Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Lupromax Pelumas Indonesia Tbk.

LMAX · analisa Rabu, 28 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

92 rupiah per lembar · +9,52% · 2026-10-28

Net broker seluruhnya 114,1 jt rupiah. Kapitalisasi 59,8 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. Turunkan LMAX.JK ke nol atau mendekati nol. Ketiga analis risiko konvergen ke Sell, dan konvergensi itu bukan hasil kompromi — mereka setuju pada rantai bukti yang sama: laba inti nyaris nol, net bandarmologi nol, tren turun utuh, reward-risk 1,3:1.
Aliran dana
XL beli 59,9 jt · CC jual 7,9 jt
Keyakinan
C40 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-10,3% terhadap SMA50, asing 0,0% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C40

Skor 40.1 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 16/25

net 114,1 jt dari bruto 402,7 jt, 8/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-10,3% vs SMA50, return 20 sesi -11,5%

Likuiditas 0/15

rata-rata 111,4 jt rupiah per hari

Volatilitas 6/15

ATR 8.5% lebar, stop jadi mahal

VWAP
92
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
263,7 jt
rupiah, sesi 2026-10-28
Frekuensi
219
kali transaksi
Volume
2,9 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2023-08-09 sampai 2026-10-28. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 59,9 jt 654,4 rb 120,6 jt 60,8 jt
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 53,4 jt 582,3 rb 113,1 jt 59,7 jt
EP MNC SEKURITAS 12,6 jt 137,0 rb 12,6 jt -
GR PANIN SEKURITAS TBK. 5,1 jt 55,0 rb 5,1 jt -
CP KB VALBURY SEKURITAS 1,1 jt 11,9 rb 1,1 jt -
NI BNI SEKURITAS 218,0 rb 2,4 rb 282,2 rb 64,2 rb
IF SAMUEL SEKURITAS INDONESIA 92,0 rb 1,0 rb 184,0 rb 92,0 rb
AZ SUCOR SEKURITAS 9,2 rb 100 9,2 rb -
PD INDO PREMIER SEKURITAS -2,5 jt -27,2 rb - 2,5 jt
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA -2,8 jt -30,0 rb - 2,8 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 92 120,6 jt OD 92 92,0 jt
XC 92 113,1 jt XL 92 60,8 jt
EP 92 12,6 jt XC 92 59,7 jt
CC 92 5,5 jt YP 90 18,1 jt
YP 92 5,2 jt CC 91 13,4 jt
GR 92 5,1 jt YJ 92 9,2 jt
CP 92 1,1 jt SF 92 5,1 jt
NI 91 282,2 rb KK 92 2,8 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 55 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-10-26 JONG ANTON DWI PUTRO - Buy +91,000,000 -
2026-09-21 AGUS SANUSI - Sell -310,000 0
2026-09-09 AGUS SANUSI - Sell -420,600 0
2026-09-08 AGUS SANUSI - Sell -219,000 0
2026-01-05 AGUS SANUSI - Sell -3,525,000 0
2025-12-19 RAYMON YONARTO - Sell -1,019,200 0

Keputusan akhir

893 kata

Rating: Sell

Executive Summary: Turunkan LMAX.JK ke nol atau mendekati nol. Ketiga analis risiko konvergen ke Sell, dan konvergensi itu bukan hasil kompromi — mereka setuju pada rantai bukti yang sama: laba inti nyaris nol, net bandarmologi nol, tren turun utuh, reward-risk 1,3:1. Jual bertahap maks 10% volume harian rata-rata per sesi (batas bawah, bukan 15%), manfaatkan sisa rentang 92–96 kalau muncul, jangan paksa keluar di hari sepi dengan turnover 0,44%. Belum punya posisi: jangan buka. Jangan kejar 92. Risiko gap dan slippage 5–10% tetap ada meski sizing kecil — likuiditas tidak bisa dijinakkan dengan ukuran posisi.

Investment Thesis:

Yang memutuskan: kualitas laba, bukan insider buy. Agresif, Konservatif, dan Netral semuanya sepakat operating profit ~Rp0,65 M (margin 1,5%) melawan opex Rp16,71 M, dan laba ditopang pendapatan lain Rp772 juta. Gross margin 40,5% hampir habis oleh opex 39% penjualan. Pasar meminta 19x–38x untuk operasi yang secara efektif tidak menghasilkan laba. Tidak satu pun analis membantah angka ini. Ini fondasi keputusan, dan tidak ada data pembanding di prompt untuk melemahkannya.

Insider buy Jong 91 juta lembar (14%) = sinyal netral, bukan bullish. Harga transaksi kosong, sumber dana tidak diketahui. Agresif memperlakukannya sebagai teka-teki lalu diam-diam memakainya mendukung narasi distribusi — Netral memotong ini dengan benar sebagai standar ganda. Konservatif benar: karena harga tidak tercatat, kita tidak boleh membayar premium apa pun untuk sinyal itu, dan di 92 premium itu besar. Berjalan berdampingan dengan penjualan Agus Sanusi (39 jt → 34,5 jt, tren sejak Jan 2025). Sinyal ini menurunkan kualitas tesis, tidak memberi arah — dan itu cukup untuk menolak menambah eksposur, tidak cukup untuk memvonis crash.

Struktur harga: bounce dalam downtrend, bukan pembalikan. Close 92 di bawah SMA50 102,52 dan SMA200 131,12. Boll middle turun 109,5 → 93,95 dalam 6 minggu. MACD masih -4,65. Reclaim EMA10 89,42 = garis 10 hari; higher low 77→84→92 = enam sesi, kurang dari dua ATR (ATR 7,63). Agresif menang di sini, Netral mengakui "getaran" itu sendiri. Empat konfirmasi bullish semuanya sub-SMA50.

Bandarmologi: nol akumulasi net. Top buyer +Rp132,3 jt vs top seller -Rp132,3 jt. OD BRI Danareksa jual 1.000.100 lbr @92, diserap XL/XC. Value 28 Okt Rp263,65 jt < setengah value 15 Okt Rp567,5 jt. Volume besar, rupiah kecil = exit liquidity. Foreign net nol sepanjang enam bulan. Tidak ada katalis asing.

Reward-risk 1,3:1 tidak layak tambah eksposur. Entry 92, stop acuan 84 = 8 poin; target SMA50 = 10,5 poin. Stop lebih lebar (2 ATR) jadi 0,65:1. Ini argumen sizing dan arah keluar, bukan argumen pemusnahan total — tapi arahnya tetap keluar.

Di mana Konservatif dan Netral lebih benar dari Agresif: Sizing tidak menghilangkan gap risk. Di turnover 0,44% dan slippage 5–10%, posisi kecil pun bisa macet saat exit — karena itu ambil batas bawah 10% volume harian, bukan 15%. Klaim Agresif bahwa "tidak ada level stop lebih rapat dari 1 ATR" benar sebagai fakta teknikal, salah sebagai doktrin: kontrol risiko lewat ukuran posisi, bukan stop yang dipindah. MSCI 30 Nov (12%) adalah event biner yang tidak bisa dilindungi stop — Agresif menyebutnya "membaik" terlalu ringan; Konservatif benar bahwa untuk risiko seperti ini pengurangan eksposur dilakukan sebelum tanggal, bukan sesudah.

Di mana Netral lebih benar dari Konservatif: Pemicu exit dua-sesi-berturut di bawah 84 menghasilkan exit lebih buruk saat ATR 8%/hari (close 83 lalu 82 = keluar di 82, bukan 84). Pakai close di bawah 84 tanpa jeda untuk sisa posisi, sambil keluar bertahap lebih dulu. Penolakan Netral atas pengurangan paksa ke nol menjelang 30 Nov punya dasar: skenario utama sideways bearish 84–96, dan 88% tidak trigger — tapi ini argumen laju exit, bukan argumen tetap pegang.

Kenapa bukan Underweight atau Hold: Underweight menyiratkan menunggu dengan biaya kecil sambil mempertahankan eksposur. Tapi bukti bear di sini terverifikasi (laba inti, net bandarmologi nol, tren), sementara satu-satunya bukti bull — insider buy 14% — secara eksplisit tidak bisa diuji. Tidak ada skala posisi yang membuat aset tanpa arus kas terukur ini layak dipegang melewati event biner Q3 dan MSCI tanpa kompensasi. Asimetri bukti terlalu lebar untuk Hold.

Tindakan:

  • Kurangi ke ≤0,25 unit risiko, target nol. Belum punya posisi: jangan buka.
  • Exit bertahap 10% volume harian rata-rata; ambil sisa di 92–94 kalau ada.
  • Kerugian nominal sisa posisi ≤1,5% ekuitas.
  • Naik ke Hold/Overweight hanya jika SEMUA terpenuhi: (a) close >93,95 dua sesi dengan value harian >Rp300 jt; (b) Q3 opex turun dari 39% penjualan atau operating profit inti >Rp2 M tanpa pendapatan lain; (c) konfirmasi beli Jong di pasar dengan harga tercatat DAN Agus Sanusi berhenti jual. Tidak ada satu pun yang boleh dilonggarkan.
  • Keluar penuh/tingkatkan exit jika: Q3 laba inti ~nol, OD atau broker besar jual >1 juta lembar lagi tanpa penyerap, atau close <84.

Data yang hilang dan tidak diasumsikan (eksplisit): Neraca (kas, utang), arus kas operasi, harga transaksi insider, sumber dana Jong, rincian opex G&A vs penjualan per kuartal. Q3 dan arus kas operasi adalah dua item paling menentukan untuk revisi rating ke atas. Tanpa keduanya, tidak ada dasar untuk menaikkan rating, dan ketidaktahuan itu sendiri — bukan hanya bukti bearish — adalah alasan mengurangi eksposur, bukan mempertahankannya.

What would change it: Q3 dengan opex turun dari 39% penjualan ATAU operating profit inti >Rp2 M tanpa pendapatan lain, dikombinasikan dengan harga transaksi Jong tercatat dan Agus Sanusi berhenti jual, akan membalik tesis ke Overweight pada basis rendah (upside ~11% ke SMA50). Sebaliknya, penembusan support 84 atau 77 mengonfirmasi sisi bawah struktural.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana trader

391 kata

Action: Sell

Reasoning: Plan riset bilang Underweight. Itu Sell, bukan Hold. Tiga fakta terverifikasi menopang:

  1. Tren turun utuh. Close 92 di bawah SMA50 102,52 dan SMA200 131,12. Boll middle turun 109,5 ke 93,95 dalam 6 minggu. Reclaim EMA10 89,42 cuma garis 10 hari, bukan pembalikan.
  2. Bandarmologi nol akumulasi. Top buyer +Rp132,3 jt vs top seller -Rp132,3 jt. OD BRI Danareksa jual 1.000.100 lbr @92, XL+XC serap @92. Value Rp263,65 jt kurang separuh value 15 Okt Rp567,5 jt. Itu exit liquidity, bukan bandar bangun posisi. Foreign net 0, tanpa katalis asing.
  3. Reward-risk jelek. Entry 92, stop acuan 84 = 8 poin. Target SMA50 102,52 = 10,5 poin. Rasio ~1,3:1. Tidak layak tambah eksposur di volatilitas ATR 7,63 (8,3%/hari).

Bull kalah di titik uji: insider buy tidak ada harga transaksi, laba inti ~Rp0,65 M (margin 1,5%) melawan opex Rp16,71 M, dan syarat beli bull sendiri belum terpenuhi. Pasar minta 19x-37x untuk janji tanpa Q3, tanpa neraca.

Stop absolut tidak dipasang. Dengan ATR 7,63, stop di bawah 84 (27 Okt) kena noise harian. Kontrol risiko pakai ukuran posisi, bukan stop. Ini bukan angka persen yang dikonversi diam-diam: tidak ada level stop teknis yang lebih rapat dari 1 ATR yang bisa dipertahankan dari data ini. Kalau tetap pegang sisa posisi, kerugian nominal maksimal <= 1,5% ekuitas.

Naik ke Hold/Buy hanya kalau semua terpenuhi: close > 93,95 dua sesi dengan value harian > Rp300 jt; Q3 opex turun dari 39% penjualan atau operating profit inti > Rp2 M tanpa pendapatan lain; konfirmasi beli Jong di pasar dengan harga tercatat dan Agus Sanusi berhenti jual.

Keluar penuh kalau: Q3 laba inti ~nol, OD atau broker besar jual > 1 juta lembar lagi, atau close < 84.

Risiko dicatat tidak dibayar di harga 92: review MSCI Frontier 30 Nov, turnover 0,44%, free float tipis, slippage 5-10% realistis untuk posisi besar. Q3 akhir Okt/awal Nov = event dua arah, jangan tambah sebelum rilis.

Data hilang dan tidak diasumsikan: neraca (kas, utang), arus kas operasi, harga transaksi insider, sumber dana Jong, rincian opex per kuartal. Q3 dan arus kas operasi = dua item paling menentukan untuk revisi rating.

Entry Price: 92.0

Stop Loss: not provided

Position Sizing: Kurangi ke 0,25 unit risiko atau kurang dari alokasi standar 1,0 unit. Belum punya posisi: jangan buka. Exit bertahap maks 10-15% volume harian rata-rata per sesi.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

754 kata

Recommendation: Underweight

Rationale:

Bull kalah di tiga titik yang menentukan, dan menang retorika di satu titik.

  1. Insider buy tidak terverifikasi, jadi tidak bisa jadi fondasi. Bull taruh seluruh tesis di pembelian 14% Jong. Tapi data yang bull sendiri kutip: harga transaksi kosong, sumber dana tidak diketahui, dan berjalan berdampingan dengan penjualan Agus Sanusi (39 jt → 34,5 jt, tren sejak Jan 2025). Bull mengarang angka Rp8,4 miliar dari harga yang tidak tercatat. Ini seleksi bukti, bukan analisis. Satu-satunya datapoint yang bisa mengubah arah adalah yang paling tidak bisa diuji.

  2. Klaim bear yang paling kuat: laba inti nyaris nol, dan bull sendiri yang membuktikannya. Bull angkat gross margin 40,5% sebagai kesehatan. Tapi gross profit Rp17,36 M lawan opex Rp16,71 M = operating profit ~Rp0,65 M, margin 1,5%. Tanpa pendapatan lain Rp772 juta, laba inti rapuh. "Opex bisa dipotong" adalah asumsi tanpa bukti manajemen sedang memotong, tanpa Q3, tanpa neraca. Pasar diminta bayar 19x–37x untuk janji yang belum terjadi.

  3. Struktur harga belum berbalik. Higher low 77 → 84 → 92 dan reclaim EMA10 itu benar, tapi EMA10 garis 10 hari. Harga masih -10,3% dari SMA50 (102,52) dan -30% dari SMA200 (131,12). Boll middle turun 109,5 → 93,95 dalam 6 minggu. Empat "konfirmasi" bull semuanya sub-SMA50. Itu bounce dalam downtrend, bukan pembalikan.

  4. Klaim bandarmologi bull gagal. Net top buyer +Rp132,3 jt vs top seller -Rp132,3 jt = nol akumulasi net. Bull menyebut OD jual di 92 sebagai kapitulasi; bear benar bahwa value 28 Okt (Rp263,65 jt) kurang dari setengah value 15 Okt (Rp567,5 jt) — itu exit liquidity, bukan akumulasi institusi. Argumen bull soal RSI divergence juga cacat logika: divergence butuh RSI naik lawan harga turun, yang ada RSI netral.

  5. Bull kontradiksi soal syarat. Bull bilang "beli dengan tiga syarat" tapi tiga syarat itu belum terpenuhi. Bear benar: kalau syarat belum ada, tunggu. Itu disiplin, bukan bearish.

Yang tidak diputuskan di sini: Bear juga overreach di beberapa titik. Probabilitas gabungan "~10%" dan framing "lotere" itu retorika, bukan hitungan. Klaim "P/E 19x atau 37x dua-duanya mahal" valid, tapi batas bawah 19x untuk nano-cap dengan potensi katalis bukan otomatis Sell. Tail risk MSCI 12% nyata tapi kecil, dan Q3 minggu depan adalah event dua arah — bear memperlakukannya satu arah. Reward-risk 1,3:1 dengan stop 1 ATR memang buruk, tapi itu argumen sizing, bukan argumen keluar total.

Karena itu bukan Sell (tidak cukup yakin laba inti kolaps atau distribusi berlanjut paksa) dan bukan Hold (bukti bear terverifikasi lebih berat dari bukti bull yang ambigu). Underweight: kurangi eksposur, jangan tambah, jangan keluar penuh sampai Q3 dan konfirmasi harga datang. Ini posisi untuk menunggu dengan biaya kecil, bukan bertaruh.

Strategic Actions:

Sizing acuan: alokasi standar satu posisi = 1,0 unit risiko.

  1. Kurangi ke 0,25 unit atau kurang dari posisi saat ini. Kalau belum punya posisi, jangan buka. Jangan kejar harga 92.
  2. Jangan pasang stop di bawah 84. Bear benar: 84 = 1 ATR (ATR 7,63, 8,3%/hari). Stop selebar itu kena noise harian. Kalau tetap pegang sisa posisi, ukuran posisi yang jadi kontrol risiko, bukan stop — maksimal kerugian nominal dari sisa 0,25 unit harus ≤ 1,5% ekuitas.
  3. Tiga trigger untuk naik ke Hold/Overweight, harus semua terpenuhi:
    • Close > 93,95 (Boll middle) dua sesi berturut dengan value harian > Rp300 jt (bukan Rp263 jt seperti 28 Okt).
    • Laporan Q3 2026: opex turun dari 39% penjualan, atau operating profit inti > Rp2 M tanpa pendapatan lain.
    • Konfirmasi Jong beli di pasar (harga transaksi tercatat, bukan transfer private), dan Agus Sanusi berhenti jual.
  4. Trigger untuk keluar penuh (Sell):
    • Q3 rilis dengan opex tetap ~39% dan laba inti ~nol.
    • OD atau broker besar jual > 1 juta lembar lagi tanpa penyerap.
    • Close di bawah 84 (low 27 Okt) — struktur higher low patah.
  5. Batasan likuiditas: turnover 0,44%, free float tipis. Keluar bertahap, maksimal 10–15% volume harian rata-rata per sesi. Slippage 5–10% realistis untuk posisi besar — jangan tunggu sampai butuh keluar cepat.
  6. Event risk minggu depan: Q3 IDX akhir Okt/awal Nov. Jangan tambah posisi sebelum rilis. Risiko dua arah, bukan katalis reward.
  7. Tail risk: MSCI Frontier review 30 Nov (12%). Mikrokap paling kena outflow pasif. Catat sebagai risiko yang tidak dibayar di harga 92.

Data yang tidak tersedia di prompt ini dan tidak boleh diasumsikan: neraca (kas, utang), arus kas operasi, harga transaksi insider, sumber dana Jong, rincian opex G&A vs penjualan per kuartal. Keputusan di atas dibuat tanpa itu — kalau trader bisa retrieve, Q3 dan arus kas operasi adalah dua item paling menentukan untuk revisi rating.

Analisa teknikal dan aliran dana

1494 kata

LMAX.JK — Analisis Teknikal + Bandarmologi (28 Okt 2026)

1. Data terverifikasi (sumber tunggal)

Field Nilai 2026-10-28
Open / High / Low / Close 87 / 92 / 87 / 92
Volume 2.874.600
Value Rp263.652.500
Freq 219
Foreign net (saham) 0
close_10_ema 89,42
close_50_sma 102,52
close_200_sma 131,12
RSI 46,9
Boll middle 93,95
Boll upper 110,96
Boll lower 76,94
MACD -4,65
MACD signal -4,78
MACD hist +0,13
ATR 7,63
VWMA (30d) 89,84

Tidak ada konflik antar tool. Snapshot cocok dengan CSV.

2. Struktur tren: turun, jangka menengah dan panjang

  • Close 92 di bawah close_50_sma 102,52 dan jauh di bawah close_200_sma 131,12. Susunan MA bearish (harga < SMA50 < SMA200). Tren primer ke bawah.
  • Puncak rilis: open 123 (13 Jul), close 117 hari sama; close tertinggi 121 (21 Jul). Dari 117 ke 92 = struktur lower high berulang.
  • Rangkaian harga 30 bar: 106 (17 Sep) → 111 (1 Okt) → 94 (15 Okt) → 85 (16 Okt) → 77 close (19 Okt, low 77) → rebound 81 (20 Okt), 89 (21 Okt), 91 (22 Okt) → 90, 88, 84 → 92 (28 Okt). Higher low 77 → 84 → 92 dalam 6 sesi terakhir.
  • Belum ada reclaim level MA. close_10_ema 89,42 dilampaui hari ini (92 > 89,42). Ini tanda netral-jangka pendek, bukan pembalikan tren.

3. Momentum: netral, tekanan jual melemah

  • RSI 46,9. Netral, tidak oversold. RSI tidak konfirmasi panic selling saat low 77 (19 Okt) — harga sudah bounce.
  • MACD -4,65 vs signal -4,78. Histogram +0,13 — baru cross bullish tipis. Cross pertama setelah MACD negatif panjang. Signal lemah, di bawah nol, butuh konfirmasi 2–3 sesi.
  • MACD masih jauh negatif = momentum jangka menengah belum pulih. Cross dini bisa false (dead-cat) kalau volume gagal lanjut.

4. Volatilitas

  • ATR 7,63 ≈ 8,3% dari close 92. Volatilitas tinggi untuk saham Rp100-an. Setiap hari normal bisa bergerak ±8 poin.
  • Band Bollinger melebar: upper 110,96, lower 76,94, lebar ≈34 poin. Middle 93,95 turun tajam dari 109,5 (17 Sep). Middle jatuh = tren turun masih dominan.
  • Close 92 sedikit di bawah Boll middle 93,95 → posisi netral di dalam band. Belum breakout.
  • Level penting dari band: lower 76,94 dekat low 19 Okt (77) — zona support teknikal. Upper 110,96 = target reclaim kalau rally berlanjut.

5. Volume: konfirmasi bullish lemah tapi ada

  • VWMA 30d 89,84. Close 92 di atas VWMA = harga di atas rata-rata berbobot volume. Sinyal positif tipis.
  • Hari ini volume 2.874.600 atau Rp263,65 jt, ~6,6x rata-rata volume pekan sebelumnya (mis. 444.400 saham 9 Okt, 108.100 saham 7 Okt). Rally +8 dari 84 ke 92 terjadi dengan volume 6x. Ini bukan kenaikan kosong.
  • Bandingkan: 15 Okt volume 5.703.400 value Rp567,5 jt saat harga jatuh 94 → distribusi besar. 28 Okt volume besar saat harga naik = permintaan. Tapi value hari ini hanya Rp263,65 jt, kurang dari setengah value 15 Okt. Volume besar, rupiah kecil → banyak lot harga rendah, bukan akumulasi institusional besar.
  • Volume tinggi lain: 4 Sep 4.496.600 (Rp507,5 jt, close 116), 17 Sep 2.458.600, 5 Okt 2.545.900 (harga turun ke 101). Pola: volume besar di harga turun lebih sering = distribusi.

6. Bandarmologi: retail lokal beli, broker institusional/BUMN jual

Pola jelas dan penting: bukan pola foreign akumulasi + retail distribusi. Kebalikannya.

Net buyer (retail)

  • XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL +Rp59.866.400 (654.400 lbr), avg beli 92
  • XC AJAIB SEKURITAS +Rp53.371.600 (582.300 lbr), avg 92
  • EP MNC SEKURITAS +Rp12.604.000 (137.000 lbr), avg 92
  • GR PANIN +Rp5.060.000 (55.000 lbr)
  • CP KB VALBURY +Rp1.091.400, NI BNI +Rp218.000, IF SAMUEL +Rp92.000, AZ SUCOR +Rp9.200

Net seller (institusional/lokal besar)

  • OD BRI DANAREKSA SEKURITAS -Rp92.009.200 (1.000.100 lbr), avg jual 92
  • YP MIRAE ASSET -Rp12.899.300 (avg 90)
  • YJ LOTUS ANDALAN -Rp9.200.000 (avg 92)
  • CC MANDIRI -Rp7.913.200 (avg 91)
  • SF SURYA FAJAR -Rp5.060.000, KK PHILLIP -Rp2.760.000, PD INDO PREMIER -Rp2.470.900 (avg 91)

Bacaan:

  • OD (BRI Danareksa) jual 1.000.100 lbr @92 tepat di harga penutupan tertinggi hari ini — melepas ke retail di puncak sesi. XL+XC (Stockbit+Ajaib) serap ~1.236.700 lbr @92. Broker ritel digital jadi counterparty penuh.
  • Nilai bersih top buyer (+Rp132,3 jt) vs top seller (-Rp132,3 jt) hampir seimbang → tidak ada akumulasi institusional net. Hanya rotasi tangan dari big broker ke ritel.
  • XC Ajaib juga muncul di sisi jual (-Rp59.734.600 @92). Net XC tetap +53,37 jt, artinya internal churn antar nasabah Ajaib tinggi. Kualitas sinyal buyer turun.
  • Foreign net = 0 hari ini. Sepanjang 6 bulan ForeignNet hampir nol (hanya -500.000 pada 11 Jun, -21.100 pada 18 Agu, +4.000 5 Okt). Pasar LMAX praktis tanpa partisipasi asing → jangan harap katalis foreign flow.

Kesimpulan bandarmologi: tidak ada bandar besar yang membangun posisi. Ciri rally ini = retail digital (Stockbit, Ajaib) menyerap barang dari broker besar (BRI Danareksa, Mirae, Mandiri). Saatnya retail jadi pemegang terakhir di 92 = risiko supply balik kalau OD kembali jual.

7. Pilihan indikator (8) dan alasan

  1. close_50_sma — patokan tren menengah (102,52). Harga di bawah = bearish.
  2. close_200_sma — tren primer (131,12). Konfirmasi bearish struktural.
  3. close_10_ema — sinyal cepat (89,42). Close 92 baru reclaim = early signal.
  4. macd — momentum tren; masih -4,65.
  5. macds — konfirmasi cross; -4,78, MACD di atas signal tipis.
  6. boll (middle) — benchmark dinamis 93,95, jadi pivot.
  7. boll_lb — zona oversold/lower band 76,94 = area support 77.
  8. atr — ukuran risiko; 7,63 untuk stop & sizing.

RSI tetap dibahas karena snapshot menyediakannya (46,9 netral, tidak ekstrem). VWMA dipakai sebagai konfirmasi volume (89,84), tapi dua volume tool (VWMA + Boll) sudah cukup; tidak tambah redundan.

8. Skenario trading

Bullish (probabilitas naik, syarat ketat)

  • Trigger: close > 93,95 (Boll middle) dua sesi berturut-turut dengan value > Rp300 jt, dan MACD hist terus positif.
  • Target 1: 96–100 (area close 12 Okt 96, 6 Okt 100).
  • Target 2: 102,52 (SMA50).
  • Stop: close < 87 (low hari ini) atau < 84 (low 27 Okt).
  • Risiko: 92 → 84 = 8 poin ≈ 1 ATR (7,63). Reward ke 102,52 = 10,5 poin. Rasio ~1,3:1. Tipis. Kurang menarik kecuali ada volume tambahan.

Bearish (dominan secara struktur)

  • Katalis: OD/BRI Danareksa lanjut jual, XL/XC kehabisan dana retail.
  • Konfirmasi: close < 84 (27 Okt) lalu < 77 (low 19 Okt).
  • Target bawah: 76,94 (Boll lower) → kalau tembus, area 70–77 (low 23 Jun 74, low 9 Jun 70).
  • Volume 15 Okt (5,7 jt lbr, jatuh ke 94) menunjukkan supply besar masih ada di atas.

Netral / sideways

  • Paling mungkin: 84–96 range, karena MACD cross belum kuat, ATR tinggi, band lebar.
  • Trading range: beli 84–86, jual 92–94. Stop di bawah 77.

9. Peringatan

  • Volume 28 Okt besar tapi rupiah kecil → kenaikan utama dari retail, bukan institusi.
  • MACD cross di bawah nol = sering gagal.
  • Tanpa foreign flow, katalis likuiditas terbatas.
  • Uptrend 6 bulan lalu (Jul: 71 → 121) sudah patah; sekarang fase distribusi/downtrend.

10. Tabel rangkuman

Kategori Observasi Nilai / Level Implikasi
Harga Close 28 Okt 92 (O87 H92 L87) Naik dari 84 (27 Okt)
Tren pendek close_10_ema 89,42 Close di atas EMA10 — positif tipis
Tren menengah close_50_sma 102,52 Harga di bawah — bearish
Tren panjang close_200_sma 131,12 Harga jauh di bawah — bearish struktural
Momentum RSI 46,9 Netral, bukan oversold
Momentum tren MACD / signal / hist -4,65 / -4,78 / +0,13 Cross bullish dini, belum valid
Volatilitas ATR 7,63 (~8,3%) Stop minimal ±1 ATR
Band Middle / Upper / Lower 93,95 / 110,96 / 76,94 Middle = pivot; lower ≈ support 77
Volume VWMA / Vol 28 Okt 89,84 / 2.874.600 lbr Close > VWMA; volume 6x, value Rp263,65 jt
Bandarmologi beli XL, XC, EP, GR +Rp59,87 jt, +Rp53,37 jt, +Rp12,60 jt, +Rp5,06 jt @92 Retail digital serap barang
Bandarmologi jual OD, YP, YJ, CC -Rp92,01 jt, -Rp12,90 jt, -Rp9,20 jt, -Rp7,91 jt @92-91 Broker besar distribusi
Asing Foreign net 28 Okt 0 Tidak ada katalis asing
Level kunci Support / Resistance 84–77 / 94–102,52 77 = low 19 Okt, 102,52 = SMA50
Skenario utama Sideways bearish Range 84–96 Sell bounce, beli hanya di 77–86

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Analisa fundamental

1078 kata

LMAX.JK — PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk: Laporan Fundamental

Identity — Kode LMAX, bursa JKT. Sektor Energy / Oil & Gas Refining & Marketing (pelumas). Saham tercatat 650.008.775 lembar. Market cap Rp59,8 miliar. Harga 28-Okt-2026: Rp92 (+8, 9,52%). VWAP 91,72. Nilai transaksi Rp263,7 juta, 28.746 lot, 219 kali frekuensi. Turnover ratio 0,0044 — likuiditas sangat tipis.

1. Profil & Skala

  • Nano-cap. Market cap Rp59,8 miliar ≈ jauh di bawah ambang papan pemantauan IDX.
  • Pelumas (lubricants) — sektor hilir migas, bukan hulu. Margin ditentukan harga base oil + brand premium.
  • Data laporan detail (neraca, arus kas, laba-rugi multi-periode) tidak ter-retrieve oleh tools: hanya header periode (Q2 2024, Q2 2025, Q2 2026; Q4 2023/2024/2025; FY 2023–2025). Isi baris tidak tersedia. Laporan ini bertumpu pada laba-rugi Q2 2026 dari ringkasan fundamental.

2. Laba-Rugi Q2 2026 (Rp)

Pos Nilai % Penjualan
Penjualan 42.869.373.031 100,0%
Beban pokok -25.514.206.265 59,5%
Laba bruto 17.355.166.766 40,5%
Beban penjualan -8.971.888.017 20,9%
Beban umum & administrasi -7.736.123.506 18,0%
Beban bunga & keuangan -245.269.801 0,6%
Pendapatan lainnya 772.349.977 1,8%
Laba sebelum pajak 1.174.235.419 2,7%
Pajak -385.115.872 0,9%
Laba bersih 789.119.547 1,8%

Catatan: field dilabeli "Q2 2026"; nilai penjualan Rp42,9 M kemungkinan kumulatif semester (H1), bukan kuartal tunggal. Perlu verifikasi ke laporan resmi.

3. Diagnosa Margin

  • Gross margin 40,5% — wajar untuk pelumas branded.
  • Opex gabungan penjualan + G&A = 39,0% penjualan. Hampir habiskan seluruh laba bruto. Ini akar masalah.
  • Operating margin efektif ≈ 1,5% (sebelum pendapatan lain). Rapuh.
  • Net margin 1,8%. Laba bersih > operating margin karena ada pendapatan lain Rp772 juta — bukan dari operasi inti.
  • Beban bunga kecil (0,6%) — leverage ringan, tapi laba sebelum bunga hanya Rp1,17 M. Interest coverage ≈ 4,8x. Tipis untuk skala seperti ini.

4. Valuasi

  • EPS 6M = 789.119.547 / 650.008.775 = Rp1,21. Annualized kasar Rp2,43.
  • P/E annualized ≈ 92 / 2,43 ≈ 38x. Mahal untuk emiten nano-cap dengan margin 1,8%.
  • P/B tidak bisa dihitung — neraca tidak ter-retrieve.
  • Market cap Rp59,8 M vs penjualan disetahunkan ~Rp85,7 M (jika H1 = Rp42,9 M) → P/S ≈ 0,7x. Rendah, tapi laba nyaris nol sehingga P/S menyesatkan.

5. Insider

  • 26-Okt-2026: JONG ANTON DWI PUTRO BUY 91.000.000 lembar dari 0. = 14,0% saham tercatat. Pembelian baru, dua hari sebelum laporan ini. Sinyal paling kuat dari semua data.
  • Agus Sanusi: jual bertahap 39,0 jt → 34,5 jt (Jan 2025 s/d 21-Sep-2026). Total -4,48 jt lembar. Konsisten distribusi.
  • Raymon Yonarto: akumulasi Des-2025 (0 → 35,3 jt), lalu jual 2,16 jt (19-Des-2025). Net pemegang besar.
  • Pola: satu pembeli besar baru masuk saat pemegang lama keluar. Bisa akumulasi strategis, bisa juga pengalihan kepemilikan (transfer). Harga transaksi tidak dilaporkan (kolom @ kosong) — tidak bisa cek premium/diskon.

6. Musiman

  • Tidak ada baris seasonality. Data historis tidak cukup (saham baru/kurang likuid). Analisis musiman tidak valid.

7. Risiko

  1. Likuiditas ekstrem — turnover 0,44%. Posisi besar sulit keluar.
  2. Margin operasi rapuh — opex 39% penjualan; kenaikan harga base oil langsung tekan laba.
  3. Laba ditopang pendapatan non-operasi (Rp772 jt) — kualitas laba rendah.
  4. Insider sell berlanjut (Agus Sanusi) berdampingan dengan buy besar (Jong) — arah belum jelas.
  5. Data neraca/arus kas tidak terverifikasi — tidak bisa nilai kas, utang, free cash flow. Wajib cek laporan keuangan resmi IDX sebelum ambil posisi.
  6. Laporan Q3 2026 belum tersedia (per 28-Okt-2026; IDX umumnya rilis akhir Okt/awal Nov).

8. Aksi untuk Trader

  • Jangan beli hanya karena insider buy. Konfirmasi dulu: harga transaksi Jong, sumber dana (beli pasar vs private), dan laporan Q3.
  • Prioritas cek: (a) laporan keuangan Q3 2026, (b) apakah penjualan Rp42,9 M itu H1 atau kuartal, (c) beban penjualan 20,9% — apakah promo/diskon agresif, (d) struktur utang.
  • Jika H1 benar Rp42,9 M dan opex tidak turun, laba setahun ≈ Rp1,6 M → P/E ~37x. Tidak murah.
  • Perhatikan volume. Buy insider 91 jt lembar = 3,1x volume harian kemarin (28.746 lot = 2,87 jt lembar pada tanggal berbeda, tapi tetap indikasi ukuran). Bisa picu lonjakan jika lewat pasar.

9. Kesimpulan

Fundamental lemah-menengah: pertumbuhan penjualan ada, tapi opex habiskan laba bruto. Laba bersih nyaris nol relatif valuasi. Katalis satu-satunya: pembelian insider 14% pada 26-Okt. Spekulatif. Tidak ada dasar valuasi untuk harga Rp92 tanpa perbaikan margin operasi atau info material baru.

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Tabel Ringkasan

Kategori Data Interpretasi
Ticker / Bursa LMAX.JK / IDX Nano-cap pelumas
Harga (28-Okt-2026) Rp92 (+9,52%) Momentum 1 hari, volume tipis
Market cap Rp59,8 miliar Sangat kecil
Saham tercatat 650.008.775 —
Turnover ratio 0,44% Likuiditas ekstrem rendah
Penjualan (Q2 2026) Rp42,87 M Kemungkinan kumulatif H1
Laba bruto Rp17,36 M (40,5%) Margin produk wajar
Opex penjualan + G&A Rp16,71 M (39,0%) Habiskan laba bruto
Laba operasi efektif ~Rp1,5% penjualan Rapuh
Pendapatan lain Rp772 juta Penopang laba, non-operasi
Laba bersih Rp789 juta (1,8%) Tipis
EPS (H1) Rp1,21 Annualized ~Rp2,43
P/E annualized ~38x Mahal untuk kualitas laba ini
P/S (est.) ~0,7x Rendah, tapi laba ~0
Interest coverage ~4,8x Cukup, basis kecil
Insider buy terbaru Jong Anton Dwi Putro, 26-Okt-2026, +91.000.000 (0→91 jt) 14% saham, pembeli baru — sinyal positif
Insider sell Agus Sanusi, -4,48 jt (Jan-2025 s/d Sep-2026) Distribusi berlanjut
Insider Raymon Yonarto Akumulasi Des-2025, jual parsial Net holder besar
Seasonality Tidak ada data Tidak dapat dianalisis
Neraca / Arus kas Tidak ter-retrieve Wajib cek laporan resmi
Laporan Q3 2026 Belum rilis Katalis risiko utama
Katalis Insider buy 14%, laporan Q3 Spekulatif
Risiko utama Opex tinggi, likuiditas, kualitas laba Fundamental lemah
Rating Sell Valuasi tidak didukung operasi
FINAL TRANSACTION PROPOSAL SELL Tunggu perbaikan margin + laporan Q3

Analisa sentimen

351 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

LMAX.JK — Sentimen 2026-10-21 s/d 2026-10-28

Identitas: PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk, sektor Energy / Oil & Gas Refining & Marketing, bursa JKT.

Sumber data: semua kosong

Sumber Status Dampak
News (Yahoo Finance, 7 hari) Tidak tersedia — vendor gagal, tidak ada artikel bertag LMAX.JK Tidak ada framing institusional
StockTwits Tidak tersedia — HTTPError Tidak ada sinyal retail
Reddit Tidak ada query diskusi untuk LMAX.JK Tidak ada diskusi komunitas

Tidak ada satu pun sumber yang mengembalikan isi. Tidak ada angka untuk diestimasi, tidak ada nilai yang dikarang.

Band & skor

Neutral = semua sumber benar-benar diam. Bukan hasil penilaian seimbang bull/bear, melainkan tidak ada sinyal sama sekali. Skor 5 = titik netral murni, bukan keyakinan pasar.

Divergensi lintas sumber

Tidak bisa diukur. Divergensi butuh minimal dua sumber aktif; di sini nol.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada headline, post, atau pesan kashtag yang bisa dibaca untuk tema berulang.

Katalis & risiko

Tidak teridentifikasi dari data. Data tidak menyebutkan jadwal earnings, aksi korporasi, pengumuman produk, kompetisi, atau headline makro apa pun untuk LMAX.JK.

Catatan struktural (bukan sinyal sentimen): saham mikrokepitalisasi sektor pelumas di IDX umumnya minim liputan media dan tipis likuiditas. Ketiadaan berita di Yahoo Finance lebih mencerminkan cakupan vendor yang sempit daripada ketenangan informasi. Jangan tafsirkan sebagai konfirmasi netralitas fundamental.

Tabel ringkas sinyal sentimen

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak diketahui News (Yahoo Finance) DATA_UNAVAILABLE, nol artikel bertag LMAX.JK
Tidak diketahui StockTwits HTTPError, nol pesan diterima
Tidak diketahui Reddit Tidak ada query diskusi
Netral (default) Agregat Nol sinyal; skor 5 dipaksa, bukan diobservasi

Keterbatasan

Keyakinan rendah. Sampel nol pesan StockTwits, nol artikel, nol post Reddit. Rasio bull/bear tidak bisa dihitung. Setiap kesimpulan arah akan jadi fabrikasi. Trader harus mengandalkan fundamental dan teknikal saja untuk LMAX.JK, atau mengulang pengumpulan data saat vendor pulih.

Rating: Neutral FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

659 kata

Laporan Riset Berita & Makro — LMAX.JK (PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk)

Periode: 21–28 Okt 2026. Pasar IDX tutup; buka lagi Kamis 09:00 WIB.

1. Berita spesifik LMAX.JK

DATA UNAVAILABLE. Vendor tak menyajikan artikel bertag LMAX.JK (Yahoo Finance kosong). Ini bukan sinyal negatif soal emiten, hanya keterbatasan data. Jangan isi gap dengan estimasi. Implikasi: katalis perusahaan tak terverifikasi — posisi harus dibangun dari sektor + makro + likuiditas, bukan narasi.

Catatan struktur: LMAX = pelumas (oil & gas refining & marketing / consumer-lubricant). Pasar kecil, mikrokap, likuiditas tipis. Risiko utama bukan fundamental tapi spread & slippage.

2. Makro global

  • FRED mati. FRED_API_KEY tidak diset. CPI, core PCE, unemployment, fed funds, 10Y, yield curve: semua tidak tersedia. Angka makro AS tak bisa dikutip. Trader wajib tarik sendiri dari sumber utama sebelum eksekusi.
  • Fed: Polymarket "no rate cuts in 2026" = 96% (vol $9.2M, -0.5pp 1 minggu). Pasar harga siklus tahan-tinggi sampai akhir 2026. "1 cut" hanya 2%. Artinya: biaya modal tetap mahal, rupiah tertekan, diskon valuasi emiten siklikal kecil tetap lebar.
  • Resesi AS 2026: 8% (vol $2.4M). Basis case = soft landing/landing lambat. Volume energi tak kolaps, tapi juga tak ada dorongan permintaan besar.
  • Oil price: tidak ada market Polymarket. Proksi minyak tak tersedia — gap data, jangan diasumsikan.

3. Makro Indonesia

  • MSCI downgrade Indonesia ke Frontier by 30 Nov: 12% Yes (vol kecil $1.4k, turun 7.5pp dalam seminggu). Risiko tail, tapi arah membaik. Kalau trigger, outflow pasif IDX besar dan mikrokap paling kena.
  • Prabowo cease by 31 Des 2026: 6%. Stabilitas politik terharga aman. Risiko regulasi energi/pelumas rendah tapi tak nol.
  • Gempa 6.0+ bulan ini: 16%, turun 9pp. Risiko operasional rendah.
  • Sektor: berita global minggu ini didominasi tech/IBM — non-relevan untuk LMAX. Energi hanya muncul lewat komentar sektor TSX ("Energy sectors advance"). Basis: lemah.

4. Breadth & screener IDX

  • Movers: kosong (count: 0), pasar tutup. Tidak ada sinyal breadth.
  • Screener V5.2 (fresh, 28 Okt): PIPA (RISIKO PANTULAN, WR 66.7%, pot +17%), LUCY (SINYAL TELAT, WR 66.7%, pot +28%), NATO (SINYAL TELAT, WR 62.5%, pot +6%). LMAX tidak muncul di screener mana pun. Zero broker/volume/foreign confirmation. Likuiditas dipertanyakan.

5. Sintesis trading

  1. Tidak ada katalis idiosinkratik LMAX terverifikasi. Tesis harus sektor-driven dan itu pun tipis.
  2. Makro: rate tinggi sepanjang 2026 (96%), resesi rendah (8%), risiko MSCI downgrade 12%. Kombinasi = risk-off ringan untuk small cap IDX, bukan crash.
  3. Teknis/screener: LMAX absen total. Tak ada WR event, tak ada volume ideal, tak ada foreign flow. Entry tanpa konfirmasi = gambling pada spread.
  4. Likuiditas mikrokap + spread lebar = position size kecil, limit order, hindari market order saat buka.
  5. Event risk terdekat: keputusan MSCI 30 Nov. Kurangi eksposur menjelang tanggal itu kalau posisi besar.

Rencana aksi: NEUTRAL / hindari akumulasi sampai ada (a) berita emiten terverifikasi dari sumber lokal (IDX disclosure, keterbukaan informasi), atau (b) emiten masuk screener dengan volume ideal + foreign flow. Kalau sudah pegang, hold dengan stop ketat, size kecil.

6. Tabel ringkas

Item Data Sinyal
Berita LMAX.JK DATA_UNAVAILABLE (vendor kosong) Netral / gap info
FRED (CPI, PCE, unemployment, FFR, 10Y) DATA_UNAVAILABLE (API key absen) Tak bisa dikutip
Fed cut 2026 96% "no cut" ($9.2M, -0.5pp 1mgg) Rate tinggi persist
Resesi AS 2026 8% Yes ($2.4M) Soft landing
MSCI downgrade IDX 12% by 30 Nov (-7.5pp 1mgg) Tail risk membaik
Prabowo cease 2026 6% Stabil
Harga minyak Tidak ada market / gap data Tak diketahui
Screener IDX LMAX absen; PIPA/LUCY/NATO saja Tanpa konfirmasi
Breadth IDX Movers kosong, pasar tutup Netral
Likuiditas LMAX Mikrokap, tak terukur Spread risk tinggi

Rating: Hold (no new position until company-specific data or screener confirmation) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD