Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Duta Anggada Realty Tbk.

DART · analisa Rabu, 28 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

130 rupiah per lembar · +4,84% · 2026-10-28

Net broker seluruhnya 74,4 jt rupiah. Kapitalisasi 408,4 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. Turunkan eksposur DART.JK ke nol untuk mandat standar; maksimum sisa 25% hanya jika trader eksplisit menerima itu sebagai uang risiko yang siap hangus 100%.
Aliran dana
XL beli 65,3 jt
Keyakinan
C41 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Konfirmasi tren
Posisi harga
-14,9% terhadap SMA50, asing 5,3% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C41

Skor 40.9 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 18/25

net 74,4 jt dari bruto 621,7 jt, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-14,9% vs SMA50, return 20 sesi -14,5%

Likuiditas 0/15

rata-rata 47,7 jt rupiah per hari

Volatilitas 4/15

ATR 8.8% lebar, stop jadi mahal

VWAP
138
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
415,6 jt
rupiah, sesi 2026-10-28
Frekuensi
972
kali transaksi
Volume
3,0 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-06 sampai 2026-10-28. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 65,3 jt 423,4 rb 228,2 jt 163,0 jt
CC MANDIRI SEKURITAS 5,0 jt 60,6 rb 68,7 jt 63,7 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 2,9 jt 26,0 rb 39,6 jt 36,6 jt
EP MNC SEKURITAS 624,0 rb 4,0 rb 1,7 jt 1,1 jt
YB YAKIN BERTUMBUH SEKURITAS 285,0 rb 2,0 rb 285,0 rb -
DH SINARMAS SEKURITAS 161,0 rb - 4,8 jt 4,7 jt
LG TRIMEGAH SEKURITAS INDONESIA TBK. 120,0 rb - 3,5 jt 3,4 jt
AZ SUCOR SEKURITAS 27,2 rb 200 27,2 rb -
AT PHINTRACO SEKURITAS 26,8 rb 200 26,8 rb -
NI BNI SEKURITAS 14,6 rb 100 14,6 rb -

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 140 228,2 jt XL 135 163,0 jt
CC 132 68,7 jt CC 139 63,7 jt
YP 140 39,6 jt PD 136 46,9 jt
PD 133 36,0 jt YP 142 36,6 jt
MG 136 11,7 jt MG 143 28,9 jt
XC 141 9,5 jt ZP 143 19,2 jt
DH 144 4,8 jt XC 136 10,6 jt
BQ 139 4,7 jt AI 147 8,8 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 8 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2025-02-06 HARTADI ANGKOSUBROTO - Sell -1,000,000 0
2025-02-05 HARTADI ANGKOSUBROTO - Sell -27,000,000 217
2025-02-05 HARTADI ANGKOSUBROTO - Sell -26,000,000 0
2021-09-27 HARTADI ANGKOSUBROTO - Buy +660,689,134 0
2021-09-27 HARTADI ANGKOSUBROTO - Sell -660,689,134 0
2020-04-20 DUTA ANGGADA - Buy +1,171,559,948 0

Keputusan akhir

951 kata

Rating: Sell

Executive Summary: Turunkan eksposur DART.JK ke nol untuk mandat standar; maksimum sisa 25% hanya jika trader eksplisit menerima itu sebagai uang risiko yang siap hangus 100%. Jangan tambah posisi sampai minimal satu trigger terverifikasi terpenuhi. Jual 75% secara bertahap: satu tranche per sesi, ukuran tiap order = nilai terkecil dari (10% volume harian rata-rata) dan (sepertiga posisi tersisa per hari); jika volume sesi di bawah rata-rata 20 hari, jeda satu sesi. Semua penilaian neraca bersifat tentatif — neraca DART.JK tidak ter-render, Q3 2026 belum terbit, dan data BI-Rate/inflasi/rupiah tidak tersedia dalam materi ini.

Investment Thesis:

  1. Arah bear menang, dan itu kesepakatan ketiga analis — bukan sekadar hawa. Agresif, konservatif, netral semua berakhir di Sell. Perdebatan bukan soal arah, tapi ukuran dan laju. Karena itu Hold tidak punya dasar: tidak ada analis yang mempertahankan posisi penuh.

  2. Bukti struktural yang tidak dibantah siapa pun. Close 130 < 50SMA 152,76 < 200SMA 150,975; death cross aktif dengan kedua SMA menukik turun. VWMA turun 158,09 → 134,10 selama tiga minggu dan tetap di atas close — distribusi agregat, bukan satu candle. High 150 ditolak 27/10 dan 28/10 dengan volume 8x (3.009.200 vs 362.400) tanpa follow-through. Konservatif bahkan menambah bukti: ZP Maybank dan MG Semesta net jual sementara XL Stockbit ritel net beli +Rp65,25 juta — pola distribusi ke ritel digital. Nilainya kecil (puluhan juta), jadi sinyal lemah, tapi searah.

  3. Fundamental: bisnis defisit sebelum bunga. Operating profit riil ~Rp25,4 M (revenue Rp134,2 M) setelah beban umum & adm Rp32,1 M dan beban penjualan Rp8,0 M; beban bunga Rp72,0 M = 2,8x operating profit. H1: laba bruto Rp65,51 M vs beban bunga Rp71,96 M, rugi bersih Rp55,36 M. Beban bunga ~53,6% revenue. Ini melemahkan tesis bull "masalahnya cuma satu baris bunga".

  4. Valuasi tidak terukur, jadi "murah" tidak terbukti. EPS -Rp17,6 → P/E gugur. Neraca tak ter-render → P/B dan NAV gugur. Klaim "aset > market cap" asumsi murni; ekuitas bisa negatif. Anchor "diskon 40% dari harga insider 217" adalah aritmetika harga, bukan valuasi — konservatif benar membongkar ini.

  5. Insider tidak mengonfirmasi apa pun ke arah positif. Jual 54 juta lembar di Rp217, nol insider buy sejak 2020 (6,5 tahun). Netral benar bahwa sisa kepemilikan ~46,6% berarti ini pengurangan, bukan exit — jadi bukan sinyal "ekuitas akan nol". Tapi arah transaksinya satu: keluar, tidak pernah masuk. Implikasinya: tidak menambah, bukan panik total.

  6. Likuiditas tipis memperkuat urgensi keluar bertahap. Turnover ~0,1%, value ~Rp415,58 juta/hari. Ini bukan alasan menunda (konservatif) dan bukan alasan dumping (agresif) — ini alasan eksekusi berdisiplin dua dimensi seperti di Executive Summary. Netral menang di sini: trader sudah memagari masalah dengan batas 10% volume, yang perlu ditambah hanya batas terhadap ukuran posisi riil.

  7. Makro: bobot kecil, arah memberatkan. Polymarket 96% "no Fed cut 2026" (volume $9,2 juta) relevan karena DART paling sensitif bunga dan paling berleverage, tapi properti Indonesia digerakkan BI-Rate, bukan fed funds. Argumen untuk tidak menambah, bukan untuk mempercepat jual.

  8. Sentimen: nol data, bukan sinyal. News kosong, StockTwits error, Reddit tidak dikueri. Agresif salah menyulap ini jadi "nol pembeli struktural"; konservatif dan netral benar. Tidak diberi bobot.

  9. Dua koreksi wajib atas proposal trader — di sini konservatif dan netral benar. Pertama, stop sisa 124 dan "close < 113 keluar penuh sisa" saling bertabrakan; 124 kena lebih dulu sehingga aturan 113 jadi ilusi disiplin. Pakai satu aturan exit untuk sisa posisi: close < 124. Angka 113 dipakai hanya untuk keputusan sisa itu benar-benar uang risiko. Kedua, sisa 25% bukan opsi — opsi punya strike dan premium pasti; saham tanpa neraca tidak punya lantai. Jadi sisa ditentukan toleransi kerugian riil pemanggil, dinyatakan eksplisit sebelum order pertama, bukan ditemukan sambil jalan.

Kenapa Sell, bukan Underweight: Research Manager berhenti di Underweight karena "ketiadaan neraca bukan bukti neraca buruk". Itu benar secara epistemik, tapi tidak lagi mengikat setelah mempertimbangkan bahwa (a) bisnis sudah defisit operasional sebelum bunga — itu fakta terhitung, bukan ketidaktahuan; (b) tidak ada satu pun metrik valuasi yang lolos verifikasi untuk mendukung level 130; (c) tren menengah, distribusi, dan penolakan 150 solid; (d) insider hanya keluar. Asimetri upside bergantung sepenuhnya pada restrukturisasi/divestasi yang nol tanggal, nol counterparty, nol status kovenan. Ketika upside butuh dokumen yang tidak ada dan downside didukung angka yang ada, mempertahankan 25% sebagai default bukan kehati-hatian — itu taruhan diam-diam. Karena itu rekomendasi penuh = keluar, dengan sisa opsional yang wajib dinyatakan eksplisit sebagai uang risiko.

Yang akan mengubah tesis ini:

  • Neraca terbaca dengan ekuitas positif dan kas menutup jatuh tempo ≤12 bulan → boleh naik ke Hold dengan sizing ≤50%.
  • Katalis resmi terdokumentasi lengkap (divestasi dengan harga + pembeli, atau restrukturisasi dengan tenor + kupon + kovenan) → evaluasi ulang ke Hold/Overweight.
  • Close > 142 dengan volume sustained ≥2 sesi berturut → hentikan penjualan lebih lanjut (bukan membeli kembali).
  • Rugi menyempit disertai bukti penurunan beban bunga pada Q3 2026 → boleh naik ke Hold.
  • Rights issue, atau close < 113, atau Q3 2026 tetap rugi dengan utang jangka pendek besar terkonfirmasi → nol, tanpa tawar.
  • Insider buy pertama sejak 2020 → sinyal kualitatif terkuat yang tersedia; tinjau ulang.

Pemantauan mingguan: (a) VWMA vs close; (b) apakah high 150 ditolak ketiga kali; (c) MACD histogram — berhenti mengecil berarti momentum berbalik turun (belum cross signal, butuh > -7,77, hist kini -0,884); (d) pengumuman restrukturisasi/rights issue; (e) laporan insider.

Catatan keterbatasan data: Neraca, arus kas, dan laporan laba rugi DART.JK tidak ter-render pada sesi ini — tidak ada total utang, profil jatuh tempo, kas, ekuitas, atau opini auditor. Q3 2026 belum terbit. BI-Rate, inflasi, dan posisi rupiah tidak tersedia (tidak dikueri atau gagal). Data sentimen ritel/institusional kosong. Semua penilaian neraca tentatif dan harus direvisi begitu laporan tersedia. Prediksi Fed 2026 bukan input keputusan.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana trader

375 kata

Action: Sell

Reasoning: Riset Underweight = Sell sesuai aturan sizing. Kualitas argumen bear menang; strukturnya cocok.

  • Tren menengah bearish: close 130 < 50SMA 152,76 < 200SMA 150,975. Death cross aktif, kedua SMA menukik turun — bukan cuma harga.
  • Distribusi agregat: VWMA 134,10 > close 130, jatuh dari 158,09 (09/10). Tiga minggu distribusi, bukan satu candle.
  • Pasokan di 150: high 150 ditolak 27/10 dan 28/10 dengan volume 8x (3.009.200 vs 362.400) tanpa follow-through = exhaustion, jangan chase.
  • Momentum pulih (MACD hist -0,884 dari -4,256; RSI 40,79 dari 21,87) tapi MACD belum cross signal (butuh > -7,77). Entry sekarang prematur.
  • Fundamental: operating profit riil ~Rp25,4 M vs beban bunga Rp72,0 M = 2,8x. Defisit sebelum bunga setelah beban adm Rp32,1 M + penjualan Rp8,0 M. Tidak ada metrik valuasi terverifikasi (P/E gugur, EPS -Rp17,6; neraca tak ter-render, P/B dan NAV gugur).
  • Insider jual 54 juta lembar di Rp217, nol insider buy sejak 2020. Tidak ada konfirmasi tesis murah.
  • Likuiditas tipis: turnover ~0,1%, value Rp415,58 jt. Biaya keluar mahal, tidak ada penopang harga.

Bukan Sell total karena risiko turun dari 130 sebagian sudah terealisasi, stop 113 vs target 106,92 terukur, dan ketiadaan neraca bukan bukti neraca buruk. Tapi itu argumen ukuran, bukan arah. Arah = kurangi.

Entry Price: 130 (harga acuan jual bertahap, close 2026-10-28). Pecah 3–4 tranche, tiap order ≤10% volume harian rata-rata.

Stop Loss: Tidak berlaku untuk sisi jual — stop untuk sisa posisi di 124 (1,5x ATR 11,71 di bawah low 28/10). Close < 113 = keluar penuh sisa.

Position Sizing: Maksimum 25% alokasi standar (Underweight). Dari posisi penuh, jual 75% bertahap. Sisa 25% hanya jika trader terima tesis "opsi restrukturisasi" sebagai posisi berisiko tinggi dan siap rugi 100% dari sisa; jika mandat tidak izinkan posisi spekulatif dengan neraca tak terbaca, turunkan ke 0%.

Dua catatan. Pertama, data hilang: neraca DART.JK tak ter-render, Q3 2026 belum terbit, BI-Rate/inflasi/rupiah tidak tersedia. Semua penilaian neraca tentatif. Kedua, jangan tambah sampai satu trigger terverifikasi: neraca terbaca (ekuitas positif, kas tutup jatuh tempo terdekat), katalis resmi terdokumentasi (divestasi dengan harga+pembeli, atau restrukturisasi dengan tenor+kupon+kovenan), atau close > 142 dengan volume sustained ≥2 sesi — bukan satu spike seperti 28/10. Rights issue = trigger negatif, evaluasi ulang ke nol.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

1034 kata

Recommendation: Underweight

Rationale: Bear menang tipis, bukan telak. Yang memutuskan:

  1. Koreksi margin bull tidak terbantah. Bull jual "gross margin 48,8% = bisnis sehat". Bear tunjuk angka yang bull lewati: beban umum & adm Rp32,1 M, beban penjualan Rp8,0 M, operating profit riil Rp25,4 M dari revenue Rp134,2 M (~19%). Beban bunga Rp72,0 M = 2,8x operating profit. Bull tidak menyanggah angka ini. Artinya tesis "masalahnya cuma satu baris bunga" salah: setelah biaya operasional nyata, bisnis sudah defisit sebelum bunga. Itu melemahkan pilar #1 bull paling fundamental.

  2. Katalis bull semuanya belum terverifikasi. Restrukturisasi, refinancing, divestasi aset, penurunan BI-Rate — nol tanggal, nol counterparty, nol status kovenan. Bull sendiri mengakui "entry prematur, tunggu close >142". Rekomendasi Hold-bias-akumulasi sementara trigger masuk belum kena = kontradiksi internal. Bear benar menyebut ini beli terselubung.

  3. Valuasi "murah" tidak terukur. EPS -Rp17,6/saham → P/E gugur. Neraca tak ter-render → P/B dan NAV gugur. Klaim "aset > market cap" murni asumsi; aset properti berutang, ekuitas bisa negatif. Tidak ada satu metrik valuasi terverifikasi yang mendukung 130 itu murah. Argumen "diskon 40% dari harga insider" adalah anchor harga, bukan valuasi.

  4. Insider bidik searah bear. Jual 54 juta lembar di Rp217, nol insider buy sejak 2020 (6,5 tahun) meski harga turun 40%. Bull benar itu bukan exit (sisa 46,6%), tapi framing "masih punya kulit" tidak mengubah arah transaksi. Tidak ada satu pun insider yang mengonfirmasi tesis murah.

  5. Teknikal: bear lebih presisi. Bull benar MACD histogram mengecil, RSI pulih dari 21,87, support 113–116 bertahan dua kali. Tapi bear benar bahwa death cross aktif dengan kedua SMA menukik turun, VWMA jatuh 158,09 → 134,10 selama tiga minggu (distribusi, bukan satu candle), dan high 150 ditolak dua hari berturut dengan volume 8x tanpa follow-through — itu pasokan di 150. Bull juga mencampur net foreign harian +149.100 lembar dengan broker summary kumulatif; bear benar dua basis itu tidak boleh disatukan. Momentum membaik, tapi struktur masih turun.

  6. Makro: bull menang sebagian. Bull benar Fed ≠ BI-Rate, dan prediksi Fed 2026 tidak langsung memindahkan DART. Tapi konsekuensi bull ("rupiah tertekan → likuiditas domestik tetap ada") adalah rantai asumsi tanpa angka; bear lebih dekat kenyataan operasional: emiten dengan beban bunga 53,6% revenue paling terekspos pada biaya refinancing. Poin ini tidak menguntungkan bull.

  7. Likuiditas jadi penguat bear. Turnover ~0,1%, nilai transaksi ~Rp415 juta. Untuk emiten rugi dengan neraca buta, likuiditas tipis = biaya keluar mahal dan tidak ada penopang harga.

  8. Sentimen: nol data, bukan sinyal. Bull sebut "absence of negative news sedikit positif". Itu terlalu murah. News kosong, StockTwits error, Reddit tidak dikueri = tidak ada informasi, bukan informasi positif. Tidak ada dasar memberi bobot apa pun.

Kenapa tidak Sell: bull tidak kalah total. Dua hal berdiri. Pertama, risiko penurunan dari 130 sudah sebagian terealisasi (turun dari 217 / dari 171), dan stop 113 dengan target lower band 106,92 memberi jarak terukur — jadi "jual semua di dasar yang mungkin" punya biaya oportunitas nyata. Kedua, bull benar bahwa ketiadaan neraca bukan bukti neraca buruk; bear hanya bisa membuktikan ketidaktahuan, bukan kerusakan. Ditambah momentum jangka pendek membaik (MACD, RSI, support bertahan) dan asimetri risiko-terhadap-reward belum terbukti negatif secara kuantitatif karena NAV tidak terukur. Jadi bear menang pada kualitas argumen dan risiko struktural, tapi tidak cukup untuk keluar penuh dengan keyakinan tinggi. Karena itu Underweight — kurangi eksposur, jangan tambah sampai ada bukti.

Catatan keterbatasan data: neraca DART.JK tidak ter-render pada sesi ini; tidak ada angka total utang, jatuh tempo, kas, atau ekuitas. Q3 2026 belum terbit. Semua penilaian neraca di sini bersifat tentatif dan harus direvisi begitu laporan tersedia. Data makro domestik (BI-Rate, inflasi, rupiah) dan sentimen ritel/institusional tidak tersedia — tidak dikueri atau gagal. Tidak ada pengecekan di luar materi debat ini.

Strategic Actions: Sizing terhadap alokasi standar (alokasi standar = 100% dari posisi yang dialokasikan untuk ide ini):

  1. Turunkan ke Underweight, bukan nol. Target eksposur maksimum 1/4 dari alokasi standar (≤25%). Jika saat ini di 100%, jual bertahap 75% sisanya — jangan satu blok. Pecah jadi 3–4 tranche pada volume likuiditas lebih baik; turnover ~0,1% berarti order besar menggerus harga. Batasi tiap order ≤10% dari volume harian rata-rata.

  2. Jangan tambah sampai salah satu trigger bear terpenuhi. Larangan menambah posisi berlaku mutlak sampai minimal satu dari tiga ini terjadi, dan harus terverifikasi, bukan rumor:

    • Neraca terbit dan terbaca: total utang, profil jatuh tempo 12 bulan, kas, ekuitas. Syarat minimal: ekuitas positif dan kas menutup jatuh tempo jangka pendek terdekat.
    • Katalis resmi terdokumentasi: divestasi aset dengan harga dan pembeli disebut, atau restrukturisasi utang dengan tenor, kupon, dan status kovenan jelas. Rights issue dihitung sebagai trigger negatif, bukan positif — jika muncul, evaluasi ulang ke Sell.
    • Close > 142 dengan volume sustained minimal 2 sesi berturut (bukan satu spike seperti 28/10).
  3. Stop dan level keluar terukur. Stop di bawah 124 (1,5x ATR, sesuai disiplin bull) untuk sisa posisi. Jika close < 113 (support yang diuji dua kali), keluar penuh dari sisa posisi — bear benar bahwa di bawah 113 target berikutnya lower band ~106,92, dan argumen "130 itu dasar" gugur.

  4. Aturan tahan-untuk-opsi. Sisakan ≤25% hanya jika trader secara eksplisit menerima tesis "opsi pada restrukturisasi" sebagai posisi berisiko tinggi, dan siap kehilangan 100% dari sisanya tanpa memengaruhi portofolio. Jika mandat tidak mengizinkan posisi spekulatif dengan neraca tak terbaca, turunkan ke 0% (setara Sell).

  5. Antisipasi Q3 2026 (~akhir Okt/Nov). Sebelum rilis: jangan di posisi penuh, jangan pakai leverage/margin. Setelah rilis: jika tetap rugi DAN utang jangka pendek besar terkonfirmasi, naikkan rekomendasi ke Sell dan keluar total. Jika rugi menyempit dan ada bukti penurunan beban bunga, boleh naik ke Hold dengan sizing ≤50%.

  6. Pemantauan wajib mingguan, murah dan spesifik: (a) VWMA vs close — jika VWMA tetap di atas close, distribusi berlanjut; (b) apakah high 150 ditolak ketiga kali; (c) MACD histogram — berhenti mengecil = momentum berbalik ke bawah; (d) setiap pengumuman restrukturisasi/rights issue; (e) laporan insider — insider buy pertama sejak 2020 adalah sinyal kualitatif terkuat yang tersedia.

  7. Jangan pakai prediksi Fed 2026 sebagai input keputusan. Bull benar itu makro AS. Tapi jangan juga pakai sebagai pembenaran beli. Sebelum beli, butuh angka BI-Rate dan posisi rupiah — keduanya tidak ada dalam materi ini. Tandai sebagai data yang harus dikumpulkan sebelum menaikkan rating ke Hold atau lebih tinggi.

Analisa teknikal dan aliran dana

1048 kata

DART.JK — PT Duta Anggada Realty Tbk. (IDX, Real Estate Services)

Data terverifikasi 2026-10-28: O 125 / H 150 / L 124 / C 130, vol 3.009.200, value Rp415,58 jt, freq 972, net foreign +149.100 lembar.

1. Struktur tren: turun jangka menengah, bounce tajam dari ekstrem

  • Close 130 di bawah 50SMA 152,76 dan 200SMA 150,97. 50SMA < 200SMA sejak 200SMA turun ke 150,975 (28/10) — struktur death-cross. Golden cross terakhir terjadi saat harga 166–171 (17–21/09), kini batal.
  • 50SMA turun konsisten: 159,46 (15/10) ke 152,76 (28/10). 200SMA 156,79 (17/09) ke 150,975 (28/10) — keduanya menukik, bukan hanya harga.
  • Jalur turun: 171 (21/09) ke 145 (28/09), pantul ke 160 (08/10), lalu jatuh ke 116 (19/10). Penurunan 15/10–19/10: 151 ke 116 dengan gap 16/10 (O 140, C 123) dan 19/10 (O 115, C 116).
  • Rebound 20/10–28/10: close 119, 119, 121, 125, 127, 124, 130. 10EMA 128,97 dibalik ke atas — sinyal jangka pendek, bukan tren.
  • Harga masih jauh di bawah 10EMA pada 16/10–27/10; 10EMA baru datar/tik naik 27/10 (128,74) ke 28/10 (128,97).

2. Momentum: MACD bearish tapi melemah

  • MACD -8,655, signal -7,771, histogram -0,884. Histogram menyusut dari -2,571 (16/10) ke -4,256 (20/10) lalu membaik ke -1,747 (27/10) dan -0,884 (28/10). Bar negatif mengecil 4 sesi beruntun = momentum turun kehabisan tenaga.
  • MACD cekung: -9,63 (23/10) ke -8,66 (28/10). Belum cross di atas signal (butuh MACD > -7,77), tapi arah jelas.
  • RSI 40,79. Dasar 21,87 (19/10) = jenuh jual ekstrem, pulih 3 sesi. Belum 50, belum overbought.

3. Volatilitas & Bollinger

  • Boll middle 139,65; upper 172,38; lower 106,92. Close 130 di kuartal bawah-tengah, bukan di lower band.
  • Lower band meledak turun: 140,05 (15/10) ke 106,92 (28/10) — pelebaran band karena panik 16–20/10. Upper tetap ~172,38. Band lebar = ruang gerak besar dua arah.
  • ATR 11,71 dari 9,13 (15/10). Naik = risiko per sesi membesar. Stop harus pakai ATR, bukan persen tetap.

4. Volume — inti cerita

  • 28/10 volume 3.009.200 (freq 972, value Rp415,58 jt) vs 27/10 362.400. Lonjakan ~8x, closing di 130 (dari 124) meski high 150 ditolak. High 150 dua hari (27/10 dan 28/10) gagal ditutup = pasokan di 150.
  • VWMA 134,10 — di atas close 130. Artinya rata-rata tertimbang volume masih lebih tinggi dari harga; banyak lembar berputar di harga lebih mahal, seller masih dominan secara agregat. VWMA jatuh dari 158,09 (09/10) ke 134,10 (28/10) = distribusi berat.

5. Bandarmologi (IDX)

Pola: retail/ritel-digital agresif beli, broker asing + lokal besar jual.

Pembeli bersih teratas:

  • XL STOCKBIT +Rp65,25 jt (+423.400 lbr) — broker ritel online. Beli avg 140 (Rp228,23 jt), jual avg 135 (Rp162,98 jt). Dominan beli di 140, di atas harga sekarang.
  • CC MANDIRI +Rp5,01 jt; YP MIRAE +Rp2,92 jt; EP MNC +Rp624 rb.

Penjual bersih teratas:

  • ZP MAYBANK (asing) -Rp17,21 jt (-119.200 lbr), jual avg 143
  • MG SEMESTA -Rp17,19 jt, jual avg 143
  • PD INDO PREMIER -Rp10,91 jt, jual avg 136
  • HD KGI -Rp8,77 jt (jual avg 138), AI KAY HIAN -Rp7,50 jt (jual avg 147), KK PHILLIP -Rp5,41 jt (jual avg 144)

Interpretasi: bukan setup akumulasi asing. Maybank asing keluar, ritel Stockbit masuk di 135–140. Ini distribusi ke ritel — pola yang secara historis lebih rapuh. Catatan: nilai absolut kecil (puluhan juta rupiah), jadi sinyal bandarmologi lemah/kurang konklusif; jangan dijadikan dasar tunggal.

Kontradiksi wajib dilaporkan: net foreign harian positif +149.100 lbr (28/10), +29.100 (20/10), +157.800 (05/10) — masuk. Sementara broker summary kumulatif menunjukkan Maybank net jual. Dua metrik beda basis (net asing harian vs net per broker kumulatif). Jangan disatukan jadi satu angka.

6. Level yang didukung data

  • Resistance 1: 140–142 — XL beli avg 140, high 142 (20/10), 50SMA 152,76 di atasnya.
  • Resistance 2: 150 — ditolak 27/10 dan 28/10; close 50SMA ≈152,8.
  • Support 1: 124–125 — low 28/10, close 27/10.
  • Support 2: 113–116 — low 20/10 (113) dan close 19/10 (116). Dua kali diuji, belum tembus.
  • Support 3: 106,92 — lower Bollinger.

7. Rencana dagang

Harga 130 = tengah zona chop 116–142. Belum breakout, belum breakdown. MACD histogram membaik tapi MACD belum cross signal — entry sekarang = entry prematur.

  • Trading / swing: tunggu close harian > 142 dengan volume ≥ rata-rata 20 hari. Entry di sana, stop 1,5×ATR di bawah (≈124, di bawah low 28/10). Target 150 (ditolak 2x) lalu 152,76–157. Risk jujur: close di 130 dengan VWMA 134 = odds 50/50.
  • Setup falsifikasi (short/avoid): close < 113 = support 20/10 gagal, buka jalan ke lower band 106,9. Hindari beli sebelum itu.
  • Sizing: ATR 11,71 dari harga 130 = volatilitas harian ~9%. Posisi kecil, stop berbasis ATR, bukan persen tetap.
  • Jangan chase candle 28/10: high 150 gagal tutup, volume tinggi tanpa follow-through = potensi exhaustion

8. Watchlist

Cek apakah net foreign harian positif + volume tetap tinggi setelah 28/10 — itu satu-satunya bukti akumulasi nyata. Kalau volume surut ke ratusan ribu lembar dengan close ≤130, rebound gagal.


Aspek Bacaan Bukti (2026-10-28) Implikasi
Tren menengah Bearish Close 130 < 50SMA 152,76 < 200SMA 150,975 (death cross) Jangan beli karena tren
Tren pendek Rebound 10EMA 128,97, close 130 di atasnya Momentum jangka pendek membaik
MACD Bearish melemah MACD -8,655, hist -0,884 (dari -4,256 tgl 20/10) Watched cross, belum sinyal
RSI Netral-rendah 40,79 (dasar 21,87 tgl 19/10) Belum overbought/oversold
Bollinger Pelebaran Middle 139,65 / UB 172,38 / LB 106,92 Ruang gerak besar 2 arah
ATR Naik 11,71 (9,13 tgl 15/10) Stop berbasis ATR, posisi kecil
VWMA Bearish 134,10 > close 130 Distribusi agregat
Bandarmologi Distribusi ke ritel XL Stockbit +65,25 jt vs Maybank -17,21 jt Pola rapuh, nilai kecil
Foreign net harian Masuk +149.100 lbr (28/10) Bertentangan dgn broker summary kumulatif — flag
Resistance kunci 140–142 / 150 XL avg beli 140; high 150 ditolak 27/10 & 28/10 Trigger breakout >142
Support kunci 113–116 / 106,92 Low 20/10 113; LB 106,92 Falsifikasi <113

Rating: Hold FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa fundamental

966 kata

Riset Fundamental DART.JK — PT Duta Anggada Realty Tbk.

Catatan data: Tool get_balance_sheet, get_cashflow, get_income_statement balikin index file saja, isi angka tidak terender. Data numerik cuma tersedia dari get_fundamentals (Q2 2026) + insider + quote. Neraca/arus kas historis = tidak bisa diverifikasi. Lapor apa ada.

1. Profil & Identitas

  • Nama: PT Duta Anggada Realty Tbk., kode DART, bursa JKT (IDX).
  • Sektor: Real Estate / Real Estate Services.
  • Saham beredar: 3.141.390.962 lembar.
  • Harga 28-10-2026: Rp130, +6 (+4,84%). VWAP Rp138,1 (harga tutup di bawah VWAP intraday).
  • Market cap: Rp408,38 miliar.
  • Turnover ratio: 0,000958 = ~0,1%. Nilai transaksi Rp415,58 juta, 30.092 lot, 972 transaksi. Likuiditas sangat tipis.

2. Laporan Laba Rugi Q2 2026 (kumulatif semester I, sesuai filing)

Pos Rp % Revenue
Pendapatan usaha 134.189.302.000 100%
Beban pokok -68.676.566.000 51,2%
Laba bruto 65.512.736.000 48,8%
Beban penjualan -7.990.068.000 6,0%
Beban umum & adm -32.097.145.000 23,9%
Pendapatan keuangan 23.290.000 0,02%
Beban bunga & keuangan -71.964.481.000 53,6%
Pendapatan lain 32.094.000 0,02%
Beban lain -2.168.674.000 1,6%
Laba sebelum pajak -48.652.248.000 -36,3%
Pajak -6.707.085.000 —
Rugi bersih -55.359.333.000 -41,3%
— diatribusikan induk -55.358.683.000 —
— non-pengendali -650.000 —

Bacaan:

  • Gross margin 48,8% = sehat untuk properti (pendapatan sewa/hotel).
  • Beban bunga Rp72,0 miliar > laba bruto Rp65,5 miliar. Operating profit (bruto − beban usaha) Rp25,4 miliar pun kalah jauh. Bisnis rugi di level operasi setelah bunga.
  • Interest cost = 53,6% revenue. Struktur modal = akar masalah, bukan pricing.
  • Pajak tetap dibebankan walau rugi → kemungkinan final tax/koreksi fiskal, laba fiskal positif atau PPh final properti.
  • EPS semester I 2026 kasar: -55,36 miliar / 3,141 miliar lembar ≈ -Rp17,6/saham. Harga Rp130 = tidak ada earnings basis; valuasi murni aset.

3. Neraca & Arus Kas

Tidak tersedia via tool (retrieval gagal). Implikasi dari P&L: utang berbunga besar, biaya bunga setahun ~Rp144 miliar jika pace semester berlanjut. Rasio bunga terhadap revenue tinggi. Perlu laporan keuangan langsung (IDX/emiten) untuk lihat total liabilitas, net gearing, LTV aset properti, jadwal jatuh tempo utang.

4. Insider Transactions

Tanggal Jenis Nama Perubahan Harga
2025-02-06 SELL Hartadi Angkosubroto -1.000.000 Rp0 (n/a)
2025-02-05 SELL Hartadi Angkosubroto -27.000.000 Rp217
2025-02-05 SELL Hartadi Angkosubroto -26.000.000 Rp0
2021-09-27 BUY/SELL Hartadi Angkosubroto ±660.689.134 Rp0
2020-04-20 BUY Duta Anggada +1.171.559.948 Rp0
2020-02-25 BUY Hartadi Angkosubroto +1.492.409.134 Rp0

Bacaan:

  • Total jual Feb 2025: -54 juta saham dari posisi 1.492.409.134 → 1.465.409.134 (~1,7% posisi). Sisa kepemilikan Hartadi ≈ 46,6% saham beredar (1.465,4 jt / 3.141,4 jt).
  • Tidak ada insider buy dalam ~6,5 tahun terakhir.
  • Pola 2021 = transaksi bolak-balik nominal sama (kemungkinan restrukturisasi kepemilikan, bukan sinyal).
  • Arah sinyal: negatif/lemah. Penjualan 2025 di harga Rp217 vs harga kini Rp130.

5. Seasonality

Tool tidak balikin baris. Tidak ada basis statistik musiman. Abaikan klaim musiman.

6. Faktor Teknis-Pasar yang Relevan Fundamental

  • Harga Rp130 vs insider sell Rp217 (2025) = diskon ~40%.
  • P/B tidak bisa dihitung tanpa ekuitas; tapi dengan ekuitas positif dan aset properti besar, kemungkinan harga jauh di bawah NAV. Wajib cek ekuitas dulu.
  • Likuiditas: turnover 0,1%, ditambah free float ~53%. Masuk/keluar posisi besar susah tanpa slippage. VWAP 138 vs close 130 = ada tekanan jual siang.
  • Risiko delisting/going concern: rugi berulang + beban bunga besar = area pantau. Perlu cek opini auditor dan status kovenan utang.

7. Aksi untuk Trader

  1. Jangan beli hanya karena "murah" vs NAV. Cek neraca dulu: total utang, jatuh tempo ≤12 bulan, kas. Kalau kas tipis dan ada utang jatuh tempo 2026-2027, risiko rights issue/restrukturisasi tinggi = dilusi.
  2. Pantau refinancing/penjualan aset. Itu katalis utama karena P&L tidak akan balik positif tanpa biaya bunga turun.
  3. Sikap: hindari sampai neraca terbaca. Posisi kecil maksimum kalau main aset-murah, exit disiplin.
  4. Trigger positif: pengumuman divestasi aset, restrukturisasi utang, atau bunga turun drastis (BI rate).
  5. Trigger negatif: laporan Q3 2026 (terbit ~akhir Okt/Nov 2026) tetap rugi + utang jangka pendek besar.

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Kategori Data / Temuan Arah
Ticker DART.JK, PT Duta Anggada Realty Tbk. —
Harga (28-10-2026) Rp130, +4,84%, VWAP Rp138,1 Negatif (close < VWAP)
Market cap Rp408,38 miliar Kecil
Saham beredar 3.141.390.962 —
Likuiditas Turnover 0,000958, nilai Rp415,6 jt Sangat tipis
Revenue H1 2026 Rp134,19 miliar —
Laba bruto Rp65,51 miliar (48,8%) Positif
Beban bunga H1 2026 Rp71,96 miliar (53,6% revenue) Sangat negatif
Laba sebelum pajak -Rp48,65 miliar Negatif
Rugi bersih H1 2026 -Rp55,36 miliar Negatif
EPS H1 2026 (estimasi) ≈ -Rp17,6 Negatif
Neraca & arus kas Tidak tersedia via tool Risiko informasi
Insider Feb 2025 Jual 54 juta saham @Rp217/Rp0, sisa ~46,6% Negatif
Insider buy terakhir 2020 Negatif
Seasonality Tidak ada data Netral
Katalis utama Divestasi aset, restrukturisasi utang —
Trigger pantau Laporan Q3 2026, jatuh tempo utang, opini auditor —
Rating Sell —

Analisa sentimen

315 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

DART.JK — Laporan Sentimen, 2026-10-21 s/d 2026-10-28

Ringkas: semua sumber data kosong. Tidak ada bukti sentimen bullish maupun bearish. Skor 5 = netral murni karena ketiadaan data, bukan karena keseimbangan sinyal.

Per sumber

  1. News (Yahoo Finance, 7 hari) — DATA UNAVAILABLE. Vendor tidak bisa menyajikan get_news; tidak ada artikel bertag DART.JK. Ini bukan sinyal bearish, hanya ketiadaan cakupan. Tidak ada estimasi atau pengganti angka.
  2. StockTwits — UNAVAILABLE (HTTPError). Tidak ada pesan, tidak ada tag Bullish/Bearish/user-label. Rasio tidak bisa dihitung. Sample size = 0. Tidak bisa dipakai sebagai leading signal retail.
  3. Reddit — tidak ada query untuk DART.JK. Subreddit mana pun (termasuk r/CryptoCurrency, r/CryptoMarkets) tidak relevan dan tidak dikueri; diam sepenuhnya.

Divergensi antar sumber

Tidak bisa dinilai. Tidak ada dua sumber aktif untuk dibandingkan. Tidak ada event vs opini untuk ditimbang.

Tema naratif dominan

Kosong. Tidak ada tema berulang. Tidak ada diskusi tentang PT Duta Anggada Realty Tbk. (Real Estate / Real Estate Services, bursa JKT).

Katalis dan risiko

Tidak satu pun teridentifikasi dari data yang tersedia. Laporan keuangan, rilis proyek properti, kebijakan suku bunga Indonesia, likuiditas saham — semua di luar cakupan data ini. Jangan mengarang.

Tabel ringkasan sinyal sentimen

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak ada data Yahoo Finance news DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel DART.JK
Tidak ada data StockTwits HTTPError — 0 pesan, 0 tag
Tidak ada data Reddit Tidak dikueri untuk DART.JK
Netral (karena kosong) Agregat Semua sumber diam → skor 5

Catatan keterbatasan

Confidence = low karena sample size nol di semua kanal. Sentimen nol-data tidak bisa dipakai untuk membaca arah harga. Trader harus menimbang sendiri fundamental, likuiditas, dan teknikal DART.JK. Sentimen masa lalu pun bukan prediktor harga.

Rating: Neutral FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

494 kata

Laporan Riset Berita & Makro — DART.JK (PT Duta Anggada Realty Tbk.)

Status data — penting

  • Berita DART.JK: TIDAK TERSEDIA. Vendor tak punya artikel tagged DART.JK. Bukan berarti tak ada berita. Bukan sinyal negatif. Jangan tarik kesimpulan dari nol berita.
  • Macro FRED (CPI, core_pce, unemployment, fed_funds_rate, 10y, yield_curve): TIDAK TERSEDIA. FRED_API_KEY tak diset. Tak ada angka makro yang dikutip di sini.
  • Berita global: TERSEDIA, tapi tidak relevan. Stream dominan artikel IBM/Oracle/Intel (quantum, tokenisasi saham, AI security). Tak ada satu pun item tentang Indonesia, properti IDX, suku bunga BI, atau DART.JK. Ini bias sumber (feed US tech), bukan gambaran dunia sebenarnya.
  • IDX: market tutup saat snapshot, next open Kamis 09:00 WIB. Movers kosong. Screener tampilkan hanya 3 nama (PIPA, LUCY, NATO) — tak ada DART. Sampel terlalu sempit untuk baca breadth.

Yang bisa dipakai

Prediction markets (Polymarket, live):

  • "No Fed rate cuts 2026": 96% Yes (volume $9.2M, -0.5pp seminggu). Pasar harga suku bunga AS tetap tinggi sampai akhir 2026.
  • "1 cut 2026": 2% (+0.5pp). "2 cuts": 0.15%.
  • Resesi AS akhir 2026: 8% Yes. Risiko makro global rendah saat ini.

Implikasi untuk DART.JK: suku bunga AS "higher for longer" berarti ruang pelonggaran bank sentral global sempit. Properti = sektor paling sensitif suku bunga + leverage. Lingkungan ini tidak suportif untuk re-rating sektor properti.

Pertimbangan spesifik DART.JK (struktural, bukan dari tool):

  • Real estate services, small cap IDX, likuiditas tipis. Pergerakan harga mudah digerakkan volume kecil.
  • Driver sesungguhnya: suku bunga BI (BI-Rate), inflasi domestik, penjualan/laporan keuangan kuartalan, kebijakan properti (PPN DTP, LTV), dan rupiah. Semua ini TIDAK terukur lewat tool hari ini.

Kesimpulan

Tak ada bukti baru untuk DART.JK minggu ini. Bukti yang ada (Fed tak turunkan bunga, resesi AS rendah) bersifat makro global dan berdampak netral-negatif pada sektor properti berleverage. Sinyal arah harga DART.JK: nol.

Rating: Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Tabel ringkasan

Kategori Temuan Sumber Dampak ke DART.JK
Berita emiten Data tidak tersedia (no vendor coverage) get_news Netral — bukan sinyal
Berita global Dominan IBM/Oracle/Intel tech & kripto; nol item Indonesia/properti get_global_news (7d & 3d) Tidak relevan
Fed 2026 96% tak ada cut; 2% satu cut Polymarket ($9.2M vol) Negatif untuk properti berleverage
Resesi AS 2026 8% probabilitas Polymarket Netral
Inflasi/unemployment/10Y/kurva Tidak tersedia (FRED_API_KEY absen) get_macro_indicators Tak terukur
IDX breadth Market tutup; movers kosong; screener 3 nama, DART absen get_idx_screener / breadth Sampel terlalu tipis, tak konklusif
Likuiditas emiten Small cap real estate services, volume tipis Profil Risiko slippage tinggi
Driver kunci belum terukur BI-Rate, inflasi ID, rupiah, laba kuartalan, insentif properti — Butuh data lokal sebelum ambil posisi
Aksi disarankan Hold; tunggu data BI/laba ID; jangan trade nol-berita — —