Gacor Quant
Market tutup (weekend) IDX Edge PRO Tentang Gacor

Prima Multi Usaha Indonesia Tbk.

PMUI · analisa Jumat, 30 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Underweight

77 rupiah per lembar · +0,00% · 2026-10-30

Net broker seluruhnya 99,2 jt rupiah. Kapitalisasi 446,6 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. PMUI.JK: kurangi eksposur, jangan tambah. Eksposur baru nol di harga 77. Posisi eksisting dipangkas bertahap ke 0,3–0,5 unit; sisa residu maksimum 0,5 unit dengan batas keras keluar bila close < 74.
Aliran dana
XL beli 40,6 jt
Keyakinan
C36 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-20,3% terhadap SMA50, asing 0,2% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C36

Skor 36.4 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 18/25

net 99,2 jt dari bruto 830,7 jt, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-20,3% vs SMA50, return 20 sesi -20,6%

Likuiditas 0/15

rata-rata 335,0 jt rupiah per hari

Volatilitas 0/15

ATR 10.6% lebar, stop jadi mahal

VWAP
82
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
614,9 jt
rupiah, sesi 2026-10-30
Frekuensi
1.333
kali transaksi
Volume
7,5 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2025-07-10 sampai 2026-10-30. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 40,6 jt 392,2 rb 332,8 jt 292,1 jt
PD INDO PREMIER SEKURITAS 31,8 jt 411,3 rb 36,8 jt 5,0 jt
YU CGS INTERNATIONAL SEKURITAS INDONESI 11,4 jt 152,2 rb 11,4 jt -
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 8,1 jt 109,1 rb 16,1 jt 7,9 jt
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 3,2 jt 42,9 rb 7,5 jt 4,3 jt
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 1,3 jt 22,2 rb 22,6 jt 21,4 jt
YB YAKIN BERTUMBUH SEKURITAS 950,7 rb - 31,6 jt 30,6 jt
RG PROFINDO SEKURITAS INDONESIA 780,0 rb 10,0 rb 780,0 rb -
DH SINARMAS SEKURITAS 777,8 rb 10,1 rb 777,8 rb -
AZ SUCOR SEKURITAS 152,0 rb 2,0 rb 240,7 rb 88,7 rb

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 83 332,8 jt XL 81 292,1 jt
CC 81 65,8 jt CC 83 107,2 jt
YP 83 39,4 jt YP 83 47,5 jt
PD 77 36,8 jt SQ 83 33,3 jt
YB 87 31,6 jt YB 84 30,6 jt
XC 81 22,6 jt XC 83 21,4 jt
BQ 81 16,7 jt BQ 82 16,7 jt
OD 79 16,1 jt CP 86 14,9 jt

Direksi membeli di harga ini

7 dari 7 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-06-03 AGUS SUSANTO - Buy +151,900 70
2026-06-03 AGUS SUSANTO - Buy +615,600 74
2026-06-03 AGUS SUSANTO - Buy +68,600 73
2026-06-03 AGUS SUSANTO - Buy +132,700 75
2026-06-03 AGUS SUSANTO - Buy +3,345,800 68
2026-06-03 AGUS SUSANTO - Buy +54,200 67

Keputusan akhir

674 kata

Rating: Underweight

Executive Summary

PMUI.JK: kurangi eksposur, jangan tambah. Eksposur baru nol di harga 77. Posisi eksisting dipangkas bertahap ke 0,3–0,5 unit; sisa residu maksimum 0,5 unit dengan batas keras keluar bila close < 74. Masuk ulang hanya bila minimal 2 dari 3 trigger terpenuhi: close > 82, MACD histogram > 0, volume ≥ rata-rata 20 hari.

Alasan memilih Underweight, bukan Sell penuh maupun Hold, adalah hasil penimbangan debat, bukan kompromi malas:

  • Konservatif menang pada satu poin mekanis yang tidak terbantahkan siapa pun: stop 68,89 tidak bisa dieksekusi pada instrumen ini. Dengan ATR 7,62 dan close 77, -9,9% dalam satu sesi = 69,3. Stop 68,89 praktis satu candle di bawah harga, di turnover 0,13% dan value Rp615 juta/hari. Ini melumpuhkan tesis bull yang berdiri di atas stop 65 maupun 68,89.
  • Agresif menang pada arah dan struktur: stack MA penuh bearish (10EMA 81,23; SMA50 96,62; SMA200 102,86), VWMA 85,85 di atas harga 10% = distribusi, MACD -5,68 di bawah signal -4,94, histogram -0,74. "Tiga lantai broker" PD@77, YU@75, OD@79 semuanya underwater = supply di setiap bounce, bukan demand.
  • Netral menang pada dua koreksi yang keduanya tidak bisa dibantah: (a) serangan balik ke Agresif bahwa menjual bertahap di 79–87 bertentangan dengan tesis distribusi Agresif sendiri; (b) serangan balik ke Konservatif bahwa menjual porsi terbesar di 77 tepat setelah High 89 turun ke 77 (VWAP 82 vs close 77) justru memaksimalkan slippage di satu bid tipis. Netral juga benar bahwa fundamental bukan menolak, tapi bolong — dan itu tidak bisa dipakai untuk Sell penuh maupun Buy.

Yang tidak saya terima dari Netral: usulan menyisakan irisan untuk bounce ke 85–87. Itu masih berharap bid di level supply, poin yang Netral sendiri gunakan untuk menyerang Agresif. Inkonsisten. Karena itu saya potong di kekuatan mekanis pertama ke 79–82, bukan tunggu 87, dan tidak menyimpan irisan untuk 85–87.

Investment Thesis

Empat temuan yang memutuskan arah:

  1. Tidak ada stop yang eksekutabel. ATR 7,62 (~9,9%). Low 30-Okt 74 hanya -4% dari 77. Stop 65 mustahil; stop 68,89 juga rapuh. Kesimpulan Konservatif benar: satu-satunya perlindungan nyata adalah ukuran posisi kecil sejak awal, bukan garis di chart. Ini menutup pintu entry baru di 77.

  2. Trigger bull belum kena satu pun. Close > 82 — tidak. MACD histogram > 0 — tidak (-0,74). Volume ≥ avg20 — tidak. Tidak ada dasar teknikal untuk menahan eksposur penuh.

  3. Supply di atas, bukan demand. Net buy enam broker Rp21,7 juta = 0,005% market cap, tidak material. XL dua arah (+83/-81), bukan akumulator. Retail online serap, bank-tied (CC Mandiri, SQ BCA) keluar. Bounce ke 75–79 adalah tempat PD/YU/OD keluar, bukan tempat kita masuk.

  4. Kualitas bukti lemah ke dua arah. Neraca, arus kas, piutang, persediaan, CCC, exposure USD/IDR tidak ada di evidence set. Net margin 2,01%, gross margin 7,00%, 18% laba sebelum pajak non-operasional — P/E 13x headline lebih mahal dari yang terlihat. Insider beli bersih tanpa jual (Rudy @180 kini -57%) membuktikan insider bisa salah timing, bukan bukti support. Sentimen 5,0/10 = nol observasi (StockTwits HTTPError, Reddit tidak diquery, berita DATA_UNAVAILABLE). Semua ini mencegah Sell penuh: tidak ada bukti kerusakan fundamental terdokumentasi.

Makro: Polymarket "no Fed cuts 2026" 96%, volume $9,3 juta — headwind struktural untuk distributor margin 7% via inventory financing dan USD/IDR. Tapi ini tesis jangka menengah, bukan sinyal waktu minggu ini. Saya pakai untuk membenarkan pengurangan eksposur, bukan dump.

Apa yang mengubah rating:

  • Naik ke Hold/Overweight: minimal 2 dari 3 trigger kena (close > 82, MACDh > 0, volume ≥ avg20), plus data neraca/arus kas/CCC tersedia dan bersih.
  • Turun ke Sell: close < 74, atau close < 68,89 (Bollinger LB), atau muncul katalis negatif terdokumentasi. Di bawah 74, keluar apa pun sisa posisi tanpa negosiasi.
  • Naik ke Buy: trigger di atas terpenuhi dengan volume, dan margin operasional terbukti bukan hasil non-operasional.

Aturan eksekusi: jangan averaging down di turnover 0,13% — itu terkunci. Jangan tafsir RSI 31,1 sebagai dasar beli; oversold bertahan lama di tren turun kuat (pola Mei–Juni 2026 sama). Jual di kekuatan mekanis 79–82, bukan di bid tipis, dan bukan menunggu 87.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Rencana trader

303 kata

Action: Sell

Reasoning: Plan Underweight = Sell, dan struktur harga dukung. PMUI.JK close 77 di bawah semua MA: 10EMA 81,23, SMA50 96,62, SMA200 102,86. Stack bearish penuh. VWMA 85,85 di atas harga 10% = distribusi, bukan akumulasi. MACD -5,68 di bawah signal -4,94, histogram -0,74. RSI 31,1 oversold tapi belum reversal; oversold bisa bertahan lama di tren turun kuat (pola Mei–Juni 2026 sama). Bandarmologi: retail online (XL Stockbit, PD, Ajaib) serap, bank-tied (CC Mandiri, SQ BCA) keluar. Net buy enam broker cuma Rp21,7 juta = tidak material. "Tiga lantai broker" PD@77, YU@75, OD@79 semuanya underwater = supply di setiap bounce 75–79, bukan demand. Tidak ada stop yang bisa dieksekusi: ATR 7,62 (~9,9% close), stop 1,5xATR = 11–12 poin, sedangkan low 30-Okt 74 hanya -4% dari 77. Likuiditas Rp615 juta/hari + turnover 0,13% buat stop 65 mustahil eksekusi. Bull trigger (close >82, MACD hist > 0, volume >= avg20) belum kena satu pun. Neraca dan arus kas tidak ada di evidence set — moat tak terverifikasi. Bearish trigger close <74 → boll_lb 68,89 = risiko utama. Veto cuma dua: downside terukur terbatas (-10,5% ke 68,89) dan tidak ada katalis negatif terdokumentasi. Karena itu jangan likuidasi total di zona oversold — trim, bukan dump.

Entry Price: 77.0

Stop Loss: 68.89

Position Sizing: Eksposur baru: nol, jangan entry di 77. Posisi eksisting: trim ke 0,3–0,5 unit dari asumsi 1 unit standar, jual bertahap di kekuatan mekanis 79–87, bukan di bid tipis. Sisa residu maksimum 0,5 unit. Stop disiplin close < 68,89 (Bollinger lower band), bukan 65 — 65 terlalu jauh untuk dieksekusi pada likuiditas ini. Exit sisa posisi kalau close < 74. Masuk ulang hanya kalau minimal 2 dari 3 terpenuhi: close > 82, MACD histogram > 0, volume >= rata-rata 20 hari. Hindari averaging down kecuali trigger 82 kena dengan volume.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

560 kata

Recommendation: Underweight

Rationale:

Bear menang di hampir semua titik sengketa teknis yang terukur. Tiga argumen bull gugur oleh aritmatika, bukan oleh retorika:

  1. Asimetri bull bocor. Bull klaim risk:reward 1:2,3 (stop 68,89 vs target 96,62). Tapi stop keras yang dia tulis sendiri adalah close < 65. Dari 77 ke 65 = -15,6%. Rasio riil 1:1,6, dan itu sebelum slippage. Di likuiditas Rp615 juta/hari dengan ATR 9,9%, stop 65 tidak bisa dieksekusi di 65. Seluruh tesis asimetri bull berdiri di atas asumsi eksekusi yang tidak ada di instrumen ini.

  2. "Tiga lantai broker" adalah supply, bukan demand. PD @77 (impas), YU @75 (rugi), OD @79 (rugi). Ketiganya underwater — mereka jadi penjual di setiap rebound ke 77–79. Total net buy enam broker hanya Rp21,7 juta = 0,005% market cap. Bull membangun tesis di atas debu. XL dua arah (+83/-81) bukan akumulator.

  3. Valuasi bull bukan fakta. P/E 13x adalah annualisasi kasar laba H1. Fakta yang tersedia: net margin 2,01%, gross margin 7,00%, dan 18% laba sebelum pajak dari non-operasional. P/E riil lebih mahal dari headline.

Poin bull yang selamat dan harus diakui: (a) insider nol jual benar adanya, (b) tidak ada katalis negatif eksplisit, (c) downside ke Bollinger LB 68,89 memang hanya -10,5% dari 77, (d) tren turun sudah sebagian pricing-in. Ini yang mencegah saya memberi Sell penuh.

Tapi bull juga dihukum di satu poin: dia mengklaim "moat volume Rp800M+" sementara neraca dan arus kas tidak tersedia di evidence set. Bear benar — memuji moat pada bisnis yang arus kasnya tidak bisa dibaca adalah iman, bukan analisis. Dan likuiditas 0,13% turnover membuat "akumulasi bertahap 67–77" secara mekanis sulit dilakukan tanpa menggerakkan harga.

Keputusan: Bear menang pada eksekusi risiko dan kualitas bukti. Bull menang pada posisi downside terukur dan absennya katalis negatif. Bobot: tidak cukup untuk Sell (tidak ada bukti kerusakan fundamental terdokumentasi, downside terbatas ke 68,89), tidak cukup lemah untuk Buy. Ini bukan Hold karena struktur tren jelas bearish dua timeframe dan entry bull tidak punya stop yang bisa dieksekusi. Underweight — kurangi/ hindari eksposur baru, tapi jangan likuidasi total di zona oversold.

Strategic Actions (terhadap alokasi standar, asumsi posisi normal 1 unit = 1% portofolio):

  1. Eksposur baru: nol. Jangan entry di 77. Bear benar — tidak ada stop yang wajar mungkin di harga ini dengan ATR 9,9%.

  2. Posisi eksisting (jika ada): trim ke 0,3–0,5 unit. Jual bertahap di setiap kekuatan mekanis ke 79–87, bukan di bid tipis. Sisakan residu kecil untuk mengantisipasi rebound teknikal. Alasan: supply dari PD/YU/OD di 75–79 akan menekan setiap bounce.

  3. Syarat masuk ulang (tambahkan hanya jika 2 dari 3 terpenuhi): close >82, MACD histogram > 0, volume ≥ rata-rata 20 hari. Ini trigger bull sendiri — saya tidak menolaknya, hanya menyarankan tidak memposisikan diri sebelum konfirmasi.

  4. Jika tetap harus memegang posisi spekulatif: batas maksimum 0,5 unit, stop disiplin di close < 68,89 (Bollinger LB), bukan 65. Alasan: 65 terlalu jauh untuk dieksekusi pada likuiditas ini; 68,89 adalah level yang bisa dijual tanpa slippage ekstrem. Ini juga konsisten dengan bear's worst-case measurement.

  5. Cek berkala data yang tidak tersedia: neraca, arus kas, piutang, persediaan, CCC, dan exposure USD/IDR. Semua ini tidak ada di evidence set — jangan asumsikan aman maupun berbahaya. Refresh ini sebelum menaikkan rating apapun.

  6. Hindari averaging down kecuali bull's trigger 82 terpenuhi dengan volume. Di instrumen dengan turnover 0,13%, averaging down = terkunci.

Rating: Underweight FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Analisa teknikal dan aliran dana

869 kata

PMUI.JK — Analisis Teknikal & Bandarmologi (2026-10-30)

Identitas: PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk — Technology / Electronics & Computer Distribution — IDX.

Snapshot terverifikasi (2026-10-30)

Close 77 | Open 79 | High 89 | Low 74 | Vol 7,496,500 | Value Rp614,932,800 | Freq 1,333 | ForeignNet -317,100 lbr.

Struktur tren: turun, bukan sideways

  • Close 77 di bawah close_50_sma 96,62 dan close_200_sma 102,86. Price 25% di bawah SMA50, 25% di bawah SMA200. Tren menengah dan panjang dua-duanya turun.
  • close_10_ema 81,23 — harga 5% di bawahnya. MA stack berurutan 10 < 50 < 200 = setup bearish penuh.
  • SMA200 (102,86) jatuh dari puncak harga April–September 104–124. Distribusi multi-bulan.

Momentum: MACD negatif, tapi tekanan melunak

  • macd -5,68, macds -4,94, macdh -0,74. MACD di bawah signal, histogram negatif tipis.
  • Histogram tipis bukan bullish — sinyal baru mengeras kalau histogram naik konsisten positif di atas nol.

RSI: 31,1 — oversold tipis

  • RSI 31,1 di bawah 30 = zona oversold. Dulu sepanjang Mei–Juni 2026 RSI ekstrem bareng harga jatuh dari 105 ke 60. Pola sama: RSI oversold bisa bertahan lama di tren turun kuat. Jangan trading RSI sendirian.

Volatilitas: Bollinger & ATR

  • boll 87,70 | boll_ub 106,51 | boll_lb 68,89. Close 77 = di bawah mid band, di atas lower band (~11% dari bawah). Belum sentuh boll_lb.
  • atr 7,62 ≈ 9,9% dari close. Volatilitas ekstrem. Stop-loss minimum 1,5×ATR ≈ 11–12 poin di atas wick. Position size harus kecil.

Volume: konfirmasi distribusi

  • vwma 85,85 vs close 77. Harga 10% di bawah VWMA = volume berat terkonsentrasi di harga lebih tinggi, seller dominan di atas.
  • Lonjakan volume besar di 2026-06-30 (234,7 juta lbr, close 82), 2026-07-31 (158,8 juta, close 95), 2026-09-24 (78,6 juta, close 114), 2026-10-01 (18,9 juta, close 100) — semua gagal tahan, harga balik turun. Pola distributing rallies.
  • 2026-10-16 turun ke 80 dengan vol 5,9 juta (dari 94), lalu 2026-10-19 ke 75. Gap down tanpa volume pembalasan.

Bandarmologi (IDX, coverage 2025-07-10 .. 2026-10-30)

Net buyers (ritel/ritel-ish dominan, BUKAN foreign institusi besar):

  • XL Stockbit Digital +Rp40,65 juta (392.200 lbr)
  • PD Indo Premier +Rp31,77 juta (411.300 lbr)
  • YU CGS International +Rp11,36 juta (152.200 lbr) — satu-satunya nama foreign yang beli, kecil
  • OD BRI Danareksa +Rp8,14 juta | KK Phillip +Rp3,20 juta | XC Ajaib +Rp1,26 juta

Net sellers:

  • CC Mandiri -Rp41,42 juta (-473.100 lbr)
  • SQ BCA -Rp33,29 juta (-399.900 lbr)
  • CP KB Valbury -Rp8,92 juta | YP Mirae -Rp8,08 juta | FZ Waterfront -Rp4,07 juta

Pola: retail online (Stockbit, Ajaib, Phillip, Indo Premier) menyerap; bank-tied (Mandiri, BCA) keluar. Foreign institusi (J.P. Morgan, UBS, Maybank, Macquarie, CLSA) tidak muncul di sisi beli — CGS hanya +Rp11 juta, tidak material. Ini distribusi ke ritel, bukan akumulasi foreign.

Price level akumulasi: PD beli rata-rata 77 (bottom zona sekarang). YU CGS beli di 75. OD beli di 79. XL beli 83 tapi juga jual 81 — XL dua arah, tidak konsisten beli. BQ di 81 dan XC di 81.

Skenario

Bullish (probabilitas rendah):

  • Reclaim close_10_ema 81,23 dengan volume. Target pertama boll mid 87,70, target kedua SMA50 96,62.
  • Histogram MACD harus naik positif. RSI harus pindah di atas 40.

Bearish (probabilitas tinggi):

  • Gagal tahan 77 → next stop boll_lb 68,89. ATR 7,62 memungkinkan satu hari -9%.
  • 2026-10-19 pernah cetak 75; rebound ke 82 (2026-10-22..26) lalu turun lagi ke 77 = gagal retest, bukan breakout.

Rencana trade (bukan rekomendasi beli)

  1. Jangan beli di sini. Trend two-timeframe bearish, price bawah semua MA, VWMA jauh di atas.
  2. Watch list saja. Trigger buy HANYA kalau close > 82 (boll mid area 87,70 sebagai konfirmasi kedua) + histogram MACD > 0 + volume ≥ rata-rata 20 hari.
  3. Stop disiplin kalau tetap masuk: 74 (low 2026-10-30) = max -4% dari 77. Tidak masuk akal — stop harus ≥1,5×ATR.
  4. Exit apapun kalau close < 74.

Catatan

  • get_accumulation_history kosong, get_order_flow_detail kosong (0 tick) — riwayat akumulasi harian dan running trade 2026-10-30 tidak tersedia. Analisis broker hanya pakai agregat periode.
  • get_market_breadth: pasar tutup (weekend), tidak ada data movers.
Sinyal Nilai Interpretasi
Close 77 Bawah semua MA
close_10_ema 81,23 Bearish (harga -5%)
close_50_sma 96,62 Bearish (harga -20%)
close_200_sma 102,86 Bearish (harga -25%)
MACD / Signal / Hist -5,68 / -4,94 / -0,74 Momentum negatif, tekanan melemah
RSI 31,1 Oversold, belum reversal
boll / UB / LB 87,70 / 106,51 / 68,89 Harga bawah mid, di atas LB
ATR 7,62 Volatilitas ekstrem (~10% close)
VWMA 85,85 Distribusi, harga -10% vs VWMA
Bandarmologi XL, PD beli; CC, SQ jual Retail absorpsi, bank-tied keluar
Akumulasi level PD @77, YU @75, OD @79 Zona 75–79 jadi floor kandidat
Skenario bull trigger Close > 82 + MACD hist > 0 Belum terjadi
Skenario bear trigger Close < 74 → LB 68,89 Risiko utama

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa fundamental

1229 kata

Catatan data: tool neraca, arus kas, laba-rugi cuma balikin header (Q1 2026, Q2 2025, Q2 2026, Q3 2025, Q4 2025, FY2025), isi baris kosong. Detail lengkap cuma dari get_fundamentals (P&L Q2 2026). Seasonality kosong. Jadi analisis dibatasi data tersedia.


Laporan Fundamental PMUI.JK — PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk

1. Profil & Identitas

  • Nama: PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk
  • Kode: PMUI, bursa IDX (JKT)
  • Sektor: Technology / Electronics & Computer Distribution
  • Saham beredar: 5.800.000.000 lembar
  • Harga terakhir: Rp77 (30 Okt 2026), perubahan 0,0%
  • Kapitalisasi pasar: Rp446,6 miliar
  • Nilai transaksi harian: ~Rp615 juta, lot 74.965, frekuensi 1.333, VWAP Rp82,03
  • Turnover ratio: 0,0013 (0,13%) — sangat tipis

Insight: likuiditas rendah. VWAP Rp82 vs close Rp77 artinya transaksi hari itu rata-rata terjadi di atas harga penutupan; tekanan jual di akhir sesi. Spread tipis + volume kecil = slippage besar untuk posisi menengah.

2. Laba-Rugi Q2 2026 (akumulasi semester I 2026, unit Rupiah)

Pos Nilai Margin
Penjualan 864.644.834.019 100%
Beban pokok penjualan -804.097.652.833 93,0%
Laba bruto 60.547.181.186 7,00%
Beban penjualan -32.133.360.300 3,72%
Beban umum & administrasi -8.882.052.219 1,03%
Pendapatan keuangan 1.643.774.283 0,19%
Beban bunga & keuangan -1.524.763.253 0,18%
Pendapatan lainnya (neto) 2.431.048.753 0,28%
Laba sebelum pajak 22.081.828.450 2,55%
Beban pajak -4.706.592.210 21,3% efektif
Laba bersih 17.375.236.240 2,01%
— atribusi induk 16.528.890.113 95,1%
— kepentingan nonpengendali 846.346.127 4,9%
Laba komprehensif 17.475.975.012 —

Turunan per saham (H1 2026): EPS ~Rp2,85 (induk Rp2,85; total Rp3,00). Annualisasi kasar (x2) ~Rp5,7–6,0 → P/E implisit ~13x di Rp77. PB tidak bisa dihitung, data ekuitas tak tersedia.

Insight: bisnis distributor tipis margin. Gross margin 7,00%, net margin 2,01%. Beban penjualan 3,72% penjualan — lebih dari separuh laba bruto. Laba operasi tersisa ~3,4% penjualan. Sensitivitas tinggi: kenaikan HPP 0,5pp memangkas laba bruto ~7%, laba bersih ~20%.

Insight: laba non-operasional (pendapatan lain 2,43 M + pendapatan keuangan 1,64 M) = 18% laba sebelum pajak. Kualitas laba operasional lebih lemah dari headline. Beban bunga 1,52 M kecil vs laba operasi ~29,9 M → leverage keuangan ringan di level P&L (EBIT/interest ~20x).

3. Neraca & Arus Kas

Data baris tidak tersedia dari tool (hanya header periode). Tidak bisa verifikasi: total aset, ekuitas, kas, utang bank, modal kerja, piutang, persediaan, CCC. Distributor elektronik biasanya piutang + persediaan besar — ini risiko utama yang belum terukur. Perlu laporan keuangan asli sebelum posisi besar.

4. Riwayat & Komparasi

  • FY 2025 + Q2 2026 tersedia sebagai periode, tapi isi baris tidak terbaca.
  • Tidak bisa hitung YoY pertumbuhan penjualan, pertumbuhan laba, tren margin.
  • Tidak ada data seasonality historis.

5. Insider Transactions

Tanggal Nama Aksi Jumlah Harga Posisi
2026-06-03 Agus Susanto BUY +3.345.800 68 1.392,05 M → 1.395,40 M
2026-06-03 Agus Susanto BUY +54.200 67
2026-06-03 Agus Susanto BUY +132.700 75
2026-06-03 Agus Susanto BUY +68.600 73
2026-06-03 Agus Susanto BUY +615.600 74
2026-06-03 Agus Susanto BUY +151.900 70 total 1.396.368.800
2025-12-09 Rudy Susanto Wijaya Kaswan BUY +148.314.200 180 4.640,0 M → 4.788,31 M

Insight sinyal campuran:

  • Total beli Agus Susanto 03 Jun 2026 = 4.368.800 lembar, rentang Rp67–75. Ini 0,075% saham beredar — kecil secara relatif, tapi beli di harga ~Rp70 dekat harga sekarang Rp77 → support psikologis di area Rp67–70.
  • Beli Rudy Des 2025 di Rp180. Harga kini Rp77 = -57% dari harga beli insider dalam ~11 bulan. Dua pembacaan: (a) valuasi sudah jatuh dalam, insider salah timing; (b) ada masalah struktural yang belum tercermin di P&L H1.
  • Tidak ada transaksi jual. Net insider = akumulasi. Sinyal positif moderat, bobot rendah karena ukuran kecil.

6. Sinyal Teknis-Pasar (dari data quote)

  • Harga 77 vs VWAP 82 → distribusi intraday.
  • Turnover 0,13% → saham tidak likuid, sulit keluar posisi.
  • Harga turun ~57% dalam setahun (implisit dari entry insider Rp180).
  • Tidak ada momentum positif terlihat di data harian.

7. Kesimpulan & Aksi

Positif:

  • Laba H1 2026 positif, Rp17,4 M; EPS tahunan ~Rp6 → P/E ~13x, wajar untuk distributor.
  • Insider beli bersih, tidak ada jual.
  • Beban bunga ringan, DSCR P&L sehat.

Negatif / belum terjawab:

  • Margin super tipis (GM 7,0%, NM 2,0%) → laba rapuh terhadap HPP & FX (distributor elektronik impor).
  • 18% laba sebelum pajak dari non-operasional → kualitas laba lemah.
  • Tidak bisa verifikasi neraca, arus kas operasi, modal kerja, CCC. Blind spot besar.
  • Likuiditas saham sangat rendah; turun 57% dari harga entry insider.
  • Data YoY & historis tidak terbaca → tidak bisa nilai tren pertumbuhan.

Rekomendasi: HOLD / tahan diri. Belum cukup bukti untuk beli agresif karena neraca & arus kas kosong, dan tren harga negatif. Trader dengan toleransi tinggi bisa akumulasi spekulatif kecil di Rp67–70 (level beli insider Agus) dengan stop di bawah Rp65. Jangan masuk di atas VWAP Rp82 sampai ada konfirmasi volume. Wajib ambil laporan keuangan Q3 2026 dan FY2025 lengkap dari IDX sebelum posisi >1% portofolio.

Pemicu review ulang: (1) laporan Q3 2026 keluar — cek gross margin ≥7%, arus kas operasi positif; (2) insider beli lagi di atas Rp75; (3) volume harian naik >5x rata-rata.

Rating: hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Tabel Ringkasan

Aspek Data Interpretasi
Ticker PMUI.JK (IDX) Technology / Electronics & Computer Distribution
Harga Rp77 (30 Okt 2026) Flat hari itu
VWAP Rp82,03 Close < VWAP = tekanan jual
Market cap Rp446,6 M Micro cap
Saham beredar 5,80 M lembar —
Turnover ratio 0,13% Tidak likuid
Penjualan H1 2026 Rp864,6 M —
Gross margin 7,00% Tipis, khas distributor
Net margin 2,01% Tipis
Laba bersih H1 2026 Rp17,38 M Positif
Laba induk H1 2026 Rp16,53 M 95% atribusi induk
EPS H1 2026 ~Rp2,85–3,00 Annualized ~Rp6
P/E implisit ~13x Wajar-menengah
Beban bunga / EBIT ~1/20 Leverage ringan
Laba non-operasional / PBT 18% Kualitas laba lemah
Pajak efektif 21,3% Normal
Neraca Tidak tersedia Blind spot
Arus kas Tidak tersedia Blind spot
YoY growth Tidak tersedia Blind spot
Insider 03 Jun 2026 Agus Susanto +4,37 jt lbr @67–75 Beli bersih, ukuran kecil
Insider 09 Des 2025 Rudy +148,3 jt lbr @180 Kini -57%
Insider jual Tidak ada Sinyal positif
Seasonality Kosong Tidak bisa dipakai
Rating hold Tunggu Q3 2026 + neraca

Analisa sentimen

309 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Ringkasan PMUI.JK (2026-10-23 s/d 2026-10-30)

Semua tiga sumber data gagal/kosong. Tidak ada sinyal sentimen yang bisa diekstrak.

Sumber per sumber

News (Yahoo Finance, 7 hari) — TIDAK TERSEDIA. Placeholder: DATA_UNAVAILABLE, tidak ada artikel tagged PMUI.JK. Ini bukan sinyal bearish; hanya tidak ada cakupan.

StockTwits — GAGAL. Placeholder: <stocktwits unavailable: HTTPError>. Nol pesan. Rasio Bullish/Bearish tidak bisa dihitung, ukuran sampel = 0.

Reddit — TIDAK DIQUERY. Placeholder: <no Reddit discussion queried for PMUI.JK>. Tidak ada diskusi komunitas.

Divergensi antar sumber

Tidak bisa dinilai. Tidak ada dua sumber yang menghasilkan data untuk dibandingkan.

Tema narasi dominan

Tidak ada. Nol headline, nol post sosial. Tidak ada tema berulang, katalis, maupun risiko yang muncul dari data.

Katalis & risiko teridentifikasi

Tidak ada yang terdeteksi dari data. Tidak ada berita laba, peluncuran produk, ancaman kompetitif, atau headline makro. Menyebut katalis spesifik di sini akan jadi fabrikasi.

Tabel sinyal sentimen

Arah Sumber Bukti pendukung
N/A News (Yahoo Finance) DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel
N/A StockTwits HTTPError — nol pesan, sampel 0
N/A Reddit Tidak diquery — nol diskusi
— Agregat Semua sumber senyap → Neutrral, bukan Mixed (Mixed butuh sumber yang saling bertentangan)

Catatan keterbatasan

  • Confidence low: nol observasi di semua sumber.
  • Skor 5 = default saat tidak ada informasi. Bukan hasil pembacaan sentimen.
  • PMUI.JK adalah ticker kecil (Technology / Electronics & Computer Distribution, BEI). Cakupan berita & sosial rendah itu wajar, tapi tetap berarti sentimen publik bukan input yang bisa dipakai di sini.
  • Trader harus bersandar penuh pada fundamental dan teknikal. Jangan baca laporan ini sebagai indikasi arah harga.
  • Jika StockTwits/Reddit/berita kembali tersedia, ulangi analisis sebelum ambil posisi berbasis sentimen.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

657 kata

Laporan Riset Berita & Makro — PMUI.JK (PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk)

Periode: 2026-10-23 s.d. 2026-10-30 | Tanggal laporan: 2026-10-30

1. Berita Khusus PMUI.JK

  • get_news gagal: DATA_UNAVAILABLE. Vendor (Yahoo Finance) tidak punya artikel bertag PMUI.JK. Ini soal cakupan data, bukan soal emiten. Tidak ada estimasi dibuat.
  • Implikasi: tidak ada katalis idiosinkratik teridentifikasi minggu ini. Saham kecil, likuiditas tipis, jarang diliput media → harga digerakkan aliran order, bukan berita.
  • Sepktoral: PMUI = Technology / Electronics & Computer Distribution. Konteks sektor dari berita global: belanja IT SMB global diproyeksi naik ke USD 2.5T (2032), converged infrastructure CAGR 19.9%, IT management as a service CAGR 16.1%. Momentum struktural positif, tapi tidak ada tautan langsung ke emiten Indonesia ini.

2. Makro Global

  • Indikator FRED gagal: DATA_UNAVAILABLE (FRED_API_KEY tidak diset). Tidak ada angka CPI, PCE, unemployment, fed funds, 10Y, yield curve. Tidak diisi dengan tebakan.
  • Pengganti (bukti pasar): Polymarket "no Fed rate cuts in 2026" = 96% Yes (volume $9.3M, +0.3pp seminggu). Pasar memperkirakan suku bunga tetap tinggi sepanjang 2026. Ekspektasi potong suku bunga praktis nol.
  • Ini berarti rupiah tetap tertekan, biaya modal tinggi, likuiditas asing ke IDX terbatas. Distributor elektronik impor (profil PMUI) peka terhadap USD/IDR dan bunga pinjaman kerja.
  • Recession: Polymarket "US recession by end-2026" = 6% Yes (volume $2.4M, turun 1.0pp seminggu). Risiko resesi turun. Sisi positif untuk permintaan barang konsumsi/elektronik.
  • Headline pasar AS: IBM naik karena AI agent security + software momentum; Oracle lonjakan pada guidance FY2030 USD 225B. Sentimen TI enterprise membaik. Silver melemah karena kekhawatiran suku bunga — sesuai tema "higher for longer".

3. Konteks IDX & Likuiditas

  • get_market_breadth: pasar tutup (weekend), 0 gainer, 0 loser. Buka Senin 09:00 WIB. Tidak ada data breadth intraday.
  • IDX screener (30 Okt 2026, fresh): hanya BEKS, MGLV, WBSA, MARK muncul. PMUI tidak muncul di bucket sinyal akumulasi/distribusi mana pun. Tidak ada jejak aliran broker/asing untuk PMUI minggu ini.
  • Kesimpulan: tidak ada konfirmasi aliran institusional. Posisi default netral sampai sinyal muncul.

4. Implikasi untuk Trading PMUI.JK

  • Tidak ada katalis berita → hindari entry berbasis narasi. Risiko utama: slippage pada volume tipis.
  • Suku bunga "higher for longer" (96%) = headwind struktural untuk distribusi elektronik (biaya inventory financing + lemahnya daya beli). Secara fundamental bias negatif ringan.
  • Risiko resesi turun (6%) = buffer permintaan. Sebagian menetralkan.
  • Strategi: tunggu IDX screener memunculkan PMUI di bucket akumulasi + konfirmasi volume sebelum masuk. Ulangi get_news dan cek FRED sesudah FRED_API_KEY diset.

5. Keterbatasan Data

  • Berita emiten: tidak tersedia (vendor tidak meliput).
  • FRED makro: tidak tersedia (API key absen). Angka makro riil harus diverifikasi manual sebelum eksekusi.
  • Breadth IDX: pasar tutup, tidak ada data.

Ringkasan Tabel

Kategori Temuan Sumber Arah PMUI.JK
Berita emiten Tidak ada artikel tertag PMUI.JK get_news — DATA_UNAVAILABLE Netral (tak ada katalis)
Profil sektor Distribusi elektronik/komputer, IDX Identitas emiten Peka USD/IDR & bunga
Proyeksi belanja TI global SMB IT USD 2.5T by 2032; converged infra CAGR 19.9% GlobeNewswire (23–30 Okt) Positif struktural, tidak langsung
Ekspektasi Fed 96% tidak ada potong suku bunga 2026 (vol $9.3M) Polymarket Negatif — biaya modal tinggi
Risiko resesi AS 6% by end-2026 (−1.0pp seminggu, vol $2.4M) Polymarket Positif ringan
Indikator makro FRED Tidak tersedia (API key absen) get_macro_indicators Tidak dapat dinilai
Breadth IDX Pasar tutup; 0 gainer/loser get_market_breadth Tidak dapat dinilai
Screener IDX PMUI tidak muncul di bucket mana pun IDX screener 30 Okt Netral — tanpa konfirmasi aliran
Likuiditas Emiten kecil, minim liputan Observasi tidak langsung Risiko slippage tinggi

Rating: Hold (data fundamental & berita emiten tidak tersedia; bias makro ringan negatif dari suku bunga tinggi)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD