Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Remala Abadi Tbk.

DATA · analisa Rabu, 28 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Underweight

995 rupiah per lembar · -4,33% · 2026-10-28

Net broker seluruhnya 556,1 jt rupiah. Kapitalisasi 1,4 T.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. Underweight DATA.JK. Kurangi eksposur ke maksimum 30-40% dari slot satelit, jual 40-50% posisi yang ada dalam 1-3 sesi pertama (percepat dari rencana 3-5 sesi), maksimum Rp50 juta per order atau ~4-4,5% dari nilai transaksi harian Rp1,13 M.
Aliran dana
CC beli 391,0 jt
Keyakinan
C40 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-36,8% terhadap SMA50, asing 8,0% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C40

Skor 40.1 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 22/25

net 556,1 jt dari bruto 901,4 jt, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-36,8% vs SMA50, return 20 sesi -37,8%

Likuiditas 0/15

rata-rata 1,4 M rupiah per hari

Volatilitas 0/15

ATR 11.0% lebar, stop jadi mahal

VWAP
992
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
1,1 M
rupiah, sesi 2026-10-28
Frekuensi
561
kali transaksi
Volume
1,1 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2024-05-07 sampai 2026-10-28. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
CC MANDIRI SEKURITAS 391,0 jt 393,4 rb 462,7 jt 71,7 jt
AK UBS SEKURITAS INDONESIA 59,9 jt 59,9 rb 102,7 jt 42,8 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 47,0 jt 47,7 rb 90,0 jt 43,0 jt
RG PROFINDO SEKURITAS INDONESIA 22,8 jt 22,7 rb 22,8 jt -
NI BNI SEKURITAS 10,5 jt 10,3 rb 13,6 jt 3,2 jt
XA NH KORINDO SEKURITAS INDONESIA 9,7 jt 10,0 rb 9,7 jt -
AZ SUCOR SEKURITAS 9,2 jt 9,0 rb 13,2 jt 4,0 jt
IF SAMUEL SEKURITAS INDONESIA 1,9 jt 2,0 rb 1,9 jt -
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON 1,3 jt 1,5 rb 4,3 jt 3,0 jt
EP MNC SEKURITAS 1,2 jt 1,4 rb 6,3 jt 5,1 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
CC 994 462,7 jt XL 993 371,5 jt
XL 995 225,4 jt XC 991 195,2 jt
SQ 971 122,5 jt GR 975 169,5 jt
AK 1.004 102,7 jt SQ 1.000 133,9 jt
YP 983 90,0 jt CC 996 71,7 jt
XC 1.008 24,3 jt YP 981 43,0 jt
RG 1.004 22,8 jt AK 1.009 42,8 jt
NI 1.011 13,6 jt YB 1.007 24,5 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 219 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-10-20 WAHYUDI - Buy +400,000 -
2026-07-13 IFORTE SOLUSI INFOTEK PENGENDALI Sell -550,000,900 974
2026-07-13 PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI IND - Buy +550,000,900 974
2026-07-13 PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI IND - Buy +151,250,000 1,091
2026-07-13 PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI IND - Buy +701,250,900 0
2026-07-13 VERAH WAHYUDI S. WONG - Sell -151,250,000 0

Keputusan akhir

732 kata

Rating: Underweight

Executive Summary: Underweight DATA.JK. Kurangi eksposur ke maksimum 30-40% dari slot satelit, jual 40-50% posisi yang ada dalam 1-3 sesi pertama (percepat dari rencana 3-5 sesi), maksimum Rp50 juta per order atau ~4-4,5% dari nilai transaksi harian Rp1,13 M. Tidak ada entry baru di 970-995. Sisa posisi diperlakukan sebagai ekuitas risiko, bukan posisi ber-lindung nilai: batas keluar close harian di bawah 970, bukan stop 840 yang setara toleransi rugi 15,6%. Bukan Sell penuh karena profitabilitas kertas terverifikasi dan tidak ada bukti gagal bayar; bukan Hold karena tidak ada satu pun data yang mendukung mempertahankan eksposur saat ini.

Investment Thesis: Arah trader (Sell) menang pada bukti, tapi skala "40-50% dalam 3-5 sesi dengan stop 840" kalah pada dua poin verifikasi.

  1. Tren tidak ambigu. Close 995 di bawah 10EMA 1.133, 50SMA 1.574, 200SMA 2.528, dan VWMA 1.162 yang turun tiap sesi. Ketiga analis sepakat soal ini — tidak ada satu pun MA mendukung beli. Rebound 23 Okt ke 1.190 mati dalam tiga sesi, dan low 28 Okt 970 sudah menembus "lantai" 974. Ini bukan interpretasi, ini harga.

  2. Edge beli nol secara terukur. Backtest RSI oversold: WR 38,6%, avg +0,12%, PF 1,04, n=70, plus label "JEBAKAN HISTORIS" dari vendor. Broker+asing gabungan WR 45,2%, PF 1,25. Dengan ATR 97,95 (9,8% harga) dan slippage sebesar ini, PF 1,25 pada n=93 adalah kebisingan, bukan keunggulan. Tidak ada dasar kuantitatif untuk averaging down.

  3. Tesis akumulasi runtuh. CC Mandiri +Rp391 M adalah agregat window ±4x nilai transaksi harian, bukan flow harian. Vendor mencatat CC jual 3 dari 5 hari; foreign net campur (+503k, −30,1k, −101,3k, +343,8k, +353,1k). get_accumulation_history kosong, order_flow 0 tick. Agresif dan konservatif sepakat ini tidak terverifikasi; yang keliru adalah netral yang mengubah "tidak terverifikasi" menjadi alasan menyisakan posisi karena cerita. VWMA masih turun mulus — kalau akumulasi nyata, itu akan terlihat di VWMA berbalik naik dan volume mengembang.

  4. Sizing menang atas timing. Konservatif benar dan netral sendiri mengakui: kita tidak tahu holdings pemanggil, jadi "40 sesi keluar" adalah argumen di atas angka karangan. Tapi arah kritiknya valid — jadwal 3-5 sesi mengasumsikan bid selalu ada, padahal seluruh tesis bearish adalah bid mengering. Resolusi yang dipakai: batas per order ditentukan kedalaman bid aktual, bukan konstanta Rp50 juta, dan porsi terbesar keluar di 1-2 sesi pertama selagi bid masih ada. Ini menggabungkan kecepatan konservatif dengan pembatasan slippage trader.

  5. Stop 840 ditolak, dan di sini netral benar mengalahkan keduanya. Stop 840 dari 995 = toleransi 15,6% untuk mengejar upside 14% ke 1.133 — rasio nyaris 1:1, simetri rugi yang dibingkai sebagai kehati-hatian. Sebaliknya stop 970 hanya 25 poin (2,5%) dan berbasis level struktural nyata: low 28 Okt 970 dan harga blok Juli 974. Upside ke 1.133 jadi ~4x risiko. Ini asimetri yang benar-benar ada, bukan ATR yang ditempel sembarang. Konsekuensinya eksplisit: jika 970 pecah, tesis support patah dan sisa posisi keluar — tidak ada stop lebar di bawahnya.

  6. Risiko yang tidak bisa diukur diperlakukan sebagai risiko. Neraca, arus kas, berita emiten, dan 3 dari 3 sumber sentimen kosong. Interest coverage 6,6x berasal dari laba-rugi, bukan neraca — solven di kertas ≠ aman terhadap refinancing. Pengendali IFORTE keluar penuh 550.000.900 saham dan Verah Wahyudi 151.250.000 saham, sementara pembelian insider 400.000 saham (0,1%) dan direktur di Rp2.063 sudah rugi 52%. Magnitudonya tidak setara. Makro menambah: 96% tanpa pemotongan Fed sampai akhir 2026 (tekanan rupiah, arus asing keluar) dan risiko MSCI ke Frontier 12% per 30 November, turun 7pp dalam seminggu — keduanya menyerang satu-satunya pembeli institusional di nama dengan turnover 0,083%. Netral benar bahwa 12% adalah probabilitas, bukan kepastian, jadi 30 November dijadikan titik evaluasi wajib, bukan garis likuidasi buta.

Yang menahan dari Sell penuh: margin bruto 67,9%, EBIT 40,7%, net 26,4%, interest coverage 6,6x adalah fakta terverifikasi dan tidak ada bukti gagal bayar. Itu membenarkan tetap memegang porsi kecil, bukan mempertahankan eksposur saat ini.

Yang mengubah tesis: (a) close harian di atas 10EMA 1.133, (b) volume >1,5x rata-rata, (c) dua sesi berturut-turut bertahan di atasnya, (d) Q3 2026 rilis dengan periode jelas kumulatif vs kuartalan — sebelum (d), P/E tidak boleh dipakai sebagai dasar valuasi. Tambahan yang tidak ada di data ini dan wajib diminta sebelum menambah: neraca lengkap (utang jatuh tempo, kas riil, jadwal refinancing) dan arus kas operasi. Jika muncul order book atau running trade harian yang mengonfirmasi akumulasi konsisten (bukan kumulatif window), naikkan ke Hold.

Price Target: not provided

Time Horizon: 1-3 sesi untuk pengurangan; evaluasi wajib sebelum 30 November

Rencana trader

233 kata

Action: Sell

Reasoning: Plan Underweight = Sell. Bukti dukung.

Tren: harga 995 di bawah 10EMA 1.133, 50SMA 1.574, 200SMA 2.528, VWMA 1.162 turun mulus. Rebound 23 Okt 1.190 mati 3 sesi. Tidak ada satu MA pun mendukung beli.

Tesis akumulasi tidak terverifikasi: CC Mandiri +Rp391 M = kumulatif window ±4x volume harian Rp1,13 M, dan CC jual 3/5 hari. get_accumulation_history kosong, order_flow 0 tick. Foreign net campur. Tidak ada running trade.

Backtest RSI oversold: WR 38,6%, avg +0,12%, PF 1,04, n=70. Edge nol setelah biaya.

Stop struktural 965 hanya 30 poin vs ATR 97,95 — pasti kena noise. Pakai 2x ATR.

Risiko tak terukur: neraca, arus kas, berita emiten, sentimen 3/3 kosong. Ketidakpastian = alasan kurangi eksposur, bukan tahan.

Sisa upside: profitabilitas kertas sehat, tidak ada bukti gagal bayar. Batasi jadi partial exit, bukan full dump.

Eksekusi: jual 40-50% posisi dalam 3-5 sesi. Maks 10-15% posisi per sesi. Batas per order Rp50 juta (~4,5% volume harian). Jangan entry baru di 970-995. Re-entry hanya jika: close >1.133 + volume >1,5x rata-rata + 2 sesi bertahan + Q3 2026 rilis dengan periode jelas.

Entry Price: 995.0

Stop Loss: 840.0

Position Sizing: Kurangi ke maks 30-40% dari slot satelit yang ada. Jual 40-50% posisi sekarang dalam 3-5 sesi, maks 10-15% posisi per sesi, batas Rp50 juta per order (~4,5% volume harian Rp1,13 M). Sisa posisi stop 840 (≈2x ATR di bawah 995).

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

793 kata

Recommendation: Underweight

Rationale: Bear menang pada poin verifikasi, dan itu poin yang menentukan. Kedua kubu sepakat soal kualitas laba di atas kertas (margin bruto 67,9%, EBIT 40,7%, net 26,4%, interest coverage 6,6x). Yang membedakan adalah seberapa jauh angka itu boleh dipakai sebagai dasar keputusan.

Lima argumen bull gugur di bawah pemeriksaan silang:

  1. P/E ~21x dibangun dari anulasisasi Rp65 M yang bull sendiri tidak bisa konfirmasi periodenya (kumulatif H1 atau kuartalan tunggal). Q2 2025 hilang, jadi klaim "Q1-Q2 healthy" tidak punya pembanding YoY yang valid. Diskon tanpa nilai acuan terverifikasi bukan diskon — itu harga yang turun karena pasar tahu sesuatu.
  2. Tesis akumulasi runtuh: CC Mandiri +Rp391 M adalah angka kumulatif window ±4x volume harian, bukan flow harian. Vendor mencatat CC JUAL 3 dari 5 hari, AK JUAL 3 dari 5 hari. Foreign net harian campur (+503k, −30,1k, −101,3k, +343,8k, +353,1k). get_accumulation_history kosong, get_order_flow_detail 0 tick — tidak ada running trade untuk verifikasi. "44% dari volume" hanya berarti 44% dari Rp1,13 M.
  3. Insider cost adalah argumen terlemah bull, dan bear membaliknya dengan bersih: direktur beli Rp2.063 dan rugi 52% justru bukti insider bisa salah baca, bukan bukti lantai harga. Sementara pengendali IFORTE keluar PENUH 550.000.900 saham, Verah Wahyudi jual 151.250.000 saham, dan beli 400.000 saham Wahyudi = 0,1% kepemilikan. Magnitude-nya tidak setara; bull memakai pembulatan sebagai sinyal.
  4. Technical: harga 995 di bawah 10 EMA 1.133, 50 SMA 1.573, 200 SMA 2.527, VWMA 1.162 dan turun mulus tiap sesi. Rebound 23 Okt ke 1.190 mati dalam tiga sesi. Volume rendah saat harga turun = ketiadaan pembeli, bukan habisnya penawaran. Dan bukti empiris yang tersedia — event RSI oversold WR 38,6%, avg +0,12%, PF 1,04 — adalah satu-satunya data backtest yang kita punya, dan itu melawan pembelian.
  5. Level teknis bull sudah jebol: low 28 Okt 970 menembus "lantai" 974. Stop 965 yang bull usulkan hanya 30 poin, kurang dari 1/3 ATR 97,95 (9,8% harga) — secara matematis tidak bisa bertahan terhadap noise normal.

Katalis bull semuanya harapan (Q3 belum ada, MSCI turun 7pp dalam seminggu bukan "sudah priced", Fed no-cut 96% menekan rupiah dan belum ada pembeli penyerap). Bear juga benar soal likuiditas: order Rp100 juta = ~9% volume harian, dan sizing mengelola kerugian, bukan ketidakmampuan keluar.

Yang menahan saya dari Sell penuh: operasi memang profitabel di atas kertas, tidak ada bukti kebangkrutan, dan bear tidak menemukan satu pun fakta yang membantah profitabilitas — hanya membantah interpretasinya. Tapi ketiadaan neraca, arus kas, berita emiten, dan sentimen (3 dari 3 sumber kosong) berarti downside tidak bisa diukur, dan itu justru alasan untuk mengurangi eksposur, bukan mempertahankannya. Jadi: Underweight, bukan Hold. Hold akan mengasumsikan posisi saat ini layak dipertahankan; bukti yang ada tidak mendukung itu.

Strategic Actions: Sizing acuan: alokasi standar satu posisi = 100% dari slot satelit saham kecil. Target eksposur DATA.JK: maksimum 30-40% dari slot itu (underweight struktural), turun dari level saat ini.

  1. Kurangi bertahap, jangan serentak. Jual 40-50% posisi yang ada dalam 3-5 sesi, maksimum 10-15% posisi per sesi. Batas per order: Rp50 juta (≈4-4,5% volume harian Rp1,13 M) agar tidak menjadi pasar. Jangan pernah kirim satu order Rp100 juta — itu ~9% volume harian dan akan menekan harga sendiri.
  2. Larangan entry baru. Tidak ada penambahan di 970-995. Averaging down ke dalam downtrend dengan ATR 9,8% adalah cara paling cepat menghapus modal. Abaikan sinyal "oversold" — backtest historisnya WR 38,6%, PF 1,04, praktis nol edge setelah biaya.
  3. Stop untuk sisa posisi: gunakan 1,5-2x ATR, yaitu sekitar 840-850, bukan 965. Stop 965 tidak valid terhadap ATR 97,95. Jika menolak menahan volatilitas sebesar itu, kurangi posisi lebih banyak alih-alih memasang stop yang pasti kena noise.
  4. Syarat re-entry yang keras dan terukur, semua harus terpenuhi: (a) close harian di atas 10 EMA 1.133, (b) volume >1,5x rata-rata, (c) minimal 2 sesi berturut-turut bertahan di atas level itu, (d) angka Q3 2026 sudah rilis dengan periode yang jelas kumulatif vs kuartalan. Sebelum (d) terpenuhi, P/E tidak boleh dipakai sebagai dasar valuasi.
  5. Sebelum menambah lagi, minta verifikasi yang tidak ada di data ini: neraca lengkap (utang jatuh tempo, kas riil, jadwal refinancing) dan arus kas operasi. Interest coverage 6,6x berasal dari laba-rugi, bukan dari neraca — solven di kertas tidak sama dengan aman terhadap refinancing.
  6. Pantau risiko yang belum terukur: skenario MSCI (12%, naik 7pp dalam seminggu) dan Fed no-cut 96% (tekanan rupiah, arus asing keluar). Keduanya menyerang satu-satunya pembeli institusional di saham dengan turnover 0,083%.
  7. Jika muncul order book atau running trade harian yang mengonfirmasi akumulasi konsisten (bukan kumulatif window), tinjau ulang ke Hold. Sampai itu ada, anggap tesis akumulasi belum terbukti.

Catatan eksplisit: laporan sentimen kosong 3 dari 3 sumber, berita emiten tidak tersedia, neraca dan arus kas tidak tersedia. Kesimpulan ini dibangun dari data yang ada saja; ketiadaan data diperlakukan sebagai risiko, bukan sebagai netral.

Analisa teknikal dan aliran dana

912 kata

Laporan Teknis DATA.JK — 28 Oktober 2026

Identitas: PT Remala Abadi Tbk — Communication Services / Telecom Services — IDX.

Harga terverifikasi (snapshot 2026-10-28): O 1.040 / H 1.040 / L 970 / C 995, Vol 1.143.500, Nilai Rp1,13 M, 561 transaksi, foreign net +503.000 lembar (≈44% volume).

Struktur tren

  • Downtrend berat, tahan lama. close_200_sma 2.527,75, close_50_sma 1.573,80, close_10_ema 1.133,93, harga 995. Harga di bawah ketiganya. Jarak harga ke SMA200 ≈62% di bawah.
  • VWMA 1.162,47. Harga di bawah VWMA = rata-rata pembeli berbobot volume rugi. VWMA turun mulus tiap sesi (1.822,81 pada 17 Sep → 1.162,47 pada 28 Okt). Tidak ada sesi distribusi-ke-akumulasi berbasis volume.
  • MACD −161,63, signal −148,12, histogram −13,51. MACD di bawah signal = momentum masih negatif, tapi histogram dangkal. Artinya tekanan jual melemah relatif, bukan tren berbalik.
  • RSI(14) 25,07 — wilayah oversold. Snapshot: 25,07. Vendor baca "21". Diskonflik: pakai 25,07.
  • Bollinger(20,2): mid 1.296,75, UB 1.725,75, LB 867,75. Harga jauh di bawah mid. LB melebar cepat (986,83 pada 22 Okt → 867,75 pada 28 Okt) = band expand, volatilitas naik.
  • ATR 97,95 (~9,8% dari harga). Vendor sebut Rp109 (10,98%). Diskonflik: pakai 97,95.

Kronologi penurunan (dukungan data)

  • 2025-10-28 close 5.475. Puncak lokal 2026-01-15 intraday 6.050, close 5.625.
  • 2026-03-31 close 3.010, 2026-04-01 close 2.560, 2026-04-02 close 2.180. Gap-down keras beruntun; 2026-04-06 close 1.855 dengan volume 86,46 juta lembar (nilai Rp164,3 M) — volume terbesar setahun.
  • Rebound 2026-06-17 close 1.935 (vol 29,09 juta, foreign −2,24 juta).
  • Turun lagi: 2026-09-14 close 1.675; 2026-10-12 close 1.395; 2026-10-16 close 1.095; 2026-10-19 close 1.020 (low = high = 1.020, semua sesi di satu harga).
  • Rebound 3 sesi: 20 Okt 1.110, 22 Okt 1.100, 23 Okt 1.190 (vol 1,33 juta). Gagal: 26 Okt 1.110, 27 Okt 1.040, 28 Okt 995.

Level

  • Resistance: 1.095–1.100 (pivot 28 Okt & high 27 Okt), lalu close_10_ema 1.133, lalu boll mid 1.296,75.
  • Support: 970 (low 28 Okt), LB 867,75. Vendor kasih S1 963 / S2 932 — dekat, tapi bukan dari snapshot terverifikasi, tandai indikatif.

Bandarmologi (IDX — berlaku)

Top net buyer: CC Mandiri Sekuritas +Rp391,0 M (393.400 lembar, avg beli ~994), AK UBS +Rp59,9 M (59.900, avg ~1.004), YP Mirae +Rp47,0 M, RG Profindo +Rp22,8 M, NI BNI +Rp10,5 M.

Top net seller: XC Ajaib −Rp170,9 M (172.800), GR Panin −Rp168,3 M (172.600), XL Stockbit −Rp146,0 M (147.500), YB Yakin Bertumbuh −Rp24,4 M, PD Indo Premier −Rp11,8 M.

Pola: satu dompet institusional/asing (CC Mandiri, AK UBS, YP Mirae) menyerap di harga 983–1.004, retail-platform (XC, XL, GR, PD) jualan. CC beli 462,7 juta di avg 994 lawan XL jual 371,5 juta di avg 993 — crossing besar di level 993–994. Ini pola akumulasi-asing-lawan-retail-distribusi, bukan sebaliknya.

Peringatan: magnitude CC (+Rp391 M) setara ±4x volume hari ini (Rp1,13 M). Angka kumulatif window, bukan flow satu hari. Vendor catat 5 hari: CC jual 3/5, AK jual 3/5, NI beli 3/5 — jadi konsistensi CC belum terbukti. get_accumulation_history kosong, get_order_flow_detail 0 tick — tidak bisa verifikasi running trade.

Foreign net harian: +503.000 (28 Okt), −30.100 (27 Okt), −101.300 (26 Okt), +343.800 (23 Okt), +353.100 (22 Okt). Campur, cenderung net beli 3 sesi terakhir dari 5.

Sinyal vendor (cross-check)

Score 45/75 WATCH, "AKUMULASI (KONFIRMASI)". Vendor sendiri catat "RSI oversold = JEBAKAN HISTORIS": WR event 38,6%, avg +0,12%, PF 1,04, sample 70. Broker+asing gabungan: WR 45,2%, avg +0,61%, PF 1,25, sample 93. Pola historis lemah secara statistik — edge tipis.

Penilaian

Bukan bottom terkonfirmasi. Oversold + foreign/broker beli = setup watchlist, bukan entry. Counter-trend melawan tiga MA dan VWMA menurun. Volume rendah (1,14 juta vs ~2 juta rerata turun) = permintaan belum dominan. Konfirmasi butuh: close di atas 1.133 (10 EMA) didampingi volume >1,5x rata-rata, atau retest 995/970 yang ditahan dengan histogram MACD mengecil lebih jauh.

Rencana: tunggu hold di atas 995 dengan foreign net positif 2–3 sesi beruntun. Invalidation di bawah 970. Stop pakai ATR: 995 − 1×97,95 ≈ 897 — terlalu longgar untuk squeeze volatilitas; pakai stop struktural 965–970 (di bawah low 28 Okt) agar rugi terbatas. Target realistis 1.133–1.296 (mid BB), bukan 1.725.

Rating: Hold (watchlist, no fresh buy until confirmation above 1.133 on volume) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Item Nilai / Bukti Baca
Close 2026-10-28 995 (O 1.040, L 970) −45 dari 1.040, low baru
close_10_ema 1.133,93 Harga di bawah; resistance pertama
close_50_sma 1.573,80 Harga −37% dari MA50
close_200_sma 2.527,75 Tren panjang bearish
VWMA 1.162,47 Pembeli berbobot volume masih rugi
RSI(14) 25,07 Oversold, belum reversal
MACD / Signal / Hist −161,63 / −148,12 / −13,51 Negatif, hist dangkal
Boll mid / UB / LB 1.296,75 / 1.725,75 / 867,75 Harga dekat LB, band expand
ATR(14) 97,95 (~9,8%) Volatilitas ekstrem, kecilkan posisi
Foreign net +503.000 lembar (44% vol) Net beli 1 sesi, belum konsisten
Top buyer CC Mandiri +Rp391 M, AK UBS +Rp59,9 M Akumulasi institusi
Top seller XC −Rp170,9 M, GR −Rp168,3 M, XL −Rp146,0 M Retail platform distribusi
Level kunci 995 / 1.133 / 1.296 Support, invalidasi bullish, target
Invalidation < 970 Batalkan setup akumulasi
Konflik data RSI vendor 21 vs snapshot 25,07; ATR 109 vs 97,95 Pakai snapshot

Analisa fundamental

1367 kata

DATA.JK — PT Remala Abadi Tbk: Laporan Fundamental

1. Identitas & Profil

  • Nama: PT Remala Abadi Tbk, kode DATA di BEI (IDX).
  • Sektor: Communication Services / Telecom Services.
  • Harga terakhir (2026-10-28): Rp995, turun Rp45 (-4,33%). VWAP Rp992,33.
  • Volume hari itu: 11.435 lot, nilai Rp1,135 miliar, frekuensi 561.
  • Saham beredar: 1.375.000.000 lembar. Kapitalisasi pasar: Rp1,368 triliun.
  • Turnover ratio: 0,000832. Likuiditas sangat tipis.
  • Status pasar: closed.

2. Hasil Laba-Rugi Q2 2026 (dilaporkan per 2026-10-05)

Angka dalam rupiah, format sesuai laporan:

Pos Nilai
Penjualan/pendapatan usaha 129.936.803.341
Beban pokok -41.706.603.558
Laba bruto 88.230.199.783 (margin 67,9%)
Beban penjualan -5.284.688.214
Beban umum & administrasi -30.077.982.384
Pendapatan keuangan 946.025.547
Beban bunga & keuangan -7.305.205.467
Pendapatan lainnya 225.164.445
Laba sebelum pajak 46.701.039.057
Beban pajak -12.447.593.898 (tarif efektif 26,7%)
Laba bersih 34.253.445.159 (margin bersih 26,4%)
— atribusi induk 32.529.598.347
— kepentingan non-pengendali 1.723.846.812
Laba komprehensif 34.253.445.159 (keuntungan komprehensif lainnya -32.474.653, kecil)

Catatan: tool tidak menandai apakah angka kumulatif semesteran atau kuartalan tunggal. Judul "Q2 2026" cenderung berarti laporan semester I 2026 (kumulatif). Rasio sama untuk dua-sak oleh dua-sak: laporan dari penjualan, bobot beban pokok, dan pajak.

Rasio kunci:

  • Gerjabat (opex) = 5,28 + 30,08 = 35,36 miliar = 27,2% dari pendapatan.
  • EBIT = 88,23 - 35,36 = 52,87 miliar, margin 40,7%.
  • Bunga bersih = 7,31 - 0,95 = 6,36 miliar. Cakupan bunga (EBIT/beban bunga) ≈ 6,6x. Nyaman, tapi beban bunga 5,6% dari pendapatan — cukup besar untuk telco.
  • ROE indikatif: bila laba HI 2026 dianualisasi ≈ 65 miliar (atribusi induk 62 miliar). Butuh ekuitas; tidak tersedia di tool ini.

3. Riwayat Laporan

  • Income statement, balance sheet, cashflow tersedia untuk periode: Q1 2024, Q2 2024, Q3 2024, Q4 2024, Q1 2025, Q3 2025, Q4 2025, Q1 2026, Q2 2026.
  • Lubang data: Q2 2025 tidak tersedia. Bandingkan Q2 2026 dengan Q2 2024, bukan Q2 2025.
  • Annual: FY 2024 dan FY 2025 tersedia (retrieved 2026-08-02). Isi numerik per pos tidak terurai di respons — hanya header. Q1 2026 juga ada, tapi isi tidak terurai.
  • Q3 2026 belum terbit. Musim rilis laporan Q3 biasanya akhir Oktober; per 2026-10-28 belum ada. Katalis dekat.

Keterbatasan penting: tool mengembalikan hanya header untuk balance sheet, cashflow, dan deret laba-rugi historis. Angka neraca (kas, utang, ekuitas) dan arus kas tidak dapat dikutip. Jangan buat angka. Verifikasi manual ke laporan keuangan IDX sebelum eksekusi.

4. Transaksi Insider

  • 2026-10-20 BUY — WAHYUDI: 400.051.700 → 400.451.700 (+400.000 saham), harga tidak tercatat. Sinyal positif kecil, tapi magnitude kecil (0,1% kepemilikan dia).
  • 2026-07-13 SELL — IFORTE SOLUSI INFOTEK (PENGENDALI): 550.000.900 → 0 (-550.000.900) @ Rp974. Pengendali keluar penuh. Merah.
  • 2026-07-13 BUY — PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI INDONESIA: +550.000.900 @ Rp974, plus +151.250.000 @ Rp1.091, plus +701.250.900 (harga tidak tercatat). Pola: restrukturisasi kepemilikan, saham pindah dari IFORTE ke PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI INDONESIA. Bukan akumulasi pasar murni.
  • 2026-07-13 SELL — VERAH WAHYUDI S. WONG: 551.301.700 → 400.051.700 (-151.250.000).
  • 2026-07-07 TRANSFER — VERAH WAHYUDI S. WONG: -302.500.000 lalu +302.500.000 (round-trip, kemungkinan reklasifikasi/rekening).
  • 2026-06-18 BUY — VERAH WAHYUDI S WONG: 76.716.600 → 551.301.700 (+474.585.100). Lonjakan besar. Harga tidak tercatat, jadi kemungkinan transaksi non-pasar.
  • 2026-05-11 BUY — AGUS SETIONO (DIREKTUR): 0 → 59.800 @ Rp2.063. Direktur beli di Rp2.063 saat pasar lebih tinggi. Kini Rp995 — drawdown ~52% dari harga beli direktur.
  • 2026-04-02/04/07 BUY — VERAH WAHYUDI S WONG: +935.800 @ Rp2.180, +500 @ Rp1.880.
  • 2025-12 BUY — VERAH WAHYUDI S WONG: +130.000, +65.000.

Interpretasi: transaksi Juli 2026 didominasi perpindahan blok kepemilikan antar-entitas terafiliasi, bukan sinyal pasar. Insider nyata yang beli di harga pasar terakhir kali bertransaksi di Rp1.880–2.180 (April–Mei 2026). Harga sekarang Rp995 = jauh di bawah biaya insider — bisa dibaca sebagai diskon, bisa juga sebagai de-rating karena bisnis atau likuiditas.

5. Likuiditas & Pasar

  • Nilai transaksi harian hanya Rp1,13 miliar; turnover 0,083%. Posisi besar sulit keluar.
  • Penurunan -4,33% di hari terakhir dengan volume tipis: volatilitas tinggi terhadap aliran kecil.
  • Kapitalisasi Rp1,37 triliun dengan saham beredar 1,375 miliar → jumlah saham kecil, free float mungkin terbatas karena konsentrasi keluarga/afiliasi (Wahyudi, Verah, IFORTE, PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI INDONESIA menguasai ratusan juta lembar).
  • Musiman: tidak ada data (no seasonality rows). Tidak bisa dipakai.

6. Kesiapan Trading (kesimpulan)

Kelebihan:

  • Margin bruto 67,9%, margin bersih 26,4%, EBIT margin 40,7% — profil margin sehat untuk telco.
  • Cakupan bunga 6,6x — solven pada level operasi.
  • Q3 2026 belum rilis; rilis laporan = katalis.
  • Harga Rp995 di bawah biaya insider April–Mei (Rp1.880–2.180) dan di bawah harga transaksi blok Juli (Rp974–1.091) — blok Juli di Rp974 memberi lantai psikologis dekat harga kini.

Risiko:

  • Likuiditas ekstrem rendah; slippage besar.
  • Pengendali (IFORTE) keluar penuh — perlu cek siapa PROFESIONAL TELEKOMUNIKASI INDONESIA dan apakah free float naik.
  • Beban bunga 5,6% dari pendapatan; neraca dan arus kas tidak bisa diverifikasi dari tool.
  • Beban umum & admin 23,1% dari pendapatan — relatif tinggi.
  • Data Q2 2026 tidak jelas kuartalan tunggal atau kumulatif; perbandingan tahunan (YoY) tidak bisa dibuat karena Q2 2025 kosong.
  • Tidak ada data seasonality.

Aksi yang disarankan:

  1. Ambil laporan keuangan resmi IDX (Q2 2026 dan FY 2025) untuk neraca dan arus kas. Tool tidak memberi angka.
  2. Cek pengumuman keterbukaan informasi soal transaksi 2026-07-13 (perubahan pemegang saham ≥5%) — tentukan dampak free float.
  3. Tunggu rilis Q3 2026 sebagai konfirmasi tren margin sebelum menambah posisi.
  4. Batasi ukuran posisi sesuai rata-rata nilai transaksi harian (Rp1,1 miliar); hindari order besar di satu hari.
  5. Level acuan: Rp974 (harga transaksi blok Juli) sebagai support indikatif; Rp1.880–2.063 sebagai zona biaya insider.

Rating: Hold. (Fundamental margin sehat, tapi likuiditas tipis, neraca tidak terverifikasi, dan pengendali keluar penuh — tunggu Q3 2026 dan data neraca sebelum menambah.)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

7. Tabel Ringkasan

Kategori Item Nilai / Status Interpretasi
Identitas Ticker DATA.JK (IDX) PT Remala Abadi Tbk
Identitas Sektor Telecom Services Communication Services
Pasar Harga 2026-10-28 Rp995 (-4,33%) Turun, volume tipis
Pasar Kap. pasar Rp1,368 triliun 1,375 miliar saham
Pasar Turnover 0,083% Likuiditas sangat rendah
Laba-rugi Q2 2026 Pendapatan Rp129,94 miliar Basis kumulatif/kwartal belum pasti
Laba-rugi Q2 2026 Laba bruto Rp88,23 miliar (67,9%) Margin kuat
Laba-rugi Q2 2026 Beban usaha Rp35,36 miliar (27,2%) G&A dominan (Rp30,08 M)
Laba-rugi Q2 2026 EBIT Rp52,87 miliar (40,7%) Sehat
Laba-rugi Q2 2026 Beban bunga neto Rp6,36 miliar Cakupan 6,6x
Laba-rugi Q2 2026 Laba bersih Rp34,25 miliar (26,4%) Atribusi induk Rp32,53 M
Laba-rugi Q2 2026 Tarif pajak efektif 26,7% Normal
Riwayat Periode tersedia Q1 2024–Q4 2025, Q1 2026, Q2 2026 Q2 2025 hilang
Riwayat Tahunan FY 2024, FY 2025 Isi tidak terurai di tool
Riwayat Q3 2026 Belum terbit Katalis dekat
Neraca Kas/utang/ekuitas Tidak tersedia Verifikasi manual
Arus kas OCF/CAPEX Tidak tersedia Verifikasi manual
Insider 2026-10-20 WAHYUDI +400.000 Beli kecil, positif
Insider 2026-07-13 IFORTE (pengendali) -550.000.900 @ Rp974 Keluar penuh
Insider 2026-07-13 PT Profesional Telekomunikasi Indonesia +550.000.900 @ Rp974 Blok pindah tangan
Insider 2026-05-11 Agus Setiono (Direktur) +59.800 @ Rp2.063 Cost insider jauh di atas harga kini
Insider 2026-04-02 Verah W. S. Wong +935.800 @ Rp2.180 Cost insider jauh di atas harga kini
Musiman Seasonality Tidak ada data Tidak dipakai
Penilaian Rating Hold Tunggu Q3 + neraca
Penilaian Proposal HOLD Posisi kecil, likuiditas terbatas

Analisa sentimen

315 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Ringkasan

Tidak ada data sentimen yang tersedia untuk DATA.JK (PT Remala Abadi Tbk, Communication Services / Telecom Services, Bursa Efek Indonesia) pada periode 2026-10-21 s.d. 2026-10-28. Skor 5 = netral murni karena ketiadaan input, bukan karena keseimbangan sinyal.

Per Sumber

News (Yahoo Finance, 7 hari terakhir) — TIDAK TERSEDIA. Vendor gagal menyajikan get_news; tidak ada artikel bertag DATA.JK. Ini kegagalan data, bukan sinyal bearish. Tidak ada estimasi, tidak ada fabrikasi.

StockTwits — TIDAK TERSEDIA. Requests return HTTPError. Tidak ada pesan, tidak ada tag Bullish/Bearish, tidak ada rasio. Ketiadaan pesan pada saham IDX kecil lazim terjadi (low cashtag coverage), jadi nol pesan bukan bukti retail bearish.

Reddit — TIDAK ADA QUERY. Feed kosong untuk DATA.JK. Tidak ada diskusi komunitas untuk dinilai, baik dari body maupun judul.

Divergensi

Tidak dapat dinilai. Divergensi hanya bermakna bila minimal dua sumber punya isi. Nol dari tiga sumber berisi.

Narasi Dominan

Tidak ada narasi dominan yang teridentifikasi. Tidak ada tema berulang lintas sumber.

Katalis dan Risiko

Tidak ada katalis atau risiko yang dapat diidentifikasi dari data sentimen. Tidak ada bukti soal jadwal laba, aksi korporasi, peluncuran produk, atau ancaman kompetitif dari sumber mana pun dalam periode ini.

Tabel Sinyal Kunci

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak ada data Yahoo Finance news (7 hari) DATA_UNAVAILABLE: no configured vendor could serve get_news
Tidak ada data StockTwits HTTPError pada request
Tidak ada data Reddit no Reddit discussion queried for DATA.JK

Catatan Keandalan

Confidence low. Tiga dari tiga sumber kosong atau gagal. Read sentimen ini tidak robust dan tidak boleh dipakai sebagai dasar keputusan. Sinyal harga, volume, dan fundamental harus jadi acuan utama sampai ada data sosial atau berita aktual untuk ticker ini. Sentimen masa lalu juga tidak prediktif.

Rating: Neutral

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

641 kata

Laporan Riset Berita — DATA.JK (PT Remala Abadi Tbk, JKT, Telecom Services)

Periode: 2026-10-21 s/d 2026-10-28

1. Berita spesifik emiten

get_news untuk DATA.JK: tidak tersedia — vendor tidak punya artikel tagged DATA.JK. Ini keterbatasan data, bukan sinyal negatif. Tidak ada angka yang diestimasi.

Konsekuensi: tesis harus dibangun dari makro + likuiditas + risiko regulasi, bukan katalis korporasi.

2. Makro AS (indikator FRED)

Semua indikator FRED (cpi, fed_funds_rate, unemployment, 10y_treasury) tidak tersedia — FRED_API_KEY tidak terpasang. Tidak ada level yang dikarang.

Yang tersedia: pasar prediksi.

  • "No Fed rate cuts in 2026": 96% Yes (volume $9.2M, -1.0pp 1 minggu).
  • "1 Fed cut in 2026": 2%. "2 cuts": 0.15%.
  • Artinya: pasar habis membalik ekspektasi. Rezim suku bunga tinggi bertahan sampai akhir 2026. Ini headwind langsung untuk nama small-cap growth/telekomunikasi Indonesia karena (a) biaya modal tetap tinggi, (b) yield US tinggi menekan rupiah dan aliran dana asing keluar dari IDX.
  • Resesi AS akhir 2026: 8% saja. Basis case = slowdown, bukan resesi. Volume $2.4M, cukup dalam.

3. Risiko Indonesia (pasar prediksi, volume tipis — pakai sebagai indikator arah, bukan presisi)

  • MSCI turunkan Indonesia ke Frontier Market per 30 Nov: 12% (turun 7pp dalam seminggu). Ini risikonya paling material untuk DATA.JK — small cap IDX paling rentan saat klasifikasi indeks berubah, karena likuiditas institusional asing hilang lebih dulu. Probabilitas turun = kabar baik jangka pendek, tapi 12% bukan nol.
  • Prabowo berhenti jadi Presiden 31 Des 2026: 6%. Risiko politik rendah.
  • Gempa 6.0+ Indonesia bulan ini: 16%.

Pasar "Bank Indonesia rate cut": tidak ada pasar yang cocok. Tanpa data FRED, arah BI rate tidak bisa dikonfirmasi. Jangan pakai asumsi rate cut dalam model valuasi.

4. Konteks global

Feed berita global 7 hari terakhir didominasi noise teknologi AS (IBM, Cisco, Oracle, tokenisasi saham OKX-ICE, laporan pasar AI/edge infrastructure). Tidak ada item yang menyentuh Remala Abadi, industri ISP Indonesia, atau masuknya 5G/fiber daerah. Sinyal: sektor telecom Indonesia tidak sedang dapat arus berita global.

Satu hal berguna: tema edge infrastructure (5G/AI/IoT) tetap tumbuh 5% CAGR menurut laporan GlobeNewswire, tapi itu tema struktural multi-tahun, bukan katalis mingguan.

5. Interpretasi untuk trading

  • Sisi makro negatif, kuat: 96% no-cut Fed = dolar kuat, rupiah tertekan, valuasi small cap tertekan. Ini bobot terbesar.
  • Sisi domestik netral-positif tipis: risiko MSCI turun jadi 12%, risk-off politik rendah.
  • Sisi emiten: blank. Tidak ada katalis, tidak ada berita buruk. Artinya pergerakan harga kemungkinan didorong arus sektor/indeks, bukan fundamental spesifik. Nama ini kecil — spread lebar, volume tipis.

Aksi: tidak ada bukti cukup untuk posisi agresif. Jika harus pegang, posisi kecil, stop ketat, tunggu konfirmasi data (rilis suku bunga BI, keputusan MSCI akhir Nov). Jika ingin menengah, ini kandidat avoid sampai berita emiten muncul.

6. Tabel ringkasan

Item Data / Level Arah untuk DATA.JK Catatan
Berita emiten DATA.JK (7 hari) Tidak tersedia (vendor kosong) Netral (blank) Jangan artikan sebagai sinyal
Fed cut 2026 96% "tidak ada cut" ($9.2M) Negatif Yield tinggi, rupiah tertekan
Fed cut 2026 "1x" 2% (naik 0.5pp) — Peluang tipis
Resesi AS akhir 2026 8% ($2.4M) Netral Slowdown, bukan resesi
MSCI downgrade Indonesia 30 Nov 12% (turun 7pp/minggu) Negatif ringan Risiko likuiditas asing
Prabowo keluar 31 Des 2026 6% Netral Risiko politik rendah
Fed funds / CPI / unemployment / 10Y Tidak tersedia (FRED key absen) — Tidak diestimasi
BI rate cut Tidak ada pasar prediksi Tak diketahui Jangan asumsikan cut
Berita global 7 hari Dominan tech AS, tidak relevan Netral No flows ke telecom ID

Rating: Hold (posisi kecil/avoid agresif; tunggu katalis emiten)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD