IPCM · analisa Rabu, 28 Oktober 2026
model analisa cb/deepseek-v4.1-flash
Hold
Net broker seluruhnya 150,7 jt rupiah. Kapitalisasi 1,4 T.
Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.
Skor 64.9 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.
rating, rencana riset, dan trader sepakat
net 150,7 jt dari bruto 513,2 jt, 12/12 broker net beli
-9,6% vs SMA50, return 20 sesi -11,6%
rata-rata 338,9 jt rupiah per hari
ATR 5.0% pas untuk stop 1,5 ATR
10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-28. Positif berarti akumulasi.
| Broker | Nama | Net | Net volume | Beli | Jual |
|---|---|---|---|---|---|
| DH | SINARMAS SEKURITAS | 34,7 jt | 135,5 rb | 34,7 jt | - |
| YJ | LOTUS ANDALAN SEKURITAS | 26,4 jt | 104,0 rb | 26,4 jt | - |
| MG | SEMESTA INDOVEST SEKURITAS | 24,2 jt | 84,0 rb | 188,2 jt | 164,0 jt |
| CC | MANDIRI SEKURITAS | 23,7 jt | 92,5 rb | 32,1 jt | 8,5 jt |
| PD | INDO PREMIER SEKURITAS | 14,5 jt | 56,3 rb | 15,0 jt | 538,4 rb |
| KK | PHILLIP SEKURITAS INDONESIA | 14,1 jt | 55,3 rb | 14,2 jt | 101,6 rb |
| NI | BNI SEKURITAS | 5,4 jt | 21,1 rb | 5,4 jt | 25,6 rb |
| YB | YAKIN BERTUMBUH SEKURITAS | 2,6 jt | 10,0 rb | 2,6 jt | - |
| SQ | BCA SEKURITAS | 2,3 jt | 9,0 rb | 2,6 jt | 307,2 rb |
| DR | RHB SEKURITAS INDONESIA | 1,2 jt | 4,6 rb | 1,2 jt | - |
Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.
| Beli | Harga rata-rata | Nilai | Jual | Harga rata-rata | Nilai |
|---|---|---|---|---|---|
| XL | 254 | 194,9 jt | XL | 257 | 241,7 jt |
| MG | 257 | 188,2 jt | MG | 253 | 164,0 jt |
| DH | 256 | 34,7 jt | AG | 255 | 77,3 jt |
| CC | 256 | 32,1 jt | OD | 254 | 45,4 jt |
| YJ | 254 | 26,4 jt | CC | 257 | 8,5 jt |
| PD | 257 | 15,0 jt | XC | 256 | 8,2 jt |
| KK | 254 | 14,2 jt | YP | 256 | 7,8 jt |
| AG | 253 | 13,4 jt | HD | 256 | 1,7 jt |
8 dari 26 catatan terakhir.
| Tanggal | Nama | Jabatan | Aksi | Perubahan | Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| 2024-11-20 | R. R. DEWI ARIYANI | KOMISARIS | Buy | +229,500 | 272 |
| 2024-11-13 | MUHAMMAD IQBAL | DIREKTUR | Buy | +505,000 | 270 |
| 2024-11-07 | SHANTI PURUHITA | DIREKTUR | Buy | +580,000 | 272 |
| 2024-01-17 | PELABUHAN INDONESIA INVESTAMA | - | Sell | -6,000 | 0 |
| 2024-01-16 | PELABUHAN INDONESIA INVESTAMA | - | Buy | +6,000 | 0 |
| 2024-01-11 | PELABUHAN INDONESIA INVESTAMA | - | Sell | -3,000 | 0 |
Rating: Hold
Executive Summary: HOLD untuk IPCM.JK — bias hati-hati, bukan Hold netral. Jangan tambah, jangan buka posisi baru, jangan keluar paksa. Pertahankan ukuran eksisting; jika belum punya posisi, tetap di kas. Ketiga analis sampai di HOLD lewat jalan berbeda, dan setelah ditimbang, HOLD memang hasil yang benar — bukan karena kompromi, tapi karena bear menang di disiplin bukti sementara bull gagal membuktikan satu pun klaim strukturalnya. Yang menang mutlak: Konservatif soal aritmetika rasio imbalan-risiko (koreksi terkuat di seluruh debat, dan Agresif tidak membalasnya), dan soal netralitas bandarmologi (Neutral benar: data broker tidak bullish seperti klaim Agresif, tidak bearish seperti bayangan Konservatif). Hasil bersih: tidak ada dasar untuk tambah, belum ada dasar untuk keluar. Aksi: pegang ukuran sekarang, disiplin stop 247, tunggu Q3 2026 sebagai penentu arah.
Investment Thesis: Siapa menang, dan kenapa.
Konservatif menang mutlak di aritmetika — ini poin pemutus. Agresif menghitung rasio 2,4:1 dari entry 258 (risiko 11 poin ke stop 247, imbalan 26 poin ke 284). Tapi Agresif sendiri melarang beli di 258 dan menetapkan trigger entry close di atas 265,05. Entry realistis 266 → risiko 19 poin, imbalan 18 poin, rasio 0,95:1. Neutral memperbaiki ini ke 1,0–1,26 dengan menggeser target ke 285–290 (gap 284 + SMA50 285,32), tapi Neutral sendiri menyebutnya "marginal". Jadi klaim asimetri Agresif gugur permanen: tesis Agresif tidak selamat dijalankan menurut aturannya sendiri. Setup marginal hanya layak dengan bukti tambahan di luar harga — dan bukti itu belum ada.
Netralitas bandarmologi: Neutral menang atas keduanya. Fakta yang tak terbantah: neto klaster broker keluar ~Rp10 juta (top seller -Rp151,5 juta vs top buyer ~Rp141 juta), buyer terkonsentrasi di avg 254–257 dengan bantalan 1–4 poin terhadap ATR 10,89, dan tidak ada broker asing besar di sisi beli. Neutral benar bahwa Agresif salah menaikkan DH/YJ/CC/PD/KK ke status "smart money" — itu perantara, bukan pemilik dana, dan Konservatif benar soal itu. Tapi Neutral juga benar bahwa Konservatif menyeleweng saat mengangkat MG sebagai bukti distribusi: MG beli avg 257, jual avg 253 — churn, bukan distribusi agresif. Bacaannya neto netral. Konsekuensi: bandarmologi tidak boleh dipakai menambah maupun keluar.
Stop ganda: Neutral menang atas Konservatif. Konservatif menuduh Agresif tidak konsisten memakai 247 dan 252. Neutral benar bahwa itu salah baca — 252 dengan volume >2,5 juta lembar adalah de-risking bertahap, 247 adalah batas struktural akhir. Neutral juga benar bahwa hanya memasang 247 berbahaya di ATR 10,89: gap ke 240 berarti stop tereksekusi di 240, bukan 247. Dua lapis, urutan jelas. Tapi Neutral benar juga bahwa trigger bear tidak boleh menunggu Q3 — exit bersifat mekanis.
Volatilitas: Konservatif menang atas Agresif. ATR 6,27 → 10,89 (+74%) bukan "bahan bakar". Itu biaya: satu hari normal menggerakkan posisi 4,2%, stop harus 2x lebih lebar, ukuran harus 2x lebih kecil. Agresif akhirnya menulis konsekuensi yang sama (stop 2xATR ~22 poin, posisi kecil), jadi tesis "energi" itu murni framing, nol substansi operasional. Neutral benar: volatilitas tidak mengubah arah, mengubah ukuran.
Fundamental: Konservatif menang di disiplin bukti, Agresif menang di satu fakta. Neraca penuh, arus kas, FY2022–FY2025, EPS FY tervalidasi, dan Q3 2026 gagal di-fetch — semuanya kosong. P/E ~30x bertumpu pada asumsi H2 setara H1 yang tidak terverifikasi. Klaim "net cash positif" hanyalah rasio indikatif (pendapatan keuangan Rp5,16 miliar vs beban bunga Rp1,69 miliar), bukan neraca. Klaim struktural Agresif yang paling sering diulang justru yang paling lemah dasarnya. Yang tidak terbantah: tanpa Rp5,16 miliar pendapatan keuangan, PBT turun ~18% ke Rp23,8 miliar — sebagian laba bukan dari operasi pandu tunda. Margin bruto 9,65% (biaya pokok 90,3% pendapatan) tidak konsisten dengan pricing power; Agresif tidak membantah angka, hanya menyebutnya "sehat untuk bertahan" — dan bertahan ≠ tumbuh.
Makro: dua-duanya benar di domain masing-masing, neto nol. Agresif benar bahwa net cash membuat suku bunga tinggi menambah pendapatan keuangan. Konservatif benar bahwa Fed no-cut 97% menekan aset EM kecil lewat diskon likuiditas, bukan lewat beban bunga — dan nama berkapitalisasi Rp1,36 triliun dengan turnover 0,041%/hari adalah yang paling terekspos. Implikasi moderat: jangan perbesar eksposur ke nama ini dalam likuiditas global ketat.
Insider dan pengendali: klaim lantai tidak terbukti. Pembelian Nov 2024 di 270–272 sudah ~23 bulan senyap, total ~Rp430 juta — bukan lantai, bukan conviction besar. "BUMN tidak akan membiarkan anak usaha jatuh" tidak punya satu klausul, komitmen, atau kewajiban hukum. Asumsi, bukan data. Ini melemahkan sisi bawah tesis Agresif tanpa membatalkannya.
Sentimen: nol sampel = nol informasi. Neutral benar — skor 5/10 adalah default karena kosong, bukan netral. Tidak boleh dibaca bullish (Agresif) maupun bearish (Konservatif).
Mengapa HOLD, dan mengapa bukan Underweight. Bear menang di substansi, tapi kemenangannya adalah kemenangan tidak adanya bukti beli — bukan bukti kerusakan. Tidak ada laba negatif, tidak ada utang macet terkonfirmasi, tidak ada insider selling, tidak ada katalis negatif spesifik. Pelindo sebagai pengendali memberi lantai struktural yang tidak terukur — nyata sebagai fakta kepemilikan, tak terukur sebagai jaminan harga. Yang ada hanya bukti timing untuk tidak masuk: close 258 < EMA10 265,05 < SMA50 285,32 < SMA200 316,8; MACD -7,61 di bawah nol, hist -0,70 stagnan; VWMA turun 10 sesi (284,05 → 260,53); gap down 16 Okt belum ditutup; lower-high 272 → 266 → 260 → 258. Agresif mengakui semua ini eksplisit. Nol dari tiga trigger bull terpenuhi. Likuiditas tipis (turnover 0,041%, nilai transaksi Rp558 juta/hari) membatasi penambahan ukuran, bukan alasan panik keluar dari posisi kecil. Maka: HOLD dengan bias hati-hati.
Apa yang mengubahnya.
Eksekusi. Pertahankan ukuran eksisting, tidak lebih; jika posisi melebihi batas yang bisa dieksekusi dalam beberapa hari pada turnover 0,041%, turunkan ke dalam batas itu (asumsi alokasi wajar Rp60–110 juta; di atas Rp500 juta likuiditas tidak mendukung). Maksimum ~5% volume harian rata-rata per hari, bangun/keluar dalam beberapa hari. Selalu limit order, jangan market — slippage nyata. Stop efektif ~2xATR (~22 poin) berarti posisi harus kecil.
Keterbatasan data — eksplisit: neraca penuh, arus kas, FY2022–FY2025, EPS FY tervalidasi, dan Q3 2026 tidak tersedia. Sentimen nol sampel. Berita emiten dan sektor pelayaran kosong. Screener IDX tidak memuat IPCM.JK. Setiap klaim "murah" maupun "mahal" untuk IPCM.JK saat ini tidak dapat divalidasi — karena itu diskon likuiditas adalah harga wajar untuk risiko yang belum terukur, bukan peluang.
Price Target: not provided
Time Horizon: 3-6 bulan (katalis penentu: rilis Q3 2026 akhir Okt/awal Nov)
Action: Hold
Reasoning: Tren turun struktural, bukan noise. Close 258 di bawah EMA10 265,05 < SMA50 285,32 < SMA200 316,8 — susunan bearish penuh, nol MA tertahan. MACD -7,61 di bawah nol, hist -0,70 stagnan; VWMA 260,53 turun 10 sesi (284,05 → 260,53) = tak ada akumulasi volume. Gap down 16 Okt (284 → 242) belum ditutup; lower-high 272 → 266 → 260 → 258. Bandarmologi: top-3 net seller -Rp151,5 juta > top-10 buyer ~Rp141 juta; buyer avg 254–257 cuma untung 1–4 poin, jadi penjual paksa bila 252 pecah. Tak ada broker asing besar di sisi beli.
Plan benar: bull kalah di substansi (net cash cuma rasio indikatif, neraca/arus kas gagal fetch; margin bruto 9,65% tak konsisten pricing power; laba ditopang pendapatan bunga Rp5,16 M — tanpa itu PBT turun ~18%). Bear menang disiplin bukti. Tapi bear tak punya bukti kerusakan fundamental: tak ada laba negatif, tak ada insider selling, pengendali BUMN beri lantai. Maka HOLD bias hati-hati, bukan Underweight.
Trigger bull belum terpenuhi satu pun dari tiga: close > 265,05, MACD hist > 0, volume > 1,5x rata-rata. Jangan tambah, jangan buka posisi baru. Jika belum punya posisi: tetap kas.
Entry Price: Tidak ada entry baru. Entry hanya jika trigger bull terpenuhi (close > 265,05 + hist > 0 + volume > 1,5x), dan itu pun bukan level yang bisa saya kunci dari data ini tanpa konfirmasi close — level absolut tidak dapat dinyatakan sekarang.
Stop Loss: 247 (di bawah Bollinger lower 247,26). Exit mekanis bila close < 252 dengan volume > 2,5 juta lembar → target 247,26 lalu 242 (low 19 Okt). Pakai limit order, jangan market — likuiditas tipis, slippage nyata.
Position Sizing: Pertahankan ukuran eksisting, tidak lebih. Underweight relatif terhadap alokasi target sampai trigger terpenuhi. ATR 10,89 naik 74% dalam 9 sesi = volatilitas tinggi, stop lebar (2xATR ≈ 22 poin), posisi kecil. Maksimum eksekusi ~5% volume harian rata-rata per hari; bangun/keluar dalam beberapa hari. Alokasi standar asumsi Rp60–110 juta; di atas Rp500 juta likuiditas (turnover 0,041%/hari, Rp558 juta) tidak mendukung.
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
Recommendation: Hold
Rating: Hold FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
Kedua sisi sepakat pada HOLD, tapi lewat jalan berbeda — dan itu justru yang menentukan bobot akhir. Saya nilai bull kalah tipis di substansi, bear menang di disiplin bukti, dan hasil bersihnya tetap HOLD, bukan Underweight.
Argumen yang memutuskan:
Standar ganda neraca vs P/E — poin bear menang. Bull menolak P/E 30x karena EPS tidak tervalidasi (benar), lalu mengklaim "net cash positif" dari satu rasio indikatif (pendapatan keuangan Rp5,16 miliar > beban bunga Rp1,69 miliar) padahal laporan fundamental menyatakan neraca dan arus kas gagal di-fetch. Itu rasio indikatif, bukan neraca. Klaim struktural bull yang paling sering diulang justru yang paling lemah dasarnya. Inilah yang menggeser keseimbangan.
"Moat Pelindo" = ketergantungan satu pihak — poin bear menang. Margin bruto 9,65% (biaya pokok 90,3% pendapatan) tidak konsisten dengan pricing power. Pelindo adalah pemegang saham, pelanggan, dan regulator tarif. Bull tidak membantah angka margin; ia hanya menyebutnya "sehat untuk bertahan". Bear benar: bertahan ≠ tumbuh.
Laba bersih ditopang pendapatan bunga — poin bear menang. Tanpa Rp5,16 miliar pendapatan keuangan, PBT turun ~18% ke Rp23,8 miliar. Sebagian laba bukan dari operasi pandu tunda. Bull tidak menjawab ini.
Semua sinyal timing terverifikasi negatif. 258 < EMA10 265,05 < SMA50 285,32 < SMA200 316,8; MACD di bawah nol; VWMA turun 10 sesi (284,05 → 260,53); gap down 16 Okt belum ditutup; lower-high 272 → 266 → 260 → 258; ATR naik 74%. Bull mengakui semua ini secara eksplisit. Tidak ada satu pun indikator yang mendukung entry.
Bandarmologi sisi jual lebih besar (top-3 net seller -Rp151,5 juta vs top-10 buyer ~Rp141 juta), buyer baru di avg 254–257 hanya untung 1–4 poin dan jadi penjual paksa bila 252 pecah. Tidak ada broker asing besar di sisi beli.
Argumen bull yang tersisa bersifat defensif, bukan bullish. "Laba bersih bersih" (OCI nol, NCI nol, ETR 22,4% normal) adalah syarat minimum, bukan keunggulan. "Insider tidak jual 23 bulan" melemah karena tidak ada pembelian tambahan di 258 — bear benar bahwa keyakinan memudar, meski ini sinyal lemah dua arah.
Kenapa tetap HOLD, bukan Underweight: bear tidak punya bukti fundamental untuk mendorong keluar. Yang ada hanya bukti timing untuk tidak masuk. Tidak ada laporan laba negatif, tidak ada utang macet terkonfirmasi, tidak ada insider selling, dan pengendali BUMN memberi lantai struktural. Likuiditas tipis (turnover 0,041%/hari, nilai transaksi Rp558 juta) adalah fakta eksekusi yang membatasi penambahan ukuran, bukan alasan panik keluar dari posisi kecil. Menambah di sini = membeli aset tanpa katalis, tanpa momentum, dengan valuasi tidak terverifikasi. Menjual di sini = keluar dari aset tanpa bukti kerusakan fundamental.
Kesimpulan: tidak ada dasar untuk tambah, belum ada dasar untuk keluar. HOLD dengan bias hati-hati, bukan Hold netral.
Catatan keterbatasan data — eksplisit: neraca penuh, arus kas, FY2022–FY2025, EPS FY tervalidasi, dan Q3 2026 semuanya tidak tersedia. Sentimen = nol sampel (kosong, bukan netral). Berita emiten dan sektor pelayaran kosong. Screener IDX tidak memuat IPCM.JK. Setiap klaim "murah" maupun "mahal" untuk IPCM.JK saat ini tidak bisa divalidasi.
Sized terhadap alokasi standar (asumsi posisi Rp60–110 juta sesuai laporan fundamental; di atas Rp500 juta likuiditas tidak mendukung).
Jangan tambah. Jangan buka posisi baru. Tidak ada satu pun trigger bull terpenuhi: close > 265,05 (EMA10) + MACD hist > 0 + volume > 1,5x rata-rata — nol dari tiga.
Pertahankan posisi eksisting di ukuran sekarang, tidak lebih. Jika belum punya posisi, tetap di kas. Underweight relatif terhadap alokasi target sampai trigger terpenuhi.
Stop struktural keras: 247. Trigger exit bear: close < 252 dengan volume > 2,5 juta lembar → kurangi/keluar, target Bollinger lower 247,26 lalu 242 (low 19 Okt). Patuhi ini secara mekanis; likuiditas tipis berarti slippage nyata — pakai limit, jangan market order.
Katalis penentu arah: laporan Q3 2026 (rilis akhir Okt/awal Nov). Sebelum itu, tidak ada alasan mengubah ukuran.
Maksimum eksekusi per hari: ~5% dari volume harian rata-rata. Bangun/keluar posisi dalam beberapa hari, bukan satu transaksi.
Pemantauan sebelum Q3: harga vs 265,05 dan 252; VWMA harian (akumulasi = VWMA berhenti turun); sisi net broker (apakah top seller berhenti); apakah gap 16 Okt mulai ditutup.
Jangan mengejar re-rating berdasarkan "murah". Kasus bull untuk IPCM.JK adalah kasus struktural, bukan kasus entry — dan komponen strukturalnya (net cash) masih belum terverifikasi. Sampai itu terverifikasi, diskon likuiditas adalah harga wajar untuk risiko yang belum terukur, bukan peluang.
| Metrik | Nilai |
|---|---|
| Close | 258 |
| Open/High/Low | 260 / 262 / 252 |
| Volume | 2.187.500 lbr |
| Turnover | Rp 558.206.400 |
| Foreign net | -1.800 lbr |
| close_10_ema | 265,05 |
| close_50_sma | 285,32 |
| close_200_sma | 316,8 |
| RSI | 36,9 |
| MACD | -7,61 |
| MACD signal | -6,91 |
| MACD hist | -0,70 |
| Boll mid / UB / LB | 273 / 298,74 / 247,26 |
| ATR | 10,89 |
| VWMA | 260,53 |
Tidak ada konflik antar-tool. Data broker & order flow pakai sumber sama (IDX Edge PRO).
Top net buyer (rupiah):
Top net seller:
Pola: domestik institusional/sekuritas korporasi (DH, CC, PD, YJ, KK) beli di 254–257; retail platform (AG Kiwoom, XL Stockbit) dan OD BRI Danareksa jual. Total net buyer top-10 Rp ~141 juta vs net seller top-3 Rp -151,5 juta. Sisi jual lebih besar nominalnya.
Tidak ada broker asing besar (J.P. Morgan, UBS, Maybank, Macquarie, CGS, CLSA) di daftar net buyer teratas. Foreign net 28 Okt hanya -1.800 lbr — tipis, artinya pergerakan ini domestik, bukan arus asing.
Catatan penting: avg beli klaster 254–257 sedangkan close 28 Okt 258. Posisi buyer tipis untung. Kalau 252 pecah, grup ini jadi trapped dan bisa berbalik jual.
Bias: bearish / unresolved breakdown. Tidak ada alasan entry beli sekarang.
Rating: Hold FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
| Dimensi | Data terverifikasi | Baca | Aksi |
|---|---|---|---|
| Harga | Close 258; range 252–262 | Di bawah EMA10 265,05 | Netral-bearish |
| MA stack | 258 < EMA10 265,05 < SMA50 285,32 < SMA200 316,8 | Bearish penuh | Hindari buying trend |
| Momentum MACD | -7,61; hist -0,70 | Hist memudar lalu stagnan | Belum reversal |
| RSI | 36,9 (low 17,57 di 19 Okt) | Lemah, tak ekstrem | Konfirmasi dengan volume |
| Volatilitas ATR | 10,89 (naik dari 6,27 di 15 Okt) | Volatilitas 74% lebih tinggi | Posisi kecil; stop 2xATR ≈22 poin |
| Bollinger | Mid 273 / LB 247,26 | Close 11 poin di atas LB | Zona 247–252 = risiko |
| VWMA | 260,53; turun 10 sesi | Volume di harga lebih rendah | Tidak ada akumulasi volume |
| Gap | 15 Okt 284 → 16 Okt open/low 242 | Gap down belum ditutup | 272–276 = lower-high |
| Broker | DH +34,7 jt, YJ +26,4 jt, CC +23,7 jt @254–257 vs AG -63,8 jt, XL -46,7 jt, OD -41,0 jt | Domestik institusi vs retail/jual | Buyers tipis untung |
| Asing | Net -1.800 lbr (28 Okt) | Netral, bukan driver | Perhatikan bila jadi net buy besar |
| Trigger bull | Close >265,05 + hist >0 + vol 1,5x | Belum terpenuhi | Tunggu |
| Trigger bear | Close <252 + vol >2,5 jt | Belum terpenuhi | Exit posisi bila terjadi |
Data cut-off: 2026-10-28. Sumber: IDX Edge PRO.
Tool get_balance_sheet / get_cashflow / get_income_statement gagal parse isi. Output hanya header (## Q1 2024, ## FY 2025, dst) tanpa baris angka. Jadi neraca, arus kas, dan tren multi-periode TIDAK bisa dikutip.
Satu-satunya angka laporan lengkap: get_fundamentals, periode Q2 2026 (retrieved 2026-10-05). Kemungkinan format laporan kumulatif H1, tapi tool tidak menyatakan period_end eksplisit. Perlakuan: angka H1 2026 kumulatif.
Q3 2026 belum terbit per cut-off. Laporan Q3 IDX biasanya rilis akhir Oktober — cek dulu sebelum ambil posisi besar.
| Item | Rp miliar | % pendapatan |
|---|---|---|
| Pendapatan usaha | 382,46 | 100,0% |
| Beban pokok pendapatan | -345,54 | 90,3% |
| Laba bruto | 36,92 | 9,65% |
| Beban umum & administrasi | -10,39 | 2,72% |
| Pendapatan keuangan | 5,16 | 1,35% |
| Beban bunga & keuangan | -1,69 | 0,44% |
| Pendapatan lainnya | 0,76 | 0,20% |
| Beban lainnya | -1,81 | 0,47% |
| Laba sebelum pajak | 28,94 | 7,57% |
| Pajak | -6,48 | 1,69% (ETR 22,4%) |
| Laba bersih | 22,46 | 5,87% |
Poin:
Tidak tersedia. Tool gagal render. Gap ini besar: tidak tahu utang, kas, ekuitas, atau kapasitas dividen. Bisa disimpulkan hanya net cash dari pendapatan/beban keuangan, itu pun indikatif.
Tidak tersedia. Tool mengklaim punya Q3 2023–Q2 2026 dan FY 2022–FY 2025, tapi isi kosong. Tidak bisa klaim tren pendapatan/laba. Jangan karang arah tren.
Tidak ada transaksi dalam ~23 bulan terakhir (terakhir 2024-11-20). Riwayat relevan:
| Tanggal | Aksi | Nama | Jabatan | Jumlah | Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| 2024-11-20 | BUY | R. R. Dewi Ariyani | Komisaris | +229.500 (→387.600) | 272 |
| 2024-11-13 | BUY | Muhammad Iqbal | Direktur | +505.000 (→964.100) | 270 |
| 2024-11-07 | BUY | Shanti Puruhita | Direktur | +580.000 (→1.072.100) | 272 |
Baca:
Tool balik kosong. Tidak ada data.
Turnover 0,041% per hari. Nilai transaksi Rp558 juta. Artinya:
Untuk beli:
Untuk jual/hindar:
Rating: Hold
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
| Kategori | Fakta | Simpulan |
|---|---|---|
| Ticker | IPCM.JK, IDX, Marine Shipping | Jasa pemanduan/penundaan kapal, anak Pelindo |
| Harga | 258, -0.77%, VWAP 255.18 | Di bawah beli insider 270–272 |
| Market cap | Rp1,363 triliun, 5,285 miliar lembar | Kapitalisasi kecil |
| Likuiditas | Turnover 0,041%, nilai Rp558 juta/hari | Sangat tipis, batasi ukuran posisi |
| Pendapatan H1 2026 | Rp382,46 miliar | Data satu-satunya yang lengkap |
| Margin bruto | 9,65% | Tipis, ruang leverage operasi kecil |
| Margin bersih | 5,87% | Sehat untuk sektor jasa padat biaya |
| ETR | 22,4% | Normal |
| Net cash | Pendapatan keuangan 5,16 > beban bunga 1,69 | Neraca bersih, tapi tanpa angka detail |
| EPS H1 2026 | ~Rp4,25 (kasar) | P/E annualized ~30x — mahal jika H2 setara H1 |
| OCI / NCI | Nol | Laba bersih = laba komprehensif |
| Insider | 3 beli Nov 2024 di 270–272, lalu senyap | Sinyal positif melemah 2 tahun |
| Pengendali | Pelabuhan Indonesia Investama 569,55 juta lembar | Backing BUMN |
| Seasonality | Tidak ada data | — |
| Data gap | Neraca, arus kas, FY2022–FY2025 gagal fetch | Wajib manual cek Q3 2026 sebelum add posisi |
| Rating | Hold | Tunggu Q3 2026 + konfirmasi margin |
Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low
Periode: 2026-10-21 s.d. 2026-10-28
| Sumber | Status | Isi | Bobot bukti |
|---|---|---|---|
| News (Yahoo Finance, 7 hari) | TIDAK TERSEDIA | Vendor tidak bisa melayani get_news; tidak ada artikel bertag IPCM.JK | Nol |
| StockTwits (retail kashtag) | TIDAK TERSEDIA | HTTPError — tidak ada satu pun pesan terambil |
Nol |
| Reddit (7 hari) | TIDAK ADA KUERI | Tidak ada kueri diskusi untuk IPCM.JK | Nol |
Tidak ada data sentimen yang bisa dianalisis. Nol headline, nol post StockTwits, nol post Reddit.
Tidak dapat diukur. Divergensi butuh minimal dua sumber aktif.
Tidak ada. Tidak ada topik berulang untuk diidentifikasi.
Tidak ada yang terdeteksi dari sumber mana pun dalam jendela 7 hari. Tidak menyimpulkan adanya atau tidak adanya katalis. Untuk IPCM.JK, katalis yang relevan secara struktural (rilis laba kuartalan, kontrak bongkar-muat/terminal, kebijakan pelayaran nasional) harus dicek langsung ke keterbukaan informasi IDX dan laporan emiten — di luar cakupan tool ini.
| Sinyal | Arah | Sumber | Bukti pendukung |
|---|---|---|---|
| Framing institusional | Tidak tersedia | Yahoo Finance news | DATA_UNAVAILABLE — nol artikel |
| Sentimen retail | Tidak tersedia | StockTwits | HTTPError — nol pesan |
| Diskusi komunitas | Tidak tersedia | Tidak ada kueri | |
| Total sampel | 0 | Semua | Tidak ada dasar hitung skor selain titik netral |
Perlakukan IPCM.JK sebagai tanpa sinyal sentimen. Dasar keputusan harus dari fundamental, keterbukaan informasi IDX, dan teknikal. Ulangi pengambilan data; kalau StockTwits/news tetap kosong, catat bahwa saham ini tipis liputan (likuiditas rendah untuk nama pelayaran kecil di IDX) — itu sendiri informasi.
Rating: Neutral FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
Riset Berita — IPCM.JK (PT Jasa Armada Indonesia Tbk) — 21–28 Okt 2026
Status data: berita khusus IPCM.JK TIDAK tersedia (vendor Yahoo Finance tak punya artikel bertag IPCM.JK). Makro FRED TIDAK tersedia (FRED_API_KEY tidak diset). Laporan pakai global news, prediction markets, screener IDX. Jangan anggap nilai kosong = netral.
1. Berita emiten — kosong Tidak ada katalis spesifik IPCM.JK minggu ini. Tidak ada pengumuman kontrak, dividen, ekspansi armada, atau perubahan tarif yang bisa dikutip. Untuk saham kecil (mikrokap) sektor pelayaran, absen berita = absen pemicu. Pergerakan harga pekan ini lebih mungkin ikut arus sektor, bukan cerita sendiri.
2. Sektor pelayaran / Indonesia — tidak ada sinyal Tidak ada headline global soal pelayaran, batubara, atau logistik Indonesia dalam feed 7 hari. Feed global didominasi teknologi AS (IBM, Oracle, Intel, Cisco, AMD). Untuk IPCM.JK (jasa kepelabuhanan/pandu tunda, basis trafik batubara & kargo curah), relevansi langsung rendah. Tidak ada bukti perubahan volume kargo yang bisa ditindak.
3. Makro global — hawkish, risk-off untuk EM
4. Pasar IDX — sesi tutup, breadth netral/kosong
| Kode | Bucket | WR | Potential | Drawdown |
|---|---|---|---|---|
| PIPA | Risiko Pantulan | 66.7 | +17.0 | -5.0 |
| LUCY | Sinyal Telat | 66.7 | +28.0 | -4.0 |
| NATO | Sinyal Telat | 62.5 | +6.0 | -3.0 |
5. Implikasi trading IPCM.JK
| Poin | Isi | Arah untuk IPCM.JK |
|---|---|---|
| Berita emiten | Tidak tersedia (vendor tak punya tag IPCM.JK) | Netral — tidak ada katalis |
| Berita sektor pelayaran | Tidak ada di feed global 7 hari | Netral |
| Fed 2026 | No-cut 97% (Polymarket, $9,2 jt) | Negatif — dolar kuat, EM tertekan |
| Data FRED | Tidak tersedia (API key kosong) | Tidak diketahui |
| Sesi IDX | Tutup, buka Kamis 09:00 WIB | Tidak ada aksi sampai buka |
| Breadth | count 0 | Tidak diketahui |
| Screener | IPCM.JK tidak muncul | Tidak ada sinyal teknikal |
| Likuiditas | Mikrokap, tipis | Risiko tinggi |
| Kesimpulan | Tanpa katalis + makro hawkish | Tunggu, jangan masuk |
Rating: Hold (no catalyst, no position add; wait for news/volume — data gap on emiten news and FRED)
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD