INPC · analisa Jumat, 30 Oktober 2026
model analisa cb/deepseek-v4.1-flash
Sell
Net broker seluruhnya 623,9 jt rupiah. Kapitalisasi 2,2 T.
Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.
Skor 44.9 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.
2 dari 3 lapis sepakat
net 623,9 jt dari bruto 816,4 jt, 12/12 broker net beli
-23,6% vs SMA50, return 20 sesi -20,1%
rata-rata 813,6 jt rupiah per hari
ATR 9.0% lebar, stop jadi mahal
10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-30. Positif berarti akumulasi.
| Broker | Nama | Net | Net volume | Beli | Jual |
|---|---|---|---|---|---|
| AT | PHINTRACO SEKURITAS | 204,9 jt | 1,9 jt | 218,0 jt | 13,1 jt |
| YU | CGS INTERNATIONAL SEKURITAS INDONESI | 142,3 jt | 1,3 jt | 142,3 jt | 11,2 rb |
| CC | MANDIRI SEKURITAS | 71,0 jt | 645,7 rb | 90,4 jt | 19,4 jt |
| SQ | BCA SEKURITAS | 44,6 jt | 411,0 rb | 65,5 jt | 20,9 jt |
| TP | OCBC SEKURITAS INDONESIA | 35,3 jt | 327,9 rb | 47,1 jt | 11,8 jt |
| AZ | SUCOR SEKURITAS | 33,3 jt | 300,0 rb | 33,3 jt | - |
| MG | SEMESTA INDOVEST SEKURITAS | 32,7 jt | 300,0 rb | 33,3 jt | 644,0 rb |
| OD | BRI DANAREKSA SEKURITAS | 23,6 jt | 215,0 rb | 51,9 jt | 28,2 jt |
| YP | MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA | 15,7 jt | 142,1 rb | 16,2 jt | 437,9 rb |
| GR | PANIN SEKURITAS TBK. | 9,0 jt | 79,2 rb | 9,3 jt | 240,0 rb |
Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.
| Beli | Harga rata-rata | Nilai | Jual | Harga rata-rata | Nilai |
|---|---|---|---|---|---|
| AT | 109 | 218,0 jt | EP | 109 | 608,0 jt |
| YU | 109 | 142,3 jt | XL | 111 | 120,7 jt |
| CC | 110 | 90,4 jt | PD | 111 | 40,2 jt |
| XL | 110 | 86,4 jt | OD | 111 | 28,2 jt |
| EP | 114 | 82,4 jt | KK | 110 | 23,4 jt |
| SQ | 109 | 65,5 jt | DR | 110 | 21,5 jt |
| OD | 110 | 51,9 jt | SQ | 110 | 20,9 jt |
| TP | 110 | 47,1 jt | CC | 110 | 19,4 jt |
1 dari 1 catatan terakhir.
| Tanggal | Nama | Jabatan | Aksi | Perubahan | Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| 2021-12-06 | GRAHA INOVASI UNGGUL | - | Buy | +1,000,000,000 | 0 |
Rating: Sell
Executive Summary: Turunkan eksposur INPC.JK ke sisa ~15-20% alokasi normal, eksekusi limit bertahap 3-4 hari berbeda, stop keras 100, percepat sisa penjualan jika 109 pecah. Ketiga analis konvergen pada arah yang sama (Sell); yang diperdebatkan hanya ukuran dan eksekusi. Itu bukan konflik arah, itu konflik resolusi — dan resolusi menengah menang karena kedua ekstrem gagal pada uji yang sama: angka yang bisa dihitung.
Alokasi normal = unit posisi standar untuk satu nama bank regional kecil. Jangan kurangi sebagai satu blok: turnover 0,043% berarti blok tunggal menggerakkan harga lawan Anda. Batas kerugian per posisi ditulis sebelum eksekusi pertama, bukan sesudah.
Investment Thesis:
1. Fakta harga tidak dibantah siapa pun — ini pilar, bukan opini. Close 111 di bawah 10EMA 122,74, 50SMA 145,30, 200SMA 155,94. Lower low terkonfirmasi (111 < low 10-19 = 113). MACDh -1,77 melebar lagi setelah penyempitan gagal. VWMA turun monoton 168,46 → 149,22 → 133,92 → 130,71, menempatkan harga 19,7 poin di bawahnya. Bahkan Neutral — kubu paling skeptis terhadap Agresif — menyebut lower low 111 vs 113 sebagai "fakta keras, bukan opini". Tidak ada satu pun trigger bullish aktif: bull sendiri mengakui ketiga syaratnya belum terpenuhi. Hold berarti mempertahankan eksposur penuh tanpa satu bukti pendukung.
2. Distribusi terbukti, absorpsi gagal. EP/MNC melepas Rp525,57 juta / 4,84 juta lembar = ~55,8% volume satu sesi. Sepuluh broker pembeli di 109 tidak mampu menahan close — close justru -5,13% dekat low. Agresif menyebutnya "satu penjual lebih besar dari semua pembeli di level itu". Konservatif memperkuatnya dan menggeser maknanya: bukan sinyal trading, sinyal risiko eksekusi — satu peserta bisa mendominasi order book. Foreign net 5 hari rata-rata -139.000 lembar; satu hari +126.700 adalah cherry-pick, bukan tren. Discrepancy vendor pada posisi EP (muncul di sisi jual dan tabel akumulasi) membuat klaim "institusi menyerap" tidak bisa dipakai bukti sama sekali.
3. Kualitas laba lemah — di sini ketiga kubu sepakat. Laba komprehensif Rp46,47 miliar ditopang OCI +Rp29,78 miliar (~64%) dari mark-to-market surat berharga: sensitivitas suku bunga, bukan operasi, bisa berbalik bila yield naik. Laba inti Rp16,69 miliar setengah tahun. Biaya menelan 84,5% NII; margin operasional 15,5%. Klaim bull "NIM 54,9%" salah label — itu NII/pendapatan bunga, bukan NIM. Setiap laporan ke klien wajib memakai angka yang benar.
4. Valuasi tidak terbaca — diperlakukan sebagai risiko, bukan izin arah mana pun. PE kasar 66x (~53x setelah koreksi pajak), PBV tidak dapat dihitung karena ekuitas tak terbaca. Agresif melompat ke "mahal"; Konservatif benar bahwa menyebut mahal tanpa ekuitas sama tidak sahnya dengan menyebut murah. Kesimpulan jujur dari "tidak terbaca" adalah batasi risiko sampai angka terbaca — persis yang direkomendasikan di sini.
5. Mengapa ukuran 15-20%, bukan dua ekstrem. Agresif ingin keluar cepat "sebelum kerumunan", tapi resepnya menghasilkan slippage maksimum: jual besar cepat di pasar 0,043% turnover yang tidak punya kedalaman. Kritik Neutral ini mematikan dan tidak dibantah. Sebaliknya Konservatif mengusulkan 10-15% tanpa dasar hitung — angka rasa, dan itu inkonsisten dengan fakta bahwa tren dan momentum sudah terukur bearish. Neutral benar: membuang sinyal oversold vendor (WR 35,7%, avg -0,65%, D3 -0,80%) sebagai lemah justru memperkuat arah, bukan menahannya. Sisa 15-20% dengan stop tertulis menangkap asimetri tanpa membuang nilai opsional bank yang masih mencetak laba bersih dan laba operasional positif.
6. Mengapa bukan Sell penuh. Tidak ada bukti insolvensi. Insider tidak menjual 5 tahun — klaim insider sebagai sinyal jual sudah ditarik, jadi netral. Jual total di 111, hanya 6,8 poin di atas lower Bollinger 104,23, dengan bid terdeteksi di 109, adalah jual di dasar range pada bank yang masih untung. Kehati-hatian di sini berbentuk position sizing, bukan likuidasi panik.
7. Rencana dua arah — titik terkuat Konservatif, wajib masuk keputusan. Agresif tidak punya rencana untuk skenario salah: harga rebound 109 → 122,74 tanpa pernah reclaim VWMA, dan tidak ada aturan. Karena itu:
8. Keluar dari sisa posisi juga jika: OCI berbalik negatif pada laporan kuartal berikutnya (membatalkan pilar "modal tersembunyi" dan mengonfirmasi kritik 64% laba dari mark-to-market), atau muncul broker penjual tunggal baru >50% volume sesi tanpa penyerap setara.
9. Makro: memperkuat kehati-hatian, bukan memberi izin kepastian. Fed 96% nol pemotongan 2026, DXY kuat, logam mulia lemah = lingkungan tidak ramah bank EM kecil. Itu argumen sektor, bukan argumen INPC.JK spesifik. Arah BI Rate, likuiditas DPK, dan NPL UMKM domestik tidak terverifikasi — inferensi lintas yurisdiksi tanpa jembatan data. Screener IDX 30 Okt tidak memuat INPC, berkonflik langsung dengan klaim "institusi pasang bid"; konflik ini belum terselesaikan.
10. Keterbatasan data — sebutkan eksplisit ke klien. Ekuitas, CAR, NPL, arah BI Rate, likuiditas DPK, dan macro FRED semuanya tidak tersedia. PBV tidak terhitung. Rekomendasi ini dibuat di bawah ketidakpastian neraca; perbarui segera setelah data Q3 2026 tersedia.
Yang mengubah tesis: dua dari tiga konfirmasi di poin 7 aktif → naikkan ke Hold/Overweight bertahap maksimum 60%. Close di bawah 100 → keluar total. OCI negatif kuartal berikutnya → keluar dari sisa posisi. Neraca Q3 2026 terbaca dengan CAR >18%, NPL <3%, ekuitas > mcap → tesis value kondisional bull terverifikasi dan seluruh kerangka ini direvisi.
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL
Action: Sell
Reasoning: Plan bilang Underweight, tapi tesis bear menang di semua poin terukur. Price 111 di bawah 10EMA 122,74, 50SMA 145,30, 200SMA 155,94. Lower low terkonfirmasi (111 < low 10-19 = 113). MACD -8,38 < signal -6,61, hist -1,77 melebar lagi. VWMA turun monoton 168,46 → 149,22 → 133,92 → 130,71; price -19,7 di bawah = distribusi, bukan akumulasi.
Volume 8,68 jt (1,6x rata2 20d) + close dekat low 109 = tekanan jual. EP/MNC lepas Rp525,57 jt / 4,84 jt lembar = ~55,8% volume sesi. Sepuluh broker beli di 109 gagal tahan harga — absorpsi gagal, bukan support. Foreign net 5d rata2 -139.000 lembar; satu hari +126.700 bukan tren. Discrepancy vendor EP (jual -Rp526 jt vs beli avg 114 Rp82,4 jt) = data konflik, tak bisa dipakai bukti akumulasi.
RSI 29,65 oversold tanpa divergensi. Vendor WR 35,7%, avg -0,65%, D3 -0,80% = sinyal oversold di saham ini gagal 2 dari 3 kali. Oversold = jebakan.
Plan pilih Underweight karena 111 dekat LB 104,23 dan downside ~10% ke 100. Tapi posisi 6,8 poin di atas LB bukan alasan tahan: jika LB pecah, target 100 (S2) dengan stop 100 = reward/risk nol. Reclaim VWMA 130,71 butuh +17,8% dari sini — tidak ada trigger bull aktif. Sizing reduction benar arahnya, tapi nilai opsional dari bank yang laba inti cuma Rp16,69 miliar (margin operasional 15,5% dari NII, biaya makan 84,5% NII) tidak cukup membenarkan eksposur sisa 35-40%. Kurangi lebih dalam.
Keterbatasan data eksplisit: ekuitas, CAR, NPL, arah BI Rate, likuiditas DPK tidak tersedia. "NIM 54,9%" bukan NIM — itu NII/pendapatan bunga. PBV tak terhitung. Keputusan dibuat di bawah ketidakpastian neraca.
Entry Price: 111 (level jual sekarang; price close 2026-10-30). Eksekusi limit bertahap, bukan market order — turnover 0,043%, blok tunggal menggerakkan harga lawan.
Stop Loss: 100 (level absolute, ~1,2 ATR dari 111). Close di bawah 100 = keluar total. Pelanggaran 109 = percepat sisa penjualan.
Position Sizing: Turunkan ke ~20-25% alokasi normal, bukan 35-40%. Pecah 3-4 eksekusi di hari berbeda, limit order. Jangan tambah sampai minimal dua dari tiga konfirmasi aktif: (a) close > 10EMA 122,74 dengan MACDh mengecil, (b) foreign net 5d positif, (c) neraca Q3 2026 terbaca — CAR >18%, NPL <3%, ekuitas > market cap Rp2,22 triliun. Jika close > VWMA 130,71 dengan volume, tinjau ulang ke Hold.
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL
Recommendation: Underweight
Rationale: Bear menang di lima titik yang menentukan, dan bull kalah justru di tempat ia paling bersemangat.
STRUKTUR HARGA: bull tidak membantah satu pun fakta ini — harga 111 di bawah 10EMA 122,74, di bawah 50SMA 145,30, di bawah 200SMA 155,94, lower low terkonfirmasi (close 111 di bawah low 10-19 = 113), MACDh -1,77 melebar lagi setelah penyempitan gagal. Bull mengklaim "momentum sudah di harga", tapi harga mencetak low baru dengan volume 1,6x rata-rata. Harga yang sudah selesai turun tidak bikin lower low beruntun. Klaim bull di sini adalah afirmasi, bukan bukti.
VWMA: ini yang tidak bisa dijawab bull. VWMA turun monoton 168,46 -> 149,22 -> 133,92 -> 130,71, menempatkan harga 19,7 poin di bawahnya. Bull hanya membalas dengan "net flow sehari hampir nol". Argumen satu hari tidak membatalkan tren empat hari yang konsisten. VWMA yang terus turun adalah definisi distribusi terbobot volume. Bull tidak punya jawaban.
ALIRAN DANA: bull benar bahwa net agregat hari itu hanya -Rp21,45 juta. Tapi bear benar bahwa EP melepas Rp525,57 juta / 4,84 juta lembar = 55,8% volume satu sesi. Absorpsi oleh sepuluh broker yang berakhir dengan close -5,13% dan lower low bukan akumulasi berhasil — itu absorpsi gagal. Ditambah foreign net 5 hari rata-rata -139.000 lembar dengan satu hari -2,25 juta lembar; bull memakai satu titik +126.700 lembar untuk menutup tren minus. Bull melakukan cherry-pick yang ia tuduhkan ke bear. Ditambah lagi discrepancy vendor pada posisi EP (muncul di sisi jual dan tabel akumulasi) membuat klaim "institusi menyerap" tidak bisa dipakai sebagai bukti — persis seperti yang dikatakan bear.
KUALITAS LABA: ini titik balik terbesar. Bull menyebut OCI +Rp29,78 miliar sebagai "modal tersembunyi, neraca menguat". Bear benar bahwa Rp29,78 miliar dari laba komprehensif Rp46,47 miliar = 64% berasal dari mark-to-market surat berharga — sensitivitas suku bunga, bukan laba operasi, dan bisa berbalik bila yield naik lagi. Laba bersih inti hanya Rp16,69 miliar setengah tahun. Bull juga menyebut "NIM 54,9%" sebagai sehat; bear benar bahwa itu rasio NII terhadap pendapatan bunga, bukan NIM, dan laba operasional Rp33,43 miliar dari NII Rp215,81 miliar = margin operasional 15,5%. Biaya menelan 84,5% NII. Itu inefisiensi struktural untuk bank kecil tanpa pricing power DPK. Bank yang hidup dari apresiasi portofolio, bukan dari lending, bukan bank yang layak diberi premi.
VALUASI DAN BEBAN BUKTI: bull menangkis PE 66x dengan koreksi pajak ke ~53x lalu mengakui "masih tidak murah". Jadi argumen valuasi bull berakhir pada "tidak semahal yang saya bilang", bukan "murah". Soal PBV: bull benar bahwa tidak bisa dihitung, tetapi itu simetris — bull juga tidak bisa menyebut murah. Bull membangun tesis di atas premis kondisional ("kalau ekuitas > market cap") yang ia sendiri akui tidak terverifikasi. Ketiadaan data neraca (CAR, NPL, ekuitas) adalah alasan untuk abstain, bukan alasan untuk entry. Kesimpulan yang jujur dari "tidak terbaca" adalah "jangan tambah risiko", bukan "beli spekulatif".
LIKUIDITAS: bull menyebut turnover 0,043% "bukan masalah untuk posisi kecil". Bear benar bahwa ini justru argumen menolak — tidak ada jalan skala masuk maupun keluar tanpa menggerakkan harga, dan stop bisa tersentuh noise bukan tesis. Untuk pemegang, ini jebakan likuiditas.
MAKRO: bull memakai resesi AS 6% dan real yield untuk menyimpulkan kesehatan bank regional Indonesia. Risiko kredit bank ini ditentukan NPL UMKM domestik, arah BI Rate, dan likuiditas DPK — laporan makro eksplisit menyatakan ketiganya tidak terverifikasi. Inferensi lintas yurisdiksi tanpa jembatan data. Screener IDX 30 Okt juga tidak memuat INPC, yang berkonflik langsung dengan klaim "institusi pasang bid" dan tidak dijawab bull.
OVERSOLD: statistik WR 35,7%, avg -0,65%, D3 -0,80%. Bull benar bahwa magnitudonya kecil. Tapi hit rate 35,7% berarti entry di sinyal ini gagal 2 dari 3 kali, di pasar tempat stop tidak berfungsi karena noise. Payoff kecil tidak menolong ketika Anda tidak punya cara mengelola risiko.
YANG BULL MENANGKAN: bank ini memang mencetak laba bersih positif (Rp16,69 miliar), laba operasional positif, laba komprehensif positif. Insider tidak menjual 5 tahun — bear sendiri menarik klaim insider sebagai sinyal jual, jadi itu netral untuk kedua sisi. Ini bukan perusahaan sekarat. Karena itu bukan "Sell" penuh: bear menang secara dekoratif, tapi tidak membuktikan insolvensi atau kerusakan neraca.
MENGAPA UNDERWEIGHT, BUKAN SELL: bear menang jelas pada momentum, aliran dana, kualitas laba, dan beban bukti. Tapi kesimpulan "exit total" di harga 111 — 6,8 poin di atas lower Bollinger 104,23, dengan downside sisa ~10% ke 100 dan bid institusional terdeteksi di 109 — adalah jual di dasar range pada bank yang masih untung. Bear sendiri menetapkan stop 100 dan exit pada pelanggaran 109, yang berarti ia mengakui 109-100 adalah zona di mana posisi sudah tidak relevan, bukan zona untuk menambah tekanan jual. Position sizing, bukan sinyal exit penuh, yang menjawab tesis ini. Underweight menangkap asimetri tanpa membuang nilai opsional dari bank yang masih menghasilkan uang.
MENGAPA BUKAN HOLD: bull sendiri mengakui ketiga trigger-nya belum terpenuhi (close di bawah 10EMA dan VWMA, foreign net 5 hari negatif, neraca tak terbaca). Tidak ada satu pun konfirmasi bullish yang aktif. Hold akan berarti mempertahankan eksposur penuh tanpa satu pun bukti pendukung — itu bukan keseimbangan, itu kelambanan. Bear memenangkan perbandingan bukti secara meyakinkan; ukurannya adalah pengurangan, bukan likuidasi.
Strategic Actions: Sizing terhadap alokasi standar (anggap alokasi normal untuk satu nama bank regional kecil = 100 unit posisi):
KURANGI KE ~35-40% DARI POSISI NORMAL. Jual bertahap, bukan satu blok. Turnover 0,043% berarti menjual sekaligus menggerakkan harga melawan Anda — pecah menjadi 3-4 eksekusi di hari berbeda, gunakan limit order, jangan market order. Bull dan bear sepakat soal slippage ini.
STOP HARD DI 100 (bukan "sekitar"). Bear menetapkan ~1,2 ATR; itu level yang masuk akal secara teknis. Pelanggaran 109 (low hari ini) adalah sinyal peringatan untuk mempercepat pengurangan sisa posisi ke ~20%. Pelanggaran close di bawah 100 = keluar total, tanpa negosiasi.
JANGAN TAMBAH DI SINI. Bull menawarkan entry di 111 dengan bid institusional di 109; bear menunjukkan bid itu kalah oleh EP (55,8% volume) dan berakhir close -5,13% dengan lower low. Absorpsi yang gagal bukan support. Tidak ada penambahan sampai minimal dua dari tiga konfirmasi berikut aktif: (a) close > 10EMA 122,74 dengan MACDh mengecil, (b) foreign net 5 hari positif, (c) neraca Q3 2026 terbaca — CAR >18%, NPL <3%, ekuitas > market cap Rp2,22 triliun.
BATAS UKURAN MAKSIMUM JIKA KONFIRMASI MUNCUL: naikkan hanya sampai ~60% alokasi normal, bukan penuh. Alasan: PBV tidak bisa dihitung dan CAR/NPL tidak terbaca. Tanpa angka neraca, tidak ada dasar untuk membawa nama ini ke alokasi penuh, sekalipun harga berbalik. Tesis value kondisional bull ("kalau ekuitas > market cap") harus diverifikasi dengan data ekuitas aktual sebelum ukuran dinaikkan.
JIKA CLOSE > VWMA 130,71 DENGAN VOLUME: itu satu-satunya kondisi tempat tesis distribusi bear terbantah secara struktural (VWMA turun monoton 168,46 -> 149,22 -> 133,92 -> 130,71 adalah bukti terkuat bear; reclaim-nya membatalkannya). Pada titik itu, tinjau ulang ke Hold/Overweight. Sebelum itu, setiap rebound diperlakukan sebagai dead-cat bounce.
KELUAR DARI POSISI SISA JIKA: (a) OCI berbalik negatif pada laporan kuartal berikutnya — itu membatalkan pilar "modal tersembunyi" bull dan mengonfirmasi kritik bear soal 64% laba komprehensif dari mark-to-market; atau (b) muncul broker penjual tunggal baru dengan porsi >50% volume sesi tanpa penyerap setara.
CATATAN KETERBATASAN DATA — sebutkan eksplisit ke klien: ekuitas, CAR, NPL, arah BI Rate, likuiditas DPK, dan macro FRED semuanya tidak tersedia. Rasio "NIM 54,9%" yang dikutip bull bukan NIM melainkan NII/pendapatan bunga; margin operasional sebenarnya 15,5%. Setiap laporan ke klien harus memakai angka yang benar. Screener IDX 30 Okt tidak memuat INPC — konflik dengan klaim akumulasi institusional belum terselesaikan. Rekomendasi ini dibuat di bawah ketidakpastian neraca; perbarui segera setelah data Q3 2026 tersedia.
INPC.JK — PT Bank Artha Graha Internasional Tbk | IDX | 2026-10-30
Close 111. Open 117. High 123. Low 109. Volume 8.681.800 lembar. Value Rp955,04 jt. Freq 350. Foreign net +126.700 lembar.
Pemilihan indikator (8)
Trend: close_10_ema (122,74), close_50_sma (145,30), close_200_sma (155,94). Momentum: macd (-8,38), macds (-6,61), macdh (-1,77). Oscillator: rsi (29,65). Volatilitas: atr (9,2). Volume: vwma (130,71). Bollinger cukup dari snapshot (mid 134,10 / UB 163,97 / LB 104,23), tak dihitung ulang.
Struktur tren
Momentum
Volatilitas & risiko
Volume / VWMA — inti masalah
Bandarmologi (IDX) Net flow hari ini negatif di level broker besar:
Pola: campuran, tidak bersih. Sisi beli ada broker bertaraf institusional/menengah (CGS International, Mandiri, BRI Danareksa, OCBC, Mirae). Sisi jual didominasi MNC (-Rp526 jt) — satu lawan banyak, tapi besarnya dominan. UBS net jual kecil (-Rp8 jt), bukan akumulasi. Jadi bukan pola "asing akumulasi, retail distribusi" yang bersih.
Level akumulasi: AT beli di avg 109 (Rp218 jt) dan YU di 109 (Rp142,3 jt) — dua pembeli besar pasang di 109, persis low 10-30. EP juga jual di 109 (Rp607,97 jt) — EP lewat volume besar di level itu. Artinya 109 = pertempuran, belum support teruji.
Catatan krusial: EP muncul di daftar jual (-Rp4,84 jt lembar) tapi juga muncul di tabel akumulasi sebagai pembeli di avg 114 (Rp82,40 jt). Konflik data internal vendor. Jangan anggap EP konsisten akumulasi. Flag discrepancy.
Foreign net: +126.700 lembar hari ini (1,5% volume). Tapi 5 hari terakhir vendor: beli 2x/jual 3x, rata-rata -139.000 lembar. Satu hari plus ≠ tren. Konteks: 10-21 s.d. 10-27 foreign net jual berturut (-996.500, -632.300, -2.246.900, -406.800, -622.500). Plus 10-30 kecil.
Risiko event / jebakan historis Vendor verdict: skor 55/75, WATCH. Tiga pola aktif berlabel jebakan: RSI oversold (WR 35,7%, avg -0,65%, D3 -0,80%), broker jual saat volume naik (WR 27,0%, avg -1,02%), volume awal naik (WR 22,2%, avg -1,47%). Satu pola positif: gabungan volume+asing (WR 50%, D3 +12,08%) — tapi sampel 12, terlalu kecil. Contoh emas RSI oversold: jebakan historis. Consistent dengan data harga: oversold berulang di stock ini gagal bounce.
Skenario
Aksi
Rating: Sell
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL
| Item | Nilai | Baca |
|---|---|---|
| Close 2026-10-30 | 111 | terendah baru pasca-gap |
| Open / High / Low | 117 / 123 / 109 | range 14 poin (12,6%) |
| Volume / Value | 8.681.800 / Rp955 jt | 1,6x rata2 20d, close dekat low |
| close_10_ema | 122,74 | price -11,7 di bawah |
| close_50_sma | 145,30 | price -34,3 di bawah |
| close_200_sma | 155,94 | ceiling panjang, tak pernah reclaim |
| macd / macds / macdh | -8,38 / -6,61 / -1,77 | bearish, hist melebar negatif |
| rsi | 29,65 | oversold, tanpa divergensi |
| atr | 9,2 | 8,3% harga, volatil ekstrem |
| boll / ub / lb | 134,10 / 163,97 / 104,23 | di bawah mid, 6,8 di atas lb |
| vwma | 130,71 | price -19,7 di bawah, VWMA turun monoton |
| Foreign net hari ini | +126.700 lbr | 1,5% volume |
| Foreign net 5d | rata2 -139.000 lbr | beli 2, jual 3 |
| Top net buy | AT +Rp204,89 jt (avg 109), YU/CGS +Rp142,31 jt (avg 109) | institusi/menengah beli di 109 |
| Top net sell | EP/MNC -Rp525,57 jt (-4.842.300 lbr) | dominan; UBS -Rp8,01 jt (bukan akumulasi) |
| Support | 109 / 106 / 104,23 / 100 | pelanggaran 109 buka 104 |
| Resistance | 122,74 / 130,71 / 134,10 | reclaim 10EMA+VWMA = tesis bull |
| Stop | 100 | ~1,2 ATR |
| Vendor score | 55/75 WATCH | 3 pola jebakan, RSI oversold WR 35,7% |
| Discrepancy | EP di dua sisi (jual -Rp526 jt; beli avg 114 Rp82,4 jt) | data vendor konflik, jangan dibaca akumulasi |
| Breadth | kosong (market tutup, weekend) | tak dipakai untuk konfirmasi |
Catatan: ticker beredar juga sebagai INPC. Identitas di sumber data tertulis "INPC (IDX)", tetapi entitas jelas Bank Artha Graha Internasional Tbk.
Turunan:
get_income_statement (quarterly dan annual) hanya mengembalikan daftar judul periode (12 periode Q1 2023–Q2 2026; 4 tahunan FY 2022–FY 2025) tanpa angkaBull case:
Bear case:
Actionable:
Rating: Hold (karena data neraca tak terbaca, tesis belum lengkap)
| Item | Nilai / Status | Insight |
|---|---|---|
| Ticker | INPC.JK (IDX) | Bank Artha Graha Internasional Tbk |
| Harga | 111 rupiah, -5,13% | Turun dengan volume tipis |
| Market cap | ~2,22 triliun rupiah | Bank kecil |
| Saham beredar | 20,021 miliar lembar | EPS semester I ≈ 0,83 rupiah |
| Turnover ratio | 0,000434 | Likuiditas sangat rendah |
| Pendapatan bunga Q2 2026 | 393,10 miliar | — |
| Beban bunga Q2 2026 | -177,29 miliar | — |
| NII Q2 2026 | 215,81 miliar | Positif |
| Laba operasional | 33,43 miliar | Positif, tipis |
| Laba sebelum pajak | 26,98 miliar | — |
| Pajak | -10,28 miliar | ETR 38,1%, anomali |
| Laba bersih | 16,69 miliar | Yield vs mcap ~1,5% |
| OCI | +29,78 miliar | Laba komprehensif 46,47 miliar |
| Laba komprehensif | 46,47 miliar | 100% ke induk |
| Neraca Q2 2026 | Tidak terbaca | CAR/NPL/Ekuitas tidak dapat diverifikasi |
| Arus kas | Tidak terbaca | FY 2024 hilang dari laporan annual |
| Insider | 1 transaksi, Des 2021 BUY 1 M lembar | Tidak ada sinyal baru 5 tahun |
| Seasonality | Tidak ada data | — |
| Valuasi kasar | PE ~66x, laba yield 1,5% | Mahal untuk bank tipis |
| Kesimpulan | Tunda entry, verifikasi laporan | Hold |
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low
Ringkasan: ketiga sumber data kosong. Tidak ada sinyal sentimen yang bisa dibaca. Skor 5 = netral, tapi ini netral karena ketiadaan data, bukan karena keseimbangan bull/bear.
1. Berita (Yahoo Finance, 7 hari) — TIDAK TERSEDIA
DATA_UNAVAILABLE: tidak ada vendor yang bisa menyajikan get_news. Yahoo Finance tidak punya artikel bertag INPC.JK.2. StockTwits — TIDAK TERSEDIA
<stocktwits unavailable: HTTPError>. Tidak ada satu pun pesan, tidak ada tag Bullish/Bearish, tidak ada rasio yang bisa dihitung.3. Reddit — TIDAK DIKUERY
Tidak bisa dinilai. Butuh minimal dua sumber hidup untuk melihat mismatch. Di sini nol.
Tidak ada. Tidak ada topik berulang, tidak ada katalis, tidak ada risiko yang muncul dari data. Konteks identitas: PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Financial Services / Banks - Regional, Bursa JKT). Bank kecil — lazim minim liputan media dan minim pembicaraan retail, tapi ini dugaan struktural, bukan temuan data.
| Sinyal | Arah | Sumber | Bukti pendukung |
|---|---|---|---|
| Framing institusional | Tidak diketahui | Yahoo Finance news | DATA_UNAVAILABLE — nol artikel |
| Sentimen retail | Tidak diketahui | StockTwits | HTTPError — nol pesan |
| Diskusi komunitas | Tidak diketahui | Tidak dikuery — nol post | |
| Divergensi antar sumber | Tidak dapat dinilai | — | Kurang dari dua sumber aktif |
| Tema naratif | Tidak ada | — | Tidak ada data |
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD (hanya karena tidak ada bukti sentimen untuk mengambil aksi; bukan rekomendasi berbasis sinyal)
Laporan Riset Berita & Makro — INPC.JK PT Bank Artha Graha Internasional Tbk | Financial Services / Banks - Regional | Bursa: JKT Tanggal: 2026-10-30
INPC.JK. Ini bukan sinyal negatif/positif. Kosongkan, jangan tebak.FRED_API_KEY tidak diset. CPI, unemployment, fed_funds_rate, 10y_treasury tidak bisa diambil. Tidak ada angka makro yang dikarang.Tanpa berita perusahaan dan tanpa data harga, penilaian terpaksa struktural:
Rating: Hold (data-limited) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
| Item | Status / Nilai | Bacaan untuk INPC.JK |
|---|---|---|
| Berita INPC.JK (23–30 Okt) | Tidak tersedia (vendor kosong) | Tidak ada katalis. Jangan inferensi. |
| Fed cuts 2026 | 96% nol pemotongan | Likuiditas global ketat, negatif untuk EM bank |
| Resesi AS 2026 | 6% Yes (−1,0pp/pekan) | Risiko kredit menurun, netral-positif |
| Prediksi suku bunga BI | Tidak ada pasar | Arah BI Rate tidak terverifikasi |
| FRED (CPI, PCE, unemployment, UST10Y, kurva) | Tidak tersedia (API key kosong) | Analisis makro kuantitatif diblokir |
| Logam mulia | GLD 52-wk low, SLV 11-mo low | Real yield tinggi, USD kuat |
| Breadth IDX | Tutup weekend, kosong | Momentum tidak terukur |
| Screener IDX 30 Okt | INPC absen; BEKS/MGLV/WBSA/MARK muncul | Tidak ada akumulasi terdeteksi |
| Berita global 7 hari | Dominan PR teknologi (IBM/ACN), bukan makro | Sinyal rendah, bobot kecil |
| Likuiditas & katalis INPC | Rendah / nol | Hindari posisi besar |
| Rekomendasi | Hold, verifikasi Senin | Tunggu BI Rate + laporan keuangan + volume |