Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Eka Sari Lorena Transport Tbk.

LRNA · analisa Rabu, 28 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

199 rupiah per lembar · +3,11% · 2026-10-28

Net broker seluruhnya 48,3 jt rupiah. Kapitalisasi 69,7 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. Keluar dari LRNA.JK. Arah dan struktur bukti menang bearish; debat hanya mempersoalkan durasi, bukan arah. Hold ditolak karena Conservative dan Neutral sama-sama mempertahankan sisa eksposur dengan alasan yang tidak bertahan saat diuji.
Aliran dana
XL beli 24,9 jt · CP jual 105,9 rb
Keyakinan
C59 · paling kuat Kesepakatan agen, paling lemah Likuiditas
Posisi harga
-3,2% terhadap SMA50, asing 0,0% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C59

Skor 59.2 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 30/30

rating, rencana riset, dan trader sepakat

Akumulasi broker 17/25

net 48,3 jt dari bruto 353,1 jt, 10/12 broker net beli

Konfirmasi tren 4/15

-3,2% vs SMA50, return 20 sesi -6,1%

Likuiditas 0/15

rata-rata 49,9 jt rupiah per hari

Volatilitas 8/15

ATR 7.8% lebar, stop jadi mahal

VWAP
207
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
222,3 jt
rupiah, sesi 2026-10-28
Frekuensi
446
kali transaksi
Volume
1,1 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-03 sampai 2026-10-28. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 24,9 jt 112,2 rb 118,0 jt 93,1 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 19,9 jt 97,1 rb 37,0 jt 17,1 jt
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 1,3 jt 7,1 rb 10,7 jt 9,5 jt
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON 1,0 jt 4,8 rb 9,8 jt 8,8 jt
ZP MAYBANK SEKURITAS INDONESIA 949,0 rb 5,5 rb 1,9 jt 981,0 rb
YB YAKIN BERTUMBUH SEKURITAS 218,8 rb 1,8 rb 2,0 jt 1,8 jt
IN INVESTINDO NUSANTARA SEKURITAS 177,3 rb - 17,0 jt 16,8 jt
MG SEMESTA INDOVEST SEKURITAS 24,0 rb - 2,2 jt 2,1 jt
QA TUNTUN SEKURITAS INDONESIA 17,6 rb - 1,1 jt 1,1 jt
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 13,0 rb - 280,8 rb 267,8 rb

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 208 118,0 jt XL 205 93,1 jt
YP 206 37,0 jt EP 210 32,3 jt
IN 203 17,0 jt YP 208 17,1 jt
XC 203 10,7 jt IN 201 16,8 jt
BQ 213 9,8 jt XC 207 9,5 jt
CC 207 7,6 jt CC 209 8,8 jt
PD 206 3,7 jt BQ 213 8,8 jt
KI 202 3,6 jt DR 210 7,2 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 210 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-08-05 SIAUW YUNUS SUBANDI - Buy +2,400 0
2026-07-21 SIAUW YUNUS SUBANDI - Buy +76,800 0
2026-07-20 SIAUW YUNUS SUBANDI - Buy +15,100 0
2026-07-17 SIAUW YUNUS SUBANDI - Buy +76,800 180
2026-06-30 SIAUW YUNUS SUBANDI - Buy +131,100 0
2026-06-29 SIAUW YUNUS SUBANDI - Buy +127,500 0

Keputusan akhir

432 kata

Rating: Sell

Executive Summary: Keluar dari LRNA.JK. Arah dan struktur bukti menang bearish; debat hanya mempersoalkan durasi, bukan arah. Hold ditolak karena Conservative dan Neutral sama-sama mempertahankan sisa eksposur dengan alasan yang tidak bertahan saat diuji. Eksekusi: kurangi 100% posisi via 3-5 limit order, maksimum 15-20% volume harian aktual per potongan; kecepatan mengikuti likuiditas aktual, bukan jumlah sesi. Batas keras: sisa belum tereksekusi keluar bila close < Rp177. Tanpa posisi: hindari masuk.

Investment Thesis: 1) Unit economics memutus perkara tanpa neraca: COGS 125,6% revenue, gross margin -25,6%, total beban 177% revenue, rugi H1 Rp9,15 miliar = 13,1% market cap (Rp69,65 miliar). Ketiadaan neraca/kas/arus kas memperbesar risiko satu arah, bukan menetralkan. 2) Conservative kalah di titik yang ia klaim kuat: sisa posisi sampai Q3 adalah opsi bert tenor tak terdefinisi karena gross margin Q3 tidak bisa terbit dalam hitungan minggu; premis "tidak ada katalis" bersifat simetris sehingga tidak menyokong Hold; YP avg 206 tanpa catatan jual impas = overhang tidak bersih. 3) Neutral benar soal mekanik (satu spike volume bukan regime, jadi eksekusi dikunci ke volume aktual), tapi sisa 25-40% hanya masuk akal bila ada tesis naik yang layak dibayar; satu-satunya kandidat, insider buying, gagal uji: ukuran beli mengecil 92.600 (Jan) -> 15.100 (Jul) -> 2.400 (Agu), banyak record harga "@ 0" sehingga nilai tak terukur, dan Gading Danalestari jual 400.000 lembar 11 Mei. 4) Teknikal aktif bearish: close 199 di bawah 50 SMA 205,50, 200 SMA 206,59, BB mid 206,25, VWMA 206,65; VWMA turun 212,82 -> 206,65 dengan volume 5,5x rata-rata; MACD -4,24 / signal -2,79 / hist -1,45 melebar negatif; RSI 46,27 belum oversold sehingga downside ke 177 belum termonetisasi; high 220 ditolak, close 9,5% di bawah high. 5) Bandarmologi distribusi: EP -Rp29,18 jt, DR -Rp5,52 jt, DH -Rp4,34 jt, KI -Rp3,32 jt, HD -Rp2,79 jt vs retail XL +Rp24,90 jt, YP +Rp19,88 jt; foreign net nol. 6) Koreksi bull valid (beban bunga Rp165 juta rendah, Fed tidak relevan) justru memperkuat bear: yang membunuh LRNA adalah operasi, bukan utang; pendapatan keuangan Rp444 juta (3,6% revenue) tidak menutup defisit gross margin. Risiko tak dibayar kompensasi dipotong; opsionalitas lebih murah di luar posisi. Perubahan call: close > 206,59 dan > 206,65 dengan volume di atas rata-rata -> masuk bertahap maksimum 1/3 alokasi awal; gross margin Q3 positif dengan ekuitas dan kas terkonfirmasi positif -> eksposur penuh; Q3 tertunda -> tetap di luar posisi. Monitor: rights issue, restrukturisasi utang, suspensi, perubahan kepemilikan material.

Price Target: 177.0

Time Horizon: 1-2 sesi untuk exit bertahap (dikunci ke volume aktual, bukan kalender); re-entry hanya setelah konfirmasi close > 206,59 dan > 206,65 dengan volume di atas rata-rata

Rencana trader

299 kata

Action: Sell

Reasoning: Plan riset = Sell, teknikal konfirmasi bearish. Close 199 di bawah 50 SMA 205,50, 200 SMA 206,59, BB mid 206,25, VWMA 206,65. VWMA turun 212,82 → 206,65 dengan volume 1.074.900 (~5,5x avg 20d) = volume masuk di harga rendah, distribusi. MACD -4,24 / signal -2,79 / hist -1,45 melebar negatif. RSI 46,27 belum oversold, ruang turun ada. High 220 ditolak keras, close 9,5% di bawah high — supply 215-220 nyata. Bandarmologi: institusi jual (EP -Rp29,18 jt, DR, DH, KI, HD), retail beli (XL, YP, XC). Basis XL avg 208, YP avg 206, harga 199 — buyer besar underwater, jadi supply potensial saat rebound ke 206. Tak ada dukungan foreign (net 0). Unit economics: COGS 125,6% revenue, gross margin -25,6%, rugi H1 Rp9,15 miliar vs market cap Rp69,65 miliar. Tak ada kompensasi dibayar untuk risiko itu. Trigger beli plan (close >206,59 dan >206,65 + volume) belum kena — no-trade untuk long. Opsionalitas lebih murah di luar posisi daripada bertahan. Exit bertahap karena likuiditas tipis (0,31%/hari): 3-5 potongan, limit order, maks ~20-25% volume harian per potongan. Jangan avg down. Jika sisa posisi tembus bawah 177 (di bawah BB lower 178,64 dan S2 177), keluar tanpa negosiasi. Masuk lagi hanya jika close >206,59 dan >206,65 + volume di atas rata-rata + gross margin Q3 positif. Belum ada data neraca/kas/arus kas/jadwal Q3 — ketiadaan data memperbesar ketidakpastian, bukan menetralkan.

Entry Price: 199.0

Stop Loss: 177.0

Position Sizing: Kurangi 100% posisi LRNA.JK dalam 1-2 sesi. Pecah jadi 3-5 limit order, maks ~20-25% volume harian rata-rata per potongan (~197K lembar avg 20d, jadi ~40K-50K lembar per potongan). Jangan market order, jangan satu blok besar. Risiko per 1R = 199 - 177 = Rp22 (~11% harga, ~1,5x ATR 14,93); lot = risiko rupiah / 22. Tanpa posisi: hindari masuk.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

708 kata

Recommendation: Sell

Rationale: Bear menang telak. Bull sendiri mengakui tiga dari empat pilar patah: margin, likuiditas, momentum. Yang tersisa cuma insider buying — dan itu pun rapuh setelah dibedah.

Yang memutuskan:

  1. Aritmetika unit economics tidak terbantahkan. COGS 125,6% revenue. Gross margin -25,6%. Tiap rupiah penjualan rugi Rp0,26 di level variabel. G&A 51,6% revenue, total beban 177% revenue. Ini bukan gangguan kuartalan — model bisnis tidak menutup biaya variabel. Rugi H1 Rp9,15 miliar = 13,1% market cap dalam 6 bulan. Ekuitas terkikis dalam hitungan kuartal.

  2. Bull menilai solvabilitas dari ketiadaan data. Tidak ada neraca, tidak ada arus kas — benar. Tapi ketiadaan data bukan argumen untuk Hold; itu penundaan. Nilai dari yang ada: rugi Rp9,15 miliar/semester vs market cap Rp69,65 miliar. Aritmetika ini tidak butuh neraca.

  3. Insider buying tidak bisa dibedakan maknanya. Frekuensi 13 kali, tapi ukuran beli mengecil: 92.600 (Jan) → 15.100 (Jul) → 2.400 (Agu). Pemegang terbesar di daftar (Gading Danalestari) jual 400.000 lembar 11 Mei. Banyak record harga "@ 0" = nilai transaksi tidak terukur. Sinyal yang tidak bisa dipisahkan antara "murah" dan "mempertahankan kontrol" bukan tesis.

  4. Bandarmologi = distribusi, bukan akumulasi. Net buyer: broker retail (XL +Rp24,90 jt, YP +Rp19,88 jt). Net seller: institusi (EP -Rp29,18 jt, DR -Rp5,52 jt, DH, KI, HD). Basis XL 208, YP 206, harga 199 — buyer besar underwater, jadi supply potensial saat rebound.

  5. Teknikal aktif bearish, bukan netral. Close 199 di bawah 4 rata-rata (50 SMA 205,50; 200 SMA 206,59; BB mid 206,25; VWMA 206,65). VWMA turun 212,82 → 206,65 dengan volume 5,5x rata-rata = volume masuk di harga rendah. MACD histogram negatif melebar (-4,24 / signal -2,79 / hist -1,45). RSI 46,27 belum oversold.

Koreksi poin bull yang valid tapi tidak menyelamatkan: beban bunga rendah (Rp165 juta) memang benar, dan argumen "Fed tidak relevan" diterima. Tapi itu justru memperkuat bear: kalau bukan utang, yang membunuh LRNA adalah operasi — masalah yang jauh lebih sulit diperbaiki daripada refinancing. Pendapatan keuangan Rp444 juta = 3,6% revenue, tidak menutup defisit gross margin.

Kenapa Sell, bukan Hold: Hold berarti bertahan di bisnis yang merugi di level unit, terdistribusi institusi, dan terkunci likuiditas 0,31%/hari. Tidak ada kompensasi yang dibayar untuk risiko itu. Bull mengajukan trigger Q3 — tapi masuk kembali setelah close >206,59/206,65 dengan konfirmasi margin tidak kehilangan apa pun dibanding bertahan sekarang. Opsionalitas lebih murah di luar posisi.

Yang tidak bisa dinilai: ekuitas, kas, arus kas, jadwal rilis Q3 2026 — tidak tersedia di data ini. Ini memperbesar ketidakpastian, bukan menetralkannya, karena skenario ekuitas negatif mendahului restrukturisasi dilutif.

Strategic Actions:

Sized terhadap alokasi standar (asumsi posisi normal = 100% dari alokasi satelit small-cap yang dialokasikan untuk LRNA.JK):

  1. Keluar penuh dari posisi. Target exit 100% dalam 1–2 sesi. Jangan tunggu harga balik ke 206 — trigger bull justru titik keluar lebih baik, bukan alasan menahan.

  2. Eksekusi bertahap karena likuiditas 0,31%/hari. Pecah order jadi 3–5 potongan, maksimum ~20–25% dari volume harian rata-rata per potongan. Pakai limit order, jangan market order. Jangan pernah menempatkan satu blok besar — akan menekan harga terhadap diri sendiri.

  3. Batas kerugian keras. Jika belum tereksekusi penuh dan harga tembus di bawah Rp177 (di bawah BB lower 178,64 dan S2 177), keluar sisa posisi tanpa negosiasi. Itu invalidasi struktur.

  4. Jangan tambah, jangan average down. Tidak ada kondisi saat ini yang membenarkan penambahan eksposur.

  5. Syarat masuk kembali — semua harus terpenuhi bersamaan:

    • Close harian > Rp206,59 (200 SMA) dan > Rp206,65 (VWMA)
    • Volume di atas rata-rata pada hari breakout
    • Gross margin Q3 2026 positif (COGS < revenue)
    • Idealnya: angka ekuitas dan kas dari laporan Q3 tersedia dan ekuitas masih positif Masuk kembali bertahap (maksimum 1/3 alokasi awal) hanya setelah konfirmasi, bukan sebelum.
  6. Jika Q3 2026 tidak tersedia atau tertunda: tetap di luar posisi. Penundaan pelaporan pada emiten dengan rugi 13,1% market cap per semester adalah sinyal negatif, bukan netral.

  7. Monitor wajib: pengumuman rights issue, restrukturisasi utang, suspensi, atau perubahan kepemilikan material — semuanya jalur penurunan nilai yang lebih cepat dari perkiraan.

Catatan kejelasan: Rekomendasi ini adalah keluar dari posisi pada instrumen LRNA.JK. Jika trader belum memiliki posisi, artinya hindari masuk. Keputusan eksekusi bertahap di atas bersifat operasional dan harus dijalankan sesuai urutan; jangan menunda potongan pertama dengan harapan rebound ke level 206.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa teknikal dan aliran dana

801 kata

LRNA.JK — Analisa 2026-10-28

Harga & struktur

Close 199 (Open 197, High 220, Low 193). Range 27 poin = 14% dari 193. Volume 1.074.900 lembar, nilai Rp222,26 juta, 446 transaksi. Volume ~5,5x rata-rata 20d (~197K) — spike nyata.

Tapi: high 220 ditolak, close 199 = 9,5% di bawah high hari. Gap open 197 → high 220 → close 199. Supply di ~215-220 keras.

Trend

MA/indikator Nilai Posisi harga
close_10_ema 198,15 harga 199 sedikit di atas
close_50_sma 205,50 harga di bawah
close_200_sma 206,59 harga di bawah
boll (mid 20) 206,25 harga di bawah
vwma 206,65 harga di bawah

Harga di bawah 50/200 SMA + Bollinger mid + VWMA = struktur bearish menengah. 50 SMA (205,50) hampir menyentuh 200 SMA (206,59) — death cross tipis sudah terjadi. VWMA turun tajam 212,82 (27 Okt) → 206,65 (28 Okt): volume masuk di harga rendah, bukan tinggi. Itu distribusi, bukan akumulasi.

Momentum

MACD -4,24, signal -2,79, hist -1,45. Histogram negatif dan melebar = momentum turun masih punya tenaga. RSI 46,27 — netral-bearish, ruang turun masih ada, belum oversold.

Volatilitas

ATR 14,93 (~7,5% harga). Boll upper 233,86 / lower 178,64. Harga di kuadran bawah-mid band.

Jejak 2 bulan

10-09 close 222 → 10-16 close 184 (jatuh, low 182). Rebound 10-20 s/d 10-27 ke 192-197, lalu 10-28 close 199. Belum ada reclaim 50/200 SMA.

Bandarmologi (IDX, berlaku)

Net buyer: XL (Stockbit) +Rp24,90 juta / +112.200 lembar; YP (Mirae) +Rp19,88 juta / +97.100; XC (Ajaib) +Rp1,26 juta; BQ +Rp1,02 juta; ZP (Maybank) +Rp949K. Net seller: EP (MNC) -Rp29,18 juta / -138.800; DR (RHB) -Rp5,52 juta; DH (Sinarmas) -Rp4,34 juta; KI (Ciptadana) -Rp3,32 juta; HD (KGI) -Rp2,79 juta.

Pola: retail/platform broker (Stockbit, Ajaib) akumulasi, broker institusi/dana besar (MNC, RHB, Sinarmas, KGI, Mandiri, BNI) distribusi. Bukan pola foreign akumulasi. Maybank (ZP) beli kecil +Rp949K di avg 193 — satu-satunya broker berbau asing, nominal tidak material. Foreign net 0 di data harga.

Level akumulasi XL: avg 208 (Rp117,98 juta beli), avg 205 jual (Rp93,08 juta). YP beli avg 206. BQ beli avg 213. Artinya price ladder inflow ada di 203-213, dan harga sekarang (199) di bawah basis rata-rata pembeli besar — posisi buyer besar sedang underwater tipis. Seller EP avg 210.

Baca: bullish bandarmologi lemah, tidak didukung broker institusi. Score vendor 40/75 = WASPADA.

Konflik data

Vendor verdict RSI 38 vs snapshot 46,27. Vendor SMA20 206 vs boll 206,25. ATR vendor Rp16 vs 14,93. Pakai angka snapshot (source of truth). Arah kesimpulan sama: bearish.

Rencana

  • Bias: bearish menengah, bounce jangka pendek rapuh.
  • Trigger edukatif beli: close harian > 206,59 (200 SMA) DAN > 206,65 (VWMA) + volume > rata-rata. Tanpa itu = no-trade.
  • Resistance: 206-207 (VWMA/200 SMA/BB mid), lalu 215 (R1 vendor), 220 (high 28 Okt), 233,86 (BB upper).
  • Support: 188 (S1 vendor), 184 (low 16 Okt), 178,64 (BB lower), 177 (S2).
  • Jika punya posisi: disiplin stop di bawah 177, ukuran posisi per ATR 14,93 (risiko 1R = jarak stop nyata; ukuran lot = risiko rupiah / (entri - stop)).
  • Tidak ada konfirmasi reversal (RSI belum divergen bullish, MACD hist negatif). Tunggu.

Rating: Hold (bearish-lean, avoid new long until 200 SMA reclaim)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Item Data / Nilai Baca
Close 2026-10-28 199 di atas 10 EMA, di bawah 50/200 SMA
High / Low harian 220 / 193 gap high-close 9,5%, supply di 215-220
Volume 1.074.900 (≈5,5x avg 20d) spike, tapi VWMA turun = volume jual-led
close_10_ema 198,15 harga tipis di atas
close_50_sma 205,50 resistensi dinamis
close_200_sma 206,59 benchmark bearish; 50<200 = death cross
boll / ub / lb 206,25 / 233,86 / 178,64 harga di kuadran bawah-mid
vwma 206,65 turun dari 212,82 (27 Okt)
rsi 46,27 netral-bearish, belum oversold
macd / signal / hist -4,24 / -2,79 / -1,45 momentum turun melebar
atr 14,93 sizing posisi & stop
Broker net top XL +Rp24,90 jt; YP +Rp19,88 jt; EP -Rp29,18 jt; DR -Rp5,52 jt retail akumulasi vs institusi distribusi
Basis akumulasi XL avg 208 beli buyer besar underwater tipis di 199
Foreign net 0 tidak ada dukungan asing
Vendor Score 40/75 WASPADA; RSI 38 (beda vs 46,27) konfirmasi bearish, angka pakai snapshot
Level kunci 206,6 / 215 / 220 / 233,9 vs 188 / 184 / 178,64 / 177 trigger & stop

Analisa fundamental

1231 kata

Laporan Fundamental LRNA.JK — PT Eka Sari Lorena Transport Tbk

As of 2026-10-28. Sumber: IDX Edge PRO. Semua angka rupiah.

1. Profil & Identitas

  • Nama: PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. Kode: LRNA. Bursa: IDX (JKT).
  • Klasifikasi: Industrials / Railroads. Catatan: bisnis inti historis = bus AKAP & transportasi darat, bukan rail freight. Klasifikasi "Railroads" bisa salah tag. Perlu konfirmasi laporan tahunan.
  • Saham beredar: 350.000.022 lembar.
  • Kapitalisasi pasar: Rp69,65 miliar.
  • Harga terakhir: Rp199 (+3,11% / +Rp6). VWAP Rp206,77 (harga tutup di bawah VWAP hari itu).
  • Likuiditas: turnover ratio 0,003071 (~0,31% saham beredar). Volume 10.749 lot = Rp222,26 juta nilai transaksi. Frekuensi 446.
  • Implikasi: saham sangat tidak likuid. Slippage besar. Posisi besar sulit masuk/keluar. Layak untuk nominal kecil saja.

2. Laba Rugi Terbaru — Q2 2026 (periode kumulatif H1 2026, sesuai format filing)

Pos Nilai (Rp)
Penjualan & pendapatan usaha 12.248.171.040
Beban pokok penjualan -15.379.335.956
Laba bruto -3.131.164.916
Beban umum & administrasi -6.323.913.139
Pendapatan keuangan +444.304.363
Beban bunga & keuangan -165.080.249
Pendapatan lainnya +25.849.870
Laba sebelum pajak -9.150.004.071
Laba bersih -9.150.004.071 (seluruhnya atribusi induk)

Analisis:

  • Gross margin negatif -25,6%. Beban pokok 125,6% dari pendapatan. Unit ekonomi tidak menutup biaya variabel.
  • Opex (G&A) = 51,6% pendapatan. Total beban operasi > revenue 177%.
  • Beban bunga relatif kecil (Rp165 juta) vs kerugian. Masalah bukan beban utang, tapi struktur biaya operasional.
  • Pendapatan keuangan Rp444 juta > beban bunga. Ada kas/aset finansial, tapi tidak menutup rugi operasi.
  • Tidak ada baris pajak (rugi → nol pajak).
  • Rugi bersih -Rp9,15 miliar = -75% dari revenue. Burn ekstrem.

3. Histori Laporan — Keterbatasan Data

  • Balance sheet, cashflow, income statement: tersedia listing 12 periode kuartalan (Q3 2023–Q2 2026) dan 4 tahunan (FY2022–FY2025), tanggal ambil 2026-08-02 dan 2026-09-27.
  • Isi baris periode tidak terkirim — tool hanya mengembalikan header/seksi, tanpa angka per pos. Jadi neraca, arus kas, dan histori tren laba (YoY, QoQ) tidak bisa diverifikasi dari tool.
  • Data Q2 2026 (diambil 2026-10-05) hanya tersedia lewat endpoint fundamentals; balance sheet/cashflow Q2 2026 tidak tersedia terpisah.

Kesimpulan konservatif: jangan klaim tren multi-periode. Hanya Q2 2026 yang valid.

4. Neraca & Arus Kas

  • Tidak tersedia detail angka. Tidak bisa hitung: ekuitas, total utang, DER, current ratio, book value per share, P/B, kas bersih.
  • Petunjuk tidak langsung dari laba rugi: ada pendapatan keuangan Rp444 juta H1 → kemungkinan ada kas/aset finansial material. Beban bunga rendah → leverage konservatif atau utang berbunga kecil.
  • Rugi -Rp9,15 miliar vs market cap Rp69,65 miliar → ekuitas berisiko terkikis cepat. Jika ekuitas awal kecil, risiko ekuitas negatif dalam 2–4 kuartal ke depan. Flag risiko utama.

5. Insider Transactions (15 dari 210 record)

Pola jelas:

  • SIAUW YUNUS SUBANDI — akumulasi konsisten, 11 transaksi BUY Jan–Agu 2026.
    • 2026-01-12: +92.600 → 25.922.900
    • 2026-01-13: +69.800
    • 2026-01-14: +122.900
    • 2026-01-15: +100.000 & +100.000
    • 2026-01-19: +30.400 → 26.346.000
    • 2026-02-02: +200.000 → 26.546.000
    • 2026-06-26: +3.500
    • 2026-06-29: +127.500
    • 2026-06-30: +131.100 → 26.808.100
    • 2026-07-17: +76.800 @ harga 180
    • 2026-07-20: +15.100
    • 2026-07-21: +76.800 → 26.900.000
    • 2026-08-05: +2.400 → 26.902.400
    • Total beli 2026: ~1,07 juta lembar. Posisi naik dari 25.830.300 → 26.902.400 (+4,15% posisi).
    • Harga beli tercatat hanya satu: Rp180 (2026-07-17). Harga kini Rp199 = +10,6% di atas beli.
  • GADING DANALESTARI — SELL 2026-05-11: -400.000 → 44.885.500. Pemegang terbesar. Penjualan kecil (0,89% posisi) tapi arah berlawanan pemegang lain.
  • Catatan: banyak record harga "@ 0" = harga tidak terlaporkan. Tidak bisa ukur bobot nilai transaksi.
  • Interpretasi: insider buying kuat dan persisten sepanjang 2026 — sinyal keyakinan, tapi terjadi bersamaan dengan rugi Q2 2026 (-Rp9,15 miliar). Aksi beli bukan konfirmasi perbaikan fundamental; bisa mean-reversion/penambahan kepemilikan murah.

6. Seasonality

  • Tidak ada data. Tidak bisa dipakai untuk timing.

7. Sintesis untuk Trader

Bullish:

  • Insider accumulation konsisten Jan–Agu 2026 (Siauw Yunus Subandi), termasuk beli di Rp180.
  • Harga +3,11% hari ini. Market cap kecil (Rp69,65 miliar) = mudah bergerak dengan volume kecil.
  • Beban bunga rendah; ada pendapatan keuangan → neraca mungkin tidak tegang dari sisi utang.

Bearish:

  • Gross margin -25,6%. Revenue tidak menutup beban pokok. Model bisnis merugi di level unit.
  • Rugi H1 2026 -Rp9,15 miliar = 13,1% market cap dalam 6 bulan.
  • Likuiditas hampir nol (Rp222 juta/hari). Tidak bisa keluar posisi tanpa menggerakkan harga.
  • Harga tutup Rp199 < VWAP Rp206,77 → tekanan jual intraday.
  • Gading Danalestari jual 400k lembar (Mei 2026) — pemegang besar mengurangi.
  • Tajam risiko ekuitas negatif dalam beberapa kuartal bila rugi berlanjut.
  • Neraca & arus kas detail tidak tersedia → tidak bisa ukur solvabilitas. Risiko informasi tinggi.

Setup trading: strukturnya "distressed small cap + insider support". Cocok hanya untuk spekulasi kecil jangka pendek dengan stop ketat di bawah Rp180 (level beli insider). Tanpa perbaikan gross margin atau neraca yang lebih jelas, tidak ada dasar fundamental untuk posisi besar.

Trigger untuk naik view: Q3 2026 gross margin positif, atau neraca menunjukkan ekuitas tetap positif dengan kas cukup. Trigger untuk turun view: rugi berlanjut > Rp10 miliar/kuartal, atau pengumuman ekuitas negatif/restrukturisasi.

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Tabel Ringkas

Kategori Metrik Nilai Interpretasi
Identitas Kode / Bursa LRNA / IDX Industrials, tag "Railroads" perlu verifikasi
Harga Last / VWAP Rp199 / Rp206,77 Tutup di bawah VWAP, lemah intraday
Perubahan 1 hari +6 (+3,11%) Rally kecil, volume tipis
Likuiditas Turnover ratio 0,0031 (0,31%) Sangat tidak likuid, slippage tinggi
Nilai transaksi Hari ini Rp222,26 juta / 10.749 lot / 446 freq Tipis
Kap. pasar Market cap Rp69,65 miliar Micro cap
Revenue H1 2026 Penjualan Rp12,248 miliar —
Biaya pokok H1 2026 COGS -Rp15,379 miliar (125,6% rev) Gross margin -25,6%
Laba bruto H1 2026 Gross profit -Rp3,131 miliar Merugi di level unit
Opex H1 2026 G&A -Rp6,324 miliar (51,6% rev) Beban tetap berat
Laba bersih H1 2026 Net loss -Rp9,150 miliar -75% dari revenue
Rasio rugi Net loss / mcap 13,1% per 6 bulan Ekuitas terkikis cepat
Beban bunga H1 2026 -Rp165 juta Rendah vs rugi operasi
Neraca Detail Tidak tersedia DER/likuiditas tidak terukur
Arus kas Detail Tidak tersedia Burn/operating CF tidak terukur
Insider Siauw Yunus Subandi 13 BUY, +1,07 jt lbr (Jan–Agu 2026) Akumulasi persisten
Insider Gading Danalestari SELL 400.000 (11 Mei 2026) Pemegang besar kurangi
Insider Harga beli terakhir diketahui Rp180 (17 Jul 2026) Harga kini +10,6% dari beli
Seasonality Data Tidak ada Tidak jadi dasar timing
Risiko kunci Ekuitas negatif Bila rugi berlanjut Perlu monitor Q3 2026
Sinyal beli Gross margin positif Belum ada —
Rating — Sell Fundamental merugi, likuiditas nol

Analisa sentimen

391 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Sentiment Report — LRNA.JK (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)

Periode: 2026-10-21 s/d 2026-10-28 | Sektor: Industrials / Railroads | Bursa: JKT

Ringkasan

Semua tiga sumber data gagal/ kosong. Tidak ada sinyal sentimen yang bisa diekstrak. Skor 5 = netral murni, bukan karena sumber seimbang, tapi karena sumber bisu.

Breakdown per sumber

1. News (Yahoo Finance, 7 hari terakhir) Status: DATA_UNAVAILABLE. "No configured vendor could serve get_news right now (Yahoo Finance has no news articles tagged LRNA.JK)." Tidak ada headline institusional. Tidak ada info katalis, earnings, kontrak, atau kebijakan. Ini tidak menyatakan apa pun soal emiten — hanya tidak ada cakupan berita.

2. StockTwits Status: unavailable (HTTPError). Tidak ada pesan, tidak ada tag Bullish/Bearish, tidak ada rasio retail. Sinyal retail tidak terbaca sama sekali. Sample size = 0, jadi rasio bullish/bearish tidak bisa dihitung.

3. Reddit Status: "no Reddit discussion queried for LRNA.JK". Tidak ada thread. Tidak ada diskusi komunitas. Tidak ada subreddit yang menyebut ticker ini.

Divergensi

Tidak ada. Divergensi butuh minimal dua sumber aktif; di sini nol.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada tema berulang karena tidak ada data mentah.

Katalis & risiko

Tidak teridentifikasi dari sumber mana pun. Trader harus mengandalkan fundamentals (laporan keuangan, laporan tahunan BEI/IDX), likuiditas saham, dan technicals — bukan sentimen.

Tabel sinyal

Sinyal Arah Sumber Bukti
News framing Tidak tersedia Yahoo Finance DATA_UNAVAILABLE, no articles tagged LRNA.JK
Retail sentiment (Bullish/Bearish tag) Tidak tersedia StockTwits HTTPError, sample size 0
Community discussion Tidak tersedia Reddit No discussion queried
Volume cakupan Nol Semua sumber 0 artikel, 0 pesan, 0 post

Batasan data (eksplisit)

  • Confidence: low. Bukan karena sinyal campur, tapi karena tidak ada sinyal.
  • StockTwits HTTPError = kegagalan teknis, bukan indikasi bearish.
  • LRNA.JK saham kecil (small cap, sektor transportasi darat/kereta) — cakupan media dan retail naturally tipis. Ketiadaan data kemungkinan struktural, bukan kejadian satu minggu.
  • Jangan tafsirkan skor 5 sebagai "pasar netral terhadap LRNA.JK". Artinya: tidak ada bukti.

Saran untuk trader

Cek likuiditas dan bid-ask spread LRNA.JK sebelum aksi apa pun. Cari katalis dari filing IDX langsung (keterbukaan informasi, laporan keuangan kuartalan). Sentimen sosial tidak akan membantu untuk ticker ini.

Analisa berita

656 kata

Laporan Riset Berita — LRNA.JK (PT Eka Sari Lorena Transport Tbk)

1. Berita spesifik emiten: TIDAK TERSEDIA

get_news untuk LRNA.JK kosong. Vendor (Yahoo Finance) tidak punya artikel bertag LRNA.JK. Ini bukan sinyal negatif soal emiten — murni keterbatasan data. Jangan estimasi, jangan karang.

Konsekuensi praktis: LRNA.JK = micro-cap IDX, likuiditas tipis, tidak diliput media. Katalis harga akan datang dari rilis IDX (laporan keuangan kuartalan, keterbukaan informasi), bukan dari wire global.

2. Data makro FRED: TIDAK TERSEDIA

get_macro_indicators gagal (FRED_API_KEY tidak diset). Tidak ada CPI, core PCE, unemployment, fed funds, 10Y, yield curve. Analisis makro di bawah pakai prediction market + berita global saja. Angka makro konkret tidak tersedia.

3. Kondisi global pekan ini (21–28 Okt 2026)

  • Berita global yang tersedia sangat sempit — dominan tech/IBM/Oracle/Intel + rilis market report. Tidak ada berita makro AS, China, atau Indonesia dalam feed.
  • Tema dominan: sengketa tokenisasi saham di venue OKX-ICE. JPMorgan, AMD, Coca-Cola, Intel, Oracle, IBM menolak (33 penolak). Isu struktural pasar, tidak relevan langsung ke transportasi darat Indonesia.
  • S&P/TSX "choppy trade" — indikasi pasar global tanpa arah jelas.

4. Sinyal suku bunga & resesi (Polymarket)

  • 95%+ probabilitas: TIDAK ada pemotongan Fed di 2026 (96% volume $9,2 juta). Hanya 3% untuk cut sampai Des 2026.
  • Fed emergency cut sebelum 2027: 2%, turun 1,1pp dalam sepekan — risiko stres sistemik mereda.
  • Cut Maret 2027: 14%. Juli 2027: 46%. Pasar harga siklus pelonggaran baru di 2027.
  • Resesi AS akhir 2026: 8%. Rendah. Rezim: higher-for-longer, tanpa resesi dekat.

5. Implikasi untuk LRNA.JK

  • Beban bunga tetap tinggi. Emiten transportasi darat berleverage (bus/angkutan) sensitif ke biaya utang. Fed tidak turun 2026 = refinancing mahal sepanjang tahun.
  • Biaya energi/BBM adalah risiko nomor satu untuk operator bus. Tidak ada data minyak di feed ini — cek harga crude & kebijakan subsidi BBM Indonesia secara terpisah.
  • Permintaan domestik Indonesia lebih menentukan daripada makro AS. Rupiah dan belanja konsumen domestik = driver utama. Data itu tidak ada di tool ini.
  • Resesi AS 8% = eksposur ekspor minim, jadi kabar baiknya risiko global rendah dampaknya.

6. Kondisi IDX

  • Screener IDX Edge PRO (28 Okt 2026): bucket "RISIKO PANTULAN" = PIPA (WR 66,7%, potensi +17%), "SINYAL TELAT" = LUCY, NATO. LRNA.JK tidak muncul di screener mana pun — tidak ada sinyal momentum, tidak ada flag risiko, tidak ada event.
  • Market status: tutup, buka Kamis 09:00 WIB. Breadth kosong (pre-open).

7. Aksi trader

  1. Berita emiten kosong = tidak ada katalis baru terkonfirmasi. Cari pengumuman IDX langsung (IDXnet/website perseroan).
  2. Tidak ada momentum/sinyal teknikal LRNA.JK di screener — jangan paksa entry.
  3. Risiko dominan: likuiditas tipis + biaya utang tinggi (no Fed cut 2026). Posisi kecil atau tunggu konfirmasi volume.
  4. Katalis berikut: rilis laporan keuangan kuartal (cek jadwal IDX), harga BBM, kurs USD/IDR.

Rating: Hold

Kategori Temuan Bukti Dampak LRNA.JK
Berita emiten Tidak tersedia get_news kosong untuk LRNA.JK Netral — tanpa katalis, tanpa red flag
Makro FRED Tidak tersedia FRED_API_KEY tidak diset Analisis makro tanpa angka keras
Fed 2026 96% tidak ada cut Polymarket, vol $9,2 jt Negatif — biaya utang tetap tinggi
Cut Fed 14% Mar 2027, 46% Jul 2027 Polymarket (vol tipis) Pelonggaran baru 2027, bukan sekarang
Resesi AS 2026 8% Polymarket, vol $2,4 jt Netral-positif — eksposur global minim
Berita global Dominan tech/tokenisasi saham Feed 21–28 Okt Tidak relevan langsung
IDX screener LRNA.JK tidak muncul IDX Edge PRO 28 Okt Tidak ada sinyal momentum/event
Pasar IDX Tutup, buka Kamis 09:00 WIB get_market_breadth Breadth tidak terbaca pre-open
Risiko utama Likuiditas tipis + biaya utang Micro-cap, no-cut regime Jaga posisi kecil

Rating: Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD