Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Jaya Agra Wattie Tbk.

JAWA · analisa Kamis, 29 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

107 rupiah per lembar · -6,14% · 2026-10-29

Net broker seluruhnya 282,6 jt rupiah. Kapitalisasi 1,7 T.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. Rating: Sell Jual JAWA.JK. Ketiga analis risiko konvergen ke SELL, dan saya sahkan tanpa reserve. Ini bukan kasus seimbang — evidence keras menunjuk satu arah: close 107 = low harian, net asing −1.580.100 lembar (−12,8% volume, terbesar sejak 2026-10-02),...
Aliran dana
XL beli 110,5 jt
Keyakinan
C52 · paling kuat Kesepakatan agen, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-25,3% terhadap SMA50, asing -5,5% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C52

Skor 51.9 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 30/30

rating, rencana riset, dan trader sepakat

Akumulasi broker 19/25

net 282,6 jt dari bruto 1,8 M, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-25,3% vs SMA50, return 20 sesi -37,1%

Likuiditas 0/15

rata-rata 1,6 M rupiah per hari

Volatilitas 3/15

ATR 9.1% lebar, stop jadi mahal

VWAP
116
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
1,4 M
rupiah, sesi 2026-10-29
Frekuensi
1.874
kali transaksi
Volume
12,3 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-29. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 110,5 jt 861,2 rb 582,0 jt 471,5 jt
DH SINARMAS SEKURITAS 62,5 jt 555,1 rb 64,3 jt 1,8 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 22,5 jt 192,9 rb 163,1 jt 140,5 jt
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 20,9 jt 185,3 rb 58,9 jt 38,0 jt
YB YAKIN BERTUMBUH SEKURITAS 19,7 jt 183,1 rb 27,4 jt 7,7 jt
SQ BCA SEKURITAS 17,3 jt 146,3 rb 18,4 jt 1,1 jt
EP MNC SEKURITAS 11,2 jt 100,0 rb 11,2 jt -
PD INDO PREMIER SEKURITAS 6,4 jt 53,4 rb 41,7 jt 35,3 jt
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON 4,8 jt 31,8 rb 34,9 jt 30,1 jt
NI BNI SEKURITAS 3,0 jt 29,3 rb 20,7 jt 17,7 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 117 582,0 jt XL 115 471,5 jt
CC 117 235,9 jt CC 117 260,8 jt
YP 117 163,1 jt AK 118 162,0 jt
DH 113 64,3 jt YP 117 140,5 jt
KK 114 58,9 jt XC 114 71,1 jt
XC 115 57,5 jt MG 118 60,2 jt
PD 117 41,7 jt KK 115 38,0 jt
BQ 116 34,9 jt PD 116 35,3 jt

Direksi membeli di harga ini

5 dari 5 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2025-01-07 HENDRO HADIPRANOTO - Sell -132,500 105
2024-04-01 SARANA AGRO INVESTAMA - Sell -462,669,700 0
2023-11-24 SARANA AGRO INVESTAMA - Buy +12,458,266,342 0
2020-04-20 SARANA AGRO INVESTAMA - Buy +358,310,385 0
2020-02-25 SARANA AGRO INVESTAMA - Buy 0 0

Keputusan akhir

880 kata

Rating: Sell

Executive Summary: Rating: Sell

Jual JAWA.JK. Ketiga analis risiko konvergen ke SELL, dan saya sahkan tanpa reserve. Ini bukan kasus seimbang — evidence keras menunjuk satu arah: close 107 = low harian, net asing −1.580.100 lembar (−12,8% volume, terbesar sejak 2026-10-02), harga di bawah semua MA dengan death cross aktif, dan core operasional berubah dari klaim +Rp31,86 M menjadi −Rp11,48 M setelah bunga Rp43,34 M. Target akhir: nol alokasi.

Cara bertindak: keluar bertahap, bukan bertahan menunggu bounce. Pecah 3–5 tranche limit order, target selesai 2–3 sesi. Jangan market order — nilai transaksi harian hanya ~Rp1,4 miliar dan free float ~7,5%, market order akan menciptakan low baru sendiri. Jual ke bid retail yang masih menyerap di zona 100–110. Percepat sisa tranche bila 101 (S1) tertembus; penembusan itu memperbesar urgensi, bukan memperlambat. Tidak ada short: tidak ada instrumen pinjam saham di JAWA.JK dan likuiditas tidak mendukung. Tidak ada posisi baru di 107.

Karena saya tidak tahu holdings atau kas pemanggil: arahkan ke nol alokasi. Setiap tranche yang belum tereksekusi masih dihitung sebagai eksposur hidup, bukan posisi selesai.

Investment Thesis: Apa yang memutuskan

  1. Aritmetika menutup tesis bull. Bull berhenti di core Rp31,86 M. Setelah bunga Rp43,34 M hasilnya −Rp11,48 M. Beban bunga ≈97,5% EBIT. "Hidup sebelum bunga" adalah deskripsi distress, bukan tesis investasi. Tidak ada analis — termasuk Aggressive yang paling ingin mendukung bull — yang membantah aritmetika ini.

  2. Flow adalah satu-satunya data keras, dan arahnya keluar. Net asing −1.580.100 lembar = −12,8% volume, terbesar sejak 2026-10-02. UBS (AK) −Rp155,6 jt, jual 4/5 hari; JPM (BK) −Rp10,5 jt, jual 3/5 hari. Retail Stockbit +Rp110,5 jt dan Sinarmas +Rp62,5 jt menyerap di 113–117 dan sekarang floating loss. Itu bukan demand wall — itu supply retail yang belum keluar, risiko jual tambahan di bawah 100.

  3. Teknikal belum berbalik, dan stop tidak mungkin melindungi. Close 107 = low harian, gagal bounce 110–116 lima sesi. Di bawah EMA10 115,25, SMA50 143,32, SMA200 148,28, VWMA 120,65. Death cross aktif (143,32 < 148,28). MACD −11,81 vs signal −10,38, histogram −1,42, tanpa crossover. RSI 35,24 (lemah, bukan oversold ekstrem). ATR 12,89 ≈ 12% close — jarak 107 ke stop 96 kurang dari satu ATR, jadi 96 hanya referensi, bukan pelindung. Ini justru argumen terkuat untuk exit penuh, bukan hold-dengan-stop.

  4. Kualitas laba buruk. Laba bersih Rp35,31 M bergantung pada pendapatan lainnya Rp76,3 M yang sumbernya tidak dapat diverifikasi kedua pihak. OCI −Rp22,7 M/kuartal → laba komprehensif Rp12,6 M, ekuitas menyusut. Pos tak terverifikasi yang menutup bunga lebih dekat ke sinyal distress (kemungkinan realisasi aset) daripada hidden value.

  5. Makro melawan, bukan mendukung. Beban bunga tinggi bertahan langsung menekan laba bersih. Nol disclosure refinancing/restrukturisasi. Bull tidak punya satu pun sinyal valid untuk mengklaim katalis.

Di mana ketiga analis benar dan salah

Aggressive benar bahwa HOLD di instrumen illikuid adalah posisi long tersembunyi dan bahwa kesepakatan sentimen nol-informasi tidak boleh dipakai untuk menahan posisi. Klaim yang saya tolak: rencana masuk ulang ke middle band 128/upper band 171. Conservative benar bahwa di float ~7,5% upside 60% itu di atas kertas sementara biaya slippage nyata, dan margin of safety di 118+ adalah nol — Anda membeli konfirmasi, bukan nilai. Aggressive tidak menyebut biaya keluar satu kali pun. Itu lubang, bukan detail.

Conservative benar bahwa exit harus didasarkan pada tiga fakta keras (close = low, flow, bunga 97,5% EBIT), bukan pada framing keberanian. Tapi desakannya mempercepat ke 1–2 sesi salah: Neutral benar bahwa di depth tipis itu resep menabrak bid habis lalu keluar di harga lebih buruk. Trader lebih konservatif di sini, bukan sebaliknya. Conservative juga inkonsisten memakai neraca DATA_UNAVAILABLE sebagai alasan urgensi ekstrem — ketiadaan data tidak bisa sekaligus dipakai sebagai besaran risiko yang presisi.

Neutral benar soal framing sizing bukan perintah absolut, dan benar bahwa stop 96 tidak relevan untuk posisi yang sedang dilikuidasi — itu memperkuat rencana tranche, bukan membatalkannya.

Konflik yang tersisa tidak mengubah arah. Perbedaan pendapat hanya soal kecepatan eksekusi (1–2 vs 2–3 sesi) dan status syarat masuk ulang. Keduanya adalah detail eksekusi, bukan pemisah antara jual dan tahan. Arah SELL menang telak: tiga kolom data keras (fundamental, teknikal, flow) negatif, nol kolom positif.

Yang akan mengubah tesis

Hanya dua, dan keduanya belum ada: (a) Pengumuman refinancing/restrukturisasi utang, atau (b) Laporan keuangan dengan rincian sumber pendapatan lainnya Rp76,3 M dan neraca lengkap.

Gerbang teknikal — close > 118, volume > 20 juta lembar, asing net beli — berdiri sebagai syarat rendah bobot, bukan janji dan bukan alasan menunda exit. Bila gerbang itu dan katalis terverifikasi terpenuhi bersamaan, evaluasi ulang dari nol dengan data Q3 dan neraca, bukan dengan memori akan pump sebelumnya (89→238→102→230→107 — itu deskripsi perangkap, bukan peluang).

Keterbatasan data yang harus dinyatakan

Neraca (total aset, utang berbunga, ekuitas riil), arus kas, dan tren tahunan DATA_UNAVAILABLE. Argumen "aset lahan = lantai valuasi" tidak dapat dibuktikan maupun dibantah dengan angka, jadi tidak dipakai untuk mendukung sisi mana pun — termasuk tidak dipakai untuk membenarkan downside tertentu. Klaim "downside terbatas" dari bull tidak punya satu angka pun; yang terbukti hanya support teknikal 100 berumur 5 hari. Downside ke lower Bollinger 85,60 (≈20% dari 107) terbuka sebagai skenario teknikal, bukan kepastian. Keputusan berdiri pada P/L, OCI, teknikal, dan flow yang tersedia — bukan pada nilai aset.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Price Target: 85.6

Time Horizon: 2–3 sesi untuk likuidasi penuh; evaluasi ulang hanya bila katalis terverifikasi muncul

Rencana trader

253 kata

Action: Sell

Reasoning: Rencana riset dan laporan teknikal sepakat: SELL. Tidak ada konflik berarti.

Teknikal: close 107 = low, gagal bounce 110-116. Di bawah semua MA (EMA10 115,25, SMA50 143,32, SMA200 148,28, VWMA 120,65). Death cross aktif (143,32 < 148,28). MACD -11,81 vs signal -10,38, histogram -1,42, tanpa crossover. RSI 35,24 — lemah, bukan oversold ekstrem; pakai angka verified, bukan 24 dari vendor. Pivot 113, S1 101, S2 96. ATR 12,89 = 12% close, stop sempit mustahil.

Flow: net asing -1.580.100 lbr (-12,8% volume), terbesar sejak 2026-10-02. UBS (AK) -Rp155,6 jt jual 4/5 hari, JPM (BK) -Rp10,5 jt. Retail Stockbit/Sinarmas beli di 113-117, sekarang floating loss. Retail serap supply asing — bukan demand wall, tapi supply yang belum keluar.

Fundamental (dari rencana): core Rp31,86 M hangus jadi -Rp11,48 M setelah bunga Rp43,34 M. Bunga ~97,5% EBIT. OCI -Rp22,7 M/kuartal, laba komprehensif Rp12,6 M, ekuitas turun. Laba bersih Rp35,31 M bergantung pendapatan lain-lain Rp76,3 M tak terverifikasi. Nol disclosure refinancing.

Katalis bull belum ada satu pun: butuh close > 118, volume > 20 juta, asing net beli. Belum terpenuhi. Entry 107 = nangkap jatuh. Upside menunggu trigger tak terverifikasi; downside ke lower Bollinger 85,60 terbuka.

Sizing: asumsi posisi ≤5% portofolio. Keluar bertahap karena nilai harian cuma Rp1,4 miliar — market order akan tekan harga. Tidak ada short (tidak ada instrumen pinjam, likuiditas tidak dukung).

Entry Price: 107.0

Stop Loss: 96.0

Position Sizing: Exit penuh posisi JAWA.JK (0% alokasi). Pecah 3-5 tranche limit order, selesai 2-3 sesi. Tidak ada posisi baru.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

649 kata

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Recommendation

Sell

Rationale

Bear menang pada hampir semua titik di mana bull berdiri di atas asumsi. Yang memutuskan:

1. Klaim "core operasional positif" gugur. Bull hitung core Rp31,86 M lalu berhenti. Bear lanjut: setelah bunga Rp43,34 M, hasilnya −Rp11,48 M. Perusahaan rugi setelah bunga. "Hidup sebelum bunga" bukan tesis investasi, itu deskripsi distress. Bull tidak membantah aritmetika ini.

2. Katalis bull = harapan, bukan fakta. Refinancing: nol pengumuman, nol disclosure. Bull sendiri menutup dengan "belum ada satu pun sinyal bullish valid". Tesis yang menunggu trigger yang belum ada, sambil memegang saham yang jatuh, adalah spekulasi — bukan deep value.

3. Klaim "aset lahan = lantai valuasi" tanpa neraca. Bull menuntut bear menghitung nilai wajar. Beban bukti ada pada yang mengklaim. Neraca tidak tersedia, ekuitas historis negatif, aset tergadai, lahan illikuid, pengendali 92,5%. "Downside terbatas" tidak punya satu angka pun. Yang terbukti hanya support teknikal 100 berumur 5 hari — bukan lantai valuasi.

4. Kualitas laba buruk dan ekuitas menyusut. Laba bersih Rp35,31 M bergantung pada pendapatan lainnya Rp76,3 M yang sumbernya tidak bisa diverifikasi kedua pihak. OCI −Rp22,7 M/kuartal → laba komprehensif hanya Rp12,6 M, ekuitas turun. Bear benar: pos tak terverifikasi yang menutup bunga lebih dekat ke sinyal distress (kemungkinan realisasi aset) daripada hidden value.

5. Momentum tidak berbalik. MACD −11,81 vs signal −10,38, histogram negatif, tanpa crossover. Volume turun 12,34 juta tapi harga −6,14% dan close = low → bid tipis, bukan seller habis. Death cross + close di low = tekanan jual belum selesai.

6. Flow broker = distribusi berhasil. Asing jual konsisten (UBS 4/5 hari, JPM 3/5). Retail beli di 113–117, sekarang floating loss 5–9%. "Belum capitulation" bukan demand wall — itu supply retail yang belum keluar, risiko jual tambahan di bawah 100.

7. Makro salah arah untuk bull. Bull bilang biaya dana tinggi = harga pangan tinggi = untung. Tapi bunga = ~97,5% EBIT; Fed no-cut 97% berarti beban bunga bertahan tinggi langsung menekan laba. Bull tidak punya data harga CPO/karet — hanya asumsi.

Yang tersisa untuk bull: potensi turn-around dan aset lahan. Keduanya tidak terverifikasi dan tidak punya trigger aktif. Bear case punya angka terverifikasi: core rugi setelah bunga, OCI negatif, asing jual konsisten, close = low, MACD di bawah signal. Asimetri yang diklaim bull tidak terbukti; downside ke lower Bollinger 85,60 terbuka, upside menunggu katalis yang belum ada.

Strategic Actions

Sized terhadap alokasi standar (asumsi posisi saat ini ≤5% portofolio, likuiditas tipis):

  1. Exit posisi. Jual seluruh kepemilikan JAWA.JK. Jangan tunggu bounce — close = low dan MACD di bawah signal berarti bounce, kalau ada, adalah kesempatan keluar lebih baik, bukan alasan bertahan.
  2. Eksekusi bertahap karena likuiditas tipis. Pecah order jadi 3–5 tranche, pakai limit order. Jangan market order — depth kosong, spread lebar. Target selesai keluar dalam 2–3 sesi; kalau volume naik, percepat.
  3. Batalkan rencana akumulasi. Entry 107 bukan tesis. Tidak ada penambahan posisi sampai minimal dua syarat ini terpenuhi bersamaan: (a) close > 118 dengan volume > 20 juta lembar, dan (b) katalis terverifikasi — pengumuman refinancing/restrukturisasi utang atau laporan keuangan yang menjelaskan sumber pendapatan lainnya Rp76,3 M.
  4. Kalau tetap ingin eksposur turn-around (opsional, bukan rekomendasi): batasi maksimum 0,5% alokasi sebagai posisi opsional-spekulatif, dan hanya setelah syarat (3) terpenuhi. Perlakukan sebagai taruhan biner, bukan value play.
  5. Tidak ada short. Tidak ada instrumen pinjam saham yang tersedia di JAWA.JK dan likuiditas tidak mendukung. Rekomendasi Sell berarti keluar/avoid, bukan posisi short.
  6. Pantau dua data yang bisa mengubah tesis: (a) refinancing/restrukturisasi utang diumumkan, (b) rilis laporan keuangan dengan rincian pendapatan lainnya dan neraca lengkap. Keduanya belum ada — kalau muncul, evaluasi ulang dari nol.

Catatan keterbatasan data: neraca (total aset, utang, ekuitas) tidak tersedia di evidence. Argumen "aset lahan undervalued" tidak bisa dibuktikan maupun dibantah dengan angka — karena itu tidak dipakai untuk mendukung sisi mana pun. Keputusan berdiri pada data P/L, OCI, teknikal, dan flow broker yang tersedia.

Analisa teknikal dan aliran dana

1202 kata

JAWA.JK — Laporan Analisis 2026-10-29

1. Snapshot Harga (verified)

Item Nilai
Close 2026-10-29 107
Open / High / Low 114 / 124 / 107
Range harian 17 poin (15.9% dari close)
Volume 12.343.900 lembar
Nilai transaksi Rp1.433.649.800
Frek 1.874
Net asing −1.580.100 lembar

Close = Low. Enggak ada rebound. Seller kuasai sampai tutup.

Catatan: range 14.9% dari vendor verdict vs 15.9% hitungan saya dari OHLC (107 low, 124 high, base 107). Pakai hitungan OHLC mentah.

2. Tren Struktural

Fase bearish jelas. Close 107 di bawah semua MA.

  • close_10_ema 115,25 → harga 7% di bawah
  • close_50_sma 143,32 → harga 25% di bawah
  • close_200_sma 148,28 → harga 28% di bawah
  • vwma 120,65 → harga di bawah rata-rata berbobot volume

Death cross: SMA50 sudah di bawah SMA200 (143,32 < 148,28). Konfirmasi downtrend menengah-panjang, bukan cuma koreksi.

Jejak penurunan: close 176 (2026-10-02) → 155 (10-05) → 135 (10-14) → 107 (10-16) → 100 (10-19) → bounce lemah 110–116 (10-20 s/d 10-23) → 107 (10-29). Total dari 176 ke 107 = turun 69 poin. Bounce 5 hari di 110–116 gagal, harga balik ke zona bawah.

Konteks lebih panjang: puncak siklus di 196 (2026-09-21) dan 230 intraday (2026-09-28). Dari itu ke 107 = koreksi besar. Saham ini volatil ekstrem sejak 2025: swing 89 → 238 (2025-06-16) → 105–160 (Agustus–September 2025) → 224 (2025-11-26) → 102 (2026-06-08) → 206 (2026-04-27) → 230 (2026-09-28) → 107 sekarang. Bukan saham tren halus; pola pump-dump berulang.

3. Momentum

  • RSI 35,24 → belum oversold ekstrem (vendor tulis 24, beda metodologi/harga; pakai angka verified 35,24). Mendekati zona lemah tapi belum ada tanda pembalikan.
  • MACD −11,81, Signal −10,38, Histogram −1,42. Histogram negatif tapi tipis — momentum jual melambat, bukan berbalik. MACD cuma sedikit di bawah signal; belum ada crossover bullish.
  • Harga di bawah boll middle 128,45. Boll upper 171,30, lower 85,60. Band lebar (span 85,7) = volatilitas tinggi. Harga di kuartal bawah band, belum sentuh lower band.

4. Volatilitas dan Posisi Relatif

  • ATR 12,89 → 12,0% dari close 107. Stop sempit aman mati kena noise.
  • Vendor: SMA5 112, SMA20 128, R1 118, S1 101, S2 96, pivot 113.
  • Harga 107 di bawah pivot 113 dan SMA5 112 → bias jual intraday.
  • Zona 100–110 jadi harga bertahan 5 hari terakhir; 107 sekarang kembali ke zona itu.

