Gacor Quant
Market tutup IDX Edge PRO Tentang Gacor

Charnic Capital Tbk.

NICK · analisa Kamis, 29 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Underweight

2.520 rupiah per lembar · +0,00% · -

Net broker seluruhnya - rupiah. Kapitalisasi 1,6 T.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. Underweight pada NICK.JK. Kurangi eksposur 50–60% dari bobot standar 1,0% per mikrokap, jadi 0,4–0,5% portofolio, bertahap 2–3 sesi dengan limit order, maksimal 20–25% volume sesi (203.600–222.000 lembar).
Aliran dana
AR beli 245,4 jt · PD jual 513,8 jt
Keyakinan
C35 · paling kuat Kesepakatan agen, paling lemah Likuiditas
Posisi harga
+0,9% terhadap SMA50, asing -0,1% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C35

Skor 35.4 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 13/25

net 0 dari bruto 1,1 M, 7/12 broker net beli

Konfirmasi tren 4/15

+0,9% vs SMA50, return 20 sesi -10,6%

Likuiditas 0/15

rata-rata 155,7 jt rupiah per hari

Volatilitas 0/15

ATR 11.8% lebar, stop jadi mahal

VWAP
2.510
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
557,2 jt
rupiah, sesi -
Frekuensi
56
kali transaksi
Volume
222,0 rb
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-29. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
AR BINAARTHA SEKURITAS 245,4 jt 97,8 rb 245,4 jt -
BR TRUST SEKURITAS 119,1 jt 47,5 rb 119,1 jt -
ZR BUMIPUTERA SEKURITAS 112,7 jt 45,0 rb 112,7 jt -
AD SUKADANA PRIMA SEKURITAS 56,3 jt 22,4 rb 56,3 jt -
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 17,9 jt 7,0 rb 21,7 jt 3,8 jt
IN INVESTINDO NUSANTARA SEKURITAS 744,0 rb 300 744,0 rb -
DR RHB SEKURITAS INDONESIA 252,0 rb 100 252,0 rb -
XC AJAIB SEKURITAS ASIA -250,0 rb -100 504,0 rb 754,0 rb
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS -1,5 jt -600 - 1,5 jt
AZ SUCOR SEKURITAS -17,4 jt -6,8 rb - 17,4 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
AR 2.509 245,4 jt PD 2.509 514,3 jt
BR 2.507 119,1 jt CC 2.493 19,4 jt
ZR 2.504 112,7 jt AZ 2.552 17,4 jt
AD 2.513 56,3 jt XL 2.521 3,8 jt
XL 2.548 21,7 jt OD 2.527 1,5 jt
IN 2.480 744,0 rb XC 2.513 754,0 rb
XC 2.520 504,0 rb - -
PD 2.510 502,0 rb - -

Direksi membeli di harga ini

8 dari 306 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-10-23 OKANSA INDONESIA - Sell -1,500 -
2026-10-21 OKANSA INDONESIA - Sell -600 -
2026-10-15 OKANSA INDONESIA - Buy +100 -
2026-10-13 OKANSA INDONESIA - Buy +19,700 -
2026-10-08 NICHOLAS SANTOSO DIREKTUR Sell -500 3,510
2026-10-08 NICHOLAS SANTOSO DIREKTUR Sell -4,800 3,520

Keputusan akhir

977 kata

Rating: Underweight

Executive Summary: Underweight pada NICK.JK. Kurangi eksposur 50–60% dari bobot standar 1,0% per mikrokap, jadi 0,4–0,5% portofolio, bertahap 2–3 sesi dengan limit order, maksimal 20–25% volume sesi (203.600–222.000 lembar). Jangan tambah, jangan short. Ini bukan keluar total — tiga kubu (Agresif, Konservatif, Netral) semua cap "Sell", tapi alasan mereka keluar-total berbeda dan sebagian gugur saat diuji. Yang bertahan dari debat bukan arah, tapi eksekusi dan kualitas laba. Keduanya mendukung pengurangan, tidak mendukung likuidasi buta di 2.520.

Investment Thesis:

Yang memutuskan, berurutan:

  1. Aritmetika payoff tidak terbantah. Masuk 2.520, target realistis 2.630 = 110 poin upside. Risiko ke 2.300 = 220 poin. Payoff 1:2 terbalik. Konservatif memperkuat: setelah slippage 5–10%, rasio riil bisa 1:3. Agresif benar di sini, Netral tidak menyanggah, hanya memindahkan kerangka ke "keputusan keluar vs masuk". Tapi kerangka Netral justru melemahkan posisinya sendiri — kalau 2.630 "realistis", menjual semua di 2.520 berarti menyerahkan 110 poin yang dia sendiri sebut mungkin. Tidak konsisten.

  2. Likuiditas adalah sumbu keputusan, bukan arah. Turnover 0,034%, nilai ~Rp557 juta/sesi, frekuensi 56, ATR 217 (8,6% harga). Stop 2.300 di saham tidur = stop di kertas. Konservatif paling tajam: instrumen yang risikonya tidak bisa dihentikan andal harus diperlakukan risiko maksimumnya = seluruh posisi. Ini alasan sah untuk kurangi agresif. Tapi Netral benar pada satu koreksi fakta: volume 28–29 Oktober (203.600 dan 222.000 lembar) adalah yang tertinggi sejak 16 Oktober, jauh di atas sesi kering 19–27 Oktober (2.000–21.300 lembar). Likuiditas sedang re-expand, bukan memburuk. Klaim Konservatif "tidak bisa keluar dari 40% sekarang juga tidak bisa nanti" dibangun di atas volume yang salah baca. Karena itu: jual sekarang, tapi bertahap dan terbatas volume — persis rencana trader.

  3. Kualitas laba: kerusakan simetris, bukan satu arah. Laba H1 2026 Rp7,44 M seluruhnya dari FX gain Rp8,37 M; keluarkan FX, operasi rugi ~Rp0,93 M. Gross margin 10,8%, G&A Rp3,30 M memakan seluruh laba bruto + pendapatan keuangan. P/E ~110x di atas laba non-berulang. Ini alasan kuat untuk tidak menambah dan untuk mengurangi. Tapi Netral benar: ini tidak memberitahu apakah 2.520 adalah harga tepat untuk keluar semua hari ini. Beban bunga Rp5,1 juta ≠ tanpa utang; neraca dan cash flow tidak tersedia — klaim solvensi tidak terverifikasi ke dua arah.

  4. Insider: kedua kubu melebih-lebihkan. Direktur beli ~124.900 lembar di 1.875–1.925, jual 5.300 lembar di 3.510–3.520 = 4,2% posisi, masih pegang ~95%. Agresif sebut "sinyal bearish ringan", Konservatif sebut "ukuran kecil justru yang membuat penting". Netral benar membongkar keduanya: jual 4% sambil pegang 95% bukan eksodus. OKANSA net jual tapi ada beli kecil Oktober. Argumen "insider sudah keluar duluan" dilebih-lebihkan. Tidak menentukan arah.

  5. Skenario 40/40/20 tidak bisa dipakai sebagai bukti. Netral benar: 40% bull subjektif, 20% bear juga subjektif. Konservatif memakai 40% untuk serang Hold lalu memakai 20% untuk benarkan keluar cepat — inkonsisten. Yang tersisa adalah fakta fisik: rentang 2.340–2.630, support 2.480/2.300, resistan 2.554, close 2.520 di atas 50-SMA 2.498,2 dan 200-SMA 1.517,9 (naik). Tekanan jual mereda: MACDH mengecil 3 sesi, RSI rebound 37,63 → 46,39, low 2.350 tertahan. Cukup menolak Sell penuh, tidak cukup membenarkan bobot penuh.

  6. Supply di atas nyata tapi berbasis data lemah. VWMA 2.646,97 > close 2.520; volume besar 8–16 Okt ditransaksikan 2.760–2.820; close di bawah Bollinger mid 2.675; 10-EMA 2.554,14 jadi cap; MACD -19,55 di bawah nol. Satu penjual PD -Rp513,8 M (-204.800 lembar, avg 2.509) = 96% sisi jual. Absorpsi AR/BR/ZR di 2.504–2.509 rapi tanpa gap harga — Netral dan Agresif benar: itu penyerap pasif, bukan demand agresif. Tapi ini data kumulatif 2020–2026, bukan order flow harian. Data beku 21 Sep–7 Okt (volume 0, close 2.820) juga mengontaminasi 50-SMA dan Bollinger. Sinyal MA bias, level harga valid.

  7. Q3 bukan katalis terverifikasi. Deadline IDX 30 Oktober, kemungkinan rilis besok. Bisa memuat FX gain lanjutan yang menipu lagi, atau mengisi gap neraca. Konservatif ingin gantung sisa sampai Q3; Netral benar membantah — itu memakai katalis yang belum ada untuk memutuskan sisa yang Konservatif sendiri bilang berisiko penuh. Keputusan harus mekanis, bukan menunggu event biner yang tidak bisa dinilai.

Kenapa Underweight, bukan Sell. Ketiga analis cap Sell, tapi Sell penuh tidak berdiri di atas bukti yang mereka pakai. Argumen likuiditas Konservatif salah baca volume yang sedang re-expand. Argumen insider kedua kubu dilebih-lebihkan. Argumen skenario 40/20 saling membatalkan. Yang bertahan: payoff terbalik dan kualitas laba — keduanya mendukung pengurangan, dan keduanya sudah tercermin di bobot 0,4–0,5%. Sumbu arah trend (di atas 50/200-SMA, MACDH mengecil, RSI rebound, low 2.350 tertahan) tidak cukup untuk Hold penuh, tapi cukup untuk menolak likuidasi di tengah rentang.

Cara eksekusi (gabungan trader + koreksi Netral):

  • Potong ~50–60% ke bobot 0,4–0,5% portofolio. Bertahap 2–3 sesi, limit order, maks 20–25% volume sesi. Jangan market order.
  • Sisa posisi: keluar di 2.554–2.560 (10-EMA/resistan), bukan 2.630–2.660 yang bersandar di zona noise. Kalau tembus turun 2.480, keluar sisa di sana tanpa menunggu. Kalau momentum lanjut tembus 2.554 dengan volume, biarkan sisa ikut — jangan tambah.
  • Stop mental 2.400 diperlakukan sebagai level keluar bertahap, bukan stop tunggal — slippage 5–10% membuat stop 2.300 tidak eksekusi.
  • Batalkan trigger bull "close >2.554 volume >250k" sebagai alasan menambah.
  • Jangan short. Likuiditas tidak memungkinkan, biaya pinjam tidak diketahui.

Yang mengubah kesimpulan:

  • Q3 rilis dan laba inti (bukan FX) membaik atau minimal tidak negatif → dasar untuk menaikkan kembali, bukan sebaliknya.
  • Neraca dan cash flow tersedia, FX gain terbukti dari aset bukan liabilitas → klaim solvensi terverifikasi, bobot bisa dipertahankan lebih tinggi.
  • Turnover konsisten >0,1% beberapa sesi → risiko eksekusi turun, argumen pengurangan melemah.
  • Sebaliknya: PD lanjut distribusi dengan volume naik tanpa absorpsi di 2.504–2.509, atau tembus 2.480 → turunkan ke Sell, keluar sisa tanpa menunggu level.

Gap data yang harus dicatat: neraca, cash flow, rincian laba inti, dan order flow harian tidak tersedia di prompt ini. Keputusan dibuat tanpa itu. Bila trader punya laporan keuangan penuh, tinjau ulang sebelum sesi berikutnya — kesimpulan bisa berubah terutama pada status solvensi dan sumber FX gain.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Rencana trader

341 kata

Action: Sell

Reasoning: Underweight plan diadopsi jadi Sell (pengurangan eksposur bertahap, bukan likuidasi pasar). Alasan utama bukan arah trend — struktur bullish utuh (close 2,520 > 50-SMA 2,498.2 > 200-SMA 1,517.875, 200-SMA naik) — tapi tiga hal yang mematikan:

  1. Payoff jelek. Reward 2,520→2,630 = 110 poin. Stop 2,300 = risiko 220 poin. Payoff 1:2 terbalik. Target 2,700 baru dekat 1:1. Probabilitas skenario 40/40/20 subjektif, bukan backtest.

  2. Stop tak bisa dieksekusi. Turnover 0,034%, nilai ~Rp557 juta/sesi, freq 56. Slippage 5–10%. ATR 217 = 8,6% harga. Stop 2,300 pada saham tidur = stop di kertas. Ini sumbu keputusan: bukan arah, tapi kemampuan keluar.

  3. Supply di atas. VWMA 2,646.97 > close 2,520. Volume raksasa 8–16 Okt ditransaksikan 2,760–2,820. Close di bawah Bollinger mid 2,675. 10-EMA 2,554.14 jadi cap. MACD -19.55 di bawah nol, MACDH -49.25 (mengecil 3 sesi tapi belum cross). Satu penjual PD -Rp513,8 M (-204.800 lbr, avg 2,509) = 96% sisi jual. Broker lokal AR/BR/ZR serap di 2,504–2,509 — absorpsi rapi, tapi data kumulatif 2020–2026, bukan order flow harian. Tidak ada bukti demand baru.

Yang menahan dari Sell penuh: MACDH mengecil 3 sesi, RSI rebound 46,39 dari 37,63, low 2,350 tertahan, close di atas 50-SMA. Cukup untuk bertahap, tidak cukup untuk bobot penuh. Frozen data 21 Sep–7 Okt (vol 0, close 2,820) juga turunkan keyakinan pada MA/Bollinger.

Catatan gap data: neraca, cash flow, laba inti, order flow harian tidak tersedia di prompt ini. Klaim solvensi tidak terverifikasi. Keputusan dibuat tanpa itu — tinjau ulang bila laporan penuh tersedia.

Entry Price: 2520.0

Stop Loss: 2300.0

Position Sizing: Kurangi ke 0,4–0,5% portofolio (potong ~50–60% dari alokasi standar 1,0% per mikrokap). Bertahap 2–3 sesi, limit order, maks 20–25% volume sesi (203.600–222.000 lbr). Eksekusi jual mulai 2,520 (close 29 Okt). Stop mental 2,400 untuk sisa posisi, diperlakukan sebagai level keluar bertahap — bukan stop tunggal, karena slippage 5–10%. Jual sisa di 2,630–2,660 (Bollinger mid/upper noise) atau 2,700 bila momentum lanjut. Jangan tambah posisi sampai Q3 rilis + neraca terbuka + turnover >0,1% konsisten. Jangan short — likuiditas tidak memungkinkan.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

767 kata

Recommendation: Underweight

Rationale:

Bull menang di beberapa titik, tapi bear menang di titik yang menentukan keputusan — yaitu apakah ada tempat untuk mengambil risiko yang bisa dieksekusi.

Yang memutuskan, berurutan:

  1. Asimetri terbalik. Bull klaim reward 110 poin (2.520→2.630) vs risiko 220 poin (stop 2.300) = payoff 1:2. Bull lalu menyebutnya "asimetri 2:1" dengan mencampur rasio probabilitas skenario dengan rasio payoff. Dua-duanya bukan hal sama. Bahkan terima probabilitas 40% vs 20% (angka subjektif, bukan backtest), ekspektasi trade tetap tipis dan rapuh. Target 2.700 baru memberi payoff mendekati 1:1. Bull tidak membantah aritmetika ini; dia hanya mengulang framing.

  2. Likuiditas membunuh stop. Turnover 0,034%, nilai transaksi ~Rp557 juta/sesi, frequency 56. Bull sendiri mengakui ini dan menjawab dengan "sizing 40%". Mengakui masalah bukan menyelesaikannya. Stop di 2.300 pada saham tidur adalah stop yang tidak bisa dieksekusi di 2.300. Ini yang mengubah "Hold" jadi "kurangi": risiko utama bukan arah, tapi kemampuan keluar.

  3. Bear benar soal crossing, bull benar soal siapa. Data broker kumulatif 2020–2026, avg beli 2.504–2.509 vs jual 2.509. Order flow harian tidak tersedia. "AR/BR/ZR mengisi di lantai 2.520" adalah narasi, bukan data. Bull tidak menyanggah ini — dia hanya menegaskan broker lokal, yang tetap tidak membuktikan demand baru.

  4. Fundamental: kerusakan simetris. Bull benar bahwa P/E 110x tidak bermakna pada laba FX. Bear benar bahwa konsekuensinya dua arah: laba inti minus Rp0,93 M, gross margin 10,8%, G&A Rp3,30 M memakan seluruh laba bruto + pendapatan keuangan. Bull tidak menghadapi rugi operasi; dia memilih membuang P/E lalu tetap memakai "laba positif" sebagai bukti kesehatan. Itu inkonsisten dan tidak bisa dipertahankan.

  5. Beban bunga Rp5,1 juta ≠ tanpa utang. Bear benar. Neraca dan cash flow tidak tersedia di data — jadi klaim solvensi bull tidak terverifikasi, dan sumber FX gain (aset vs liabilitas) tidak diketahui. Ketidakhadiran bukti bukan bukti positif. Ini melemahkan butir terkuat bull.

  6. Insider. Dua pembacaan, dua-duanya lemah: jual 4,2% posisi (bull) vs net seller berulang tanpa satu pun bid signifikan di 2.520 (bear). Tidak ada insider beli di harga sekarang. Tidak menentukan arah, sedikit condong ke bear untuk jangka pendek.

  7. Katalis Q3. Bull benar bahwa rilis Q3 dekat dan bias FX menguntungkan bila IDR tetap lemah. Bear benar bahwa ini taruhan arah kurs, bukan katalis terverifikasi, dan angka neraca tidak memperbaiki rugi operasi. Katalis biner tidak boleh jadi alasan menambah posisi di depan event yang tidak bisa dinilai.

Yang tetap pro-bull dan tidak gugur: harga di atas 50-SMA dan 200-SMA, MACD histogram mengecil 3 sesi, RSI rebound ke 46,39, retest low 2.350 tertahan. Ini cukup untuk menolak Sell — tidak cukup untuk membenarkan tambah posisi, dan tidak cukup untuk mempertahankan bobot penuh di saham yang stop-nya tidak bisa dieksekusi.

Kesimpulan: bukti tidak seimbang murni (bukan Hold), tapi bear menang di sumbu eksekusi dan kualitas laba, bukan di sumbu arah trend. Karena itu Underweight — kurangi eksposur, jangan keluar total.

Strategic Actions:

Ukuran acuan: alokasi standar untuk satu nama mikrokap = 1,0% dari portofolio. Saat ini asumsikan posisi dibuka di bobot itu.

  1. Kurangi ke 0,4–0,5% portofolio (potong ~50–60% dari posisi). Lakukan bertahap 2–3 sesi, bukan satu order. Batas per sesi: maksimal 20–25% dari volume sesi terakhir (203.600–222.000 lembar) supaya tidak menjual ke bid kosong. Gunakan limit order, jangan market.

  2. Jangan tambah posisi di depan rilis Q3. Batalkan trigger bull "close >2.554 volume >250k". Itu sinyal breakout di pasar yang tidak mendukung eksekusi. Kalau harga tembus 2.554 dengan volume, biarkan posisi sisa 0,4–0,5% ikut naik — jangan tambah.

  3. Stop yang realistis, bukan stop di kertas. Pasang stop mental di 2.400 (bukan 2.300), dan perlakukan sebagai level "keluar sisa posisi bertahap", bukan stop-loss tunggal. Alasan: slippage 5–10% di saham ini, jadi stop 2.300 efektifnya jauh lebih rendah. Sisa posisi yang kecil membatasi kerusakan tanpa bergantung pada eksekusi sempurna.

  4. Rencana keluar dari sisa posisi: jual sisa di 2.630–2.660 bila tercapai (area mid Bollinger/upper noise), atau di 2.700 bila momentum berlanjut. Jangan tunggu 3.500 seperti framing bull.

  5. Tidak ada penambahan sampai tiga syarat terpenuhi bersamaan: (a) laporan Q3 dirilis dan isinya menunjukkan laba inti (bukan FX) membaik atau minimal tidak negatif; (b) rincian neraca tersedia dan FX gain terbukti berasal dari aset, bukan liabilitas; (c) turnover naik konsisten di atas 0,1% beberapa sesi. Selama salah satu belum ada, bobot tetap di 0,4–0,5%.

  6. Catat gap data sebagai risiko aktif: neraca, cash flow, dan order flow harian tidak tersedia di data yang dipakai. Keputusan ini dibuat tanpa itu. Bila trader punya akses laporan keuangan penuh, tinjau ulang sebelum sesi berikutnya — kesimpulan bisa berubah terutama pada butir 5(b).

  7. Jangan short. Likuiditas tidak memungkinkan, dan biaya pinjam tidak diketahui.

Rating: Underweight FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Analisa teknikal dan aliran dana

1136 kata

NICK.JK — PT Charnic Capital Tbk (Real Estate Services, IDX) — 29 Okt 2026

Ringkas: Trend naik jangka panjang utuh. Jangka pendek koreksi. Harga baru uji 50-SMA. Volume besar 2 hari terakhir dekat 2,520 — zona akumulasi broker lokal. Belum ada konfirmasi reversal.


1. Struktur trend

  • Close 2,520. 50-SMA 2,498.2. 200-SMA 1,517.88. Harga di atas keduanya — struktur bullish.
  • 200-SMA naik konsisten: 1,304.3 (18 Sep) → 1,517.875 (29 Okt). Trend primer naik.
  • 50-SMA naik tajam: 1,634 (18 Sep) → 2,498.2. Slope landai karena datar 15 sesi (21 Sep–7 Okt semua close 2,820, volume 0).
  • Data paralysed: 21 Sep–7 Okt semua row 2,820 / vol 0. Bukan genuine candle. 50/200-SMA dan Bollinger jadi bias by period, bukan transaksi. Bobot sinyal MA berkurang; level harga tetap valid.
  • 10-EMA 2,554.14 > close 2,520. Harga di bawah short MA — tekanan jual pendek.

2. Momentum rusak, mulai membaik

  • MACD -19.55, signal 29.7, hist -49.25. MACD line cross di bawah nol sejak 27 Okt (-11.0056). Bearish cross terjadi 25 Sep (hist +1.6391 → -6.6223).
  • Hist paling dalam -67.5 (27 Okt), lalu -57.9 (28 Okt), -49.25 (29 Okt). Hist mengecil 3 sesi — momentum jual mereda. Belum bullish cross.
  • RSI 46.39. Turun dari 85.7 zona overbought (stagnan selama 14 sesi freeze) ke 37.63 (27 Okt), rebound ke 46.39. Netral, ruang naik ada.
  • MACD sekarang menghitung flat 2,820 sebagai momentum nol — MACD akan tetap bearish beberapa sesi meski harga stabil. Jangan tunggu MACD cross untuk entry.

3. Volatilitas dan band

  • ATR 217.11. Naik dari 65.8 (7 Okt) ke 259.25 (20 Okt), lalu menyusut. Volatilitas tinggi, turun perlahan. 1 ATR ≈ 8.6% harga.
  • Bollinger: mid 2,675, UB 3,008.81, LB 2,341.19. Close 2,520 di bawah mid — bias bearish jangka pendek. LB 2,341 = batas bawah noise. Low 27 Okt 2,350 nyaris sentuh LB 2,378.84 (nilai LB hari itu).
  • Band lebar ekstrem (667 rupiah), bukan squeeze. Breakout bukan di sini; chop range lebih mungkin.

4. Volume / VWMA

  • VWMA 2,646.97 >> close 2,520. VWMA tinggi karena volume raksasa di area 2,760–2,820 (8–16 Okt: 262,600 / 82,700 / 95,900 / 110,600 lembar). Volume ditransaksikan di atas harga sekarang = supply di atas.
  • VWMA turun 2,891.8 (27 Okt) → 2,700.7 (28) → 2,646.97 (29) — volume pindah ke harga lebih rendah.
  • 28 Okt: 203,600 lembar, Rp508.8 M, low 2,300, close 2,520. 29 Okt: 222,000 lembar, Rp557.2 M, close 2,520. 2 sesi volume tertinggi sejak 16 Okt. Range sempit 2,480–2,560 = absorpsi, bukan distribusi.
  • Tren volume naik-turun: 12 Sep–16 Okt puncak, lalu kering (19–27 Okt: 2,000–21,300 lembar), lalu re-expand 28–29 Okt.

5. Bandarmologi (broker summary, kumulatif)

Pola: akumulasi lokal di 2,504–2,513, satu asing/mega-seller di 2,509. Tidak ada broker asing besar (JPM/UBS/Maybank/Macquarie/CGS/CLSA) di daftar.

  • Net buy: AR Binaartha +Rp245.4 M (97,800 lbr, avg 2,509), BR Trust +Rp119.1 M (47,500, 2,507), ZR Bumiputera +Rp112.7 M (45,000, 2,504), AD Sukadana +Rp56.3 M (22,400, 2,513). Total beli utama ≈ Rp533.5 M.
  • XL Stockbit net +Rp17.9 M net, tapi avg beli 2,548 > avg jual 2,521 (ada dua arah).
  • Net sell: PD Indo Premier -Rp513.8 M (-204,800 lbr, avg 2,509). Itu 96% dari total sisi jual. CC Mandiri -Rp19.4 M, AZ Sucor -Rp17.4 M.
  • AR + BR + ZR beli ≈ 190,300 lembar pada avg 2,504–2,509 melawan PD jual 204,800 di 2,509. Artinya PD hampir penuhi seluruh pasokan dan AR/BR/ZR menyerap. Penyerapan di avg hampir sama dengan avg jual PD = tidak ada gap harga; absorpsi rapi, bukan panic bid.
  • Keterbatasan: ringkasan kumulatif sepanjang window coverage (2020–2026), bukan per-desk 1–2 hari. Konfirmasi order flow harian tak tersedia dari sumber ini.

6. Level actionable

  • Resist: 2,554–2,560 (10-EMA + high 29 Okt). Lewat itu → 2,630–2,660 (area close 12–16 Okt). Kuat: 2,700–2,760.
  • Support 1: 2,480 (low 29 Okt). Support 2: 2,300–2,350 (low 27 Okt, 2,350 = kandidat double-bottom dengan low 26 Okt 2,340). Support 3: 2,341.19 (Bollinger LB).
  • Stop di bawah 2,300 = invalidasi double-bottom. Ukuran 1 ATR 217 → stop lega, pakai 2×ATR ≈ 430 dari entry 2,520 = 2,090 (di atas 200-SMA 1,517).
  • Posisi sizing: ATR 217 vs harga 2,520 = 8.6% harian. Kurangi size jadi ±40% dari normal untuk risiko rupiah sama.

7. Skenario

  • Bull (40%): close > 2,554 (10-EMA) dengan volume >250k → target 2,630, lalu 2,700. Trigger MACDH jadi positif menambah keyakinan.
  • Base/range (40%): 2,340–2,630 chop. MACD tetap bearish akibat frozen data. Trade di tepi range saja.
  • Bear (20%): close < 2,340, MACD hist melebar lagi, PD lanjut distribusi tanpa AR/ZR lawan → cari 2,000–1,900. 200-SMA 1,517 jadi lantai akhir.

8. Indikator dipilih (8)

close_50_sma (trend menengah + support dinamis), close_200_sma (trend primer), close_10_ema (timing short-term), macd + macdh (momentum cross + kekuatan), rsi (overbought reset), boll_ub/boll_lb (batas volatilitas), atr (stop + size), vwma (konfirmasi volume, deteksi supply). Bollinger mid diambil dari snapshot, tidak diulang sebagai tool terpisah karena redundan dengan 50-SMA/UB-LB.


Aspek Data Baca
Close 2,520 Di atas 50-SMA, di bawah 10-EMA
50-SMA 2,498.2 Naik; support langsung
200-SMA 1,517.875 Naik terus; trend primer bullish
10-EMA 2,554.14 Cap jangka pendek; butuh close di atasnya
MACD / Signal -19.55 / 29.7 Cross bawah nol 27 Okt, bearish
MACD Hist -49.25 (dari -67.5) Mengecil 3 sesi; tekanan jual mereda
RSI 46.39 (low 37.63, 27 Okt) Netral, ruang naik
Bollinger 3,008.81 / 2,675 / 2,341.19 Di bawah mid; LB 2,341 batas bawah
ATR 217.11 (8.6%) Volatilitas tinggi; stop 2×ATR, size kecil
VWMA 2,646.97 Di atas harga = supply di atas
Volume 28–29 Okt 203,600 / 222,000 lbr Tertinggi sejak 16 Okt, close stabil 2,520 = absorpsi
Bandarmologi buy AR +Rp245.4 M (2,509), BR +Rp119.1 M (2,507), ZR +Rp112.7 M (2,504) Broker lokal akumulasi di 2,504–2,509
Bandarmologi sell PD -Rp513.8 M (-204,800 lbr, 2,509) Satu penjual besar, bukan distribusi retail
Pola Lokal serap pasokan PD di avg sama Tidak ada asing besar; penyerapan rapi
Resist 2,554–2,560 → 2,630 → 2,700 Trigger long pertama
Support 2,480 → 2,300–2,350 → 2,341.19 Invalidasi di bawah 2,300
Skenario bull 40% Close >2,554 vol >250k Target 2,630 lalu 2,700
Skenario range 40% 2,340–2,630 Trade tepi range
Skenario bear 20% Close <2,340 Cari 2,000–1,900
Kualitas data 21 Sep–7 Okt vol 0, close flat 2,820 MA/Bollinger bias by period; turunkan keyakinan

Rating: Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa fundamental

1027 kata

Laporan Fundamental NICK.JK — PT Charnic Capital Tbk (periode data s.d. 29 Okt 2026)

1. Profil & struktur pasar

  • Nama: PT Charnic Capital Tbk. Kode IDX: NICK. Sektor: Real Estate / Real Estate Services. Bursa: JKT.
  • Saham beredar: 651.150.000 lembar. Market cap: Rp1,641 triliun (Rp1.641.089.800.000).
  • Harga terakhir: Rp2.520 (change 0,0%). VWAP Rp2.509,69. Frekuensi 56, volume 2.220 lot, nilai transaksi Rp557.151.000.
  • Status pasar: closed.
  • Likuiditas ekstrem rendah: turnover ratio 0,000341 (~0,034% per sesi). Ini saham tidur — spread lebar, exit sulit, harga mudah digerakkan.
  • Catatan: lot = 100 lembar di IDX. 2.220 lot ≈ 222.000 lembar.

2. Laporan laba rugi — Q2 2026 (kumulatif semester I, sesuai filing)

Pos Nilai (Rp)
Penjualan & pendapatan usaha 12.151.137.135
Beban pokok penjualan (10.838.849.012)
Laba bruto 1.312.288.123
Beban umum & administrasi (3.298.271.171)
Pendapatan keuangan 1.058.390.656
Beban bunga & keuangan (5.108.103)
Keuntungan selisih kurs 8.368.502.403
Laba sebelum pajak 7.435.801.908
Laba periode berjalan 7.435.801.908
— atribusi induk 7.432.716.519
— kepentingan nonpengendali 3.085.389
Laba komprehensif 7.435.801.908

Insight kunci

  • Laba seluruhnya dari FX gain, bukan operasi. Keuntungan kurs Rp8,37 miliar > laba sebelum pajak Rp7,44 miliar. Tanpa FX gain, perusahaan rugi ≈ Rp0,93 miliar.
  • Operasi inti defisit: gross margin 10,8% (Rp1,31 M dari Rp12,15 M). G&A Rp3,30 M memakan seluruh laba bruto + pendapatan keuangan.
  • Tanpa FX, operasi = 1,31 + 1,06 − 3,30 − 0,005 ≈ −Rp0,93 miliar.
  • Skala pendapatan mikro (Rp12 M per semester ≈ Rp24 M setahun) vs market cap Rp1,64 triliun — revenue yield ~1,5% dari market cap. Valuasi tidak didukung earn-core.
  • Laba sangat terekspos volatilitas IDR/USD. Sentimen kurs = driver earnings utama.
  • Tidak ada baris pajak — beban pajak nol di kuartal ini (kemungkinan rugi fiskal/aset pajak tangguhan).

3. Kualitas laba

  • EPS semester I 2026 (dihitung): Rp7.432.716.519 / 651,15 juta ≈ Rp11,4 per saham.
  • Harga Rp2.520 → P/E semester-annualized ≈ 2520 / 22,8 ≈ ~110x. Sangat mahal.
  • Jika laba non-operasional (FX) dikeluarkan: perusahaan rugi → P/E tidak bermakna.
  • P/B tidak dapat dihitung — rincian neraca (aset/kewajiban/ekuitas) tidak tersedia dari tool (hanya daftar periode, isi tidak terurai).

4. Neraca, arus kas, riwayat tahunan

  • Tool get_balance_sheet, get_cashflow, get_income_statement mengembalikan hanya daftar label periode, tanpa isi angka.
  • Periode tersedia: Q3 2023, Q4 2023, Q1 2024, Q2 2024, Q3 2024, Q4 2024, Q1 2025, Q2 2025, Q3 2025, Q4 2025, Q1 2026, Q2 2026 (quarterly); FY 2022–FY 2025 (annual).
  • Q3 2026 belum tersedia — laporan kuartal III (deadline IDX 30 Okt 2026) belum dipublikasikan/data belum masuk. Katalis terdekat.
  • Gap data: aset, ekuitas, kas, utang, arus kas operasi tidak bisa diverifikasi. Rekomendasi: minta filing lengkap atau ikuti rilis Q3 2026.

5. Insider & pemegang saham

  • OKANSA INDONESIA (pemegang besar, 113,15 juta lembar ≈ 17,4% saham):
    • 04 Sep 2026: SELL 100.000 lembar
    • 13 Okt 2026: BUY 19.700
    • 15 Okt 2026: BUY 100
    • 21 Okt 2026: SELL 600
    • 23 Okt 2026: SELL 1.500
    • Pola: jual besar, beli kecil — net jual, tapi nominal kecil relatif posisi.
  • NICHOLAS SANTOSO (DIREKTUR):
    • 31 Agu–02 Sep 2026: akumulasi ~124.900 lembar @ Rp1.875–1.925 (banyak transaksi kecil).
    • 08 Okt 2026: JUAL 5.300 lembar @ Rp3.510–3.520.
    • Baca: beli di ~Rp1.880, jual di ~Rp3.515 — realisasi +87% dalam ~5 minggu. Sinyal bearish ringan: direktur mengambil untung di puncak; ukuran transaksi kecil (marketing signal, bukan komitmen besar).
  • Harga naik ~Rb1.880 (Sep) → Rp2.520 (kini, per fundamentals; puncak intraday direktur ~Rp3.520). Volatilitas ekstrem pada saham tidak likuid — kemungkinan didorong spekulasi tipis, bukan fundamental.

6. Seasonality

  • Tidak ada data seasonality (tool kosong). Tidak bisa pakai pola musiman.

7. Kesimpulan & aksi trader

  1. Fundamental lemah: pendapatan mikro, gross margin 11%, operasi rugi tanpa FX gain. Laba Q2 2026 = artefak kurs.
  2. Valuasi mahal: P/E ~110x pada laba yang tidak berulang; tanpa FX → rugi.
  3. Likuiditas nyaris nol: turnover 0,034%/sesi. Risiko tidak bisa keluar. Hindari posisi besar.
  4. Insider campuran ke negatif: direktur jual di Rp3.51 setelah beli Rp1.88; pemegang besar net jual walau kecil.
  5. Katalis: rilis laporan Q3 2026 (belum ada) — cek apakah ada FX gain/loss lanjutan dan angka neraca.
  6. Untuk trader: ini spekulasi harga, bukan investasi fundamental. Jika pegang karena momentum, pasang stop ketat dan batasi ukuran posisi karena spread & likuiditas. Jika belum masuk, tunggu Q3 2026 + verifikasi neraca/cash flow sebelum ambil posisi.

Tabel ringkas

Kategori Data / Temuan Sinyal
Ticker / Emiten NICK.JK — PT Charnic Capital Tbk Real Estate, IDX
Harga / Market cap Rp2.520 / Rp1,641 T —
Saham beredar 651.150.000 —
Likuiditas Turnover 0,000341; nilai sesi Rp557 jt; 56 freq Sangat rendah / risiko exit
Pendapatan H1 2026 Rp12,15 M Skala mikro
Laba bruto H1 2026 Rp1,31 M (margin 10,8%) Tipis
Beban G&A H1 2026 Rp3,30 M > laba bruto
FX gain H1 2026 Rp8,37 M Driver laba utama
Laba bersih H1 2026 Rp7,44 M (induk Rp7,43 M) Didukung FX, bukan operasi
Laba operasi (ex-FX) ≈ −Rp0,93 M Rugi inti
EPS H1 2026 (hitung) ~Rp11,4 —
P/E annualized ~110x Mahal
Neraca / Cash flow Tidak tersedia (isi tidak terurai) Gap data
Q3 2026 report Belum ada Katalis terdekat
Insider — Direktur Beli ~124.900 @1.875–1.925 (Agu–Sep); jual 5.300 @3.510–3.520 (8 Okt) Realized +87%, ambil untung
Insider — Okansa Indonesia Net jual (100.000 jual 4 Sep; beli kecil Okt) Negatif ringan
Seasonality Tidak ada data Netral

Rating: Sell (spekulatif; fundamental tidak mendukung harga, likuiditas rendah, insider ambil untung)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa sentimen

367 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Sentiment Report — NICK.JK (PT Charnic Capital Tbk)

Periode: 2026-10-22 s/d 2026-10-29

Ringkasan

Ketiga sumber data kosong/gagal. Tidak ada sinyal yang bisa dibaca. Skor 5 = netral murni karena tidak ada bukti, bukan karena bukti seimbang.

Rincian per sumber

News (Yahoo Finance, 7 hari) Tidak tersedia. DATA_UNAVAILABLE: no configured vendor could serve get_news right now (Yahoo Finance has no news articles tagged NICK.JK). Tidak ada artikel. Tidak ada nilai yang diestimasi.

StockTwits Tidak tersedia. stocktwits unavailable: HTTPError. Tidak ada rasio Bullish/Bearish, tidak ada jumlah pesan, tidak ada tag user. Sinyal retail leading tidak dapat diukur.

Reddit Tidak ada diskusi yang di-query untuk NICK.JK. Nol post. Tidak ada vote/comment yang bisa disimpulkan.

Divergensi antar-sumber

Tidak dapat dinilai. Semua sumber kosong. Tidak ada mismatch news vs retail yang bisa dibaca.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada topik berulang, tidak ada event, tidak ada opini yang teramati di jendela periode ini. Instrument NICK.JK (Real Estate / Real Estate Services, Bursa JKT) sangat low-coverage di platform sosial, tapi penyebab pasti kekosongan (low liquidity vs kegagalan vendor) tidak dapat dipisahkan dari data ini — dua sumber melaporkan error teknis, bukan sekadar nol hasil.

Katalis dan risiko

Tidak ada yang teridentifikasi dari sumber. Tidak ada headline earnings, produk, kompetitor, atau makro yang teramati. Katalis fundamental NICK.JK harus diambil dari sumber lain (laporan keuangan BEI/IDX, keterbukaan informasi emiten) karena tools ini tidak menyediakannya.

Batas data — eksplisit

  • Sampel: nol pesan, nol artikel, nol post.
  • 2 dari 3 sumber gagal secara teknis (bukan "tidak ada diskusi").
  • Confidence: low. Ketiadaan data tidak boleh dibaca sebagai sentimen bearish atau bullish.

Tabel sinyal kunci

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak diketahui News (Yahoo Finance) DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel tagged NICK.JK
Tidak diketahui StockTwits HTTPError — tidak ada pesan, rasio tidak tersedia
Tidak diketahui Reddit Tidak ada query, nol post

Kesimpulan

Sentimen tidak terukur. Jangan bobot laporan ini sebagai sinyal arah. Cek ulang sumber setelah vendor pulih; tambah data harga/volume dan rilis keuangan untuk konteks NYATA.

Rating: Neutral FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

912 kata

Laporan Riset Berita & Tren Makro — NICK.JK (PT Charnic Capital Tbk)

Cutoff: 29 Okt 2026 | Periode: 22–29 Okt 2026 | Sektor: Real Estate / Real Estate Services | Bursa: JKT


1. Berita Khusus Emiten — NICK.JK

DATA UNAVAILABLE. get_news gagal: Yahoo Finance tidak punya artikel bertag NICK.JK. Ini keterbatasan vendor, bukan sinyal negatif soal NICK.JK. Tidak ada estimasi/fabrikasi.

Konsekuensi: tidak ada katalis idiosinkratik terkonfirmasi untuk NICK.JK pekan ini. Posisi harus dinilai dari (a) makro global/regulatorik Indonesia, (b) karakter mikrokap IDX (likuiditas tipis), (c) status pasar domestik terbaru.


2. Makro Global — Indikator FRED

DATA UNAVAILABLE. FRED gagal di semua series (FRED_API_KEY tidak di-set): fed_funds_rate, cpi, 10y_treasury. Jangan pakai angka tebakan. Analis perlu set key FRED untuk grounding data suku bunga/inflasi.


3. Makro Global — Narasi Berbasis Berita & Market-Implied

Dari prediction markets (Polymarket, live):

  • "No Fed rate cuts in 2026" = 97% (volume $9.2M, +0.4pp/minggu). Pasar hampir pasti mematok tidak ada pemangkasan sisa 2026. Implikasi: biaya dana global tinggi bertahan, yield tinggi bertahan → tekanan lanjut ke sektor padat modal like real estate.
  • Distribusi potong: 1 cut 0.95%, 2 cut 0.15%, ≥6 cut 0.05%. Konsisten — no easing priced.
  • "US recession by end 2026" = 6% (volume $2.4M), turun -2.0pp/minggu. Risk-off melemah; soft-landing/base case.
  • UK recession 5%, Japan 8%. Global demand stabil-ish.

Dari berita global:

  • Nasdaq volatilitas mendingin pertengahan pekan; momentum earnings chip naik. Risk appetite di tech AS solid.
  • Oracle lonjak (guidance FY2030 revenue $225B), IBM naik (Identity & Control for AI Agents, HashiCorp Vault). Tema AI enterprise tetap penggerak utama — relevan hanya bila NICK.JK punya eksposur digital/proptech (tidak terverifikasi).
  • Tokenisasi saham (OKX-ICE) ditentang emiten besar — isu struktural pasar, bukan dampak langsung NICK.JK.

Implikasi makro untuk NICK.JK (real estate mikrokap):

  1. No Fed cut repriced 97% → suku bunga tinggi bertahan → biaya utang/pengembangan properti tetap mahal, yield valuation tertekan. Negatif struktural ringan.
  2. Recession risk turun ke 6% → skenario base soft-landing; mitigasi downside makro.
  3. Net: makro netral-negatif untuk real estate; tapi NICK.JK sangat kecil dan kemungkinan diperdagangkan lebih oleh flow/event domestik ketimbang makro global.

4. Konteks Pasar Domestik IDX (28 Okt 2026, screener & breadth)

  • Pasar tutup, buka 09:00 WIB besok. Data fresh (86399s).
  • NICK.JK tidak muncul di top gainers/losers maupun screener V5.2 (867 saham terpantau) → tidak ada sinyal momentum, tidak ada katalis volume, likuiditas rendah/mati.
  • Top gainer menarik: SMCB +158% (freq 1, VWAP=close → lompatan tanpa likuiditas; salah data/relisting?). YPAS +24.85%, ALKA +24.85%, TMAS +15.45% (freq 10,300, likuid), KJEN +12.5% (freq 13,989, likuid).
  • Top loser: RAFI -72% (freq 3), SMMA -38% (freq 134, value besar), BIKE -25% (freq 1). Banyak extreme mover = fragmen mikrokap, bukan breadth sehat.
  • Screener bucket: PIPA (Risiko Pantulan), LUCY, NATO (Sinyal Telat) — hanya 3 nama, tidak ada untuk NICK.JK.

Baca: breadth lebar tapi tipis. Gainers/losers di luar TMAS/KJEN punya freq sangat rendah → kualitas rally rendah. Untuk mikrokap seperti NICK.JK, risk eksekusi tinggi (spread lebar, slippage besar).


5. Penilaian Trading NICK.JK

Evidence summary:

  • Idiosinkratik news: tidak ada (vendor fail).
  • Makro: no-cut 97% (negatif ringan RE), recession 6% (positif).
  • Domestik: no momentum, no volume signal, likuiditas kemungkinan sangat rendah.
  • Tidak ada signal screener.

Kesimpulan: NICK.JK tanpa katalis terukur. Likuiditas tipis = eksekusi berisiko. Tidak ada alasan kuat masuk baru; hold bila sudah punya, default tidak menambah. Watchlist saja sampai muncul berita korporasi (RUPS/laporan keuangan/aksi korporasi) atau perubahan volume signifikan.

Trigger untuk review ulang: (1) berita resmi NICK.JK, (2) volume/freq NICK.JK muncul di screener, (3) perubahan pricing Fed cut probs >5pp.


6. Risiko & Keterbatasan Data

Item Status Dampak
Berita NICK.JK Unavailable Tidak bisa nilai katalis idiosinkratik
FRED (CPI/PCE/Fed/Rate/Yield) Unavailable (no API key) Makro tanpa grounding data keras
Prediction markets Tersedia 97% no-cut, 6% recession (solid volume)
IDX screener/breadth Tersedia (28 Okt) NICK.JK absen = sinyal netral-tipis
Data harga NICK.JK Tidak diambil Perlu konfirmasi harga/volume

7. Tabel Ringkasan Poin Kunci

Kategori Temuan Arah untuk NICK.JK Bobot
Berita emiten NICK.JK Data unavailable (vendor no tag) Netral / tidak diketahui Tinggi (unknown)
Makro Fed — rate cut 2026 97% "no cut" ($9.2M vol) Negatif ringan (RE padat modal) Tinggi
Makro resesi AS 2026 6% prob (turun -2pp/mgg) Positif (soft landing) Sedang
Makro FRED data Unavailable (no API key) Blocker validasi —
Pasar AS / tech Nasdaq volatilitas cooling, AI enterprise kuat Netral (tak relevan langsung) Rendah
Sektor RE global Suhu bunga tinggi bertahan Negatif struktural Sedang
IDX breadth (28 Okt) Breadth lebar tapi freq rendah; multiple extreme mover Waspada likuiditas mikrokap Tinggi
NICK.JK di screener/mover Tidak muncul (dari 867 saham) Netral/tidak ada sinyal Tinggi
Likuiditas NICK.JK Tidak terverifikasi; kemungkinan tipis Risiko eksekusi tinggi Tinggi
Katalis domestik RE Tidak ada di dataset Netral Sedang
Kesimpulan No catalyst + tipis likuiditas + makro netral-negatif Tahan / bukan entry —

Rating: HOLD (tanpa katalis terkonfirmasi; likuiditas tipis; data emiten tidak tersedia)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD