AADI · analisa Sabtu, 24 Oktober 2026
model analisa cb/deepseek-v4.1-flash
Hold
Net broker seluruhnya 121,4 M rupiah. Kapitalisasi 91,1 T.
10 broker dengan aliran terbesar dari 12 yang tercatat. Selisih beli dikurangi jual, dalam rupiah; positif berarti akumulasi. Cakupan 2024-12-05 sampai 2026-10-27.
| Broker | Nama | Net | Net volume | Beli | Jual |
|---|---|---|---|---|---|
| AK | UBS SEKURITAS INDONESIA | 86,3 M | 7,3 jt | 237,3 M | 151,0 M |
| YP | MIRAE ASSET SEKURITAS INDONESIA | 11,5 M | 981,5 rb | 25,9 M | 14,5 M |
| TP | OCBC SEKURITAS INDONESIA | 10,3 M | 886,5 rb | 11,0 M | 691,9 jt |
| CP | KB VALBURY SEKURITAS | 3,9 M | 325,7 rb | 7,4 M | 3,5 M |
| GR | PANIN SEKURITAS TBK. | 2,2 M | 187,8 rb | 3,0 M | 769,4 jt |
| BB | VERDHANA SEKURITAS INDONESIA | 2,2 M | 185,3 rb | 2,2 M | - |
| DR | RHB SEKURITAS INDONESIA | 1,3 M | 110,4 rb | 4,6 M | 3,3 M |
| KZ | CLSA SEKURITAS INDONESIA | 1,2 M | 103,9 rb | 1,2 M | - |
| BQ | KOREA INVESTMENT AND SEKURITAS INDON | 786,1 jt | 65,3 rb | 1,4 M | 573,3 jt |
| DH | SINARMAS SEKURITAS | 722,0 jt | 60,0 rb | 5,5 M | 4,8 M |
Pasangan pembeli dan penjual terbesar pada satu level harga. Rata-rata beli di bawah harga penutupan berarti pembeli institusional masuk lebih rendah dari harga sekarang.
| Beli | Harga rata-rata | Nilai | Jual | Harga rata-rata | Nilai |
|---|---|---|---|---|---|
| AK | 11.734 | 237,3 M | AK | 11.719 | 151,0 M |
| CC | 11.810 | 33,6 M | BK | 11.730 | 65,0 M |
| YP | 11.733 | 25,9 M | XL | 11.767 | 33,8 M |
| XL | 11.773 | 21,3 M | CC | 11.776 | 33,2 M |
| BK | 11.718 | 12,5 M | LG | 11.764 | 26,2 M |
| TP | 11.648 | 11,0 M | ZP | 11.803 | 20,7 M |
| CP | 11.842 | 7,4 M | YP | 11.783 | 14,5 M |
| YU | 11.800 | 7,1 M | YU | 11.726 | 11,8 M |
8 dari 59 catatan terakhir. Direksi dan komisaris yang menambah kepemilikan di harga rendah adalah sinyal yang tidak bisa dipalsukan pasar.
| Tanggal | Nama | Jabatan | Aksi | Perubahan | Harga |
|---|---|---|---|---|---|
| 2026-10-23 | ADARO STRATEGIC INVESTMENTS | - | Transfer | -68,352,699 | - |
| 2026-10-23 | ADARO STRATEGIC INVESTMENTS | - | Transfer | +683,792,891 | - |
| 2026-10-23 | ADARO STRATEGIC INVESTMENTS | - | Transfer | -84,301,663 | - |
| 2026-10-23 | ADARO STRATEGIC INVESTMENTS | - | Transfer | -34,176,349 | - |
| 2026-10-23 | ADARO STRATEGIC INVESTMENTS | - | Transfer | +102,529,048 | - |
| 2026-10-23 | ADARO STRATEGIC INVESTMENTS | - | Transfer | -599,491,228 | - |
Rating: Hold
Executive Summary: Keputusan untuk AADI.JK adalah Hold — pertahankan posisi, jangan menambah, jangan melikuidasi. Setelah menimbang ketiga analis secara independen dari urutan bicara, pertarungan Aggressive vs Conservative berakhir tidak seimbang tetapi tidak cukup untuk menurunkan rating: Conservative menang pada kualitas bukti (run-rate siklus, dividen sebagai asumsi, logika zona supply AK), sementara Aggressive hanya unggul pada kalimat retoris ("zona supply = premium asuransi gratis") yang dibantah oleh data broker AK itu sendiri (beli Rp237 M dan jual Rp151 M — aktivitas dua arah, bukan akumulasi terkunci). Neutral memperbaiki kedua kubu dengan satu kontribusi bernilai: pecah ambang Rp11.500–11.840 menjadi tangga bertahap (0,25–0,3x → 0,4–0,5x → 0,6–0,7x → 0,7–0,8x), karena zona supply lebar ~Rp340 dan supply AK baru benar-benar terlewati di atas ~Rp11.840, bukan di Rp11.500. Namun tangga Neutral memuat satu cacat yang saya tolak: memungkinkan kenaikan ke 0,4–0,5x tanpa MACD dan tanpa jangkar makro, dan menambahkan DCA di Rp10.200–10.500 pada nama yang belum terbukti menahan level apa pun (low 16/10 = Rp9.625). Saya adopsi tangga kondisional tetapi dengan syarat makro minimum yang lebih ketat dari Neutral.
Cara bertindak:
Investment Thesis: Tesis netral yang menang adalah "kualitas bisnis terverifikasi + momentum membaik, tetapi valuasi belum berjangkar dan supply di atas belum teruji." Ini mendukung Hold, bukan Buy dan bukan Sell.
Syarat kenaikan posisi (tangga bertahap — semua berbasis penutupan harian):
Syarat penurunan (tindakan, bukan menunggu):
Event November (Q3 + dividen): risiko dua arah, bukan katalis satu arah. Jangan menambah menjelang rilis; kurangi ≤0,1x jika posisi >0,6x saat memasuki periode laporan. Payout tinggi yang terverifikasi untuk AADI.JK sendiri (bukan analogi ADRO group) adalah satu-satunya dasar menaikkan eksposur atas nama dividen.
Apa yang mengubah tesis ini:
Blind spot eksplisit yang mengikat keputusan ini: harga Newcastle/HBA, kerangka royalti Indonesia, kurs IDR/suku bunga BI, data dividen/payout AADI.JK, order flow 23/10 (0 tick), accumulation history multi-hari, dan market breadth — tidak tersedia dalam prompt ini. Ringkasan broker AK juga berstatus snapshot dengan cakupan tidak jelas dan diperlakukan sebagai sinyal lemah. Justru karena blind spot inilah posisi tidak ditambah hari ini: keyakinan tidak bisa menggantikan data, tetapi ketidaktahuan juga bukan alasan untuk keluar dari bisnis dengan margin 35% dan neraca bersih.
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
Action: Hold
Reasoning: Action: Hold
Reasoning: Rencana riset menyimpulkan Hold dan struktur harga AADI.JK tidak memberikan alasan kuat untuk menyimpang, baik ke arah Buy maupun Sell. Harga close terverifikasi Rp11.375 (23/10/2026) berada tipis di atas SMA50 (Rp11.161), SMA10 (Rp11.158,71), dan mid Bollinger (Rp11.348,75) — empat pivot yang bertumpuk dalam rentang ~Rp220, jauh lebih kecil dari ATR harian Rp579 (~5,1%). Ini secara mekanis adalah zona tanpa edge: terlalu dekat ke support untuk menjual dengan disiplin, tetapi belum ada konfirmasi untuk membeli.
Argumen bear yang menang tipis di debat (run-rate laba 1H yang mungkin puncak siklus, dividen yang masih asumsi, net jual asing 5 hari berturut-turut −24,48 juta lembar) berujung pada kesimpulan "jangan menambah sebelum konfirmasi" — itu Hold, bukan Sell. Argumen bull yang tersisa (tren primer naik, SMA200 Rp9.477 menanjak, histogram MACD membaik dari −217,55 ke −56,75, RSI pulih 30,95 → 51,85) cukup untuk menolak pengurangan posisi paksa, tetapi tidak cukup untuk menambah, karena golden cross belum terjadi (MACD −57,67 masih di bawah signal −0,91) dan rebound Rp9.900 → Rp11.375 terjadi dengan volume yang menyusut (10,6 juta lembar pada 23/10 vs 44,9 juta saat flush 16/10). Rebound tanpa volume belum konfirmasi akumulasi.
Ada satu catatan struktural yang mengunci keputusan: zona akumulasi broker AK berada di Rp11.650–11.840 (rata-rata beli ~Rp11.734), yaitu di atas harga sekarang dan tepat di area high 23/10 (Rp11.800). Artinya resistance Rp11.500–11.800 belum teruji ulang dan berpotensi menjadi supply, bukan support. Membeli di Rp11.375 berarti membeli ke dalam resistance itu tanpa konfirmasi volume — rasio imbalan/risiko hanya layak jika entry dilakukan di ujung bawah (Rp11.400) menuju target Rp12.100–12.490.
Catatan eksplisit: harga Newcastle/HBA, kerangka royalti Indonesia, kurs IDR/suku bunga BI, dan data dividen/payout AADI tidak tersedia dalam prompt ini. P/E 7,7x vs skenario konservatif 9–10x vs stress 13–14x tidak dapat dibedakan secara andal tanpa jangkar harga batubara. Ini blind spot yang mengikat dan justru alasan posisi tidak ditambah hari ini. Data order flow 23/10 (0 tick), accumulation history (kosong), dan market breadth (kosong) juga tidak tersedia, sehingga bandarmologi diperlakukan sebagai sinyal lemah.
Rencana aksi: pertahankan 0,5x–0,6x alokasi standar bila sudah memegang; mulai 0,25x–0,3x bila belum punya posisi. Jangan average down maupun average up. Naikkan ke 0,7x–0,8x hanya bila SEMUA terpenuhi: (a) close di atas Rp11.500–11.800 dengan volume di atas rata-rata 20 hari, (b) golden cross MACD terkonfirmasi dengan histogram mulai melebar positif, (c) ForeignNet berbalik positif berkelanjutan, (d) minimal satu blind spot makro terisi (prioritas harga batubara). Turunkan ke 0,2x–0,3x bila close di bawah SMA50 dua sesi berturut-turut atau menembus Rp10.750; keluar sepenuhnya bila close di bawah Rp9.625. Jendela November (Q3 dan dividen) diperlakukan sebagai event risiko dua arah, bukan katalis satu arah — jangan menambah menjelang rilis.
Entry Price: Rp11.375 (harga close terverifikasi 23/10/2026). Entry tambahan berbasis konfirmasi di Rp11.500 hanya sah setelah penutupan harian di atas level itu dengan volume > rata-rata 20 hari.
Stop Loss: Rp10.750 (di bawah SMA50 Rp11.161 dengan buffer; jarak ~Rp625 = ~1,1 ATR harian). Stop berbasis penutupan harian, bukan intraday, mengingat ATR 5,1%/hari dan risiko whipsaw.
Position Sizing: Maksimum 0,5x–0,6x alokasi standar bila sudah memegang; 0,25x–0,3x bila memulai posisi baru. Ukuran maksimum dihitung dari jarak entry ke stop (~Rp625–700 per saham) dengan risiko per transaksi dibatasi ≤1% portofolio, mengingat volatilitas 5%/hari dan preseden low Rp9.625 pada 16/10 yang membuktikan level stop semacam ini bisa ditembus dalam satu sesi.
Entry Price: 11375.0
Stop Loss: 10750.0
Position Sizing: 0,5x–0,6x alokasi standar bila sudah memegang; 0,25x–0,3x bila belum punya posisi
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
Recommendation: Hold
Rationale: Debat ini dimenangkan tipis oleh BEAR pada kualitas argumen, tetapi tidak cukup untuk menurunkan rating ke Underweight — sehingga hasilnya Hold, bukan Sell.
Yang memutuskan: siapa yang lebih disiplin dalam membaca datanya sendiri.
Bear menang pada isu run-rate laba (poin paling menentukan). Bull membangun seluruh tesis pada P/E ~7,7x dari laba 1H Rp5,92 T × 2. Namun laporan fundamental yang sama yang dikutip Bull secara eksplisit memperingatkan bahwa 2H biasanya lebih lemah (musim hujan, normalisasi harga) dan bahwa run-rate linear berisiko overestimate. Skenario konservatif yang disediakan laporan itu sendiri adalah P/E 9–10x, dan dengan sensitivitas laba 20–30% per 10% perubahan harga batubara (risiko #1 di laporan yang sama), P/E bisa melompat ke 13–14x. Bull mengutip angkanya lalu mengabaikan peringatannya — itu adalah kesalahan klasik memperlakukan laba puncak siklus sebagai laba tengah siklus pada emiten komoditas.
Bear menang pada dividen. Klaim Bull "yield dividen 10% terkunci secara matematis" tidak didukung: laporan sendiri menyatakan data dividen AADI tidak tersedia, dan payout 60–100% adalah analogi dari emiten ADRO group lain — hipotesis sektor, bukan akuntansi. Katalis utama Bull berstatus asumsi, bukan fakta. Ini melemahkan tesis "katalis di depan".
Bear menang pada foreign flow, dan matematikanya tajam. Net jual asing lima hari berturut-turut −24,48 juta lembar (±Rp280 M pada harga rata-rata) secara nominal MELEBIHI klaim Bull soal net beli UBS +Rp86 M. Bull melabeli data yang tidak menguntungkan sebagai "noise" atau "discrepancy", sementara laporan risetnya sendiri menyimpulkan "flow jangka pendek jelas masih distribusi". Itu kurasi data, bukan analisis.
Bear menang pada "harga akumulasi di atas harga kini = diskon." Ini pembalikan logika yang benar: pembeli di Rp11.650–11.840 adalah supply yang belum teruji dan, jika Rp11.800 gagal ditembus, merupakan potensi penjual yang memotong rugi — bukan dukungan. Bear juga benar bahwa Bull menerapkan standar ganda (menerima "transfer internal" untuk insider, menolak menerapkannya pada rekonsiliasi kustodian UBS yang membeli Rp237 M dan menjual Rp151 M).
Bear menang pada insider buy. Rp1 M (0,0011% kapitalisasi) adalah sinyal kosmetik; tidak bisa disejajarkan dengan sinyal institusional atau divalidasi sebagai keyakinan pemilik. Tidak adanya penambahan oleh pemilik 41% saat crash 22% adalah sinyal abu-abu, bukan hijau.
Bear menang pada kejujuran tentang blind spot. Bull mengklaim "risiko sudah terukur dalam laba 1H", padahal empat variabel penentu laba 2H/2027 (Newcastle/HBA, royalti, IDR/suku bunga BI, aksi korporasi) secara eksplisit berstatus TIDAK TERSEDIA. Risiko yang sudah terjadi bukanlah pengukuran risiko yang akan datang.
Mengapa tidak Underweight/Sell — di sinilah Bull tetap punya pijakan:
Kesimpulan penilaian: Bear menang secara meyakinkan pada kualitas analisis (run-rate siklus, dividen sebagai asumsi, kurasi data, logika trapped long), tetapi kemenangannya berujung pada kesimpulan "jangan menambah sebelum konfirmasi" — yang identik dengan Hold, bukan eksposur negatif. Sisi Bull yang tersisa (kualitas laba terverifikasi, leverage nol, momentum membaik) cukup untuk menolak Underweight/Sell. Karena itu: Hold, dengan bias taktis yang mengarah ke perbaikan bertahap HANYA bila syarat konfirmasi Bear terpenuhi.
Catatan eksplisit mengenai data yang hilang: harga Newcastle/HBA, data royalti Indonesia, kurs IDR/suku bunga BI, dan data dividen/payout AADI tidak tersedia di prompt ini. Ini adalah blind spot yang mengikat keputusan — dan justru alasan mengapa posisi tidak ditambah hari ini.
Strategic Actions: Ini adalah keputusan untuk MEMPERTAHANKAN, bukan menambah. Ukuran di bawah dinyatakan terhadap alokasi standar satu nama (1,0x = alokasi penuh untuk satu posisi).
1. Posisi inti — pertahankan, jangan tambah.
2. Batas risiko yang eksplisit (wajib, mengingat ATR ~Rp579 ≈ 5,1% per hari).
3. Syarat konfirmasi untuk menaikkan ke Overweight (naikkan posisi bertahap menjadi 0,7x–0,8x hanya bila SEMUA terpenuhi). a. Penutupan di atas Rp11.500–11.800 DENGAN volume di atas rata-rata 20 hari (bukan volume yang mengering seperti 10,6 juta lembar pada 23/10). b. Golden cross MACD terkonfirmasi (bukan proyeksi "sehari-dua hari lagi"); histogram berhenti menyempit dan mulai melebar positif. c. ForeignNet berbalik positif secara berkelanjutan, bukan sekadar satu sesi — mengakhiri rentetan lima sesi net jual. d. Minimal satu dari empat blind spot makro terisi data: harga Newcastle/HBA, kerangka royalti, atau pengumuman dividen/payout AADI yang eksplisit. Prioritaskan (d): tanpa data harga batubara, seluruh P/E adalah estimasi tanpa jangkar.
4. Syarat downgrade ke Underweight (lakukan penurunan posisi, bukan menunggu).
5. Manajemen event — jendela November.
6. Tugas analitis lanjutan (menutup blind spot).
get_accumulation_history multi-hari untuk memvalidasi apakah net beli UBS adalah akumulasi atau rekonsiliasi satu periode. Sampai itu ada, perlakukan bandarmologi sebagai sinyal lemah, bukan fondasi posisi.7. Aturan disiplin untuk fasilitator/debater putaran berikutnya.
Tanggal analisis: 24 Oktober 2026 | Sumber harga & indikator: IDX Edge PRO (snapshot terverifikasi, candle terakhir 23 Oktober 2026)
AADI.JK berada dalam konsolidasi pasca-puncak, bukan dalam tren naik yang mulus maupun tren turun yang terkonfirmasi. Harga ditutup di Rp11.375 (23/10/2026), setelah mencapai puncak siklus terdekat di Rp12.400 (16/9/2026) dan menjalani crash satu hari ke Rp9.900 (16/10/2026) yang kemudian dipulihkan sebagian dalam tiga sesi (17/10–23/10: Rp10.175 → Rp10.950 → Rp11.100 → Rp11.300 → Rp11.375).
Yang penting dipahami: kerangka tren jangka menengah tetap positif, tetapi momentum jangka pendek baru saja rusak dan sedang mencoba memperbaiki diri. Ini adalah konteks "netral-bullish dengan risiko eksekusi tinggi", bukan konteks "beli momentum".
| Indikator | Alasan dipilih dalam konteks ini |
|---|---|
| close_50_sma | Mengukur apakah struktur tren 2-3 bulan masih utuh setelah guncangan 16/10. Menjadi garis pertempuran utama (Rp11.161). |
| close_200_sma | Benchmark tren primer. Selisih 50/200 (Rp11.161 vs Rp9.477) mengonfirmasi fase bullish struktural dan seberapa jauh ruang mean reversion bila tren 50 hari gagal. |
| close_10_ema | Menangkap apakah rebound 5 sesi terakhir punya tenaga atau hanya dead-cat bounce. Sangat relevan sesudah penurunan tajam. |
| macd + macdh | Mendeteksi fase siklus momentum (koreksi histogram sedang menyempit) — memberi peringatan dini cross up yang belum terjadi. rsi dipakai sebagai pelengkap non-redundan karena MACD mengukur kecepatan tren, RSI mengukur posisi momentum. |
| rsi | Menentukan apakah harga masih oversold-relief atau sudah jenuh. Angka 51,85 adalah zona netral murni — konfirmasi bahwa tidak ada edge dari sisi momentum. |
| atr | Volatilitas telah melonjak (Rp579, setara ±5,1% dari harga close) — ini mengubah cara menetapkan stop loss dan ukuran posisi secara drastis dibanding kondisi September. |
| boll (mid) + boll_ub/lb (referensi dari snapshot) | Mid BB Rp11.348,75 tepat di bawah harga close — titik pivot kompresi. |
| vwma | Mengukur true average cost pelaku pasar berbasis volume: Rp10.798,95 — jauh di bawah harga, indikasi posisi biaya rata-rata masih menguntungkan bagi pembeli awal. |
RSI mencapai 78–79 pada 14–17/9/2026, tepat ketika harga membuat puncak Rp12.400 (16/9) setelah sebelumnya Rp12.475 (9/9) dan Rp12.925 (high 10/9). Pola ini — RSI jenuh beli tinggi sementara kenaikan harga mulai melandai — adalah deskripsi langsung dari melemahnya tren naik yang kemudian terbukti dengan penurunan ke Rp11.150 (22/9) dan akhirnya ke Rp9.900 (16/10).
Data terverifikasi menunjukkan pada 16/10/2026: open Rp11.425, low Rp9.625, close Rp9.900, volume 44.930.400 lembar — kira-kira 4–6 kali volume rata-rata sesi sekitarnya (mis. 4,2–6,3 juta lembar pada 8–15/10), dengan nilai transaksi Rp447,2 miliar. Sesi 19/10 menyusul dengan volume 43.752.200 lembar dan f tick 34.120.
Interpretasi yang hati-hati dan dapat didukung data:
Pola yang tampil: akumulasi broker asing/kustodian kelas atas (UBS) melawan distribusi investasi asing lain (J.P. Morgan, Maybank) dan retail lokal (Trimegah, Stockbit). Total nilai transaksi broker yang tercatat: Rp86,28 miliar net beli AK vs Rp52,50 miliar net jual BK — AK hampir menyerap seluruh tekanan jual BK sendirian, dengan surplus neto Rp33,8 miliar di sisi beli.
| Peran | Broker | Net Value | Net Volume | Karakter |
|---|---|---|---|---|
| Net buyer utama | AK — UBS Sekuritas | +Rp86,28 miliar | +7.336.500 lbr | Kustodian asing besar; pembeli terbesar absolut dan terbesar per sisi (beli Rp237,30 M vs jual Rp151,02 M) |
| Net buyer #2 | YP — Mirae Asset | +Rp11,45 miliar | +981.500 lbr | Ritel/institusi domestik premium |
| Net buyer #3 | TP — OCBC Sekuritas | +Rp10,32 miliar | +886.500 lbr | Bank asing-afiliasi |
| Net buyer #4 | CP — KB Valbury | +Rp3,85 miliar | +325.700 lbr | — |
| Net seller utama | BK — J.P. Morgan | −Rp52,50 miliar | −4.474.100 lbr | Asing institusional, distribusi |
| Net seller #2 | LG — Trimegah | −Rp21,92 miliar | −1.862.700 lbr | Retail/domestik |
| Net seller #3 | ZP — Maybank | −Rp17,62 miliar | −1.490.000 lbr | Asing |
| Net seller #4 | XL — Stockbit | −Rp12,48 miliar | −1.061.500 lbr | Retail digital murni |
Nuansa krusial: Ini bukan pola "asing akumulasi vs retail distribusi" yang bersih — ini pergeseran kepemilikan antar-lembaga asing: UBS + OCBC (dan Mirae) menyerap dari J.P. Morgan + Maybank, sementara retail (Stockbit, Trimegah) juga keluar, diserap sebagian oleh YP/CP. Yang paling penting untuk disorot:
Pembacaan mesin vendor menyimpulkan sinyal campuran, skor 55/75, status WATCH, dengan rekomendasi "akumulasi konfirmasi". Namun terlihat beberapa inkonsistensi data yang harus diperlakukan secara skeptis:
Kesimpulan: arah umum (netral/watch, broker AK akumulasi, asing jual jangka pendek) dua sumber tidak sepenuhnya menyesuaikan, tetapi interpretasi "konfirmasi diperlukan" vendor sejalan dengan bacaan saya bahwa MACD belum cross up dan rebound bersifat volume-rendah.
Perhatikan ukuran volatilitas: ATR Rp579 ≈ 5,1% dari harga. Menempatkan stop 3% (≈Rp341) berarti stop berada di dalam satu ATR harian — hampir pasti akan tersapu noise.
Skenario A — Konfirmasi Reclaim (bias utama, probabilitas tinggi):
Skenario B — Gagal di Mid BB, kembali uji zona 16/10 (bias alternatif):
Manajemen posisi: karena ATR melonjak 32%, kurangi ukuran posisi ±25–30% dibanding posisi normal untuk menjaga risiko rupiah yang sama. Hindari menambah sebelum volume rebound melebihi 20 juta lembar/hari.
get_order_flow_detail (23/10) mengembalikan 0 tick — tidak ada data running trade, sehingga proses buy/sell intraday tidak dapat diverifikasi.get_accumulation_history kosong — tren akumulasi multi-hari per broker tidak tersedia; ringkasan broker di atas adalah snapshot satu periode.Rating: Hold FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD — Akumulasi bertahap hanya jika close > Rp11.500 dengan volume terkonfirmasi (dengan stop Rp10.750 dan target Rp12.100–Rp12.490); belum ada sinyal tambah otomatis sebelum MACD golden cross dan volume rebound melebihi rata-rata 20 hari.
| Aspek | Data Terverifikasi (23/10/2026) | Interpretasi | Implikasi Trading |
|---|---|---|---|
| Harga close | Rp11.375 | Konsolidasi pasca-crash | Rentang, bukan tren |
| close_50_sma | Rp11.161 | Tepat di garis penopang | Support kritis; close di bawahnya = rusak |
| close_200_sma | Rp9.477,25 (naik) | Tren primer bullish | Bias struktural ke atas |
| close_10_ema | Rp11.158,71 | Harga di atas EMA10 | Rebound valid jangka pendek |
| RSI | 51,85 (dari 30,95 pada 16/10) | Netral pasca-oversold | Tanpa edge momentum |
| MACD / signal | −57,67 / −0,91 | Belum cross-up | Butuh konfirmasi |
| MACD histogram | −56,75 (dari −217,55 pada 19/10) | 4 sesi membaik | Tekanan jual mengendur |
| Bollinger mid / ub / lb | 11.348,75 / 12.491,98 / 10.205,52 | Harga tepat di mid | Pivot; resisten atas Rp12.492 |
| ATR | Rp579 (±5,1%) | Volatilitas +32% vs 15/10 | Stop lebar, posisi lebih kecil |
| VWMA | Rp10.798,95 | Di bawah harga | Zona biaya rata-rata pasar = area penting |
| Volume 16/10 | 44,93 juta lembar (vs 4–6 juta normal) | Flush / capitulasi | Low Rp9.625 = garis saldo |
| Foreign net 5 hari | −24,48 juta lembar (5 hari jual) | Distribusi jangka pendek | Bertentangan dengan AK net beli — flag |
| Broker net beli | AK (UBS) +Rp86,28 M; YP +11,45 M; TP (OCBC) +10,32 M | Asing kelas atas menyerap | Bullish bila berlanjut |
| Broker net jual | BK (JPM) −52,50 M; LG −21,92 M; ZP (Maybank) −17,62 M; XL (Stockbit) −12,48 M | Asing lain + retail keluar | Pola rotasi, bukan akumulasi bersih |
| Harga akumulasi | ±Rp11.650–Rp11.840 (AK: beli 11.734) | Pembeli besar di atas harga kini | Harga sekarang ≤ biaya pembeli besar |
| Vendor verdict | Skor 55/75, WATCH | Sejalan arah | Data vendor parsial tidak konsisten — tidak dipakai untuk angka |
| Keputusan | Hold | — | Entry konfirmasi Rp11.400–11.500; stop Rp10.750 |
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk — IDX | Per 24 Oktober 2026
AADI.JK (PT Adaro Andalan Indonesia Tbk) adalah perusahaan energi batubara terintegrasi hasil spin-off dari Adaro Energy (ADRO) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan harga penutupan terakhir Rp11.700 dan kapitalisasi pasar Rp91,1 triliun (7.786.891.760 saham beredar), AADI.JK adalah salah satu emiten batubara terbesar di IDX.
Poin penting: perusahaan mencatatkan laba bersih semester I 2026 sebesar Rp5,92 triliun (attributable to parent) dengan marjin laba bruto yang sangat kuat (~35%). Valuasi tampak sangat murah (P/E annualized ~7-8x) bila laba dipertahankan, namun perlu dicatat bahwa siklus harga batubara, struktur kepemilikan terkonsentrasi, dan risiko komoditas tetap menjadi faktor utama.
| Item | Keterangan |
|---|---|
| Nama | Adaro Andalan Indonesia Tbk |
| Kode | AADI (IDX) |
| Sektor | Energi — Batubara (integrated coal) |
| Saham Beredar | 7.786.891.760 lembar |
| Kap. Pasar | Rp91,11 triliun (@ Rp11.700) |
| Turnover Ratio | 0,46% (likuiditas relatif tipis) |
| Harga terakhir | Rp11.700 (+175 / +1,52%) |
| VWAP sesi | Rp11.749 |
| Volume sesi | 360.616 lot (~Rp423,7 miliar nilai) |
Catatan perubahan data: Terdapat inkonsistensi kecil — tanggal sumber kutipan dicatat "2026-10-27" (majalah market), sedangkan analisis dilakukan 24 Oktober 2026. Harga terakhir yang diambil adalah Rp11.700 (+1,52%), dan ini yang digunakan sebagai basis valuasi.
Laporan Q2 2026 menampilkan angka kumulatif semester I 2026 (6 bulan):
| Pos Laba Rugi (1H 2026) | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Penjualan & Pendapatan Usaha | 26.891.529.196.000 |
| Beban Pokok Penjualan | (17.491.887.245.000) |
| Laba Bruto | 9.399.641.951.000 |
| Beban Penjualan | (444.682.756.000) |
| Beban Umum & Adm. | (793.247.882.000) |
| Pendapatan Keuangan | 189.765.198.000 |
| Beban Bunga & Keuangan | (263.688.068.000) |
| Selisih Kurs | 44.049.439.000 |
| Bagian Laba Entitas Ventura Bersama (ekuitas) | 97.853.833.000 |
| Perubahan Nilai Wajar Efek | (196.871.101.000) |
| Pendapatan Lainnya | 210.349.048.000 |
| Beban Lainnya | (77.198.387.000) |
| Laba Sebelum Pajak | 8.165.971.275.000 |
| Beban Pajak | (1.531.456.339.000) |
| Laba Bersih | 6.634.514.936.000 |
| — Diatribusikan ke Entitas Induk | 5.919.682.573.000 |
| — Kepentingan Non-Pengendali | 714.832.363.000 |
| Laba Komprehensif | 6.307.321.216.000 |
| Laba Komprehensif ke Induk | 5.613.806.562.000 |
| Lainnya: Laba Komprehensif Lain | (327.193.720.000) |
| Rasio | Nilai | Komentar |
|---|---|---|
| Marjin Laba Bruto | 34,95% | Sangat kuat untuk emiten batubara |
| Marjin Laba Operasi (est.) | ~30,3% | (Bruto - beban usaha) / penjualan |
| Marjin Laba Sebelum Pajak | 30,4% | |
| Marjin Laba Bersih | 24,7% | |
| Marjin Laba Bersih ke Induk | 22,0% | |
| Beban Pajak Efektif | ~18,8% | Normal |
| Rasio Beban Usaha / Penjualan | ~4,6% | Efisiensi tinggi |
Namun perlu diperhatikan: sifat 2H biasanya lebih lemah untuk batubara saat musim hujan & potensi normalisasi harga, sehingga run-rate linear berisiko overestimate.
Catatan: Tool neraca & arus kas mengembalikan indeks dokumen (tersedia untuk Q1 2025, Q3 2025, Q4 2025, Q1 2026, Q2 2026 serta tahunan FY2022–FY2025), namun isi angka laporan tercetak tidak terekspos dalam respons. Karena itu, analisis arus kas dan posisi neraca dibangun dari derivasi laporan laba rugi dan indikator non-laporan. Saya tidak menyajikan angka pos per pos yang tidak tersedia agar tidak menimbulkan bias.
Derivasi indikatif dari Laba Rugi:
| Tanggal | Aksi | Pihak | Perubahan | Harga |
|---|---|---|---|---|
| 23 Okt 2026 | Transfer (internal) | Adaro Strategic Investments | Berbagai transfer antar-rekening, net posisi berakhir 3.200.142.830 | n/a |
| 21 Okt 2026 | Transfer | Adaro Strategic Investments | +164 / −164 (netral) | n/a |
| 20 Okt 2026 | Transfer | Adaro Strategic Investments | +148.097.516 / −148.097.516 (netral) | n/a |
| 19 Okt 2026 | BUY | Trinugraha Thohir | +90.800 | Rp9.750 |
| 19 Okt 2026 | BUY | Trinugraha Thohir | +11.800 | Rp9.800 |
| 19 Agu 2026 | Transfer | Adaro Strategic Investments | ±36.454.773 (netral) | 0 |
| 24 Jun 2026 | BUY | Triputra Investindo Arya | +4.744.300 | Rp7.975 |
Kesimpulan sentimen insider: Netral-positif. Tidak ada insider selling material; ada insider buying kecil. Pemegang utama stabil.
Data musiman bulanan tidak tersedia (tidak ada riwayat cukup / saham baru tercatat pasca-spin-off). Tidak dapat digunakan sebagai sinyal. Sebagai konteks industri: emiten batubara biasanya mengalami puncak volume penjualan pada Q3–Q4 (musim kering), dan 2H kadang lebih kuat dari 1H jika harga stable.
| Metrik | Nilai | Interpretasi |
|---|---|---|
| P/E (annualized 1H2026) | ~7,7x | Murah relatif sektor |
| P/E (konservatif, jika 2H = 60% dari 1H) | ~9–10x | Masih wajar |
| Estimasi Imbal Hasil Laba (earnings yield) | ~13% | Menarik |
| Kap. Pasar | Rp91,1 triliun | Salah satu terbesar di sektor energi IDX |
| EPS (ke induk) 1H | ~Rp760 |
Catatan: Perusahaan tidak menyajikan data dividen eksplisit dalam laporan ini. Namun adaro-group emiten biasanya pembayar dividen besar dengan payout tinggi (60-100%). Payout tinggi akan membuat yield dividen potensial signifikan bila P/E ~8-9x (yield teoritis >10%). Pengumuman dividen interim/final adalah katalis utama yang perlu dimonitor.
| Kategori | Metrik/Keterangan | Nilai/Info |
|---|---|---|
| Identitas | Nama | PT Adaro Andalan Indonesia Tbk |
| Ticker | AADI.JK | |
| Sektor | Energi — Batubara | |
| Kap. Pasar | Rp91,11 T | |
| Saham beredar | 7,787 miliar lembar | |
| Harga | Harga terakhir | Rp11.700 (+1,52%) |
| VWAP sesi | Rp11.749 | |
| Turnover | 0,46% (tipis) | |
| 1H2026 Laba Rugi | Penjualan | Rp26,89 T |
| Laba bruto | Rp9,40 T | |
| Laba bersih | Rp6,63 T | |
| Laba ke induk | Rp5,92 T | |
| EPS (estimasi) | ~Rp760 | |
| Profitabilitas | Marjin bruto | 34,95% |
| Marjin neto | 24,7% | |
| Marjin neto induk | 22,0% | |
| Beban pajak efektif | 18,8% | |
| Valuasi | P/E annualized | ~7,7x |
| P/E konservatif | ~9-10x | |
| Earnings yield | ~13% | |
| Struktur Modal (derivasi) | Beban bunga 1H | Rp263,7 M (rendah ~1% penjualan) |
| Net beban finansial | ~Rp74 M (leverage terkendali) | |
| Pembelian ventura bersama | Rp97,9 M | |
| Insider | Adaro Strategic Investments | ~3,20 miliar lembar (stable, hanya transfer internal) |
| Trinugraha Thohir | BUY 102.600 @ Rp9.750–9.800 (19 Okt 2026) | |
| Triputra Investindo Arya | BUY 4.744.300 @ Rp7.975 (24 Jun 2026) | |
| Seasonality | Data | Tidak tersedia |
| Risiko | Utama | Harga batubara, ESG, likuiditas tipis, konsentrasi pemegang |
| Katalis | Positif | Dividen, Q3 2026, harga batubara tinggi |
| Negatif | Penurunan harga batubara, laba 2H melemah |
Rating: Buy (akumulasi bertahap pada valuasi; katalis dividen)
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: BUY
Overall Sentiment: Neutral (Score: 5.0/10) Confidence: Low
Kesimpulan utama: tidak ada data yang bisa dianalisis. Ketiga sumber yang disiapkan untuk periode ini gagal mengembalikan data. Skor 5 (Neutral) di sini bukan hasil pembacaan sentimen pasar yang seimbang, melainkan titik netral karena ketiadaan bukti. Jangan menafsirkan angka ini sebagai sinyal bullish maupun bearish untuk AADI.JK.
1. Berita (Yahoo Finance, 7 hari terakhir) — TIDAK TERSEDIA
Vendor melaporkan tidak ada artikel berita yang ditandai AADI.JK. Ini adalah keterbatasan cakupan data (ticker dengan sufiks .JK sering kurang terindeks di feed berita berbahasa Inggris), bukan bukti bahwa tidak ada berita material. Tidak ada framing institusional yang bisa diekstrak — tidak ada headline, tidak ada tanggal, tidak ada katalis yang terverifikasi.
2. StockTwits — TIDAK TERSEDIA (HTTPError) Permintaan gagal di tingkat protokol. Tidak ada pesan, tidak ada tag Bullish/Bearish, tidak ada rasio yang bisa dihitung. Karena tidak ada satu pun pesan yang terbaca, saya tidak bisa menilai apakah sampelnya tipis atau tebal. Rasio sentimen retail untuk AADI.JK pekan ini tidak diketahui — bukan 50/50, melainkan tidak ada observasi.
3. Reddit (r/wallstreetbets, r/stocks, r/investing) — TIDAK TERSEDIA karena keterbatasan jendela waktu Pencarian hanya melayani item terbaru sehingga rentang 2026-10-17..2026-10-24 tidak dapat dijangkau. Penting dicatat: ini bukan bukti tidak adanya diskusi tentang AADI.JK di ketiga subreddit tersebut. Saya tidak dapat membaca isi post, jadi tidak ada penilaian substansi maupun karakter komunitas yang bisa dilakukan.
Tidak dapat dinilai. Divergensi (misalnya retail sangat bullish sementara framing berita hati-hati) hanya bermakna jika setidaknya dua sumber menghasilkan data. Di sini nol dari tiga sumber memberikan observasi.
Tidak ada tema yang dapat diidentifikasi — tidak ada berita, tidak ada cashtag, tidak ada diskusi komunitas. Klaim tentang tema apa pun (misalnya batu bara/energi, transisi energi, aksi korporasi) akan merupakan fabrikasi dan sengaja tidak saya lakukan.
Tidak satu pun katalis atau risiko spesifik AADI.JK dapat dikonfirmasi dari data yang tersedia. Yang bisa dikatakan hanyalah bahwa untuk emiten Indonesia berkapitalisasi besar, laporan keuangan kuartalan, pengumuman dividen, keputusan harga batu bara acuan, dan perubahan regulasi domestik secara umum merupakan kandidat katalis — namun tidak ada bukti dari data ini bahwa salah satunya sedang aktif pada periode yang diminta.
| Arah | Sumber | Bukti pendukung |
|---|---|---|
| Tidak diketahui | Berita Yahoo Finance | DATA_UNAVAILABLE: tidak ada artikel bertag AADI.JK |
| Tidak diketahui | StockTwits | Gagal fetch (HTTPError); tidak ada pesan/tag terbaca |
| Tidak diketahui | Reddit (WSB, stocks, investing) | Jendela waktu di luar jangkauan pencarian; bukan bukti tidak ada diskusi |
| → Netral (default) | Agregat | Tidak ada observasi dari sumber mana pun (0 dari 3) |
Rating: Neutral (karena tidak ada data, bukan karena sentimen seimbang) FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
Laporan ini disusun dengan keterbatasan data yang sangat material. Hampir seluruh sumber yang semestinya menjadi tulang punggung analisis berita-sentimen-makro tidak dapat diakses pada tanggal analisis. Karena itu, saya tidak menyajikan estimasi, proksi, atau rekonstruksi angka apa pun. Kesimpulan yang bisa diambil hanya bersifat metodologis dan struktural.
| Sumber | Status | Implikasi |
|---|---|---|
get_news untuk AADI.JK (17–24 Okt 2026) |
DATA_UNAVAILABLE — Yahoo Finance tidak memiliki artikel bertag AADI.JK | Tidak ada katalis korporasi/berita spesifik yang dapat diverifikasi |
get_global_news (7 hari) |
Tersedia, tetapi tidak relevan sektor | Hanya 4 artikel: kripto (HBAR, XLM), IBM/AI spending, HPE, rotasi Dow vs Nasdaq |
get_macro_indicators (FRED: CPI, 10Y Treasury) |
DATA_UNAVAILABLE — FRED_API_KEY tidak diset |
Tidak ada landed macro AS (inflasi, suku bunga, kurva imbal hasil) |
get_prediction_markets (Fed cut, resesi 2026, batu bara) |
Ditolak sistem — odds hanya tersedia live, tanpa vintage historis untuk 2026-10-24 | Tidak ada probabilitas implisit pasar |
get_idx_screener |
Tersedia (snapshot 27 Okt 2026, fresh 86.385 detik) | Hanya 3 nama: PIPA, BLES, IMPC — AADI tidak muncul |
get_market_breadth |
Tersedia tetapi kosong (count: 0, market closed) |
Tidak ada breadth; bursa tutup, buka berikutnya Rabu 09:00 WIB |
(a) Tidak ada berita spesifik AADI.JK. Ini bukan sinyal negatif — ini absennya coverage vendor, bukan absennya informasi. Untuk emiten batu bara/energi Indonesia yang relatif kurang terliput feed global, hal ini lazim. Konsekuensinya: tidak ada dasar untuk menyimpulkan katalis bullish maupun bearish dari jalur berita.
(b) AADI tidak lolos filter screener IDX. Screener hanya menampilkan 3 nama (PIPA — bucket konflik distribusi, WR 70%, potensi 17%, drawdown −6%; BLES — WR 59,4%, potensi 6%; IMPC — akumulasi senyap, metrik kosong). AADI tidak ada di daftar ini. Namun karena output hanya 3 baris, ketidakhadiran tidak dapat ditafsirkan sebagai sinyal negatif — kemungkinan besar hanya batasan cakupan/kuota output.
(c) Rotasi gaya pasar. Satu-satunya sinyal global yang berpotensi relevan secara tidak langsung: "Dow and Small Caps Climb Weekly While Nasdaq Slips on Megacap Earnings Charges". Rotasi dari megacap teknologi ke value/siklus dapat, secara teori, menguntungkan nama komoditas. Derajat relevansinya untuk bursa Indonesia sangat lemah dan tidak layak dijadikan basis posisi.
(d) Sinyal peringatan pada tema AI. Artikel IBM mengenai "warning on AI spending" menandakan potensi de-rating pada tema pertumbuhan. Bagi AADI, dampaknya hanya via saluran listrik/data center → permintaan batu bara termal. Ini hipotesis struktural, bukan temuan terverifikasi, dan tidak boleh diperlakukan sebagai katalis.
PT Adaro Andalan Indonesia adalah hasil pemisahan aset batu bara termal Adaro Energy, dengan eksposur utama ke kalori menengah-tinggi dan pasar ekspor (India, Asia Tenggara, Asia Timur). Sensitivitas fundamentalnya bersandar pada:
Saya secara eksplisit tidak akan mengisi angka untuk Newcastle, HBA, EPS, atau yield karena tidak ada sumber yang mengonfirmasi.
FRED_API_KEY, dan gunakan vendor berita khusus IDX (Bloomberg/Refinitiv/Kontan/Bisnis Indonesia) karena feed Yahoo Finance tidak meng-cover AADI.JK. Tanpa ini, analisis kuantitatif tidak dapat dipertanggungjawabkan.Tidak ada bukti yang mendukung tesis bullish maupun bearish spesifik untuk AADI.JK per 24 Oktober 2026. Yang tersedia hanyalah absennya data, yang secara metodologis harus diperlakukan sebagai ketidakpastian tinggi, bukan sebagai sinyal. Sikap paling rasional adalah netral/observasi sambil menutup celah data.
Rating: Hold
FINAL TRANSACTION PROPOSAL: HOLD
| Kategori | Temuan | Status Data | Dampak pada AADI.JK | Keyakinan |
|---|---|---|---|---|
| Berita emiten AADI.JK | Tidak ada artikel bertag AADI.JK (17–24 Okt 2026) | Unavailable | Netral — absen coverage, bukan sinyal | Tinggi (atas absennya) |
| Berita global 7 hari | Kripto (HBAR −17%, XLM −14%), IBM AI warning, HPE, rotasi Dow vs Nasdaq | Tersedia | Tidak material / sangat lemah | Tinggi (atas isi) |
| Makro AS (CPI, 10Y) | Gagal diambil — FRED_API_KEY absen | Unavailable | Tidak dapat dinilai | — |
| Probabilitas pasar (Fed cut, resesi 2026, batu bara) | Ditahan sistem — tidak ada vintage historis | Withheld | Tidak ada odds forward-looking | — |
| Screener IDX | Hanya PIPA, BLES, IMPC; AADI tidak muncul | Tersedia (27 Okt 2026) | Netral — keterbatasan cakupan output | Sedang |
| Market breadth | Kosong, bursa tutup; buka Rabu 09:00 WIB | Tersedia (0 entri) | Tidak ada sinyal breadth | Tinggi |
| Harga batu bara (Newcastle/HBA) | Tidak ada tool yang menyediakan | Tidak tersedia | Blind spot kritis | — |
| Regulasi/royalti Indonesia | Tidak ada berita | Tidak tersedia | Blind spot kritis | — |
| IDR & suku bunga BI | Tidak ada data | Tidak tersedia | Blind spot kritis | — |
| Aksi korporasi (dividen/produksi) | Tidak ada konfirmasi | Tidak tersedia | Blind spot kritis | — |
| Rekomendasi posisi | Netral/observasi, ukuran posisi dibatasi hingga data lengkap | — | Hold | Sedang |