Gacor Quant
Sesi 1 berlangsung (09:00-12:00 WIB) IDX Edge PRO Tentang Gacor

Intanwijaya Internasional Tbk

INCI · analisa Selasa, 27 Oktober 2026

model analisa cb-flash

Overweight

895 rupiah per lembar · -0,56% · -

Net broker seluruhnya 259,2 jt rupiah. Kapitalisasi 186,9 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Overweight. Keputusan akhir untuk INCI.JK adalah Overweight, bukan Buy agresif. Tesis bull soal valuasi, neraca, dan lonjakan laba cukup kuat untuk menambah eksposur, tetapi risiko likuiditas, konversi kas kuartalan yang belum terkonfirmasi, dan sinyal teknikal jangka...
Aliran dana
GR beli 225,3 jt · KK jual 1,2 jt
Posisi harga
+13,4% terhadap SMA50, asing 1,4% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir
VWAP
898
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
32,6 jt
rupiah, sesi -
Frekuensi
56
kali transaksi
Volume
36,3 rb
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-27. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
GR PANIN SEKURITAS TBK. 225,3 jt 250,3 rb 334,8 jt 109,5 jt
ZP MAYBANK SEKURITAS INDONESIA 29,0 jt 33,2 rb 29,0 jt -
CP KB VALBURY SEKURITAS 6,3 jt 10,0 rb 33,7 jt 27,4 jt
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 1,4 jt 1,5 rb 19,0 jt 17,6 jt
DR RHB SEKURITAS INDONESIA 180,0 rb - 1,9 jt 1,7 jt
RO PLUANG MAJU SEKURITAS 173,0 rb 200 173,0 rb -
LG TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA TBK. -5,0 rb - 895,0 rb 900,0 rb
AZ SUCOR SEKURITAS -18,0 rb - 344,0 rb 362,0 rb
SQ BCA SEKURITAS -297,0 rb -300 608,0 rb 905,0 rb
XA NH KORINDO SEKURITAS INDONESIA -635,0 rb -800 859,0 rb 1,5 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
GR 882 334,8 jt XL 871 162,2 jt
XL 881 79,7 jt GR 848 109,5 jt
CC 849 57,1 jt AT 876 81,2 jt
CP 835 33,7 jt CC 873 71,2 jt
ZP 873 29,0 jt BQ 883 35,4 jt
BQ 851 27,6 jt XC 878 35,0 jt
YP 846 25,8 jt YP 879 31,0 jt
OD 880 19,0 jt CP 902 27,4 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 18 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2024-08-07 ROBERT TANMIZI - Buy +1,900 0
2024-08-06 ROBERT TANMIZI - Buy +9,200 0
2024-08-05 ROBERT TANMIZI - Buy +13,700 0
2024-08-02 ROBERT TANMIZI - Buy +500 0
2024-08-01 ROBERT TANMIZI - Buy +300 0
2024-07-31 ROBERT TANMIZI - Buy +88,800 0

Keputusan akhir

686 kata

Rating: Overweight

Executive Summary:
Keputusan akhir untuk INCI.JK adalah Overweight, bukan Buy agresif. Tesis bull soal valuasi, neraca, dan lonjakan laba cukup kuat untuk menambah eksposur, tetapi risiko likuiditas, konversi kas kuartalan yang belum terkonfirmasi, dan sinyal teknikal jangka pendek membatasi ukuran serta kecepatan eksekusi. Karena posisi dan kas pemanggil tidak diketahui, jangan mengasumsikan buku flat: terapkan arahan ini pada eksposur INCI.JK yang sudah ada maupun yang akan dibuka.

Untuk yang belum memiliki posisi INCI.JK: mulai hanya dengan tranche kecil 2–3% portofolio di area Rp860–890 mendekati VWMA Rp879,71, memakai limit order, bukan market order. Tambahan 2–3% hanya jika pullback bertahan di Rp860–846 dengan volume mendukung, atau jika harga close di atas Rp950 dengan konfirmasi volume. Total eksposur INCI.JK sebaiknya dibatasi 5–10% portofolio, bukan 25–30%. Batasi order harian 5–10 lot atau maksimal 10–15% dari volume rata-rata harian, mana yang lebih kecil. Risiko total per ide dibatasi 0,5–1% portofolio. Realisasikan sebagian di Rp950; target Rp1.040 hanya dipakai jika konfirmasi teknikal muncul, bukan untuk membenarkan sizing awal.

Untuk yang sudah memegang INCI.JK: jangan averaging down di bawah Rp820. Gunakan penutupan harian di bawah Rp820 sebagai peringatan risiko dan invalidation struktural, dengan hard stop di sekitar Rp800. Kurangi eksposur jika close <820 disertai likuiditas memburuk. Jangan chase di atas Rp900–910.

Investment Thesis:
Kubu bull menang pada inti valuasi dan kualitas neraca INCI.JK. NCAV INCI.JK masih di atas market cap, utang berbunga hanya Rp1,88 miliar, DER <0,01x, current ratio 4,25x, dan valuasi P/E TTM 4,13x serta PBV 0,37x memberi bantalan absolut. Laba H1 2026 Rp27,79 miliar sudah melampaui laba setahun FY2025 Rp25,95 miliar; laba Q2 2026 Rp20,57 miliar naik 653,7% YoY, margin bruto naik ke 22,26% dari 19,61%, dan CFO tahunan historis positif. Ini alasan utama INCI.JK layak berstatus Overweight, bukan Hold atau Sell.

Namun, kubu konservatif dan netral benar bahwa klaim “kas Rp201,21 miliar melampaui market cap” tidak boleh diperlakukan sebagai kas bebas. Angka itu adalah kas plus aset keuangan lancar bruto; setelah total liabilitas Rp99,98 miliar, kelebihan likuiditas bersihnya sekitar Rp101,23 miliar. NCAV INCI.JK memang di atas market cap, tetapi di dalamnya ada piutang Rp109,24 miliar dan persediaan Rp62,10 miliar yang tidak setara kas dan bisa terdiskon atau lambat cair. Pemegang minoritas juga tidak bisa memaksa likuidasi. Ini peluang deep value, bukan arbitrase tanpa risiko.

Momentum laba INCI.JK juga kuat tetapi belum sepenuhnya terkonfirmasi oleh kas. CFO Q2 2026 hanya Rp7,07 miliar dibanding laba bersih Q2 Rp20,57 miliar. Konversi kas kuartalan yang lemah ini, ditambah risiko siklus bahan baku dan margin, membuat saya tidak menaikkan rating ke Buy penuh. Sinyal teknikal INCI.JK mendukung tren naik karena harga Rp900 di atas EMA 10 Rp825,52, SMA 50 Rp793,40, SMA 200 Rp722,50, dan VWMA Rp879,71. Tetapi MACD line 4,71 masih di bawah signal 5,36 dengan histogram -0,65, RSI 57,91 netral, dan candle high Rp940/low Rp830/close Rp900 menunjukkan volatilitas intraday lebar. Stop Rp820 hanya sekitar 0,74 ATR terhadap ATR Rp80,34, sehingga rawan noise; R:R ke TP1 Rp950 hanya sekitar 1,2:1, bukan 1:2 kecuali memakai TP2 Rp1.040 yang belum terkonfirmasi.

Bandarmologi GR dan ZP yang net buy di rata-rata Rp882 dan Rp873 memberi konfirmasi minat, tetapi nilainya kecil, hanya snapshot satu hari, dan foreign net tercatat 0 lembar. Klaim insider Robert Tanmizi juga perlu dikoreksi: pembelian aktif terakhir yang disebut adalah Juli–Agustus 2024, bukan bukti akumulasi baru 2026. Likuiditas INCI.JK sangat tipis, dengan omzet harian sekitar Rp28,90 juta, sehingga order 30–50 lot per hari terlalu berisiko; batas 5–10 lot atau 10–15% volume rata-rata harian lebih sesuai.

Dengan demikian, bukti yang lebih kuat mendukung Overweight pada INCI.JK dengan akumulasi kecil bertahap dan pagar risiko ketat. Tesis ini berubah menjadi Buy jika konversi CFO membaik, MACD golden cross terkonfirmasi dengan volume, dan akumulasi broker berlanjut multi-hari. Tesis ini turun ke Hold atau Underweight jika INCI.JK close harian di bawah Rp820, apalagi di bawah Rp800; jika kualitas piutang/persediaan memburuk; jika CFO tidak mengonfirmasi laba; atau jika margin dan siklus bahan baku berbalik negatif.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: OVERWEIGHT INCI.JK; ACCUMULATE GRADUALLY IN SMALL TRANCHES ON PULLBACK, MAX 5-10% PORTFOLIO EXPOSURE, DAILY ORDER CAP 5-10 LOTS (OR 10-15% OF AVERAGE DAILY VOLUME, WHICHEVER LOWER); PARTIAL TAKE PROFIT AT 950; INVALIDATE ON DAILY CLOSE BELOW 820, HARD STOP NEAR 800.

Rencana trader

77 kata

Action: Buy

Reasoning: Valuasi INCI.JK net-net riil, kas likuid Rp201,21 miliar lampaui market cap Rp186,89 miliar didukung lonjakan laba H1 2026. Struktur teknikal tren naik utuh, harga konsisten di atas EMA 10 (825,52), SMA 50 (793,40), dan SMA 200 (722,50). Akumulasi broker institusi GR dan ZP serap aksi jual ritel di area support VWMA.

Entry Price: 879.71

Stop Loss: 820.0

Position Sizing: Maksimal 25-30% alokasi portofolio standar. Akumulasi bertahap 30-50 lot per hari.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: BUY

Rencana investasi

222 kata

Recommendation: Overweight

Rationale: Bull menang telak sisi valuasi dan neraca. INCI.JK status net-net riil. Kas likuid Rp201,21 miliar lampaui market cap Rp186,89 miliar. BVPS Rp2.415,26, PBV 0,37x, P/E TTM 4,13x. Kinerja operasional melonjak: laba H1 2026 Rp27,79 miliar lampaui laba setahun FY2025 Rp25,95 miliar. Utang berbunga cuma Rp1,88 miliar, DER <0,01x. CFO positif konsisten tiap tahun. Direksi Robert Tanmizi terus beli saham pasar reguler, bantah tuduhan jebakan pengendali.

Bear tepat sorot likuiditas kering (omzet Rp28,90 juta per hari) dan potensi siklus bahan baku. Namun klaim Bear soal tren teknikal patah tidak valid: harga bertahan di atas EMA 10 (825,52), SMA 50 (793,40), SMA 200 (722,50). Kas bersih tebal beri margin pengaman absolut. Risiko likuiditas selesai lewat kontrol ukuran posisi. Sisi bull bawa keputusan rekomendasi.

Strategic Actions: Alokasi modal: batasi ukuran posisi maksimal 25% hingga 30% dari alokasi portofolio standar karena omzet harian rendah.

Langkah eksekusi trader:

  1. Akumulasi beli bertahap pada rentang Rp860 hingga Rp890 mendekati VWMA (879,71). Batasi transaksi maksimal 30 lot sampai 50 lot per hari agar tidak merusak antrean bid.
  2. Pasang target take profit pertama pada level Rp950 untuk amankan sebagian profit di area resisten.
  3. Pasang target take profit kedua pada level Rp1.040 mendekati batas atas Bollinger Band (1.047,17).
  4. Terapkan stop loss ketat pada harga penutupan harian di bawah Rp820 jika EMA 10 gagal menahan penurunan.

Analisa teknikal dan aliran dana

759 kata

Analisis Saham INCI.JK (PT Intanwijaya Internasional Tbk)

1. Pemilihan 8 Indikator Teknis

Dipilih 8 indikator komplementer non-redundan:

  • close_10_ema: Tren jangka pendek cepat. Deteksi reaksi rebound kilat dari dasar.
  • close_50_sma: Tren jangka menengah. Konfirmasi kelanjutan fase bullish struktural.
  • close_200_sma: Tren jangka panjang. Filter arah makro tren utama.
  • macd: Momentum selisih tren EMA. Deteksi potensi pembalikan momentum pasca koreksi.
  • rsi: Ukur saturasi beli/jual tanpa tumpang tindih sinyal osilator lain.
  • boll: Dynamic mean-reversion level (SMA 20) ukur deviasi harga.
  • atr: Volatilitas aktual. Tentukan batas stop loss dan trailing jarak realistis.
  • vwma: Rata-rata bobot volume. Validasi validitas harga versus partisipasi likuiditas.

2. Data Pasar Terverifikasi (Snapshot 2026-10-27)

Sumber valid: get_verified_market_snapshot.

  • Open: 940
  • High: 940
  • Low: 830
  • Close: 900
  • Volume: 775.800 lembar
  • Turnover: Rp676.349.000
  • Frekuensi: 538 transaksi
  • Foreign Net: 0 lembar

Nilai Indikator Terverifikasi:

  • close_10_ema: 825,52
  • close_50_sma: 793,40
  • close_200_sma: 722,50
  • rsi: 57,91
  • boll (Mid): 846,00
  • boll_ub: 1.047,17
  • boll_lb: 644,83
  • macd: 4,71
  • macds: 5,36
  • macdh: -0,65
  • atr: 80,34
  • vwma: 879,71

Catatan Diskrepansi: Tool vendor mencatat RSI 40 dan ATR 98. Snapshot pasar terverifikasi menyatakan RSI 57,91 dan ATR 80,34. Angka snapshot verified dipakai mutlak.


3. Analisis Price Action & Tren

  • Harga Close (900) naik dari 890 (+1,12%) per 2026-10-27. Rebound kuat dari level terendah 650 (2026-10-19).
  • Posisi harga di atas close_10_ema (825,52), close_50_sma (793,40), dan close_200_sma (722,50). Susunan moving average bullish utuh.
  • Harga di atas boll mid-band (846,00) dan vwma (879,71). Volume dukung posisi harga saat ini.
  • Candle harian cetak ekor atas (High 940, Close 900). Tekanan jual intraday muncul dekat area psikologis 950.
  • MACD line (4,71) di bawah signal (5,36), histogram negatif tipis (-0,65). Momentum belum konfirmasi golden cross penuh.

4. Bandarmologi (Struktur Broker)

Pola akumulasi terdeteksi jelas:

  • Net Buyer Utama:
    • GR (Panin Sekuritas): Net Buy Rp225,30 juta (250.300 lembar, beli rata-rata 882 vs jual 848).
    • ZP (Maybank Sekuritas - broker institusi/asing): Net Buy Rp28,97 juta (33.200 lembar, harga rata-rata 873).
    • CP (KB Valbury): Net Buy Rp6,32 juta (10.000 lembar).
  • Net Seller Utama:
    • Broker ritel mendominasi distribusi: XL (Stockbit) net sell -Rp82,51 juta (-95.900 lembar, jual rata-rata 871), AT (Phintraco) net sell -Rp76,66 juta (-87.600 lembar), XC (Ajaib) net sell -Rp20,46 juta (-23.300 lembar), PD (Indo Premier) net sell -Rp15,35 juta.
  • Konklusi Flow: Institusi lokal (GR) dan institusi asing (ZP) serap barang jualan ritel (XL, AT, XC, PD) di rentang 840–880.

5. Konteks Pasar & Silang Rekomendasi Vendor

  • Kondisi IDX: Sesi 1 buka. INCI.JK likuiditas moderat (turnover Rp676,35 juta), tidak masuk jajaran top mover harian board reguler.
  • Vendor Verdict: Nilai sinyal 40/75 ("Waspada/Hindari"), fokus pada risiko histogram MACD negatif dan cut loss bila tembus 840.
  • Divergensi Analisis: Pandangan vendor terlalu defensif. Akumulasi masif broker GR (Rp225 juta) dan posisi harga di atas VWMA (879,71) serta EMA 10 (825,52) beri landasan swing buy terukur, bukan hindari. Pertahankan batas risiko disiplin di bawah support dinamis.

6. Rencana Eksekusi Trading

  • Zona Beli (Entry Area): 860 – 890 (pullback dekat VWMA 879,71).
  • Target Harga 1 (TP 1): 950 (uji resisten High harian).
  • Target Harga 2 (TP 2): 1.040 (resisten upper Bollinger Band 1.047,17).
  • Stop Loss: 820 (di bawah close_10_ema 825,52; jarak ~1x ATR dari titik masuk).

Ringkasan Parameter Kunci INCI.JK

Parameter Data / Level Implikasi Teknis
Harga Terakhir Rp900 Di atas SMA 50 & 200, struktur tren naik
Support Kritis Rp846 / Rp825 Mid Bollinger Band & EMA 10
Resisten Kritis Rp950 / Rp1.047 High intraday & Upper Bollinger Band
RSI (14) 57,91 Momentum netral menuju bullish, belum jenuh beli
MACD Line / Signal 4,71 / 5,36 (Hist -0,65) Fase konsolidasi akhir sebelum potensi golden cross
ATR (14) 80,34 Volatilitas moderat, dasar pasang stop loss
VWMA 879,71 Support likuiditas dinamis harian
Flow Bandar GR & ZP serap barang ritel Akumulasi institusional valid

Rating: BUY ON WEAKNESS

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: Beli bertahap INCI.JK pada rentang 860–890 saat pullback mendekati level VWMA (879,71). Tetapkan target profit pertama pada 950 dan target profit kedua pada 1.040. Pasang stop loss ketat pada penutupan harian di bawah 820 guna membatasi risiko jika support dinamis EMA 10 (825,52) tertembus turun. Rasio risk-to-reward terukur minimal 1:2.

Analisa fundamental

1054 kata

Profil Emiten & Valuasi Pasar INCI.JK

PT Intanwijaya Internasional Tbk (INCI.JK). Sektor kimia dasar. Bisnis utama lem industri, resin sintetis (urea-formaldehyde, phenol-formaldehyde) untuk industri kayu lapis.

  • Harga Penutupan: Rp 900,00
  • Saham Beredar: 207.656.617 lembar
  • Kapitalisasi Pasar: Rp 186,89 miliar
  • Valuasi P/E (TTM): 4,13x
  • Valuasi PBV: 0,37x
  • Nilai Buku per Saham (BVPS): Rp 2.415,26
  • Likuiditas Harian: Sangat rendah. Nilai transaksi Rp 28,90 juta (322 lot), turnover ratio 0,0037.

Kinerja Keuangan & Dokumen Laba Rugi

Kinerja operasional pulih tajam hingga Q2 2026. Laba bersih melonjak didorong ekspansi margin kotor dan pos pendapatan lainnya.

  1. Pertumbuhan Penjualan Kuartalan:

    • Q2 2026: Pendapatan Rp 144,07 miliar (+74,99% YoY dari Rp 82,33 miliar di Q2 2025).
    • Q1 2026: Pendapatan Rp 91,13 miliar (+5,00% YoY dari Rp 86,79 miliar di Q1 2025).
    • Beban pokok penjualan Q2 2026 Rp 111,99 miliar. Laba bruto tercapai Rp 32,07 miliar (Gross Profit Margin 22,26%, naik dari 19,61% di Q2 2025).
  2. Laba Bersih & Efisiensi Operasional:

    • Laba bersih Q2 2026 tembus Rp 20,57 miliar, naik 653,7% YoY (Q2 2025: Rp 2,73 miliar).
    • Laba bersih per saham (EPS) Q2 2026 Rp 99 per lembar (Q2 2025: Rp 13).
    • Total laba bersih Semester I 2026: Rp 27,79 miliar (EPS kumulatif 6 bulan: Rp 134).
    • Laba bersih TTM (Q3 2025 - Q2 2026): Rp 45,18 miliar. EPS TTM Rp 218 per lembar.
  3. Tren Historis Tahunan:

    • FY 2025: Pendapatan Rp 384,60 miliar; Laba Bersih Rp 25,95 miliar; EPS Rp 125.
    • FY 2024: Pendapatan Rp 390,53 miliar; Laba Bersih Rp 25,85 miliar; EPS Rp 124.
    • FY 2023: Pendapatan Rp 378,12 miliar; Laba Bersih Rp 17,50 miliar; EPS Rp 84.
    • Profitabilitas tahunan stabil di kisaran Rp 25-26 miliar sebelum ekspansi volume 2026.

Analisis Neraca & Struktur Modal

Neraca benteng kokoh (fortress balance sheet). Karakteristik net-net stock klasik.

  1. Kas Melampaui Market Cap:

    • Kas dan setara kas Q2 2026: Rp 149,04 miliar.
    • Aset keuangan lancar likuid: Rp 52,17 miliar.
    • Total likuiditas tunai: Rp 201,21 miliar. Nilai ini di atas seluruh market cap INCI (Rp 186,89 miliar). Kas bersih per saham Rp 968,96 (harga saham Rp 900).
  2. Aset & Modal Kerja:

    • Total Aset: Rp 603,56 miliar. Aset lancar mendominasi sebesar Rp 379,90 miliar (62,94%).
    • Piutang usaha: Rp 109,24 miliar. Persediaan: Rp 62,10 miliar.
    • Aset tetap: Rp 201,67 miliar. Nilai konservatif, aset riil pabrik terawat.
  3. Bebas Utang Finansial Signifikan:

    • Total Liabilitas: Rp 99,98 miliar.
    • Liabilitas jangka pendek: Rp 89,40 miliar (utang usaha pihak ketiga Rp 82,86 miliar).
    • Total utang berbunga (utang pembiayaan konsumen): Hanya Rp 1,88 miliar (Rp 726,9 juta jatuh tempo 1 tahun + Rp 1,15 miliar jangka panjang).
    • Rasio Utang terhadap Ekuitas (DER): 0,20x (total liabilitas/ekuitas). Jika utang berbunga saja: <0,01x.
  4. Ekuitas & Solvabilitas:

    • Ekuitas entitas induk: Rp 501,54 miliar.
    • Saldo laba belum ditentukan penggunaannya: Rp 230,35 miliar.
    • Current Ratio: 4,25x. Quick Ratio: 3,55x. Risiko gagal bayar hampir nol.

Arus Kas & Imbal Hasil Pemegang Saham

  1. Arus Kas Operasi (CFO):

    • CFO Q2 2026 positif Rp 7,07 miliar.
    • CFO tahunan konsisten kuat: FY 2025 mencetak +Rp 44,61 miliar; FY 2024 mencetak +Rp 41,59 miliar; FY 2023 mencetak +Rp 37,77 miliar.
    • Konversi kas operasional prima, beban modal (capex) rutin rendah (FY 2025 beli aset tetap Rp 10,20 miliar; Q2 2026 hanya Rp 12,40 juta). Menghasilkan Free Cash Flow tinggi.
  2. Dividen:

    • Pembayaran dividen tunai rutin tiap tahun.
    • Periode H1 2026: Pembayaran dividen Rp 4,12 miliar (~Rp 19,8/saham).
    • FY 2025: Dividen tunai dibayar Rp 7,27 miliar (~Rp 35/saham, dividen yield ~3,9%).
    • FY 2024: Dividen tunai dibayar Rp 7,22 miliar (~Rp 34,7/saham).

Data Insider & Kepemilikan

  • Kepemilikan saham terkonsentrasi pada keluarga Tanmizi (Robert Tanmizi, Tazran Tanmizi, Tamzil Tanmizi).
  • Transaksi insider terakhir: Robert Tanmizi aktif beli bertahap di pasar reguler (Juli-Agustus 2024, volume akumulasi harian 100 s.d. 88.800 lembar). Tidak ada aksi jual insider. Komitmen pemegang saham pengendali solid.

Risiko & Pertimbangan Likuiditas

  • Likuiditas Saham Ekstrem Rendah: Transaksi harian sangat jarang (beberapa puluh lot per hari). Trader modal besar tidak bisa keluar-masuk cepat tanpa guncang harga.
  • Ketergantungan Industri Hilir: Penjualan terkait siklus kayu lapis, furnitur, ekspor bahan kayu olahan.
  • Fluktuasi Harga Bahan Baku: Biaya produksi rentan terhadap volatilitas bahan kimia berbasis minyak bumi/gas (metanol, urea, fenol).

Ringkasan Metrik Fundamental INCI.JK

Parameter Keuangan Nilai / Angka Keterangan & Implikasi
Harga Saham Rp 900,00 Posisi per 27 Oktober 2026
Kapitalisasi Pasar Rp 186,89 miliar Golongan micro-cap IDX
Kas + Aset Keuangan Lancar Rp 201,21 miliar > Market Cap (Net-Net Cash Company)
Total Ekuitas Induk Rp 501,54 miliar Fondasi neraca tebal tanpa utang bank
BVPS / Nilai Buku Rp 2.415,26 Diskon harga terhadap aset 62,7%
PBV Ratio 0,37x Diskon masif deep value
Laba Bersih Q2 2026 Rp 20,57 miliar Melonjak +653,7% YoY
Laba Bersih TTM Rp 45,18 miliar EPS TTM Rp 218,00
P/E Ratio (TTM) 4,13x Valuasi laba sangat murah
Total Utang Berbunga Rp 1,88 miliar Utang finansial dapat diabaikan
Current Ratio 4,25x Likuiditas jangka pendek sangat aman
Dividen Yield (Est) 3,8% - 4,2% Rutin bayar kas dividen per tahun
Aktivitas Insider Akumulasi beli Direksi/keluarga pengendali terus serap
Likuiditas Pasar Rp 28,9 juta / hari Risiko eksekusi tinggi bagi portofolio besar

Rating: BUY

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: Beli bertahap INCI.JK untuk strategi deep value investing jangka menengah hingga panjang. Rasio harga terhadap kas dan nilai buku berada pada diskon ekstrem (kas cair Rp 201,21 miliar melampaui kapitalisasi pasar Rp 186,89 miliar; PBV 0,37x; PER TTM 4,13x) dengan neraca nyaris tanpa utang berbunga serta dividen rutin. Wajib batasi ukuran lot (eksekusi fraksional bertahap di rentang Rp 880 - Rp 910) akibat likuiditas harian tipis guna cegah lonjakan slippage. Target harga fundamental konservatif Rp 1.450 (mengacu PBV 0,60x dan P/E 6,6x), batas cut loss toleransi Rp 800 jika terjadi penurunan struktural margin bahan baku.

Analisa sentimen

293 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

1. Rincian Sumber Data

  • Yahoo Finance (Berita Institusi): Status DATA_UNAVAILABLE. Tidak ada artikel berita terindeks untuk INCI.JK periode 2026-10-20 hingga 2026-10-27. Total artikel: 0. Bukti sentimen institusional: nihil.
  • StockTwits (Sentimen Ritel Cepat): Status HTTPError. Penarikan data gagal. Total pesan: 0. Rasio Bullish/Bearish: tidak tersedia. Pos penting: nihil.
  • Reddit (r/wallstreetbets, r/stocks, r/investing): Status histori tidak tersedia untuk rentang 2026-10-20 hingga 2026-10-27. Total pos: 0. Total komentar: 0. Bukti diskusi komunitas: nihil.

2. Divergensi dan Keselarasan Lintas Sumber

Ketiga sumber selaras dalam ketiadaan data. Tidak ada divergensi arah sentimen. Tidak ada friksi antara ritel dan institusi. Nol volume data gagalkan deteksi sinyal arah pasar.

3. Tema Narasi Dominan

Tema narasi tidak terbentuk. INCI.JK (PT Intanwijaya Internasional Tbk) tidak masuk radar percakapan platform global maupun ritel terpantau selama periode analisis.

4. Katalis dan Risiko

  • Katalis: Tidak terdeteksi dari data sosial atau berita. Katalis potensial hanya dapat bersumber dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (IDX) atau aksi korporasi resmi.
  • Risiko Teridentifikasi:
    • Information Blackout: Ketiadaan total arus berita persulit deteksi sentimen pasar mendadak.
    • Risiko Likuiditas: Saham lapis bawah minim eksposur rentan terhadap manipulasi order book dan spread lebar.
    • Ketiadaan data bawa ketidakpastian analitis ekstrem. Trader wajib bergantung mutlak pada laporan keuangan resmi dan aksi harga teknikal lokal.

5. Ringkasan Sinyal Sentimen

Sinyal Sentimen Arah Sumber Bukti Pendukung
Liputan Media Institusional Neutral Yahoo Finance Status DATA_UNAVAILABLE, volume artikel 0
Momentum Sentimen Ritel Neutral StockTwits HTTPError, volume pesan 0
Diskusi Komunitas Ritel Neutral Reddit Data historis tidak tersedia, volume pos 0

Analisa berita

299 kata

Kondisi pasar dan instrumen INCI.JK per 27 Oktober 2026:

1. Berita Spesifik INCI.JK

  • Berita emiten nihil 20-27 Oktober 2026. Pustaka berita Yahoo Finance kosong.
  • Katalis rilis kinerja, aksi korporasi, ekspansi bahan kimia industri tidak terdeteksi.
  • Informasi operasional emiten hening.

2. Lanskap Makro & Sentimen Global

  • Data indikator makro FRED (Fed Funds Rate, US 10Y Yield) gagal ditarik tanpa API key. Probabilitas Polymarket tidak sedia vintage historis.
  • Arus berita global fokus infrastruktur AI, komputasi edge, dinamika saham teknologi AS (Microsoft, IBM, Oracle).
  • Dampak langsung ke sektor kimia formaldehida / perekat kayu INCI.JK nihil.

3. Arus Modal & Kondisi Pasar IDX

  • Sesi 1 bursa aktif. Penggerak pasar didominasi saham lapis tiga spekulatif (BPII +23.50%, KOPI +18.12%, BIPP +17.24%).
  • Top loser catat pelemahan tajam (EURO -9.83%, BTEK -8.34%, TAXI -8.34%).
  • Screener IDX V5.2 pantau sinyal saham PIPA, BLES, IMPC.
  • INCI.JK absen dari radar broker akumulasi maupun daftar transaksi teratas. Minat pasar minim, likuiditas rendah.

4. Tindakan Trading

  • Tanpa berita pendorong. Likuiditas tipis perbesar risiko selip order (slippage).
  • Sikap rasional: amati dari luar. Hindari kejar saham tanpa arus beli valid.
Aspek Temuan Kunci Dampak bagi INCI.JK
Berita Emiten Nol publikasi (20–27 Okt 2026) Katalis fundamental nihil
Konteks Global Berita dominan sektor AI & tech Sentimen industri kimia netral
Data Makro / Prediksi Data FRED & Polymarket tidak tersedia Komparasi suku bunga global tertahan
Pasar Domestik (IDX) Spekulasi dominan small-cap; INCI absen di screener Minat institusi rendah, volume sepi
Aksi Trading Belum ada pemicu teknikal atau arus dana Risiko likuiditas tinggi

Rating: NEUTRAL

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD