Gacor Quant
Market tutup IDX Edge PRO Tentang Gacor

Cisadane Sawit Raya Tbk.

CSRA · analisa Kamis, 29 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Hold

640 rupiah per lembar · +6,66% · -

Net broker seluruhnya 750,4 jt rupiah. Kapitalisasi 1,3 T.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Hold. Tidak ada posisi baru untuk CSRA.JK sekarang. Pemegang: pertahankan ukuran, jangan tambah di 640, trim jika close <590, hard stop <570.
Aliran dana
NI beli 208,2 jt
Keyakinan
B62 · paling kuat Kesepakatan agen, paling lemah Likuiditas
Posisi harga
-10,0% terhadap SMA50, asing -2,4% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan B62

Skor 62.2 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 30/30

rating, rencana riset, dan trader sepakat

Akumulasi broker 19/25

net 750,4 jt dari bruto 3,2 M, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 2/15

-10,0% vs SMA50, return 20 sesi -4,5%

Likuiditas 0/15

rata-rata 380,7 jt rupiah per hari

Volatilitas 11/15

ATR 7.1% lebar, stop jadi mahal

VWAP
680
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
2,7 M
rupiah, sesi -
Frekuensi
1.329
kali transaksi
Volume
4,0 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-09 sampai 2026-10-29. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
NI BNI SEKURITAS 208,2 jt 307,2 rb 253,4 jt 45,1 jt
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 129,2 jt 217,2 rb 1,1 M 989,8 jt
AG KIWOOM SEKURITAS INDONESIA 91,1 jt 130,2 rb 91,1 jt -
PD INDO PREMIER SEKURITAS 86,5 jt 126,0 rb 115,4 jt 29,0 jt
CP KB VALBURY SEKURITAS 75,2 jt 105,0 rb 135,8 jt 60,6 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 54,5 jt 82,6 rb 145,4 jt 90,9 jt
GR PANIN SEKURITAS TBK. 48,8 jt 71,2 rb 52,4 jt 3,7 jt
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 24,7 jt 35,1 rb 34,0 jt 9,3 jt
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON 15,4 jt 22,4 rb 21,9 jt 6,5 jt
HP HENAN PUTIHRAI SEKURITAS 10,0 jt 14,2 rb 11,4 jt 1,3 jt

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 674 1,1 M XL 685 989,8 jt
CC 689 312,3 jt CC 662 552,9 jt
NI 676 253,4 jt XC 683 289,6 jt
XC 699 166,2 jt DH 668 177,7 jt
MG 654 158,3 jt MG 691 167,2 jt
YP 686 145,4 jt OD 668 107,5 jt
CP 713 135,8 jt TP 710 103,0 jt
PD 690 115,4 jt YP 703 90,9 jt

Direksi membeli di harga ini

4 dari 4 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2021-12-02 SAPTA SAWIT LESTARI - Buy +779,000,000 0
2021-11-23 VERDAN SAWIT LESTARI - Buy +291,000,000 0
2021-11-11 VERDAN SAWIT LESTARI - Buy +488,000,000 0
2021-11-11 SAWIT INTI PERKASA - Buy +373,000,000 0

Keputusan akhir

1030 kata

Rating: Hold

Executive Summary:

Tidak ada posisi baru untuk CSRA.JK sekarang. Pemegang: pertahankan ukuran, jangan tambah di 640, trim jika close <590, hard stop <570. Non-pemegang: siapkan order bersyarat, tapi eksekusi hanya jika 4/4 trigger terpenuhi dan R:R dihitung ulang saat itu masih layak.

Hold di sini bukan kompromi antara agresif dan konservatif. Hold karena kedua kubu gagal membangun kasus aksi: agresif gagal di aritmetika R:R, konservatif gagal di logika syarat masuk. Trader sudah menulis kerangka yang benar, dan tidak ada argumen dalam debat yang membatalkannya.

Investment Thesis:

Agresif kalah di titik yang dia sendiri klaim menang — R:R.

Dia hitung risk dengan stop di bawah low spike 590 dari entry 655 = 65 poin = risk 9,9%, reward ke BB UB 743,89 = +13,6%, R:R 1,4x. Dua masalah:

  1. Stop 65 poin = 1,57x ATR 41,29 (naik dari 32,93). Itu di batas bawah minimum 1,5x, dipilih supaya angkanya bagus, bukan karena struktur.
  2. Target 743,89 adalah level yang baru saja menolak harga hari ini — high 740, close 640, upper wick 100. Menjadikan zona penolakan sebagai target utama membalik bukti jadi harapan.

Netral benar di sini: pada ATR 41, stop wajib 62–83 poin, dan R:R ke 744 dari 655 cuma 1,07–1,4x. Tipis. Di nama turnover 0,19%, tipis = tidak layak. Trader sudah menulis ini duluan ("R:R patah, trade dilarang meski trigger penuh") dan trader benar.

Konservatif kalah di titik yang dia klaim paling kuat — syarat entry 711.

Dia menaikkan syarat masuk ke close >711. Tapi:

  • Reclaim 711 = +11% dari 640. Kalau tembus 711 dengan volume, seluruh edge sudah hilang, dan entry terjadi tepat di resistance berat: MA50 711 + BB UB 743 + high 740.
  • Dia mengkritik agresif karena memakai level penolakan sebagai target, lalu dirinya sendiri memakai 711 — zona yang belum disentuh sejak downtrend mulai — sebagai trigger beli. Inkonsisten.
  • Klaim "tidak ada kerugian dari menunggu" salah aritmetika: Q3 bagus + CPO naik = gap dulu, beli 10% lebih tinggi. Menunggu berbiaya kecil, bukan gratis. Bedanya material karena yang pertama membuat kita pasif permanen.

Netral benar: 711 adalah level untuk menambah posisi, bukan syarat entry awal.

Konservatif menang di dua hal, dan menang bersih:

  1. Kualitas laba. 49% PBT non-operasional. Re-rating 6,8x→9x (+32%) yang dibangun agresif mengasumsikan laba berkualitas. Laporan fundamental bilang sebaliknya. Dua hal tidak bisa berdiri bersama.
  2. Leverage CPO simetris. Op margin 6,5% memotong dua arah. Penurunan CPO 10% menghapus sebagian besar laba operasi, sementara beban bunga 13,4 M/kuartal tetap. Agresif hanya menyebut sisi atas. Dan agresif membangun tesis re-rating di atas harga CPO spot — variabel yang laporannya sendiri sebut gap terbesar, nol datanya.

Agresif menang di satu hal, dan itu melemahkan konservatif, bukan membangun Buy:

  • Foreign net hanya -96.500 lembar = 2,4% volume. Bukan eksodus.
  • Close 640 di atas EMA10 628,73 = pertama sejak 15 Okt.
  • MACD hist -0,79, mengecil drastis. RSI 45,07 naik dari 44.
  • Penyerapan ~Rp713 juta penawaran institusi domestik (CC -240,6 jt, DH -147,7 jt, XC -123,3 jt, TP -102,7 jt, OD -99,0 jt) dalam satu sesi tanpa tembus 570 membuktikan ada bid besar di 590–640.

Tapi konservatif benar soal arah bacaan: close 640 < VWMA 642,89 = penyerapan tanpa premium harga = definisi distribusi berhasil. Dan tidak ada satu pun broker asing di daftar akumulator. Pembeli = ritel/lokal (NI, XL, AG, PD, CP, YP avg 674–713, semua underwater).

Netral benar soal trapped buyer, dan itu memotong kedua kubu:

XL dan MG churning (beli avg 674, jual avg 685) = scalper jangka pendek, bukan trapped conviction (argumen "support alami" agresif rapuh) dan bukan panik kolektif (argumen "bahan bakar leg turun" konservatif berlebihan). Efek ke harga: netral. Satu sesi data tidak cukup membuktikan fase siklus mana pun.

Kenapa tidak Sell:

  • Struktur 5 bulan turun dan distribusi ritel-menyerap-institusi itu nyata, tapi nama murah secara operasional (op margin 6,5%, P/E 6,8x).
  • Tekanan jual melemah terukur: MACD hist -0,79, RSI naik, close > EMA10.
  • Tidak ada breakdown. Close 640 jauh di atas 570.
  • Statistik WR 38–39% / PF ≤1,01 yang dipakai bear adalah base rate pola umum, bukan bukti CSRA spesifik. Arah benar, bobot diturunkan.

Kenapa tidak Buy:

4/4 trigger bull terpenuhi 0/4. Close 640 < MA20 654 < MA50 711 < MA200 830. MACD line -27,98 negatif. Conditional BUY dengan nol kondisi terpenuhi secara operasional = HOLD. Dan valuasi murah berdiri di atas annualize satu kuartal (Q2: laba 44,9 M, penjualan 689 M) dengan 49% PBT non-operasional, tanpa arus kas, tanpa ekuitas (P/B tidak bisa dihitung), tanpa Q1/Q3.

Rencana aksi (kerangka trader dipertahankan, satu koreksi netral diterima):

  1. Entry awal — 4/4 trigger, bukan sebagian: close harian ≥655, volume ≥Rp3 M, MACD hist positif, net buy NI/PD/AG ≥2 sesi berurutan. Jika 3/4: tidak entry.
  2. Koreksi netral yang diterima: saat trigger terpenuhi, hitung ulang R:R pakai ATR aktual, bukan ATR saat analisis. Jika ATR masih 41 dan entry 655, stop 62–83 poin berarti R:R ke 711 hanya ~1,3x dan ke 744 1,07–1,4x — tolak trade. Jika ATR menyusut <35, R:R ke 711 ≈ 1,6x — layak.
  3. Sizing: maks 0,5% NAV total, 3 tranche. Order limit ≤10% volume harian rata-rata. Jangan market order.
  4. Stop: 1,5–2x ATR di bawah entry, hard stop <570. Terima risk 9–13% sebagai konsekuensi.
  5. Tambah hanya setelah reclaim 711 terkonfirmasi close dengan volume — bukan sebagai syarat entry awal (koreksi konservatif ditolak).
  6. Turun ke Underweight jika: close <570, atau arus kas operasi tidak menutup beban bunga 13,4 M/kuartal, atau close <620 dengan volume membesar saat ritel berhenti menyerap.
  7. Naik ke Overweight hanya jika: reclaim 711 dengan volume, atau Q3 keluar dengan laba operasional (bukan non-operasional) yang mengonfirmasi run-rate 44,9 M/kuartal.

Data yang hilang, disebut eksplisit: harga CPO spot (gap terbesar — tidak ada sama sekali), tanggal dan isi rilis Q3 2026, arus kas operasi, ekuitas. Tanpa minimal harga CPO spot dan angka Q3, valuasi "murah" tetap tidak terverifikasi dan tidak boleh jadi bobot penentu arah.

What would change this call: trigger 4/4 + R:R layak dengan ATR aktual = Buy bertahap (1/3 posisi). Reclaim 711 dengan volume, atau Q3 dengan laba operasional terkonfirmasi = naik ke Overweight. Close <570, atau arus kas operasi gagal menutup bunga = Underweight.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Rencana trader

324 kata

Action: Hold

Reasoning: CSRA.JK: trigger bullish 0/4 terpenuhi. Close 640 < MA20 654 < MA50 711 < MA200 830. MACD hist -0,79 masih negatif. Tidak ada basis Buy.

Risk-reward aritmetika patah: stop ATR 1,5-2x = 62-83 poin. Di entry 655 itu risk 9,5-12,7%. Reward realistis MA50 711 = +8,5%. Negative R:R. Trade dilarang meski trigger penuh.

Struktur candle 29 Okt = rejection. O600 H740 L590 C640, upper wick 100, body 40. Volume 3.994.100 (~10x avg 20d) tapi close 640 ≈ VWMA 642,89. Volume besar tanpa premium harga = distribusi, bukan akumulasi. High 740 ditolak di BB UB 743,89.

Bandarmologi buruk: ritel/lokal beli (NI, XL, AG, PD, CP, YP avg 674-713, semua underwater di close 640), institusi domestik jual (CC -240,6 jt, DH -147,7 jt, XC -123,3 jt, TP -102,7 jt, OD -99,0 jt). Foreign net -96.500 lbr. Pola retail absorb institutional distribution.

Counter sedikit: foreign net hanya 2,4% volume, bukan eksodus. MACD hist mengecil drastis (-0,79), tekanan jual melemah. RSI 45,07 naik dari 44 walau harga 570 ke 640. Close di atas EMA10 628,73 pertama sejak 15 Okt. Divergensi harga-hist belum confirmed. Ini cukup tolak Sell, tidak cukup Buy. Nama murah operasional (op margin 6,5%) tapi beban bunga 13,4 M = 30% laba operasi per kuartal, arus kas dan ekuitas tidak tersedia — valuasi tidak terverifikasi.

Data hilang, eksplisit: harga CPO spot (gap terbesar), tanggal/angka Q3 2026, arus kas operasi, ekuitas. Tidak bisa diputus.

Pemegang: tahan, jangan tambah di 640. Trim jika close <590. Hard stop <570. Non-pemegang: tunggu 4/4 trigger.

Entry Price: 655.0

Stop Loss: 572.0

Position Sizing: Hold sekarang, sizing nol tambahan. Jika trigger 4/4 terpenuhi (close >=655, volume >=Rp3 M, MACD hist positif, NI/PD/AG net buy 2 sesi): entry 1/3 posisi target, maks total 0,5% NAV dibagi 3 tranche. Order limit <=10% volume harian rata-rata. Tambah hanya setelah reclaim 711. Jika R:R ke 711 tidak masuk (stop 62-83 poin = risk 9-13%), tolak trade meski trigger penuh.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Rencana investasi

719 kata

Recommendation: Hold

Rationale:

Bull kalah bukan karena "hindari" vs "bersiap". Bull kalah karena proposal transaksi tidak didukung satu pun syaratnya sendiri.

Tiga argumen memutuskan:

  1. Bull trigger 0/4 terpenuhi. Bull sendiri set: close ≥655, volume ≥Rp3 M, MACD hist positif, reclaim 711. Hari ini: close 640, MACD line -27,98 masih negatif, close < MA20 654 < MA50 711 < MA200 830. Bull menulis "kita berdebat soal apakah mungkin" — benar, dan bukti hari ini tidak menjawab itu. Conditional BUY dengan nol kondisi terpenuhi secara operasional = HOLD, label apa pun yang dipakai.

  2. Risk-reward bull tidak konsisten — ini yang paling merusak. Bull klaim risk ~4% dengan trigger 655, lalu stop 62–83 poin (1,5–2x ATR). Di 655, 62 poin = 9,5%, 83 poin = 12,7%. Reward realistis = MA50 711 = +8,5% dari 655. Bull hitung reward ke 830 (MA200, reversal penuh 5 bulan) dan risk dengan angka 4%. Pakai satu basis: stop ATR vs reward MA50 = negatif. Bear benar di sini secara aritmetika, bukan retorika.

  3. Valuasi "murah" berdiri di atas proyeksi tanpa verifikasi. Laba Q2 44,9 M di penjualan 689 M = op margin 6,5%; beban bunga 13,4 M = 30% laba operasi. Bull annualize ×4 dari satu kuartal dengan 49% PBT non-operasional, tanpa arus kas, tanpa ekuitas (P/B tidak bisa dihitung), tanpa Q1/Q3. Klaim "bisnis menghasilkan uang untuk bayar bunga" tidak terbukti dari data yang ada — bukan salah, tapi tidak terverifikasi. Valuasi murah yang tidak terverifikasi tidak boleh jadi bobot penentu.

Di mana bull menang, dan itu nyata: foreign net hanya -96.500 (2,4% volume) bukan eksodus. Bear memperlakukan CC -240 jt sebagai sinyal smart money out tanpa dasar lebih kuat dari asumsi bull soal "rebalancing". Kedua sisi sama-sama menebak motivasi broker. Bear juga lemah soal CPO — nol data CPO, dan mengalihkan ke Fed padahal 6% resesi AS justru poin bull. Tapi kemenangan bull di sisi ini bersifat melemahkan bear, bukan membangun bull. Tidak cukup untuk Buy.

Yang tidak bisa diputus dengan data ini: arah CPO, tanggal/angka Q3, arus kas, ekuitas, base rate pola spesifik dengan sampel. Bear pakai WR 38–39% / PF ≤1,01 — arah benar, tapi itu statistik pola umum, bukan bukti CSRA spesifik. Bobotnya saya turunkan, tidak saya buang.

Net: bukti hari ini (struktur turun 5 bulan, close ≈ VWMA dengan volume 10x, institusi domestik keluar vs ritel masuk di 700–740 yang underwater) lebih berat dari kemungkinan (hist nyaris nol, RSI +1 poin, satu close di EMA10). Selisihnya cukup untuk menolak Buy, tidak cukup untuk Sell — nama ini murah secara operasional dan ada katalis di depan. Itu definisi Hold, bukan kompromi.

Strategic Actions:

Sized terhadap alokasi standar (asumsikan posisi satuan = 1% NAV per nama small cap):

  1. Jangan entry sekarang, dan jangan entry di 640. Tidak ada posisi baru. Jika sudah punya posisi, pertahankan ukuran sekarang (maks 0,5% NAV untuk nama turnover 0,19% — likuiditas membatasi, bukan selera).

  2. Checklist trigger — semua harus terpenuhi, bukan sebagian:

    • Close harian ≥655
    • Volume ≥Rp3 M
    • MACD histogram positif
    • Minimal 2 sesi net buy NI/PD/AG berurutan

    Jika 4/4: entry 1/3 posisi target. Jika 3/4: tidak entry. Jika <3/4: tidak ada aksi.

  3. Jika trigger terpenuhi, sizing dibatasi likuiditas. Volume harian tipis; batasi order ≤10% volume rata-rata harian, pakai limit, jangan market order. Target posisi maks 0,5% NAV terbagi 3 tranche.

  4. Stop wajib dihitung dari ATR, bukan angka 4%. Stop = 1,5–2x ATR (62–83 poin) di bawah entry. Hard stop <570. Terima bahwa ini berarti risk 9–13%, dan karenanya reward minimum yang layak adalah reclaim 711 (+8,5% dari 655) — jika risk-reward itu tidak masuk, jangan ambil trade meski trigger terpenuhi. Tambah posisi hanya setelah reclaim 711 terkonfirmasi close.

  5. Yang harus dipantau, dan yang belum ada datanya: harga CPO spot (tidak ada di data — ini gap terbesar), tanggal dan isi rilis Q3 2026, arus kas operasi dan ekuitas (untuk hitung P/B dan cek kemampuan bayar bunga 13,4 M/kuartal), serta kelanjutan net buy NI/PD/AG dua sesi di 620–640.

  6. Turunkan ke Underweight jika: close <570, atau bila arus kas operasi yang keluar nanti tidak menutup beban bunga, atau bila ritel berhenti menyerap dan close <620 dengan volume membesar.

  7. Naikkan ke Overweight hanya jika: reclaim 711 dengan volume, atau Q3 keluar dengan laba operasional (bukan non-operasional) yang mengonfirmasi run-rate 44,9 M/kuartal.

Rating: Hold FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa teknikal dan aliran dana

1196 kata

CSRA.JK — PT Cisadane Sawit Raya Tbk (Consumer Defensive / Farm Products, IDX) Per 2026-10-29. Verified snapshot = sumber kebenaran.

Ringkas

  • Close 640, +40 dari 600 (open 600, high 740, low 590). Range intraday 150 (25% dari close).
  • Volume 3.994.100 lembar, nilai Rp2,716 mrd, 1.327 transaksi. Banding 20d avg 399K → ~10x surge.
  • Struktur turun: close < MA20 (654) < MA50 (711) < MA200 (830). Belum ada pembalikan struktur.
  • MACD masih negatif (macd -27,98, signal -27,18, hist -0,79). Hist nyaris nol → tekanan jual melemah, belum reversal.
  • RSI 45,07 netral. Belum oversold, belum konfirmasi uptrend.

Indikator dipilih (8) + alasan

  1. close_10_ema 628,73 — respons cepat. Close 640 di atasnya pertama sejak 15 Okt. Sinyal awal saja, rapuh.
  2. close_50_sma 710,8 — tren menengah. Resistance dinamis, konfirmasi downtrend.
  3. close_200_sma 830,2 — benchmark jangka panjang. Harga 23% di bawah → bearish strategis.
  4. macd -27,98 / macds -27,18 / macdh -0,79 — momentum. Hist negatif tapi mengecil drastis. Divergensi harga-vs-hist perlu pantau: harga buat low baru 570 (19 Okt), hist belum confirmed. Belum valid sampai hist positif.
  5. rsi 45,07 — 44→45 naik sedikit walau harga 570→640. Momentum pendaratan, bukan breakout.
  6. boll 654,25 / boll_ub 743,89 / boll_lb 564,61 — mid BB = confluence dengan MA20. High 740 nyaris sentuh UB 743,89 lalu ditolak ke 640. Rejection di zona atas.
  7. atr 41,29 (naik dari 32,93 hari sebelumnya) — volatilitas meledak. Ukuran stop wajib pakai ATR skala baru.
  8. vwma 642,89 — harga close 640 ≈ vwma. Volume besar hari ini tidak menghasilkan premium harga → distribusi bertemu absorbing demand, bukan accumulation markup.

Pola harga — kronologi konkret

  • 2026-03-11 high 980. Puncak lokal 2026-02-10 1.075.
  • Turun berjenjang: 915 (04 Mar), 755 (03 Jun, gap low 685), rebound 810 (15 Jun), base 740–780 Jul–Agu.
  • 2026-10-16 pecah: open 685, close 610, low 610, vol 1.244.200 (vs ~300K normal). Break gap dari 715.
  • 2026-10-19 low 570 — level terendah setahun.
  • 2026-10-20–28 memantul tipis 630 → 600. Volume mengecil 375K–643K.
  • 2026-10-29 spike: open 600, high 740, close 640, vol 3.994.100. Candle beruang besar dengan upper wick 100 poin. Body 40, wick atas 100 → penjualan di 700–740 menyerap seluruh lompatan. Ini bukan konfirmasi bullish; ini uji resistance gagal.

Bandarmologi (IDX) — pola: broker ritel/lokal serap, broker institusi cairkan

  • Net buyer teratas: NI BNI Sekuritas +Rp208,2 jt (307.200 lbr), XL Stockbit +Rp129,2 jt, AG Kiwoom +Rp91,1 jt, PD Indo Premier +Rp86,5 jt, CP KB Valbury +Rp75,2 jt, YP Mirae +Rp54,5 jt.
  • Net seller teratas: CC Mandiri Sekuritas -Rp240,6 jt, DH Sinarmas -Rp147,7 jt, XC Ajaib -Rp123,3 jt, TP OCBC -Rp102,7 jt, OD BRI Danareksa -Rp99,0 jt.
  • Foreign net 2026-10-29: -96.500 lbr (2,4% volume). 5 hari rata-rata -36K.
  • Level akumulasi: XL beli avg 674 (Rp1,12 mrd) tapi XL juga jual avg 685 (Rp990 jt) — XL churning, bukan akumulator bersih. NI beli avg 676, AG beli avg 699, PD beli avg 690, YP beli avg 686, CP beli avg 713 — semua di zona 674–713, jauh di atas close 640. Pembeli hari ini sudah underwater di close.
  • MG (Semesta Indovest) beli avg 654 Rp158 jt / jual avg 691 Rp167 jt → churning juga.
  • Konklusi bandarmologi: tidak ada broker institusi asing (JPM, UBS, Maybank, Macquarie, CLSA) di daftar akumulator neto. Yang beli = ritel/lokal (NI, XL, AG, PD, CP, YP). Yang jual = custodian/institusi domestik (CC, DH, TP, OD). Ini pola retaill absorbs institutional distribution = buruk. Kebalikan dari setup healthi.
  • Catatan: CGS International (YU) net jual kecil -Rp8,9 jt. Bukan akumulasi.

Level kunci

  • Resistance 1: 654,25 (BB mid / MA20). Butuh close harian di atas.
  • Resistance 2: 711–743 (MA50 710,8; BB UB 743,89; high 740 hari ini). Zona berat.
  • Support 1: 600 (close 28 Okt) / 590 (low hari ini).
  • Support 2: 570 (low 19 Okt). Break = struktur rusak, target 507 (S2 pivot vendor).
  • ATR 41,29 → stop realistis 1,5x ATR ≈ 62 poin; 2x ATR ≈ 83 poin.

Skenario

  • Bearish (bobot lebih besar): volume 10x tanpa follow-through + wick atas 100 + foreign net jual + institusi domestik jual. Spike 29 Okt = exit liquidity / dead cat bounce. Close di bawah 600–590 → uji 570 cepat.
  • Bullish (butuh bukti): close harian ≥ 655 volume ≥ sama hari ini, MACD hist positif, NI/PD/AG lanjut beli neto dua sesi berturut. Selama tidak terjadi, bounce 29 Okt tak membalik tren.

Cross-check vendor Vektor vendor: score 35/75, "WASPADA", rekomendasi HINDARI, stop 507. Saya sepakat arah (bearish). Vendor tulis RSI 42 (saya 45,07 dari verified snapshot) dan ATR Rp45 (verified 41,29) — angka beda karena parameter/vendor hitungan sendiri; pakai nilai verified. Vendor juga label "volume surge + harga naik" 🟢, padahal close 640 di bawah high 740 = rejection. Tafsir saya lebih konservatif di poin itu. Pola historis vendor "broker jual saat volume naik" = JEBAKAN HISTORIS (WR 39,3%, PF 1,01) dan "harga di atas MA5" = JEBAKAN (WR 37,9%, PF 0,91). Ini persis kondisi hari ini. Keduanya menekan untuk tidak mengejar.

Aksi

  • Pemegang: tidak menambah di 640. Cut/trim jika close < 590. Hard stop < 570. Ukuran stop 62–83 poin (ATR).
  • Non-pemegang: tunggu. Entry hanya bila close harian ≥ 655 + volume ≥3 mrd rupiah + MACD hist positif. Entry awal kecil (sepertiga posisi), tambah hanya setelah reclaim 711.
  • Alternatif dipantau: apakah NI/PD/AG terus neto beli saat harga di 620–640. Jika broker ritel jadi absorbed di zona ini dua sesi, base bisa terbentuk; belum kondisi itu hari ini.
Item Data (2026-10-29 verified) Baca
Close / OHLC 640 (O600 H740 L590) Body 40, upper wick 100 = tolakan
Volume / Nilai / Freq 3.994.100 lbr / Rp2,716 mrd / 1.327 ~10x avg 20d, tanpa premium harga
VWMA 642,89 Close ≈ VWMA → distribusi
close_10_ema 628,73 Close di atas, sinyal lemah
close_50_sma / close_200_sma 710,80 / 830,20 Downtrend menengah & panjang
BB mid / UB / LB 654,25 / 743,89 / 564,61 High 740 ditolak di UB
RSI(14) 45,07 Netral, belum reversal
MACD / Signal / Hist -27,98 / -27,18 / -0,79 Bearish, hist mengecil
ATR(14) 41,29 (naik dari 32,93) Volatilitas meledak
Foreign net -96.500 lbr (2,4% vol) Jual
Broker neto beli NI +208,2 jt, XL +129,2 jt, AG +91,1 jt, PD +86,5 jt Ritel/lokal serap
Broker neto jual CC -240,6 jt, DH -147,7 jt, XC -123,3 jt, TP -102,7 jt, OD -99,0 jt Institusi domestik keluar
Level beli broker 674–713 (XL 674, NI 676, YP 686, PD 690, AG 699, CP 713) Pembeli today underwater
Support 600 / 590 / 570 / 507 570 = struktur
Resistance 654 / 711 / 740–744 Reclaim 655 syarat
Rating Bearish, tidak ada konfirmasi reversal Hindari kejar

Rating: Hold / Avoid — no reversal confirmation

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa fundamental

809 kata

Fundamental Report — CSRA.JK (PT Cisadane Sawit Raya Tbk)

Catatan data: statement tool balik hanya index file, tanpa isi angka. Sumber angka = get_fundamentals (Q2 2026, as filed) + quote. Tidak ada data annual history, tidak ada rincian neraca/arus kas. Ini keterbatasan, bukan interpretasi.

Profil

  • Sektor: Consumer Defensive / Farm Products. Sawit. Pasar ekspor-linked, harga CPO jadi driver utama.
  • Listed shares: 2.050.000.000. Market cap Rp 1,312 T @ 640.
  • Likuiditas tipis: turnover_ratio 0,0019. Nilai transaksi Rp 2,718 M, 39.971 lot, 1.329 kali. VWAP 680 vs close 640 — jual di bawah rata-rata intraday.

P&L Q2 2026 (rupiah as filed)

  • Penjualan: 689,01 M
  • Beban pokok: -563,47 M → laba bruto 125,54 M. GPM 18,2% — tipis untuk sawit.
  • Beban umum & adm: -80,67 M (11,7% penjualan). Opex ratio tinggi, makan 64% laba bruto.
  • Laba operasi implisit: ~44,87 M. Op margin 6,5%.
  • Beban bunga & keuangan: -13,43 M. Bunga ~30% laba operasi — utang berbunga signifikan.
  • Lain-lain: pendapatan lain 11,34 M + lain-lain bersih 20,07 M (kemungkinan revaluasi aset biologis / kurs). Dua pos ini 31,4 M, atau ~49% laba sebelum pajak. Kualitas laba rendah — operasional saja cuma cari 44,9 M.
  • PPh: -15,52 M → net income 47,96 M. Net margin 7,0%. Tax rate efektif 24,4%.

Valuasi

  • EPS Q2 annualized kasar: 47,96 M × 4 / 2,05 M lbr = Rp 93,6.
  • P/E forward kasar ~6,8x @ 640.
  • P/S ~0,48x annualized.
  • PB tidak bisa hitung — tools tidak kasih ekuitas. Jangan tebak.
  • P/E ~6,8x murah nominal, tapi wajar kalau laba tidak berkualitas + likuiditas tipis. Small-cap sawit diskon normal.

Insider

  • Hanya 4 transaksi, semua BUY, semua 2021 (Nov–Des). Harga tercatat @ 0 — data rusak/nominal, tak bisa dipakai.
  • Nol transaksi 2022–2026. Tidak ada sinyal konviksi direksi terbaru. Tidak ada penjualan juga, tapi ini absen data bukan hal positif.

Seasonality

  • Tidak ada data. Tidak bisa dipakai.

Insight actionable

  1. Laba Q2 2026 sebagian besar dari pos non-operasional (49% PBT). Jangan ekspektasikan run-rate laba berlanjut. Kalau CPO turun, bottom line jatuh lebih cepat dari top line.
  2. GPM 18,2% + opex 11,7% = ruang sangat sempit. Sensitivity tinggi ke harga CPO dan biaya pupuk/upah. Driver utama = CPO price, bukan volume.
  3. Beban bunga 13,4 M per kuartal vs kas? Tidak ada data arus kas. Exposure rate IDR = risiko nyata. Cek laporan keuangan lengkap sebelum size posisi.
  4. Likuiditas ekstrem tipis (turnover 0,19%). Masuk/keluar posisi besar = slippage besar. Spread dan volume katastrofik. Posisi harus kecil.
  5. VWAP 680 vs close 640 dengan volume tipis = harga mudah digerakkan. Lonjakan +6,66% hari ini di 40 ribu lot bukan sinyal fundamental.
  6. Belum ada laporan Q3 2026 (periode berjalan). Katalis terdekat = rilis Q3 + harga CPO. Tidak ada insider buy 5 tahun = tidak ada vote of confidence.

Rating: Hold — netral. Valuasi murah (P/E ~6,8x) tapi laba bergantung pos non-operasional, opex berat, likuiditas buruk, dan tidak ada katalis insider. Tidak ada data ekuitas/arus kas = tidak cukup dasar untuk Buy agresif.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Item Nilai / Status Arah Catatan
Ticker CSRA.JK — Cisadane Sawit Raya Tbk, IDX
Sektor Consumer Defensive / Farm Products Netral Sawit, CPO-price driven
Harga 640 +6,66% VWAP 680, close di bawah VWAP
Market cap Rp 1,312 T — 2,05 M lbr saham
Likuiditas Turnover 0,19% Negatif Rp 2,72 M, 39.971 lot
Penjualan Q2 2026 689,0 M — as filed
Laba bruto 125,5 M Netral GPM 18,2%, tipis
Opex 80,7 M Negatif 11,7% penjualan
Laba operasi (implisit) 44,9 M Netral Op margin 6,5%
Beban bunga 13,4 M Negatif ~30% laba operasi
Pos non-operasional 31,4 M Negatif 49% PBT
Laba bersih 48,0 M Netral Net margin 7,0%
PPh 15,5 M Netral ETR 24,4%
EPS annualized kasar Rp 93,6 — Q2 × 4
P/E kasar ~6,8x Positif Nominal murah
P/S kasar ~0,48x Positif Annualized
P/B N/A — Data ekuitas tidak tersedia
Insider 4 BUY, semua 2021 Netral-negatif 0 transaksi 2022–2026
Seasonality N/A — Tidak ada data
Data statement detail Tidak tersedia Negatif Tools balik index saja
Katalis Rilis Q3 2026, harga CPO — Belum ada Q3
Rating Hold Netral FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa sentimen

514 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Laporan Sentimen CSRA.JK (2026-10-22 s/d 2026-10-29)

Identitas: PT Cisadane Sawit Raya Tbk — Consumer Defensive / Farm Products — Bursa JKT.

Ringkasan per sumber

1. News (Yahoo Finance, 7 hari) — TIDAK TERSEDIA Vendor mengembalikan DATA_UNAVAILABLE: tidak ada artikel Yahoo Finance bertag CSRA.JK. Ini bukan sinyal bearish atau bullish. Nol informasi institusional. Nol framing editorial. Tidak diestimasi, tidak diisi karangan.

2. StockTwits — TIDAK TERSEDIA Permintaan gagal (HTTPError). Tidak ada pesan, tidak ada tag Bullish/Bearish, tidak ada rasio. Tidak bisa menghitung sample size, jadi tidak ada base rate retail yang bisa dibaca.

3. Reddit — TIDAK DIQUERY no Reddit discussion queried for CSRA.JK. Nol post. Subreddit mana pun tidak relevan di sini — tidak ada data yang ditarik.

Divergensi antar sumber

Tidak bisa dinilai. Divergensi butuh minimal dua sumber aktif. Di sini nol sumber aktif.

Tema narasi dominan

Tidak ada. Tidak ada headline, tidak ada cashtag post, tidak ada komentar komunitas. Tidak ada kata kunci berulang untuk diekstrak.

Katalis dan risiko

Tidak ada yang muncul dari data. Sumber tidak menyebut:

  • jadwal rilis laba / laporan keuangan
  • pengumuman dividen
  • kebijakan ekspor CPO Indonesia (levy, DMO) — relevan untuk nama sawit, tetapi TIDAK ada di data yang diberikan
  • pergerakan harga CPO / kurs USD-IDR — tidak ada di data
  • berita korporasi (akuisisi, ekspansi kebun, plasma)

Semua di atas harus dicek lewat sumber lain. Jangan dianggap sinyal.

Tabel sinyal sentimen kunci

Sinyal Arah Sumber Bukti pendukung
Berita institusional Tidak tersedia Yahoo Finance DATA_UNAVAILABLE, nol artikel
Sentimen retail Tidak tersedia StockTwits HTTPError, nol pesan
Diskusi komunitas Tidak tersedia Reddit Tidak diquery, nol post
Rasio Bullish/Bearish Tidak ada StockTwits Tidak ada data untuk dihitung
Divergensi news vs retail Tidak bisa dinilai — Perlu ≥2 sumber aktif
Tema narasi Tidak ada — Nol teks untuk dianalisis
Katalis / risiko Tidak diketahui — Tidak disebut di data mana pun

Batasan data (eksplisit)

Tiga dari tiga sumber gagal atau kosong. Skor 5 di sini berarti "tidak tahu", bukan "netral secara fundamental". Band Neutral dipilih karena aturan: gunakan Neutral hanya bila semua sumber benar-benar senyap — kondisi itu terpenuhi. Confidence low karena nol sample size, bukan karena sinyal campur.

Peringatan penting: skor 5 ini tidak mengindikasikan keseimbangan antara pembeli dan penjual, tidak mengindikasikan konsensus, tidak mengindikasikan valuasi wajar. Ini cermin ketiadaan data.

Sentimen historis bukan prediktor. Apa pun yang muncul nanti tetap harus ditimbang bersama fundamental (produksi TBS, harga CPO, struktur biaya) dan teknikal.

Langkah berikut: cek ulang StockTwits dan Yahoo Finance, tarik data berita lokal (IDX disclosure, kontan/bisnis, Reuters Asia), cek rilis keuangan terbaru, cek harga CPO dan levy ekspor. Tanpa itu, laporan sentimen ini tidak bisa dipakai untuk keputusan.

Rating: Hold — tidak ada sinyal sentimen; tidak ada dasar untuk menaikkan atau menurunkan posisi berdasarkan data ini. FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa berita

768 kata

Laporan Riset Berita & Makro — CSRA.JK (PT Cisadane Sawit Raya Tbk) Periode: 22–29 Oktober 2026 | Data per 29 Okt 2026

1. Berita spesifik emiten — DATA TIDAK TERSEDIA get_news gagal: vendor Yahoo Finance tidak punya artikel bertag CSRA.JK. Ini keterbatasan data, bukan sinyal negatif soal emiten. Jangan inferensi apa pun soal CSRA.JK dari kekosongan ini. Tidak ada angka yang dikarang.

2. Makro AS — DATA FRED TIDAK TERSEDIA cpi, fed_funds_rate, 10y_treasury gagal (FRED_API_KEY tidak diset). Tidak ada angka yang dikarang.

3. Jalur suku bunga — sinyal paling penting Polymarket, volume besar:

  • "Tidak ada pemotongan Fed di 2026": 97% Yes ($9,2 juta volume, +0,4pp 1 minggu).
  • 1 pemotongan di 2026: 0,75% (-0,2pp). 2 pemotongan: 0,15% (-0,2pp).

Baca: pasar menolak skenario pelonggaran. Dolar kuat, biaya dana global tinggi. Buruk untuk aset siklikal IDR dan untuk sektor yang butuh belanja modal besar. Netral-ke-negatif untuk CSRA.JK karena sawit padat modal, sensitif ke biaya pinjaman, dan pemain kecil rawan risiko likuiditas saat likuiditas global ketat.

4. Risiko resesi AS — rendah "Resesi AS akhir 2026": 6% Yes (-2,0pp 1 minggu). "Resesi AS akhir 2027": 35%. Skenario dasar = soft landing, bukan hard landing. Untuk sawit: permintaan global stabil, tidak ada rontok permintaan komoditas dari sisi resesi. Risiko utama bukan resesi, tapi harga CPO dan kurs.

5. Risiko Indonesia

  • MSCI turunkan Indonesia ke Frontier Market sebelum 30 Nov: 12% Yes (-8pp 1 minggu). Volatilitas arus dana asing tinggi. Bila terwujud, small cap seperti CSRA.JK kena likuiditas paling parah.
  • Prabowo berhenti jadi Presiden sebelum 31 Des 2026: 5% (-1,1pp). Risiko politik rendah.
  • Normalisasi Israel–Indonesia sebelum 31 Des 2026: 2% (-1,6pp). Pinggiran.

6. Breadth IDX — campuran, tidak konfirmasi bullish Market tutup, buka besok 09:00 WIB, 867 saham bergerak.

  • Pemenang nyata: TMAS +15,45% (nilai Rp15,8 M, 10.300 freq) dan KJEN +12,5% (frekuensi 13.989, paling likuid). Ini dua nama pelayaran/energi — tema shipping aktif.
  • Gainers lain tipis/palsu: SMCB +158% hanya 1 frekuensi (Rp5,5 M) = artefak, bukan permintaan. XCIS +28% hanya Rp12,3 J.
  • Losers: SMMA -38% dengan nilai Rp212 M dalam 134 frekuensi = distribusi besar nyata. RAFI -72% tapi Rp19,7 J = tidak likuid.
  • Screener V5.2 hanya 3 kandidat, tak satu pun sektor farm/plantasi.

Baca: rotasi ke pelayaran, bukan ke agrikultur. Tidak ada konfirmasi breadth untuk plantasi.

7. Berita global — tidak relevan sektor Tumpukan berita = IBM, Oracle, Intel, AI, tokenisasi saham, kripto. Nol berita sawit, CPO, biodiesel, atau Indonesia. Tidak ada katalis sektor dalam 7 hari terakhir dari feed ini.

8. Implikasi trading CSRA.JK

  • Katalis sektor: tidak ada dari data tersedia. Jangan trade atas dasar narasi yang tak terverifikasi.
  • Hambatan makro: Fed diam di 97%, dolar kuat, risiko MSCI 12%. Tekanan pada rupiah = tekanan valuasi small cap.
  • Penopang: risiko resesi rendah (6%), permintaan komoditas global tidak runtuh.
  • Gap informasi besar: tidak ada berita emiten sama sekali. Sebelum entry, cek laporan keuangan kuartalan dan harga CPO spot di sumber primer. Ini wajib, bukan opsional.
  • Ukuran posisi kecil: likuiditas CSRA.JK kemungkinan tipis. Bandingkan dengan SMMA (-38%, Rp212 M) sebagai contoh kerugian distribusi di nama tak likuid.

Kesimpulan: netral dengan bias hati-hati. Tidak ada katalis positif terverifikasi, hambatan makro nyata, data emiten kosong.

Rating: Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Kategori Temuan Angka/Detail Dampak untuk CSRA.JK
Berita emiten Tidak tersedia Vendor tak punya artikel bertag CSRA.JK Netral (gap info, bukan sinyal)
Makro FRED Tidak tersedia FRED_API_KEY tidak diset Netral (gap info)
Fed 2026 Pasar harga nol pemotongan 97% Yes, vol $9,2 jt, +0,4pp Negatif — dolar kuat, biaya dana tinggi
Resesi AS 2026 Sangat rendah 6% Yes, -2,0pp Positif — permintaan global stabil
Resesi AS 2027 Moderat 35% Yes Netral jangka menengah
MSCI Indonesia Risiko downgrade frontier 12% Yes, -8pp Negatif — risiko arus dana keluar
Risiko politik ID Rendah Prabowo keluar 5% Yes Netral
Breadth IDX Rotasi ke pelayaran TMAS +15,45% (Rp15,8 M), KJEN +12,5% (freq 13.989) Netral — tak ada konfirmasi plantasi
Sinyal distribusi Nama tak likuid jatuh keras SMMA -38%, nilai Rp212 M Peringatan likuiditas untuk small cap
Berita global Dominasi tech/AI IBM, Oracle, Intel, tokenisasi Tidak relevan sektor
Katalis CPO/biodiesel Nol dalam 7 hari — Netral
Sikap Netral, bias hati-hati — Hold, posisi kecil, cek CPO spot + laporan kuartalan dulu