5. Volume dan Bandarmologi

Volume 29 Okt 12,34 juta lembar, 1,2x rata-rata 20 hari. Naik, tapi bukan panic spike (bandingkan 2026-10-05: 80,2 juta lembar).

Net asing −1,58 juta lembar = −12,8% dari volume. Asing jual agresif hari ini. Ini puncak terbesar net sell asing sejak 2026-10-02 (−9,47 juta).

Ringkasan broker (periode coverage s/d 2026-10-29):

Net buyer:

  • XL STOCKBIT +Rp110,5 juta (861.200 lbr) — retail
  • DH SINARMAS +Rp62,5 juta — retail/house
  • YP MIRAE +Rp22,5 juta
  • KK PHILLIP +Rp20,9 juta
  • YB, SQ, EP, PD, BQ, NI — nilai kecil

Net seller:

  • AK UBS −Rp155,6 juta (−1.319.200 lbr) — asing
  • MG SEMESTA −Rp54,3 juta — lokal
  • CC MANDIRI −Rp24,9 juta — lokal/state
  • XC AJAIB −Rp13,6 juta
  • BK J.P. MORGAN −Rp10,5 juta — asing
  • HP, XA, AI, CP, ZP MAYBANK −Rp1,3 juta

Pola: asing jual (UBS, JPM, Maybank), retail lokal beli (Stockbit, Sinarmas, Mirae). Kebalikan dari akumulasi asing. Total net seller asing ≈ −Rp167,4 juta (AK+BK+ZP). Net buyer retail ≈ +Rp173 juta (XL+DH). Retail serap barang asing.

Harga akumulasi: buy bar tertinggi XL di 117 (Rp582 juta), DH 113, YP 117, KK 114. Sell UBS di 118, MG 118, JPM 116. Artinya distribusi di 116–118, absorpsi retail juga di 113–117. Harga sekarang 107 sudah di bawah semua zona itu → pembeli retail di 113–117 sudah floating loss.

Vendor menambah: AK jual 4-dari-5 hari terakhir, BK jual 3-dari-5 → distributor konsisten, bukan one-off.

6. Konteks Pasar

IHSX movers 29 Okt: gainer teratas SMCB (+158%), YPAS +24,9%, ALKA +24,9%, TMAS +15,5%. Loser teratas RAFI −72,2%, SMMA −38,3%, BIKE −25,1%, MSIN −23,8%. Pasar campur, spread ekstrem. JAWA enggak masuk top mover, tapi −6,1% tetap underperform relatif.

7. Risiko

  1. Personality trap. Vendor: RSI oversold di saham ini, WR event 18,2%, rata-rata event −2,53%, D3 −3,25%. Asing jual kuat: WR 15,4%, rata-rata −2,91%, D3 −4,74%. Sampel kecil (11 dan 13), tapi arah sama: oversold di JAWA bukan sinyal beli.
  2. Pola pump-dump. Lonjakan 2026-09-21 (196), 09-23, 09-28 (230) diikuti distribusi. Risiko ulang.
  3. Liquidity drag. Nilai harian Rp1,4 miliar; keluar posisi besar susah tanpa tekan harga.
  4. Diverge RSI. Vendor 24 vs verified 35,24 → jangan andalkan klaim oversold. Ambil sisi konservatif.
  5. Stop sempit mustahil karena ATR 12% harian.

8. Skenario

  • Bearish lanjut (bobot tinggi): tutup di atau bawah 100 → uji 96 (S2) lalu zona 85–90. Trigger: net asing negatif lagi plus volume di atas 15 juta.
  • Konsolidasi 100–118 (bobot menengah): ATR tinggi, MACD hist tipis negatif. Butuh close di atas 115 (di atas close_10_ema) + volume turun.
  • Bullish valid (bobot rendah saat ini): butuh close di atas 128 (boll middle / SMA20) + MACD crossover + asing net beli konsisten. Belum ada satu pun.

9. Rekomendasi Operasional

  • Belum punya: lewati. Beli oversold = nangkap jatuh.
  • Sudah punya: kurangi. Pantau 101. Break 101 = tambah jual.
  • Stop loss: 96 (vendor), sesuai S2. Di bawah ATR 12,89 dari close 107 → 94,1; 96 sejalan.
  • Entry baru hanya kalau: close > 118, volume > 20 juta, asing net beli.

Rating: Sell/Avoid (jangan beli di harga sekarang; kurangi posisi bila dipegang) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

10. Ringkasan Indikator

Indikator Nilai Baca Sinyal
Close 107 close = low, gagal bounce 110–116 Bearish
close_10_ema 115,25 harga 7% di bawah Bearish
close_50_sma 143,32 harga 25% di bawah Bearish
close_200_sma 148,28 SMA50 < SMA200, death cross Bearish panjang
vwma 120,65 harga di bawah VWMA Distribusi
RSI 35,24 mendekati lemah, bukan oversold ekstrem Netral-lemah
MACD / Signal −11,81 / −10,38 hist −1,42, momentum jual melambat Bearish tapi melemah
Boll mid 128,45 / UB 171,30 / LB 85,60 kuartal bawah band, band lebar Volatil bearish
ATR 12,89 (12,0%) stop harus lebar Risiko tinggi
Net asing 29 Okt −1.580.100 lbr (−12,8% vol) puncak jual asing sejak 10-02 Bearish
Broker UBS (AK) −Rp155,6 jt distributor utama, 4/5 hari jual Bearish
Broker JPM (BK) −Rp10,5 jt asing ikut jual Bearish
Broker Stockbit (XL) +Rp110,5 jt retail absorpsi di 115–117 Kontra-trend
Broker Sinarmas (DH) +Rp62,5 jt retail beli di 113 Kontra-trend
Level kunci S1 101, S2 96, R1 118, SMA20 128 107 di bawah pivot 113 Bias jual
Vendor verdict Score 35/75, AVOID personalitas oversold gagal histori Konfirmasi

Analisa fundamental

867 kata

Laporan Fundamental JAWA.JK — PT Jaya Agra Wattie Tbk

Periode data: 29 Okt 2026. Sumber: IDX Edge PRO.

1. Identitas & Profil

  • Nama: PT Jaya Agra Wattie Tbk.
  • Ticker: JAWA.JK (IDX)
  • Sektor: Consumer Defensive / Farm Products (perkebunan — karet, kopi, kelapa/sawit)
  • Saham beredar: 16.232.951.842 lembar
  • Harga: 107 (turun 7, -6,14%)
  • Market cap: ~Rp1,737 T
  • Nilai transaksi 29 Okt: Rp1,43 M; volume 1.874 lot; turnover ratio 0,00076 → likuiditas sangat tipis.

2. Catatan Keterbatasan Data

  • get_balance_sheet, get_cashflow, get_income_statement mengembalikan daftar indeks file, bukan angka. Neraca, arus kas, dan tren tahunan tidak bisa dibaca dari tool. Hanya laporan laba rugi Q2 2026 (dari get_fundamentals) yang tersedia numerik.
  • Seasonality: tidak ada data.
  • Level keyakinan untuk neraca/kas: rendah.

3. Laba Rugi — Q2 2026 (rupiah, as filed)

Pos Nilai
Penjualan 444.164.052.356
Beban pokok penjualan -393.715.124.872
Laba bruto 50.448.927.484
Beban penjualan -9.199.198.611
Beban umum & administrasi -9.394.280.612
Pendapatan keuangan 6.272.909
Beban bunga & keuangan -43.340.640.904
Pendapatan lainnya 76.318.098.697
Laba sebelum pajak 42.140.575.914
Beban pajak -6.833.135.711
Laba bersih 35.307.440.203
— ke induk 34.803.150.999
— NCI 504.289.204
Laba komprehensif lain -22.698.603.049

Interpretasi kunci:

  • Gross margin ≈ 11,4% — tipis untuk perkebunan.
  • Core operating result: 50,45 − 9,20 − 9,39 = Rp31,86 M positif, tapi beban bunga Rp43,34 M menggerus habis → operasional saja rugi ~Rp11,5 M sebelum non-operasional.
  • Laba bersih sepenuhnya ditopang "pendapatan lainnya" Rp76,3 M (≈2,2× laba bersih). Pendapatan non-operasional/non-recurring. Tanpa pos ini → rugi besar.
  • Beban bunga Rp43,3 M ≈ 97,5% EBIT. Struktur utang berbunga berat. Refinancing/rate turun = katalis besar; kenaikan rate = risiko default.
  • Laba komprehensif lain negatif Rp22,7 M → laba komprehensif hanya Rp12,6 M. Kemungkinan revaluasi aset biologis/translasi. Laba "kualitas rendah".

4. Sejarah & Insider

Transaksi insider (hanya 5 record):

Tanggal Aksi Pihak Jumlah Harga
2025-01-07 SELL Hendro Hadipranoto -132.500 → 0 105
2024-04-01 SELL Sarana Agro Investama -462.669.700 n/a
2023-11-24 BUY Sarana Agro Investama +12.458.266.342 n/a
2020-04-20 BUY Sarana Agro Investama +358.310.385 n/a
2020-02-25 BUY Sarana Agro Investama 0 n/a
  • Pengendali Sarana Agro Investama pegang ~15,0 M lembar (~92,5% saham beredar) setelah jual 2024. Free float sangat kecil → harga gampang melonjak/jatuh, likuiditas buruk.
  • 2023 akumulasi masif (rights issue/konversi?) → 2024 jual sebagian. Tanpa beli insider sejak 2024. Tidak ada sinyal akumulasi baru.

5. Valuation Snapshot

  • EPS Q2 2026 ke induk: 34,80 M / 16,23 M lembar ≈ Rp2,14/lembar (kuartalan).
  • Jika disetahunkan (asumsi naif, kualitas laba rendah): P/E ~12–13x pada harga 107.
  • Tapi core profit tanpa pendapatan lainnya ≈ negatif → P/E tidak bermakna. Nilai intrinsik bergantung pada aset lahan (perlu neraca, tidak tersedia).

6. Risiko & Katalis

Risiko:

  1. Laba labil — bergantung pos non-operasional.
  2. Beban bunga ~Rp43 M/kuartal vs EBIT ~Rp32 M → solvency risk.
  3. Likuiditas saham ekstrem tipis; spread lebar.
  4. Harga turun 6,14% dengan volume kecil → tekanan jual tanpa depth.
  5. Laba komprehensif tergerus OCI negatif.

Katalis:

  1. Restrukturisasi/refinancing utang → beban bunga turun.
  2. Kenaikan harga karet/kopi/sawit (revenue side).
  3. Realisasi aset lahan / revaluasi.

7. Rekomendasi Trader

  • Hindari posisi besar. Likuiditas + free float kecil = exit sulit.
  • Pemegang saham: pertimbangkan trim pada rebound; laba tidak berkualitas.
  • Pemburu katalis: tunggu laporan Q3 2026 dan angka neraca (utang berbunga, ekuitas) sebelum masuk. Core thesis butuh bukti beban bunga turun atau laba operasional > bunga.
  • Data neraca/kas wajib sebelum keputusan serius — tool tidak menyediakannya; ambil dari laporan keuangan resmi IDX.

Ringkasan Tabel

Kategori Fakta / Insight Implikasi
Ticker JAWA.JK, Farm Products, IDX Perkebunan, siklus komoditas
Harga 107 (-6,14% hari ini) Tekanan jual, volume tipis
Market cap Rp1,737 T Mid-small
Saham beredar 16,23 M lembar Float ~7,5%
Turnover 0,00076 Likuiditas sangat rendah
Revenue Q2'26 Rp444,16 M —
Gross margin 11,4% Tipis
EBIT core (approx) Rp31,86 M Positif
Beban bunga Q2'26 Rp43,34 M 97,5% EBIT → riskan
Pendapatan lainnya Rp76,32 M Laba ditopang non-operasional
Laba bersih Q2'26 Rp35,31 M (induk 34,80 M) Kualitas rendah
Laba komprehensif Rp12,61 M (OCI -22,70 M) Erosi ekuitas via OCI
Insider Jual 2024-25, tidak beli sejak 2024 Tidak ada sinyal bullish
Neraca/Cashflow Tidak tersedia (tool gagal) Keyakinan rendah
Seasonality Tidak tersedia —
Rekomendasi Hindari / trim; tunggu Q3 & neraca Risiko solvency + likuiditas

Rating: Hold FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa sentimen

397 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Laporan Sentimen JAWA.JK — PT Jaya Agra Wattie Tbk (periode 2026-10-22 s/d 2026-10-29)

Status data: tidak ada data

Ketiga sumber gagal atau kosong. Tidak ada bahan untuk membaca sentimen.

Sumber Status Isi
News (Yahoo Finance) Unavailable — DATA_UNAVAILABLE Tidak ada artikel tagged JAWA.JK. Vendor gagal; bukan sinyal negatif soal emiten.
StockTwits Unavailable — HTTPError Tidak ada message cashtag. Rasio Bullish/Bearish tidak bisa dihitung.
Reddit Kosong Tidak ada query diskusi untuk JAWA.JK. Subreddit mana pun diam.

Breakdown per sumber

News (institutional framing): nol headline. Tidak ada event — laba, aksi korporasi, restrukturisasi utang, hasil panen karet/kelapa sawit, intervensi regulator — yang bisa dibaca sebagai katalis. Sinyal institusional tidak terukur.

StockTwits (retail, fast-moving): nol message. Tidak ada tag Bullish/Bearish, tidak ada base rate. Retail silence pada ticker small-cap Indonesia wajar — likuiditas rendah, coverage minim. Bukan bukti sepi minat; hanya bukti platform tidak menyajikan data.

Reddit (komunitas): nol post. Tidak ada bahan substantif untuk dinilai.

Divergensi antar sumber

Tidak bisa dinilai. Divergensi butuh minimal dua sumber terisi. Semua nol.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada tema berulang — tidak ada topik untuk berulang.

Katalis dan risiko

Tidak satu pun teridentifikasi dari data tersedia. Risiko struktural yang berlaku umum untuk JAWA.JK (small-cap perkebunan Indonesia: likuiditas tipis, sensitivitas harga karet/CPO, leverage, keterbukaan informasi terbatas) tidak didukung bukti dalam sampel ini — hanya konteks klasifikasi, bukan temuan sentimen. Jangan diperlakukan sebagai sinyal.

Tabel ringkas sinyal sentimen

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak terukur Yahoo Finance news DATA_UNAVAILABLE — 0 artikel
Tidak terukur StockTwits HTTPError — 0 message, 0 tag
Tidak terukur Reddit 0 post, 0 subreddit queried

Kesimpulan

Neutral dipilih karena semua sumber benar-benar diam — bukan karena sumber saling bertentangan. overall_score 5 adalah titik tengah tanpa informasi, bukan penilaian bullish/bearish.

Confidence: low. Nol observasi di tiga sumber. Skor ini tidak boleh dipakai sebagai input bobot dalam model keputusan harga. Treat sebagai "tidak ada sinyal", bukan "sinyal netral".

Rekomendasi pengumpulan: ulangi fetch StockTwits (HTTPError bisa sementara), cek coverage berita lewat sumber IDX/emiten langsung, dan cek apakah JAWA.JK punya cashtag/thread alternatif. Sampai ada data, sentimen tidak bisa dinilai.

Rating: Neutral

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

715 kata

Laporan Riset Berita — JAWA.JK (PT Jaya Agra Wattie Tbk)

Ringkas status data: berita spesifik JAWA.JK tidak tersedia (vendor Yahoo Finance tak punya artikel bertag JAWA.JK, dicek 2026-10-22 s/d 2026-10-29 dan 2026-09-01 s/d 2026-10-29). Angka FRED (fed_funds_rate, cpi, 10y_treasury) juga tidak tersedia (FRED_API_KEY absen). Jangan estimasi. Semua analisa di bawah berbasis konteks global + IDX live + prediction market saja.

1. Berita JAWA.JK — kosong

  • Nol katalis korporasi terverifikasi pekan ini: tak ada rilis laba, aksi korporasi, sawit/komoditas yang mengikat ticker.
  • JAWA.JK = Consumer Defensive / Farm Products (karet/sawit, bogor-banyuwangi estate). Namanya listirik tipis, likuiditas rendah. Tanpa berita = harga digerakkan flow spekulatif, bukan fundamental.
  • Konsekuensi praktis: setiap posisi di JAWA.JK = taruhan likuiditas + manajemen (historis perusahaan dengan utang besar & ekuitas negatif), bukan taruhan pada narasi berita.

2. Makro global — hawkish, tak ada pelonggaran

  • Polymarket: "no Fed rate cuts in 2026" = 97% Yes (volume $9,26 jt, +0,3pp 1 minggu). Satu kali cut hanya 0,95%. Dua cut 0,15%. Artinya biaya dana global tetap tinggi sampai akhir 2026.
  • Resesi AS akhir 2026: 7% (-0,5pp 1 minggu); akhir 2027: 31% (-4,0pp). Pasar tidak memprice hard landing.
  • Implikasi ke JAWA.JK: rupiah tertekan bila USD kuat + fed funds logam; emiten farm products dengan utang bank berbunga tinggi = beban bunga naik. Wait-and-see.

3. Berita global relevan (pekan ini)

  • Fokus pasar ke AI/semis: Oracle naik keras via guidance FY2030 $225 miliar; "chip earnings power averages higher"; Nasdaq volatilitas mereda.
  • Rotasi ke tech AI menyerap likuiditas. Nol berita soal sawit/karet/agri Indonesia di feed global. JAWA.JK sektor farm tak dapat bid dari tema global.
  • Edge infra, IT management service, quantum — semua menjauh dari consumer defensive. Defensif agri under-owned.

4. Risiko IDX spesifik

  • Polymarket: MSCI downgrade Indonesia ke Frontier by 30 Nov 2026 = 12% Yes (-5,5pp 1 minggu). Risiko turun, tapi kalau terjadi = outflow paksa, paling brutal ke small cap illikuid seperti JAWA.JK.
  • Prabowo cease to be President by end-2026: 5%.
  • IDX 28 Okt: gainer teratas SMCB +158%, XCIS +28%, YPAS +25%, ALKA +25%; loser RAFI -72%, SMMA -38%, BIKE -25%. Pola "gorengan" — bid ditutup. Mekanik pasar: uang lari ke momentum kecil, bukan ke fundamental.
  • Screener IDX: hanya 3 nama terflag (PIPA, LUCY, NATO) — JAWA.JK tidak muncul di daftar sinyal. Tak ada setup teknikal terbaca.

5. Trade implication untuk JAWA.JK

  1. Sinyal bullish: nol. Tak ada berita, tak ada screener flag, tak ada katalis komoditas, makro hawkish.
  2. Asimetri buruk: upside butuh katalis (tak ada di feed), downside punya trigger makro konkret (MSCI 12%, rupiah, suku bunga).
  3. Likuiditas = risiko utama. Position size kecil, hindari entry di harga penutupan ekstrem seperti pola RAFI/SMMA di atas.
  4. Monitor wajib: (a) rilis berita JAWA.JK (vendor kosong — pakai IDX disclosure / keterbukaan informasi emiten), (b) harga CPO & karet Bursa Malaysia, (c) kurs IDR/USD, (d) keputusan MSCI akhir Nov 2026.
  5. Tindakan sekarang: tidak buka posisi baru sampai katalis muncul. Jika sudah pegang — review untuk exit karena tesis tak didukung data apa pun.

6. Tabel ringkas

Kategori Bukti / data Arah untuk JAWA.JK
Berita emiten JAWA.JK DATA_UNAVAILABLE (Yahoo tak punya artikel bertag ticker) Netral / buta info — jangan andalkan narasi
Berita sektor agri/CPO global Nol headline relevan di feed 7 hari Negatif (tak ada bid sektoral)
Fed rate cut 2026 Polymarket: 97% tidak ada cut Negatif (biaya utang tinggi)
Resesi AS 2026 Polymarket: 7% Yes (-0,5pp) Netral
Resesi AS 2027 Polymarket: 31% (-4,0pp) Netral
MSCI Indonesia → Frontier (30 Nov) Polymarket: 12% Yes Risiko tail negatif (outflow small cap)
Stabilitas presiden ID Polymarket: 5% Prabowo keluar 2026 Netral
Makro FRED (CPI, fed funds, UST10Y) DATA_UNAVAILABLE (FRED_API_KEY absen) Tidak dikomentari
Screener IDX Flag: PIPA, LUCY, NATO. JAWA.JK absen Netral / tak ada sinyal teknikal
Breadth IDX 28 Okt SMCB +158%, RAFI -72%, SMMA -38% Pasar spekulatif + volatil
Likuiditas JAWA.JK Emiten farm products kecil, arus tipis Risiko eksekusi tinggi

Rating: Sell FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL