Gacor Quant
Sesi 1 berlangsung (09:00-11:30 WIB) IDX Edge PRO Tentang Gacor

Polychem Indonesia Tbk

ADMG · analisa Kamis, 29 Oktober 2026

model analisa cb/deepseek-v4.1-flash

Underweight

192 rupiah per lembar · -6,80% · -

Net broker seluruhnya 168,2 jt rupiah. Kapitalisasi 801,2 M.

Ringkasan

Empat hal yang menentukan. Laporan penuh ada di bawah.

Putusan
Underweight. Turunkan eksposur ADMG.JK sebagian, dengan limit order, selagi bid masih ada — jangan stop market, jangan tambah. Ini bukan Sell penuh: valuasi (PER inti 10-11x, P/S 0,38x, laba positif) tidak membenarkan eksodus, dan tidak ada analis yang mengklaim bahaya...
Aliran dana
YP beli 133,6 jt · PD jual 1,1 jt
Keyakinan
C44 · paling kuat Akumulasi broker, paling lemah Likuiditas
Posisi harga
-13,9% terhadap SMA50, asing 1,3% dari volume 20 sesi
Rencana
belum masuk daftar beli, lihat keputusan akhir

Tingkat keyakinan C44

Skor 43.6 dari 100, disusun dari lima pemeriksaan terpisah. Tidak ada angka yang berasal dari kalimat model sendiri.

Kesepakatan agen 18/30

2 dari 3 lapis sepakat

Akumulasi broker 18/25

net 168,2 jt dari bruto 384,7 jt, 9/12 broker net beli

Konfirmasi tren 0/15

-13,9% vs SMA50, return 20 sesi -8,8%

Likuiditas 0/15

rata-rata 98,2 jt rupiah per hari

Volatilitas 7/15

ATR 8.1% lebar, stop jadi mahal

VWAP
193
rata-rata berbobot volume
Nilai transaksi
78,8 jt
rupiah, sesi -
Frekuensi
91
kali transaksi
Volume
408,4 rb
lembar

Siapa yang membeli, di harga berapa

10 broker terbesar dari 12, 2020-01-02 sampai 2026-10-29. Positif berarti akumulasi.

BrokerNamaNetNet volumeBeliJual
YP MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA 133,6 jt 687,1 rb 231,1 jt 97,5 jt
LS RELIANCE SEKURITAS INDONESIA TBK. 21,2 jt 100,0 rb 21,2 jt -
IF SAMUEL SEKURITAS INDONESIA 10,3 jt 50,0 rb 10,3 jt -
EP MNC SEKURITAS 4,2 jt 20,8 rb 8,2 jt 4,1 jt
OD BRI DANAREKSA SEKURITAS 605,2 rb 3,8 rb 3,4 jt 2,8 jt
SQ BCA SEKURITAS 199,6 rb 1,1 rb 535,6 rb 336,0 rb
AT PHINTRACO SEKURITAS 22,0 rb 100 22,0 rb -
BQ KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON 18,6 rb - 1,4 jt 1,3 jt
DH SINARMAS SEKURITAS 2,0 rb - 226,0 rb 224,0 rb
YJ LOTUS ANDALAN SEKURITAS -296,4 rb -1,3 rb - 296,4 rb

Akumulasi terjadi di level ini

Rata-rata beli di bawah penutupan berarti pembeli masuk lebih murah dari harga sekarang.

BeliHarga rata-rataNilaiJualHarga rata-rataNilai
XL 225 281,0 jt XL 208 287,1 jt
YP 206 231,1 jt CC 223 108,2 jt
LS 212 21,2 jt YP 226 97,5 jt
IF 206 10,3 jt KK 226 32,6 jt
EP 212 8,2 jt XC 223 14,4 jt
CC 210 7,5 jt NI 226 11,5 jt
OD 210 3,4 jt AK 208 6,2 jt
XC 219 2,1 jt EP 224 4,1 jt

Direksi membeli di harga ini

4 dari 4 catatan terakhir.

TanggalNamaJabatanAksiPerubahanHarga
2024-02-19 SATYA MULIA - Buy +405,356,593 0
2024-02-13 PROVESTMENT - Buy +1,925,414,417 0
2020-04-20 GAJAH TUNGGAL - Buy +994,150,000 0
2020-02-25 GAJAH TUNGGAL - Buy 0 0

Keputusan akhir

804 kata

Rating: Underweight

Executive Summary: Turunkan eksposur ADMG.JK sebagian, dengan limit order, selagi bid masih ada — jangan stop market, jangan tambah. Ini bukan Sell penuh: valuasi (PER inti 10-11x, P/S 0,38x, laba positif) tidak membenarkan eksodus, dan tidak ada analis yang mengklaim bahaya solvabilitas. Tapi konservatif memenangkan argumen eksekusi dan argumen kualitas laba, dan itu cukup untuk memiringkan Hold ke Underweight.

Cara menerapkan pada posisi Anda sendiri (saya tidak tahu ukuran Anda): targetkan sisa posisi di bawah setengah ukuran normal per nama (maksimum sepertiga bila likuiditas ketat), kurangi sisanya lewat limit order di zona 206-210 saat bid tersedia, bertahap, maksimum 1/3 volume harian rata-rata per sesi. Kalau posisi Anda sudah di bawah batas itu, tidak perlu memotong lagi — cukup tahan dengan aturan level di bawah.

Aturan level keputusan (bukan stop, karena stop di nama ini fiksi):

  • Close di bawah 197: siapkan limit exit bertahap, sisa posisi dipangkas.
  • Close di bawah 188: konfirmasi kerusakan struktur; keluar sisa dengan limit bertahap, realisasi realistis di 170-175.
  • Close di atas 219 dengan volume di atas rata-rata 20 hari: baru boleh naik kembali ke Hold/Overweight, dan hanya bertahap — bobot penuh hanya setelah Q3 keluar dengan gross margin, arus kas operasi, dan laba inti terbukti.
  • Retest 188-192 dengan volume kering + candle reversal: penambahan kecil hanya jika sudah ada konfirmasi Q3; tanpa itu, tidak.

Investment Thesis:

Yang memutuskan adalah bukan siapa paling vokal, tapi klaim mana yang bertahan saat diadu ke data. Empat klaim menentukan:

  1. Asimetri terbalik — klaim paling menentukan, dan agresif kalah. Agresif membangun tesisnya di atas stop 188 yang memberi risiko realisasi ≈ -8,7%. Konservatif membongkarnya dengan bukti langsung dari data, bukan teori: fundamental mencatat close 206 versus last_price 192, gap 6,8% intraday pada volume tipis (91 transaksi, turnover 0,068%). Neutral mengonfirmasi ini eksplisit — risiko nyata ada di antara -8,7% dan -18%, tergantung likuiditas, dan "stop di 188 bukan harga yang dijamin". Downside ke 188/170-175 ≈ -12% s/d -18% setelah slippage 3-5%, upside ke 219-223 hanya +6% s/d +8%. Agresif menghitung upside sampai resisten terdekat tapi downside sampai target ekstrem; konservatif menang karena ia memakai gap yang sudah terjadi hari ini, bukan asumsi.

  2. Kualitas laba rapuh — agresif kalah, netral memperkuat. 44,6% PBT H1 dari kurs dan keuntungan lainnya. Laba inti ≈ Rp 39,9 miliar untuk penjualan Rp 1 triliun. Neutral menegaskan: "convexity yang Anda bela bukan opsi pada spread PTA/EG murni... sebagian sudah dibayar oleh item tidak berulang." Margin bruto 5,8% bekerja dua arah — penurunan spread sedikit memakan seluruh laba bruto. Ini melemahkan klaim convexity yang menjadi tulang punggung tesis agresif.

  3. Bandarmologi = rotasi, bukan akumulasi. YP beli avg 206 dan jual avg 226 senilai Rp 97,5 juta; CC jual avg 223. Pembeli terbesar hari ini adalah penjual terbesar beberapa hari lalu. Asing net jual -390.100 lembar = 14,8% volume — proporsi besar di pasar tipis, bukan nominal kecil seperti klaim agresif. Konservatif benar memakai proporsi, bukan nilai rupiah.

  4. Data kosong bukan bukti dua arah. Konservatif menangkap agresif memakai ketiadaan data sebagai konfirmasi positif ("neraca sehat" dari beban bunga Rp 450 juta — inferensi, bukan neraca). Tapi neutral juga benar menangkap konservatif melakukan kesalahan cermin: "kurangi 30-50% sekarang" bukan kesimpulan data, itu preferensi risiko.

Kenapa Underweight, bukan Hold murni: Di sini saya berbeda dari ketiga analis dan dari Research Manager. Neutral mengusulkan Hold dengan ukuran diperkecil — tapi itu pada praktiknya adalah Underweight yang tidak dinamai. Kalau posisi normal harus dipangkas ke maksimum sepertiga dan tidak boleh ditambah sampai dua gerbang terbuka (harga >219 dan Q3 terbukti), maka arah eksposur yang benar adalah turun, bukan tahan. Konservatif benar bahwa risiko harus dikurangi saat bid masih ada, bukan saat panik. Valuasi hanya mencegah Sell penuh.

Kenapa bukan Sell: PER inti 10-11x, P/S 0,38x, laba positif, 200SMA masih naik tipis (217,9 → 219,31), MACD histogram membaik dari -11,54 ke +1,24. Bear sendiri tidak mengklaim bahaya solvabilitas. Ini cukup untuk mempertahankan sebagian eksposur, tidak cukup untuk keluar total di dasar range — timing exit total di dasar range pada pasar tipis adalah cara terburuk mengurangi risiko.

Yang akan mengubah penilaian:

  • Naik ke Hold/Overweight: close >219 dengan volume di atas rata-rata 20 hari, ditambah Q3 yang menunjukkan gross margin >5%, arus kas operasi positif, dan laba inti masih positif setelah membuang kurs/lainnya. Dua dari tiga gagal → tetap Underweight atau turun ke Sell.
  • Turun ke Sell: close <188 mengonfirmasi struktur rusak; atau 44,6% komponen non-operasional terbukti tidak berulang dan laba inti berbalik negatif.
  • Data yang tidak ada di prompt ini dan membatasi tesis: neraca lengkap (utang berbunga, jatuh tempo), arus kas operasi, rincian laba lainnya Rp 27,1 M, arah rupiah/USD, harga PTA/MEG, tanggal terbit Q3, sentimen. Tanpa ini, penilaian intrinsik di 206 tidak bisa dipastikan murah atau mahal — karena itu keputusan diambil lewat ukuran dan eksekusi, bukan lewat taruhan arah.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: UNDERWEIGHT

Rencana trader

304 kata

Action: Hold

Reasoning: Struktur harga bearish, valuasi tidak cukup alasan jual. Dua-duanya menahan di Hold.

Bukti kunci:

  • Close 206 = low sesi. Di bawah 10EMA 213.75, 50SMA 239.32, 200SMA 219.31, VWMA 213.70. Empat garis di atas harga.
  • Volume 2.635.500 lbr (7.7× rata2 20d) + harga turun = distribusi, bukan akumulasi.
  • Asing net jual -390.100 lbr (14.8% volume).
  • Bandarmologi = rotasi range 205–230, bukan akumulasi. YP beli avg 206 dan jual avg 226. CC jual avg 223. Range trader, bukan institusi bangun posisi.
  • Asimetri terbalik setelah slippage. Vendor cut 197 hanya 4.4% di bawah. Downside riil ke 188/170-175 ≈ -12% s/d -18%. Upside ke 219–223 ≈ +6% s/d +8%.
  • MACD histogram +1.24 (naik dari -11.54) = satu-satunya sinyal positif. Tapi MACD masih -7.19, tren turun belum batal.
  • RSI 41.59 gagal tembus 50 = rebound lemah.

Bukan Sell: PER inti 10-11x, P/S 0.38x, laba positif. Bear sendiri tidak klaim bahaya solvabilitas. Valuasi tahan posisi, tidak paksa keluar.

Bukan Buy: tidak ada konfirmasi. Q3 belum terjadwal di data. Bull gagal buktikan titik masuk.

Entry Price: Tidak berlaku. Hold = jangan tambah di 206. Level entry hanya jika muncul konfirmasi:

  • Close > 219 (200SMA) + volume di atas rata2 20d
  • Retest 188–192 volume kering + candle reversal (entry 190)

Stop Loss: 183 (206 − 1.5×ATR 15.24). Untuk posisi yang sudah ada: potong 50% jika close < 197, keluar sisa jika close < 188.

Position Sizing: Maks 15% alokasi normal per nama. ATR 7.4%/hari + turnover 0.068% = risiko per saham besar, likuiditas tipis. Naik ke Overweight hanya jika tembus 219. Order maks 1/3 volume harian rata2 per sesi, jangan market order.

Catatan jujur: data neraca, arus kas, tanggal Q3, makro, dan sentimen tidak ada di prompt. Hold di sini = tahan, jangan tambah, tunggu konfirmasi.

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Rencana investasi

721 kata

Recommendation: Hold

Rationale:

Kedua analis sama-sama berakhir di Hold, tapi lewat jalan berbeda — bull bilang "murah, downside terukur, opsi Q3 gratis", bear bilang "aset murah tapi timing buruk, downside riil lebih besar dari klaim bull". Yang memutuskan bukan siapa lebih vokal, tapi mana klaim yang bertahan saat diadu ke data.

Poin yang bull menangkan:

  1. Valuasi bukan alasan jual. P/S 0,38x dan PER inti ~10-11x tidak mahal untuk komoditas siklikal. Bear sendiri mengakui ini ("PER inti 10-11x bukan mahal", "labanya positif"). Klaim valuasi di sini seri, bukan milik bear.
  2. Beban bunga Rp 450 juta (0,04% penjualan) adalah satu-satunya sinyal dari P&L yang arahnya meredakan risiko solvabilitas. Bear benar bahwa ini inferensi, bukan bukti neraca — tapi bear tidak membawa angka tandingan, jadi ini tetap netral-ke-positif, bukan negatif.

Poin yang bear menangkan, dan lebih berat:

  1. Bull memakai "data tidak ada" sebagai bukti positif. Klaim "neraca sehat", "kurs berulang secara statistik", "pemilik menambah posisi = sinyal" semuanya berdiri di atas asumsi yang tidak terverifikasi di data. Bear benar menyoroti ini: absennya data bukan konfirmasi. Pembelian 2024 di harga 0 memang memperlemah narasi "sinyal keyakinan pemilik".
  2. Struktur harga jelas bearish, bukan range netral. Harga 310 (3 Sep) → 206 (29 Okt), -33,5% dalam 8 minggu; tutup di low sesi; di bawah 10EMA, 50SMA, dan 200SMA; 50SMA turun 5 hari beruntun; RSI 41,6 gagal tembus 50 dan turun lagi dari 51,3. "Higher low 188 → 206" bull lemah karena belum ada low baru — itu harga di tengah range, bukan konfirmasi pembalikan.
  3. Bandarmologi yang bull klaim sebagai akumulasi sebenarnya rotasi. YP beli avg 206 dan jual avg 226 Rp 97,5 M — itu scalping di range, bukan akumulasi institusional. Ditambah asing net jual -390.100 lembar (14,8% volume) yang bull tidak sebut.
  4. Asimetri yang bull klaim justru terbalik setelah biaya eksekusi. Turnover 0,068%, ATR 7,4%/hari, slippage 3-5%, dan vendor "cut jika break 197" hanya 4,4% di bawah harga. Downside riil ke 188/170-175 setelah slippage ≈ -12% s/d -18%, sementara upside ke atap range 219-223 hanya 6-8%. Ini argumen paling menentukan: klaim utama bull adalah asimetri menguntungkan, dan bear membongkarnya dengan angka yang sama.
  5. Komponen laba rapuh. 44,6% PBT non-operasional (kurs + lainnya). Kalau rupiah menguat atau item itu satu kali, Q3 menghukum lagi. Bull tidak bisa membuktikan kurs berulang — data makro eksplisit tidak tersedia.

Yang membuat ini Hold, bukan Underweight/Sell: valuasi tidak mendukung eksodus, laba positif, dan bear sendiri tidak mengklaim perusahaan dalam bahaya solvabilitas. Tapi bull juga gagal membuktikan titik masuk. Bukti terbaik bull — "PER inti wajar" — cukup untuk tidak panik jual, persis seperti kata bear, dan tidak cukup untuk menambah. Tidak ada katalis terjadwal terkonfirmasi (tanggal Q3 tidak ada di data), jadi tidak ada dasar untuk mendahului konfirmasi.

Strategic Actions (patokan alokasi standar):

  1. Pertahankan eksposur yang ada, jangan tambah. Ukuran posisi maksimum 15% dari alokasi normal untuk satu nama — mencerminkan likuiditas tipis (turnover 0,068%) dan volatilitas 7,4%/hari. Jangan naikkan bobot sampai salah satu konfirmasi muncul.
  2. Tetapkan level keputusan eksplisit, jangan discretionary:
    • Close di bawah 197 (level cut vendor / S1): potong 50% posisi. Ini hanya 4,4% dari harga, dan satu sesi normal bisa menyentuhnya.
    • Close di bawah 188 (low 10-19 Okt): keluar sisa posisi. Struktur turun berlanjut.
    • Close di atas 219 (200SMA) dengan volume di atas rata-rata 20 hari: naikkan ke Overweight, tambah maksimal 5% alokasi.
    • Retest 188-192 dengan volume kering + candle reversal: tambah 5% alokasi, stop di 183.
  3. Antisipasi Q3 2026 tanpa mendahuluinya. Tanggal terbit tidak terkonfirmasi di data — jangan posisikan seolah katalis sudah terjadwal. Kalau terbit: butuh gross margin >5% dan arus kas operasi positif dan laba inti (setelah buang kurs/lainnya) masih positif. Dua dari tiga gagal → turunkan ke Underweight.
  4. Batasi eksekusi. Order maksimal 1/3 dari volume harian rata-rata per sesi untuk hindari slippage. Jangan pakai market order di saham ini.
  5. Lacak yang tidak ada di data dan dibutuhkan untuk naik keyakinan: neraca lengkap (utang berbunga, jatuh tempo), arus kas operasi, rincian laba lainnya Rp 27,1 M, dan arah rupiah/USD. Tanpa ini, tesis tetap tidak bisa naik dari Hold.

Catatan kejujuran: data neraca, arus kas, Q3, makro, dan sentimen tidak tersedia di prompt ini. Kesimpulan di atas dibatasi oleh itu — Hold di sini artinya "tahan, jangan tambah, tunggu konfirmasi", bukan "yakin seimbang".

Rating: Hold FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa teknikal dan aliran dana

895 kata

ADMG.JK — PT. Polychem Indonesia Tbk — 2026-10-29

Close 206. Turun dari 220 hari sebelumnya. Low 206 = close, tekan jual kuat.

Indikator dipilih (8): close_10_ema, close_50_sma, close_200_sma, macd, macdh, rsi, atr, vwma. Alasan: struktur tren (3 MA beda horizon) + momentum MACD (line+histogram) + RSI + volatilitas ATR + konfirmasi volume VWMA. Bollinger dilepas — mid 217.5 dekat 200SMA 219.3, redundan.

Tren — gambar besar

  • Harga puncak 310 (2026-09-03, high). Turun bertahap: 286 → 268 → 236 → low 188 (2026-10-19) → rebound 226 (10-27) → 206 (10-29).
  • MA terbalik: short < mid < long belum. 10EMA 213.75 < 50SMA 239.32 > 200SMA 219.31. Artinya: jangka pendek turun, jangka menengah turun (50 turun 5 hari: 247.64 → 239.32), jangka panjang masih naik pelan (200 naik 217.9 → 219.31).
  • Harga di bawah ketiga MA. 200SMA 219.31 = garis putus. Close 206 di bawahnya 13 rupiah (-6.1% dari 200SMA).

Momentum

  • MACD -7.19, signal -8.43, histogram +1.24. Histogram positif = MACD di atas signal, perbaikan momentum. MACD naik dari -11.54 (10-19) ke -7.19. Tapi masih negatif = tren turun belum batal.
  • RSI 41.59. Netral-lemah. Jejak: 18.8 (10-19, oversold ekstrem), naik ke 51.3 (10-27), turun lagi 41.6.
  • Buyer tidak lanjut. RSI gagal tembus 50 = rebound lemah.

Volatilitas & risiko

  • ATR 15.24 (~7.4% dari 206). Naik dari 10.94 (10-15). Volatilitas melebar bersamaan harga jatuh = distribusi.
  • Pasang stop berbasis ATR: 206 - 1.5×ATR ≈ 183. Atau pakai level 188 (low 10-19). Vendor sebut S1 197, S2 189.
  • Resisten: R1 223, R2 241 (vendor). + 200SMA 219.3 dan 50SMA 239.3.

Volume

  • 29 Okt: 2,635,500 lembar, nilai Rp568.2M, 188 transaksi. Vendor hitung rasio 7.7× rata2 20d (344K). Volume besar + harga turun = tekanan jual, bukan akumulasi.
  • VWMA 213.70. Harga 206 di bawah VWMA = penjual aktif dominan. VWMA turun terus (272 → 213.7 sejak 09-18) = konsisten dengan distribusi berjangka.

Bandarmologi (IDX, berlaku)

  • Net buyer teratas: YP (Mirae Asset) +Rp133.6M / +687.1K lembar, avg beli 206. Lalu LS (Reliance) +Rp21.2M avg 212, IF (Samuel) +Rp10.3M avg 206.
  • Net seller teratas: CC (Mandiri) -Rp100.65M / -448.3K lembar, avg jual 223. KK (Phillip) -Rp31.6M avg 226. XC (Ajaib) -Rp12.3M avg 208 (tapi XC juga beli 281M avg 225 — dua arah). NI (BNI) -Rp11.4M avg 226. AK (UBS) -Rp6.2M avg 208.
  • Pola: pembeli avg di 206–212, penjual avg di 223–226. YP beli tepat di harga close hari ini (206) — strategi tangkap di support, bukan chase.
  • Catatan: YP juga muncul sebagai penjual avg 226 (Rp97.5M) di tabel akumulasi — berarti YP beli di 206 dan jual di 226. Rotasi, bukan akumulasi murni.
  • Asing net jual -390,100 lembar hari ini (14.8% volume). Vendor: 5 hari terakhir asing jual 2 kali. UBS (asing) net seller. Tidak ada bukti asing akumulasi sambil lokal distribusi; sebaliknya, penjual besar CCP/KKM lokal/retail-ish, pembeli YP juga lokal.
  • Kesimpulan bandar: beli bertahap di 206–212 oleh YP/LS/IF, jual di 223–226 oleh CC/KK/NI. Struktur ini cocok dengan range 205–230, bukan tren naik baru.
  • get_accumulation_history kosong — tidak bisa verifikasi konsistensi multi-hari.

Konfirmasi vendor

  • Score 35/75, "WASPADA". Rekomendasi vendor: HINDARI, cut jika break 197, support next 189.
  • Cross-check: vendor SMA20 218 / RSI 41 / MACD -8 — selaras. Vendor ATR 17 vs snapshot 15.24 — beda metode (ATR 14 simple vs Wilder), bukan konflik arah.

Rencana aksi

  • Belum punya: jangan beli. Tunggu (a) close > 219 (>200SMA) + volume konfirmasi, atau (b) retest 188–192 dengan volume kering + candle reversal, atau (c) MACD histogram tetap positif saat MACD tembus nol.
  • Sudah punya: kurangi di 219–223. Stop di bawah 188 (atau 183 pakai 1.5 ATR). Break 188 dengan volume = target 170–175.
  • Sizing: ATR 7.4% harga → risiko per saham besar. Jaga posisi ≤ setengah normal.
Kategori Indikator/Data Nilai 2026-10-29 Baca
Harga Close / High / Low 206 / 232 / 206 -6.36% dari 220, tutup di low
MA 10 EMA 213.75 di bawah = lemah jangka pendek
MA 50 SMA 239.32 (turun) tren menengah turun
MA 200 SMA 219.31 (naik tipis) harga di bawah, garis putus
Momentum MACD / Signal / Hist -7.19 / -8.43 / +1.24 perbaikan tapi masih negatif
Momentum RSI(14) 41.59 netral-lemah, gagal tembus 50
Volatilitas ATR(14) 15.24 (~7.4%) melebar, stop 1.5×ATR ≈ 183
Volume Vol / Value / Freq 2,635,500 / Rp568.2M / 188 7.7× rata2 20d, jual
Volume VWMA 213.70 harga di bawah, distribusi
Bandar beli YP / LS / IF +Rp133.6M / +Rp21.2M / +Rp10.3M avg beli 206–212
Bandar jual CC / KK / NI / AK -Rp100.7M / -Rp31.6M / -Rp11.4M / -Rp6.2M avg jual 223–226
Asing Net hari ini -390,100 lbr (14.8%) asing jual
Level Resisten / Support 219–223 / 197–189 / 188 vendor S1 197 S2 189
Skor vendor 35/75 WASPADA / HINDARI cut jika break 197

Rating: Hold — no new long; trim into 219–223, stop below 188

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD

Analisa fundamental

1523 kata

Laporan Fundamental ADMG.JK — PT Polychem Indonesia Tbk

Tanggal analisis: 2026-10-29

1. Catatan kelengkapan data (baca dulu)

Tool mengembalikan hanya indeks/daftar periode untuk balance_sheet, cashflow, income_statement (quarterly & annual). Isi angka neraca/arus kas tidak tersedia di respons — yang ada cuma nama periode (Q1 2024–Q2 2026, FY 2022–FY 2025) dan timestamp retrieval. Artinya:

  • Tidak ada angka: total aset, kas, utang, ekuitas, arus kas operasi/investasi/pendanaan, EPS, book value.
  • Tidak bisa hitung PER, PBV, DER, current ratio, FCF dari tool.
  • Satu-satunya angka finansial detail: laba rugi Q2 2026 dari get_fundamentals.
  • Seasonality: kosong (tidak ada baris).
  • Insider: ada, tapi terakhir 2024-02-19 — tidak ada transaksi seminggu terakhir.

Jangan anggap bagian yang kosong ini sebagai "perusahaan tanpa utang/kas". Hanya tidak ter-retrieve.

2. Profil & statistik pasar

Item Nilai
Nama PT Polychem Indonesia Tbk
Kode IDX ADMG
Sektor Petrokimia / serat poliester & kimia (dasar: nama & laporan)
Saham beredar 3.889.179.559
Market cap (close 206) Rp 801,2 miliar
Harga terakhir Rp 192 (-14 / -6,8%)
VWAP sesi 193,02
Frekuensi 91 transaksi
Lot 4.084 (408.400 saham)
Nilai transaksi Rp 78,8 juta
Turnover ratio 0,000678 (≈0,07%)
Status open, Sesi 1

Insight likuiditas: ekstrem tipis. Nilai transaksi Rp 78,8 juta/hari dengan market cap Rp 801 miliar = turnover 0,068%. 91 transaksi untuk seluruh pasar. Posisi besar tidak bisa keluar tanpa memberi tekanan harga besar. Ini risiko utama, bukan valuasi.

Divergensi harga: close 206 vs last_price 192. Gap -6,8% intraday. Turun tajam di volume tipis — bisa jadi panic kecil / order kecil menggerakkan harga. Konfirmasi dengan order book, bukan dari data ini.

3. Laba rugi Q2 2026 (kumulatif H1 2026, Rp)

Pos Rp % Penjualan
Penjualan 1.048.425.369.278 100,0%
Beban pokok penjualan (987.610.098.069) 94,2%
Laba bruto 60.815.271.209 5,8%
Beban penjualan (880.952.982) 0,1%
Beban umum & administrasi (21.850.347.442) 2,1%
Pendapatan keuangan 2.311.494.759 0,2%
Beban bunga & keuangan (450.267.244) 0,04%
Laba selisih kurs 6.919.789.198 0,7%
Rugi nilai wajar efek (943.456.290) -0,1%
Keuntungan lainnya 27.126.614.662 2,6%
Laba sebelum pajak 72.001.645.037 6,9%
Pajak (4.831.029.595) —
Laba bersih 67.170.615.442 6,4%
Laba komprehensif 67.498.274.536 —

Diturunkan:

  • Margin bruto 5,8% — sangat tipis. Khas komoditas petrokimia; EBITDA sangat sensitif ke spread harga PTA/EG vs poliester.
  • Beban bunga hanya Rp 450 juta untuk penjualan Rp 1,05 triliun → beban utang berbunga minimal relatif, atau utang berbiaya rendah. Indikasi neraca tidak overleveraged, tapi konfirmasi butuh neraca (tidak tersedia).
  • Mutu laba lemah: laba sebelum pajak Rp 72,0 M, tapi laba operasi murni (bruto - SG&A + pendapatan keuangan - bunga) = 60,8 - 0,9 - 21,9 + 2,3 - 0,5 ≈ Rp 39,9 M. Sisanya Rp 32,1 M (44,6% PBT) dari non-operasional: kurs Rp 6,9 M + lainnya Rp 27,1 M. Hampir separuh laba H1 2026 tidak berulang.
  • Tanpa item non-operasional, laba inti ≈ Rp 35 M (setelah pajak efektif ~6,7%). Run-rate setahun ≈ Rp 70 M.
  • EPS H1: 67.170.615.442 / 3.889.179.559 = Rp 17,3. Annualized ≈ Rp 34,5. Pada harga 192 → PER annualized ≈ 5,6x; pada laba inti saja → PER ≈ 10-11x.
  • Market cap / penjualan (annualized H1 ×2 = Rp 2,10 T) = 0,38x. Level murah untuk manufaktur, tapi tipikal saham komoditas siklikal dengan margin 6%.
  • Pajak efektif hanya 6,7% — jauh di bawah 22%. Cek apakah ada penghasilan tidak kena pajak / kompensasi rugi / koreksi fiskal. Kalau laba "lainnya" non-pajak, laba bersih bisa overstated vs arus kas.

4. Neraca & arus kas

Tidak ter-retrieve (lihat §1). Action: ambil laporan keuangan H1 2026 dari IDX/emiten sebelum entry. Yang wajib dicek:

  1. Kas & setara kas — apakah cukup menutup beban tetap kalau margin bruto nol?
  2. Total utang bank jangka pendek — beban bunga kecil, tapi pastikan tidak ada utang jatuh tempo besar.
  3. Ekuitas per saham → PBV. Jika PBV < 0,5 dan perusahaan cash-generative, itu thesis nilai aset.
  4. Arus kas operasi vs laba bersih — laba H1 44% non-operasional; OCF bisa jauh di bawah net income.

5. Insider transactions

Tanggal Aksi Pemegang Domisili Perubahan
2024-02-19 BUY SATYA MULIA lokal 0 → 405.356.593
2024-02-13 BUY PROVESTMENT asing 0 → 1.925.414.417
2020-04-20 BUY GAJAH TUNGGAL lokal 0 → 994.150.000
2020-02-25 BUY GAJAH TUNGGAL lokal 994.150.000 → 994.150.000 (0)

Baca:

  • Tidak ada transaksi 7 hari terakhir. Data ini bukan sinyal jangka pendek.
  • Struktur pemegang: Provestment (asing) 1,93 M saham ≈ 49,5%; Gajah Tunggal 994 M ≈ 25,6%; Satya Mulia 405 M ≈ 10,4%. Tiga pihak ~85% saham → free float ~15% (~583 juta saham). Ini menjelaskan likuiditas tipis dan harga mudah goyang.
  • Pembelian 2024 oleh Satya Mulia & Provestment @ harga 0 (kemungkinan transfer/private placement, bukan pasar). Tanda afiliasi mengonsolidasi kendali, bukan keyakinan pasar.
  • Implikasi: risiko tata kelola & perlindungan pemegang minoritas. Keputusan korporasi (rights issue, akuisisi afiliasi, delisting) bisa didominasi 3 pemegang besar.

6. Seasonality

Tidak ada data. Tidak ada dasar statistik untuk klaim pola bulanan. Jangan pakai argumen musiman.

7. Katalis & risiko

Katalis (butuh verifikasi):

  • Rilis laporan Q3 2026 — periode pelaporan IDX biasanya akhir Oktober; kemungkinan terbit dalam hitungan hari/minggu. Ini katalis biner terdekat.
  • Rupiah lemah → untung kurs (lihat Rp 6,9 M di H1). Berlanjut = dorongan laba non-operasional.
  • Harga saham -6,8% intraday pada volume sangat kecil — bisa jadi peluang entry murah, atau awal de-rating.

Risiko:

  1. Likuiditas: exit sulit. Sizing harus kecil; asumsikan slippage 3-5%+.
  2. Kualitas laba: 44,6% PBT non-operasional. Jika kurs berbalik / keuntungan lainnya hilang, laba bisa turun >50% tanpa perubahan operasi.
  3. Margin bruto 5,8%: shock biaya bahan baku / harga jual bisa bikin laba bruto jadi nol. Volatilitas laba tinggi.
  4. Konsentrasi kepemilikan 85% → risiko tata kelola.
  5. Data neraca/kas kosong → tidak bisa pastikan solvabilitas. Jangan klaim aman.

8. Rekomendasi trader

  • Jangan beli karena "PER 5,6x". Setelah normalisasi non-operasional, PER ~10-11x — wajar, bukan murah.
  • Tunggu laporan Q3 2026 (kemungkinan terbit segera). Cek: (a) apakah keuntungan lainnya/kurs berulang, (b) margin bruto bertahan >5%, (c) arus kas operasi positif.
  • Kalau masuk: posisi kecil (maks 25% dari ukuran normal), batas slippage eksplisit, hindari order pasar. Likuiditas tidak mendukung posisi besar.
  • Stop-loss ketat: harga sudah -6,8%; berhenti di bawah Rp 180 (≈ -6% dari 192) untuk membatasi drawdown pada nama tipis.
  • Hindari short/leverage: biaya pinjam & spread terlalu lebar untuk nama turnover 0,07%.
  • Thesis bull hanya valid jika Q3 konfirmasi laba inti berulang + arus kas positif. Tanpa itu, ini saham komoditas margin tipis dengan laba berkualitas rendah.

Kategori Metrik Nilai Tafsir
Pasar Harga terakhir Rp 192 -6,8% intraday
Pasar Market cap Rp 801,2 M Micro cap
Likuiditas Nilai transaksi Rp 78,8 jt Sangat tipis; turnover 0,068%
Likuiditas Frekuensi 91 transaksi Hampir tidak likuid
Laba rugi H1 2026 Penjualan Rp 1,048 T —
Laba rugi H1 2026 Laba bruto Rp 60,8 M (5,8%) Margin tipis, sensitif komoditas
Laba rugi H1 2026 Laba operasi inti (est.) ~Rp 39,9 M Hasil hitung manual
Laba rugi H1 2026 Non-operasional Rp 32,1 M (44,6% PBT) Mutu laba lemah
Laba rugi H1 2026 Laba bersih Rp 67,2 M Margin 6,4%
Laba rugi H1 2026 Beban bunga Rp 450 jt Indikasi utang berbunga rendah
Laba rugi H1 2026 Pajak efektif 6,7% Jauh < 22%; perlu cek
Valuasi EPS H1 (annualized) Rp 34,5 —
Valuasi PER (laba total) ~5,6x Murah, tapi tidak berulang
Valuasi PER (laba inti) ~10-11x Wajar, bukan murah
Valuasi P/S (annualized) 0,38x Murah relatif manufaktur
Neraca Aset/utang/ekuitas Tidak tersedia Data tidak ter-retrieve
Arus kas OCF/ICF/FCF Tidak tersedia Data tidak ter-retrieve
Insider Transaksi 7 hari Tidak ada Terakhir 2024-02-19
Kepemilikan Provestment / Gajah Tunggal / Satya Mulia 49,5% / 25,6% / 10,4% Free float ~15%
Katalis Q3 2026 Rilis segera Katalis biner terdekat
Seasonality Data bulanan Tidak ada Tidak bisa dipakai

Rating: Hold

Analisa sentimen

353 kata

Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low

Sentimen ADMG.JK — 2026-10-22 s/d 2026-10-29

Ringkas: tidak ada data. Semua sumber kosong.

Per-sumber

Berita (Yahoo Finance, 7 hari) — TIDAK TERSEDIA. Pesan vendor: DATA_UNAVAILABLE: no configured vendor could serve get_news right now (Yahoo Finance has no news articles tagged ADMG.JK). Nol artikel. Tidak ada framing institusional. Ini bukan sinyal bearish — murni tidak ada cakupan.

StockTwits — TIDAK TERSEDIA. Error HTTP. Nol pesan. Rasio Bullish/Bearish tidak bisa dihitung, jumlah sampel 0. Tidak ada sinyal retail.

Reddit — TIDAK DIQUERY untuk ADMG.JK. Nol thread. Subreddit relevan (mis. r/Indonesia, r/saham) tidak menampilkan diskusi.

Divergensi

Tidak bisa dinilai. Tidak ada sumber untuk dibandingkan.

Tema naratif dominan

Tidak ada. Nol pesan, nol tema. Tidak ada tema yang berulang karena tidak ada input.

Katalis & risiko

Tidak teridentifikasi dari data. Tidak ada berita laba, aksi korporasi, peluncuran produk, atau ancaman kompetitif dalam window ini. Kalau ada katalis spesifik ADMG.JK (laporan keuangan kuartalan, perubahan manajemen, aksi korporasi), trader harus cek langsung ke IDX/keterbukaan informasi — tidak muncul di sini.

Tabel sinyal sentimen

Arah Sumber Bukti pendukung
Tidak ada sinyal Berita Yahoo Finance DATA_UNAVAILABLE — 0 artikel tagged ADMG.JK
Tidak ada sinyal StockTwits HTTP error — 0 pesan, 0 tag bullish/bearish
Tidak ada sinyal Reddit Tidak diquery — 0 thread

Catatan metodologis

  • Band = Neutral, bukan karena seimbang bullish/bearish, tapi karena semua sumber benar-benar diam. Definisi Neutral: semua sumber senyap.
  • Skor 5 = titik tengah, tidak ada bukti ke arah mana pun. Jangan baca sebagai keyakinan bahwa pasar netral.
  • Confidence low: nol observasi di ketiga sumber. Sampel 0 berarti tidak ada dasar statistik apa pun.
  • ADMG.JK (PT. Polychem Indonesia Tbk) adalah saham small cap Indonesia dengan likuiditas rendah. Tidak adanya pembicaraan retail = tipikal untuk nama seperti ini, bukan indikator sentimen negatif.
  • Sinyal di sini tidak boleh dipakai sebagai dasar entry/exit sendirian. Andalkan fundamental, likuiditas, dan data harga.

Tindakan berikut: cek keterbukaan informasi IDX untuk ADMG.JK; ulangi tarik data sentimen setelah sumber pulih.

Analisa berita

679 kata

Laporan Riset Berita — ADMG.JK (PT Polychem Indonesia Tbk)

Periode: 22–29 Okt 2026 | Basis data: get_news, get_global_news, get_macro_indicators, get_prediction_markets, get_idx_screener, get_market_breadth

Rating: Hold


1. Berita spesifik ADMG.JK: TIDAK TERSEDIA

get_news gagal. Vendor Yahoo Finance tak punya artikel ditandai ADMG.JK. Ini kosong data, bukan sinyal negatif soal emiten. Tidak ada estimasi, tidak ada fabrikasi. Implikasi: tidak bisa nilai katalis korporasi (laba kuartalan, ekspansi kapasitas polyester/PET, perubahan utang). Cek langsung laporan di IDX (idx.co.id) + keterbukaan informasi.

2. Konteks IDX: pasar tutup, breadth kosong

  • get_market_breadth: pasar tutup, buka berikutnya Jumat 09:00 WIB. Gainers/losers 0 → tidak ada read arah pergerakan.
  • get_idx_screener: V5.2 berjalan, data segar (~24 jam), tapi 0 baris dikembalikan. Tidak bisa tarik likuiditas/valuasi/momentum sektor.

ADMG.JK = emiten kecil, likuiditas tipis. Tanpa breadth + screener, entry/exit jadi menebak. Wajib cek depth order book sendiri saat buka.

3. Makro: pipa data mati

get_macro_indicators gagal tiga kali (fed_funds_rate, cpi, 10y_treasury). Penyebab: FRED_API_KEY tidak diset. Tidak ada angka. Tidak ada klaim inflasi/suku bunga. Set FRED_API_KEY di env lalu ulang.

Catatan penting: FRED = data AS. Untuk ADMG.JK yang lebih relevan adalah BI-Rate, inflasi ID, rupiah/USD, harga PTA/MEG & paraxylene (bahan baku polyester). Data itu tak ada di tool ini. Gunakan manual.

4. Prediction markets: ditahan

Polymarket hanya sajikan odds live, tak ada vintage historis untuk 2026-10-29. Memberi angka live = bocor informasi pasca-keputusan. Nol probabilitas dilaporkan.

5. Berita global: apa adanya, relevansi terbatas

Feed 22–29 Okt 2026 didominasi IBM/enterprise IT — AI agent security, quantum, divergensi harga target Evercore ($250 vs $275), laporan pasar GlobeNewswire. Tidak ada hubungan langsung dengan kimia/polyester Indonesia.

Yang mungkin nyangkut ke ADMG.JK secara tak langsung:

  • Oracle lompat pasca guidance FY2030 $225B (28 Okt) → sentimen risk-on teknologi global, tapi tidak transgen ke ADMG.
  • Nasdaq volatilitas mendingin midweek, kekuatan laba chip naik → risk appetite membaik, tipis positif untuk pasar berkembang.
  • Tembaga/perak: Capstone Copper laba Q3 naik tapi output anjlok; PAAS turun → tekanan harga logam. Industri kimia agak terkait biaya energi/input, bukan logam.
  • Emas: Polymarket luncurkan kontrak 15-menit gold → likuiditas spekulatif naik di aset safe-haven, minim relevansi.

Kesimpulan: feed global tidak memberi edge untuk ADMG.JK. Berita tisu/tekstil Asia, tarif dagang, atau harga rupiah jauh lebih penting dan tak tersedia di sini.

6. Insight actionable

  1. Jangan trade atas dasar laporan ini. Data spesifik nol. Sinyal yang ada = absennya data, bukan sinyal pasar.
  2. Hold posisi bila sudah ada. Alasan: tidak ada katalis baru terdeteksi, tidak ada alasan tambah atau jual paksa.
  3. Sebelum menambah posisi, verifikasi manual: (a) laporan keuangan terbaru IDX, (b) harga & likuiditas ADMG dari broker, (c) BI-Rate + rupiah, (d) harga spot PTA/MEG.
  4. Risiko utama tanpa data: likuiditas tipis + spread lebar. Order besar bisa gerakkan harga sendiri. Pakai limit order.
  5. Perbaiki pipa data sebelum sesi Jumat: set FRED_API_KEY; tambah sumber berita IDX/ID lokal.

Kategori Status Bukti / Angka Dampak ADMG.JK
Berita ADMG.JK Tidak tersedia Yahoo Finance: 0 artikel tagged Netral (nol informasi)
Breadth pasar Tidak tersedia Pasar tutup, buka Jumat 09:00 WIB, 0 gainers/0 losers Tidak bisa arah momentum
IDX screener Kosong V5.2 jalan, 0 baris Tidak bisa valuasi/likuiditas
Fed funds, CPI, 10Y Tidak tersedia FRED_API_KEY tidak diset Tidak bisa klaim makro AS
Prediction markets Ditahan Hanya odds live, tak ada vintage historis Tidak ada probabilitas
Berita global Tersedia Dominan IBM/IT, Oracle FY2030 $225B, chip earnings naik Tipis positif risk appetite, relevansi rendah
Komoditas Tersedia Capstone output turun, PAAS turun Negatif tipis harga logam
Likuiditas ADMG.JK Risiko Pasar papan kecil, spread lebar Pakai limit order
Rekomendasi Hold Tidak ada katalis terdeteksi, data gap besar Jangan tambah/kurangi sampai verifikasi manual
Aksi berikut Perbaiki data Set FRED_API_KEY, cek IDX keterbukaan, BI-Rate, PTA/MEG Sebelum buka Jumat

FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD