Gacor Quant
Sesi 1 berlangsung (09:00-12:00 WIB) IDX Edge PRO Tentang Gacor

Indonesia Kendaraan Terminal Tbk.

IPCC · analisa Selasa, 27 Oktober 2026

model analisa cb-flash

Overweight

1.010 rupiah per lembar · -0,50% · -

Net broker seluruhnya 638,2 jt rupiah. Kapitalisasi 1,8 T.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Overweight. Akumulasi bertahap IPCC.JK rentang 980-1.015. Porsi 15-20% alokasi standar, batasi risiko likuiditas harian tipis Rp868 juta.
Aliran dana
SQ beli 559,2 jt · GR jual 304,0 rb
Posisi harga
-6,9% terhadap SMA50, asing -2,4% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir
VWAP
1.015
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
82,1 jt
rupiah, sesi -
Frekuensi
85
kali transaksi
Volume
80,9 rb
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-27. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
SQ BCA SEKURITAS 559,2 jt 549,0 rb 560,6 jt 1,3 jt
EP MNC SEKURITAS 24,2 jt 24,0 rb 25,2 jt 1,0 jt
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 22,5 jt 22,3 rb 28,0 jt 5,5 jt
NI BNI SEKURITAS 18,7 jt 18,4 rb 22,0 jt 3,3 jt
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 11,5 jt 11,3 rb 13,1 jt 1,6 jt
DR RHB SEKURITAS INDONESIA 1,5 jt 1,5 rb 1,5 jt -
AG KIWOOM SEKURITAS INDONESIA 512,5 rb 500 512,5 rb -
KI CIPTADANA SEKURITAS ASIA 505,0 rb 500 505,0 rb -
HD KGI SEKURITAS INDONESIA 101,0 rb 100 508,0 rb 407,0 rb
DX BAHANA SEKURITAS -102,5 rb -100 - 102,5 rb

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
SQ 1.019 560,6 jt CC 1.018 360,2 jt
CC 1.019 94,2 jt XL 1.017 188,0 jt
XL 1.014 82,2 jt XC 1.019 76,6 jt
KK 1.011 28,0 jt YU 1.020 71,6 jt
EP 1.010 25,2 jt PD 1.013 51,7 jt
NI 1.016 22,0 jt AZ 1.010 40,5 jt
OD 1.015 13,1 jt YB 1.018 24,2 jt
XC 1.015 12,8 jt TP 1.017 19,2 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 26 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2025-07-18 SUGENG MULYADI DIREKTUR Buy +40,000 1,050
2024-12-30 WING MEGANTORO DIREKTUR Buy +53,100 687
2024-12-30 SUGENG MULYADI DIREKTUR Buy +137,200 687
2024-12-30 BAGUS DWIPOYONO DIREKTUR Buy +116,500 687
2024-04-17 PELABUHAN INDONESIA INVESTAMA - Sell -51,700 0
2024-04-16 PELABUHAN INDONESIA INVESTAMA - Buy +51,700 0

Keputusan akhir

139 kata

Rating: Overweight

Executive Summary: Akumulasi bertahap IPCC.JK rentang 980-1.015. Porsi 15-20% alokasi standar, batasi risiko likuiditas harian tipis Rp868 juta. Pasang stop loss 970. Target harga 1.085 uji SMA50 tempo 1-3 bulan.

Investment Thesis: Fundamental bull menang. Kas Rp1,11 triliun lindungi 60,19% market cap Rp1,85 triliun. Utang bank nol. FCF H1 2026 Rp111,45 miliar. Margin bersih 24,98%. P/E 8,93x dan dividend yield 8-10% pasang batas bawah tebal. Tesis sell gugur. IPCC.JK monopoli terminal kendaraan, bukan jebakan nilai bangkrut. Penurunan laba H1 2026 9,28% efek siklikal otomotif. Sisi teknikal tahan posisi ke Overweight, bukan Buy penuh. Tren makro masih bawah SMA50 1.089,70 dan SMA200 1.213,75. Pembeli dominan cuma broker SQ, asing net sell 72.100 lembar. Momentum jangka pendek membaik, RSI pantul ke 42,89, histogram MACD hijau +2,55. Tesis batal jika support 900 jebol.

Price Target: 1085.0

Time Horizon: 1-3 bulan

Rencana trader

46 kata

Action: Buy

Reasoning: Fundamental kuat, kas Rp1,11 triliun topang valuasi murah P/E 8,93x. Tekanan jual mereda di atas support psikologis 1.000. Akumulasi bertahap bidik pantulan uji SMA50 1.085 dan SMA200 1.210.

Entry Price: 1015.0

Stop Loss: 890.0

Position Sizing: 60-70% alokasi standar

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: BUY

Rencana investasi

174 kata

Recommendation: Overweight

Rationale: Bull menang sisi fundamental. Kas IPCC.JK Rp1,11 triliun (60,19% market cap Rp1,85 triliun), utang bank Rp0, FCF H1 2026 Rp111,45 miliar beri batas bawah valuasi kuat. P/E 8,93x dan proyeksi dividend yield 8-10% batasi risiko jatuh. Bear valid bongkar insider usang (Sugeng Mulyadi beli Juli 2025, cuma Rp42 juta). Bear juga benar laba H1 2026 susut 9,28% YoY, ada liabilitas sewa Rp420,87 miliar, penolakan Middle Bollinger Band 1.029,75, serta dominasi pembeli tunggal SQ. Namun tesis Sell Bear gugur. Bisnis monopoli margin bersih 24,98% bukan jebakan nilai bangkrut. Penurunan laba murni siklikal otomotif. Valuasi murah dan kas bersih tebal menang debat. Hambatan teknikal dan likuiditas tipis tahan posisi tidak Buy penuh, pilih Overweight.

Strategic Actions: Ukuran posisi 60-70% alokasi standar. Beli bertahap rentang 980 - 1.015 saat harga koreksi. Pasang antrean beli tambahan rentang 920 - 950 antisipasi SQ lepas barang. Target Price 1: 1.085 (uji SMA50). Target Price 2: 1.210 (uji SMA200). Stop Loss: 890 (tembus support swing 900). Eksekusi pasif via antrean bid, hindari hajar kanan cegah slippage likuiditas tipis.

Analisa teknikal dan aliran dana

590 kata

Ringkasan teknikal IPCC.JK per 27 Oktober 2026.

Snapshot Pasar Terverifikasi

  • Harga: Open 1.010 | High 1.030 | Low 1.010 | Close 1.015
  • Volume: 853.500 lembar | Nilai Transaksi: Rp868.289.500 | Frekuensi: 354 kali
  • Arus Asing: Net foreign volume -72.100 lembar (distribusi asing)

8 Indikator Pilihan & Evaluasi

  1. close_200_sma (1.213,75): Tolok ukur tren utama. Harga jauh bawah MA200. Status: Bearish struktural panjang.
  2. close_50_sma (1.089,70): Dinamika tren menengah. Garis miring turun tajam. Resisten dinamis kuat.
  3. close_10_ema (1.014,83): Tren responsif pendek. Harga ditutup tipis atas EMA10. Tanda rem tekanan jual.
  4. macd (-24,34): Garis momentum dasar. Masih negatif dalam, pantulan belum ubah bias bearish.
  5. macdh (2,55): Selisih MACD dan sinyal (-26,89). Histogram hijau 3 hari berturut-turut. Momentum koreksi naik aktif.
  6. rsi (42,89): Momentum osilator. Naik dari dasar ekstrem 13,68 (19 Oktober 2026). Area netral-bawah.
  7. boll (1.029,75): Garis tengah Bollinger Band (SMA20). Tahan laju rebound harga saat uji batas 1.030. Resisten terdekat.
  8. atr (33,08): Ukuran rentang volatilitas harian. Patokan lebar batas risiko proteksi modal.

Bandarmologi & Aliran Broker

  • Pembeli utama: SQ (BCA Sekuritas) akumulasi tunggal Rp559,24 juta (549.000 lembar, rata-rata 1.019). EP (Rp24,24 juta), KK (Rp22,51 juta) minim.
  • Penjual utama: CC (Mandiri Sekuritas) jual Rp266,00 juta, XL (Stockbit) Rp105,76 juta, YU (CGS International) Rp71,60 juta, XC (Ajaib) Rp63,83 juta, PD (Indo Premier) Rp46,09 juta.
  • Pola aliran: Satu broker lokal (SQ) serap barang. Ritel dan broker asing/institusi (YU, CC, XL, XC) distribusi serempak. Asing catat net sell -72.100 lembar. Struktur bandar rapuh karena top buyer tersentralisasi satu pihak tanpa dukungan asing.

Rekonsiliasi & Uji Silang Vendor

  • Vendor Edge PRO beri skor 15/75 (NETRAL / AVOID). Discrepancy kecil pada pembulatan data: vendor catat RSI 41 vs snapshot terverifikasi 42,89; ATR vendor 37 vs snapshot terverifikasi 33,08. Rujukan mutlak tetap snapshot terverifikasi.
  • Sinyal vendor selaras: Tren harga tertekan di bawah SMA20/SMA50/SMA200, volume transaksi tipis (ratio 0,9x rata-rata 20 hari).

Analisis Aksi Harga

  • Harga jatuh dari 1.035 ke swing low 900 pada 19 Oktober 2026.
  • Pantulan teknikal 20–27 Oktober 2026 mandek di rentang 1.000–1.030.
  • Penolakan harga terjadi di level High 1.030, tertahan garis tengah Bollinger 1.029,75.
  • Risiko uji ulang support psikologis 1.000 dan level terendah 900 tinggi jika support 1.007 jebol.

Rating: SELL

FINAL TRANSACTION PROPOSAL:

  • Aksi: Sell on strength / Avoid buy
  • Area Jual / Exit: 1.020 - 1.030 (uji Middle Bollinger Band)
  • Stop Loss / Cut Loss: 995 (jika posisi tertahan tembus bawah 1.000)
  • Target Penurunan / Re-entry Pantauan: 955 (Bollinger Lower Band) hingga 900-925 (Support swing low Oktober)
  • Alasan: Tren makro downtrend kuat, volume tipis, asing net sell, hanya SQ menampung.
Parameter Nilai / Kondisi Keterangan
Saham IPCC.JK PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
Tanggal Analisis 2026-10-27 Penutupan sesi
Harga Terakhir Rp1.015 Naik +10 poin (+0,99%)
Support Kunci Rp1.007 / Rp955,95 Pivot S1 / Bollinger Lower Band
Resisten Kunci Rp1.029,75 / Rp1.089,70 Bollinger Middle / SMA50
Tren Utama Bearish Di bawah SMA50 dan SMA200
RSI (14) 42,89 Netral, pemulihan oversold
MACD Histogram +2,55 Crossover pemulihan jangka pendek
Arus Bandar Distribusi Campuran SQ tampung Rp559M vs CC, XL, YU buang barang
Arus Asing Net Sell (-72.100 lembar) Keluar dari pasar
Rekomendasi SELL / AVOID Manfaatkan pantulan untuk lepas posisi

Analisa fundamental

768 kata

Profil Perusahaan & Bisnis Utama

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC.JK). Anak usaha Pelindo. Monopoli layanan terminal mobil, alat berat, kargo ro-ro di Pelabuhan Tanjung Priok dan ekspansi terminal satelit (Belawan, Makassar, Pontianak). Pendapatan utama: tarif bongkar muat kendaraan CBU ekspor-impor dan domestik.


Kinerja Keuangan & Laba Rugi (Income Statement)

  • Pendapatan Usaha Q2 2026: Rp211,29 miliar (+4,49% QoQ dari Rp202,21 miliar di Q1 2026).
  • Pendapatan Usaha H1 2026: Rp413,50 miliar (sedikit melambat vs H1 2025 Rp415,55 miliar; -0,49% YoY).
  • Beban Pokok Pendapatan Q2 2026: Rp135,00 miliar (Gross Margin 36,11%).
  • Laba Bruto Q2 2026: Rp76,29 miliar.
  • Beban Usaha (Umum & Administrasi) Q2 2026: Rp20,33 miliar. Efisiensi stabil (~9,6% pendapatan).
  • Laba Bersih Q2 2026: Rp50,47 miliar (-4,43% QoQ dari Rp52,81 miliar di Q1 2026).
  • Laba Bersih H1 2026: Rp103,28 miliar (-9,28% YoY vs H1 2025 Rp113,85 miliar). Laba tetap tebal, Net Margin H1 2026 24,98%.
  • Pendapatan Bunga Keuangan: Tebal, Rp9,95 miliar pada Q2 2026 dan Rp12,59 miliar pada Q1 2026 karena tumpukan kas masif di bank.

Neraca Keuangan (Balance Sheet) & Solvabilitas

  • Kas & Setara Kas (Q2 2026): Rp1,11 triliun. Posisi kas setara 60,19% kapitalisasi pasar (Rp1,85 triliun).
  • Total Aset Lancar: Rp1,22 triliun. Piutang usaha terjaga Rp62,53 miliar.
  • Aset Tetap: Rp781,16 miliar. Total Aset Rp2,05 triliun.
  • Utang Finansial Bank: Rp0 (Zero debt). Beban liabilitas jangka panjang murni liabilitas sewa pembiayaan hak konsesi terminal (Rp420,87 miliar).
  • Liabilitas Jangka Pendek: Rp318,53 miliar. Termasuk utang dividen Rp157,64 miliar siap cair ke pemegang saham.
  • Total Ekuitas: Rp1,31 triliun. Saldo laba belum dicadangkan Rp361,15 miliar.
  • Rasio Likuiditas:
    • Current Ratio: 3,83x. Likuiditas luar biasa kuat.
    • Net Debt: Negatif masif (Net Cash ~Rp690 miliar bila kurangi liabilitas sewa, atau Rp1,11 triliun vs utang bank nol).

Arus Kas (Cash Flow) & Belanja Modal

  • Arus Kas Operasi (OCF) Q2 2026: +Rp43,85 miliar. OCF H1 2026 capai +Rp112,70 miliar. Konversi laba jadi uang riil sangat konsisten.
  • Capex (Aktivitas Investasi): Rendah. Q1 2026 hanya Rp1,25 miliar, Q2 2026 mendekati Rp0. Model bisnis terminal aset-stabil pasca-konsesi awal.
  • Free Cash Flow (FCF) H1 2026: ~Rp111,45 miliar.
  • Dividen: Rutin bayar dividen payout tinggi (>70-80%). Utang dividen per Q2 2026 Rp157,64 miliar bukti komitmen transfer tunai ke investor.

Transaksi Orang Dalam (Insider Transactions)

  • Direksi Akumulasi Mandiri:
    • Direktur Sugeng Mulyadi beli 40.000 lembar @ Rp1.050 pada 18 Juli 2025 (kepemilikan naik jadi 531.200 lembar).
    • Jajaran Direksi (Wing Megantoro, Sugeng Mulyadi, Bagus Dwipoyono) beli serentak akhir 2024 @ Rp687.
  • Insider Selling: Nihil aksi jual dari jajaran direksi/manajemen. Sinyal keyakinan manajemen terhadap prospek fundamental.

Valuasi & Wawasan Trader

  • Kapitalisasi Pasar: Rp1,85 triliun (@ Rp1.015 per saham).
  • EPS Disetahunkan (H1 2026 annualized): Rp113,60.
  • P/E Ratio: 8,93x. Sangat murah untuk emiten monopoli logistik pelabuhan bermargin laba bersih 25%.
  • Book Value per Share (BVPS): Rp718,46. P/B 1,41x.
  • Enterprise Value (EV): ~Rp1,15 triliun (Market Cap dikurangi Kas Bersih). EV/EBITDA sangat rendah (<4x).
  • Katalis Positif: Imbal hasil dividen (dividend yield) estimasi 8-10%, peningkatan volume ekspor CBU kendaraan listrik (EV) Indonesia.
  • Risiko: Perlambatan penjualan industri otomotif domestik, ketergantungan konsesi perpanjangan pelabuhan.

Rating: BUY

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: BUY IPCC.JK pada rentang 1.000 - 1.020, Target Price 1.250 (P/E ~11x, potensi dividen tebal), Stop Loss 940 (di bawah area konsolidasi kuat).


Ringkasan Data Finansial Kunci IPCC.JK

Metrik Keuangan Angka / Rasio Catatan Analis
Harga Saham Terakhir Rp1.015 Tertekan tipis, likuiditas moderat
Kapitalisasi Pasar Rp1,85 triliun Saham beredar 1,82 miliar lembar
Pendapatan Q2 2026 Rp211,29 miliar +4,49% QoQ vs Q1 2026 (Rp202,21 M)
Laba Bersih Q2 2026 Rp50,47 miliar Margin laba bersih kuat 23,89%
Laba Bersih H1 2026 Rp103,28 miliar Annualized EPS Rp113,60
Kas & Setara Kas Rp1,11 triliun Menguasai 60,19% kapitalisasi pasar
Total Utang Bank Rp0 Bebas utang berbunga (Zero Debt)
Liabilitas Sewa Jangka Panjang Rp420,87 miliar Liabilitas operasional hak sewa dermaga Pelindo
Ekuitas Bersih Rp1,31 triliun BVPS Rp718,46 (P/B 1,41x)
P/E Ratio (Disetahunkan) 8,93x Valuasi undervalued dibanding rata-rata sektor
Arus Kas Operasi (H1 2026) +Rp112,70 miliar Konversi laba ke kas sangat superior
Capex H1 2026 ~Rp1,25 miliar Kebutuhan modal mini, FCF melimpah
Aksi Insider Terakhir Beli (Direksi @ Rp1.050) Akumulasi manajemen tanpa ada penjualan orang dalam

Analisa sentimen

211 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

  1. Rincian per Sumber:
  • Yahoo Finance: Data nihil. Status DATA_UNAVAILABLE. Nol artikel IPCC.JK periode 2026-10-20 hingga 2026-10-27. Sinyal institusional kosong.
  • StockTwits: Data gagal ambil. HTTPError. Nol pesan. Rasio bullish/bearish tak ada. Sinyal ritel kosong.
  • Reddit (r/wallstreetbets, r/stocks, r/investing): Data nihil. Mesin pencari Reddit gagal layani rentang tanggal 2026-10-20 sampai 2026-10-27. Nol kiriman. Diskusi komunitas kosong.
  1. Divergensi dan Penyelarasan Lintas Sumber: Tiga sumber serempak tanpa data. Divergensi nihil. Penyelarasan arah sentimen nihil. Ketiadaan data menyeluruh.

  2. Tema Narasi Utama: Nihil. Teks nol. Tidak ada tema arus kendaraan, logistik pelabuhan, atau kinerja PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk terpantau.

  3. Katalis dan Risiko:

  • Katalis: Tak terdeteksi. Tanpa arus informasi laporan keuangan, ekspansi terminal, atau dividen.
  • Risiko: Blind spot sentimen total. Posisi pasar tak terlacak. Risiko eksekusi tanpa informasi persepsi pasar tinggi.
  1. Tabel Ringkasan Sinyal: | Sinyal Sentimen | Arah | Sumber | Bukti Pendukung | | :--- | :--- | :--- | :--- | | Berita Institusional | Neutral | Yahoo Finance | DATA_UNAVAILABLE, nol berita IPCC.JK | | Sentimen Ritel Cepat | Neutral | StockTwits | HTTPError, nol pesan dan nol rasio | | Diskusi Komunitas | Neutral | Reddit | Kueri tanggal lampau tidak tersedia, nol kiriman |

Analisa berita

310 kata

Laporan analisis intelijen pasar dan makro untuk IPCC.JK per 27 Oktober 2026.

Berita & Katalis IPCC.JK

  • Data feed berita langsung IPCC.JK kosong. Tidak ada rilis sentimen publikasi baru Yahoo Finance periode 30 hari terakhir.
  • Saham absen dari screener IDX Edge PRO (radar hanya catat PIPA, BLES, IMPC). Tidak ada sinyal akumulasi broker terdeteksi sistem hari ini.

Pasar Global & Makroekonomi

  • Arus berita global fokus belanja AI, kinerja korporasi teknologi (IBM, Microsoft, Cisco). Katalis sektor maritim dan logistik otomotif nihil.
  • Data indikator FRED dan pasar prediksi Polymarket tidak tersedia pada sistem data historis.
  • Sinyal makro global netral cenderung defensif. Arus modal fokus saham teknologi berkapitalisasi besar.

Pasar Domestik & Breadth IDX

  • Pasar IDX sesi 1 berlangsung variatif cenderung defensif.
  • Likuiditas dominan terpusat saham perbankan besar: BBCA (+3.06%), BMRI (-1.56%), BBRI (-1.38%), TLKM (-3.74%).
  • IPCC.JK tidak masuk daftar top turnover maupun pergerakan harga ekstrem (top gainer/loser). Likuiditas harian minim.

Implikasi Trading

  • Volatilitas IPCC.JK rendah tanpa dorongan sentimen baru.
  • Risiko jebakan likuiditas tinggi jika masuk posisi besar. Tunggu volume transaksi riil muncul atau rilis laporan arus kargo pelabuhan.
Parameter Observasi Implikasi untuk IPCC.JK
Berita Emiten Data kosong (tidak ada rilis katalis baru) Katalis penggerak harga absen
Screener IDX IPCC.JK tidak muncul; daftar: PIPA, BLES, IMPC Belum ada sinyal akumulasi broker
Breadth Pasar IDX Transaksi terpusat di BBCA, BMRI, TLKM Minat pasar ke saham small/mid logistik rendah
Sentimen Global Didominasi sektor AI dan teknologi global Dampak netral terhadap terminal kendaraan
Likuiditas Saham Rendah, transaksi tipis Risiko eksekusi tinggi

Rating: NEUTRAL

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD. Jangan buka posisi beli baru. Tunggu lonjakan volume transaksi dan konfirmasi arus kargo terminal kendaraan.