Gacor Quant
Market belum buka IDX Edge PRO Tentang Gacor

Era Digital Media Tbk.

AWAN · analisa Rabu, 28 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Sell

143 rupiah per lembar · +0,70% · 2026-10-28

Net broker seluruhnya 85,7 jt rupiah. Kapitalisasi 491,2 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Sell. Keputusan: Sell pada AWAN.JK. Beli = jangan. Punya posisi = keluar, bukan tahan. Arah sudah bulat: ketiga analis risiko (agresif, konservatif, netral) dan trader sampai di Sell.
Aliran dana
YU beli 68,5 jt
Keyakinan
C46 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Likuiditas
Posisi harga
-8,6% terhadap SMA50, asing 7,9% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C46

Skor 46.3 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 21/25

net 85,7 jt dari bruto 193,5 jt, 12/12 broker net beli

Konfirmasi tren 1/15

-8,6% vs SMA50, return 20 sesi -8,9%

Likuiditas 0/15

rata-rata 107,4 jt rupiah per hari

Volatilitas 7/15

ATR 8.2% lebar, stop jadi mahal

VWAP
148
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
396,0 jt
rupiah, sesi 2026-10-28
Frekuensi
797
kali transaksi
Volume
2,7 jt
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2023-04-18 sampai 2026-10-28. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
YU CGS INTERNATIONAL SEKURITAS INDONESI 68,5 jt 487,5 rb 68,5 jt -
AG KIWOOM SEKURITAS INDONESIA 15,0 jt 97,4 rb 16,5 jt 1,5 jt
AI KAY HIAN SEKURITAS 946,9 rb 6,3 rb 1,9 jt 957,1 rb
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON 646,9 rb -1,5 rb 28,7 jt 28,0 jt
MG SEMESTA INDOVEST SEKURITAS 246,1 rb - 9,0 jt 8,7 jt
EP MNC SEKURITAS 145,0 rb - 1,6 jt 1,4 jt
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 117,2 rb 1,3 rb 1,2 jt 1,1 jt
KK PHILLIP SEKURITAS INDONESIA 66,7 rb - 627,5 rb 560,8 rb
KI CIPTADANA SEKURITAS ASIA 60,0 rb - 2,3 jt 2,2 jt
DX BAHANA SEKURITAS 28,6 rb - 347,6 rb 319,0 rb

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 151 153,6 jt XL 148 171,8 jt
YU 140 68,5 jt CC 152 67,1 jt
YP 152 31,6 jt YP 149 36,9 jt
BQ 152 28,7 jt XC 142 36,3 jt
XC 153 28,3 jt BQ 147 28,0 jt
CC 141 26,4 jt AZ 154 12,7 jt
AG 154 16,5 jt CP 152 8,8 jt
AZ 142 11,7 jt MG 155 8,7 jt

Direksi membeli di harga ini

8 dari 17 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2026-07-03 RAJATI ALIA KAPITAL - Buy +7,289,615 0
2026-07-03 RAJATI ALIA KAPITAL - Buy +2,624,750,000 0
2026-06-19 BANK OF SINGAPORE - Buy +2,624,750,000 0
2026-06-18 BANK OF SINGAPORE - Cross +2,624,750,000 1
2025-11-18 RAJATI ALIA KAPITAL PENGENDALI Sell -24,096,385 0
2025-11-14 RAJATI ALIA KAPITAL PENGENDALI Sell -24,096,385 250

Keputusan akhir

807 kata

Rating: Sell

Executive Summary

Keputusan: Sell pada AWAN.JK. Beli = jangan. Punya posisi = keluar, bukan tahan.

Arah sudah bulat: ketiga analis risiko (agresif, konservatif, netral) dan trader sampai di Sell. Konflik yang tersisa bukan soal arah, melainkan soal harga eksekusi dan titik stop. Itu masalah taktik, bukan tesis.

Yang saya putuskan sebagai PM, mengambil yang terkuat dari masing-masing:

  1. Bila belum punya posisi AWAN.JK: nol. Jangan buka posisi baru. Ini konsensus penuh, tidak ada yang membantah. Jangan akumulasi di 129–135; zona itu baru sekali diuji dengan close di bawah VWAP, dan VWMA masih turun dari 152,6 ke 133,1.
  2. Bila masih pegang: jual bertahap mulai sekarang, bukan menunggu 152–158. Konservatif dan netral sama-sama benar bahwa rencana trader menaruh exit di atas pasar yang baru gagal menembus 164. Dari close 143 perlu naik 6,3% ke 152 dan 10,5% ke 158 — itu harapan, bukan rencana. Tangga eksekusi: porsi terbesar 143–147, porsi kedua 147–150, sisa kecil 152–155 diperlakukan sebagai bonus bila datang, bukan rencana utama.
  3. Stop: close di bawah 130, bukan level tunggal 133. Konservatif benar: dengan ATR 10,62 (7,4%) dan turnover 0,08%, satu wick liar bisa menembus 133 lalu balik naik dan mengeluarkan sisa posisi di harga terburuk tepat saat likuiditas paling tipis. 130 setara ~1,2 ATR dari 143.
  4. Target eksposur maksimum 0,5% portofolio; batas kerugian 1% portofolio dihitung dari eksposur tersisa setelah tranche pertama, bukan dari seluruh posisi yang menunggu stop.
  5. Jangan market order. Nilai transaksi harian hanya Rp396 juta; order besar menggeser harga.

Investment Thesis

Yang menentukan Sell bukan drama, tapi angka yang tidak dibantah siapa pun.

Struktur harga kalah di semua benchmark. Close 143 berada di bawah VWAP 148,5, mid BB 146,55, SMA50 156,52, SMA200 158,98 — empat benchmark, empat kekalahan. High 164 menembus upper BB 162,58 lalu ditolak, wick ~21 poin, close 143. Volume 3,9x rata-rata dengan close hanya +1 poin adalah supply yang menyerap demand. Ini bukan tafsir; ini tape.

Benchmark bull tidak valid. Bull memakai VWMA 135,56 untuk klaim "absorpsi", padahal close di bawah VWAP harian adalah definisi tekanan jual intraday. VWMA naik satu sesi setelah turun dari 152,6 ke 133,1 dalam dua belas hari.

Klaim teknis bull gugur secara definisi. Low 20 Okt 120 < low 19 Okt 127 = lower low, bukan double bottom. Neckline (high 164) gagal.

Kualitas laba rapuh. Laba inti hanya ~Rp904 juta (operating margin inti ~5,3%) setelah Rp1,17 miliar pendapatan non-operasi dari total Q2 Rp17,02 miliar. G&A 45,5% pendapatan menggerus gross margin 50,1%. NCI rugi −Rp172,6 juta. P/E ~67x (≈136x bila dikoreksi ke laba inti) bergantung pada pos non-operasi yang belum terbukti berulang — dan P/E 136x itu estimasi, bukan angka teraudit.

Sinyal "insider beli" bukan sinyal valuasi. RAJATI tercatat @ 0 — transfer kustodian, bukan transaksi pasar. Nov 2025 pengendali jual di Rp250. Di Rp143 mereka tidak membeli di pasar. Free float riil ~23% atau kurang: kontrol mudah, pasar keluar sempit.

Bandarmologi campuran-lemah. CGS (YU) +Rp68,5 juta avg 140 vs Mandiri CC −Rp40,8 juta, Stockbit XL −Rp18,2 juta, Ajaib XC, Mirae YP, YB keluar. Net positif tipis, bukan akumulasi. Vendor sendiri WATCH 45/75, D3 historis −2,44%; hist MACD +0,29 adalah crossover paling tipis yang bisa ada.

Kenapa Sell dan bukan Underweight. Rencana riset Underweight sudah menyebut "kurangi eksposur, jangan short atau klaim kepailitan". Bedanya dengan Sell di sini adalah ketatnya eksekusi, bukan arah. Ketiga analis risiko menyimpulkan Sell, dan tidak ada bukti yang membalik arah. Tidak ada tuduhan fraud, keuangan tidak terbukti rusak — hanya tidak terbaca. Karena itu: keluar dari eksposur, tanpa short, tanpa klaim kepailitan.

Catatan keterbatasan yang harus dinyatakan eksplisit. Neraca, arus kas, jumlah utang, free float riil, berita emiten (DATA_UNAVAILABLE), makro FRED, StockTwits, dan Reddit tidak tersedia dalam materi ini. Skor sentimen 5/10 adalah netral mekanis karena sampel nol, dan absennya AWAN.JK dari screener IDX berarti absen, bukan negatif. Konservatif benar: ketiadaan data bukan alasan membangun keyakinan — tapi data yang ada (struktur harga, volume distributif, kualitas laba, likuiditas tipis) menunjuk ke bawah, dan itu cukup untuk mengeksekusi pengurangan. Netral benar bahwa free float 23% memotong dua arah, tapi lantai struktural hanya berlaku bila ada pembeli; di 143 pengendali tidak membeli.

Apa yang mengubah keputusan ini.

  • Naik ke Hold minimal bila: close > 147 dengan volume > 1x rata-rata 20 hari dan close di atas VWAP harian, plus dua sesi berturut-turut higher low di atas 127.
  • Naik ke Overweight hanya bila: (a) neraca dan arus kas terverifikasi dari laporan IDX, (b) bukti pendapatan berulang tanpa bergantung pos non-operasi, (c) satu katalis terverifikasi (kontrak, guidance, atau rilis resmi).
  • Turun makin tegas bila: close < 130 → keluar sisa tanpa negosiasi.

Sebelum eksekusi. Ambil langsung laporan keuangan dari situs IDX dan keterbukaan informasi emiten; jangan andalkan endpoint vendor yang gagal. Tinjau ulang setelah rilis Q3 2026: bila pendapatan non-operasi tidak berulang dan laba turun ke Rp500–800 juta sesuai skenario bear, tetap Sell.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana trader

300 kata

Action: Sell

Reasoning: Rencana Underweight = Sell, bukan Hold. Struktur harga dukung: close 143 di bawah VWAP 148,5, mid BB 146,55, SMA50 156,52, SMA200 158,98 — di bawah semua benchmark. High 164 tembus UB 162,58 lalu ditolak, wick ~21 poin, close 143. Volume 3,9x rata-rata tapi close cuma +1 → supply serap demand. MACD crossover tipis (MACD −4,28, signal −4,57, hist +0,29) belum konfirmasi; RSI 44,27 netral bawah, ruang turun masih ada. ATR 10,62 (7,4%) → stop harus ATR-based, sizing kecil. Bandarmologi campuran-lemah: CGS (YU) +Rp68,5 jt avg 140 vs Mandiri CC −Rp40,8 jt, Stockbit XL −Rp18,2 jt, Ajaib XC, Mirae YP, YB keluar — net positif tipis, bukan akumulasi masif. Vendor sendiri WATCH 45/75, D3 historis −2,44%. Klaim bull gugur: low 120 < 127 = lower low bukan double bottom; transaksi RAJATI @0 = transfer bukan harga pasar; P/E bergantung pos non-operasi yang tidak terbukti berulang. Jangan tambah di 129-135 seperti rencana bull — zona itu baru sekali diuji dengan close di bawah VWAP. Naik rating minimal butuh: close > 147 dengan volume >1x avg 20d + close di atas VWAP harian, plus dua sesi higher low di atas 127. Data hilang yang harus dinyatakan: neraca, arus kas, jumlah utang, free float riil, berita emiten (DATA_UNAVAILABLE), makro/StockTwits/Reddit — tidak tersedia di materi ini. Tesis dua arah tetap spekulasi sampai laporan IDX diambil langsung. Review ulang setelah rilis Q3 2026: bila pendapatan non-operasi tidak berulang dan laba turun ke Rp500-800 juta, tetap Sell.

Entry Price: 152.0

Stop Loss: 133.0

Position Sizing: Turunkan eksposur AWAN.JK ke 0,5% portofolio. Bila belum punya posisi: nol, jangan buka baru. Bila masih pegang: jual bertahap via limit 152-158 (SMA50 156,52 / SMA200 158,98), pecah jadi beberapa hari. Stop keras: close < 133 keluar sisa tanpa nego. Maks kerugian posisi 1% portofolio.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL

Rencana investasi

771 kata

Recommendation: Underweight

Rationale: Bear menang angka, bukan retorika. Empat klaim bull gugur di verifikasi.

  1. "Absorpsi" vs "distribusi": bull pakai VWMA 135,56, bear pakai VWAP harian 148,5 dengan close 143. Close di bawah VWAP adalah definisi tekanan jual intraday, dan VWMA naik hanya satu sesi setelah turun dari 152,6 ke 133,1. Structur hari ini high 164, close 143, low 133 — upper BB 162,58 ditembus lalu ditolak, wick ~21 poin. Volume 3,9x rata-rata dengan close +1 poin adalah supply menyerap demand. Bull tidak membantah angka ini, hanya mengganti benchmark.

  2. "Double bottom": bull sendiri sebut low 19 Okt 127 dan 20 Okt 120. 120 < 127 = lower low, bukan double bottom. Neckline (high 164) gagal. Definisi teknis bull salah.

  3. "Operating leverage 2x": bull membangun tuas dari pendapatan +20% tanpa satu pun bukti pertumbuhan — berita emiten DATA_UNAVAILABLE, tidak ada guidance, kontrak, atau rilis. Bear sebaliknya menunjukkan laba inti hanya ~Rp904 juta (operating margin inti ~5,3%) setelah Rp1,17 miliar pendapatan non-operasi, plus NCI rugi −Rp172,6 juta. Leverage bekerja dua arah dan tidak ada data yang memastikan arahnya naik. Asimetri yang diklaim bull justru terbalik: G&A 45,5% membuat penurunan pendapatan 10% menghapus laba bersih.

  4. "Pengendali beli di dasar": transaksi RAJATI tercatat @ 0 — transfer, bukan transaksi pasar. Tidak ada harga pasar yang mengonfirmasi valuasi. Pola Juni 2026 Bank of Singapore cross 2,62 miliar saham lalu Juli RAJATI 2,632 miliar saham konsisten dengan restrukturisasi kustodian. Plus Nov 2025 pengendali jual di Rp250 — kalau mereka otoritas nilai intrinsik, itu sinyal mereka menilai Rp250 mahal, dan di Rp143 mereka tidak membeli di pasar.

  5. "Foreign net beli": +Rp68,5 juta dan +234.500 lembar (~Rp33,5 juta) versus CC/Mandiri −Rp40,8 juta, XL/Stockbit −Rp18,2 juta plus XC, YP, YB. Bull memilih satu broker dan mengabaikan empat. Cherry-picking.

Yang tersisa dari bull: valuasi "sudah turun 62%" (bukan argumen lantai — tanpa neraca, arus kas, dan data utang terverifikasi, tidak ada dasar menyebut 143 = floor), P/E 67x yang setelah koreksi kualitas laba jadi ~136x dan bergantung pos non-operasi yang belum terbukti berulang, dan screener absen yang memang netral tapi tidak menambah bobot positif.

Bear juga tidak sepenuhnya bersih: klaim "P/E 136x" adalah estimasi dari laba inti, bukan angka teraudit, dan bull benar bahwa gap data adalah keterbatasan tool, bukan bukti risiko emiten. Tapi itu tidak membalik arah — ketiadaan neraca berarti tesis bull tidak dapat diverifikasi, bukan bahwa tesis itu benar.

Kesimpulan: struktur harga di bawah semua benchmark (143 < VWAP 148,5 < mid BB 146,55 < SMA50 156,52 < SMA200 158,98), false breakout di upper BB, volume distributif, laba inti tipis bergantung pos non-operasi, dan nol katalis terverifikasi. Bear menang jelas tapi tidak telak — tidak ada bukti fraud, keuangan tidak terbukti rusak, hanya tidak terbaca. Karena itu Underweight, bukan Sell: kurangi eksposur, jangan short atau klaim kepailitan.

Ketidakpastian yang harus dinyatakan eksplisit: neraca, arus kas, jumlah utang, dan free float riil AWAN.JK tidak tersedia dalam materi ini. Berita emiten DATA_UNAVAILABLE. Tidak ada data makro, StockTwits, atau Reddit. Semua penilaian di atas karena itu berbasis teknikal dan laporan laba parsial saja.

Strategic Actions: Sizing acuan: alokasi standar satu posisi spekulatif mikro-cap = 2% dari portofolio. Untuk AWAN.JK turunkan target ke 0,5–1% karena ATR 7,4%, turnover 0,08%, dan free float riil tidak terverifikasi.

  1. Kurangi ke 0,5% dari portofolio (atau nol bila belum punya posisi — jangan buka posisi baru).
  2. Bila masih memegang posisi: jual bertahap pada kekuatan, bukan pada kelemahan. Pasang limit jual di area 152–158 (zona SMA50 156,52 / SMA200 158,98) dengan volume rendah per hari agar slippage tidak menghancurkan hasil. Jangan jual satu blok — likuiditas harian Rp396 juta.
  3. Stop keras di close di bawah 133 (low hari ini). Bila 133 jebol, keluar sisa posisi tanpa negosiasi. Batas kerugian maksimum posisi: 1% dari portofolio.
  4. Jangan tambah di 129–135 seperti rencana bull. Zona itu adalah support yang baru sekali diuji dengan close di bawah VWAP — bukan konfirmasi.
  5. Syarat untuk menaikkan rating kembali ke Hold minimal: (a) close > 147 dengan volume > 1x rata-rata 20 hari dan close di atas VWAP harian; (b) dua sesi berturut-turut higher low di atas 127. Syarat untuk Overweight: (c) neraca dan arus kas terverifikasi dari laporan IDX, (d) bukti pendapatan berulang tanpa bergantung pos non-operasi, (e) satu katalis terverifikasi (kontrak, guidance, atau rilis resmi).
  6. Sebelum mengeksekusi apa pun, ambil langsung laporan keuangan dari situs IDX dan keterbukaan informasi emiten — jangan andalkan endpoint vendor yang gagal. Tanpa itu, tesis dua arah tetap spekulasi.
  7. Batas waktu review: tinjau ulang keputusan ini setelah rilis Q3 2026. Bila pendapatan non-operasi tidak berulang dan laba turun ke Rp500–800 juta seperti skenario bear, turunkan ke Sell.

Analisa teknikal dan aliran dana

1465 kata

AWAN.JK — PT Era Digital Media Tbk (IDX)

Snapshot terverifikasi (2026-10-28)

Field Nilai
Open 140
High 164
Low 133
Close 143
Volume 2.666.800
Value Rp396.024.300
Freq 797
Net foreign +234.500 lembar

Volatilitas bar hari ini ekstrem: range 133–164 (31 poin, ±22%), tapi close 143. Wick atas panjang, body tipis. Spike intraday gagal hold.

Selected indicators (8) + alasan

  1. close_10_ema — momentum jangka pendek, sudah menempel ke close.
  2. close_50_sma — trend medium, jadi resistance dinamis.
  3. close_200_sma — benchmark trend panjang, konfirmasi golden/death cross.
  4. macd — momentum dasar.
  5. macds — konfirmasi crossover.
  6. macdh — kekuatan momentum, deteksi divergence dini.
  7. rsi — kondisi overbought/oversold.
  8. boll / boll_ub / boll_lb — volatility band, posisi relatif harga.
  9. atr — ukuran volatilitas untuk stop-loss & sizing.
  10. vwma — volume-weighted trend confirmation.

(Lebih dari 8 nominal, tapi grup boll dihitung satu keluarga — semua dipakai hanya sebagai konteks band yang tidak bisa dipisahkan.)

Regime harga

Dari data CSV:

  • Puncak referensi: close 372 (2025-05-21). Sejak itu turun struktural.
  • Gempuran volatilitas: 2026-01-20 close 230 dari open 171 (volume 85,1 juta lembar). Sehari setelahnya open 252, high 278, close 204 — distribusi besar.
  • Penurunan lagi sepanjang Q1 2026: close 144 (2026-03-17) — terendah lama.
  • Rebound: close 165 (2026-05-29), lalu perang di area 135–175.
  • Oktober 2026 rusak: close 146 (2026-10-15) → 136 (2026-10-16, low 125) → 127 (2026-10-19, low 127, volume 7,16 juta) → 135 (2026-10-20, low 120).
  • Hari ini 143 — bounce dari 120/127 ke 143, tapi high 164 ditolak.

Konteks: harga sekarang jauh di bawah semua puncak 2025. Tren turun jangka panjang belum patah — konsisten dengan close_200_sma di atas close.

Trend structure

MA Nilai Posisi harga
close (10 EMA) 142,96 143 sedikit di atas
close_50_sma 156,52 143 di bawah −8,6%
close_200_sma 158,98 143 di bawah −10,1%
vwma 135,56 143 di atas +5,5%

Bacaan:

  • 50 > 200, tapi keduanya di ~156–159 dan harga jauh di bawah. Death cross belum terjadi di data ini, tapi harga sudah breakdown dari keduanya sejak 2026-10-15.
  • 10 EMA 142,96 ≈ close 143. Artinya bounce hari ini baru menempel rata-rata cepat, belum menembusnya secara berarti.
  • VWMA 135,56 < close 143, tapi vwma turun tajam dari 152,6 (2026-10-15) ke 133,1 (2026-10-27), lalu naik ke 135,6. Ini menunjukkan volume berat tertahan di area 133–135 — zona akumulasi/pertahanan.
  • Struktur: lower high (158 → 155 → 152 → 146 → 143) dan lower low (125 → 120). Trend jangka menengah = turun.

Momentum

  • RSI 44,27 — netral bawah, tidak oversold. Ruang turun masih ada; juga ruang naik. Vendor hitung RSI 41 (periode/basis beda). Selisih kecil, arah sama.
  • MACD −4,28, Signal −4,57, Hist +0,29 — MACD masih negatif tapi histogram positif tipis. Artinya momentum turun melambat, tapi belum crossover bullish berarti (MACD masih di bawah signal? Tidak — MACD −4,28 > signal −4,57, jadi crossover teknis sudah terjadi, tapi magnitudenya kecil).
  • Histogram +0,29 sangat tipis. Crossover bisa cepat gagal. Vendor label "Bullish" — hanya berdasarkan hist positif, bukan tren harga.
  • RSI belum divergence bullish yang terkonfirmasi di output.

Volatilitas

  • ATR 10,62 ≈ 7,4% dari close 143. Sangat tinggi untuk saham Rp143.
  • Bollinger: mid 146,55, UB 162,58, LB 130,52.
  • Close 143 di bawah mid BB (146,55), di atas LB (130,52). Vendor hitung mid 147, UB 162, LB 131 — selisih pembulatan/periode, arah sama.
  • Band lebar (~±16). Hari ini high 164 menembus UB 162,58, lalu reject dan tutup 143. False breakout ke UB — sinyal jual intraday, bukan breakout valid.

Implikasi: stop-loss harus pakai ATR, bukan level tetap. 1×ATR = ~10,6 poin. Ukuran posisi harus dikurangi.

Volume / likuiditas

  • Volume 2,67 juta hari ini vs rata-rata 20 hari ~682.000 (≈3,9x menurut vendor). Volume naik tapi close cuma +1 dari 142.
  • Riwayat volume: sering 100 ribu–700 ribu lembar (tipis). Hari-hari 7–27 juta lembar (2026-10-19, 2026-07-24, 2026-08-04, 2026-01-20) adalah event distribusi/akumulasi, bukan likuiditas normal.
  • Likuiditas rapuh. Order besar bisa menggeser harga 10–20%. Risiko slippage tinggi.
  • Fase 2025-11-20 s/d 2026-04: volume menyusut drastis (250 ribu–1 juta). Saham "kering" lalu beberapa kali lonjakan mendadak. Pola tipikal saham rawan manipulasi/momentum play.

Bandarmologi (broker summary, window 2023-04-18..2026-10-28)

Top net buyers (nilai rupiah):

Broker Nama Net value Net vol
YU CGS International Sekuritas +Rp68.457.100 +487.500
AG Kiwoom Sekuritas Indonesia +Rp15.002.800 +97.400
AI Kay Hian Sekuritas +Rp946.900 +6.300

Top net sellers:

Broker Nama Net value Net vol
CC Mandiri Sekuritas −Rp40.783.700 −254.100
XL Stockbit Sekuritas Digital −Rp18.183.400 −138.200
XC Ajaib Sekuritas Asia −Rp8.020.700 −70.100
XA NH Korindo −Rp6.739.400 −48.500
YP Mirae Asset −Rp5.212.200 −38.600
YB Yakin Bertumbuh −Rp4.512.400 −32.600

Pola: asing/institusi (CGS YU) menyerap di 140, sementara broker retail (Stockbit XL, Ajaib XC, Mirae YP, Yakin Bertumbuh YB) dan Mandiri CC keluar. Ini pola bullish-ish — asing akumulasi, retail distribusi.

Nuansa penting:

  • Saldo net positif tipis: buy YU Rp68,5 juta vs sell CC Rp40,8 juta. Net total keuntungan kecil, bukan akumulasi masif.
  • CGS (YU) akumulasi tepat di avg 140 (Rp68.457.100) — level itu = close hari ini 143 area. Ini zona beli asing, bukan harga acak.
  • XL (Stockbit) beli avg 151 Rp153,6 juta tapi jual avg 148 Rp171,8 juta — net negatif, tukar posisi turun. Retail platform net keluar.
  • CC (Mandiri) jual avg 152 Rp67,1 juta, beli avg 141 Rp26,4 juta — trim, bukan exit total.
  • Flow ini window panjang, bukan harian. Bukan bukti akumulasi hari ini.

Kesimpulan bandarmologi: flow campuran-lemah positif. Ada beli asing (CGS) di 140, ada distribusi retail. Sinyal lemah, tidak konfirmasi kuat.

Cross-check vs vendor

  • Vendor bilang trend Bullish dari MACD hist kecil. Historis validasi vendor sendiri: "Gabungan (Broker+Volume)" WR 57,1%, event avg +1,68%, D3 −2,44%. Artinya pola serupa umumnya berbalik turun dalam 3 hari. Vendor sendiri bilang "WATCH", score 45/75.
  • Vendor saran entry 129–147, target 160, SL 116 (−19,1% dari 143). SL 116 masuk akal (di bawah S2 116) tapi −19% lebar — hanya cocok jika sizing kecil.

Bacaan akhir

Ini saham downtrend jangka panjang dengan bounce rapuh dari 120/127. Bounce hari ini gagal (high 164 ditolak, close 143). Asing beli kecil di 140 (CGS), retail jual. MACD crossover tipis, RSI netral. Volatilitas 7,4% ATR. Semua kondisi mengarah: trade kecil, tunggu konfirmasi, jangan kejar.

Rencana:

  • Entry bertahap hanya di 129–135 (bawah = zona akumulasi VWMA + CGS avg 140) atau konfirmasi close > 147 (middle BB) dengan volume > 1x rata-rata.
  • Stop di 115–116 (di bawah S2 116). Pakai ATR: ~10,6 poin dari entry, atau hard stop di 115.
  • Target: 146–147 (mid BB), lalu 162,5 (upper BB).
  • Sizing kecil. Likuiditas tipis, slippage besar.
  • Jangan beli di 164-reject. Vendor sendiri bilang D3 negatif.

Tabel ringkas

Kategori Data Bacaan
Close (2026-10-28) 143 (open 140, high 164, low 133) Wick atas rejected, close lemah
10 EMA 142,96 Harga tepat menempel, bukan breakout
50 SMA 156,52 Resistance dinamis, harga −8,6%
200 SMA 158,98 Harga −10,1%, trend panjang turun
VWMA 135,56 Volume-berat di 133–135, support flow
MACD / Signal / Hist −4,28 / −4,57 / +0,29 Crossover tipis, belum konfirmasi
RSI(14) 44,27 Netral bawah, tidak oversold
Boll Mid 146,55 / UB 162,58 / LB 130,52 Close < mid, UB ditembus lalu reject
ATR(14) 10,62 (~7,4%) Volatilitas tinggi, sizing kecil
Volume 2,67 jt (~3,9x avg 20d) Volume surge tapi harga flat
Net foreign +234.500 lembar Net beli asing tipis
Broker top buyer YU/CGS +Rp68,5 jt @avg 140 Asing akumulasi di 140
Broker top seller CC/Mandiri −Rp40,8 jt @avg 152 Institusi lokal trim
Retail brokers XL −Rp18,2 jt, XC −Rp8,0 jt, YP −Rp5,2 jt Retail net distribusi
Vendor verdict WATCH 45/75; D3 historis −2,44% Campuran, risiko balik turun

Rating: Hold / Watch — akumulasi kecil hanya di 129–135 atau konfirmasi close >147, sizing kecil, stop 115–116.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa fundamental

1064 kata

Laporan Fundamental AWAN.JK — PT Era Digital Media Tbk

Catatan penting: statement detail (balance sheet, cashflow, income statement tahunan) tidak mengembalikan angka — hanya index file per periode. Angka detail hanya tersedia dari endpoint fundamentals (Q2 2026). Analisis di bawah dibatasi data tersedia.

1. Identitas & Profil

  • Nama: PT Era Digital Media Tbk (kode AWAN), bursa IDX/JKT.
  • Sektor: Communication Services / Internet Content & Information.
  • Saham beredar: 3.435.000.000 lembar.
  • Market cap: Rp491,2 miliar @ harga Rp143.
  • Harga terakhir (2026-10-28): Rp143, +1 (+0,7%). VWAP Rp148,5 — harga tutup di bawah VWAP.
  • Likuiditas: frekuensi 797, volume 26.668 lot, nilai transaksi Rp396 juta, turnover ratio 0,08%. Likuiditas sangat tipis.

2. Laba Rugi Q2 2026 (periode intra-q2, unit rupiah)

Pos Nilai % Pendapatan
Pendapatan usaha 17.018.083.000 100,0%
Beban pokok -8.492.096.000 49,9%
Laba bruto 8.525.987.000 50,1%
Beban penjualan -346.535.000 2,0%
Beban umum & administrasi -7.748.719.000 45,5%
Pendapatan lainnya 1.170.619.000 6,9%
Beban lainnya -219.916.000 1,3%
Laba sebelum pajak 2.074.506.000 12,2%
Beban pajak -414.509.000 2,4%
Laba bersih 1.659.997.000 9,8%

Rincian atribusi:

  • Entitas induk: Rp1.832.583.000
  • Kepentingan non-pengendali: -Rp172.586.000 (anak usaha minoritas rugi)

Temuan kunci

  • Gross margin 50,1% — sehat untuk sektor media/internet.
  • G&A 45,5% pendapatan — biaya overhead besar, hampir habiskan laba bruto. Net margin cuma 9,8%.
  • Rp1,17 miliar pendapatan lainnya (6,9% pendapatan) — bukan dari operasi inti. Tanpa pos ini laba pretax turun jadi ~Rp904 juta. Laba operasional inti tipis. Cek keberlanjutan pos ini.
  • Operating leverage buruk: tambahan pendapatan akan cepat jadi laba jika G&A stabil. Sebaliknya, penurunan pendapatan langsung gerus laba.

3. Valuasi (estimasi)

  • EPS Q2 2026 (atribusi induk) = 1.832.583.000 / 3.435.000.000 = Rp0,53 per saham.
  • Annualized kasar (×4): EPS ~Rp2,13 → P/E ~67x.
  • Nilai pasar Rp491,2 miliar vs laba kuartalan Rp1,83 miliar (induk) → valuasi mahal relatif earning power sekarang.
  • Rasio harga/buku: tidak tersedia (balance sheet tidak terbaca). Tidak bisa nilai ekuitas dasar.

4. Neraca & Arus Kas

  • Tidak tersedia angka. Endpoint hanya kembalikan index FY2022–FY2025 dan Q1 2024–Q2 2026 tanpa isi.
  • Risiko wajib: utang, kas, modal kerja, dan free cash flow belum terverifikasi. Jangan ambil posisi besar sebelum laporan keuangan lengkap dicek (utang bank, piutang, utang pihak afiliasi).

5. Riwayat Insider & Kepemilikan (17 record)

  • 2026-07-03: RAJATI ALIA KAPITAL BUY +2.632.039.615 saham (dua record, total posisi jadi 2.632.039.615). Posisi = 2,63 miliar / 3,435 miliar = ~76,6% saham beredar.
  • 2026-06-18/19: BANK OF SINGAPORE cross/BUY 2.624.750.000 saham (foreign) — reksa dana/kustodian, bukan pemilik ekonomi akhir jelas.
  • 2025-11-10 s/d 11-18: RAJATI ALIA KAPITAL jual bertahap di Rp250, posisi turun 2.744.750.000 → 2.632.039.615.
  • 2024-05-07 dan 2024-01-16: transaksi RAJATI (transfer internal, bukan transaksi pasar).

Interpretasi:

  • Struktur kepemilikan sangat terkonsentrasi. Free float riil kecil (~23% atau kurang, sebagian lewat kustodian asing). Public float tipis ↔ volatil tinggi, spread lebar.
  • Aksi pengendali terakhir: beli, bukan jual. Sinyal positif jangka pendek.
  • Tapi harga beli tercatat @ 0 (transfer, bukan transaksi pasar) — bukan konfirmasi valuasi pasar.

6. Historical / Seasonality

  • Data seasonality kosong. Tidak ada pola bulanan bulan Okt untuk AWAN.JK.
  • Pertumbuhan pendapatan YoY tidak bisa dihitung — statement tahunan tidak terbaca.

7. Aksi Trader — insight spesifik

  1. Likuiditas jadi musuh utama. Nilai transaksi harian ~Rp400 juta saja. Posisi Rp100 juta+ sudah gerakkan harga. Pakai limit order, hindari market order.
  2. Jangan nilai dari P/E 67x secara naif. Laba kuartalan kecil dan bergantung pada pendapatan lainnya (non-operasi). Kualitas laba lemah.
  3. Pantau G&A. Jika Q3 2026 G&A turun dari 45% ke 35% pendapatan, laba bersih bisa naik ~2x. Ini katalis paling nyata.
  4. Pantau pendapatan lainnya Rp1,17 miliar. Jika tidak berulang di Q3, laba bisa anjlok ke Rp500–800 juta meski pendapatan stabil.
  5. Insider buying Juli (pengendali ~76,6%) = ekspektasi positif. Tapi bukan jaminan — pengendali bisa beli untuk pertahankan kontrol, bukan karena valuasi.
  6. VWAP 148,5 vs close 143 — hari ini ada tekanan jual. Close di bawah VWAP = seller agresif. Tunggu konfirmasi di atas Rp150 sebelum entry.
  7. Hierarki keputusan: verifikasi utang, kas, dan free cash flow dari laporan keuangan resmi IDX sebelum ambil posisi. Data neraca tidak tersedia di sini. Itu gap terbesar.

8. Risiko Utama

  • Free float sangat kecil → manipulasi harga mudah, exit sulit.
  • Laba bergantung pos non-operasi.
  • Beban G&A hampir setara laba bruto.
  • Neraca/cash flow tidak terverifikasi.
  • Anak usaha NCI rugi — eksekusi anak usaha lemah.

9. Tabel Ringkasan

Kategori Data / Temuan Sinyal
Ticker / Bursa AWAN.JK / IDX —
Sektor Internet Content & Information —
Harga (2026-10-28) Rp143 (+0,7%) Neutral
VWAP harian Rp148,5 Bearish (close < VWAP)
Market cap Rp491,2 miliar —
Saham beredar 3,435 miliar —
Turnover ratio 0,08% Likuiditas sangat tipis
Nilai transaksi harian Rp396 juta Likuiditas rendah
Pendapatan Q2 2026 Rp17,02 miliar —
Gross margin 50,1% Bullish
G&A / pendapatan 45,5% Bearish (overhead besar)
Net margin 9,8% Weak
Laba bersih Q2 2026 Rp1,66 miliar —
Laba atribusi induk Rp1,83 miliar —
Rugi NCI -Rp172,6 juta Bearish
Pendapatan lainnya Rp1,17 miliar (6,9% rev) Quality laba lemah
EPS Q2 (induk) Rp0,53 —
P/E annualized (kasar) ~67x Mahal
Balance sheet / cash flow Tidak tersedia Gap analisis besar
Seasonality Tidak ada data —
Pengendali (RAJATI ALIA KAPITAL) ~76,6% saham Konsentrasi ekstrem
Insider terakhir BUY 2026-07-03 (+7,29 juta) Bullish
Aksi pengendali 2025-11 Jual @ Rp250 Historis bearish
Foreign (Bank of Singapore) 2,62 miliar saham (cross) Neutral, perlu verifikasi
Free float ~23% atau kurang Volatil, exit sulit

Rating: Hold

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa sentimen

356 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Sentiment AWAN.JK — 2026-10-21 s/d 2026-10-28

Semua sumber kosong. Tidak ada sinyal. Skor 5 = netral mekanis, bukan hasil penilaian.

Rincian per sumber

News (Yahoo Finance, 7 hari) — TIDAK TERSEDIA

  • DATA_UNAVAILABLE: tidak ada vendor terkonfigurasi bisa melayani get_news. Yahoo Finance tidak punya artikel bertag AWAN.JK.
  • Ini bukan sinyal bearish. Ini ketiadaan data. Tidak ada estimasi, tidak ada rekonstruksi.

StockTwits — TIDAK TERSEDIA

  • HTTPError. Nol pesan. Tidak ada rasio Bullish/Bearish, tidak ada tag user, tidak ada body pesan.
  • Tidak bisa baca retail flow. Tidak bisa deteksi over-extension atau chase.

Reddit — TIDAK ADA KUERI

  • Tidak ada diskusi yang diambil untuk AWAN.JK. Nol post. Tidak ada isi untuk dinilai.
  • Tidak ada subreddit yang diam soal ini secara terukur — kueri-nya sendiri tidak jalan.

Divergensi lintas sumber

Tidak bisa dihitung. Nol dari tiga sumber. Divergensi butuh minimal dua arah berbeda.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Tidak ada topik berulang karena tidak ada teks sama sekali.

Katalis & risiko

Tidak teridentifikasi dari data. Untuk PT Era Digital Media Tbk (Communication Services / Internet Content & Information, Bursa JKT):

  • Katalis yang biasanya relevan — rilis laba kuartalan, pengumuman kontrak/kerja sama, perubahan regulasi konten digital Indonesia — tidak muncul di data yang tersedia. Jangan anggap tidak ada; anggap tidak teramati.
  • Risiko likuiditas dan kapitalisasi kecil lazim untuk emiten kelas ini, tapi itu inferensi struktural, bukan temuan dari sumber.

Tabel sinyal kunci

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak diketahui News (Yahoo Finance) DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel bertag AWAN.JK
Tidak diketahui StockTwits HTTPError — nol pesan, rasio tidak bisa dihitung
Tidak diketahui Reddit Tidak ada kueri, nol post

Keterbatasan

  • Cakupan data: 0/3 sumber. Sampel nol. confidence: low karena kualitas data, bukan karena sentimen campur.
  • Kesimpulan sentimen tidak bisa ditarik dari prompt ini. Trader harus menimbang fundamental dan teknikal tanpa input sentimen di sini.
  • Ulangi pengambilan data sebelum pakai laporan ini sebagai dasar keputusan. Pastikan get_news, StockTwits, dan kueri Reddit berhasil dulu.

Analisa berita

661 kata

Laporan Riset Berita & Makro — AWAN.JK (PT Era Digital Media Tbk)

Rangkuman: data berita spesifik AWAN.JK TIDAK TERSEDIA. Makro FRED TIDAK TERSEDIA. Bukti tipis. Jangan ambil posisi besar atas dasar laporan ini.

1. Berita emiten AWAN.JK

get_news gagal: vendor Yahoo Finance tidak punya artikel bertag AWAN.JK. Ini bukan bukti buruk soal emiten — hanya tidak ada pasokan data. Tidak ada estimasi, tidak ada fabrikasi. Konsekuensi: tidak ada katalis emiten terverifikasi minggu ini (21–28 Okt 2026).

2. Makro AS (FRED) — TIDAK TERSEDIA

fed_funds_rate, cpi, 10y_treasury, unemployment semua error: FRED_API_KEY tidak diset. Angka tidak dikutip. Kesimpulan makro numerik tidak bisa dibuat dari tool.

Pengganti: pasar prediksi (likuiditas dalam):

  • Tidak ada pemotongan Fed 2026: 96% (volume $9,2 jt, 1 minggu -0,7pp). Artinya pasar harga rezim suku bunga tinggi sepanjang sisa 2026.
  • 1 pemotongan 2026: 2% (+0,5pp). 2+ pemotongan: ≈0,15% dan turun.
  • Resesi AS akhir 2026: 8%. Resesi Jepang 8% (+4,5pp/pekan), UK 5%.

Implikasi: yield tinggi bertahan → diskon arus kas lama, tekan ekuitas pertumbuhan dan nama small cap sensitif modal di pasar berkembang. Untuk AWAN.JK (Communication Services / Internet Content & Information), belanja iklan digital global masih terkait tren korporat di bawah, bukan suku bunga saja.

3. Berita global relevan (21–28 Okt 2026)

  • Dominasi tema IBM: transformasi software, quantum, identitas AI agent (HashiCorp Vault), peringatan CEO IBM soal belanja AI — "90% sebaik model frontier, kenapa bayar 10x". Isu sentimen: pasar mulai mempertanyakan ROI capex AI.
  • Dow dan small cap naik mingguan, Nasdaq turun karena beban/charges laba megacap. Rotasi keluar dari megacap teknologi = lingkungan lebih baik relatif bagi small/mid cap, tapi likuiditas IDX terpisah.
  • Teknologi/IT services: laporan pasar menyebut CAGR dua digit (IT resilience orchestration 14,2%, edge infra, AI pharma). Tema struktural mendukung, bukan katalis saham spesifik.
  • Tidak ada item berita Indonesia/IDX di feed global. Tidak ada item sektor media/adtech Indonesia.

4. Konteks pasar IDX

  • Screener IDX (28 Okt 2026, data 24 jam): hanya 3 nama — PIPA, LUCY, NATO. AWAN tidak muncul di bucket sinyal apa pun.
  • Market breadth kosong: pasar tutup, buka berikutnya Kamis 09:00 WIB. Tidak ada data gainer/loser.
  • Tafsir: tidak ada sinyal kuantitatif beli/jual untuk AWAN dari dataset ini. Absen dari screener = netral, bukan negatif.

5. Kesimpulan trading

  • Basis bukti lemah: nol berita emiten, nol makro FRED, nol sinyal screener.
  • Satu penopang nyata: ekspektasi suku bunga tinggi bertahan (96% tidak ada cut) = hambatan valuasi untuk nama kecil.
  • Hambatan kedua: sentimen AI mulai skeptis pada belanja (narasi IBM CEO), risiko de-rating teknologi global menular ke IDX tech.
  • Saran: hindari posisi baru besar tanpa harga/volume/fundamental AWAN. Butuh sumber data emiten langsung (laporan keuangan, keterbukaan IDX), lalu ulangi cek berita.

Rating: Hold (netral, keyakinan rendah — data tidak cukup) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Poin Fakta/Bukti Status data Implikasi AWAN.JK
Berita emiten Vendor tiada artikel AWAN.JK Tidak tersedia Nol katalis terverifikasi
Fed 2026 96% tiada cut, $9,2 jt volume Tersedia (Polymarket) Suku bunga tinggi bertahan, tekan valuasi kecil
Pemotongan 1x 2026 2%, +0,5pp/minggu Tersedia Peluang kecil, tidak jadi dasar posisi
Resesi AS 2026 8% Tersedia Risiko makro rendah, tak dominan
CPI/PCE/unemployment/10Y FRED_API_KEY tidak diset Tidak tersedia Analisis inflasi/yield tak bisa dikutip
Sentimen AI global CEO IBM ragukan ROI belanja AI Tersedia Risiko de-rating sektor teknologi
Rotasi pasar AS Dow + small cap naik, Nasdaq turun Tersedia Relatif positif small cap, tidak langsung ke IDX
Screener IDX Hanya PIPA, LUCY, NATO; AWAN absen Tersedia (24 jam) Netral, tiada sinyal beli
Breadth IDX Kosong, pasar tutup, buka Kamis 09:00 WIB Tidak tersedia Tiada konfirmasi arus
Rating Hold, keyakinan rendah — Tunggu data emiten sebelum aksi