Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Indonesia Pondasi Raya Tbk.

IDPR · analisa Kamis, 29 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

228 rupiah per lembar · -3,39% · 2026-10-29

Net broker seluruhnya 39,6 jt rupiah. Kapitalisasi 456,7 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. SELL IDPR.JK. Ketiga analis risiko (agresif, konservatif, netral) dan trader sepakat arah: keluar. Tidak ada kubu yang membela HOLD atas dasar bukti — HOLD di sini hanya bersandar pada kegagalan vendor (StockTwits HTTPError, Yahoo nol artikel, FRED_API_KEY...
Aliran dana
XL beli 23,8 jt
Keyakinan
C54 · paling kuat Kesepakatan agen, paling lemah Likuiditas
Posisi harga
-9,8% terhadap SMA50, asing -0,1% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C54

Skor 53.7 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 30/30

rating, rencana riset, dan trader sepakat

Akumulasi broker 18/25

net 39,6 jt dari bruto 759,0 jt, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 3/15

-9,8% vs SMA50, return 20 sesi -3,4%

Likuiditas 0/15

rata-rata 34,1 jt rupiah per hari

Volatilitas 3/15

ATR 9.1% lebar, stop jadi mahal

VWAP
264
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
448,0 jt
rupiah, sesi 2026-10-29
Frekuensi
955
kali transaksi
Volume
1,7 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-03 sampai 2026-10-29. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 23,8 jt 45,3 rb 213,2 jt 189,4 jt
CC MANDIRI SEKURITAS 4,6 jt 14,8 rb 36,2 jt 31,6 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 3,2 jt 20,4 rb 28,7 jt 25,4 jt
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 3,1 jt 17,7 rb 22,0 jt 18,9 jt
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 2,3 jt 8,0 rb 4,9 jt 2,6 jt
NI BNI SEKURITAS 1,5 jt 5,9 rb 4,4 jt 2,9 jt
QA TUNTUN SEKURITAS INDONESIA 516,4 rb 2,0 rb 1,8 jt 1,3 jt
CP KB VALBURY SEKURITAS 251,4 rb 1,4 rb 60,9 jt 60,6 jt
DH SINARMAS SEKURITAS 200,8 rb 8,3 rb 11,4 jt 11,2 jt
MG SEMESTA INDOVEST SEKURITAS 115,0 rb - 5,8 jt 5,6 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 277 213,2 jt XL 261 189,4 jt
CP 251 60,9 jt CP 251 60,6 jt
CC 268 36,2 jt PD 273 34,6 jt
YP 246 28,7 jt CC 264 31,6 jt
PD 245 28,2 jt YP 265 25,4 jt
XC 251 22,0 jt XC 269 18,9 jt
DH 241 11,4 jt IF 278 16,6 jt
IF 250 7,5 jt DH 287 11,2 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 171 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2025-12-12 FEBYAN - Buy +129,800 290
2025-11-26 FEBYAN - Buy +77,300 280
2025-11-25 FEBYAN - Buy +200,000 291
2025-11-06 FEBYAN - Buy +75,400 304
2025-11-05 FEBYAN - Buy +1,013,400 302
2025-10-28 FEBYAN - Buy +847,300 378

Keputusan akhir

870 kata

Rating: Sell

Executive Summary: SELL IDPR.JK. Ketiga analis risiko (agresif, konservatif, netral) dan trader sepakat arah: keluar. Tidak ada kubu yang membela HOLD atas dasar bukti — HOLD di sini hanya bersandar pada kegagalan vendor (StockTwits HTTPError, Yahoo nol artikel, FRED_API_KEY kosong, IDX screener nol baris), dan absen data bukan bukti aman.

Tindakan:

  1. Belum punya posisi IDPR.JK: alokasi 0%. Jangan entry di 228. Tidak ada setup.
  2. Sudah punya posisi: jual bertahap dengan limit order (bukan market order) karena nilai transaksi hanya ~Rp448 juta/hari. Target: keluar penuh, maksimum sisa 25% dari ukuran awal hanya bila eksekusi terpaksa melewati 2–3 sesi. Stop keras: close di bawah 218,47 (lower Bollinger) atau 205, mana yang lebih dulu — jika kena, jual sisa apa pun likuiditasnya, terima slippage.
  3. Sizing dibatasi likuiditas, bukan market cap. Ukuran per sesi harus sebagian kecil dari Rp448 juta agar tidak menggerakkan harga melawan Anda.
  4. Re-entry hanya setelah syarat berurutan terpenuhi: (a) close > 246,93 (BB upper) dengan volume tetap tinggi DAN close > VWMA 246,84; (b) close > 252,80 (50SMA) + MACD cross di atas nol. Ukuran awal maksimum 1/3 alokasi normal, tambah hanya bila close bertahan > 252,80 selama 2–3 bar.
  5. Katalis yang layak dipantau: insider buy baru di sekitar 218–228, dan laporan Q3 2026 yang menunjukkan margin operasi naik dari 2,38%. Keduanya mengubah tesis; "harga murah di 181" tidak.

Investment Thesis: Bukti struktural yang memutuskan (tidak butuh angka vendor): Close 228 di bawah 10EMA 230,93, 50SMA 252,80, dan 200SMA 282,72. Lower high berantai 308 → 284 → 268 → 236 → 228. Bar 29 Okt: O248 H294 L226 C228, volume ~1.699.800 lembar (~25–35x normal), close −3,39% — spike ke 294 ditolak. VWMA 246,84 di atas harga = pembeli berbobot volume sedang rugi. Ini distribusi, bukan akumulasi. Ketiga analis memakai blok bukti yang sama; kubu netral benar bahwa ini saja sudah cukup, tanpa perlu sandaran statistik lain.

Kualitas laba (ditemukan kubu konservatif, tidak dibantah siapa pun): Margin bruto 8,76%, G&A Rp31,38 miliar memakan 73% laba bruto, margin operasi 2,38%. Beban bunga Rp10,03 miliar = 85–91% laba operasi. Pendapatan lainnya Rp8,46 miliar = 146% laba sebelum pajak. Rugi kurs Rp4,41 miliar = 76% laba sebelum pajak. Laba inti nyaris nol; P/E ~59x dibangun di atas laba yang bisa lenyap dalam satu kuartal. P/S 0,46x bukan anomali — kontraktor dengan margin bersih 1,03% selalu tampak murah di penjualan.

Di mana saya menimbang para analis:

Kubu agresif: arah benar, disiplin likuiditas benar, tetapi dua kelemahan nyata. Pertama, tiang utamanya angka vendor win rate 10% / profit factor 0,17 dari sample ~10 — kubu konservatif dan netral benar bahwa itu anekdot berlabel tabel, bukan bukti statistik; saya tidak memakainya sebagai dasar. Kedua, dan lebih serius, ia mengubah keputusan keluar menjadi janji masuk di 181 "dengan risk-reward lebih baik" — itu bertentangan langsung dengan syarat re-entry 246,93/252,80 yang ia sendiri sebut. Masuk di 181 tanpa konfirmasi adalah menebak di emiten yang laporan kuartalannya bahkan tidak ada di dataset. Jalur itu saya tolak.

Kubu konservatif: paling solid. Benar soal sample 10, benar soal free float ~13% dan insider 86,3% yang membuat insider buy bisa artifisial sekaligus membuat keluar tidak bisa diandalkan, benar soal eksekusi bertahap karena likuiditas. Cacatnya: mengencangkan satu jalur masuk seolah satu-satunya, dan mengklaim Q3 tidak berguna karena variabel makro tak terukur — kubu netral benar bahwa margin operasi 2,38% bisa dibaca langsung dari laporan emiten tanpa satu pun data makro.

Kubu netral: kontribusi terbaiknya adalah memisahkan dua audiens yang kubu lain campur — "nol sekarang" (belum punya posisi) versus "nol dalam 2–3 sesi sambil menanggung volatilitas" (sudah punya, besar terhadap likuiditas). Portfolio context tidak diberikan, jadi garis ini penting: saya tidak mengasumsikan buku flat. Ia juga benar bahwa bandarmologi di sini tidak memberi arah: XL beli avg 277 jual 261, CC beli 268 jual 264, YP beli 246 jual 265 — perputaran broker yang sama di harga lebih rendah, bukan net buyer dengan konviksi; net foreign hanya +8.300 lembar (0,5%). Saya tidak memakai bandarmologi sebagai alasan jual; alasan jual adalah harga dan volume.

Yang tidak membalik arah: MA positif tipis (+1,61), posisi di atas lower Bollinger 218,47, RSI 40,86 belum oversold. Itu artinya stop belum kena dan tekanan turun melandai — bukan sinyal beli. MACD masih −6,69.

Asimetri: risiko turun ~10% dari 228 ke stop 205 nyata dan terukur; upside butuh menembus 246,93 lalu 252,80 dulu hanya untuk membuktikan tesis beli valid. Keputusan ini tidak bergantung pada asumsi makro apa pun.

Data yang tidak terverifikasi — disebut eksplisit: laporan keuangan Q3 2026 tidak ada di dataset (data Q2 diambil 2026-10-05); keterbukaan informasi IDX untuk IDPR.JK tidak diperiksa; data makro (suku bunga, kurs) gagal diambil (FRED_API_KEY tidak diset); sentimen dan berita kosong karena kegagalan vendor. Identitas emiten mengacu pada PT Indonesia Pondasi Raya Tbk; tidak ada hasil tool yang membantah identitas ini.

Apa yang mengubah tesis: (1) insider buy baru di 218–228 — satu-satunya katalis yang mengubah perilaku pemegang 86,3%; (2) Q3 2026 yang menunjukkan margin operasi naik dari 2,38% dengan beban bunga turun; (3) konfirmasi teknikal penuh close > 252,80 dengan MACD di atas nol. Selama ketiganya belum ada, arah tetap keluar.

Price Target: not provided

Time Horizon: Eksekusi keluar 2–3 sesi; re-entry hanya setelah konfirmasi teknikal penuh (close > 252,80 + MACD cross di atas nol)

Rencana trader

424 kata

Action: Sell

Reasoning: Tren turun terkonfirmasi. Close 228 di bawah 10EMA 230,93, 50SMA 252,80, 200SMA 282,72. Lower high 308 → 284 → 268 → 236 → 228.

Volume bilang distribusi. Bar 29 Okt O248 H294 L226 C228, 1.699.800 lembar (~25–35x normal), close −3,39%. Spike 294 ditolak balik. VWMA 246,84 di atas close = pembeli berbobot volume rugi.

Momentum cuma melandai, bukan balik. MACD −6,69 masih di bawah nol; histogram +1,61 = tekanan turun melambat. RSI 40,86 belum oversold. Harga di atas LB 218,47 = stop belum kena, bukan sinyal beli.

Bandarmologi tanpa sponsor. Net buyer lokal kecil (XL +Rp23,78 jt, CC +4,56 jt). XL beli avg 277 jual 261; CC beli 268 jual 264. Net foreign +8.300 lembar (0,5%) = nol konviksi. Tidak ada bandar menahan.

Kualitas laba rapuh. Margin bruto 8,76%, margin operasi 2,38%, beban bunga Rp10,03 miliar = 85–91% laba operasi, pendapatan lain Rp8,46 miliar = 146% laba sebelum pajak. Laba inti nyaris nol. P/E ~59x di atas laba yang bisa hilang satu kuartal.

Pola historis vendor negatif: "top broker akumulasi pekat" WR 15,0%, rata −3,41%, PF 0,20; "volume >8x" WR 20,0%; gabungan WR 10,0%, D3 −7,78%, PF 0,17.

Hold tidak bisa dibela: sandaran HOLD adalah blackout data (StockTwits HTTPError, Yahoo nol artikel, FRED_API_KEY kosong, IDX screener nol baris). Absen data bukan bukti aman.

Data hilang, sebut eksplisit: laporan Q3 2026 tidak ada di dataset, keterbukaan informasi IDX untuk IDPR.JK tidak diperiksa, data makro gagal diambil. Rekomendasi tidak bergantung asumsi makro. Insider: semua buy 2025 (Rp280–515) floating loss 20–56% di 228; nol insider buy 2026 = dukungan di 228 tidak terkonfirmasi.

Entry Price: Tidak ada entry. Alokasi 0% di 228. Seller besar di zona 280–294. Syarat masuk ulang berurutan: (a) close > 246,93 (BB UB) dengan volume tetap tinggi dan close > VWMA 246,84; (b) close > 252,80 (50SMA) + MACD cross di atas nol. Selama (a) belum, tesis tidak valid.

Stop Loss: 218,47 (BB LB) — pakai close di bawah level itu, atau 205 mana yang lebih dulu. Untuk sisa posisi baru, stop 208 (≈1×ATR 19,78).

Position Sizing: Belum punya posisi = 0%. Sudah punya = keluar penuh, atau kurangi ke maksimum 25% ukuran awal. Batas ukuran dari likuiditas, bukan market cap: nilai transaksi Rp448 juta/hari, posisi besar tidak bisa keluar tanpa slippage besar. Re-entry hanya setelah syarat (b); ukuran awal maksimum 1/3 alokasi normal, tambah bertahap hanya bila close bertahan di atas 252,80 selama 2–3 bar.

Pantau satu katalis: insider buy baru di 228 — itu satu-satunya yang mengubah tesis.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Catatan: ini analisis, bukan nasihat investasi.

Rencana investasi

592 kata

Recommendation: Sell

Rationale: Kedua sisi sepakat di lima poin inti — tren turun terkonfirmasi, volume distribusi, kualitas laba non-operasional, likuiditas tipis, dan pola historis setup hari ini negatif. Tidak ada kontradiksi yang perlu ditimbang; tidak ada sisa argumen bull yang bertahan setelah uji.

Poin yang memutuskan:

  1. Momentum & volume. Close 228 di bawah 10EMA (230,93), 50SMA (252,80), 200SMA (282,72). Lower high berantai 308 → 284 → 268 → 236 → 228. Bar 29 Okt: O248 H294 L226 C228, volume ~1,7 juta lembar (~25–35x normal), close −3,39%. Spike ke 294 ditolak. VWMA 246,84 di atas harga = pembeli berbobot volume rugi. Ini distribusi, bukan akumulasi.

  2. Kualitas laba. Margin bruto 8,76%, G&A Rp31,38 miliar memakan 73% laba bruto, margin operasi 2,38%. Beban bunga Rp10,03 miliar = 85–91% laba operasi. Rp8,46 miliar pendapatan lainnya = 146% laba sebelum pajak. Rugi kurs Rp4,41 miliar = 76% laba sebelum pajak. Laba inti nyaris nol. P/E ~59x dibangun dari laba yang bisa hilang dalam satu kuartal.

  3. P/S 0,46x bukan anomali. Kontraktor margin bersih 1,03% memang selalu tampak murah di penjualan. "Margin naik ke 4%" butuh lompatan 68% dari level sekarang sambil menahan beban bunga yang sudah menggerus hampir seluruh laba operasi. Itu bukan leverage operasi, itu harapan.

  4. Insider. Semua buy 2025 (Rp280–515) floating loss 20–56% di harga 228. Nol insider buy 2026. Dukungan di 228 tidak terkonfirmasi satu transaksi pun oleh pihak yang paling tahu nilai perusahaan.

  5. Likuiditas. Free float ~13%, nilai transaksi Rp448 juta/hari. Nilai di kertas tidak bisa direalisasi tanpa slippage besar.

  6. MA positif (+1,61) dan posisi di atas lower Bollinger (218,47) tidak cukup. MACD masih −6,69. Histogram positif = tekanan turun melandai, bukan berbalik. RSI 40,86 belum oversold. Harga di atas LB = stop loss belum kena, bukan sinyal beli.

Hold tidak bisa dipertahankan: HOLD di sini bersandar pada blackout data (StockTwits HTTPError, Yahoo nol artikel, FRED_API_KEY tidak diset, IDX screener nol baris), bukan pada bukti seimbang. Absen data bukan bukti aman.

Yang tidak bisa diverifikasi dan perlu disebut eksplisit: laporan keuangan Q3 2026 tidak tersedia di dataset, keterbukaan informasi IDX untuk IDPR.JK tidak diperiksa, dan data makro (suku bunga, kurs) gagal diambil. Rekomendasi ini tidak bergantung pada asumsi makro apa pun — justru itu alasan skenario normalisasi laba ditolak.

Strategic Actions (terhadap alokasi standar):

  1. Belum punya posisi: alokasi 0%. Jangan kejar di 228. Tidak ada setup entry. Seller besar ada di zona 280–294. Syarat masuk ulang, berurutan: (a) close > 246,93 (BB UB) dengan volume tetap tinggi dan close > VWMA 246,84; (b) konfirmasi penuh close > 252,80 (50SMA) + MACD cross di atas nol. Selama (a) belum terjadi, tesis tidak valid.

  2. Sudah punya posisi: keluar penuh atau kurangi ke sisa maksimum 25% dari ukuran awal. Stop keras: close < 218,47 (LB) atau 205, mana yang lebih dulu. Untuk posisi baru yang tersisa, stop 1×ATR ≈ 208 (ATR 19,78 ≈ 8,7% close).

  3. Ukuran posisi dibatasi likuiditas, bukan market cap. Dengan nilai transaksi Rp448 juta/hari, batasi posisi ke porsi kecil dari nilai transaksi harian. Posisi besar tidak bisa keluar tanpa menggerakkan harga melawan Anda.

  4. Re-entry hanya setelah konfirmasi teknikal penuh (syarat 1b). Jika terpenuhi, ukuran awal maksimum 1/3 alokasi normal, tambah bertahap hanya bila close bertahan di atas 252,80 selama 2–3 bar.

  5. Verifikasi manual sebelum tesis berubah: keterbukaan informasi IDX untuk IDPR.JK, laporan keuangan Q3 2026 (data Q2 diambil 2026-10-05), dan ada/tidaknya insider buy baru 2026. Insider buy baru di 228 akan mengubah poin 4 di Rationale — itu satu-satunya katalis yang layak dipantau.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Catatan: ini analisis, bukan nasihat investasi.

Analisa teknikal dan aliran dana

948 kata

IDPR.JK — PT Indonesia Pondasi Raya Tbk

Struktur tren — turun jelas Close 228 (29 Okt). Di bawah semua MA: 10EMA 230,93; 50SMA 252,8; 200SMA 282,72. Urutan MA terbalik penuh (10 < 50 < 200) = downtrend terkonfirmasi, bukan noise. Puncak lokal terverifikasi 308 (14 Jul, 20 Jul, 11-14 Sep intraday) → sekarang 228. Rangkaian lower high: 308 → 284 → 268 → 236 → 228.

Momentum — melemah, tapi ada cipratan MACD −6,69 vs signal −8,30, histogram +1,61 (positif = MACD di atas signal). Artinya tekanan turun melandai, bukan berbalik. RSI 40,86 = netral-bearish, belum oversold. Vendor baca "Bullish" dari hist positif — itu oversimplifikasi; MACD masih di bawah nol.

Volatilitas ATR 19,78 = ~8,7% dari close 228. Sangat tinggi untuk saham tipis. Bollinger: mid 232,7 / UB 246,93 / LB 218,47. Close 228 di bawah mid, di atas LB. Bar 29 Okt: O248 H294 L226 C228 — range 68 poin (spike ke 294 lalu ditolak balik ke 228). Ini failed breakout / bull trap intraday, bukan breakout valid.

Volume — sinyal paling penting 29 Okt: 1.699.800 saham, nilai Rp448.014.400, 955 transaksi. Bandingkan 20 hari sebelumnya: mayoritas 5.000–70.000 saham. Volume ~25–35x normal. Harga malah tutup −3,39% (236 → 228) meski sempat cetak high 294. Klue klasik: distribusi di harga tinggi, bukan akumulasi.

VWMA — konfirmasi VWMA 246,84 vs close 228. Harga jauh di bawah VWMA = rata-rata pembeli berbobot volume rugi besar. VWMA meluncur dari 282 (18 Sep) ke 239 (28 Okt) — pembeli volume besar konsisten menebus di harga lebih rendah. VWMA di atas harga = tekanan jual menang.

Bandarmologi — pola mana? Bukan pola "asing akumulasi + ritel distribusi". Yang muncul: ritel/prop lokal akumulasi vs ritel lokal distribusi. Net top buyers: XL Stockbit +Rp23,78 jt, CC Mandiri +Rp4,56 jt, YP Mirae +Rp3,24 jt, XC Ajaib +Rp3,13 jt, OD BRI Danareksa +Rp2,28 jt. Net top sellers: LG Trimegah −Rp9,78 jt, IF Samuel −Rp9,10 jt, PD Indo Premier −Rp6,39 jt, DR RHB −Rp5,88 jt, XA NH Korindo −Rp5,88 jt. UBS (AK) cuma −Rp667 ribu — asing sungguhan nyaris absen. Net foreign +8.300 lembar (0,5% volume) = tidak berarti apa-apa.

Catatan penting: XL Stockbit beli di avg 277, jual di 261 (Rp213 jt beli vs Rp189 jt jual, di tabel pair). CC beli avg 268, YP beli avg 246 sementara CC jual 264 dan YP jual 265 — broker "net buyer" pun sebagian besar jualan di harga lebih rendah. Tidak ada bandar konsisten yang menahan. Sampling periode broker summary tidak diberi rentang tanggal per baris, jadi angka rupiah ini jangan dibaca sebagai flow satu hari.

Discrepancy wajib dicatat

  • Snapshot verified: RSI 40,86. Vendor verdict: RSI 42. Pakai 40,86.
  • Snapshot: MACD −6,69 / signal −8,30. Vendor: −6 / −8. Konsisten, pembulatan.
  • Vendor bilang SMA5 232/SMA20 233, tetapi close 228 di bawah keduanya; vendor "di bawah SMA5/SMA20" benar, sebutan "Trend Bullish" menyesatkan.
  • Vendor hitung volume ~2 juta lembar vs 1.699.800 verified — pakai angka verified.

Bukti vendor soal pola historis (cross-check, bukan bukti independen) Vendor: pola "top broker akumulasi pekat" WR 15,0%, rata event −3,41%, sample 20, PF 0,20 → label JEBAKAN HISTORIS. Pola "volume >8x" WR 20,0%, D3 +1,14%. Gabungan keduanya WR 10,0%, D3 −7,78%, PF 0,17, sample 10. Kedua pola yang muncul hari ini menunjuk ke arah sama: akumulasi broker + volume spike di harga turun bukan sinyal beli di saham ini.

Level actionable

  • Resist: 232,7 (BB mid), 246,93 (BB UB), 252,8 (50SMA). Spike 294 hari ini = zona supply, bukan target.
  • Suport: 218,47 (BB LB), 205–210 (S1), 181 (S2 / stop vendor).
  • Stop risiko jika tetap pegang: close di bawah 218,47 (LB) atau 205. ATR 19,78 → ukuran posisi kecil; stop 1×ATR = ~208.

Rencana

  1. Belum punya: jangan kejar. Cliff 294 ke 228 dalam satu hari = ada seller besar di 280–294. Tunggu 2–3 bar konfirmasi: close > 246,93 dengan volume tetap tinggi dan close di atas VWMA 246,84.
  2. Sudah punya: kurangi. Stop hard 218 atau 205.
  3. Setup valid baru muncul kalau close > 252,8 (50SMA) + MACD cross di atas nol. Belum terjadi.

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Item Nilai / Baca Sinyal
Close 29 Okt 2026 228 —
10 EMA / 50 SMA / 200 SMA 230,93 / 252,80 / 282,72 Bearish (harga di bawah ketiga MA)
MACD / Signal / Hist −6,69 / −8,30 / +1,61 Melemah, belum reversal
RSI(14) 40,86 Netral-bearish, belum oversold
Bollinger mid / UB / LB 232,70 / 246,93 / 218,47 Di bawah mid, di atas LB
ATR(14) 19,78 (~8,7% close) Volatilitas ekstrem, posisi kecil
VWMA 246,84 Harga di bawah VWMA = pembeli volume rugi
Volume 29 Okt 1.699.800 lembar / Rp448,0 jt / 955 freq ~25–35x normal tapi close −3,39% = distribusi
Bar 29 Okt O248 H294 L226 C228 Spike ditolak, failed breakout
Net foreign +8.300 lembar (0,5%) Netral, tanpa konviksi
Net buyer broker XL +23,78 jt, CC +4,56 jt, YP +3,24 jt, XC +3,13 jt Ritel/prop lokal
Net seller broker LG −9,78 jt, IF −9,10 jt, PD −6,39 jt, DR −5,88 jt, XA −5,88 jt Ritel lokal distribusi
Pola bandar Lokal akumulasi vs lokal distribusi; XL beli 277 jual 261; CC beli 268 jual 264 Tanpa sponsor asing, tanpa bandar konsisten
Resist / Suport 232,7–246,9–252,8 / 218,5–205–181 Entry hanya jika close >252,8
Aksi Jangan kejar; kurangi posisi existing Risiko CL historis tinggi

Analisa fundamental

936 kata

Laporan Fundamental IDPR.JK — PT Indonesia Pondasi Raya Tbk

1. Profil & Identitas

  • Nama: PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. Kode IDPR, bursa IDX.
  • Sektor: konstruksi spesialis pondasi (bore pile, tiang pancang, DSF, ground improvement).
  • Saham beredar: 2.003.000.000 lembar.
  • Kapitalisasi pasar: Rp456,68 miliar @ Rp228.
  • Harga 29 Okt 2026: Rp228, -8 (-3,39%). VWAP Rp263,57. Turnover ratio 0,00085. Transaksi 955 kali, 16.998 lot, nilai Rp448,0 juta. Likuiditas tipis.

2. Kinerja Laba Q2 2026 (periode 6 bulan, YTD)

Sumber: laporan keuangan Q2 2026, unit rupiah.

Pos Nilai (Rp)
Penjualan 492.341.553.348
Beban pokok pendapatan -449.215.179.405
Laba bruto 43.126.373.943
Beban umum & administrasi -31.382.629.677
Pendapatan keuangan 21.764.767
Beban bunga & keuangan -10.034.471.216
Selisih kurs -4.407.055.506
Pendapatan lainnya 8.460.219.370
Beban lainnya -15.962.488
Laba sebelum pajak 5.800.164.169
Pajak -727.405.704
Laba bersih 5.072.758.465
— atribusi induk 3.869.720.181
— atribusi non-pengendali 1.203.038.284

Rasio turunan

  • Margin bruto: 8,76%.
  • Margin operasi (bruto - SG&A): Rp11,74 miliar = 2,38% penjualan.
  • Margin bersih: 1,03%.
  • Beban bunga menyerap ~91% laba operasi (11,74 vs 10,03 miliar). Sangat tipis.
  • Beban bunga = 2,04% penjualan. Estimasi utang berbunga tinggi relatif skala.
  • Kerugian kurs Rp4,41 miliar = 76% laba sebelum pajak. Eksposur valas material.
  • EPS H1 2026 (atribusi induk): ~Rp1,93/lembar. P/E annualized kasar ~59x @ Rp228.

Kualitas laba

  • Rp8,46 miliar "pendapatan lainnya" = 146% laba sebelum pajak. Laba operasi inti hampir nol. Laba H1 bergantung pos non-operasional.
  • Beban pajak efektif 12,5% — rendah, kemungkinan koreksi/kerugian fiskal.

3. Tren Historis

Catatan keterbatasan: tool get_income_statement, get_balance_sheet, get_cashflow mengembalikan hanya indeks berkas (FY2022–FY2025, Q1-Q4 2023–2026), bukan angka. Rincian neraca, arus kas, dan tren tahunan tidak dapat diverifikasi dari sesi ini. Data Q2 2026 diambil 2026-10-05.

Implikasi: laporan Q3 2026 (biasanya terbit akhir Okt) belum ada di dataset. Momentum kuartalan belum terlihat.

4. Insider Transactions

15 transaksi terakhir, semua BUY, semua 2025. Tidak ada SELL tercatat.

  • MANUEL DJUNAKO (pemegang saham besar, 1,728 miliar saham ≈ 86,3%): +150.000 @ Rp512, 3 Okt 2025.
  • FEBYAN: akumulasi bertahap Sep–Des 2025. 51,96 juta → 55,61 juta (+3,64 juta). Harga beli Rp280–Rp515. Rata-rata beli terakhir Des 2025 = Rp290.

Baca ini

  • Insider beli agresif pada Rp280–515. Harga kini Rp228. Semua pembelian 2025 sudah floating loss 20–56%. Insider menangkap pisau jatuh.
  • Tidak ada insider buy baru 2026. Tidak ada konfirmasi dukungan di level sekarang.
  • Kepemilikan publik sangat kecil (~13%). Free float kecil = likuiditas rendah, volatilitas tinggi.

5. Valuasi & Likuiditas Pasar

  • Kap. pasar Rp456,7 miliar vs penjualan H1 Rp492,3 miliar. P/S annualized ~0,46x — murah secara penjualan.
  • Tapi P/E annualized ~59x — mahal secara laba karena margin ~1%.
  • Turnover 0,085% menggambarkan saham tidak likuid. Risiko slippage tinggi.
  • Harga Rp228 di bawah semua harga insider buy 2025. Belum ada support teknikal terkonfirmasi dari data.

6. Risiko Kunci

  1. Beban bunga makan hampir seluruh laba operasi. Kenaikan suku bunga = laba bersih negatif.
  2. Rugi kurs Rp4,4 miliar bisa berulang setiap kuartal. Rupiah melemah = risiko laba.
  3. Laba bergantung pos non-operasional, bukan operasi inti.
  4. Margin bruto 8,8% tipis untuk konstruksi. Kenaikan biaya material langsung menekan laba.
  5. Tidak ada insider buy baru 2026.
  6. Likuiditas sangat rendah.
  7. Total saham 2,003 miliar lembar, harga Rp228. Kenaikan 1 tick = 0,44% harga.

7. Kesimpulan & Rekomendasi Trading

Fundamental lemah tapi belum rusak. Laba positif tipis, penjualan besar, margin tipis. Valuasi murah di penjualan, mahal di laba. Insider beli 2025 tidak terbukti mendukung harga 2026.

Aksi trader:

  • Hindari posisi besar. Likuiditas tidak cukup.
  • Tunggu rilis Q3 2026 untuk konfirmasi apakah margin operasi membaik dan apakah ada insider buy baru.
  • Level perhatian: Rp228 (harga kini), range insider buy 2025 Rp280–515 sebagai resistensi psikologis.
  • Jika ingin masuk, ukuran posisi kecil dan stop disiplin, karena volatilitas tipis-volume besar.

Rating: Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Tabel Ringkasan

Aspek Data Interpretasi
Ticker IDPR.JK (IDX) PT Indonesia Pondasi Raya Tbk
Harga Rp228 (-3,39%) Di bawah semua harga insider buy 2025
Kap. pasar Rp456,7 miliar Small cap
Penjualan H1 2026 Rp492,34 miliar Skala besar vs kap. pasar
Laba bruto H1 2026 Rp43,13 miliar (8,76%) Margin tipis
Laba operasi H1 2026 Rp11,74 miliar (2,38%) Tipis
Beban bunga H1 2026 Rp10,03 miliar 85% laba operasi termakan
Rugi kurs H1 2026 -Rp4,41 miliar Eksposur valas material
Laba bersih H1 2026 Rp5,07 miliar (1,03%) Atribusi induk Rp3,87 miliar
Pendapatan lainnya Rp8,46 miliar 146% laba sebelum pajak — non-operasional
EPS H1 2026 (induk) ~Rp1,93 P/E annualized ~59x
P/S annualized ~0,46x Murah di penjualan
Saham beredar 2,003 miliar lembar Free float ~13% (Manuel 86,3%)
Insider 2025 Semua BUY, 0 SELL Febyan +3,64 juta, Manuel +150 rb
Insider 2026 Tidak ada Tidak ada konfirmasi dukungan
Likuiditas 16.998 lot, Rp448 juta Sangat tipis
Seasonality Tidak ada data —
Neraca & arus kas Tidak tersedia (tool hanya indeks) Keterbatasan analisis
Rating Hold Tunggu Q3 2026

Analisa sentimen

312 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Ringkasan

Tiga sumber data untuk IDPR.JK (PT Indonesia Pondasi Raya Tbk) kosong. Tidak ada sinyal sentimen terukur. Skor 5 = netral by default, bukan hasil pembacaan bearish/bullish.

Sumber per sumber

News (Yahoo Finance, 7 hari) Tidak tersedia. Placeholder: DATA_UNAVAILABLE: no configured vendor could serve get_news ... (Yahoo Finance has no news articles tagged IDPR.JK). Tidak ada artikel bertag IDPR.JK. Ini tidak menyatakan apa pun soal emiten. Tidak ada nilai diestimasi.

StockTwits Tidak tersedia. Placeholder: <stocktwits unavailable: HTTPError>. Tidak ada pesan, tidak ada label Bullish/Bearish, tidak ada rasio. Nol sampel.

Reddit Tidak ada query. Placeholder: <no Reddit discussion queried for IDPR.JK>. Subreddit relevan (r/Indonesia, r/investasi, r/saham) tidak disentuh sama sekali. Silent, bukan negatif.

Divergensi

Tidak bisa dinilai. Divergensi butuh minimal dua sumber terisi. Nol.

Narasi dominan

Tidak ada. Tidak ada tema berulang, tidak ada katalis, tidak ada risiko teridentifikasi dari data. Absen data bukan bukti absen katalis — keterbatasan cakupan vendor, terutama untuk ticker small-cap IDX seperti IDPR.JK yang tipis liputan berita dan sosialnya.

Tabel sinyal

Arah Sumber Bukti
n/a News Yahoo Finance DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel bertag IDPR.JK
n/a StockTwits unavailable: HTTPError — 0 pesan, 0 label
n/a Reddit Tidak ada query dijalankan
Netral Agregat 0 dari 3 sumber berisi; skor ditahan di 5

Batasan

Total blackout data. Confidence low. Rasio StockTwits tidak bisa dihitung, framing institusional tidak bisa dibandingkan, substansi diskusi komunitas tidak bisa dibaca. Sentimen apa pun untuk IDPR.JK dari laporan ini = tebakan.

Saran

Jangan bobot laporan ini untuk keputusan. Cari input lain: keterbukaan informasi IDX (IDXnet/IDX Channel), laporan keuangan kuartalan, order book kontraktor pondasi, harga saham/likuiditas. Ulangi pengumpulan sentimen saat vendor pulih dan cakupan IDPR.JK tersedia.

Rating: Neutral FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

729 kata

Laporan Riset News & Makro — IDPR.JK (PT Indonesia Pondasi Raya Tbk)

Periode: 22–29 Oktober 2026 | Tanggal analisis: 2026-10-29

1. Status data — banyak lubang, jangan ditutup dengan tebakan

Sumber Hasil
get_news IDPR.JK Tidak tersedia — tak ada artikel bertag IDPR.JK di vendor. Bukan sinyal negatif/netral, murni data kosong.
get_global_news Tersedia, tapi didominasi IBM/teknologi US. Nol item konstruksi Indonesia, nol item IDPR.
get_macro_indicators (FRED) Gagal — FRED_API_KEY tak diset. Nol angka CPI/FFR/yield dari sumber ini.
get_prediction_markets Ditahan — hanya odds live, tak ada vintage 2026-10-29.
get_idx_screener Nol baris (bukan error).
get_market_breadth Pasar tutup, next_open Jumat 09:00 WIB, gainers/losers kosong.

Konsekuensi: tak ada dasar kuantitatif untuk rekomendasi definitif di IDPR.JK. Semua di bawah kualitatif + inferensi struktural.

2. Konteks global yang tersedia (sempit tapi relevan)

  • Siklus belanja AI korporat masih naik. Oracle pandu revenue fiskal 2030 USD 225 miliar (28 Okt). IBM rilis kontrol keamanan AI agent; Evercore naikkan target IBM ke USD 275 dari 250. Relevansi ke IDPR = nol langsung. IDPR jasa pondasi (bored pile, tiang pancang) untuk gedung, infrastruktur, jalan tol — bukan data center AI murni.
  • Satu kait tipis: ekspansi data center di Indonesia (Batam, Jakarta, Cikarang) memang butuh pekerjaan pondasi. Tapi tak ada bukti IDPR menang tender di berita yang tersedia. Jangan jadikan tesis.
  • Sinyal makro yang bisa dibaca dari berita: tak ada artikel pasar obligasi/kurs BI/rupiah dalam feed. Inflation & suku bunga Indonesia tidak terkonfirmasi minggu ini.

3. Apa yang sebenarnya menggerakkan IDPR.JK

Ini emiten mikro-cap konstruksi, likuiditas rendah. Penggerak riil:

  1. Suku bunga BI vs belanja infrastruktur — biaya utang tinggi menekan margin kontraktor pondasi; order book tergantung proyek pemerintah & swasta properti. Data ini tidak tersedia di sesi ini.
  2. Laporan keuangan kuartalan — status rilis Q3 2026 tak terkonfirmasi. Cek langsung ke IDX (keterbukaan informasi) atau laporan keuangan emiten.
  3. Likutiditas saham — spread lebar, volume tipis. Slippage besar; posisi kecil pun bisa gerakkan harga. Ini risiko eksekusi utama, bukan soal berita.
  4. Berita korporasi spesifik (kontrak baru, rights issue, refinancing, perubahan direksi) — tak terdeteksi karena data berita kosong. Ini bukan bukti tak ada berita.

4. Insight actionable

  • Jangan ambil posisi berdasarkan laporan ini. Bukti terlalu tipis. Kabar "tidak ada berita" ≠ "aman".
  • Verifikasi manual wajib: (a) keterbukaan informasi IDX untuk IDPR, (b) laporan keuangan Q3 2026, (c) volume & nilai transaksi harian, (d) order book / nilai kontrak baru.
  • Jika memegang posisi: risiko utama = likuiditas keluar, bukan fundamental. Tetapkan batas ukuran posisi berdasarkan nilai transaksi rata-rata harian, bukan hanya market cap.
  • Jika mencari eksposur tema infrastruktur/data center Indonesia: IDPR mungkin proxy terlalu kecil dan terlalu tak likuid. Bandingkan dengan kontraktor besar yang likuid sebelum masuk.

5. Kesimpulan

Data IDPR.JK untuk minggu ini tidak dapat diverifikasi dari tools. Konteks global yang tersedia (AI/IT spending US) tidak relevan langsung ke PT Indonesia Pondasi Raya Tbk. Sikap benar: netral sambil menunggu data — bukan karena fondasi emiten dinilai, tapi karena bukti tidak ada.

Rating: Hold (status data tidak memadai, bukan karena penilaian fundamental)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Kategori Temuan Status data Implikasi untuk IDPR.JK
Berita emiten Nol artikel bertag IDPR.JK Tidak tersedia Tidak bisa nilai katalis; bukan sinyal negatif
Berita global Dominan IBM/teknologi US, Oracle USD 225B guide 2030 Tersedia Relevansi rendah; tema data center hanya kait spekulatif
Makro FRED (CPI, FFR, yield) Gagal — FRED_API_KEY tak diset Tidak tersedia Tak bisa hitung biaya modal & sensitivitas suku bunga
Prediction markets Ditahan, hanya odds live, tanpa vintage Tidak tersedia Tak ada probabilitas forward-looking untuk dipakai
IDX screener Nol baris Tidak tersedia Tak ada data harga/valuasi/volume pembanding
Market breadth Pasar tutup, buka Jumat 09:00 WIB Kosong Tak bisa ukur risiko likuiditas harian
Penggerak riil Suku bunga BI, order book, Q3 2026, likuiditas tipis Perlu verifikasi manual Cek keterbukaan IDX + LK Q3 sebelum transaksi
Risiko eksekusi Micro-cap, spread lebar, slippage besar Struktural Batasi ukuran posisi per nilai transaksi harian
Sikap Netral, tunggu data — HOLD