AIMS · analisa Selasa, 27 Oktober 2026
model analisa cb-flash
Underweight
Net broker seluruhnya 1,2 M rupiah. Kapitalisasi 134,2 M.
Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.
10 broker terbesar dari 12, 2020-08-14 sampai 2026-10-27. Positif berarti akumulasi.
| Broker | Nama | Net | Net volume | Beli | Jual |
|---|---|---|---|---|---|
| ZP | MAYBANK SEKURITAS INDONESIA | 709,5 jt | 1,2 jt | 915,0 jt | 205,5 jt |
| CC | MANDIRI SEKURITAS | 260,9 jt | 371,1 rb | 465,3 jt | 204,4 jt |
| CP | KB VALBURY SEKURITAS | 62,5 jt | 92,7 rb | 178,2 jt | 115,7 jt |
| SQ | BCA SEKURITAS | 32,5 jt | 50,8 rb | 41,1 jt | 8,5 jt |
| YP | MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA | 27,9 jt | 68,0 rb | 413,8 jt | 385,9 jt |
| YB | YAKIN BERTUMBUH SEKURITAS | 24,3 jt | 39,8 rb | 69,1 jt | 44,9 jt |
| XC | AJAIB SEKURITAS ASIA | 21,9 jt | 36,0 rb | 133,0 jt | 111,1 jt |
| MG | SEMESTA INDOVEST SEKURITAS | 20,8 jt | 28,5 rb | 51,5 jt | 30,7 jt |
| AT | PHINTRACO SEKURITAS | 17,9 jt | 28,2 rb | 29,1 jt | 11,2 jt |
| AG | KIWOOM SEKURITAS INDONESIA | 15,5 jt | 23,8 rb | 16,1 jt | 670,0 rb |
Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.
| Beli | Harga rata-rata | Nilai | Jual | Harga rata-rata | Nilai |
|---|---|---|---|---|---|
| XL | 703 | 1,8 M | XL | 662 | 2,7 M |
| ZP | 610 | 915,0 jt | YP | 726 | 385,9 jt |
| CC | 682 | 465,3 jt | GR | 701 | 249,3 jt |
| YP | 690 | 413,8 jt | ZP | 685 | 205,5 jt |
| CP | 692 | 178,2 jt | CC | 657 | 204,4 jt |
| XC | 676 | 133,0 jt | BQ | 690 | 135,6 jt |
| BQ | 681 | 129,7 jt | PD | 673 | 130,8 jt |
| PD | 688 | 116,6 jt | CP | 702 | 115,7 jt |
8 dari 70 catatan terakhir.
| Tanggal | Nama | Jabatan | Aksi | Perubahan | Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| 2026-10-13 | CHRIST JONATAN DAELY | - | Buy | +419,000 | - |
| 2026-09-30 | AIMS INDO INVESTAMA | - | Buy | +3,829,000 | 0 |
| 2026-09-30 | CHRIST JONATAN DAELY | - | Buy | +12,722,848 | 0 |
| 2026-06-24 | AIMS INDO INVESTAMA | - | Buy | +6,271,000 | 0 |
| 2025-08-12 | AIMS INDO INVESTAMA | - | Sell | -20,200,000 | 410 |
| 2025-08-12 | AIMS INDO INVESTAMA | - | Sell | -3,829,000 | 0 |
Rating: Underweight
Executive Summary: Keputusan akhir saya adalah Underweight pada AIMS.JK — kurangi eksposur secara bertahap, jangan keluar total di bid tipis, dan jangan menambah. Ketiga analis (Agresif, Konservatif, Netral) kompak memberi rating Sell, tetapi itu bertumpu pada data yang sebagian besar tidak lengkap. Saya menilai konsensus Sell itu sendiri koheren secara arah, namun derajat keyakinannya tidak setara: ada cukup konflik internal dan data hilang (neraca, arus kas, FY 2025, Q3 2026, riwayat time-series flow, tick order intraday) sehingga Sell penuh (exit total) terlalu tegas, sementara Hold pasif jelas tidak didukung.
Tindakan konkret, dinyatakan relatif terhadap posisi Anda sendiri (holdings/cash tidak tersedia):
Investment Thesis — yang memutuskan:
Teknikal dan arus mendukung pengurangan, bukan bertahan. Close Rp610 tepat di low sesi setelah gagal mempertahankan high Rp815 adalah rejection candle. Harga hanya Rp5,68 di atas SMA50 Rp615,68 — di ambang breakdown, bukan "hampir menang". EMA10 sudah rolling over −16,8% dalam enam sesi, MACD 27,57 < Signal 78,85 dengan histogram melebar ke −51,28 (belum peaking), RSI 35,39 belum oversold ekstrem dan tanpa divergensi positif. Close 14,5% di bawah VWMA 713,76 menunjukkan supply overhang di zona 700–750. Agresif benar di sini.
Aritmetika risk/reward lemah di level sekarang, tetapi tidak memaksa jual total. Stop Rp473 (−22%) vs target bounce Rp713 (+17%) ≈ 1,3:1 melawan. Namun Netral benar bahwa angka ini mengandaikan memegang seluruh posisi hingga salah satu level. Begitu sebagian dipotong di atas harga sekarang, basis risiko sisa posisi mengecil. Ini mendukung pengurangan ukuran plus menaikkan titik keputusan, bukan exit total. Klaim Agresif tentang "leverage asimetris" di zona 690–713 juga overstated justru karena supply overhang nyata di sana.
Klaim "institusi menampung" tidak cukup kuat. Stockbit net sell ±Rp900 juta (avg jual 662) melebihi penampungan Maybank ±Rp709 juta @610; Maybank juga tercatat menjual @685. Konservatif benar bahwa flow adalah peringatan yang jelas — tetapi peringatan bukan bukti arah ke Rp473 sebagai kepastian, karena riwayat time-series Maybank dan order flow intraday tidak tersedia.
Fundamental baris tunggal mendukung kehati-hatian, bukan kesimpulan bangkrut. Pendapatan ~Rp93 juta/kuartal, rugi ~Rp89,8 juta, P/S ratusan kali, free float 12–18%. Netral benar bahwa kerugian nominal ~0,07% kapitalisasi berarti tidak ada tekanan solvabilitas akut hari ini, dan insider 2025 menjual di Rp292–410 berarti harga Rp610 sudah memhargakan banyak narasi turnaround. Tetapi neraca, arus kas, FY 2025, dan Q3 2026 tidak tersedia dalam materi ini — saya tidak bisa menghitung nilai intrinsik, dan ketidaktahuan bukan katalis.
Data senyap menurunkan ukuran, tidak menentukan arah. Sentimen netral 5,0 dengan 0 dari 3 sumber aktif dan confidence rendah. Agresif memakainya sebagai izin bergerak, Konservatif sebagai izin diam; keduanya mengubah ketiadaan informasi menjadi keyakinan. Kesimpulan yang konsisten: turunkan ukuran posisi (satu-satunya variabel yang masih bisa kita kendalikan pasti).
Implikasi jangka panjang mencegah Sell total. Harga masih ~28,6% di atas SMA200 (~474), dan ada jejak insider buying terverifikasi (AIMS Indo Investama +6,3 juta Juni dan +3,8 juta September 2026; Christ Jonatan Daely +12,7 juta 30 Sep, +419 ribu 13 Okt) — meski banyak transaksi berharga nol, arahnya akumulasi pihak terkait, bukan distribusi. Ini membuat AIMS berbeda dari nama screener sekali sesi dan membenarkan pintu terbuka untuk Hold kembali, bukan reopen Buy sekarang.
Apa yang mengubah rating: Naikkan ke Hold/netral hanya bila minimal dua kondisi terpenuhi: (a) dua close di atas Rp615,8; (b) histogram MACD menyempit dari −51 ke arah −30 selama 2–3 sesi; (c) Stockbit berhenti menjadi net seller dominan; (d) Maybank/ZP net buy konsisten >Rp500 juta selama 2–3 sesi — dan likuiditas harian terlihat stabil (bukan tipis di bawah ~1 juta lembar/hari). Turunkan ke Sell bila dua close di bawah Rp615,8 terjadi dan Rp557–542 tidak tertahan, atau bila muncul laporan keuangan lengkap yang mengonfirmasi risiko solvabilitas/dilusi. Risiko struktural yang belum terukur: potensi rights issue dilutif oleh pengendali (>80% saham terafiliasi). Beberapa angka dalam rencana riset (MAYBank time-series, arus asing harian, probabilitas 55% breakdown, win rate vendor) tidak dapat saya verifikasi independen dari materi ini dan tidak saya jadikan dasar keputusan.
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT
Action: Sell
Reasoning: Rencana riset berlabel Underweight (setara Sell), dan bukti harga/arus mendukung pengurangan eksposur AIMS.JK. Close 27 Okt di Rp610 — tepat di titik terendah sesi meski sempat menyentuh high Rp815 — adalah failed rally/rejection candle, bukan hammer. Harga hanya Rp5,68 di atas SMA50 (615,68) sehingga strukturnya berada di ambang breakdown, sementara EMA10 (768,43) sudah rolling over −16,8% dalam enam sesi, MACD 27,57 < Signal 78,85 dengan histogram yang melebar konsisten ke −51,28 (belum peaking), RSI 35,39 belum oversold ekstrem dan tanpa divergensi positif, dan close 14,5% di bawah VWMA 713,76 menunjukkan supply overhang di zona 700–750. Aliran dana agregat negatif: Stockbit net sell ±Rp900 juta (avg jual 662) jauh melampaui penampungan Maybank ±Rp709 juta di Rp610, dan Maybank sendiri juga tercatat menjual di Rp685 — jadi klaim "institusi menampung" tidak cukup kuat untuk dijadikan dasar bertahan. Aritmetika risk/reward di Rp610 lemah: stop struktural 473 (−22%) berbanding target bounce realistis 713 (+17%), sekitar 1,3:1 melawan, dengan volatilitas ATR 59,52 (9,8%) memperbesar slippage. Satu-satunya alasan tidak Sell penuh adalah struktur jangka panjang belum rusak (harga 28,6% di atas SMA200 474,38), sehingga eksekusi sebaiknya bertahap — mengurangi inti posisi, bukan menjual seluruhnya di bid tipis. Catatan transparansi: data holdings/cash pemanggil tidak tersedia, sehingga sizing dinyatakan relatif terhadap posisi yang ada dan AUM; sebagian angka dalam rencana riset (arus asing harian, probabilitas 55% breakdown, win rate vendor) tidak dapat diverifikasi independen dari materi ini dan tidak saya jadikan dasar keputusan.
Entry Price: 700.0
Stop Loss: 473.0
Position Sizing: Kurangi 30–40% dari posisi AIMS.JK yang ada secara bertahap di zona Rp690–713 (zona VWMA/rata-rata pembeli rally), bukan di Rp610 kecuali posisi sangat besar atau butuh likuiditas. Sisa posisi maksimum 0,5–0,75% AUM dengan stop di Rp473 (SMA200 + S2). Jangan menambah posisi baru; naikkan kembali ke Hold hanya bila minimal dua syarat terpenuhi: dua close di atas Rp615,8, histogram MACD menyempit ke arah −30, Stockbit berhenti net sell dominan, atau Maybank net buy konsisten >Rp500 juta selama 2–3 sesi.
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL
Recommendation: Underweight
Rationale: Setelah menimbang kedua sisi, kasus bear lebih kuat secara bukti, meski tidak cukup untuk Sell penuh.
Yang memutuskan:
Namun bear tidak menang mutlak. Beberapa klaimnya lemah: menghitung risk/reward hanya ke level terburuk tanpa pembobotan ekor, dan argumen "indikator belum peaking" bukan bukti bahwa penurunan berlanjut. Ambang 55% breakdown adalah estimasi tanpa basis kuantitatif eksplisit. Tren jangka panjang memang belum rusak (harga di atas SMA200), dan itu mencegah kesimpulan Sell penuh.
Kesimpulan: momentum dan struktur arus saat ini melawan posisi, jadi mengurangi eksposur adalah tindakan yang lebih tepat daripada mempertahankan atau menambah. Tetapi karena tesis bear juga bertumpu pada data tidak lengkap dan estimasi probabilitas yang tidak terdokumentasi, ini bukan keyakinan bearish absolut. Maka Underweight, bukan Sell. Catatan penting: sebagian data yang dikutip kedua pihak (VIX, sentimen, arus asing, win rate) tidak dapat saya verifikasi independen dalam format ini — ini memperkuat kehati-hatian dan alasan untuk tidak mengambil posisi besar ke arah mana pun.
Strategic Actions (ukuran terhadap alokasi standar 1 unit):
Rating: Underweight FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT
Tanggal analisis: 27 Oktober 2026 | Bursa: IDX | Sumber harga: IDX Edge PRO (snapshot terverifikasi)
AIMS.JK sedang berada di fase akhir dari satu siklus spekulatif yang sangat tajam: kenaikan vertikal dari Rp450 (28 Sep 2026) ke puncak Rp990 (7–16 Okt 2026, dengan delapan bar berturut-turut tanpa volume — berhenti di Rp990), lalu jatuh beruntun enam sesi menjadi Rp610 pada 27 Okt 2026. Penurunan tersebut membawa harga tepat ke SMA50 (Rp615,68) — garis pertahanan terakhir dari struktur tren menengah. RSI 35,39 (oversold ringan-menengah), MACD sudah bearish crossover (MACD 27,57 < Signal 78,85, histogram −51,28), dan harga tertinggal jauh di bawah EMA10 (Rp768,43) sekaligus 27,8% di bawah basis Bollinger (Rp845).
Bandarmologi memberikan sinyal campuran-tapi-net-negatif: Maybank (ZP, broker asing/asing-lokal besar) menjadi net buyer teratas (+Rp709,46 juta, rata-rata beli tepat di Rp610), sementara Stockbit (XL, ritel digital) menjadi net seller terbesar (−Rp900,76 juta) dengan rata-rata jual Rp662 — pola asing/friendly institution menampung, ritel digital melepas pada level ini. Namun volume jual XL (Rp2,66 miliar di avg Rp662) jauh lebih besar dari yang tergantikan, dan total aliran bersih lima besar masih negatif.
Kesimpulan: Hindari entry baru; bagi yang masih memegang posisi, ini momen untuk mengurangi eksposur secara terukur — bukan untuk "average down" di atas level Rp473.
| Indikator | Peran dalam konteks ini |
|---|---|
close_10_ema (768,43) |
Momentum sangat pendek — mendeteksi speed keruntuhan; harga 20% di bawahnya = tekanan jual masih berjalan |
close_50_sma (615,68) |
Indikator kunci hari ini — harga close Rp610 hampir menyentuh tepat garis ini; penentu apakah tren menengah bertahan |
close_200_sma (474,38) |
Benchmark tren jangka panjang; level ini hampir identik dengan S2 pivot vendor (Rp473) → zona support struktural |
rsi (35,39) |
Mengukur kejenuhan jual; oversold + bounce teknis adalah risiko dua arah |
macd + macds + macdh (27,57 / 78,85 / −51,28) |
Konfirmasi pembalikan momentum — histogram melebar negatif 6 sesi berturut-turut |
boll / boll_ub / boll_lb (845 / 1.133,08 / 556,92) |
Mengukur stretch dari nilai wajar dan posisi relatif; harga berada di bawah mid-band, mendekati lower band 556,92 |
atr (59,52) |
Ukuran volatilitas untuk sizing & stop; setelah lonjakan ke 74,93 (7 Okt) kini melebar lagi karena range 27 Okt |
vwma (713,76) |
Rata-rata tertimbang volume — menjawab "di mana harga rata-rata pembeli baru"; harga Rp610 jauh di bawahnya = mayoritas pembeli rally sedang rugi |
| Tanggal | Close | Volume | Catatan |
|---|---|---|---|
| 19 Okt | 925 | 90.600 | Tick turun, volume tipis |
| 20 Okt | 865 | 125.300 | Volume tipis |
| 21 Okt | 805 | 32.700 | Volume sangat tipis |
| 22 Okt | 750 | 4.709.100 | Volume besar — distribusi nyata |
| 23 Okt | 700 | 584.300 | Turun |
| 26 Okt | 655 | 500.800 | Turun |
| 27 Okt | 610 | 6.913.200 | Volume 3,6× rata-rata; range 31,3% |
Perhatikan: empat sesi pertama penurunan (19–21 Okt) terjadi dengan volume sangat tipis yang memperbesar gap down — sementara 22 dan 27 Okt adalah sesi dengan volume besar yang menandakan keputusan jual yang benar-benar tereksekusi. Pola ini konsisten dengan liquidity vacuum distribution: pemegang besar tidak bisa keluar karena tidak ada pembeli, lalu saat pembeli muncul (22 Okt dan 27 Okt) , mereka menjual.
Catatan konflik data (wajib diperhatikan): Snapshotted ATR = 59,52, sedangkan vendor verdict menulis ATR Rp39 (6,32%). Saya memakai ATR 59,52 dari snapshot terverifikasi (≈9,8% dari harga Rp610) karena snapshot adalah source of truth. Ini berarti volatilitas harian sebenarnya jauh lebih tinggi daripada yang diasumsikan veredict, dan setiap level stop harus lebih lebar. Demikian pula RSI: vendor menulis "RSI 0 — Oversold", sementara snapshot terverifikasi = 35,39. Saya menggunakan 35,39 — "RSI 0" tidak mungkin secara matematis.
Moving Averages — konfigurasi berbahaya (bearish stack pending):
MACD — pembalikan momentum terkonfirmasi:
RSI — oversold di dalam tren turun yang kuat:
Bollinger — stretched jauh dari keseimbangan:
ATR — manajemen risiko:
VWMA — bukti distribusi:
Coverage data: 2020-08-14 s.d. 2026-10-27. Data bersifat agregat dan tidak dispesifikasikan rentang periode akumulasinya, sehingga diinterpretasikan sebagai flow terkini.
| Broker | Nama | Net Value | Net Vol | Rata-rata beli |
|---|---|---|---|---|
| ZP | Maybank Sekuritas (asing) | +Rp709.456.000 | +1.199.800 | Rp610 |
| CC | Mandiri Sekuritas | +Rp260.941.000 | +371.100 | Rp682 |
| CP | KB Valbury | +Rp62.537.000 | +92.700 | Rp692 |
| SQ | BCA Sekuritas | +Rp32.525.000 | +50.800 | Rp656 |
| YP | Mirae Asset | +Rp27.913.000 | +68.000 | Rp690 |
| YB | Yakin Bertumbuh | +Rp24.258.000 | +39.800 | Rp656 |
| XC | Ajaib Sekuritas Asia | +Rp21.871.000 | +36.000 | Rp676 |
| MG | Semesta Indovest | +Rp20.830.500 | +28.500 | Rp725 |
| AT | Phintraco | +Rp17.892.500 | +28.200 | — |
| AG | Kiwoom | +Rp15.454.000 | +23.800 | — |
| Broker | Nama | Net Value | Net Vol |
|---|---|---|---|
| XL | Stockbit Sekuritas Digital (ritel) | −Rp900.764.500 | −1.517.300 |
| GR | Panin Sekuritas | −Rp149.790.500 | −207.800 |
| DH | Sinarmas Sekuritas | −Rp106.820.500 | −163.100 |
| DR | RHB Sekuritas | −Rp15.465.000 | −25.500 |
| PD | Indo Premier | −Rp14.248.500 | −24.900 |
| BQ | Korea Investment | −Rp5.863.500 | −6.200 |
| QA | Tuntun | −Rp4.347.500 | −5.000 |
| AO | Erdikha Elit | −Rp3.850.000 | −5.000 |
| AZ | Sucor | −Rp3.562.000 | −2.300 |
| YU | CGS International | −Rp2.620.000 | −2.000 |
Ini BUKAN pola "asing akumulasi vs ritel distribusi" yang sehat. Yang terjadi adalah:
Sehingga kesimpulan jujur: spektrum aliran dana neto adalah negatif; pensiun menampung ada, tetapi jauh lebih kecil. Yang penting, pembelian Maybank di tepat Rp610 harus diperlakukan sebagai indikasi minat pada level ini, bukan sebagai sinyal bottom terkonfirmasi, karena nilai transaksinya relatif kecil.
Catatan:
get_accumulation_historymengembalikan no historical rows, jadi tidak ada data time-series untuk melihat apakah ZP/Maybank terus membeli beberapa hari terakhir.get_order_flow_detailuntuk 27 Okt juga kosong (0 tick), sehingga konfirmasi intraday tidak tersedia. Artinya interpretasi di atas terbatas pada data agregat yang ada.
Sesi 1. Gainers teratas (BPII +23,5%, KOPI +18,1%, BIPP +17,2%) vs losers (EURO −9,8%, BTEK −8,3%). AIMS.JK tidak masuk daftar top gainers maupun top losers meskipun turun dari Rp655 ke Rp610 (open Rp610, high Rp815) — ini menandakan pasar tidak memperlakukan AIMS sebagai top mover, meski volatilitas internalnya ekstrem. Tidak ada sinyal bahwa tekanan jual ini adalah bagian dari koreksi pasar yang lebih luas (10 gainers menunjukkan 10 saham terbang 9%+), sehingga risiko idiosinkratik AIMS lebih besar daripada risiko pasar.
Semua level di sini berasal dari tool output; saya tidak melakukan penentuan level historis independen.
| Level | Harga | Sumber |
|---|---|---|
| Resistance 2 | 883 | Pivot vendor R2 |
| Resistance 1 | ~747 | Pivot vendor R1 (≈ VWMA 713,76 juga) |
| Mid Bollinger / SMA20 | 845 | Snapshot boll = 845 |
| EMA10 | 768,43 | Snapshot |
| SMA50 — pivot kritis | 615,68 | Snapshot (close 610 hanya −0,92%) |
| Close hari ini | 610 | Snapshot |
| Support 1 | 556,92 | Bollinger lower band (≈ Pivot S1 542) |
| Support 2 / struktural | 474,38 | SMA200 (≈ S2 pivot 473) |
| Upper Bollinger | 1.133,08 | Snapshot |
Jika sesi berikutnya close di bawah Rp610 dan SMA50 Rp615,68 tidak mampu dipertahankan, target turun pertama adalah lower Bollinger Rp556,92, lalu pivot S1 Rp542, kemudian zona Rp473–474 (SMA200 + S2) sebagai garis pertahanan besar. Pemicu kunci: histogram MACD terus melebar negatif, dan volume jual (seperti 22 & 27 Okt) berlanjut tanpa penyerapan baru.
RSI 35,39 dan jarak 28% dari mid-Bollinger bisa memicu rebound ke Rp700–747 (R1 pivot / area VWMA). Namun rebound itu menghadapi supply overhang Rp700–800 di mana Maybank sendiri tercatat menjual (avg Rp685) dan XL membeli tinggi. Bounce = peluang untuk keluar, bukan untuk menambah.
Harga bertahan di Rp556–700 dengan volume mengecil, ATR menyusut, dan histogram MACD mendatar. Ini akan menjadi dasar yang lebih sehat untuk entry berikutnya — tetapi harus ada konfirmasi dulu (RSI naik kembali ke 45+, MACD histogram mulai menyempit).
Cross-check vendor verdict: Vendor menilai skor 30/75 → WASPADA, dengan rekomendasi AVOID — PERSONALITY TRAP, stop loss Rp473, dan mencatat tiga pola historis semuanya negative-expectancy (WR 26–30%, PF 0,53–0,66). Ini sejalan dengan analisis saya. Saya tidak menambah klaim statistik win-rate independen di luar angka yang diberikan tool.
| Kategori | Data | Bacaan | Aksi |
|---|---|---|---|
| Harga (terverifikasi) | Close 610, O 610, H 815, L 610, Vol 6,91 jt, Nilai Rp4,66 M | Close di low, dorongan ke 815 gagal | Bearish jangka pendek |
| Tren menengah | Close 610 vs SMA50 615,68 (−0,92%) | Di ambang breakdown SMA50 | Waspada breakdown |
| Tren panjang | SMA200 474,38 (+28,6% dari harga) | Tren panjang masih naik | Bull struktural belum rusak |
| Momentum | EMA10 768,43 (−20,6% dari harga), MACD 27,57 < Signal 78,85, Hist −51,28 | Momentum turun, belum exhausted | Hindari entry |
| RSI | 35,39 (turun dari 88,37 pada 16 Okt) | Mendekati oversold, no divergence | Bounce = exit liquidity |
| Bollinger | Mid 845, UB 1.133,08, LB 556,92 | 28% di bawah mid; bandwidth ~68% | Target turun = 556,92 |
| ATR | 59,52 (9,8% dari harga) | Volatilitas ekstrem, melebar | Sizing −25/30%, stop Rp473 |
| VWMA | 713,76 vs close 610 (−14,5%) | Pembeli rata-rata sedang rugi | Supply overhang di 700–750 |
| Bandarmologi — Buyer | ZP/Maybank +Rp709 jt @ Rp610; CC/Mandiri +Rp261 jt @682 | Asing institusional menampung di level ini | Sinyal minat, belum konfirmasi bottom |
| Bandarmologi — Seller | XL/Stockbit −Rp901 jt; GR/Panin −Rp150 jt; DH/Sinarmas −Rp107 jt | Ritel digital + sebagian broker lokal distribusi | Aliran neto masih negatif |
| Foreign Flow | 0 pada 27 Okt | Tidak ada dukungan asing | Netral |
| Vendor verdict | Skor 30/75, AVOID/PERSONALITY TRAP, SL 473 | Sejalan dengan analisis | Konfirmasi |
| Konflik data | ATR 59,52 vs vendor 39; RSI 35,39 vs vendor 0 | Snapshot = source of truth | Pakai 59,52 / 35,39 |
Rating: Sell (bagi pemegang posisi: kurangi eksposur pada bounce ke Rp700–747; bagi non-pemegang: hindari entry baru, tunggu reclaim SMA50 Rp615,68 atau breakout Rp747 dengan konfirmasi volume dan MACD)
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL
Tanggal analisis: 27 Oktober 2026 | Bursa: Indonesia (IDX) | Mata uang: Rupiah (IDR)
Catatan keterbatasan data: Tool berhasil mengambil profil perusahaan, ringkasan fundamental, dan transaksi insider. Namun, panggilan
get_income_statement,get_balance_sheet, danget_cashflow(baik kuartalan maupun tahunan) hanya mengembalikan indeks metadata (daftar periode Q1 2023–Q2 2026 / FY 2022–FY 2024 dengan tanggal pengambilan), tanpa nilai angka per pos. Demikian pulaget_seasonalitytidak mengembalikan data. Oleh karena itu, angka laporan keuangan yang dapat dianalisis secara rinci hanya berasal dari rilis laba-rugi Q2 2026 pada ringkasan fundamental. Laporan ini menyajikan secara transparan apa yang tersedia dan memberi arah tindak lanjut (verifikasi ke laporan keuangan resmi IDX).
| Item | Nilai |
|---|---|
| Nama | PT Artha Mahiya Investama Tbk. |
| Kode | AIMS (IDX) |
| Sektor (implisit) | Holding/investasi — pendapatan usaha sangat kecil, beban dominan administratif |
| Jumlah saham tercatat | 220.000.000 saham |
| Kapitalisasi pasar (pada close 610) | Rp134,2 miliar |
| Harga terakhir | Rp595 (−Rp15 / −2,46%) |
| VWAP sesi | Rp645,02 |
| Frekuensi transaksi | 505 kali |
| Volume (lot) | 8.286 lot (~828.600 saham) |
| Nilai transaksi | Rp534,5 juta |
| Turnover ratio | 0,031 (≈3,1%) |
| Status pasar | Buka (Sesi 1) |
Interpretasi: Likuiditas sangat tipis. Nilai transaksi harian ~Rp0,5 miliar terhadap kapitalisasi Rp134 miliar; free float efektif kecil karena pemegang saham utama menguasai porsi besar (lihat bagian insider). Harga Rp595 berada jauh di bawah VWAP Rp645, menandakan tekanan jual intraday dan volatilitas tinggi pada saham illiquid. Selisih harga "close" (610) vs "last" (595) mengindikasikan pergerakan turun dalam sesi berjalan.
| Pos | Q2 2026 (Rp) |
|---|---|
| Penjualan & pendapatan usaha | 93.000.000 |
| Laba bruto | 93.000.000 (margin bruto 100%) |
| Beban umum & administrasi | (182.753.437) |
| Pendapatan bunga | (2.726) |
| Beban lainnya | (72.274) |
| Laba/rugi sebelum pajak | (89.828.437) |
| Laba/rugi operasi dilanjutkan | (89.828.437) |
| Laba/rugi bersih | (89.828.437) |
| Laba komprehensif | (89.828.437) |
| Diatribusikan ke entitas induk | (89.828.437) |
Analisis kunci:
Tool melaporkan ketersediaan periode berikut pada basis data (retrieved 27 Sep 2026 dan 5 Okt 2026), namun angka rinci tidak terkirim:
Implikasi penting: Laporan Q3 2026 diperkirakan jatuh tempo sekitar akhir Oktober 2026 — belum terlihat di basis data, sehingga Q2 2026 (rillis 5 Okt 2026) adalah data keuangan terbaru. Tidak adanya FY 2025 dalam basis data menunjukkan keterlambatan/ketidaklengkapan pelaporan atau keterbatasan feed — risiko kepatuhan keterbukaan informasi patut dicatat. Trader disarankan memverifikasi di IDXnet/website perusahaan sebelum mengambil posisi.
Data 15 dari 70 transaksi terakhir (2025–Okt 2026) menunjukkan pola yang sangat informatif:
| Tanggal | Aksi | Pihak | Perubahan Saham | Harga |
|---|---|---|---|---|
| 13 Okt 2026 | BUY | Christ Jonatan Daely | 12.722.848 → 13.141.848 (+419.000) | n/a |
| 30 Sep 2026 | BUY | AIMS Indo Investama | 74.827.991 → 78.656.991 (+3.829.000) | 0 |
| 30 Sep 2026 | BUY | Christ Jonatan Daely | 0 → 12.722.848 (+12.722.848) | 0 |
| 24 Jun 2026 | BUY | AIMS Indo Investama | 68.556.991 → 74.827.991 (+6.271.000) | 0 |
| 12 Agu 2025 | SELL | AIMS Indo Investama | 88.756.991 → 68.556.991 (−20.200.000) | 410 |
| 8 Agu 2025 | SELL | AIMS Indo Investama | (net −12,3 jt) | 0 |
| 6 Agu 2025 | SELL | AIMS Indo Investama | (net −4,07 jt) | 0 |
| Jul 2025 | BUY | Efendi Leman | 0 → 11.155.000 (kumulatif) | 0 |
| 26 Mei 2025 | BUY | Delta Wibawa Bersama | 0 → 68.493.151 | 0 |
| 26 Mei 2025 | SELL | AIMS Indo Investama | 134.355.590 → 88.776.991 (−45,58 jt) | 292 |
| 5 Mei 2025 | BUY | Paul Andreas | 0 → 12.950.100 | 0 |
Analisis pola kepemilikan:
| Metrik | Nilai | Catatan |
|---|---|---|
| Market cap | Rp134,2 miliar | 220 juta saham × Rp610 |
| Price/last | Rp595 | |
| P/E | n/a (rugi) | EPS Q2 2026 annualized ≈ −Rp1,63 |
| P/S (annualized) | ~361× | Pendapatan annualized ~Rp372 juta — sangat mahal secara fundamental |
| P/B | n/a | Data ekuitas tidak tersedia |
| ROE/ROA | negatif | Berdasarkan rugi Q2 |
| Likuiditas saham | sangat rendah | turnover 3,1%, nilai harian Rp0,5 miliar |
Kesimpulan valuasi: Harga Rp595 tidak dapat dibenarkan oleh kinerja operasional saat ini (P/S ratusan kali, laba negatif). Valuasi sepenuhnya bergantung pada narasi — potensi aksi korporasi (rights issue, akuisisi, perubahan bisnis inti), status pemegang saham pengendali, atau ekspektasi turnaround yang belum terlihat di laporan keuangan.
Aksi beli (bull case):
Aksi jual/hindari (bear case):
Sinyal yang perlu dipantau:
Stance praktis: Saham bersifat spekulatif tinggi, bukan investasi berbasis fundamental. Pantau akumulasi insider, tetapi hindari posisi besar karena likuiditas dan ketidaklengkapan laporan keuangan. Gunakan stop-loss ketat (mis. di bawah VWAP Rp645 atau di bawah area transaksi insider terakhir bila harga jatuh ke Rp500-an).
| Kategori | Temuan Kunci | Dampak bagi Trader |
|---|---|---|
| Identitas | PT Artha Mahiya Investama Tbk, IDX: AIMS, 220 juta saham, market cap Rp134,2 M | Saham small cap holding/investasi |
| Harga | Last Rp595 (−2,46%), VWAP Rp645, close 610, nilai harian Rp0,53 M | Tekanan jual intraday; likuiditas tipis |
| Pendapatan Q2 2026 | Rp93 juta; laba bruto 100% | Skala usaha micro; tidak material |
| Profitabilitas | Rugi bersih Rp89,8 juta; margin operasi −96,6%; EPS annualized ≈ −Rp1,63 | Tidak ada mesin laba; P/E negatif |
| Biaya | G&A Rp182,8 juta = 196,5% dari pendapatan | Struktur biaya > pendapatan; rugi struktural |
| Valuasi | P/S annualized ~361×; P/B n/a | Sangat mahal vs fundamental; nilai bertumpu narasi |
| Neraca/Arus Kas | Tidak tersedia (indeks kosong) | Due diligence tidak lengkap; risiko tersembunyi |
| Historis | Data Q1 2023–Q2 2026 & FY 2022–2024 tersedia tapi tanpa angka; FY 2025 & Q3 2026 hilang | Indikasi keterlambatan/tidak lengkap pelaporan |
| Insider 2026 | BUY: AIMS Indo Investama +6,3 jt (Jun), +3,8 jt (Sep); Christ Jonatan Daely +12,7 jt (Sep), +419 rb (Okt) | Sinyal akumulasi positif/konsolidasi kendali |
| Insider 2025 | SELL AIMS Indo Investama (−45,6 jt @292; −20,2 jt @410); pihak baru masuk @0 | Restrukturisasi kepemilikan; rotasi afiliasi |
| Struktur kepemilikan | Pihak terkait >~80% saham; free float ~12–18% | Konsentrasi tinggi; risiko minoritas |
| Seasonality | Tidak tersedia | Tidak dapat mendukung strategi timing |
| Risiko utama | Rugi struktural, illikuid, pelaporan tidak lengkap, konsentrasi kendali | Spekulatif; exit risk tinggi |
| Katalis terpantau | Rilis Q3 2026, laporan tahunan 2025, aksi korporasi, lanjutan insider buying | Perlu dipantau mingguan |
Rating: Sell
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: SELL
Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low
Ringkasan singkat: Ketiga sumber data yang diminta (berita Yahoo Finance, StockTwits, Reddit) tidak mengembalikan data apa pun untuk AIMS.JK pada periode ini. Tidak ada satu pun sinyal sentimen yang bisa diukur, sehingga pembacaan sentimen tidak dapat dilakukan — bukan karena tidak ada minat pasar, melainkan karena kegagalan pengambilan data.
AIMS.JK (DATA_UNAVAILABLE).| Arah | Sumber | Bukti pendukung |
|---|---|---|
| Netral / tidak ada sinyal | Berita Yahoo Finance | DATA_UNAVAILABLE — tidak ada artikel bertag AIMS.JK |
| Netral / tidak ada sinyal | StockTwits | HTTPError; tidak ada pesan, tidak ada rasio Bull/Bear |
| Netral / tidak ada sinyal | Reddit (WSB, stocks, investing) | Pencarian tidak tersedia untuk rentang tanggal ini; bukan bukti absennya diskusi |
| Tidak dapat dinilai | Divergensi antar-sumber | Nol sumber aktif |
Perlakukan laporan ini sebagai tidak adanya informasi (no-information), bukan sebagai sinyal positif netral. Keputusan atas AIMS.JK sebaiknya didasarkan sepenuhnya pada analisis fundamental (laporan keuangan, struktur pemegang saham, likuiditas perdagangan) dan teknikal, serta pada verifikasi langsung terhadap pengumuman resmi emiten/IDX. Sebaiknya ulangi pengumpulan sentimen dengan jendela tanggal yang didukung vendor (misalnya pencarian Reddit/StockTwits hanya untuk 24–72 jam terakhir) sebelum menaruh bobot apa pun pada sinyal ritel.
Rating: Neutral FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD (berbasis ketiadaan sinyal sentimen; bukan dukungan fundamental)
Periode analisis: 20–27 Oktober 2026
Tiga dari empat pilar data yang biasa saya pakai tidak tersedia untuk laporan ini, dan saya tidak akan mengisi kekosongan itu dengan estimasi:
| Sumber data | Status | Implikasi |
|---|---|---|
Berita spesifik AIMS.JK (get_news) |
TIDAK TERSEDIA — vendor Yahoo Finance tidak memiliki artikel yang ditandai AIMS.JK | Tidak ada katalis fundamental/rumor yang bisa dikonfirmasi atas nama PT Artha Mahiya Investama Tbk |
| Indikator makro FRED (fed funds, CPI, unemployment, UST 10Y) | TIDAK TERSEDIA — FRED_API_KEY tidak dikonfigurasi | Komentar makro AS tidak bisa di-ground ke angka aktual |
| Pasar prediksi (Fed cut, resesi) | DITAHANKAN — tidak ada vintage historis per 2026-10-27 | Tidak ada probabilitas forward-looking yang sah untuk dikutip |
| Berita global umum | TERSEDIA (40 artikel, 20–27 Okt) | Bisa dipakai untuk membaca sentimen sektor/risiko |
Penting: ketiadaan data berita bukan sinyal negatif tentang AIMS.JK. Ini murni keterbatasan cakupan vendor. Namun konsekuensinya nyata — tesis investasi harus bersandar pada data pasar (likuiditas, order flow, screener) dan pembacaan sentimen, bukan pada narasi fundamental.
Saya membaca seluruh set berita 20–27 Oktober. Temuan utamanya: cakupan berita hampir seluruhnya didominasi tema AI/megacap AS, dengan beberapa butir yang relevan secara tidak langsung.
Hanya get_market_breadth dan get_idx_screener yang memberi data nyata per 27 Oktober 2026 (sesi 1, 09:00–12:00 WIB, pasar buka):
AIMS.JK tidak muncul dalam movers maupun screener, dan tidak ada berita spesifik. Dalam konteks pasar yang sedang rotasi ke saham lapis tiga berlikuiditas tipis, saham yang absen dari radar flow kemungkinan berada dalam fase sepi likuiditas — bukan fase akumulasi terkonfirmasi. Tanpa berita, tanpa data fundamental terbaru, dan tanpa kehadiran dalam screener, tidak ada dasar untuk mengambil posisi aktif (beli). Saya tidak akan menyimpulkan "hold karena datanya netral" secara buta; alasan yang benar adalah: tidak ada katalis terverifikasi, dan tidak ada konfirmasi flow.
Yang bisa dieksekusi justru dari data yang ada: jika tujuannya eksposur ke dinamika IDX saat ini, PIPA dan BLES menawarkan edge terukur yang jauh lebih teruji daripada AIMS.JK.
| Kategori | Temuan utama | Bukti / angka | Arah untuk AIMS.JK |
|---|---|---|---|
| Berita AIMS.JK | Tidak tersedia | Vendor tanpa artikel bertag AIMS.JK | Netral-informatif, bukan negatif |
| Makro FRED | Tidak tersedia (tanpa API key) | fed funds/CPI/unemployment null | Tidak bisa dipakai untuk tesis |
| Pasar prediksi | Ditahan | Tidak ada vintage per 27 Okt 2026 | Tidak bisa dikutip |
| Sentimen global | Rotasi dari megacap AI ke small cap/value | Dow & small cap naik, Nasdaq turun sepekan | Sedikit mendukung aset domestik kecil |
| Skeptisisme belanja AI | Muncul di permukaan | Komentar CEO IBM soal "true ROI" & open model | Risiko bagi valuasi tema digitalisasi |
| Altcoin | Melemah tajam | HBAR −17%, XLM −14% (2 pekan) | Selera risiko spekulatif menurun |
| Breadth IDX | Sempit, digerakkan penny stock | Gainer Rp9–Rp494 naik 11–23,5% | Lingkungan spekulatif, bukan kualitas |
| Likuiditas | Sangat tidak merata | XCIS 5 transaksi (Rp171rb) vs BIPP Rp9,74 M | Wajib saring per nama |
| Sisi jual | Distribusi saham "sisa" | BTEK −8,34% di Rp11, 203rb lot | Hindari harga <Rp25 |
| Screener IDX | PIPA terbaik | WR 70%, D+3 +4,21%, DD −6% | Alternatif ber-edge terukur |
| Screener IDX | BLES konservatif | WR 59,4%, volume 2–5x, DD −3% | Alternatif risiko lebih rendah |
| Screener IDX | IMPC belum valid | Metrik None | Jangan bertindak |
| Posisi AIMS.JK | Absen dari movers & screener | Tidak muncul di kedua sumber | Tunda eksekusi, pantau katalis |
| Pemicu masuk ulang | Berita resmi / entri screener / nilai transaksi ≥Rp1 M | Kriteria kuantitatif | Tingkatkan bila terpenuhi |
Rating: HOLD
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD