Gacor Quant
Market tutup (weekend) IDX Edge PRO Tentang Gacor

Bank Artha Graha Internasional Tbk.

INPC · analisa Jumat, 30 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

111 rupiah per lembar · -5,13% · 2026-10-30

Net broker seluruhnya 623,9 jt rupiah. Kapitalisasi 2,2 T.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. Turunkan eksposur INPC.JK ke sisa ~15-20% alokasi normal, eksekusi limit bertahap 3-4 hari berbeda, stop keras 100, percepat sisa penjualan jika 109 pecah.
Aliran dana
AT beli 204,9 jt
Keyakinan
C45 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-23,6% terhadap SMA50, asing -6,8% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C45

Skor 44.9 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 23/25

net 623,9 jt dari bruto 816,4 jt, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-23,6% vs SMA50, return 20 sesi -20,1%

Likuiditas 0/15

rata-rata 813,6 jt rupiah per hari

Volatilitas 4/15

ATR 9.0% lebar, stop jadi mahal

VWAP
110
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
955,0 jt
rupiah, sesi 2026-10-30
Frekuensi
350
kali transaksi
Volume
8,7 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-30. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
AT PHINTRACO SEKURITAS 204,9 jt 1,9 jt 218,0 jt 13,1 jt
YU CGS INTERNATIONAL SEKURITAS INDONESI 142,3 jt 1,3 jt 142,3 jt 11,2 rb
CC MANDIRI SEKURITAS 71,0 jt 645,7 rb 90,4 jt 19,4 jt
SQ BCA SEKURITAS 44,6 jt 411,0 rb 65,5 jt 20,9 jt
TP OCBC SEKURITAS INDONESIA 35,3 jt 327,9 rb 47,1 jt 11,8 jt
AZ SUCOR SEKURITAS 33,3 jt 300,0 rb 33,3 jt -
MG SEMESTA INDOVEST SEKURITAS 32,7 jt 300,0 rb 33,3 jt 644,0 rb
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 23,6 jt 215,0 rb 51,9 jt 28,2 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 15,7 jt 142,1 rb 16,2 jt 437,9 rb
GR PANIN SEKURITAS TBK. 9,0 jt 79,2 rb 9,3 jt 240,0 rb

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
AT 109 218,0 jt EP 109 608,0 jt
YU 109 142,3 jt XL 111 120,7 jt
CC 110 90,4 jt PD 111 40,2 jt
XL 110 86,4 jt OD 111 28,2 jt
EP 114 82,4 jt KK 110 23,4 jt
SQ 109 65,5 jt DR 110 21,5 jt
OD 110 51,9 jt SQ 110 20,9 jt
TP 110 47,1 jt CC 110 19,4 jt

Direksi membeli di harga ini

1 dari 1 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2021-12-06 GRAHA INOVASI UNGGUL - Buy +1,000,000,000 0

Keputusan akhir

934 kata

Rating: Sell

Executive Summary: Turunkan eksposur INPC.JK ke sisa ~15-20% alokasi normal, eksekusi limit bertahap 3-4 hari berbeda, stop keras 100, percepat sisa penjualan jika 109 pecah. Ketiga analis konvergen pada arah yang sama (Sell); yang diperdebatkan hanya ukuran dan eksekusi. Itu bukan konflik arah, itu konflik resolusi — dan resolusi menengah menang karena kedua ekstrem gagal pada uji yang sama: angka yang bisa dihitung.

Alokasi normal = unit posisi standar untuk satu nama bank regional kecil. Jangan kurangi sebagai satu blok: turnover 0,043% berarti blok tunggal menggerakkan harga lawan Anda. Batas kerugian per posisi ditulis sebelum eksekusi pertama, bukan sesudah.

Investment Thesis:

1. Fakta harga tidak dibantah siapa pun — ini pilar, bukan opini. Close 111 di bawah 10EMA 122,74, 50SMA 145,30, 200SMA 155,94. Lower low terkonfirmasi (111 < low 10-19 = 113). MACDh -1,77 melebar lagi setelah penyempitan gagal. VWMA turun monoton 168,46 → 149,22 → 133,92 → 130,71, menempatkan harga 19,7 poin di bawahnya. Bahkan Neutral — kubu paling skeptis terhadap Agresif — menyebut lower low 111 vs 113 sebagai "fakta keras, bukan opini". Tidak ada satu pun trigger bullish aktif: bull sendiri mengakui ketiga syaratnya belum terpenuhi. Hold berarti mempertahankan eksposur penuh tanpa satu bukti pendukung.

2. Distribusi terbukti, absorpsi gagal. EP/MNC melepas Rp525,57 juta / 4,84 juta lembar = ~55,8% volume satu sesi. Sepuluh broker pembeli di 109 tidak mampu menahan close — close justru -5,13% dekat low. Agresif menyebutnya "satu penjual lebih besar dari semua pembeli di level itu". Konservatif memperkuatnya dan menggeser maknanya: bukan sinyal trading, sinyal risiko eksekusi — satu peserta bisa mendominasi order book. Foreign net 5 hari rata-rata -139.000 lembar; satu hari +126.700 adalah cherry-pick, bukan tren. Discrepancy vendor pada posisi EP (muncul di sisi jual dan tabel akumulasi) membuat klaim "institusi menyerap" tidak bisa dipakai bukti sama sekali.

3. Kualitas laba lemah — di sini ketiga kubu sepakat. Laba komprehensif Rp46,47 miliar ditopang OCI +Rp29,78 miliar (~64%) dari mark-to-market surat berharga: sensitivitas suku bunga, bukan operasi, bisa berbalik bila yield naik. Laba inti Rp16,69 miliar setengah tahun. Biaya menelan 84,5% NII; margin operasional 15,5%. Klaim bull "NIM 54,9%" salah label — itu NII/pendapatan bunga, bukan NIM. Setiap laporan ke klien wajib memakai angka yang benar.

4. Valuasi tidak terbaca — diperlakukan sebagai risiko, bukan izin arah mana pun. PE kasar 66x (~53x setelah koreksi pajak), PBV tidak dapat dihitung karena ekuitas tak terbaca. Agresif melompat ke "mahal"; Konservatif benar bahwa menyebut mahal tanpa ekuitas sama tidak sahnya dengan menyebut murah. Kesimpulan jujur dari "tidak terbaca" adalah batasi risiko sampai angka terbaca — persis yang direkomendasikan di sini.

5. Mengapa ukuran 15-20%, bukan dua ekstrem. Agresif ingin keluar cepat "sebelum kerumunan", tapi resepnya menghasilkan slippage maksimum: jual besar cepat di pasar 0,043% turnover yang tidak punya kedalaman. Kritik Neutral ini mematikan dan tidak dibantah. Sebaliknya Konservatif mengusulkan 10-15% tanpa dasar hitung — angka rasa, dan itu inkonsisten dengan fakta bahwa tren dan momentum sudah terukur bearish. Neutral benar: membuang sinyal oversold vendor (WR 35,7%, avg -0,65%, D3 -0,80%) sebagai lemah justru memperkuat arah, bukan menahannya. Sisa 15-20% dengan stop tertulis menangkap asimetri tanpa membuang nilai opsional bank yang masih mencetak laba bersih dan laba operasional positif.

6. Mengapa bukan Sell penuh. Tidak ada bukti insolvensi. Insider tidak menjual 5 tahun — klaim insider sebagai sinyal jual sudah ditarik, jadi netral. Jual total di 111, hanya 6,8 poin di atas lower Bollinger 104,23, dengan bid terdeteksi di 109, adalah jual di dasar range pada bank yang masih untung. Kehati-hatian di sini berbentuk position sizing, bukan likuidasi panik.

7. Rencana dua arah — titik terkuat Konservatif, wajib masuk keputusan. Agresif tidak punya rencana untuk skenario salah: harga rebound 109 → 122,74 tanpa pernah reclaim VWMA, dan tidak ada aturan. Karena itu:

  • Stop keras 100 (~1,2 ATR dari 111). Close di bawah 100 = keluar total tanpa negosiasi.
  • Pelanggaran 109 = percepat sisa penjualan ke ~5% atau nol.
  • Jangan tambah sampai minimal dua dari tiga konfirmasi aktif: (a) close > 10EMA 122,74 dengan MACDh mengecil; (b) foreign net 5 hari positif; (c) neraca Q3 2026 terbaca — CAR >18%, NPL <3%, ekuitas > market cap Rp2,22 triliun.
  • Jika close > VWMA 130,71 dengan volume, tinjau ulang ke Hold. Reclaim ini membatalkan tesis distribusi secara struktural. Sebelum itu, setiap rebound diperlakukan dead-cat bounce.
  • Batas ukuran maksimum bila konfirmasi muncul: ~60% alokasi normal, bukan penuh, sampai ekuitas aktual terverifikasi.

8. Keluar dari sisa posisi juga jika: OCI berbalik negatif pada laporan kuartal berikutnya (membatalkan pilar "modal tersembunyi" dan mengonfirmasi kritik 64% laba dari mark-to-market), atau muncul broker penjual tunggal baru >50% volume sesi tanpa penyerap setara.

9. Makro: memperkuat kehati-hatian, bukan memberi izin kepastian. Fed 96% nol pemotongan 2026, DXY kuat, logam mulia lemah = lingkungan tidak ramah bank EM kecil. Itu argumen sektor, bukan argumen INPC.JK spesifik. Arah BI Rate, likuiditas DPK, dan NPL UMKM domestik tidak terverifikasi — inferensi lintas yurisdiksi tanpa jembatan data. Screener IDX 30 Okt tidak memuat INPC, berkonflik langsung dengan klaim "institusi pasang bid"; konflik ini belum terselesaikan.

10. Keterbatasan data — sebutkan eksplisit ke klien. Ekuitas, CAR, NPL, arah BI Rate, likuiditas DPK, dan macro FRED semuanya tidak tersedia. PBV tidak terhitung. Rekomendasi ini dibuat di bawah ketidakpastian neraca; perbarui segera setelah data Q3 2026 tersedia.

Yang mengubah tesis: dua dari tiga konfirmasi di poin 7 aktif → naikkan ke Hold/Overweight bertahap maksimum 60%. Close di bawah 100 → keluar total. OCI negatif kuartal berikutnya → keluar dari sisa posisi. Neraca Q3 2026 terbaca dengan CAR >18%, NPL <3%, ekuitas > mcap → tesis value kondisional bull terverifikasi dan seluruh kerangka ini direvisi.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana trader

382 kata

Action: Sell

Reasoning: Plan bilang Underweight, tapi tesis bear menang di semua poin terukur. Price 111 di bawah 10EMA 122,74, 50SMA 145,30, 200SMA 155,94. Lower low terkonfirmasi (111 < low 10-19 = 113). MACD -8,38 < signal -6,61, hist -1,77 melebar lagi. VWMA turun monoton 168,46 → 149,22 → 133,92 → 130,71; price -19,7 di bawah = distribusi, bukan akumulasi.

Volume 8,68 jt (1,6x rata2 20d) + close dekat low 109 = tekanan jual. EP/MNC lepas Rp525,57 jt / 4,84 jt lembar = ~55,8% volume sesi. Sepuluh broker beli di 109 gagal tahan harga — absorpsi gagal, bukan support. Foreign net 5d rata2 -139.000 lembar; satu hari +126.700 bukan tren. Discrepancy vendor EP (jual -Rp526 jt vs beli avg 114 Rp82,4 jt) = data konflik, tak bisa dipakai bukti akumulasi.

RSI 29,65 oversold tanpa divergensi. Vendor WR 35,7%, avg -0,65%, D3 -0,80% = sinyal oversold di saham ini gagal 2 dari 3 kali. Oversold = jebakan.

Plan pilih Underweight karena 111 dekat LB 104,23 dan downside ~10% ke 100. Tapi posisi 6,8 poin di atas LB bukan alasan tahan: jika LB pecah, target 100 (S2) dengan stop 100 = reward/risk nol. Reclaim VWMA 130,71 butuh +17,8% dari sini — tidak ada trigger bull aktif. Sizing reduction benar arahnya, tapi nilai opsional dari bank yang laba inti cuma Rp16,69 miliar (margin operasional 15,5% dari NII, biaya makan 84,5% NII) tidak cukup membenarkan eksposur sisa 35-40%. Kurangi lebih dalam.

Keterbatasan data eksplisit: ekuitas, CAR, NPL, arah BI Rate, likuiditas DPK tidak tersedia. "NIM 54,9%" bukan NIM — itu NII/pendapatan bunga. PBV tak terhitung. Keputusan dibuat di bawah ketidakpastian neraca.

Entry Price: 111 (level jual sekarang; price close 2026-10-30). Eksekusi limit bertahap, bukan market order — turnover 0,043%, blok tunggal menggerakkan harga lawan.

Stop Loss: 100 (level absolute, ~1,2 ATR dari 111). Close di bawah 100 = keluar total. Pelanggaran 109 = percepat sisa penjualan.

Position Sizing: Turunkan ke ~20-25% alokasi normal, bukan 35-40%. Pecah 3-4 eksekusi di hari berbeda, limit order. Jangan tambah sampai minimal dua dari tiga konfirmasi aktif: (a) close > 10EMA 122,74 dengan MACDh mengecil, (b) foreign net 5d positif, (c) neraca Q3 2026 terbaca — CAR >18%, NPL <3%, ekuitas > market cap Rp2,22 triliun. Jika close > VWMA 130,71 dengan volume, tinjau ulang ke Hold.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

1258 kata

Recommendation: Underweight

Rationale: Bear menang di lima titik yang menentukan, dan bull kalah justru di tempat ia paling bersemangat.

  1. STRUKTUR HARGA: bull tidak membantah satu pun fakta ini — harga 111 di bawah 10EMA 122,74, di bawah 50SMA 145,30, di bawah 200SMA 155,94, lower low terkonfirmasi (close 111 di bawah low 10-19 = 113), MACDh -1,77 melebar lagi setelah penyempitan gagal. Bull mengklaim "momentum sudah di harga", tapi harga mencetak low baru dengan volume 1,6x rata-rata. Harga yang sudah selesai turun tidak bikin lower low beruntun. Klaim bull di sini adalah afirmasi, bukan bukti.

  2. VWMA: ini yang tidak bisa dijawab bull. VWMA turun monoton 168,46 -> 149,22 -> 133,92 -> 130,71, menempatkan harga 19,7 poin di bawahnya. Bull hanya membalas dengan "net flow sehari hampir nol". Argumen satu hari tidak membatalkan tren empat hari yang konsisten. VWMA yang terus turun adalah definisi distribusi terbobot volume. Bull tidak punya jawaban.

  3. ALIRAN DANA: bull benar bahwa net agregat hari itu hanya -Rp21,45 juta. Tapi bear benar bahwa EP melepas Rp525,57 juta / 4,84 juta lembar = 55,8% volume satu sesi. Absorpsi oleh sepuluh broker yang berakhir dengan close -5,13% dan lower low bukan akumulasi berhasil — itu absorpsi gagal. Ditambah foreign net 5 hari rata-rata -139.000 lembar dengan satu hari -2,25 juta lembar; bull memakai satu titik +126.700 lembar untuk menutup tren minus. Bull melakukan cherry-pick yang ia tuduhkan ke bear. Ditambah lagi discrepancy vendor pada posisi EP (muncul di sisi jual dan tabel akumulasi) membuat klaim "institusi menyerap" tidak bisa dipakai sebagai bukti — persis seperti yang dikatakan bear.

  4. KUALITAS LABA: ini titik balik terbesar. Bull menyebut OCI +Rp29,78 miliar sebagai "modal tersembunyi, neraca menguat". Bear benar bahwa Rp29,78 miliar dari laba komprehensif Rp46,47 miliar = 64% berasal dari mark-to-market surat berharga — sensitivitas suku bunga, bukan laba operasi, dan bisa berbalik bila yield naik lagi. Laba bersih inti hanya Rp16,69 miliar setengah tahun. Bull juga menyebut "NIM 54,9%" sebagai sehat; bear benar bahwa itu rasio NII terhadap pendapatan bunga, bukan NIM, dan laba operasional Rp33,43 miliar dari NII Rp215,81 miliar = margin operasional 15,5%. Biaya menelan 84,5% NII. Itu inefisiensi struktural untuk bank kecil tanpa pricing power DPK. Bank yang hidup dari apresiasi portofolio, bukan dari lending, bukan bank yang layak diberi premi.

  5. VALUASI DAN BEBAN BUKTI: bull menangkis PE 66x dengan koreksi pajak ke ~53x lalu mengakui "masih tidak murah". Jadi argumen valuasi bull berakhir pada "tidak semahal yang saya bilang", bukan "murah". Soal PBV: bull benar bahwa tidak bisa dihitung, tetapi itu simetris — bull juga tidak bisa menyebut murah. Bull membangun tesis di atas premis kondisional ("kalau ekuitas > market cap") yang ia sendiri akui tidak terverifikasi. Ketiadaan data neraca (CAR, NPL, ekuitas) adalah alasan untuk abstain, bukan alasan untuk entry. Kesimpulan yang jujur dari "tidak terbaca" adalah "jangan tambah risiko", bukan "beli spekulatif".

  6. LIKUIDITAS: bull menyebut turnover 0,043% "bukan masalah untuk posisi kecil". Bear benar bahwa ini justru argumen menolak — tidak ada jalan skala masuk maupun keluar tanpa menggerakkan harga, dan stop bisa tersentuh noise bukan tesis. Untuk pemegang, ini jebakan likuiditas.

  7. MAKRO: bull memakai resesi AS 6% dan real yield untuk menyimpulkan kesehatan bank regional Indonesia. Risiko kredit bank ini ditentukan NPL UMKM domestik, arah BI Rate, dan likuiditas DPK — laporan makro eksplisit menyatakan ketiganya tidak terverifikasi. Inferensi lintas yurisdiksi tanpa jembatan data. Screener IDX 30 Okt juga tidak memuat INPC, yang berkonflik langsung dengan klaim "institusi pasang bid" dan tidak dijawab bull.

  8. OVERSOLD: statistik WR 35,7%, avg -0,65%, D3 -0,80%. Bull benar bahwa magnitudonya kecil. Tapi hit rate 35,7% berarti entry di sinyal ini gagal 2 dari 3 kali, di pasar tempat stop tidak berfungsi karena noise. Payoff kecil tidak menolong ketika Anda tidak punya cara mengelola risiko.

YANG BULL MENANGKAN: bank ini memang mencetak laba bersih positif (Rp16,69 miliar), laba operasional positif, laba komprehensif positif. Insider tidak menjual 5 tahun — bear sendiri menarik klaim insider sebagai sinyal jual, jadi itu netral untuk kedua sisi. Ini bukan perusahaan sekarat. Karena itu bukan "Sell" penuh: bear menang secara dekoratif, tapi tidak membuktikan insolvensi atau kerusakan neraca.

MENGAPA UNDERWEIGHT, BUKAN SELL: bear menang jelas pada momentum, aliran dana, kualitas laba, dan beban bukti. Tapi kesimpulan "exit total" di harga 111 — 6,8 poin di atas lower Bollinger 104,23, dengan downside sisa ~10% ke 100 dan bid institusional terdeteksi di 109 — adalah jual di dasar range pada bank yang masih untung. Bear sendiri menetapkan stop 100 dan exit pada pelanggaran 109, yang berarti ia mengakui 109-100 adalah zona di mana posisi sudah tidak relevan, bukan zona untuk menambah tekanan jual. Position sizing, bukan sinyal exit penuh, yang menjawab tesis ini. Underweight menangkap asimetri tanpa membuang nilai opsional dari bank yang masih menghasilkan uang.

MENGAPA BUKAN HOLD: bull sendiri mengakui ketiga trigger-nya belum terpenuhi (close di bawah 10EMA dan VWMA, foreign net 5 hari negatif, neraca tak terbaca). Tidak ada satu pun konfirmasi bullish yang aktif. Hold akan berarti mempertahankan eksposur penuh tanpa satu pun bukti pendukung — itu bukan keseimbangan, itu kelambanan. Bear memenangkan perbandingan bukti secara meyakinkan; ukurannya adalah pengurangan, bukan likuidasi.

Strategic Actions: Sizing terhadap alokasi standar (anggap alokasi normal untuk satu nama bank regional kecil = 100 unit posisi):

  1. KURANGI KE ~35-40% DARI POSISI NORMAL. Jual bertahap, bukan satu blok. Turnover 0,043% berarti menjual sekaligus menggerakkan harga melawan Anda — pecah menjadi 3-4 eksekusi di hari berbeda, gunakan limit order, jangan market order. Bull dan bear sepakat soal slippage ini.

  2. STOP HARD DI 100 (bukan "sekitar"). Bear menetapkan ~1,2 ATR; itu level yang masuk akal secara teknis. Pelanggaran 109 (low hari ini) adalah sinyal peringatan untuk mempercepat pengurangan sisa posisi ke ~20%. Pelanggaran close di bawah 100 = keluar total, tanpa negosiasi.

  3. JANGAN TAMBAH DI SINI. Bull menawarkan entry di 111 dengan bid institusional di 109; bear menunjukkan bid itu kalah oleh EP (55,8% volume) dan berakhir close -5,13% dengan lower low. Absorpsi yang gagal bukan support. Tidak ada penambahan sampai minimal dua dari tiga konfirmasi berikut aktif: (a) close > 10EMA 122,74 dengan MACDh mengecil, (b) foreign net 5 hari positif, (c) neraca Q3 2026 terbaca — CAR >18%, NPL <3%, ekuitas > market cap Rp2,22 triliun.

  4. BATAS UKURAN MAKSIMUM JIKA KONFIRMASI MUNCUL: naikkan hanya sampai ~60% alokasi normal, bukan penuh. Alasan: PBV tidak bisa dihitung dan CAR/NPL tidak terbaca. Tanpa angka neraca, tidak ada dasar untuk membawa nama ini ke alokasi penuh, sekalipun harga berbalik. Tesis value kondisional bull ("kalau ekuitas > market cap") harus diverifikasi dengan data ekuitas aktual sebelum ukuran dinaikkan.

  5. JIKA CLOSE > VWMA 130,71 DENGAN VOLUME: itu satu-satunya kondisi tempat tesis distribusi bear terbantah secara struktural (VWMA turun monoton 168,46 -> 149,22 -> 133,92 -> 130,71 adalah bukti terkuat bear; reclaim-nya membatalkannya). Pada titik itu, tinjau ulang ke Hold/Overweight. Sebelum itu, setiap rebound diperlakukan sebagai dead-cat bounce.

  6. KELUAR DARI POSISI SISA JIKA: (a) OCI berbalik negatif pada laporan kuartal berikutnya — itu membatalkan pilar "modal tersembunyi" bull dan mengonfirmasi kritik bear soal 64% laba komprehensif dari mark-to-market; atau (b) muncul broker penjual tunggal baru dengan porsi >50% volume sesi tanpa penyerap setara.

  7. CATATAN KETERBATASAN DATA — sebutkan eksplisit ke klien: ekuitas, CAR, NPL, arah BI Rate, likuiditas DPK, dan macro FRED semuanya tidak tersedia. Rasio "NIM 54,9%" yang dikutip bull bukan NIM melainkan NII/pendapatan bunga; margin operasional sebenarnya 15,5%. Setiap laporan ke klien harus memakai angka yang benar. Screener IDX 30 Okt tidak memuat INPC — konflik dengan klaim akumulasi institusional belum terselesaikan. Rekomendasi ini dibuat di bawah ketidakpastian neraca; perbarui segera setelah data Q3 2026 tersedia.

Analisa teknikal dan aliran dana

1130 kata

INPC.JK — PT Bank Artha Graha Internasional Tbk | IDX | 2026-10-30

Close 111. Open 117. High 123. Low 109. Volume 8.681.800 lembar. Value Rp955,04 jt. Freq 350. Foreign net +126.700 lembar.

Pemilihan indikator (8) Trend: close_10_ema (122,74), close_50_sma (145,30), close_200_sma (155,94). Momentum: macd (-8,38), macds (-6,61), macdh (-1,77). Oscillator: rsi (29,65). Volatilitas: atr (9,2). Volume: vwma (130,71). Bollinger cukup dari snapshot (mid 134,10 / UB 163,97 / LB 104,23), tak dihitung ulang.

Struktur tren

  • Price 111 di bawah ketiga MA. Gap ke 10EMA -11,7 poin, ke 50SMA -34,3, ke 200SMA -44,9. Stack bearish penuh.
  • 200SMA 155,94 = ceiling panjang. Rebound Sep 2026 (puncak close 178 tgl 2026-09-04, high harian 192 tgl 2026-09-07) berhenti di bawah 200SMA, tak pernah reclaim.
  • Sekuens turun: 150 (2026-10-13) → 147 → 142 → 121 (2026-10-16, gap bawah dari close 142) → 117 (10-19) → rebound 124/125/130 (10-20 s.d. 10-22) → gagal → 126/120/120/117 → 111 (10-30).
  • Fakta penting: rebound 10-20 s.d. 10-22 (124→130) adalah swing high terakhir; 10-30 close 111 = terendah baru pasca-gap, di bawah low 10-19 (113). Lower low terkonfirmasi.

Momentum

  • MACD -8,38 < signal -6,61, hist -1,77. Hist negatif melebar lagi setelah sempat menyempit pada rebound 10-20/10-22. Momentum turun kembali akseleratif.
  • RSI 29,65 = oversold tipis. Vendor hitung 28 (periode/basis beda) — angka dipakai: snapshot 29,65.
  • Oversold bukan sinyal beli di sini. RSI turun dari 40-an ke 29 sambil price terus bikin low baru = momentum bearish mapan, bukan divergensi.

Volatilitas & risiko

  • ATR 9,2 = ~8,3% dari close. Range harian 10-30: 109–123 = 14 poin (12,6%). Volatilitas ekstrem untuk bank kecil.
  • Bollinger LB 104,23. Close 111 masih 6,8 poin di atas LB. Belum extended.
  • Vendor S1 106 / S2 100. ATR-based stop 111 - 9,2 = ~101,8.

Volume / VWMA — inti masalah

  • VWMA 130,71 vs close 111. Price 19,7 poin di bawah VWMA = distribusi terbobot volume, bukan akumulasi.
  • VWMA turun monoton: 168,46 (2026-09-21) → 149,22 (10-02) → 133,92 (10-29) → 130,71 (10-30). Uang besar berbobot volume keluar tiap hari.
  • Volume 10-30 8,68 jt vs rata2 20d ~5 jt (vendor: ratio 1,6x). Volume tinggi + close di dekat low (109) = tekanan jual, bukan absorpsi.

Bandarmologi (IDX) Net flow hari ini negatif di level broker besar:

  • Beli: AT (Phintraco) +Rp204,89 jt / +1.885.000; YU (CGS International) +Rp142,31 jt / +1.305.600; CC (Mandiri) +Rp71,04 jt; SQ (BCA) +Rp44,61 jt; TP (OCBC) +Rp35,27 jt; AZ (Sucor) +Rp33,30 jt; MG (Semesta) +Rp32,69 jt; OD (BRI Danareksa) +Rp23,64 jt; YP (Mirae) +Rp15,72 jt; GR (Panin) +Rp9,01 jt.
  • Jual: EP (MNC) -Rp525,57 jt / -4.842.300 — jual terbesar, ~2,5x total beli AT. XL (Stockbit) -Rp34,30 jt. DR (RHB) -Rp21,46 jt. KK (Phillip) -Rp20,93 jt. DH (Sinarmas) -Rp15,44 jt. CP (KB Valbury) -Rp8,22 jt. AK (UBS) -Rp8,01 jt.

Pola: campuran, tidak bersih. Sisi beli ada broker bertaraf institusional/menengah (CGS International, Mandiri, BRI Danareksa, OCBC, Mirae). Sisi jual didominasi MNC (-Rp526 jt) — satu lawan banyak, tapi besarnya dominan. UBS net jual kecil (-Rp8 jt), bukan akumulasi. Jadi bukan pola "asing akumulasi, retail distribusi" yang bersih.

Level akumulasi: AT beli di avg 109 (Rp218 jt) dan YU di 109 (Rp142,3 jt) — dua pembeli besar pasang di 109, persis low 10-30. EP juga jual di 109 (Rp607,97 jt) — EP lewat volume besar di level itu. Artinya 109 = pertempuran, belum support teruji.

Catatan krusial: EP muncul di daftar jual (-Rp4,84 jt lembar) tapi juga muncul di tabel akumulasi sebagai pembeli di avg 114 (Rp82,40 jt). Konflik data internal vendor. Jangan anggap EP konsisten akumulasi. Flag discrepancy.

Foreign net: +126.700 lembar hari ini (1,5% volume). Tapi 5 hari terakhir vendor: beli 2x/jual 3x, rata-rata -139.000 lembar. Satu hari plus ≠ tren. Konteks: 10-21 s.d. 10-27 foreign net jual berturut (-996.500, -632.300, -2.246.900, -406.800, -622.500). Plus 10-30 kecil.

Risiko event / jebakan historis Vendor verdict: skor 55/75, WATCH. Tiga pola aktif berlabel jebakan: RSI oversold (WR 35,7%, avg -0,65%, D3 -0,80%), broker jual saat volume naik (WR 27,0%, avg -1,02%), volume awal naik (WR 22,2%, avg -1,47%). Satu pola positif: gabungan volume+asing (WR 50%, D3 +12,08%) — tapi sampel 12, terlalu kecil. Contoh emas RSI oversold: jebakan historis. Consistent dengan data harga: oversold berulang di stock ini gagal bounce.

Skenario

  • Bearish lanjut (base case): close < 109 → target LB 104,23, lalu 100. Trigger: MACDh makin negatif + EP terus jual.
  • Netral/basis: base 104–123. Butuh close > 10EMA 122,74 dan reclaim 123 (high 10-30) untuk mematahkan lower-low.
  • Bullish tesis (butuh bukti): close > 130 (close 10-22) dan > VWMA 130,71 dengan MACD cross naik + foreign net 5 hari positif. Tanpa itu, rebound = dead-cat.

Aksi

  • Belum punya: lewati. Oversold = jebakan di stock ini (vendor WR 35,7%). Tunggu konfirmasi reclaim 10EMA + VWMA.
  • Sudah punya: kurangi posisi. Stop 100 (di bawah S2 vendor, ~1,2 ATR dari 111). Pelanggaran 109 = exit.

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Item Nilai Baca
Close 2026-10-30 111 terendah baru pasca-gap
Open / High / Low 117 / 123 / 109 range 14 poin (12,6%)
Volume / Value 8.681.800 / Rp955 jt 1,6x rata2 20d, close dekat low
close_10_ema 122,74 price -11,7 di bawah
close_50_sma 145,30 price -34,3 di bawah
close_200_sma 155,94 ceiling panjang, tak pernah reclaim
macd / macds / macdh -8,38 / -6,61 / -1,77 bearish, hist melebar negatif
rsi 29,65 oversold, tanpa divergensi
atr 9,2 8,3% harga, volatil ekstrem
boll / ub / lb 134,10 / 163,97 / 104,23 di bawah mid, 6,8 di atas lb
vwma 130,71 price -19,7 di bawah, VWMA turun monoton
Foreign net hari ini +126.700 lbr 1,5% volume
Foreign net 5d rata2 -139.000 lbr beli 2, jual 3
Top net buy AT +Rp204,89 jt (avg 109), YU/CGS +Rp142,31 jt (avg 109) institusi/menengah beli di 109
Top net sell EP/MNC -Rp525,57 jt (-4.842.300 lbr) dominan; UBS -Rp8,01 jt (bukan akumulasi)
Support 109 / 106 / 104,23 / 100 pelanggaran 109 buka 104
Resistance 122,74 / 130,71 / 134,10 reclaim 10EMA+VWMA = tesis bull
Stop 100 ~1,2 ATR
Vendor score 55/75 WATCH 3 pola jebakan, RSI oversold WR 35,7%
Discrepancy EP di dua sisi (jual -Rp526 jt; beli avg 114 Rp82,4 jt) data vendor konflik, jangan dibaca akumulasi
Breadth kosong (market tutup, weekend) tak dipakai untuk konfirmasi

Analisa fundamental

1018 kata

Analisis Fundamental INPC.JK — PT Bank Artha Graha Internasional Tbk

1. Profil dan Identitas

  • Nama: PT Bank Artha Graha Internasional Tbk
  • Kode: INPC, bursa IDX (JKT)
  • Sektor: Financial Services / Banks - Regional
  • Harga penutupan: 111 rupiah (30-10-2026), turun -6 (-5,13%)
  • Pasar tutup (weekend). VWAP 110,01. Frekuensi 350, volume 86.818 lot, nilai transaksi ~955 juta rupiah
  • Saham beredar: 20.021.178.779 lembar
  • Kapitalisasi pasar: ~2,22 triliun rupiah
  • Turnover ratio: 0,000434 (0,043%) — likuiditas sangat tipis

Catatan: ticker beredar juga sebagai INPC. Identitas di sumber data tertulis "INPC (IDX)", tetapi entitas jelas Bank Artha Graha Internasional Tbk.

2. Kinerja Laba Q2 2026 (periode kumulatif semester I 2026, rupiah)

  • Pendapatan bunga: 393,10 miliar
  • Beban bunga: -177,29 miliar
  • Pendapatan bunga bersih (NII): 215,81 miliar → NIM kasar (NII/pendapatan bunga) ≈ 54,9%
  • Laba operasional: 33,428 miliar
  • Beban non-operasional: -6,451 miliar
  • Laba sebelum pajak: 26,977 miliar
  • Pajak: -10,283 miliar → effective tax rate ≈ 38,1% (tinggi, tidak wajar dibanding tarif 22%)
  • Laba bersih: 16,694 miliar
  • Laba komprehensif lain (OCI): +29,775 miliar → masuk ke laba komprehensif total 46,469 miliar
  • Laba bersih dan laba komprehensif 100% diatribusikan ke entitas induk (tidak ada kepentingan non-pengendali signifikan)

Turunan:

  • EPS semester I 2026 ≈ 16,694 miliar / 20,021 miliar lembar ≈ 0,83 rupiah
  • ROE annualized kasar tanpa asumsi ekuitas: laba 16,7 miliar x2 ≈ 33,4 miliar terhadap market cap 2,22 triliun → yield laba ≈ 1,5%. PE forward kasar ≈ 66x. Valuasi mahal untuk bank sekecil ini.
  • Rasio biaya operasional terhadap pendapatan tidak bisa dihitung persis karena detail beban operasional tidak disertakan

3. Riwayat Laba — Data Tidak Terbaca

  • Panggilan get_income_statement (quarterly dan annual) hanya mengembalikan daftar judul periode (12 periode Q1 2023–Q2 2026; 4 tahunan FY 2022–FY 2025) tanpa angka
  • Hal yang dapat disimpulkan: laporan tersedia untuk FY 2022, FY 2023, FY 2024, FY 2025 dan quarter Q4 2023 sampai Q2 2026. Isi angka tidak dapat diverifikasi dari tool hari ini
  • Konsekuensi: tren pertumbuhan laba YoY dan QoQ tidak dapat dikonfirmasi. Wajib verifikasi manual sebelum ambil posisi

4. Neraca (Balance Sheet) — Data Tidak Terbaca

  • 12 periode Q4 2023–Q2 2026 dan FY 2022–FY 2025 terdaftar, isi angka kosong
  • Tidak ada CAR, NPL, LDR, CASA, total aset, atau total ekuitas
  • Tanpa NPL dan CAR, risiko kualitas aset bank tidak terukur. Untuk bank kecil, ini gap kritis

5. Arus Kas (Cash Flow) — Data Tidak Terbaca

  • Periode terdaftar Q2 2023–Q2 2026 dan FY 2022, FY 2023, FY 2025. FY 2024 tidak muncul di cashflow annual — kemungkinan tidak dilaporkan atau hilang dari sumber
  • Tidak ada angka operasi/investasi/pendanaan
  • Laba bersih 16,7 miliar tetapi OCI +29,8 miliar menunjukkan laba didorong mark-to-market surat berharga, bukan operasi inti. Kualitas laba lemah

6. Insider dan Kepemilikan

  • Hanya 1 transaksi insider tercatat: 06-12-2021, BUY oleh GRAHA INOVASI UNGGUL, 0 → 1.000.000.000 lembar (5,0% saham beredar), harga tercatat 0
  • Tidak ada transaksi insider baru selama ~5 tahun terakhir
  • Artinya: tidak ada sinyal keyakinan manajemen/pemegang saham dari insider flow. Ini data lama, bukan sinyal bullish

7. Seasonality

  • Tidak ada data seasonality. Alat tidak mengembalikan baris

8. Insight dan Rencana Trading

Bull case:

  • NII positif 215,8 miliar, laba operasional positif — bank masih untung
  • Laba komprehensif 46,5 miliar > laba bersih karena OCI positif
  • Harga 111, jauh di bawah nilai nominal 100-an... sebenarnya dekat nominal; potensi nilai buku bisa jadi diskon, tapi ekuitas tidak bisa diverifikasi

Bear case:

  • Market cap 2,22 triliun, yield laba ~1,5%, PE kasar ~66x — mahal
  • Turnover 0,000434: sangat tidak likuid. Sulit keluar masuk. Slippage besar
  • Harga -5,13% hari ini dengan volume amat kecil (955 juta rupiah) — pergerakan mudah digerakkan
  • Effective tax 38% — anomali, perlu cek koreksi fiskal atau beban pajak tangguhan
  • Laba bergantung OCI (surat berharga), tidak stabil dengan pergerakan suku bunga
  • Tidak ada data NPL, CAR, LDR — profil risiko tidak transparan
  • Tidak ada insider buying sejak 2021

Actionable:

  1. Jangan entry sebelum verifikasi manual neraca Q2 2026 (CAR, NPL, LDR, ekuitas) dari laporan di IDX
  2. Kalau ekuitas > market cap dan NPL <3% serta CAR >18%, ada case value play tipis
  3. Likuiditas 86.818 lot/hari membuat posisi besar tidak bisa keluar cepat. Batasi ukuran posisi maksimal kecil
  4. Bila laporan Q3 2026 keluar (biasanya akhir Oktober/November), cek apakah OCI masih menopang laba dan apakah pajak normal
  5. Stop-loss ketat: harga 111 dengan support psikologis 100 (nominal)

Rating: Hold (karena data neraca tak terbaca, tesis belum lengkap)

Item Nilai / Status Insight
Ticker INPC.JK (IDX) Bank Artha Graha Internasional Tbk
Harga 111 rupiah, -5,13% Turun dengan volume tipis
Market cap ~2,22 triliun rupiah Bank kecil
Saham beredar 20,021 miliar lembar EPS semester I ≈ 0,83 rupiah
Turnover ratio 0,000434 Likuiditas sangat rendah
Pendapatan bunga Q2 2026 393,10 miliar —
Beban bunga Q2 2026 -177,29 miliar —
NII Q2 2026 215,81 miliar Positif
Laba operasional 33,43 miliar Positif, tipis
Laba sebelum pajak 26,98 miliar —
Pajak -10,28 miliar ETR 38,1%, anomali
Laba bersih 16,69 miliar Yield vs mcap ~1,5%
OCI +29,78 miliar Laba komprehensif 46,47 miliar
Laba komprehensif 46,47 miliar 100% ke induk
Neraca Q2 2026 Tidak terbaca CAR/NPL/Ekuitas tidak dapat diverifikasi
Arus kas Tidak terbaca FY 2024 hilang dari laporan annual
Insider 1 transaksi, Des 2021 BUY 1 M lembar Tidak ada sinyal baru 5 tahun
Seasonality Tidak ada data —
Valuasi kasar PE ~66x, laba yield 1,5% Mahal untuk bank tipis
Kesimpulan Tunda entry, verifikasi laporan Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa sentimen

424 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Sentiment report INPC.JK — periode 2026-10-23 s/d 2026-10-30

Ringkasan: ketiga sumber data kosong. Tidak ada sinyal sentimen yang bisa dibaca. Skor 5 = netral, tapi ini netral karena ketiadaan data, bukan karena keseimbangan bull/bear.

Per sumber

1. Berita (Yahoo Finance, 7 hari) — TIDAK TERSEDIA

  • DATA_UNAVAILABLE: tidak ada vendor yang bisa menyajikan get_news. Yahoo Finance tidak punya artikel bertag INPC.JK.
  • Artinya: tidak ada framing institusional yang bisa dibaca. Ini bukan sinyal bearish maupun bullish, murni lubang data.

2. StockTwits — TIDAK TERSEDIA

  • <stocktwits unavailable: HTTPError>. Tidak ada satu pun pesan, tidak ada tag Bullish/Bearish, tidak ada rasio yang bisa dihitung.
  • Tidak bisa menilai apakah retail lean bullish, bearish, atau over-extended. Rasio 0/0 tidak informatif.

3. Reddit — TIDAK DIKUERY

  • Tidak ada diskusi yang diambil untuk INPC.JK. Tidak ada subreddit yang dibaca, jadi klaim soal karakter komunitas tidak relevan di sini.

Divergensi antar sumber

Tidak bisa dinilai. Butuh minimal dua sumber hidup untuk melihat mismatch. Di sini nol.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada topik berulang, tidak ada katalis, tidak ada risiko yang muncul dari data. Konteks identitas: PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (Financial Services / Banks - Regional, Bursa JKT). Bank kecil — lazim minim liputan media dan minim pembicaraan retail, tapi ini dugaan struktural, bukan temuan data.

Katalis dan risiko

  • Katalis: tidak teridentifikasi dari data.
  • Risiko: tidak teridentifikasi dari data.
  • Yang bisa disebut: untuk emiten bank regional kecil, risiko likuiditas saham dan sparse coverage adalah faktor struktural. Bukan kesimpulan dari data hari ini.

Tabel sinyal sentimen

Sinyal Arah Sumber Bukti pendukung
Framing institusional Tidak diketahui Yahoo Finance news DATA_UNAVAILABLE — nol artikel
Sentimen retail Tidak diketahui StockTwits HTTPError — nol pesan
Diskusi komunitas Tidak diketahui Reddit Tidak dikuery — nol post
Divergensi antar sumber Tidak dapat dinilai — Kurang dari dua sumber aktif
Tema naratif Tidak ada — Tidak ada data

Batasan

  • Nol dari tiga sumber menghasilkan data. Confidence: low.
  • Skor 5 jangan dibaca sebagai "pasar netral terhadap INPC.JK". Baca sebagai "tidak ada bukti".
  • Rekomendasi: jangan ambil keputusan berbasis sentimen untuk INPC.JK dari laporan ini. Tunggu data berita atau StockTwits masuk. Bobot keputusan sepenuhnya ke fundamental dan teknikal.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD (hanya karena tidak ada bukti sentimen untuk mengambil aksi; bukan rekomendasi berbasis sinyal)

Analisa berita

639 kata

Laporan Riset Berita & Makro — INPC.JK PT Bank Artha Graha Internasional Tbk | Financial Services / Banks - Regional | Bursa: JKT Tanggal: 2026-10-30

1. Ketersediaan Data (jujur dulu)

  • Berita INPC.JK: TIDAK TERSEDIA. Yahoo Finance tidak punya artikel bertag INPC.JK. Ini bukan sinyal negatif/positif. Kosongkan, jangan tebak.
  • Makro FRED: TIDAK TERSEDIA. FRED_API_KEY tidak diset. CPI, unemployment, fed_funds_rate, 10y_treasury tidak bisa diambil. Tidak ada angka makro yang dikarang.
  • Berita global 7 hari: tersedia, tapi sampah — mayoritas siaran pers pasar IBM/Accenture/quantum, sedikit makro riil.
  • Breadth IDX: pasar tutup (weekend), gainers/losers kosong.
  • Screener IDX (30 Okt 2026): INPC tidak muncul. Yang muncul: BEKS (SINYAL SENYAP), MGLV (RISIKO PANTULAN), WBSA & MARK (AKUMULASI SENYAP). Tidak ada konfirmasi aliran dana ke INPC.

2. Sinyal Makro Global yang Relevan

  • Fed: 2026 = nol pemotongan. Polymarket "no Fed rate cuts 2026" = 96% ($9,3jt volume, +0,3pp seminggu). Pasar tidak menunggu pelonggaran AS. Implikasi: window likuiditas global ketat, DXY cenderung kuat, mata uang EM tertekan.
  • Resesi AS: 6% oleh akhir 2026 (−1,0pp seminggu). Risiko hard-landing menurun. Netral-positif untuk bank EM karena cost of risk tidak meledak, tapi tidak ada katalis pemangkasan.
  • Logam mulia lemah. GLD 52-minggu low, SLV 11-bulan low, "silver slumps as rate fears mount". Emas bukan safe haven saat ini → pasar pricing real yield tinggi. Untuk bank Indonesia ini berarti BI dipaksa defensif, spread NIM tetap terjaga tapi pertumbuhan kredit terbatas.
  • Tidak ada pasar prediksi "Bank Indonesia". Coverage Polymarket nol untuk BI. Arah suku bunga BI tidak bisa dikutip dari pasar berjangka prediktif.

3. Konteks Spesifik INPC.JK

Tanpa berita perusahaan dan tanpa data harga, penilaian terpaksa struktural:

  • Bank regional kecil, likuiditas saham tipis, sangat terpapar sentimen IDX broad-market dan aliran dana asing ke sektor perbankan lapis dua.
  • Sektor banks-regional di IDX paling sensitif terhadap: (a) arah BI Rate, (b) kualitas kredit UMKM, (c) likuiditas DPK. Ketiganya tidak terverifikasi minggu ini karena FRED mati dan berita IDX tidak diambil.
  • Tidak ada sinyal screener untuk INPC = tidak ada akumulasi broker/asing terdeteksi. Netral-bearish jangka pendek (tidak ada dorongan beli institusional).

4. Kesimpulan Trading

  1. Setup makro global = tight, no cuts, strong USD, weak metals. Tidak ramah untuk bank EM kecil.
  2. Ketiadaan berita = ketiadaan katalis. Saham tipis tanpa katalis cenderung drift/likuiditas buruk.
  3. Jangan ambil posisi besar berbasis laporan ini. Data kunci hilang (berita perusahaan, harga, makro FRED).
  4. Langkah verifikasi sebelum eksekusi: cek BI Rate terkini, laporan keuangan kuartal terakhir INPC (NPL, CAR, LDR), volume harian vs rata-rata, apakah ada pengumuman rights issue/aksi korporasi.
  5. Retest screener Senin 09:00 WIB — kalau INPC masih absen, tetap netral.

Rating: Hold (data-limited) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Tabel Ringkasan

Item Status / Nilai Bacaan untuk INPC.JK
Berita INPC.JK (23–30 Okt) Tidak tersedia (vendor kosong) Tidak ada katalis. Jangan inferensi.
Fed cuts 2026 96% nol pemotongan Likuiditas global ketat, negatif untuk EM bank
Resesi AS 2026 6% Yes (−1,0pp/pekan) Risiko kredit menurun, netral-positif
Prediksi suku bunga BI Tidak ada pasar Arah BI Rate tidak terverifikasi
FRED (CPI, PCE, unemployment, UST10Y, kurva) Tidak tersedia (API key kosong) Analisis makro kuantitatif diblokir
Logam mulia GLD 52-wk low, SLV 11-mo low Real yield tinggi, USD kuat
Breadth IDX Tutup weekend, kosong Momentum tidak terukur
Screener IDX 30 Okt INPC absen; BEKS/MGLV/WBSA/MARK muncul Tidak ada akumulasi terdeteksi
Berita global 7 hari Dominan PR teknologi (IBM/ACN), bukan makro Sinyal rendah, bobot kecil
Likuiditas & katalis INPC Rendah / nol Hindari posisi besar
Rekomendasi Hold, verifikasi Senin Tunggu BI Rate + laporan keuangan + volume