Gacor Quant
Market tutup IDX Edge PRO Tentang Gacor

Bank Ina Perdana Tbk.

BINA · analisa Kamis, 29 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Underweight

3.940 rupiah per lembar · +1,54% · -

Net broker seluruhnya 6,9 M rupiah. Kapitalisasi 23,9 T.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. Rating BINA.JK: Underweight. Jangan bangun posisi baru di 3.940. Untuk posisi yang sudah ada, pangkas bertahap ke 30-40% ukuran normal, jual 10% ukuran normal per sesi volume di atas rata-rata 20 hari, stop keras 3.810, risiko total sisa posisi maksimum 0,5%...
Aliran dana
RS beli 4,0 M
Keyakinan
B60 · paling kuat Volatilitas, paling lemah Likuiditas
Posisi harga
-2,9% terhadap SMA50, asing 2,0% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan B60

Skor 60.4 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 23/25

net 6,9 M dari bruto 9,1 M, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 4/15

-2,9% vs SMA50, return 20 sesi -5,7%

Likuiditas 0/15

rata-rata 2,2 M rupiah per hari

Volatilitas 15/15

ATR 3.4% pas untuk stop 1,5 ATR

VWAP
3.910
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
10,3 M
rupiah, sesi -
Frekuensi
625
kali transaksi
Volume
2,6 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-29. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
RS YULIE SEKURITAS INDONESIA TBK. 4,0 M 1,0 jt 4,0 M -
YU CGS INTERNATIONAL SEKURITAS INDONESI 960,2 jt 248,1 rb 1,1 M 110,6 jt
YB YAKIN BERTUMBUH SEKURITAS 713,8 jt 184,3 rb 742,7 jt 28,9 jt
XL STOCKBIT SEKURITAS DIGITAL 436,9 jt 113,7 rb 844,3 jt 407,4 jt
TP OCBC SEKURITAS INDONESIA 298,5 jt 77,1 rb 298,5 jt -
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 149,6 jt 38,9 rb 193,3 jt 43,7 jt
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 95,3 jt 25,5 rb 288,9 jt 193,5 jt
XC AJAIB SEKURITAS ASIA 76,7 jt 19,7 rb 86,5 jt 9,8 jt
AK UBS SEKURITAS INDONESIA 71,0 jt 18,2 rb 80,0 jt 9,0 jt
PD INDO PREMIER SEKURITAS 28,3 jt 7,3 rb 28,3 jt -

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
RS 3.956 4,0 M SA 3.876 5,0 M
CP 3.883 1,3 M CP 3.945 1,3 M
YU 3.877 1,1 M OD 3.902 897,9 jt
XL 3.884 844,3 jt CC 3.974 745,5 jt
YB 3.874 742,7 jt NI 3.976 599,6 jt
NI 3.906 438,6 jt XL 3.929 407,4 jt
TP 3.871 298,5 jt XA 3.940 252,1 jt
YP 3.877 288,9 jt ZP 3.947 236,8 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 239 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-10-21 ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAY - Sell -2,550,000 -
2026-10-05 ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAY - Sell -12,500,000 0
2026-10-02 ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAY - Sell -12,500,000 0
2026-10-01 ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAY - Sell -12,500,000 0
2026-09-28 ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAY - Transfer -12,500,000 0
2026-09-28 ASURANSI JIWA CENTRAL ASIA RAY - Transfer +12,500,000 0

Keputusan akhir

826 kata

Rating: Underweight

Executive Summary: Rating BINA.JK: Underweight. Jangan bangun posisi baru di 3.940. Untuk posisi yang sudah ada, pangkas bertahap ke 30-40% ukuran normal, jual 10% ukuran normal per sesi volume di atas rata-rata 20 hari, stop keras 3.810, risiko total sisa posisi maksimum 0,5% ekuitas. Turun ke nol jika close < 3.810 dengan volume di atas rata-rata. Gate re-entry: close > 4.000 DAN MACD line > signal DAN volume >= 1,5x rata-rata 20 sesi, ketiganya bersamaan. Naik ke 50% alokasi hanya jika close > 4.059 (50 SMA) dengan MACD di atas signal.

Investment Thesis: Konservatif menang pada kualitas laba dan basis modal; netral menang pada eksekusi; agresif hanya menang pada satu hal operasional (slippage), dan itu justru memperkuat kesimpulan pangkas bertahap, bukan tahan.

  1. Kualitas laba tidak dibantah. Laba operasional negatif Rp67,5 miliar dengan NII positif berarti beban operasional melampaui NII. Agresif tidak menyentuh fakta ini, hanya menawarkan harapan "DBS akan perbaiki likuiditas" tanpa satu angka pun. OCI -Rp137,3 miliar dan laba komprehensif -Rp125,3 miliar berarti ekuitas tergerus, bukan sekadar angka unrealized: di bank, ekuitas adalah bantalan modal. Konservatif benar bahwa BINA.JK adalah pemain terlemah di sektor yang sama-sama kena OCI, sehingga generalisasi "kondisi sektor" justru memberatkan, bukan meringankan.

  2. Makro dibaca salah oleh agresif. Fed hold 97% sepanjang 2026 berarti cost of funds tetap mahal; dengan beban bunga 67% dari pendapatan bunga, itu tekanan margin berkelanjutan, bukan NIM terjaga. NIM terjaga hanya untuk bank dengan pricing power kredit, dan data itu tidak ada untuk BINA.JK. Klaim "sudah di-discount pasar" juga lemah di pasar dengan 621 transaksi dan turnover 0,043%: price discovery lambat, jadi harga belum tentu efisien. Efisiensi harga tidak bisa dipakai dua arah (murah sekarang, sekaligus bandarmologi informatif).

  3. Bandarmologi netral, dan netral juga menang di sini. RS +4,019 M @3.956 lawan SA -5,000 M @3.876 - nilai hampir seimbang, lembar SA lebih banyak, dan broker bank-backed OD/CC/NI/OK/ZP net jual di 3.902-3.976. Tidak ada akumulasi bersih; menaikkan bobot sinyal ini ke level keputusan adalah kesalahan agresif. Insider Central Asia Raya jual beruntun (2,55 juta lembar 21 Okt) memang hanya 0,042% dari 6,07 miliar saham, jadi konservatif juga salah mengekskalasinya jadi argumen struktural - tapi arahnya satu dan menambah beban pada entri baru.

  4. Teknikal: nol syarat beli terpenuhi. Close 3.940 < 50 SMA 4.059 < 200 SMA 4.200, death cross aktif, 50 SMA turun 10 sesi beruntun. MACD -52,28 < signal -50,35; histogram menyempit (-13,38 -> -1,94) tapi tetap negatif - itu tekanan jual melemah, bukan pembeli masuk. Close di bawah Boll middle 3.949,5. VWMA jatuh 4.153 -> 3.905,3. Net asing berbalik jual -89.800 di sesi volume tertinggi setelah +156.900 sehari sebelumnya: dua hari saling membatalkan. Agresif benar bahwa struktur 09-30 (crossover di puncak, volume 6,13 juta) berbeda dari sekarang (dasar, volume 2,62 juta), tapi itu tidak menciptakan sinyal beli yang belum ada.

  5. Soal sizing angka, netral paling jujur secara metodologis. Konservatif benar bahwa 50-60% posisi dengan stop 3,3% di bawah bukan "risiko 0,5% ekuitas", tapi konservatif dan netral dua-duanya memakai asumsi tersembunyi soal "ukuran normal" posisi, dan portfolio context tidak diberikan. Karena itu angka persentase harus dibaca sebagai panduan, bukan presisi. Yang tidak ambigu: ATR 125,76 (~3,2% harga), nilai harian 10,24 M, frek 621, dan wick 10-16 dari 3.980 ke 3.410 (570 poin intraday) membuktikan stop bisa dilewati tanpa eksekusi. Itu alasan pangkas sekarang sebagian dan sisanya bertahap, dan sekaligus alasan tidak boleh exit total di satu sesi tipis.

  6. RR dari skenario base belum ada. Entry 4.020 / stop 3.860 / T3 4.200 = ~1,1:1, T2 4.086 ~0,4:1. Tidak membayar risiko, dan base belum terkonfirmasi.

Kenapa Underweight, bukan Sell penuh: support 3.810 utuh, tidak ada breakdown terkonfirmasi; histori volum tinggi di nama ini selalu di puncak distribusi (07-31 3,39 jt, 08-31 3,19 jt, 09-30 6,13 jt) sehingga volume 10-29 2,62 jt di dasar belum terbukti akumulasi maupun distribusi; penjualan insider hanya 0,042% saham beredar; dan DBS (593 juta lembar Juni) serta Indolife (1,34 miliar Januari) masih memegang posisi besar - bukan entry "sudah lewat" seperti klaim konservatif. Untuk akun tanpa posisi, aksi = jangan beli, bukan short.

Yang membatalkan atau mengubah tesis:

  • Bearish diperkuat: close < 3.810 dengan volume di atas rata-rata -> nol, tinjau ke Sell.
  • Bullish diperkuat: close > 4.000 + MACD > signal + volume >= 1,5x rata-rata 20 sesi bersamaan -> 50% alokasi; close > 4.059 dengan MACD > signal -> 100%.
  • Rating tidak boleh naik di atas Underweight sebelum data CAR, NPL, CKPN coverage, LDR, dan rincian portofolio FVOCI (durasi, ukuran unrealized loss) tersedia. Data itu tidak ada di materi ini dan tidak ada di tool mana pun yang dipakai; sengketa solvabilitas - inti perdebatan - tidak bisa diselesaikan, dan itu membatasi keyakinan di kedua arah.
  • Katalis yang dipantau, bukan alasan beli: pengungkapan resmi peran DBS pasca-Juni 2026 (suntikan modal, komposisi direksi, rencana integrasi). Tanpa pengungkapan, tesis "DBS akan perbaiki operasional" diberi bobot nol dalam sizing.

Price Target: 3810.0

Time Horizon: 3-6 bulan, sampai data neraca tersedia atau gate re-entry terpenuhi

Rencana trader

378 kata

Action: Sell

Reasoning: Plan riset Underweight, jadi aksi = Sell, bukan Hold. Ukuran sedang: bukan exit paksa, tapi jangan bangun posisi.

Alasan terhadap struktur harga BINA.JK (snapshot 2026-10-29, close 3.940):

  1. Tren bear semua horizon. Close 3.940 < 50 SMA 4.059 (-2,9%) < 200 SMA 4.200 (-6,2%). Death cross aktif. 50 SMA turun 10 sesi beruntun (4.132 -> 4.059), 200 SMA turun monotоn (4.271 -> 4.200). Dua MA jatuh bersamaan = downtrend, bukan noise.
  2. Tidak satu syarat beli terpenuhi. MACD -52,28 < signal -50,35. Histogram masih negatif (-1,94), menyempit tapi belum crossover. Close di bawah Boll middle 3.949,5. VWMA jatuh 4.153 -> 3.905,3.
  3. Sinyal palsu sebelumnya. 2026-09-30 MACD crossover, volume 6,13 jt, close 4.350 — harga jatuh ke 3.810 dalam 19 sesi. MACD crossover di nama ini butuh konfirmasi volume + close, bukan histogram menyempit.
  4. Volume besar di nama ini selalu di puncak distribusi (07-31 3,39 jt, 08-31 3,19 jt, 09-30 6,13 jt). Volume 10-29 2,62 jt di dasar belum terbukti akumulasi.
  5. Net asing berbalik jual -89.800 di sesi volume tertinggi setelah +156.900 sehari sebelumnya. Konfirmasi kualitas rendah.
  6. Bandarmologi netral. RS +4,019 M @3.956 vs SA -5,000 M @3.876 — silang lokal, bukan akumulasi asing. Tidak ada sinyal kuat.
  7. RR jelek. Entry 4.020 / stop 3.860 / T3 4.200 = ~1,1:1. T2 4.086 = ~0,4:1. Tidak bayar risiko.

Kenapa bukan Sell penuh / exit total: support 3.810 utuh, tidak ada breakdown terkonfirmasi. ATR 125,76 (~3,2% harga) dan turnover tipis (nilai 10,24 M, frek 621) berarti slippage mahal — pangkas bertahap, jangan lempar sekaligus.

Trigger pembatalan tesis bear: close < 3.810 dengan volume di atas rata-rata. Jika terjadi, turunkan ke nol.

Keterbatasan eksplisit: data neraca, CAR, NPL, CKPN coverage, LDR, dan rincian portofolio FVOCI BINA.JK tidak tersedia di materi ini. Penilaian solvabilitas tidak bisa diselesaikan. Ini alasan sizing kecil, bukan alasan menaikkan rating.

Entry Price: 3940.0

Stop Loss: 4000.0

Position Sizing: Nol posisi baru. Posisi lama pangkas ke <=30% ukuran normal, bertahap di sesi volume tinggi. Risiko maksimum sisa posisi <=0,5% ekuitas. Naik ke 50% alokasi hanya jika close > 4.000 + MACD line > signal + volume >= 1,5x rata-rata 20 sesi (ketiganya bersamaan). Naik ke 100% hanya jika close > 4.059 (50 SMA) dengan MACD > signal.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

871 kata

Recommendation: Underweight

Rationale

Saya menilai bear menang tipis-sedang, bukan menang telak. Bobot bukti condong ke bear, tapi tidak cukup untuk Sell penuh karena satu hal: tidak ada breakdown terkonfirmasi, dan tidak ada posisi untuk di-exit.

Argumen yang memutuskan:

  1. Laba operasional negatif Rp67,5 miliar tidak dibantah bull. Bull menyerang metode P/E (dan itu benar), lalu berpindah ke NII positif dan CoF 67%. Tapi NII positif dengan laba operasional negatif berarti beban operasional melampaui NII. Bull tidak menyentuh fakta ini; ia hanya menyebutnya "masalah yang bisa diperbaiki dengan likuiditas DBS". Itu harapan, bukan data. Tidak ada satu angka pun yang menunjukkan DBS menurunkan CoF atau memperbaiki efisiensi. Bull mengonversi "ada pemegang saham besar" menjadi "akan ada perbaikan operasional" — lompatan yang tidak dibayar bukti.

  2. Kontradiksi makro bull mematikan. Bull memakai Polymarket 97% no-cut untuk dua klaim berlawanan: "high rate bagus untuk NIM" dan "tekanan OCI akan berbalik saat suku bunga turun". Jika tidak ada pemotongan 2026, portofolio FVOCI tetap tertekan sepanjang horizon. Bear benar menangkap ini. Konsekuensi: OCI −Rp137 miliar bukan siklus yang menunggu pembalikan; itu kondisi yang bertahan.

  3. OCI memperkecil basis modal, bukan sekadar akuntansi. Bull benar bahwa itu unrealized dan bukan kas. Bear benar bahwa itu masuk ekuitas — laba komprehensif −Rp125,3 miliar berarti kapasitas serap kredit macet menyusut. Dua-duanya fakta; implikasi bear lebih relevan untuk bank dengan laba operasional negatif.

  4. Sisi insider lebih dua arah dari yang diklaim bull. Bull memilih 2,55 juta lembar (21 Okt) dan mengabaikan penjualan Central Asia Raya 1/2/5 Oktober. Bear benar soal cherry-picking. Tapi bear juga berspekulasi soal motif DBS ("bisa jadi masalah likuiditas"). Yang tersisa sebagai fakta murni: ada penjual institusional bertahap, dan DBS floating loss. Itu argumen terhadap entri baru sekarang, bukan argumen bahwa DBS salah.

  5. Teknikal: tidak ada syarat beli terpenuhi. Close 3.940 di bawah 50 SMA 4.059 dan 200 SMA 4.200. MACD masih di bawah signal (macd −52,28 vs macds −50,35) — bull sendiri menulis "belum crossover". Boll middle 3.949 dengan close di bawahnya. VWMA turun 4.153 → 3.905. Bull hanya bisa klaim "mungkin dasar"; bear tidak perlu klaim breakdown untuk menolak beli. Dan histori 30 September (crossover dengan volume 6,13 juta, harga malah jatuh 4.350 → 3.810) melemahkan bobot sinyal teknikal pendek yang bull tonjolkan.

  6. RR bull dihitung dari asumsi base yang belum terkonfirmasi. Bull menghitung RR 1,7:1 dari entry 3.940-3.960 dengan stop 3.810. Itu valid secara aritmetika, tapi mengandaikan base bertahan. Bear benar: tanpa satu pun syarat konfirmasi terpenuhi, RR itu adalah RR dari skenario yang belum ada.

Yang membuat ini Underweight dan bukan Sell:

  • Bear mengakui tidak ada breakdown. Support 3.810 utuh, tiga sesi naik, MACD histogram menyempit tajam (−13,38 → −9,28 → −1,94).
  • Bull benar bahwa P/E ~1.000x bukan valuasi yang layak diperlakukan serius, dan data neraca/CKPN/LDR tidak tersedia dari tool. Bear juga tidak punya itu. Kedua pihak buta pada variabel yang sama.
  • Bull benar bahwa "Sell" untuk posisi yang belum ada itu konsep janggal; bear mendefinisikannya sebagai "jangan beli", yang wajar, tapi itulah tepatnya Underweight: jangan bangun posisi, kurangi/pelihara yang ada secara minimal, tunggu konfirmasi.

Jadi: bear lebih kuat pada kualitas laba, basis modal, dan ketiadaan konfirmasi teknikal. Bull lebih kuat pada penolakan P/E semu dan pada tidak-adanya breakdown. Selisihnya sedang, bukan telak. Underweight.

Satu catatan eksplisit: data neraca, CKPN, LDR, CAR, dan NPL BINA.JK tidak tersedia di materi ini. Penilaian solvabilitas — yang jadi inti sengketa — tidak bisa diselesaikan. Ini keterbatasan yang membatasi keyakinan di kedua arah.

Strategic Actions

Skala terhadap alokasi standar (anggaplah alokasi normal satu posisi ekuitas = 100 unit risiko):

  1. Posisi baru: nol. Jangan bangun posisi di 3.940. Tidak ada satu pun syarat beli terpenuhi (close > 4.000, MACD > signal, close > 50 SMA). Untuk akun tanpa posisi, ini keputusan "tidak bertindak", bukan short.

  2. Posisi yang sudah ada: pangkas ke ≤30% dari ukuran normal. Likuiditas turnover 0,043% berarti slippage bisa memakan 1 ATR (125,76 poin, ~3,2% harga). Pangkas bertahap di hari volume lebih tinggi, bukan sekaligus.

  3. Batas risiko keras jika tetap memegang sisa posisi: stop 3.810 (low 10-27 dan bawah Boll LB). Risiko maksimum per trade ≤0,5% ekuitas. Dengan ATR 3,2% harga, ukuran posisi harus kecil secara matematis, bukan preferensi.

  4. Syarat re-entry — semua harus terpenuhi bersamaan, bukan sebagian:

    • Close harian > 4.000
    • MACD line > signal line (crossover terkonfirmasi, bukan menyempit)
    • Volume konfirmasi ≥ 1,5x rata-rata 20 sesi
    • Jika hanya sebagian terpenuhi, tetap Underweight.
  5. Jika trigger terpenuhi, naikkan bertahap ke 50% alokasi normal, bukan langsung penuh. Peningkatan ke 100% hanya jika close juga di atas 50 SMA (4.059) dengan MACD di atas signal.

  6. Syarat pembatalan tesis bear: close < 3.810 dengan volume di atas rata-rata. Jika terjadi, turunkan ke nol dan tinjau ulang ke Sell.

  7. Data yang wajib diambil sebelum menaikkan rating ke Hold atau lebih: CAR, NPL, CKPN coverage, LDR, dan rincian portofolio FVOCI (durasi, ukuran unrealized loss). Tanpa ini, sengketa solvabilitas tidak terselesaikan dan rating tidak boleh naik di atas Underweight.

  8. Katalis yang dipantau (bukan alasan beli): setiap pengungkapan resmi soal peran DBS pasca-Juni 2026 — suntikan modal, perubahan komposisi direksi, atau rencana integrasi. Sampai ada pengungkapan, tesis "DBS akan memperbaiki operasional" tetap asumsi dan diberi bobot nol dalam sizing.

Rating: Underweight

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Analisa teknikal dan aliran dana

1407 kata

BINA.JK — PT Bank Ina Perdana Tbk (Financial Services / Banks - Regional, IDX)

Data acuan: snapshot terverifikasi 2026-10-29. Close 3.940; O 3.900 / H 3.980 / L 3.860; volume 2.618.200 lembar; nilai 10,24 M; frek 621; net asing -89.800 lembar.

Data harga mentah dan snapshot konsisten (close 3.940, volume 2.618.200, nilai 10.238.482.000). Tidak ada konflik.

1. Struktur tren: bearish semua horizon

  • Close 3.940 < close_10_ema 3.905? Tidak — 3.940 di atas 10 EMA 3.905, tapi tipis.
  • Close di bawah close_50_sma 4.059 (= -2,9%) dan di bawah close_200_sma 4.200 (= -6,2%).
  • 50 SMA (4.059) di bawah 200 SMA (4.200). Death-cross regime aktif. Selain itu 50 SMA turun tiap hari sejak 2026-09-28 (4.132) ke 2026-10-29 (4.059). 200 SMA juga turun monoton (4.271 → 4.200). Dua rata-rata jatuh bersamaan = tren turun terbentuk, bukan noise.
  • Puncak lokal 2026-09-30 close 4.350 (tutup), high hari itu 4.390, volume 6.128.500 — volume spike tertinggi Oktober. Sesudah itu harga gagal pertahankan: 10-01 close 4.180, 10-02 4.060, lanjut menurun. Itu distribusi di puncak, bukan breakout.
  • Puncak lain 2026-08-31 close 4.380 (volume 3.192.900) lalu 09-01 ditolak ke 4.160. Pola sama: volume besar di high, harga balik turun.

2. Momentum: MACD perbaiki, tapi belum beli

  • macd -52,28; macds -50,35; macdh -1,94.
  • Histogram negatif sejak 2026-10-06. Tapi macdh mengecil tajam: 10-27 -13,38 → 10-28 -9,28 → 10-29 -1,94. MACD line naik dari -60,93 (10-27) ke -52,28 (10-29).
  • Artinya tekanan jual melemah, bukan bullish. MACD belum potong signal ke atas; macd masih di bawah macds. Belum ada crossover.
  • Bandingkan 2026-09-30: MACD potong ke atas (macdh +14,32) saat close 4.350 dengan volume 6,1 juta. Hasilnya gagal — harga jatuh 4.350 → 3.810 (close 10-27) dalam 19 sesi. Sinyal bullish sebelumnya terkonfirmasi palsu. Jadi MACD crossover butuh konfirmasi tambahan di nama ini.
  • RSI 47,84. Netral, naik dari 36,88 (10-27). Belum oversold, belum overbought. Tidak ada divergensi jelas yang bisa diklaim dari output tool.
  • RSI 09-30 menyentuh 65,24 lalu gagal. RSI cenderung 39–47 zona September–Oktober = momentum lemah berkepanjangan.

3. Volatilitas & band

  • Boll middle 3.949,5; upper 4.085,8; lower 3.813,2. Lebar band ~272 poin.
  • Close 3.940 = tepat di bawah Boll middle. Middle turun monoton sejak 09-18 (4.151 → 3.949). Harga konsisten di bawah middle = mean-reversion turun.
  • ATR 125,76. Stop 1 ATR ~126 poin. ATR naik spike 10-01 (144,7) dan 10-19 (144,2). Masih tinggi vs September (99–105). Volatilitas belum normal.
  • Low intraday 10-16 = 3.410 (high 3.980, close 3.900). Wick bawah ekstrem satu hari — volatilitas ekor masih ada.

4. Volume: konfirmasi akhir pekan

  • vwma 3.905,3. Close 3.940 di atas vwma = harga tertimbang volume sudah sedikit di bawah spot. VWMA jatuh dari 4.153 (10-16) ke 3.905 (10-29) — downgrade besar karena volume naik di harga rendah.
  • Volume 10-28: 1.453.500 (turnover 5,58 M), close 3.880, net asing +156.900.
  • Volume 10-29: 2.618.200 (turnover 10,24 M), close 3.940, net asing -89.800.
  • Dua sesi volume ~2–5x rata-rata September (~150–300rb) dengan harga naik 3.810 → 3.940. Ini akumulasi teknikal awal, tapi net asing berbalik jual di sesi kedua. Kualitas konfirmasi menurun.
  • Volume tinggi sebelumnya (08-31 3,19 jt, 09-30 6,13 jt, 07-31 3,39 jt) selalu di puncak lokal, bukan dasar. Pola distribusi berulang di nama ini.

5. Bandarmologi (IDX — aktif)

Pola: lokal spekulatif akumulasi vs broker ritel besar distribusi. Bukan pola asing akumulasi.

Net buyer:

  • RS (Yulie Sekuritas) +4.019.337.000 (1.016.000 lbr), avg beli 3.956 — paling besar, hampir sama dengan net seller utama. Broker kecil/spekulatif.
  • YU (CGS International) +960.214.000 (248.100 lbr), avg 3.877 — satu-satunya broker asing-tier besar di sisi beli.
  • YB (Yakin Bertumbuh) +713.752.000, avg 3.874
  • XL (Stockbit) +436.917.000, avg 3.884
  • TP (OCBC) +298.476.000, avg 3.871
  • KK (Phillip) +149.635.000, YP (Mirae) +95.311.000, AK (UBS) +71.028.000 avg 3.905

Net seller:

  • SA (Elit Sukses) -4.999.865.000 (1.290.000 lbr), avg jual 3.876 — penjual terbesar absolut, harga jual rata-rata di bawah harga beli RS (3.956). RS beli lebih mahal dari SA jual.
  • OD (BRI Danareksa) -742.626.000, avg 3.902
  • CC (Mandiri) -623.207.000, avg 3.974
  • NI (BNI) -160.930.000, avg 3.976
  • OK (Net) -133.856.000 avg 3.972; EP (MNC) -100.725.000; CP (KB Valbury) -83.085.000; ZP (Maybank) -62.350.000 avg 3.947; LG -12.608.000

Bacaan:

  • Broker asing institusional: CGS +960 jt, UBS +71 jt, OCBC +298 jt, Maybank -62 jt. Net asing institusional tipis positif (dominan CGS). Bukan akumulasi asing agresif. Volume itu kecil vs total turnover harian 10 M.
  • Bank-backed retail brokers (OD/CC/NI/OK/ZP/EP) net jual avg 3.902–3.976 — mereka jual di harga lebih tinggi dari avg beli RS 3.956. RS beli di atas pasar, SA jual di dalam. Sinyal: ada pihak serap pasokan di 3.87x–3.95x.
  • Harga akumulasi utama terlihat di 3.870–3.960. Zona itu = sekarang.
  • CP (KB Valbury) dua arah: beli 1.258 jt @3.883, jual 1.341 jt @3.945. Churn, bukan akumulasi.
  • Kesimpulan bandarmologi: akumulasi lokal ada, tapi penjual (SA) juga lokal besar dan seimbang nilai. Bukan "asing kumpul, ritel buang". Lebih tepat: transaksi besar lokal silang. Tidak ada sinyal kuat.

6. Rencana trading

Setup: downtrend besar, harga coba base di 3.810–3.940 di atas vwma, MACD histogram menyempit, volume naik. Itu bounce dalam downtrend, bukan reversal. Reversal butuh close di atas 4.059 (50 SMA) dengan volume.

Level:

  • Resistance 1: 3.980–4.000 (high 10-29 3.980; close 10-09 4.000, 10-14 4.000). Banyak close Oktober mentok di 4.000.
  • Resistance 2: 4.059 (50 SMA) — gate bullish sesungguhnya.
  • Resistance 3: 4.086 (Boll UB) lalu 4.200 (200 SMA).
  • Support 1: 3.860–3.810 (low 10-29 3.860; close 10-27 3.810).
  • Support 2: 3.813 (Boll LB).
  • Support 3: 3.760 / ekor 3.410 (low 10-16).

Entry: tunggu dua syarat sekaligus — (a) close harian > 4.000 dan (b) MACD line > signal. Baru itu valid. Entry sekarang = beli di tengah band tanpa konfirmasi, dan histori 09-30 menunjukkan sinyal palsu sejenis.

Stop: entry 4.020 → stop 3.860 (di bawah low 10-29 dan Boll LB, ~1,3 ATR). Risiko ~160 poin = ~4%.

Target: T1 4.059 (50 SMA, +1%), T2 4.086 (Boll UB, +1,6%), T3 4.200 (200 SMA, +4,5%). Risk/reward ke T3 ~1,1:1. Ke T2 ~0,4:1. RR jelek. Itu alasan utama tidak masuk sekarang.

Alternatif short-side: hanya jika close < 3.810 dengan volume. Target 3.760, lalu ekor 3.410. Stop 3.940.

Position size: ATR 126 = ~3,2% harga. Batasi risiko posisi <= 0,5–0,75% ekuitas per trade.

Peringatan: net asing berbalik -89.800 di hari volume tertinggi (10-29) setelah +156.900 di 10-28. Dua hari duplikasi = ragu. Volume besar di dasar belum tentu akumulasi — histori nama ini menunjukkan volume besar selalu di puncak distribusi.

Rating: Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Kategori Sinyal Bukti (2026-10-29) Implikasi
Tren jangka panjang Bearish Close 3.940 < 200 SMA 4.200 (-6,2%); 200 SMA turun 4.271 (09-18) → 4.200 Jangan buy-and-hold
Tren menengah Bearish Close < 50 SMA 4.059; 50 SMA < 200 SMA (death cross); 50 SMA turun 10 sesi beruntun Uptrend belum ada
Tren pendek Netral/bounce Close 3.940 > 10 EMA 3.905; 10 EMA naik dari 3.901 (10-27) Bounce baru, rapuh
Momentum MACD Melemah, belum beli macd -52,28; macds -50,35; macdh -1,94 (dari -13,38 di 10-27) Tekanan jual reda, belum crossover
Momentum RSI Netral RSI 47,84 (dari 36,88 di 10-27) Ruang naik ada, bukan oversold
Volatilitas Tinggi ATR 125,76; spike 144,7 (10-01), 144,2 (10-19) Stop wajib >=1 ATR
Bollinger Di bawah middle Close 3.940 vs boll 3.949,5; UB 4.085,8; LB 3.813,2 Bias turun ke middle
Volume/VWMA Konfirmasi ragu vwma 3.905,3; volume 10-28 1,45 jt, 10-29 2,62 jt Akumulasi awal, kualitas rendah
Net asing Berbalik jual 10-28 +156.900; 10-29 -89.800 Dua hari campur = ragu
Bandarmologi Lokal silang RS +4,019 M @3.956; YU +960 jt @3.877; SA -5,000 M @3.876; OD -743 jt; CC -623 jt @3.974 Akumulasi lokal ada, penjual lokal seimbang
Support 3.860 / 3.813 / 3.760 Low 10-29; Boll LB; ekor 3.410 (10-16) Zona stop
Resistance 4.000 / 4.059 / 4.086 / 4.200 Close mentok 4.000 (10-09, 10-14); 50 SMA; UB; 200 SMA Gate beli 4.000, konfirmasi 4.059
Risk/reward Jelek Entry 4.020, stop 3.860, T3 4.200 = ~1,1:1 Tunggu setup lebih baik

Analisa fundamental

720 kata

Laporan Fundamental BINA.JK — PT Bank Ina Perdana Tbk

Profil

  • Nama: PT Bank Ina Perdana Tbk. Kode IDX: BINA. Sektor: Financial Services / Banks - Regional.
  • Harga terakhir: 3.940 (+60, +1,54%). VWAP 3.910,48.
  • Saham beredar: 6.073.369.498. Kapitalisasi pasar: Rp23,93 triliun.
  • Turnover ratio 0,000431 — sangat tipis. Volume hari terakhir 26.242 lot, nilai Rp10,26 miliar. Likuiditas rendah, spread lebar, slippage tinggi.
  • Struktur pemilik terkait transaksi: DBS Bank (asing, 593,4 juta saham), Indolife Pensiontama (1,34 miliar), Asuransi Jiwa Central Asia Raya (~408 juta, turun terus).

Laba Rugi Q2 2026 (periode berjalan, per filed)

Item Nilai (Rp)
Pendapatan bunga 508.116.000.000
Beban bunga (341.339.000.000)
Pendapatan bunga neto (NII) 166.777.000.000
Laba operasional (67.541.000.000)
Laba sebelum pajak 16.113.000.000
Beban pajak (4.085.000.000)
Laba bersih 12.028.000.000
Penghasilan komprehensif lain (OCI) (137.338.000.000)
Laba komprehensif (125.310.000.000)

Catatan penting:

  • Laba operasional negatif (Rp67,5 miliar) tapi laba sebelum pajak positif Rp16,1 miliar → laba ditopang pos non-operasional (kemungkinan pendapatan lain/pemulihan CKPN). Kualitas laba lemah.
  • OCI −Rp137,3 miliar → laba komprehensif negatif Rp125,3 miliar padahal laba bersih positif. Sumber: penurunan nilai surat berharga (mark-to-market AFS/FVOCI), khas bank kecil dengan portofolio obligasi sensitif suku bunga.
  • Cost of funds tinggi: beban bunga 67% dari pendapatan bunga. NIM tipis.
  • Pajak efektif ~25,4%. Laba bersih per kuartal Rp12 miliar → annualized ~Rp24 miliar → P/E ~1.000x. Valuasi ekstrem.

Neraca / Arus Kas

Tool get_balance_sheet, get_cashflow, get_income_statement (annual) hanya mengembalikan daftar periode (FY2022–FY2025, Q3 2023–Q2 2026), tanpa baris angka. Rincian aset, liabilitas, ekuitas, CKPN, LDR tidak tersedia. Data ini harus diambil manual dari laporan keuangan IDX/website bank sebelum ambil posisi besar.

Insiders (15 dari 239 transaksi)

  • 2026-10-21 SELL Asuransi Jiwa Central Asia Raya: 410.177.700 → 407.627.700 (−2.550.000).
  • 2026-10-01, 10-02, 10-05 SELL Central Asia Raya: @ −12.500.000 per hari (total −37,5 juta).
  • 2026-09-28 TRANSFER Central Asia Raya: −12,5 juta dan +12,5 juta (net nol, kemungkinan pindah rekening/repo).
  • 2026-06-11 BUY DBS Bank (asing): +593.387.750 saham — entri baru besar.
  • 2026-01-21 BUY Indolife Pensiontama: +1.339.483.685 saham — entri besar.
  • 2025-04-14 UOB Kay Hian: sell & buy saham sama (net nol).

Pola: insider jual beruntun di Oktober (Central Asia Raya), sementara dua institusi besar masuk tahun ini. Sinyal campur; tekanan jual kecil tapi konsisten.

Musiman

Tool seasonality kosong. Tidak ada basis statistik musiman. Abaikan.

Penilaian

Positif:

  • Dua institusi besar (DBS, Indolife) jadi pemegang saham — sinyal kepercayaan strategis.
  • Harga naik +1,54%, di atas VWAP.
  • Pajak & laba bersih positif, meski tipis.

Negatif:

  • Laba operasional negatif. Laba bersih hanya dari pos non-operasional.
  • OCI −Rp137 miliar, laba komprehensif negatif. Ekuitas tergerus.
  • NIM tipis (beban bunga 67% pendapatan bunga). Efisiensi buruk.
  • P/E annualized ~1.000x. Harga tidak didukung laba.
  • Likuiditas sangat rendah (turnover 0,043%). Susah keluar.
  • Insider jual beruntun Oktober.

Kesimpulan: fundamental lemah, valuasi ekstrem, likuiditas tipis, insider jual. Satu-satunya penopang narasi: kehadiran DBS/Indolife. Tanpa angka neraca lengkap, risiko buta. Hindari posisi besar. Trader spekulatif saja, stop ketat.

Rating: Sell

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Aspek Data Baca
Ticker BINA.JK (IDX) Bank Ina Perdana Tbk
Harga 3.940 (+1,54%) Di atas VWAP 3.910
Market cap Rp23,93 T Kecil, likuiditas tipis
Turnover 0,000431 Sangat rendah
NII Q2 2026 Rp166,8 M Beban bunga 67% pendapatan bunga
Laba operasional −Rp67,5 M Inti bisnis rugi
Laba bersih Rp12,0 M Ditopang pos non-operasional
OCI −Rp137,3 M Penurunan nilai surat berharga
Laba komprehensif −Rp125,3 M Ekuitas tergerus
P/E (annualized) ~1.000x Valuasi ekstrem
Insider Okt 2026 Central Asia Raya jual 5 hari Tekanan jual
Insider Jun 2026 DBS Bank beli 593,4 jt Sinyal positif
Insider Jan 2026 Indolife beli 1,34 Mlr Sinyal positif
Neraca/arus kas detail Tidak tersedia dari tool Harus cek laporan IDX
Musiman Tidak ada data Abaikan
Rating Sell Hindari posisi besar

Analisa sentimen

422 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

BINA.JK — Sentiment Report (2026-10-22 → 2026-10-29)

Rating: Neutral | Score 5/10 | Confidence: low

Status sumber data

Sumber Status Dampak
News (Yahoo Finance, 7 hari) Tidak tersedia — tidak ada artikel bertag BINA.JK; vendor tidak bisa melayani get_news Nol sinyal institusional
StockTwits Tidak tersedia — HTTPError Nol sinyal retail
Reddit Tidak tersedia — tidak ada query untuk BINA.JK Nol diskusi komunitas

Ketiga sumber kosong atau gagal. Tidak ada data yang bisa dianalisis. Tidak ada estimasi atau angka yang dikarang.

Breakdown per sumber

  • News: DATA_UNAVAILABLE. Ini tidak menyatakan apa pun soal BINA.JK — hanya bahwa tidak ada cakupan bertag untuk ticker ini. PT Bank Ina Perdana Tbk adalah bank regional di BEI dengan kapitalisasi/likuiditas relatif kecil, jadi minim cakupan media berbahasa Inggris bukan hal aneh.
  • StockTwits: gagal fetch (HTTPError). Rasio Bullish/Bearish tidak bisa dihitung. Ukuran sampel = 0, jadi tidak ada dasar sama sekali untuk membaca over-extension atau ketidakpastian.
  • Reddit: tidak ada data ditarik. Sunyi total, bukan netral secara sinyal — hanya tidak ada sampel.

Divergensi

Tidak bisa dinilai. Divergensi butuh minimal dua sumber aktif; di sini nol.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada topik berulang karena tidak ada teks.

Katalis & risiko

Tidak ada katalis teridentifikasi dari data. Yang bisa disebut hanya struktural dan bukan dari sumber: laporan keuangan kuartalan bank (jadwal rilis tidak dikonfirmasi di sini), likuiditas saham tipis, dan sensitivitas terhadap kebijakan suku bunga BI serta kualitas aset segmen bank kecil. Ini tidak bersumber dari data yang diberikan — jangan diperlakukan sebagai temuan.

Tabel sinyal

Arah Sumber Bukti
Tidak diketahui News (Yahoo Finance) DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel
Tidak diketahui StockTwits HTTPError, 0 pesan
Tidak diketahui Reddit Tidak ada query / tidak ada post

Kesimpulan

Band = Neutral semata karena semua sumber benar-benar sunyi, bukan karena sinyal campuran seimbang. Skor 5 adalah titik tengah tanpa informasi, bukan penilaian bullish/bearish. Confidence low — sampel nol.

Sentimen masa lalu bukan prediktor harga. Untuk BINA.JK, bobot utama harus dari fundamental (NIM, CKPN, LDR, CAR), likuiditas perdagangan, dan teknikal; bukan dari laporan ini.

Cara memperbaiki read: tambahkan feed berita berbahasa Indonesia (mis. Kontan, Bisnis.com, IDX disclosure), StockTwits dengan retry, dan query Reddit r/IndonesiaInvestasi atau r/finansial.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD — bukan rekomendasi dari sinyal sentimen; tidak ada sinyal untuk ditindaklanjuti.

Analisa berita

532 kata

Laporan Riset Berita — BINA.JK (PT Bank Ina Perdana Tbk)

1. Berita emiten: TIDAK TERSEDIA

get_news untuk BINA.JK gagal. Vendor (Yahoo Finance) tidak punya artikel bertag BINA.JK. Ini bukan sinyal negatif tentang emiten — murni keterbatasan data. Tidak ada angka yang diestimasi.

Konsekuensi trading: tidak ada katalis mikro yang bisa diverifikasi pekan ini (laba, RUPS, aksi korporasi, perubahan kepemilikan). Posisi BINA.JK harus diperdagangkan atas dasar teknikal/harga saja, bukan narasi berita.

2. Makro global: data FRED TIDAK TERSEDIA

Indikator cpi, fed_funds_rate, 10y_treasury, unemployment gagal karena FRED_API_KEY tidak diset. Tidak ada nilai makro yang bisa dikutip. Jangan pakai angka dari ingatan.

3. Prediction markets (Polymarket, live)

  • Tidak ada pemotongan Fed di 2026: Yes 97% (volume $9,2 juta, +0,1pp dalam sepekan). Pasar memperkirakan hold sepanjang 2026.
  • 1 pemotongan di 2026: 0,75% (-0,4pp sepekan). 2 pemotongan: 0,15%. Sisa bucket ≤0,05%.
  • Resesi AS akhir 2026: Yes 6% ($2,39 juta, -2,0pp sepekan). Prospek memburuk ke arah soft/no landing.
  • Resesi AS akhir 2027: 35% (volume tipis $13 ribu, bobot rendah).

Implikasi untuk BINA.JK: environment suku bunga tinggi bertahan. Untuk bank, ini dua sisi — NIM bisa terjaga, tapi biaya dana dan kualitas kredit jadi risiko utama. Tidak ada dukungan makro untuk ekspansi valuasi bank kecil.

4. Konteks pasar IDX (screener 28 Okt 2026, status tutup)

  • Screener tidak memuat BINA. Tidak ada konfirmasi sinyal broker/volume/asing untuk BINA.JK.
  • Top gainer hari ini didominasi nama kecil/illikuid (SMCB +158% pada 1 transaksi — artefak likuiditas, bukan sinyal). Loser: SMMA -38% dengan volume besar (Rp212 miliar).
  • Total saham bergerak: 867. Rotasi menyebar, tidak ada tema sektoral bank yang terlihat dari data movers.

5. Kesimpulan & aksi

  • Bukti katalis: nol. Bukti makro: nol (data gagal). Bukti pasar: nol untuk BINA spesifik.
  • Satu-satunya input kuat: Fed hold ~97% → likuiditas global ketat, sentimen risiko emerging market netral-negatif.
  • Sikap: netral, tanpa menambah eksposur sampai berita emiten atau data makro tersedia. Volume BINA.JK tipis-kan risiko gap; hindari size besar.
  • Cek berikut: harga/volume BINA.JK vs IHSG, dan berita emiten langsung (IDX disclosure), karena feed otomatis kosong.

Rating: Hold (neutral, data-driven conviction rendah)

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Item Temuan Sumber Arah untuk BINA.JK
Berita emiten 7 hari TIDAK TERSEDIA (vendor kosong) get_news Tidak ada katalis; trade berbasis harga saja
CPI / Fed funds / UST10Y / unemployment TIDAK TERSEDIA (FRED_API_KEY tidak diset) get_macro_indicators Jangan pakai asumsi makro tanpa data
Fed cut 2026 97% tidak ada pemotongan Polymarket ($9,2jt) Suku bunga tinggi bertahan; NIM vs biaya dana
Resesi AS 2026 6%, -2pp sepekan Polymarket ($2,39jt) Risiko kredit jangka pendek rendah
Resesi AS 2027 35% (volume tipis) Polymarket Sinyal lemah, bobot rendah
Screener IDX BINA tidak muncul get_idx_screener Tidak ada konfirmasi aliran dana
Movers IDX 28 Okt 867 saham bergerak, gainer utama illikuid get_market_breadth Rotasi tanpa tema bank
Posisi disarankan Netral, size kecil, tunggu katalis — Hold
Rating Hold — FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD