bukan driver PRDL.JK.
  • Tidak ada berita Indonesia/rupiah/jasa kesehatan di feed global. Gap besar — pantau BI rate, Rupiah, dan belanja kesehatan pemerintah lewat sumber lokal.

3. Makro — data tidak tersedia

  • fed_funds_rate, cpi, unemployment, 10y_treasury: DATA_UNAVAILABLE (FRED_API_KEY tidak ada). Nol angka. Jangan kuotasi level.
  • Proxy pasar prediksi: tidak ada rate cut Fed di 2026 = 96% (volume $9.2M, 1 minggu -1pp). 1 cut = 2% (+0.5pp). Artinya dana mahal bertahan sepanjang 2026.
  • Resesi AS akhir 2026 = 8% (volume $2.4M). Basis luas: resesi bukan skenario dasar. UK 5%, Japan 8% (naik +4.5pp seminggu — noise, volume tipis $4K).
  • Implikasi PRDL.JK: Fed tidak turun → biaya modal tinggi bertahan, spread ke suku bunga acuan Indonesia dan Rupiah lebih penting daripada Fed langsung. Tidak ada data BI rate dari tool.

4. Kondisi pasar IDX — sinyal tipis

  • Screener V5.2 (fresh, 28 Okt 2026): hanya 3 nama muncul — PIPA (Risiko Pantulan, WR 66.7%), LUCY (Sinyal Telat, WR 66.7%, +28% potensi), NATO (Sinyal Telat, WR 62.5%). PRDL.JK tidak muncul di bucket apa pun.
  • Breadth: market tutup, "Market belum buka", next open Kamis 09:00 WIB. Gainers/losers kosong. Nol sinyal aliran dana.
  • Baca: tidak ada tanda akumulasi/distribusi terdeteksi pada PRDL.JK. Screener pilih tiga nama lain — PRDL.JK netral, bukan prioritas.

5. Insight actionable

  1. PRDL.JK = saham tanpa katalis berita minggu ini. Dasar transaksi murni teknikal/valuasi, bukan news-driven.
  2. Rate path mahal bertahan (96% nol cut 2026) → tekanan pada biaya utang/capex alat. Periksa struktur utang dan sensitivitas bunga emiten.
  3. Risiko resesi rendah (8%) → volume pasien/asuransi tidak tertekan skenario makro besar. Fokus cari driver domestik: cakupan asuransi, harga tes, kompetisi lab.
  4. Karena tool berita gagal, jangan ambil posisi besar atas dasar laporan ini. Validasi lewat IDX disclosure dan laporan keuangan sebelum eksekusi.

Rating: Hold (netral — tanpa katalis data, tanpa konfirmasi teknikal; tingkatkan keyakinan hanya setelah verifikasi keterbukaan IDX dan data makro lokal)

Kategori Temuan Status data Arah dampak PRDL.JK
Berita PRDL.JK (7h) Nol artikel Unavailable (vendor) Netral / tidak diketahui
Berita global (7h) Didominasi tech, IBM, tokenisasi saham Tersedia Netral (~nol relevansi)
Fed cut 2026 Nol cut = 96% (vol $9.2M) Tersedia (Polymarket) Negatif ringan (biaya modal tinggi)
1 cut 2026 2% (+0.5pp seminggu) Tersedia Terbatas
Resesi AS 2026 8% (vol $2.4M) Tersedia Netral-positif (basis stabil)
FRED (CPI, PCE, unemployment, 10Y, FFR) Tidak ada data Unavailable (no API key) Tidak diketahui
Screener IDX Hanya PIPA, LUCY, NATO Tersedia (segar) PRDL.JK absen → netral
Breadth IDX Market tutup, nol mover Tersedia Tidak ada sinyal
Katalis domestik (BI rate, Rupiah, BPJS) Tidak tercakup tool Tidak tersedia Risiko buta

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD